Showing posts with label Sistem. Show all posts
Showing posts with label Sistem. Show all posts

Friday, August 23, 2019

Sistem Informasi

Sistem adalah kumpulan dari beberapa elemen-elemen yang berinteraksi atau berafiliasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian lain tentang  sistem ialah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bahu-membahu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau menuntaskan suatu sasaran tertentu.

Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi ialah kombinasi dari teknologi informasi dan kegiatan orang yang memakai teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah Sistem Informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi isu dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Sistem informasi ialah suatu sistem insan atau mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan isu guna mendukung fungsi operasi, manajer, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini memakai perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) Komputer, prosedur, pedoman, model administrasi dan keputusan, dan sebuah database. Selain itu sistem isu ialah sebuah rangkaian mekanisme formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai/user.

Komponen Sistem Informasi

  1. Input disini ialah semua data yang diambil dan dikumpulkan untuk diproses dalam sistem informasi. Data yang diinputkan sanggup dalam bentuk data analog maupun data digital.
  2. Proses merupakan kumpulan mekanisme yang akan memanipulasi input kemudian akan disimpan dalam basis data dan selanjutnya akan diolah menjadi suatu output yang akan digunakan oleh end user. Manusia, perangkat komputer, posedur, dan penyimpanan data ialah empat sumber utama dalam proses sistem informasi.
  3. Output Merupakan semua keluaran dari model yang sudah diolah menjadi suatu isu yang berkhasiat dan digunakan oleh penerima.
  4. Teknologi Teknologi berfungsi untuk memasukkan, mengolah, dan menghasilkan keluaran. Ada tiga penggalan teknologi yang digunakan, yaitu software, hardware, dan brainware.
  5. Basis Data merupakan kumpulan data-data yang berupa file yang saling berafiliasi yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan diolah memakai perangkat lunak.
  6. Kontrol Kontrol merupakan semua tindakan yang diambil untuk menjaga sistem berjalan menuju tujuannya.

Konsep Dasar Sistem 

Sistem pada dasarnya ialah sekelompok unsur yang dekat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bahu-membahu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem sanggup diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem sanggup berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002). Sistem yang abnormal ialah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis ialah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Tata Sutabri, 2004).

Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :


  1. Memiliki komponen ; Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem sanggup berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem sanggup mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, contohnya suatu perusahaan sanggup disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar sanggup disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan sanggup disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi ialah subsistemnya.
  2. Batas sistem (boundary) ; Batas sistem merupakan tempat yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem mengatakan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  3. Lingkungan luar sistem (environment) ; Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung sistem (interface) ; Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
  5. Masukan sistem (input) ; Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan sanggup berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input ialah energi yang dimasukkan agar sistem tersebut sanggup beroperasi. Signal input ialah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai teladan didalam sistem komputer, acara ialah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data ialah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  6. Keluaran sistem (Output) ; Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
  7. Pengolah sistem (Process) ; Merupakan penggalan yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
  8. Sasaran sistem ; Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
  9. Sistem abnormal ; Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia) Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
  10. Sistem alamiah ; Sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll. Sistem buatan insan ; sistem yang dirancang oleh manusia.Sistem buatan insan yang melibatkan interaksi insan dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi) .
  11. Sistem Tertentu (deterministic system) ; Beroperasi dengan tingkah laris yang sudah sanggup diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya sanggup dideteksi dengan niscaya sehingga keluaran dari sistem sanggup diramalkan (contoh ; sistem komputer) Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak sanggup diprediksi alasannya mengandung unsur probabilitas.
  12. Sistem tertutup (close system) ; Sistem yang tidak berafiliasi dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berafiliasi dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Tingkatan Sistem Informasi

Beberapa jenis TI yang dikembangkan menurut lini manajerial, mempunyai fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut ialah :
  1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
  2. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM  ialah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan isu untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan tanggapan dari query yang diberikan.
  3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
  4. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan isu dari proses bisnis berbasis internet.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan penggalan dari sistem buatan insan dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai penggalan dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
santiw.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Pengantar_Sistem_Informasi.doc‎
artikel-teknologi-informasi.blogspot.com

Saturday, August 17, 2019

Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yaitu suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan pedoman informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berafiliasi yang berada dalam suatu wilayah serta mempunyai item-item penggerak, pola umum contohnya menyerupai negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain menyerupai provinsi yang saling berafiliasi sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali dipakai dalam percakapan sehari-hari, dalam lembaga diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini dipakai untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem yaitu sekumpulan benda yang mempunyai korelasi di antara mereka.

Pengertian Sistem
Sistem yaitu sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mensugesti dalam melaksanakan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Contoh :
  1. 1.Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware
  2. 2.Sistem Akuntansi
Menurut Ludwig Von Bartalanfy Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar korelasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Menurut Anatol Raporot Sistem yaitu suatu kumpulan kesatuan dan perangkat korelasi satu sama lain.

Menurut L. Ackof Sistem yaitu setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya

Elemen Dalam Sistem
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
  1. Objek, yang sanggup berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia sanggup benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
  2. Atribut, yang memilih kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
  3. Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya.
  4. Lingkungan, tempat di mana sistem berada.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, prosedur pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut klarifikasi mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem mempunyai tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

2. Masukan
Masukan (input) sistem yaitu segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi materi yang diproses. Masukan sanggup berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud yaitu materi mentah, sedangkan pola yang tidak berwujud yaitu gosip (misalnya undangan jasa pelanggan).

3. Proses
Proses merupakan bab yang melaksanakan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berkhasiat dan lebih bernilai, contohnya berupa gosip dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, contohnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses sanggup berupa materi mentah. Pada rumah sakit, proses sanggup berupa acara pembedahan pasien.

4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem yaitu pemisah antara sistem dan tempat di luar sistem (lingkungan). Batas sistem memilih konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai hukum permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem sanggup dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah sikap sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan sanggup mengurangi keterbasatan dana.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan memakai umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini dipakai untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya yaitu untuk mengatur biar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

7. Lingkungan
Lingkungan yaitu segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa besar lengan berkuasa terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, alasannya yaitu akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

Syarat-syarat sistem :
  1. Sistem harus dibuat untuk menuntaskan masalah.
  2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
  3. Adanya korelasi diantara elemen sistem.
  4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
  5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Jenis sistem
Ada banyak sekali tipe sistem menurut kategori:
Atas dasar keterbukaan:
  1. Sistem terbuka, dimana pihak luar sanggup mempengaruhinya.
  2. Sistem tertutup.
Atas dasar komponen:
  1. Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
  2. Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.
Secara garis besar, sistem sanggup dibagi 2

A.  Sistem fisik ( physical system ) :
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta sanggup diidentifikasikan secara faktual tujuan-tujuannya.
Contoh :
  1. Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang menjalankan transportasi
  2. Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bantu-membantu untuk menjalankan pengolahan data.
B.  Sistem abnormal ( abstract system) :
Sistem yang dibuat jawaban terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak sanggup diidentifikasikan secara nyata, tetapi sanggup diuraikan elemen-elemennya.
Contoh :
Sistem Teologi, korelasi antara insan dengan Tuhan.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi. Perbedaan fundamental antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya yakni bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh mempunyai semua faktor produksi.

Definisi Sistem Ekonomi

  1. Sistem Ekonomi yakni sistem yang dipakai oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
  2. Sistem ekonomi sanggup didefinisikan sebagai seperangkat prosedur dan institusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
  3. Sistem ekonomi juga sanggup diartikan sebagai taktik suatu negara untuk mengatur kehidupan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran.

