Friday, August 10, 2018

Pengertian Fermentasi Dan Faktor Keberhasilannya



Pengertian Fermentasi Dan Faktor Keberhasilannya. Proses ini pada awalnya hanya menunjukkan pada suatu kejadian alami pada pembuatan anggur yang menghasilkan buih. Fermentasi sanggup terjadi alasannya yaitu adanya acara mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Beberapa jago mendefinisikan kata fermentasi dengan pengertian yang berbeda. Berikut yaitu penjelasannya.

 Proses ini pada awalnya hanya menunjukkan pada suatu kejadian alami pada pembuatan anggu Pengertian Fermentasi Dan Faktor Keberhasilannya

Definisi Fermnetasi

  1. Fermentasi yaitu merupakan suatu proses enzimatik dimana enzim yang bekerja sudah dalam keadaan terisolasi yaitu dipisahkan dari selnya atau masih dalam keadaan terikat di dalam sel. Pada beberapa proses fermentasi yang memakai sel mikroba, reaksi enzim mungkin terjadi sepenuhnya di dalam sel mikroba alasannya yaitu enzim yang bekerja bersifat intraselular. Pada proses lainnya reaksi enzim terjadi di luar sel alasannya yaitu enzim yang bekerja bersifat ekstraselule.
  2. Menurut Fardiaz mendefinisikan fermentasi sebagai proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anerobik, yaitu tanpa memerlukan oksigen.
  3. Menurut Satiawihardja mendefinisikan fermentasi dengan suatu proses dimana komponen ‐ komponen kimiawi dihasilkan sebagai jawaban adanya pertumbuhan maupun metabolisme mikroba.

Jenis Fermentasi

Fermentasi secara umum dibagi menjadi 2 model utama yaitu fermentasi media cair ( liquid state fermentation, LSF ) dan fermentasi media padat (solid state fermentation, SSF).
  1. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinu dari sistem pertumbuhan sel bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel ‐ partikel dalam fase cair. mencakup fermentasi minuman anggur dan alkohol, fermentasi asam cuka, yogurt dan kefir
  2. Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut, namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. Meliputi menyerupai fermentasi tape, oncom, kecap, tape dan silase

Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Fermentasi

  1. Keasaman. Makanan yang mengandung asam biasanya tahan lama, tetapi jikalau oksigen cukup jumlahnya dan kapang sanggup tumbuh serta fermentasi berlangsung terus, maka daya tahan abadi dari asam tersebut akan hilang.
  2. Mikroba. Fermentasi biasanya dilakukan dengan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium. Pembuatan masakan dengan cara fermentasi di Indonesia pada umumnya tidak memakai kultur murni sebagai referensi contohnya ragi pasar mengandung beberapa ragi diantaranya Saccharomyces cereviseae yang dicampur dengan tepung beras dan dikeringkan.
  3. Suhu. Suhu fermentasi sangat memilih macam mikroba yang mayoritas selama fermentasi. Setiap mikroorganisme mempunyai suhu maksimal, suhu minimal dan suhu optima pertumbuhan.
  4. Alkohol. Mikroorganisme yang terkandung dalam ragi tidak tahan terhadap alkohol dalam kepekatan (kadar) tertentu, kebanyakan mikroba tidak tahan pada konsentrasi alkohol 12 – 15 %
  5. Oksigen. Oksigen selama proses fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu, ragi yang menghasilkan alkohol dari gula lebih baik dalam kondisi anaerobik.
  6. Substrat dan Nutrien. Mikroorganisme memerlukan substrat dan nutrien
Dikutip dari banyak sekali sumber

No comments:

Post a Comment