Friday, July 20, 2018

Pengertian Neokolonialisme

Pengertian Neokolonialisme sebagaimana sejarahnya Era kolonialisme tradisional berakhir pada tahun 1960-an, seiring dengan menguatnya opini publik di Barat yang menolak kolonialisme dan menguatnya perlawanan rakyat di negara-negara koloni. Pada kenyataannya tidak banyak yang berubah bagi kebanyakan masyarakat di negara-negara yang sebelumnya dijajah. Mereka tetap miskin, kekayaan tanah mereka terus mengalir ke arah Barat, bukan kearah mereka. Oleh alasannya yakni itu, mulai banyak orang didunia, yang sebelumnya dijajah, menyadari bahwa "kemerdekaan" meraka hanya sekedar substitusi kolonialisme yang kini dikenal sebagai neokolonialisme. Berikut yakni klarifikasi seputar pengertian Neokolonialisme.

Definisi Neokolonialisme

Kata 'Neokolonialisme' pertama kali diperkenalkan oleh Kwame Nkrumah, presiden pertama pasca-kemerdekaan Ghana, dan telah didiskusikan oleh banyak sarjana dan filsuf pada masa ke-20, termasuk Jean-Paul Sartre dan Noam Chomsky.

Seperti Dikutip dari wikipedia Pengertian Neokolonialisme yakni merupakan praktik Kapitalisme, Globalisasi, dan pasukan kultural untuk mengontrol sebuah negara (biasanya jajahan Eropa terdahulu di Afrika atau Asia) sebagai pengganti dari kontrol politik atau militer secara langsung. Kontrol tersebut sanggup berupa ekonomi, budaya, atau linguistik; dengan mempromosikan budaya, bahasa atau media di kawasan jajahan mereka, korporasi tertanam di budaya sanggup menciptakan kemajuan yang lebih besar dalam membuka pasar di negara itu. Dengan demikian, neokolonialisme akan menjadi hasil simpulan relatif dari ketertarikan kepada bisnis yang jinak memimpin untuk merusak imbas kultural.

Neokolonialisme yakni merupakan satu bentuk “penjajahan” gres antara bangsa yang mempunyai kekuatan yang lebih dengan bangsa-bangsa yang mempunyai kekuatan yang lemah. Penjajahan dalam bentuk gres itu tidak lagi memandang kolonialisme sebagai penjajahan fisik dimana pemerintahan dan penguasaan atas semua sumberdaya dilakukan secara eksklusif oleh suatu bangsa terhadap bangsa lain. Neokolonialisme berwujud keterpengaruhan yang sangat berpengaruh bahkan ketergantungan satu bangsa terhadap bangsa lain untuk melaksanakan banyak sekali hal terhadap apa pun yang diinginkan oleh bangsa lain, contohnya dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya. Dalam keadaan menyerupai itu maka kedaulatan bangsa yang bersangkutan menjadi semu alasannya yakni tak pernah sanggup untuk sepenuhnya menetukan kebijakannya sendiri.

Praktik neokolonialisme secara harfiah didefinisikan sebagai neo (baru), colonial (penjajah), isme (paham). Secara umum, neokolonialisme berarti sistem penjajahan bentuk baru. Hal ini dikarenakan sistem penjajahan tidak dilakukan secara eksklusif menyerupai halnya pada zaman kolonial.

Menurut Prasetyo Praktik neokolonialisme hanya mengedepankan perilaku hidup yang hedonistik, liberalis dan anti sosial. Hal ini terlihat pada bentuk persaingan bebas (liberal) yang tidak sehat dengan hilangnya kontrol pemerintah dalam mengendalikan persaingan. Persaingan ini akan menghasilkan pihak yang menang dan yang kalah. Pihak yang menang akan terus berjaya, bersenang-senang (hedonisme) tanpa peduli kepada kesengsaraan pihak yang kalah (anti sosial). Dan sektor publik hanya terkonsentrasi pada pihak yang menang. Sedangkan pihak yang kalah tidak lagi berada dalam tanggung jawab pemerintah
.

No comments:

Post a Comment