Faktor-faktor Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi dalam suatu negara dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi suatu negara dengan negara lainnya antara lain :
  1. Ideologi negara
  2. Sistem politik
  3. Sistem pemerintahan
  4. Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat negara tersebut.
Faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi antara lain :
  1. Sistem ekonomi yang dianut suatu negara
  2. Sosial budaya luar negeri
  3. Politik dunia internasional

Jenis-jenis Sistem Ekonomi

  1. Sistem Ekonomi Tradisional Pada sistem ekonomi tradisional orang bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tujuan utama nya yakni mempertahankan tradisi yang terjadi turun menurun. Baca Juga Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional
  2. Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis. Sistem ekonomi leiberal-kapitalis yakni suatu sistem yang memperlihatkan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melaksanakan acara yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Baca Juga Pengertian Sistem Ekonomi Liberal
  3. Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistis Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis yakni kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Dalam sistem ini yang menonjol yakni kebersamaan, dimana semua alat produksi yakni milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Baca Juga Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis
  4. Sistem Ekonomi Campuran (mixed ekonomi) Sistem ekonomi adonan ini yakni merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi diatas. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis, lengah gorbachev dan bubarnya kelompok negara-negara komunis, menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme. Sistem adonan mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan acara ekonominya. Dengan harapan sperti ini, banyak negara lalu menentukan sistem ekonomi capuran ini. Baca Juga Pengertian Sistem Ekonomi Campuran
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/sistem-perekonomian

Desain Sistem

Desain Sistem
desain sistem sanggup didefinisikan sebagai: “Tahap sesudah analisis dari siklus pengembangan sistem: pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang berdiri implementasi; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.”

Tujuan desain sistem
Tahap desain sistem memiliki dua maksud atau tujuan utama, yaitu:
  1. Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
  2. Untuk menawarkan citra yang terang dan rancang berdiri yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang berdiri yang terang dan lengkap untuk nantinya dipakai untuk pembuatan kegiatan komputernya.
Pengertian Desain Sistem Menurut Para Ahli adalah
Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam buku Analisa dan Desain, Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur yaitu : "Desain sistem sanggup didefinisikan sebagai penggambaran dan pembuatan bagan atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.”

Dari definisi diatas, maka sanggup ditarik kesimpulan bahwa desain sistem yaitu tahapan berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan dengan menyatukan beberapa elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh untuk memperjelas bentuk sebuah sistem.

Menurut Yavri D. Mahyuzir
dalam bukunya Pengolahan Data menyebutkan beberapa langkah yang perlu dilakukan pada proses desain sistem yaitu :
  1. Menganalisa problem dari pemakai (user), sasarannya yaitu mendapat pengertian yang mendalam wacana kebutuhan-kebutuhan pemakai.
  2. Studi kelayakan, membandingkan alternatif-alternatif pemecahan problem untuk memilih jalan keluar yang paling tepat.
  3. Rancang sistem, menciptakan ajuan pemecahan problem secara logika.
  4. Detail desain, melaksanakan desain sistem pemecahan problem secara terperinci.
  5. Penerapannya yaitu memindahkan budi kegiatan yang telah dibuat dalam bahasa yang dipilih, menguji program, menguji data dan outputnya.
  6. Pemeliharaan dan penilaian terhadap sistem yang telah diterapkan.
Langkah-langkah dalam Desain Sistem
  1. Tahap Perencanaan
  2. Mendefinisikan Masalah ,Sistem yang berjalan dan Sistem yang diusulkan
  3. Menentukan tujuan sistem
  4. Mengidentifikasikan hambatan sistem
  5. Membuat studi kelayakan (TELOS)
  6. Keputusan ditolak/diterima
Tahap Analisis
  1. Membuat struktur organisasi
  2. Mendefinisikan kebutuhan informasi
  3. Mendefinisikan kriteria kinerja system
Tahap Design
  1. Menyiapkan rancangan
  2. Membuat Context Diagram
  3. Membuat DFD
  4. Membuat IOFC
  5. Membuat ERD
  6. Merancang Kamus Data
  7. Membuat FlowChart
  8. Merancang File (master, input, proses, temporary)
  9. Merancang Dialog Input
  10. Merancang Dialog Output  
  11. Menyiapkan konfigurasi system
Tahap Penerapan
  1. Menyiapkan hardware dan software.
  2. Implementasi Pemrograman
  3. Testing
  4. Cutover
Tahap Penggunaan
  1. Audit Sistem
  2. Memelihara Sistem
Sumber
http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-dan-langkah-langkah-desain- sistem.html#sthash.VNxRYAtG.dpuf

Friday, August 16, 2019

Karakteristik Jenis Keamanan Sistem Interaksi E-Payment

Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) E-payment ialah prosedur pembayaran yang dilakukan melalui Internet untuk transaksi pembelian barang dan jasa oleh customer. Dalam pelaksanaannya, e-payment melibatkan beberapa pihak yaitu
  1. Issuer, Bank atau institusi nonbank yang menerbitkan instrumen e-payment yang akan dipakai dalam proses jual beli online.
  2. Customer/Payer/Buyer, Pihak yang melaksanakan pembayaran secara online atas barang atau jasa yang dibelinya.
  3. Merchant/Payee/Seller, Pihak yang mendapatkan pembayaran secara online atas barang atau jasa yang dijualnya.
  4. Regulator, Biasanya ialah pihak pemerintah yang menciptakan hukum mengenai pengaturan proses e-payment.
Karakteristik Kesuksesan Metode E-payment
Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) Keberhasilan e-payment dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini ialah beberapa faktor tersebut yang mensugesti keberhasilan e-payment yaitu
  1. Independensi Metode e-payment yang sukses sebaiknya bersifat independen terhadap perangkat lunak yang sanggup mempersulit para penggunanya.
  2. Interoperabilitas dan portabilitas, Metode e-payment harus sanggup terhubung dan diterapkan dengan system dan aplikasi yang sudah ada serta didukung oleh platform standar komputer yang sudah ada.
  3. Keamanan, E-payment yang sukses ialah e-payment yang sanggup menjamin keamanan transaksi dalam setiap prosesnya.
  4. Anonimitas Tidak menyerupai kartu kredit atau cek, jikalau seorang pembeli memakai uang tunai, tidak ada cara untuk mencari tahu kembali siapa pemberi uang tunai tersebut. Beberapa pembeli ingin semoga identitas dan teladan pemesanan mereka tetap bersifat rahasia. E-payment yang sukses harus sanggup mengakomodir anonimitas ini.
  5. Divisibility, Metode e-payment yang bisa memilih dengan sempurna nilai minimum dan maksimum transaksi yang dilakukan akan sanggup diterima secara luas.
  6. Kemudahan penggunaan, E-payment yang sukses sebaiknya sanggup dipakai semudah mungkin tanpa melalui proses yang sanggup mempersulit para penggunanya.
  7. Biaya transaksi, E-payment yang sukses harus sanggup memperoleh laba berdasarkan biaya transaksi untuk menunjang keberlangsungan sistem e-payment itu sendiri.
Jenis E-payment
Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) Beberapa bentuk e-payment 
  1. Payment Card, Pembayaran sanggup dilakukan dengan memakai kartu kredit atau kartu debit.
  2. E-wallet Pengguna mempunyai akun dimana didalamnya terdapat data jumlah uang yang mereka miliki pada akun tersebut dan sanggup dipakai untuk melaksanakan transaksi jual beli secara online.
  3. Smart Card, Merupakan kartu yang didalamnya sudah tertanam oleh microchip khusus, memori elektronik, dan baterai. Smart card mengandung isu mengenai pengguna yang mempunyai hak untuk menggunakannya.
  4. E-cash, E-cash merupakan versi digital dari mata uang kertas dan koin yang sudah ada sebelumnya yang memungkinkan pembayaran barang-barang dengan harga rendah secara kondusif dan anonym.
  5. E-check, Merupakan cek versi digital yang sanggup dicairkan secara eksklusif ke bank.
Keamanan E-payment
Pada proses pembayaran yang dilakukan secara elektronik atau e-payment diharapkan adanya prosedur keamanan yang sangat terjamin semoga pengguna, baik merchant maupun consumer, mempercayai sistem e-payment tersebut (Stallings, W., 2006). Skema keamanan yang terdapat pada e-payment ketika ini ialah denah Public Key Infrastructure (PKI) yang memakai public key untuk melaksanakan proses enkripsi (Stallings, W., 2006).

