Friday, July 20, 2018

Pengertian Penelitian Survei Serta Karakteristik Dan Jenisinya

Pengertian Penelitian Survei. Penelitian Survey merupakan metode riset dengan memakai kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi wacana sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Penelitian Survey, Karakteristik Ilmiah Penelitian Survei, Dasar Dalam Melakukan Penelitian Survei Dan Jenis Penelitian Survei serta Hal yang perlu dihindari dalam Penelitian Survei.

Definisi Penelitian Survey

Dikutip dari Wikipedia pengertian Penelitian survei ialah merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan pada responden dalam berbentuk sample dari sebuah populasi. Dalam penelitian survei, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan alasannya ialah akhir antar variabel tanpa adanya intervensi peneliti.

Menurut M. Nazir 2005 Pengertian Penelitian survei ialah penyelidikan yang dilakukan untuk mendapat fakta-fakta dari tanda-tanda yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual baik wacana institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau suatu individu.

Karakteristik Ilmiah Penelitian Survei

  1. Logic. Dilandasi dengan kerangka pikiran yang nalar, runtut, dan sistematis
  2. Deterministic. Bukan saja melukiskan fakta secara deskriptif, namun sanggup pula melalui analisis ausalitas.
  3. General. Hasilnya sanggup digeneralisasikan pada wilayah yang lebih luas
  4. Parsimonious. Dalam waktu singkat, sanggup menghasilkan banyak informasi dan sanggup dimanfaatkan untuk banyak tujuan.
  5. Spesifik. Berasal dari permasalahan yang dipilih secara spesifik.

Dasar Dalam Melakukan Penelitian Survei

  1. Dengan membentuk hipotesis awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui surel (e-mail), wawancara (interview), atau telepon, menciptakan pertanyaan-pertanyaan, menentukan kategori dari responden, dan menentukan setting penelitian.
  2. Merencanakan cara untuk merekam data dan melaksanakan pengujian awal terhadap instrumen survei.
  3. Menentukan sasaran populasi responden yang akan di survei, menciptakan kerangka sampel survei, menentukan besarnya sampel, dan menentukan sampel.
  4. Menentukan lokasi responden, melaksanakan wawancara (interview), dan mengumpulkan data.
  5. Memasukkan data ke komputer, mengecek ulang data yang telah dimasukkan, dan menciptakan analisis statistik data.
  6. Menjelaskan metode yang dipakai dan menjabarkan hasil inovasi untuk mendapat kritik, serta melaksanakan evaluasi.

Jenis Penelitian Survei

  1. Melalui surat (mail-questionare) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden melalui pengiriman kuesioner via pos. Kelebihan dari mail-questionare ialah irit biaya, irit waktu, responden bisa menentukan waktu yang sempurna baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan (anonymity) yang lebih besar, keseragaman kata, serta banyak responden yang sanggup dicapai (dibandigkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat). Sedangakan, kekurangannya ialah tidak fleksibel, terdapat kecenderungan rendahnya tanggapan (response rate), hanya sikap lisan yang tercatat, tidak ada kendali atas lingkungan (ribut, diganggu), tidak ada kendali atas urutan pertanyaan, bisa menyebabkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tidak bisa merekam tanggapan secara spontan, kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab (non-response) dengan salah alamat, tidak ada kendali atas waktu pengembalian, tidak sanggup memakai format yang kompleks, dan bisa mendapat sample.
  2. Metode wawancara tatap muka (face-to-face interview) merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung. Kelebihan dari penelitian face-to-face interview ialah fleksibilitas, tingkat respon (response rate) yang baik, memungkinkan pencatatan sikap non verbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan tanggapan seecara spontan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan tanggapan dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan, serta sanggup dipakai untuk kuesioner yang kompleks.[5] Sedangkan, kelemahannnya ialah biayanya yang mahal, waktu yang diharapkan untuk bertanya dan untuk berkunjung ke lokasi, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek fakta, mengganggu responden, kurang menjamin kerahasiaan, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.
  3. Wawancara telepon (telephone interview) merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon. Kelebihan dari telephone interview ialah tingkat respon (Respon rate) lebih tinggi dari mail atau self administered. memnungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas/ jauh, waktu lebih singkat, sanggup mengontrol tahapan pengisian kuesioner, sanggup melaksanakan pertanyaan lanjutan probing, dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks. Sedangkan, kekurangannya ialah biaya tinggi, panjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang mempunyai telepon, mengurangi anonimitas, sulit untuk pertanyaan terbuka, membutuhkan derma visual, serta hanya sanggup mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang bunyi atau intonasi suara.

Hal yang perlu dihindari dalam Penelitian Survei

  1. Hindari penggunaan jargon (contoh : sosialisasi, demokrasi), kata-kata slank (contoh : gaptek, cupu, geje) , dan penggunaan singkatan.
  2. Hindari ambiguitas atau pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan dan pertanyaan yang kabur.
  3. Hindari bahasa yang emosional dan bias prestise (gelar) à gunakan bahasa yang netral.
  4. Hindari pertanyaan yang di dalam satu kalimat terdapat 2 pertanyaan sekaligus (double barraled).
  5. Hindari pertanyaan yang mengarahkan tanggapan responden (leading question).
  6. Hindari pertanyaan yang di luar kemampuan responden untuk menjawabnya.
  7. Hindari pertanyaan yang dimulai dengan premis yang salah.
  8. Hindari pertanyaan mengenai masa depan.
  9. Hindari pertanyaan yang memakai dua pernyataan negatif (double negative).
  10. Hindari pertanyaan dengan kategori tanggapan yang tumpang tindih.
  11. Hindari pertanyaan bodoh.

Sumber
Wikipedia.org

No comments:

Post a Comment