Wednesday, November 27, 2019

Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, Dan Macam)

Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, dan Macam) - Kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani yaitu "Hydrologia" yang maknanya ilmu air. Hidrologi tersebut yakni cabang ilmu geografi yang membahas wacana distribusi, kualitas dan pergerakan air di bumi. Pembahasan tersebut mencakup sumber daya air maupun siklus hidrologi. Apa pengertian siklus hidrologi? Bagaimana proses terjadinya siklus hidrologi itu? Lalu apa saja macam macam siklus hidrologi? Bagi orang awam siklus ini masih abnormal didengar walaupun kenyataannya air merupakan faktor penunjang pertama dalam hidup manusia.

Ilmu hidrologi membahas lebih dalam mengenai Potamologi (aliran permukaan air), Geohidrologi (air tanah), Hidrometeorologi (air yang berada di udara namun berwujud gas), Limnologi (air permukaan yang lebih damai contohnya danau dan waduk), serta Kriologi (air yang berwujud padat contohnya es dan salju). Kali ini saya akan menjelaskan mengenai pengertian siklus hidrologi, proses terjadinya siklus hidrologi, dan macam macam siklus hidrologi. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, dan Macam)

Kebutuhan air di bumi sanggup terpenuhi akhir adanya hujan. Hujan tersebut tercipta dari prosedur alam secara terus menerus dan berlangsung secara siklus. Mekanisme penyebaran air yang ada di bumi sering disebut dengan siklus hidrologi ataupun siklus air. Dibawah ini terdapat klarifikasi wacana pengertian siklus hidrologi, proses terjadinya siklus hidrologi, dan macam macam siklus hidrologi.
Baca juga : Pengertian dan Macam Macam Piramida Penduduk

Pengertian Siklus Hidrologi

Hal pertama yang akan saya bahas yakni pengertian siklus hidrologi. Siklus hidrologi merupakan salah satu jenis siklus biogeokimia yang berlangsung dan berada di bumi. Pengertian siklus hidrologi tersebut yakni sebuah siklus air yang berada di bumi menuju ke atmosfer, kemudian akan kembali lagi ke bumi dan akan berlngsung secara terus menerus. Jenis siklus ini mempunyai kiprah penting dalam menjaga kelangsungan hidup makhluk di bumi. Dengan adanya siklus hidrologi di bumi memperlihatkan beberapa manfaat ibarat ketersediaan air di bumi tetap terpenuhi dan terjaga, suhu lingkungan teratur, hujan teratur, ekosistem dibumi sanggup tercipta dengan seimbang, dan cuaca teratur. 
Siklus Hidrologi


Proses Terjadinya Siklus Hidrologi

Proses terjadinya siklus hidrologi berlangsung melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam proses terjadinya siklus hidrologi mencakup transpirasi, sublimasi, evaporasi, adveksi, run off, infiltrasi, evapotranspirasi, presipitasi, dan kondensasi. Berikut klarifikasi masing masing prosesnya:

Evaporasi
Proses terjadinya siklus hidrologi yang pertama yakni tahap evaporasi. Tahap ini mengawali terjadinya siklus hidrologi. Dalam tahap tersebut terjadi penguapan air yang berada dipermukaan bumi. Air air di bumi yang telah ditampung di tubuh air ibarat sungai, sawah, waduk, bendungan dan danau akan berkembang menjadi uap air alasannya sinar matahari. Penguapan air ini juga terjadi dipermukaan permukaan tanah. Tahap penguapan iniah yang disebut evaporasi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap evaporasi melaksanakan pengubahan air yang awalnya berwujud cair menjadi gas. Uap air tadi akan naik menuju atmosfer bumi. Panas matahari yang semakin tinggi (seperti isu terkini kemarau) akan menjadikan pengubahan uap air dan akan naik ke atmosfer bumi kemudian menjadi semakin besar pula.

Transpirasi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap transpirasi. Air yang mengalami peguapan tidak hanya berlangsung di tanah maupun tubuh air. Penguapan air ini juga berlangsung pada jaringan makhluk hidup, baik flora ataupun hewan. Tahap penguapan pada makhluk hidup inilah yang dinamakan transpirasi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap transpirasi mempunyai kesamaan dengan tahap evaporasi. Tahap ini juga mengubah air pada jaringan makhluk hidup yang wujudnya cair menjadi uap air, kemudian membawanya menuju atmosfer bumi. Namun untuk jumlah air yang menguap pada tahap transpirasi akan lebih sedikit daripada jumlah air pada tahap evaporasi.

Evapotranspirasi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap evapotranspirasi. Evapotranspirasi yakni tahap penguapan air yang terjadi dipermukaan bumi secara menyeluruh, baik yang berada di dalam tanah, tubuh air, maupun di dalam jaringan makhluk hidup. Tahap ini merupakan kombinasi antara tahap evaporasi dengan tahap transpirasi. Laju evapotranspirasi pada siklus hidrologi akan kuat pada jumlah air yang menuju permukaan atmosfer.
Baca juga : Letak Astronomis dan Letak Geografis Indonesia
Sublimasi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap sublimasi. Sublimasi yakni tahap perubahan es yang berada dikutub maupun di puncak gunung menjadi uap air melalui proses pencairan terlebih dahulu. Tahap sublimasi tetap berpartisipasi dalam mengangkut jumlah uap air menuju atmosfer walaupuan hanya sedikit dan berlangsung dengan siklus yang panjang. Tahap sublimasi memang berlangsung lebih lambat daripada tahap penguapan.