Enkripsi merupakan proses mengubah suatu pesan atau data menjadi bentuk lain yang sulit, membutuhkan biaya besar, dan membutuhkan waktu bagi pihak yang tidak mempunyai hak untuk mendapatkan data atau pesan orisinil tersebut (Stallings, W., 2006). Sedangkan dekripsi, merupakan proses yang berkebalikan dengan enkripsi yaitu proses pengubahan data atau pesan yang tidak sanggup dipahami oleh insan menjadi pesan atau data orisinil yang sanggup dipahami manusia. Proses enkripsi dan dekripsi mempunyai empat kepingan penting yaitu (Stallings, W., 2006):
  1. Plaintext Plaintext merupakan pesan atau data orisinil yang belum mengalami proses enkripsi dan sanggup dipahami oleh manusia.
  2. Ciphertext Ciphertext merupakan pesan atau data hasil proses enkripsi yang dilakukan terhadap plaintext.
  3. Algoritma enkripsi, Algoritma enkripsi merupakan urutan langkah-langkah yang diterapkan untuk melaksanakan pengubahan data atau pesan orisinil (plaintext) menjadi bentuk data atau pesan yang tidak sanggup dipahami oleh insan (ciphertext).
  4. Key, Key merupakan suatu aba-aba belakang layar yang dipakai untuk melaksanakan proses enkripsi dan dekripsi suatu pesan atau data. Terdapat dua tipe key yaitu private key dan public key. Private key merupakan key yang hanya diketahui oleh pemiliknya. Sedangkan public key, merupakan key yang sanggup diketahui oleh semua pihak yang selalu dipublikasikan melalui Internet.
Salah satu metode yang dipakai untuk menjaga keamanan sistem epayment ialah dengan memakai digital signature. Digital signature ialah aba-aba identifikasi yang sanggup dipakai untuk mengotentikasi identitas pengirim pesan atau dokumen. Secara umum, terdapat dua tujuan diterapkannya digital signature yaitu mengotentikasi identitas pengirim pesan atau dokumen dan menjamin keaslian isi dari pesan elektronik atau dokumen (Stallings, W., 2006).

Tujuan diterapkannya digital signature pada proses pembayaran secara elektronik salah satunya ialah untuk menghindari terjadinya tindakan penipuan yang dilakukan oleh pihak merchant dengan menyangkal bahwa pembeli telah melunasi transaksi pembelian. Selain itu, digital signature juga bertujuan semoga pembeli tidak melaksanakan penipuan dengan menyampaikan bahwa pembeli sudah melunasi pembayaran. Dalam penggunaannya secara online, digital signature mempunyai beberapa laba aksesori yaitu sanggup dibawa kemanapun, dan tidak gampang ditirukan.

Beberapa properti yang terdapat pada digital signature berkaitan dengan upaya mencapai tujuannya yaitu harus sanggup (Stallings, W., 2006)
  1. Memverifikasi penulis, tanggal, dan waktu penandatanganan
  2. Mengotentikasi isi pesan atau dokumen yang dilakukan pada ketika penandatanganan
  3. Diverifikasi oleh pihak ketiga untuk menuntaskan perselisihan
Sistem Interaksi E-payment
A. Analisis Kebutuhan Sistem Interaksi
Menurut (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005) Sebelum melaksanakan perancangan antarmuka pada suatu aplikasi, perancang perlu melaksanakan analisis kebutuhan pengguna aplikasi terlebih dahulu. Beberapa tujuan dilaksanakannya analisis kebutuhan yaitu :

1. Mengetahui kebutuhan pengguna dengan pasti. 
Dengan mengetahui kebutuhan pengguna, maka pengembang suatu aplikasi tidak akan menyediakan fungsionalitas yang berlebihan yang sanggup berakibat pada sulitnya implementasi dan pengaturan aplikasi bagi pengembang serta sulitnya pembelajaran dan penggunaan aplikasi oleh pengguna.

2. Menjamin reliability.
  1. Data yang ditampilkan harus sempurna dan sesuai dengan keadaan..
  2. Beberapa aspek harus dijadikan sebagai materi pertimbangan dalam menyusun antarmuka. Beberapa aspek tersebut yaitu privacy, keamanan, dan integritas data.
  3. Antarmuka harus menyediakan fitur untuk melindungi pengguna dari tindakan-tindakan yang tidak benar yaitu pengaksesan sistem yang bukan haknya dan penghancuran data yang dilakukan tidak dengan hati-hati.
3. Perancang antarmuka 
pengguna harus mempertimbangkan standardisasi, konsistensi, dan portabilitas. Antarmuka yang tidak umum mengakibatkan diperlukannya waktu lebih untuk dipelajari dan sanggup meningkatkan kesalahan yang dilakukan oleh pengguna.
  1. Standarisasi. Adanya fitur-fitur umum/sama yang disediakan pada antarmuka pengguna antara aplikasi yang satu dengan aplikasi yang lain.
  2. Konsistensi. Terdapat kesamaan pada fungsi, istilah, unit, layout, dan warna dalam suatu aplikasi.
  3. Portabilitas. Terdapat fitur untuk mengkonversi data dan share antarmuka pengguna antara perangkat lunak yang satu dengan perangkat lunak yang lainnya dan antara perangkat keras yang satu dengan perangkat keras yang lainnya.
B. Petunjuk Pembuatan Sistem Interaksi
Menurut (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005). Setelah melaksanakan analisis kebutuhan pengguna, penulis juga harus mempertimbangkan beberapa hal yang berkaitan dengan pembuatan antarmuka pengguna khususnya untuk aplikasi yang bersifat komersial. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan antarmuka pengguna yang bersifat komersial yaitu gampang dipelajari, tersedia fitur untuk menyesuaikan bahasa yang diinginkan oleh pengguna, harus sanggup diadaptasi dengan kultur para penggunanya, dan perlu dipertimbangkan trade of antara kecepatan performance dan tingkat kesalahan yang terjadi Selain beberapa hal yang perlu dipertimbangkan menyerupai diatas, terdapat beberapa hal yang menjadi petunjuk dalam pembuatan antarmuka pengguna yang baik. Beberapa petunjuk tersebut yaitu (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005).

