Friday, August 24, 2018

Pengertian Teater Tradisional

Pengertian Teater Tradisional. Sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai semenjak sebelum Zaman Hindu. Pada zaman tersebut, terdapat gejala bahwa unsur-unsur teater tradisional banyak dipakai untuk mendukung upacara ritual. Dimana Teater tradisional ialah merupakan penggalan dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masyarakat.

Penyebutan teater pada ketika itu bersama-sama gres merupakan unsur-unsur teater, dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara, unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakat lingkungannya.

Baca Juga

Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu kawasan dengan kawasan lainnya. Hal ini disebabkan oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbeda- beda, tergantung kondisi dan perilaku budaya masyarakat, sumber dan tata-cara di mana teater tradisional lahir.

 Sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai semenjak sebelum Zaman Hindu Pengertian Teater Tradisional


Pengertian / Definisi Teater Tradisional

Teater tradisional atau yang juga dikenal dengan istilah “Teater daerah” ialah merupakan suatu bentuk pertunjukan dimana para pemainnya berasal dari kawasan setempat dengan membawakan kisah yang bersumber dari kisah-kisah yang semenjak dulu telah berakar dan dirasakan sebagai milik sendiri oleh setiap masyarakat yang hidup di lingkungan tersebut, contohnya mitos atau legenda dari kawasan itu. Dalam teater tradisional, segala sesuatunya diubahsuaikan dengan kondisi sopan santun istiadat, diolah sesuai dengan keadaan sosial masyarakat, serta struktur geografis masing-masing daerah. Teater Tradisional memiliki ciri-ciri yang spesifik kedaerahan dan menggambarkan kebudayaan lingkungannya.

Macam-Macam Teater Tradisional

  1. Wayang
  2. Wayang Wong (wayang orang)
  3. Mak Yong
  4. Randai
  5. Mamanda
  6. Lenong
  7. Longser
  8. Ubrug
  9. Ketoprak
  10. Ludruk
  11. Gambuh
  12. Arja
Dikutip Dari Berbagai Sumber

No comments:

Post a Comment