Friday, January 18, 2019

Ciri-Ciri Dan Cara Reproduksi Ascomycota


Ascomycota atau jamur kantung yakni salah satu phylum dari Fungi yang monofiletik atau berasal dari nenek moyang yang sama dan menyumbang sekitar 75% dari semua jamur yang telah diketahui. Ascomycota berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota.
Jika jamur Zygomycota mempunyai hifa yang tidak bersekat menyerupai pipa, jamur sejati (Eumycota) yang terdiri dari Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota mempunyai hifa yang bersekat-sekat. Dinding sel terdiri atas kitin dan sanggup hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis.
Ascomycota bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersekat. Reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus. Ada yang hidup sebagai saproba dan ada yang juga hidup sebagai parasit. Ascomycota yang hidup sebagai benalu banyak menjadikan penyakit pada tumbuh-tumbuhan. Reproduksi seksual Ascomycota menghasilkan spora konidium yang terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut dengan konidiofor. Kecuali dari beberapa kelompok kecil, umumnya askus dibuat di dalam badan buah yang disebut dengan askokarp atau askoma. 

A. Cara Hidup Ascomycota
Ascomycota hidup sebagai pengurai materi organik khususnya dari flora atau sisa-sisa dari organisme yang ada didalam tanah dan juga dilaut. Ascomycota bersel satu atau ragi hidup di materi yang mengandung gula atau karbohidrat, menyerupai singkong yang menghasilkan tapai atau sari anggur yang dipakai untuk menciptakan minuman anggur merah (wine). Sebagian jenis ada yang hidupnya sebagai benalu di organisme lain. Jamur morel atau Morchella esculenta hidup dengan bersimbiosis mutualisme kepada flora dengan membentuk mikoriza. Ascomycota sanggup melindungi flora dari serangan hama serangga dengan cara mengeluarkan racun bagi Ascomycota yang hidup di permukaan sel mesofil daun. Terdapat sekitar 30.000 spesies atau separuh dari jumlah spesies Ascomycota yang ada ditemukan hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk lichen (lumut kerak).

 

B. Daur Hidup Ascomycota atau Reproduksinya 
Dalam daur hidupnya, Ascomycota uniseluler maupun multiseluler yang sanggup bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan juga reproduksi secara seksual (generatif). Berikut uraian reproduksi secara aseksual dan seksual...

1. Reproduksi Aseksual Ascomycota 
a. Ascomycota Uniseluler : Reproduksi secara aseksual menurut uniseluler yang dilakukan dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas dari sel induk. Tunas yang terlepas akan menjadi sebuah sel jamur baru. Namun, bila tidak terlepas maka sel tunas akan membentuk rantai pseudohifa (hifa semu). 
b. Ascomycota Multiseluler : Reproduksi secara aseksual yang dilakukan dengan dua cara, yaitu fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa cukup umur yang terputus akan tumbuh menjadi sebuah hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah cukup umur akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung dari konidiofor akan terbentuk spora yang diterbangkan angin yang disebut dengan konidia. Konidia mempunyai jumlah kromosom yang haploid (n). Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-warni, antara lain berwarna oranye, hitam, biru atau kecokelatan. Jika kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa akan bercabang-cabang dengan membentuk miselium yang berkromosom haploid (n).

 Ascomycota atau jamur kantung yakni salah satu phylum dari Fungi yang monofiletik atau b Ciri-Ciri dan Cara Reproduksi Ascomycota
"(a) Reproduksi aseksual (pembentukan tunas) dan (b) reproduksi seksual 
(pembentukan askospora) pada Asmocycota uniseluler" 
2. Reproduksi Seksual Ascomycota :
a. Ascomycota Uniseluler : Reproduksi Ascomycota uniseluler diawali dengan konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Dari hasil penyatuan dengan menghasilkan zigot yang berkromosom diploid (2n). Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid. Inti (nukleus) diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid (n). Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora didalam askus berkromosom haploid (n). Jika askus sudah masak, maka selanjutnya askus akan pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora akan tumbuh menjadi sel jamur gres yang haploid (n).

b. Ascomycota Multiseluler : Reproduksi seksual jamur Ascomycota multiseluer yakni sebagai berikut :
  • Hifa (+) dan hifa (-) yang masing-masing mempunyai kromosom haploid yang berdekatan. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina), sedangkan hifa (-) dengan membentuk anteridium (alat reproduksi jantan). 
  •  Askogonium akan membentuk kanal yang menuju anteridium yang disebut dengan trikogin. Melalui trikogin, terjadi proses plasmogami (peleburan sitoplasma). Askogonium akan mendapatkan nukelus yang berkromosom haploid dari anteridium sehingga askogonium mempunyai banyak inti dari keduanya (dikariotik). 
  • Askogonium akan tumbuh menjadi sebuah hifa dikariotik yang bercabang-cabang dan tergabung dalam askokarp (tubuh buah). 
  • Ujung-ujung hifa pada askokarp akan membentuk askus dikariotik
  • Di dalam aksus terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga akan terbentuk inti yang berkromosom diploid (2n). 
  • Inti diploid yang ada dalam askus akan membelah secara meiosis dengan menghasilkan 4 nukelus yang haploid (n). 
  • Masing-masing dari nukleus haploid akan membelah secara mitosis sehingga yang ada didalam askus dengan terdapat 8 nukleus. Selanjutnya, dari sekitar nukleus akan terbentuk dinding sel dan terbentuk askospora yang berkromosom haploid (n). 
  • Jika askus telah masak, maka askospora akan terbesar secara serentak. Hal ini akan terjadi sebab jikalau satu askus pecah maka akan berakibat pada pecahnya askus lain. 
  • Askospora yang jatuh ditempat yang cocok akan berkecambah menjadi hifa gres yang haploid (n). Hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n). 
 Ascomycota atau jamur kantung yakni salah satu phylum dari Fungi yang monofiletik atau b Ciri-Ciri dan Cara Reproduksi Ascomycota
"Daur hidup Ascomycota multiseluler, mencakup reproduksi aseksual
(pembentukan konidiospora) dan seksual (pembentukan askospora)"