1. Navigasi antarmuka. 
Berikut ini merupakan sampel dari petunjuk dalam menciptakan antarmuka pengguna.
  1. Terdapat standar pada urutan langkah-langkah dan cara untuk menuntaskan tugas.
  2. Pemberian nama pada link harus mendeskripsikan tujuan dari link tersebut.
  3. Pemberian nama pada heading sebaiknya unik dan mendeskripsikan isi dari heading tersebut.
  4. Terdapat fitur check box bagi pengguna untuk melaksanakan pemilihan pada dua hal yang berbeda.
2. Pengaturan tampilan.
  1. Data ditampilkan secara konsisten. Istilah, singkatan, format, warna, kapitalisasi, dan lainnya harus standar.
  2. Pengaturan tampilan harus sesuai dengan aplikasi yang ada secara umum semoga pengguna tidak harus mengingat langkah-langkah dalam menuntaskan suatu tugas.
  3. Memudahkan pengguna dalam mengatur tampilan aplikasi semoga sesuai dengan kiprah yang sedang dilaksanakan atau sesuai dengan keinginan.
3. Menarik perhatian pengguna.
  1. Gunakan empat ukuran dan ukuran terbesar dipakai untuk menarik perhatian pengguna.
  2. Gunakan tiga tipe tulisan.
  3. Maksimal memakai empat tipe warna.
  4. Gunakan bunyi yang halus untuk memperlihatkan feedback yang aktual dan bunyi yang keras untuk memperlihatkan feedback yang negatif.
4. Hal-hal yang berkaitan dengan pemfasilitasan data entry berdasarkan Smith dan Mosier.
  1. aMeminimalkan pengguna untuk memasukkan data secara manual. Fitur pemilihan dari suatu daftar lebih baik dari pada fitur yang meminta pengguna memasukkan data secara manual sebab akan mengurangi tingkat kesalahan pengguna.
  2. bMinimalkan pengguna untuk mengingat serangkaian tindakan yang harus dilakukan dalam menuntaskan tugas.
Referensi:
Pengembangan alternatif model...,Agung Firmansyah...[et.al],FASILKOM UI, 2009

Dan Langkah-Langkah Analisa Sistem

Analisa sistem sanggup didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system gosip yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikn dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga sanggup diusulkan perbaikan-perbaikannya.

ANALISA SISTEM MENURUT PARA AHLI
  1. Menurut Mc Leod :Analisa Sistem Adalah Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang gres atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
  2. Menurut  Pressman : Analisa Sistem Adalah Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, menciptakan model serta menciptakan spesifikasi sistem.
  3. Menurut  Yourdan : Analisa Sistem Adalah Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kecerdikan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram fatwa data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
  4. Analisa Sistem Secara Umum :adalah Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

LANGKAH-LANGKAH ANALISA SISTEM

Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem hampir sama dengan yang akan langkah-langkahyang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di analisa sistem, ruang lingkup tugasnya yaitu lebih terinci. Di analisa sistem ini, penelitian yang dilakukan oleh analis sistem yaitu penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan

Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:
  1. Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
  2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
  3. Analyze, menganalisis sistem
  4. Report, yaitu menciptakan laporan hasil analisis.

Baca Juga Laporan

TUGAS ANALIS SISTEM

MENGIDENTIFIKASI MASALAH

Mengidentifikasi (mengenal) dilema merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah sanggup didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menjadikan sasaran dari system tidak sanggup dicapai. Oleh alasannya yaitu itu langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem yaitu mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.

Baca Juga Sistem

Tugas analis system Dalam Mengidentifikasi Masalah yaitu :
  1. Mengidentifikasi Penyebab Masalah. Analis sistem harus memiliki pengetahuan yang cukup perihal aplikasi yang sedang dianalisisnya. Untuk aplikasi bisnis, analis sistem perlu memiliki pengetahuan perihal sistem bisnis yang diterapkan di organisasi, sehingga sanggup mengidentifikasi penyebab terjadinya dilema ini. Tugas mengidentifikasi penyebab dilema dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh administrasi atau yang telah ditemukan oleh analis sistem ditahap perencanaan sistem.
  2. Mengidentifikasi Titik Keputusan. Setelah penyebab terjadinya dilema sanggup diidentifikasi, selanjutnya juga harus mengidentifikasikan titik keputusan penyebab dilema tersebut. Titik keputusan memperlihatkan suatu kondisi yang menjadikan sesuatu terjadi. Analis sistem bila telah sanggup mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titikkeputusan penyebab masalah, maka sanggup memulai penelitiannya dititik-titik keputusan tersebut. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, sanggup dipakai dokumen paperwork flow atau form flowchart bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
  3. Mengidentifikasi Personil-personil Kunci. Setelah titik-titik keputusan penyebab dilema sanggup diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi yaitu personil-personil kunci baik yang pribadi maupun yang tidak pribadi sanggup menjadikan terjadinya dilema tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini sanggup dilakukan dengan mengacu pada denah alir dokumen perusahaan serta dokumen deskripsi kerja (job description).

MEMAHAMI KERJA SISTEM

Langkah ini sanggup dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Diperlukan data yang sanggup diperoleh dengan cara melaksanakan penelitian. Bila di tahap perencanaan sudah pernah diadakan penelitian, sifatnya masih penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedangkan pada tahap analisis sistem, penelitiannya bersifat penelitian terinci (detailed survey).

Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan, kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk sanggup memperlihatkan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan memakai teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara, oberservasi, daftar pertanyaan dan pengambilan sampel.

Tugas analis system Dalam Memahami Kerja Sistem:
1. Menentukan Jenis Penelitian
Jenis penelitian perlu ditentukan untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. Jenis penelitian tergantung dari jenis data yang diperoleh, sanggup berupa data perihal operasi sistem, data perihal perlengkapan sistem, pengendalian sistem, atau I/O yang dipakai oleh sistem.

Baca Juga Penelitian

2. Merencanakan Jadual Penelitian
Supaya penelitian sanggup dilakukan secara efisien dan efektif, maka jadual penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang mencakup :
  1. Dimana penelitian akan dilakukan
  2. Apa dan siapa yang akan diteliti
  3. Siapa yang akan meneliti
  4. Kapan penelitian dilakukan

3. Membuat Penugasan Penelitian
Setelah planning jadual penelitian dibuat, maka kiprah dilanjutkan dengan memilih kiprah dari masing-masing anggota tim analis sistem, yang ditentukan oleh koordinator analis sistem melalui surat penugasan dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitian yang harus dilakukan.

4. Membuat Agenda Wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, waktu dan bahan wawancara perlu didiskusikan. Rencana ini sanggup ditulis di kegiatan wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. Tujuannya yaitu biar wawancara sanggup diselesaikan sempurna pada waktunya dan tidak ada bahan yang terlewatkan.

Baca Juga Pengertian Dan Jenis Wawancara

5. Mengumpulkan Hasil Penelitian
Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama, yaitu :
  1. Waktu untuk melaksanakan suatu kegiatan
  2. Kesalahan melaksanakan kegiatan di sistem yang lama
  3. Pengambilan sampel
  4. Formulir dan laporan yang dihasilkan oleh sistem lama
  5. Elemen-elemen data
  6. Teknologi yang dipakai di sistem lama
  7. Kebutuhan gosip pemakai sistem / manajemen

MENGANALISIS HASIL

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
1. Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
  1. Apa yang dikerjakan ?
  2. Bagaimana mengerjakannya ?
  3. Siapa yang mengerjakan
Menganalisis kelemahan sistem sebaliknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
  1. Mengapa dikerjakan ?
  2. Perlukah dikerjakan ?
  3. Apakah telah dikerjakan dengan baik ?
Sasaran yang diinginkan oleh sistem yang gres ditentukan oleh kriteria penilaian sebagai berikut :
  1. Relevance,
  2. Capacity,
  3. Efficiency,
  4. Timeliness,
  5. Accessibility,
  6. Flexibility,
  7. Accuracy,
  8. Reliability,
  9. Security,
  10. Economy,
  11. Simplicity
Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini, selanjutnya analis system akan sanggup melaksanakan analis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan dan permasalahan dari sistem yang ada.

2. Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai / Manajemen
Tugas lain dari analis sistem yang dibutuhkan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan gosip yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.

Baca Juga Sistem Informasi

MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISIS

Laporan hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering Committee) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak administrasi gotong royong dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.

Baca Juga Laporan

Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada administrasi yaitu :
  1. Analisis telah simpulan dilakukan
  2. Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai berdasarkan manajemen
  3. Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen
  4. Meminta persetujuan kepada pihak administrasi untuk melaksanakan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap disain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi)
  5. Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga administrasi dan user sanggup menilik kembali kebenaran data yang telah diperoleh.

Sumber:
Analisis dan Disain Sistem Informasi, Jogiyanto HM, hal. 129.

Thursday, August 15, 2019

Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan

Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan. Sistem transportasi sangat diharapkan dalam pembangunan alasannya transportasi merupakan prosedur kunci untuk meningkatkan, membangun, dan membentuk perekonomian suatu bangsa. Transportasi tidak hanya sebagai sarana sosial yang menghubungkan insan di satu daerah dengan insan di daerah lain, tetapi juga merupakan sarana ekonomi dan politik bagi suatu bangsa untuk membuka daerahnya dari keterisoliran dan keterbelakangan sehingga proses pembangunan juga terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu sangat diharapkan suatu sistem transportasi yang baik, yang sanggup menghubungkan antarwilayah dan menjadi prasarana pergerakan insan dan proses pembangunan.

Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan
Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan.

Berdasarkan definisi sustainable transportation dari The Centre of Sustainable Transportation Canada (2002). Sistem transportasi yang berkelanjutan yaitu sistem transportasi yang:
  1. Menjadi susukan utama yang dibutuhkan oleh individu dan masyarakat biar keamanannya lebih terjaga, manusiawi, tidak mencemari lingkungan, dan memperlihatkan keadilan baik di dalam maupun antargenerasi;
  2. Dapat dioperasikan secara efisien; memperlihatkan pilihan moda transportasi dan mendukung pergerakan aspek ekonomi;
  3. Membatasi emisi, pemborosan dalam kemampuan bumi menyerapnya, meminimalkan penggunaan sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui, membatasi penggunaan sumber daya alam yang sanggup diperbarui biar kualitasnya tetap terjaga, memakai dan memperbarui bagian-bagiannya, dan meminimalkan penggunaan lahan dan produksi yang menjadikan kegaduhan.


Berdasarkan Definisi dari Brundtland Commission dalam CAI-Asia (2005). Sustainable transportation didefinisikan sebagai kumpulan acara transportasi bersama dengan infrastruktur yang tidak meninggalkan masalah atau biaya-biaya untuk generasi mendatang guna menyelesaikannya dan menanggungnya. Definisi ketiga berasal dari The World Bank (1996). Secara konseptual sustainable transportation didefinisikan sebagai transportasi yang melayani tujuan utama sebagai pelopor ekonomi wilayah perkotaan dan perkembangan sosial. 

Meskipun banyak sekali definisi tersebut memperlihatkan pandangan yang berbeda-beda wacana sustainable transportation, namun definisi-definisi tersebut mempunyai kesamaan bahwa sistem transportasi yang berkelanjutan merupakan:
  1. Kegiatan transportasi yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pemakai atau masyarakat; 
  2. Semua acara transportasi harus dilakukan secara efisien dan efektif baik untuk pemakai kendaraannya ataupun materi bakar yang digunakan. Selama ini kendaraan langsung rata-rata setiap hari hanya berisi satu orang. Jika setiap satu orang dari kendaraan langsung dialihkan ke kendaraan umum, maka sanggup dibayangkan berapa banyak materi bakar yang dihemat dan berapa banyak kemacetan dan emisi kendaraan yang berkurang. 
  3. Ada keseimbangan tiga pilar transportasi yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial;. 
  4. Transportasi yang bukan hanya bisa dinikmati masa kini tetapi juga masa yang akan datang;
  5. Sistem transportasi yang memakai sarana transportasi yang ramah lingkungan.
Transportasi berkelanjutan lebih gampang terwujud pada sistem transportasi yang berbasis pada penggunaan angkutan umum dibandingkan dengan sistem yang berbasis pada penggunaan kendaraan pribadi. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan tatanan gres sistem transportasi di masa globalisasi ketika ini. Persoalan transportasi menjadi masalah yang memerlukan perhatian dan kajian dari banyak sekali perespektif ilmu (Schipper, 2002:11 -25). Pada awal penyelenggara pemerintahan mau menerapkan sistem transportasi berkelanjutan ( sustainable transportation).

Sistem transportasi yang berkelanjutan Dapat Juga Diakatakan sebagai suatu system transportasi yang sanggup mengakomodasikan aksesibilitas semaksimal mungkin dengan dampak negatif yang seminimal mungkin.

Komponen Sistem Transportasi Berkelanjutan
  1. Aksesibilitas diupayakan dengan perenca naaan jaringan transportasi dan keragaman alat angkutan dengan tingkat integrasi yang tinggi antara satu sama lain. 
  2. Kesetaraan diupayakan melalui penyelenggaraan transportasi yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, menjunjung tinggi persaingan bisnis yang sehat, dan pembagian penggunaan ruang dan pemanfaatan infrastruktur secara adil serta transparansi dalam setiap pengambilan kebijakan.
  3. Pengurangan dampak negatif diupayakan melalui penggunaan energi ramah lingkungan, alat angkut yang paling sedikit menjadikan polusi dan perencanaan yang memprioritaskan keselamatan. 

Memperhatikan kondisi makro yang ada terutama imbas iklim globalisasi menempatkan masalah transportasi menjadi layanan kebutuhan atau aksesibilitas yang harus disediakan oleh Negara. Aksesibilitas transportasi menjadi penting seiring dengan meningkatnya peradaban umat manusia.

Referensi ;
Saatnya Beralih ke Sistem Transportasi Berkelanjutan Sri Nurhayati Qodriyatun

Tuesday, August 13, 2019

Pengertian Sistem Pemerintahan

Pengertian Sistem Pemerintahan. ialah susunan yang teratur dari banyak sekali acara atau hubungan-hubungan kerja antara forum legislative, administrator dan yudikatif dalam penyelenggaraan pemerintahan suatu Negara.

Sistem pemerintahan memiliki sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme alasannya ialah sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan memiliki pondasi yang besar lengan berkuasa dimana tidak sanggup diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan memiliki sistem pemerintahan yang statis, sewenang-wenang maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya sampai adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.