Kondensasi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap kondensasi. Saat uap air yang berhasil dihasilkan melalui tahap evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi naik hingga ketinggian tertentu akan berkembang menjadi partikel es dengan ukuran kecil. Perubahan partikel menjadi es inilah melalui tahap kondensasi. Uap air yang berkembang menjadi es diakibatkan oleh suhu udara yang sangat rendah pada ketinggian tertentu.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap kondensasi akan menjadikan partikel es menjadi saling mendekat hingga balasannya bersatu dan membentuk awan. Jika partikel es yang saling bergabung semakin banyak akan membentuk awan hitam dan tebal.

Adveksi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap adveksi. Awan yang telah terbentuk melalui tahap kondesasi akan mengalami adveksi. Adveksi yakni tahap pemindahan awan dari satu titik menuju titik lain secara horizontal akhir dari perbedaan tekanan udara maupun arus angin. Tahap inilah awan akan berpindah dan menyebar dari afmosfer lautan ke atmosfer daratan. Namun harus diketahui bahwa tahapan adveksi tidak berlangsung pada siklus hidrologi pendek.

Presipitasi
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap presipitasi. Awan yang telah mengalami adveksi kemudian berlanjut ke tahap presipitasi. Tahap presipitasi yakni tahap pencairan awan alasannya suhu udara yang terlalu tingi. Pada tahap inilah akan terjadi hujan. Butiran air akan jatuh serta membasahi permukaan bumi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap presipitasi akan menjadikan hujan salju kalau suhu udara pada awan lebih rendah atau sekitar kurang dari 0 derajat celcius. Awan yang didalamnya terdapat kandungan air akan turun menuju ke litosfer dengan wujud butiran salju tipis.

Run Off
Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya yakni tahap run off. Run off (limpasan) yakni proses pergerakan air dari daerah tinggi menuju daerah rendah dipermukaan bumi. Proses pergerakan air ini berlangsung melalui jalan masuk contohnya salurn danau, got, muara, sungai, maritim hingga samudra. Pada tahap inilah air yang mengalami siklus hidrologi akan kembali ke lapisan hidrosfer.

Infiltrasi
Proses terjadinya siklus hidrologi yang terakhir yakni tahap infiltrasi. Air hujan yang telah mengalami presipitasi tidak semuanya mengalir ke permukaan bumi melalui tahap run off. Sebagian kecil dari air tersebut akan bergerak menuju pori pori tanah, merembes serta mengakumulasi menjadi air tanah. Pergerakan air menuju pori pori tanah inilah yang dinamakan tahap infiltrasi. Tahap ini juga akan membawa air tanah menuju ke maritim lagi walaupun prosesnya lambat.

Macam Macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi sanggup dibagi menjadi 3 macam menurut panjang pendeknya proses bencana yang dialami. Macam macam siklus hirologi tersebut mencakup siklus hidrologi panjang, siklus hidrologi pendek dan siklus hidrologi sedang. Berikut klarifikasi macam macam siklus hidrologi:

Siklus Hidrologi Pendek
Kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, dan Macam)
Macam siklus hidrologi yang pertama yakni siklus hidrologi pendek. Siklus hidrologi pendek yakni jenis siklus hidrologi yang tidak mengalami tahap adveksi. Pada siklus ini, uap air akan diturunkan menuju sekitar maritim melalui hujan. Berikut klarifikasi singkat pada siklus hidrologi pendek yaitu air maritim akan mengalami tahap evaporasi. Kemudan air tadi akan berkembang menjadi uap air alasannya panas matahari. Uap air akan berkondensasi dan terciptalah awan. Hingga pada balasannya akan menurunkan hujan menuju permukaan laut.
Baca juga : Penyebab Kenapa Indonesia Disebut Negara Maritim
Siklus Hidrologi Sedang
Kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, dan Macam)
Macam siklus hidrologi selanjutnya yakni siklus hidrologi sedang. Siklus hidrologi sedang yakni jenis siklus hirologi yang biasaya terjadi di negara Indonesia. Pada siklus ini akan terciptalah hujan di daratan akhir adveksi. Tahap ini akan membawa awan menuju atas daratan. Berikut klarifikasi singkat siklus hidrologi sedang yaitu air maritim akan berevaporasi dan melaksanakan perubahan bentuk menjadi uap air alasannya panas matahari. Uap air akhir adveksi akan dibawa oleh angin menuju daratan. Uap air yang berada di atmosfer daratan akan menurunkan hujan. Air hujan yang berada dipermukaan daratan akan mengalai tahap run off ke sungai dan kembali menuju laut.

Siklus Hidrologi Panjang
Kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  Siklus Hidrologi (Pengertian, Proses Terjadinya, dan Macam)
Macam siklus hidrologi yang terakhir yakni siklus hidrologi panjang. Siklus hidrologi panjang yakni jenis siklus hidrologi yang biasanya terjadi diwilayah iklim sub tropis (pegunungan). Pada siklus ini, awan tidak pribadi berubah wujud menjadi air. Namun sebelumnya turun dengan bentuk salju dan gletser. Berikut klarifikasi singkat siklus hidrologi panjang yaitu air maritim akan berevaporasi dan berubah bentuk menjadi uap air alasannya panas matahari. Kemudian terbentuklah awan yang didalamnya terdapat kristal es. Awan tersebut akan mengalami presipitasi dan turun dalam bentuk salju. Salju inilah akan membentuk gletser. Gletser kemudian akan berkembang menjadi cair akhir dari suhu udara dan akan terciptalah fatwa sungai. Air dari hasil gletser akan bergerak menuju laut.

Demikianlah klarifikasi mengenai pengertian siklus hidrologi, proses terjadinya siklus hidrologi, dan macam macam siklus hidrologi. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment