Sunday, July 28, 2019

Pengertian Bahasa Kias Serta Jenis Dan Fungsinya

Pengertian Bahasa Kias Serta Jenis Dan Fungsinya. Gaya bahasa kiasan pertama dibuat menurut perbandingan atau persamaan. Membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang memperlihatkan kesamaan antara kedua hal tersebut. Bahasa kias lebih cenderung menampilkan makna tersirat, sehingga penangkapan makna pesan dilakukan melalui penafsiran terlebih dahulu. Penggunaan bahasa kias dilakukan sebagai suatu cara untuk mengakibatkan imbas tertentu, sehingga akseptor pesan lebih tertarik. Berikut yakni klarifikasi seputar pengertian Bahasa Kias. Jenis-Jenis Bahasa Kias Dan Fungsinya.

Definisi Bahasa Kias

Dikutip dari wikipedia Kata kiasan yakni kata-kata yang berbunga-bunga, bukan dalam arti kata yang sebenarnya; kata kiasan digunakan untuk memberi rasa keindahan dan pementingan pada pentingnya hal yang disampaikan. Misalnya, "Cita-citanya setinggi langit," juga, "Wajahnya bagaikan rembulan". Kata kiasan sering sanggup ditemukan pada nyanyian-nyanyian, puisi-puisi, dan karya-karya tulis lama.

Menurut Waluyo (1991: 83) Bahasa kias yakni bahasa yang bersusun dan berpigura. Bahasa ini digunakan penyair untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, yaitu secara tidak eksklusif mengungkapkan makna. Kata atau bahasanya bermakna kias atau bermakna lambing.

Menurut Ratna (2009: 164) Pengertian bahasa kias (figure of speech) yakni pilihan kata tertentu sesuai dengan maksud penulis atau pembicara dalam rangka memperoleh aspek keindahan.

Secara umum bahasa kias atau pemajasan yakni bahasa yang tidak merujuk makna pada makna secara langsung, melainkan melalui pelukisan sesuatu atau pengkiasan. Penggunaan bahasa kias dalam karya sastra dimaksudkan untuk memperoleh imbas estetis atau keindahan, sehingga pembaca akan lebih tertarik.

Jenis Bahasa Kias

  • Perumpamaan atau simile. simile dengan majas yang menyatakan pada adanya perbandingan tidak eksklusif dan emplisit, dengan mempergunakan kata-kata kiprah terentu sebagai penanda keeksplisitannya yaitu seperti, bagai, bagaikan, sebagai, laksana, menyerupai dan sebagainya.
  • Metafora. yakni sebagai majas yang mengandung perbandingan yang tersirat yang menyamakan hal yang satu dengan hal yang lain. Majas ini tidak menyatakan sesuatu perbandingan sesuatu secara terbuka atau secara eksplisit tetapi sekedar menawarkan sugesti adanya suatu perbandingan.
  • Personifikasi. Adalah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seakan-akan mempunyai sifat-sifat kemanusiaan. Pokok yang digambarkan itu seakan-akan berwujud insan baik dalam tindak-tanduk, perasaan dan perwatakan manusia.
  • Metonimia. Adalah majas yang menggunakan nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya.
  • Sinekdoke. Adalah bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhannya (pars pro toto) atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totum pro parte).
  • Hiperbola. Adalah semacam gaya bahasa yang mengandung suatu penyataan yang berlebihan, dengan membesar- besarkan sesuatu hal.

Fungsi Bahasa Kias

  1. Memperindah suara dan penuturan. persamaan suara atau purwakanthi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: purwakanthi guru swara (pengulangan bunyi), purwakanthi guru sastra (pengulangan aksara), dan purwakanthi lumaksita (pengulangan kata).
  2. Konkritisasi, digunakan untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. Penyair berusaha mengkonkretkan kata-kata maksudnya kata-kata tersebut diupayakan semoga sanggup menyaran kepada arti yang menyeluruh.
  3. Menjelaskan gambaran, yang dilukiskan penyair merupakan sesuatu hal yang lazim atau mungkin terjadi dalam kehidupan nyata, sehingga citra yang dibandingkan menjadi terperinci dan lebih nyata.
  4. Memberi pementingan penuturan atau emosi, secara teoritis hiperbola memang sanggup difungsikan untuk mengintensifkan pernyataan atau emosi. Sesuatu yang melebih-lebihkan akan terkesan menekankan penuturan sehingga pembaca sanggup bermajinasi melalui kesan yang berlebihan tersebut walaupun pada kenyataannya itu tidak mungkin.
  5. Menghidupkan gambaran, yaitu menawarkan lukisan kepada sesuatu dengan penginsanan menyerupai manusia, jadi semua sanggup melaksanakan menyerupai halnya yang dilakukan oleh insan yang diciptakan sebagai makhluk paling sempurna. Sehingga benda mati seakan-akan menjadi hidup.
  6. Membangkitkan kesan dan suasana tertentu, contohnya suasana sunyi, seram, romantis, sepi, ramai, dan sebagainya. Penggunaan bahasa kias akan menawarkan kesan kemurnian, kesegaran, bahkan mengejutkan dan kesudahannya menjadi efektif
  7. Mempersingkat penuturan dan penulisan. mengetengahkan sesuatu dengan berdimentasi banyak dalam bentuk yang sesingkat-singkatnya. Dengan demikian, pengarang sanggup menghemat penggunaan kata atau memperoleh efektifitas pemakaian kata.

No comments:

Post a Comment