Pengertian Sistem Pemerintahan. Menurut aturan tata negara sistem pemerintahan ialah :
  1. Sistem pemerintahan dalam arti sempit ialah sebuah kajian yang melihat kekerabatan antara legislatif dan administrator dalam sebuah negara. Berdasar kajian ini menghasilkan dua model pemerintahan yaitu sistem parlementer dan sistem presidensial.
  2. Sistem pemerintahan dalam arti luas ialah suatu kajian pemerintahan negara yang bertolak dari kekerabatan antara semua organisasi negara, termasuk kekerabatan antara pemerintah sentra dengan bagian-bagian yang ada di dalam negara. Bertitik tolak dari pandangan ini sistem pemerintah negara dibedakan menjadi negara kesatuan, negara serikat (federal) dan Negara Konfederasi.
  3. Sistem pemerintahan dalam arti sangat luas yaitu kajian yang menitik beratkan kekerabatan antara negara dengan rakyatnya. Berdasarkan kajian ini sanggup dibedakan sistem pemerintahan monarki, pemerintahan aristokrasi dan pemerintahan demokrasi.
Berikut ialah pengertian sistem pemerintahan berdasarkan para jago yang antara lain ialah :
  1. Menurut aristoteles ialah membagi bentuk pemerintahan berdasarkan jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya menjadi enam yaitu monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, republik (politea) dan demokrasi.
  2. Menurut Polybius ialah membagi bentuk pemerintahan berdasarkan jumlah orang yang memerintah serta sifat pemerintahannya, berdasar sudut pandang ini sanggup dibedakan enam jenis pemerintahan yakni monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, demokrasi dan anarki (oklorasi)
  3. Menurut kranenburg menyatakan adanya ketidakpastian penggunaan istilah monarki dan republik untuk menyebut bentuk negara atau bentuk pemerintahan.
  4. Menurut Leon Duguit membagi bentuk pemerintahan berdasarkan cara penunjukan kepala negaranya yakni sistem republik kepala negaranya diangkat lewat pemilihan, sedangkan sistem monarki kepala negaranya diangkat secara turun temurun.
  5. Menurut Jellnec ialah membagi bentuk pemerintahan menjadi dua yakni republik dan monarki, pendapat ini sejalan dengan apa yang akan dikemukakan oleh leon duguit.
Dikutip Sebagai Sumber.

Pengertian Sistem Pemerintahan Semi Presidensial

Pengertian Sistem Pemerintahan Semi Presidensial . Mengapa disebut semi Presidensiil ? sebab  dalam menjalankan roda pemerintahan, Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dibantu oleh seorang Perdana Menteri. Hal ini berbeda dengan sistem pemerintahan yang presidensiil secara murni dimana Presiden hanya menjalankan pemerintahan seorang diri dengan hanya dibantu kabinet.

Dalam   praktik pemerintahan   dapat   terjadi   dua kemungkinan  presiden  kuat  atau  sebaliknya  lemah.  Sebagai  contoh  Presiden  Austria, Islandia,  dan  Irlandia  itu  lemah  meskipun  mereka  dipilih  oleh  rakyat,  namun  dalam praktiknya  pemerintahan-pemerintahan  demokrasi  ini bersifat  parlementer.  Kemudian Perancis  dengan  kedudukan  presidennya  yang  kuat  memiliki  pemerintahan  presidensial (sebelum tahun 1980). Namun Perancis memasuki periode pemerintahan campuran (1986 –  1988)  ketika  Presiden  Francois  Mitterand  kehilangan  suara  mayoritasnya  di  Majelis Nasional  dan  terpaksa  mengangkat  lawan  politiknya  yang  utama,  Jacques  Chirac  untuk jabatan  perdana  menteri.  Chirac  menjadi  kepala  pemerintahan,  kekuasaan  Mitterand berkurang  dan  hanya  memegang  peranan  khusus  dalam  politik  luar  negeri,  sehingga demokrasi  Perancis  telah  bergeser  ke  pola  parlementer,  setidaknya  untuk  sementara waktu. Dari perkara ini kemudian melahirkan “sistem pemerintahan semi presidensial”.

Pengertian Sistem SemiPresidensial

Sistem semi presidensial ialah sistem pemerintahan yang menggabungkan dua sistem pemerintahan, yaitu presidensial dan parlementer. Sistem semi-presidensial memberlakukan sistem rakyat yang menentukan presiden sehingga presiden mempunyai kekuasaan yang berpengaruh bersama dengan perdana menteri yang ada. Sistem pemerintahan semi-presidensial juga disebut Dual Eksekutif atau Eksekutif Ganda. Meski pun Indonesia yang mempunyai sistem pemerintahan presidensial juga dipengaruhi oleh sistem parlementer, namun Indonesia tidak sanggup dikategorikan sebagai negara dengan sistem pemerintahan semi-presidensial, lantaran secara resmi sistem pemerintahan Indonesia ialah sistem presidensial.

Terkadang, sistem ini juga disebut dengan Dual Eksekutif (Eksekutif Ganda). Dalam sistem ini, presiden dipilih oleh rakyat sehingga mempunyai kekuasaan yang kuat. Presiden melakukan kekuasaan gotong royong dengan perdana menteri.

Ciri-ciri pemerintahan semipresidensial :

Dilihat dari presidensial
  1. Kekuasaan administrator presiden diangkat menurut demokrasi rakyat dan dipilih pribadi oleh mereka atau melalui tubuh perwakilan rakyat.
  2. Presiden mempunyai hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
  3. Kekuasaan administrator tidak sanggup dijatuhkan oleh legislatif.
Dilihat dari parlementer
  1. Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden.
  2. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
  3. Kekuasaan administrator bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_semipresidensial
dan dikutip dari banyak sekali sumber

Pengertian Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal

Pengertian Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal. Semasa perang hambar istilah Demokrasi Liberal sangat bertolak belakang dengan Komunisme. Demokrasi Liberal lebih menekankan pada pengukuhan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu maupun masyarakat. Dan akibatnya lebih bertujuan menjaga tingkat representasi warga negara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain. 

Amerika yaitu salah satu negara yang menganut sistem demokrasi liberal dengan konstitusi yang digunakan berupa republik. Amerika serikat sering dijadikan contoh keberhasilan demokrasi liberal oleh Negara-negara barat maupun Negara dunia ketiga menyerupai Indonesia salah satunya.Demokrasi liberal cukup berhasil di amerika serikat dimana kebebasan individu menerima kawasan yang tinggi di Negara tersebut.Negara tidak berhak mengatur dan membatasi kebebasan individu yang telah dilindungi oleh konstitusi.

Baca Juga Demokrasi

Dalam system kepartaian Amerika menganut dwi partai atau hanya ada dua partai di Negara tersebut yaitu partai republic dan democrat. Hal ini menunjukkan rakyatnya kebebasan menentukan pemimpin sesuai kepentingan politiknya baik yang berhaluan konservatif maupun yang liberal.

Berikut yaitu beberapa pengertian wacana sistem pemerintahan Demokrasi liberal.
Demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusional) yaitu sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak  – hak individu dari kekuasaan pemerintah  Dalam demokrasi liberal, keputusan – keputusan lebih banyak didominasi (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan–pembatasan biar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak  – hak individu menyerupai tercantum dalam konstitusi

Baca Juga Kabinet Pemerintahan

Demokrasi liberal pertama kali dikemukakan pada Abad Pencerahan oleh pelopor teori kontrak sosial menyerupai Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jackques Rousseau. Semasa Perang Dingin, istilah demokrasi liberal bertolak belakang dengan komunisme ala Republik Rakyat. Pada zaman sekaran demokrasi konstitusional umumnya dibanding–bandingkan dengan demokrasi eksklusif atau demokrasi partisipasi. 

Demokrasi liberal digunakan untuk menjelaskan sistem politik dan demokrasi barat di Amerika Serikat, Britania Raya, Kanada. Konstitusi yang digunakan sanggup berupa republik (Amerika, India, Perancis) atau monarki konstitusional (Britania Raya dan Spanyol). Demokrasi liberal digunakan oleh negara yang menganut sistem presiedensial (AS), sistem parlementer (sistem westminster : Britania Raya dan Negara –negara persemakmurannya) atau sistem semi presidensial (Perancis).

