Sunday, August 19, 2018

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional. Dalam sistem ini ekonomi yang dijalankan secara gotong royong untuk kepentingan bersama segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri olehmasyarakat itu sendiri. Tugas pemerintah hanya terbatas menunjukkan tunjangan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain acara ekonomi masyarakatlah yang mengaturnya. Berikut klarifikasi wacana Sistem Ekonomi Tradisional.

Definisi Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional yaitu merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun yang hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan berdasarkan contoh tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi.

Menurut Wikipedia. Sistem Ekonomi Tradisional Adalah sistem ekonomi yang dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bergantung pada sumber daya alam. Dalam sistem ini masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. dengan demikian rumah tangga sanggup bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduanya

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional

  1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
  2. Hanya sedikit memakai modal.
  3. Pertukaran dilakukan dengan sistem tukar barang (barang dengan barang).
  4. Belum mengenal pembagian kerja.
  5. Masih terikat tradisi.
  6. Tanah sebagai rujukan acara produksi dan sumber kemakmuran.
  7. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
  8. Tingkat dan macam produksi sesuai dengan kebutuhan.

Keuntungan sistem ekonomi tradisional

  1. Tidak adanya persaingan yang tidak sehat, lantaran semua yang dilakukan atas dasar kekeluargaan dan masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
  2. Masyarakat merasa sangat aman, lantaran tidak ada beban berat yang harus dipikul.
  3. Tidak bersikap individualistis.
  4. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
  5. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bersikap jujur.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional

  1. Teknologi yang dipakai masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
  2. Kualitas barang hasil produksi masih rendah.
  3. Tidak ada kerjasama antar individu atau masyarakat
  4. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
  5. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
  6. Sulit tetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan.

Walaupun Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa tempat pelosok diindoneisa masih terdapat masyarakat yang memakai sistem ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Berbagai Sumber

No comments:

Post a Comment