C. Ciri-Ciri Ascomycota
Berdasarkan dari pembahasan diatas maka sanggup disimpulkan ciri-ciri Ascomycota. Ciri-ciri Ascomycota yakni sebagai berikut...
  • Menghasilkan askospora sebagai hasil reproduksi seksual dari askus. 
  • Askus mempunyai bentuk struktur yang menyerupai kantong
  • Ascomycota bersifat uniseluler dan multiseluler
  • Ascomycota multiseluler mempunyai hifa yang bersekat
  • Sebagian jenis Ascomycota hifa bercabang-cabang dengan membentuk miselium dan tersusun kompak menjadi badan buah makroskopis yang disebut dengan askokarp atau askokarpus. 
  • Bentuk askokarp yang bermacam-macam atau bervariasi menyerupai ada yang berbentuk botol, mangkok, dan bola. 
  • Askokarp mempunyai banyak askus yang didalamnya terdapat askospora. 
D. Contoh Ascomycota
Anggota jamur dalam devisi Ascomycota disebut dengan fungsi kantong (sac fungi). Para andal mikologi telah mendeskripsikan sekitar 60.000 fungsi kantong, baik yang uniseluler maupun multiseluler. Contoh-contoh Ascomycota ada yang memperlihatkan mengatakan manfaat dan kerugian bagi insan atau tidak sanggup dikonsumsi. Contoh Ascomycota yakni sebagai berikut..
  • Morchella esculenta : Morchella esculenta yakni jamur yang mempunyai badan buah dengan mengandung banyak air. Jamur Morchella esculenta sangat lezat dimakan yang sanggup ditemukan dibawah pohon buah-buahan.
  • Saccharomyces cerevisiae : Saccharomyces cerevisiae yakni jamur yang bersel satu dan mempunyai dinding askus yang tipis dan juga dikenal sebagai khamir. Manfaat atau kegunaan Saccharomyces cerevisiae yakni dipakai dalam pembuatan minuman beralkohol, tapai, dan sebagai pengembang gabungan roti. Jamur ini sanggup mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2) dengan melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk akan menjadikan roti mengembang 
  • Trichophyton mentagrophytes : Trichophyton mentagrophytes yakni jenis jamur yang mengakibatkan timbulnya penyakit kulit kurap pada badan dan kulit kepala
  • Neurospora crassa dan Neurospora sitophila : Neurospora sitophila yakni jamur oncom yang mempunyai spora dengan berwarna orange
  • Candida Albicans : Candida albicans yakni hidup benalu pada jaringan epitel yang lembap, menyerupai kanal pernapasan, kanal pencernaan, dan alat kelamin perempuan atau penyebab keputihan
  • Penicillum notatum dan Penicillium chrysogenum : jamur ini dipakai sebagai pembuatan antibiotik penisilin yang dilakukan dengan cara mengekstraksi biakan cair. Kegunaan penesilin yakni untuk membasmi bakteri, antara lain Neisseria meningitidis, Streptococcus, pneumoniae dan Staphylococcus sp.
  • Claviceps purpurea : Claviceps purpurea yakni jamur Ascomycota yang mempunyai warna ungu yang disebut dengan ergot, yang bersifat benalu pada gandum hitam (rye). Jika jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, dan hingga dikonsumsi manusia, maka yang terjadi akan menjadikan penyakit gangren. Gejala-gejala yang dialami yakni menyerupai kejang saraf, rasa panas terbakar, kegilaan temporer (sementara), dan halusinasi.
  • Tuber melanosporum (truffle) : Tuber melanosporum yakni jamur yang hidup dengan bersimbiosis pada akar flora dengan membentuk mikoriza. Truffle sangat disukai oleh sejumlah andal pencicip masakan sebab Truffle memiliki cita rasa yang enak. Bagi para pencari Truffle yang memakai dukungan penciuman anjing. 
  • Blue mold : Blue mold atau kapang biru yakni jamur yang tumbuh pada buah jeruk. Blue mold merupakan jamur penicillum yang hidupnya saproba
  • Aspergillus flavus : Aspergillus flavus yakni jamur yang pada umumnya hidup saproba pada makanan dan biji-bijian. Koloni dari Aspergillus flavus menghasilkan spora yang mempunyai warna cokelat kehijauan atau kehitaman dan menyekresikan senyawa aflatoksin yang bersifat racun bagi manusia. 
 Ascomycota atau jamur kantung yakni salah satu phylum dari Fungi yang monofiletik atau b Ciri-Ciri dan Cara Reproduksi Ascomycota
Demikianlah artikel sederhana wacana Ciri-Ciri dan Cara Reproduksi Ascomycota. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan Terima Kasih.

Pustaka :
Irnanintyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Hal : 233-237. Jakarta : Erlangga. ; Pratiwi.D.A. 2006. Biologi Jilid 1 untuk Sekolah Menengan Atas Kelas X. Hal :93-96. Jakarta : Erlangga. 

No comments:

Post a Comment