Baca Juga Sistem Pemerintahan Parlementer

Demokrsi liberal yaitu suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan dewan legislatif lebih tinggi daripada tubuh eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri dan menteri – menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara. Demokrasi liberal sering disebut sebagai demokrasi parlementer.

Baca Juga :
  1. Pengertian Sistem Pemerintahan Semi Presidensial
  2. Pengertian Sistem Pemerintahan Presidensial

Di Indonesia, demokrasi ini dilaksanakan sehabis keluarnya maklumat pemerintah No. 14 Nov. 1945. Menteri bertanggung jawab kepada parlemen. Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengukuhan terhadap hak  –  hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat.

Ciri-ciri Demokrasi Liberal :
  1. Kontrol terhadap negara, alokasi sumber daya alam dan insan sanggup terkontrol
  2. Kekuasaan direktur dibatasi secara konstitusional
  3. Kekuasaan direktur dibatasi oleh peraturan perundangan
  4. Kelompok minoritas (agama,etnis) boleh berjuang untuk memperjuangkan dirinya
Sumber
www.academia.edu

Pengertian Sistem Demokrasi Ekonomi

Pengertian Sistem Demokrasi ekonomi. Sistem ekonomi diIndonesia dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi yang merupakan Sistem Ekonomi. Pada sistem ini, acara produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota masyarakat.

Sistem Demokrasi Ekonomi terkait dekat dengan pengertian kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Istilah kedaulatan rakyat itu sendiri biasa dikembangkan oleh para ilmuwan sebagai konsep filsafat aturan dan filsafat politik. Sebagai istilah, kedaulatan rakyat itu lebih sering digunakan dalam studi ilmu aturan daripada istilah demokrasi yang biasa digunakan dalam ilmu politik. Namun, pengertian teknis keduanya sama saja, yaitu sama-sama berkaitan dengan prinsip kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sistem demokrasi ekonomi yaitu suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Menurut TAP MPR No. IV/MPR/1999 dengan memakai istilah sistem ekonomi kerakyatan, di mana masyarakat memegang tugas aktif dalam acara ekonomi, dan pemerintah berusaha membuat iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Maka Dapat Disimpulkan Bahwa sistem ekonomi demokrasi sanggup didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam perjuangan mencapai kemakmuran bangsa.

Ciri-ciri Sistem Demokrasi Ekonomi
  1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
  2. Fakir miskin dan bawah umur terlantar dipelihara oleh Negara
  3. Warga negara mempunyai kebebasan dalam menentukan pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  4. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya dilarang bertentangan dengan kepentingan masyarakat
  5. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  6. Perekonomian disusun sebagai perjuangan bersama atas asas kekeluargaan
Manfaat Dari Sistem Demokrasi Ekonomi
  1. Potensi,
  2. Inisiatif,
  3. Daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum
Dampak Dari Sistem Demokrasi Ekonomi
  1. Sistem Free Fight Liberalism, yang menumbuhkan eksploitasi insan dan bangsa lain.
  2. Sistem Etatisme, negara sangat mayoritas serta mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
  4. Kredibilitas pemerintah telah hingga pada titik nadir
  5. Rezim Orde Baru yang selalu mengedepankan pertumbuhan (growth) ekonomi
  6. Rezim yang sangat korup telah membuat sendi-sendi perekonomian mengalami kerapuhan
Dikutip Dari Berbagai Sumber

Monday, August 20, 2018

Pengertian Tujuan Dan Era Ekonomi Syariah

Pengertian Tujuan Dan Periode Ekonomi Syariah. Sistem ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi konvensional alasannya ialah ekonomi syariah sangat bertolak belakang dengan ekonomi kapitalis yang lebih bersifat individual dan sosialis yang menawarkan hampir semua tanggung jawab kepada warganya, ekonomi syariah tetapkan bentuk perdagangan yang boleh dan dihentikan di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus bisa menawarkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, menawarkan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta bisa menawarkan kesempatan seluas luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Dalam ekonomi syariah terdapat dua hal pokok yang menjadi landasan aturan sistem ekonomi syariah yaitu: Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, hukum-hukum yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip ialah tetap (Tidak Dapat Diubah).

Definisi Ekonomi Syariah

  1. Menurut Wikipedia. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah berbeda dari Sistem Ekonomi kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme lantaran Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam beling mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus tawaran yang mempunyai dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral.
  2. Menurut Monzer Kahf dalam bukunya The Islamic Economy menjelaskan bahwa ekonomi Islam ialah merupakan bab dari ilmu ekonomi yang bersifat interdisipliner dalam arti kajian ekonomi syariah tidak sanggup berdiri sendiri, tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu-ilmu pendukungnya juga terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis ibarat matematika, statistic, logika dan ushul fiqih.
  3. Menurut Hasan Uzzaman, Ekonomi Islam ialah suatu ilmu aplikasi petunjuk dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam meperoleh dan memakai sumber daya material supaya memenuhi kebutuhan insan dan sanggup menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat.

Tujuan Ekonomi Syariah

Ekonomi Islam Atau Syariah mempunyai tujuan untuk menawarkan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam ialah pemenuhan kebutuhan insan yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama. Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam bisa menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber aturan teori ekonomi Islam, bisa berubah

Periode Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah telah melalui beberapa periode dalam perjalanannya, baik masa masa kejayaan maupun masa masa kemunduran. Setelah zaman Rasulullah, ekonomi syariah dalam perkembangannya pernah mempunyai pemikir-pemikir yang sangat penting di bidang ekonomi syariah dimana diantara tokoh-tokoh ini juga merupakan sobat nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai Khulafaurrasyidin yang sangat tekenal pada masanya masing masing, diantaranya ialah :
  1. Abu Bakar As-Sidiq (51 SH-13 H / 537-634 M),
  2. Umar bin Khattab (40 SH - 23 H / 584 - 644 M),
  3. Ustman Bin Affan (47 SH - 35 H / 577-656 M)
  4. Ali bin Abi Thalib (23 H- 40 H / 600-661 M).
Dalam perkembangan pemikiran ekonomi pasca Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin telah banyak tokoh-tokoh ekonomi syariah yang gres bermunculan dan menyebabkan hasil pemikiran pemikiran ekonomi syariah yang sebelumnya sebagai pondasi pengetahuan dalam melahirkan teori-teori ekonominya sesuai dengan peradaban agama Islam pada zaman masing-masing, dimana pada masa tokoh tokoh ini dibagi kedalam empat periode yaitu sebagai berikut :
  1. Periode Pertama / Fondasi (Masa awal Islam – 450 H / 1058 M). Pada periode ini banyak sarjana muslim yang pernah hidup bersama para sobat Rasulullah dan para tabi’in sehingga sanggup memperoleh rujukan pemikiran Islam yang akurat.
  2. Periode Kedua (450 – 850 H / 1058 – 1446 M). Prideode ini dikenal ssebagai fase yang cemerlang lantaran meninggalkan warisan intelektual yang sangat kaya.
  3. Periode Ketiga (850 – 1350 H / 1446 – 1932 M). Dalam periode ketiga ini kejayaan pemikiran, dan juga dalam bidang lainnya, dari umat Islam sesungguhnya telah mengalami penurunan. Priode ini juga dikenal sebagai fase stagnasi.
  4. Periode Kontemporer (1930 – sekarang). Era tahun 1930-an merupakan masa kebangkitan kembali intelektualitas di dunia Islam. Kemerdekaan negara-negara muslim dari kolonialisme Barat turut mendorong semangat para sarjana muslim dalam membuatkan pemikirannya.
Dikutip Dari Berbagai Sumber
Wikipedia.org

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal. Perbedaan yang menjadi dasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya ialah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dibawah ini ialah klarifikasi mengenai Sistem Ekonomi Liberal.

Definisi Sistem Ekonomi Liberal

Secara Umum Sistem ekonomi liberal ialah sistem ekonomi yang mana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal menghendaki adanya kebebasan individu melaksanakan aktivitas ekonomi. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut Wikipedia. Ekonomi liberal ialah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik menyerupai Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan (proses) alami" yang dipahami oleh sementara tokoh-tokoh ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun demikian, Smith tidak pernah memakai penamaan paham tersebut sedangkan konsep kebijakan dari ekonomi (globalisasi) liberal ialah sistem ekonomi yang bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam kala globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal

  1. Adanya ratifikasi terhadap hak individu
  2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  3. Menerapkan sistem persaingan bebas
  4. Peranan modal sangat penting
  5. Peranan pemerintah dibatasi
  6. Motif mencari keuntungan terpusat pada kepentingan individu

Kelebihan sistem ekonomi liberal

  1. Setiap individu bebas memilih perekonomiannya sendiri
  2. Setiap individu bebas mempunyai alat produksi sendiri
  3. Kegiatan ekonomi lebih cepat maju sebab adanya persaingan
  4. Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
  5. Kualitas barang lebih terjamin
  6. Kualitas pelayanan terjamin

Kekurangan sistem ekonomi liberal

  1. Menimbulkan monopoli
  2. Terjadi kesenjangan
  3. Rentan terhadap krisis ekonomi
  4. Adanya eksploitasi
  5. Tindakan yang kurang sehat dalam persaingan

Dikutip Dari banyak sekali Sumber

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis. Sistem ini  merupakan sistem perekonomian yang bertujuan untuk kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Pemerintah mudah menguasai dan mengendalikan acara ekonomi, sedangkan hak milik, kebebasan pasar serta inisiatif ekonomi individu sangat dibatasi, atau bahkan ditekan. Berikut klarifikasi Tentang Sistem Ekonomi Sosialis/Komando/Terpusat.

Definisi Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Didalam sistem ini berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu negara atau pemerintah pusat. Sistem ini telah banyak dipakai oleh negara-negara di Eropa Timur yang menganut paham komunis.

Menurut Wikipedia. Sistem Sosialis ialah sistem yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan administrasi koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" sanggup merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya.

Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis

Berikut ialah Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis
  1. Otoritas suatu negara untuk menguasai semua aset masyarakat. Yang artinya regulasi seputar ekonomi serta kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah.
  2. Keseteraan ekonomi. Dimana masyarakat tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, melainkan mereka hanyalah pegawai pemerintah yang gajinya berasal dari keringat mereka sendiri.
  3. Disiplin politik. Di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, yang mana DPR sebagai forum yang berhak menciptakan konstitusi dan regulasi dikuasai oleh kaum proletarian atau kaum buruh. Mereka ditempatkan oleh partai-partai guna menciptakan regulasi yang cenderung berpihak pada kaum buruh sebagai representasi kaum sosialis.

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis

  1. Hak milik individu tidak diakui
  2. Seluruh sumber daya dikuasai negara
  3. Jalannya acara perekonomian sepenuhnya tanggung jawab pemerintah
  4. Kegiatan ekonomi direncanakan dan diatur pemerintah
  5. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  6. Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah

Kelebihan sistem ekonomi sosialis

  1. Pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab terhadap perekonomian
  2. Pemerintah bebas memilih produksi sesuai kebutuhan masyarakat
  3. Pemerintah mengatur distribusi
  4. Mudah dalam pengelolaan, pengendalian dan pengawasan
  5. Pelaksanaan pembangunan lebih cepat
  6. Kebutuhan masyarakat sanggup terpenuhi secara merata

Kekurangan sistem ekonomi sosialis

  1. Hak milik individu tidak diakui
  2. Individu tidak memiliki kebebasan dalam berusaha
  3. Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang
  4. Jalur birokrasi panjang

Dikutip Dari Berbagai Sumber.

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran. Dalam Sistem Ekonomi ini pemerintah ikut campur dalam kehidupan masyarakat dengan demikian campur tangan tersebut tidak menghapus aktivitas ekonomi yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Penerapan sistem ini dalam setiap negara berbeda-beda.

Definisi Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi adonan merupakan penggabungan atau adonan antara sistem ekonomi liberal dan sosialis. Dalam sistem ini pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan aktivitas perekonomian. Sistem ini banyak diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang.

Menurut Wikipedia. Sistem Ekonomi adonan yakni sistem perekonomian yang menggabungkan lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi adonan terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:

  1. Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan swasta
  2. Transaksi ekonomi terjadi melalui prosedur pasar tetapi masih ada campur tangan pemerintah
  3. Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah

Kelebihan sistem ekonomi campuran:

  1. Kestabilan ekonomi terjamin
  2. Pemerintah sanggup memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor perjuangan menengah dan kecil
  3. Adanya kebebasan berusaha sanggup mendorong kreativitas individu
  4. Hak milik individu atas sumber produksi diakui walaupun ada pembatasan
  5. Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan eksklusif

Kekurangan sistem ekonomi campuran:

  1. Sulit memilih batas antara aktivitas ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta
  2. Sulit memilih batas antara sumber produksi yang sanggup dikuasai oleh pemerintah dan swasta.

Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah sanggup mengatur, mengawasi, menstabilkan dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan, dengan mendorong atau menumbuhkan inisiatif swasta.

Dikutip Dari Berbagai Sumber

Sunday, August 19, 2018

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional. Dalam sistem ini ekonomi yang dijalankan secara gotong royong untuk kepentingan bersama segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri olehmasyarakat itu sendiri. Tugas pemerintah hanya terbatas menunjukkan tunjangan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain acara ekonomi masyarakatlah yang mengaturnya. Berikut klarifikasi wacana Sistem Ekonomi Tradisional.

Definisi Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional yaitu merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun yang hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan berdasarkan contoh tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi.

Menurut Wikipedia. Sistem Ekonomi Tradisional Adalah sistem ekonomi yang dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bergantung pada sumber daya alam. Dalam sistem ini masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. dengan demikian rumah tangga sanggup bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduanya

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional

  1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
  2. Hanya sedikit memakai modal.
  3. Pertukaran dilakukan dengan sistem tukar barang (barang dengan barang).
  4. Belum mengenal pembagian kerja.
  5. Masih terikat tradisi.
  6. Tanah sebagai rujukan acara produksi dan sumber kemakmuran.
  7. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
  8. Tingkat dan macam produksi sesuai dengan kebutuhan.

Keuntungan sistem ekonomi tradisional

  1. Tidak adanya persaingan yang tidak sehat, lantaran semua yang dilakukan atas dasar kekeluargaan dan masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
  2. Masyarakat merasa sangat aman, lantaran tidak ada beban berat yang harus dipikul.
  3. Tidak bersikap individualistis.
  4. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
  5. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bersikap jujur.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional

  1. Teknologi yang dipakai masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
  2. Kualitas barang hasil produksi masih rendah.
  3. Tidak ada kerjasama antar individu atau masyarakat
  4. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
  5. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
  6. Sulit tetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan.

Walaupun Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa tempat pelosok diindoneisa masih terdapat masyarakat yang memakai sistem ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Berbagai Sumber