Monday, December 2, 2019

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan - Karya sastra bahasa Indonesia sanggup dibagi menjadi beberapa jenis menyerupai novel, cerpen, puisi dan masih banyak lagi. Salah satunya ialah karya sastra berupa novel. Apakah anda pernah membaca novel? Membaca novel dengan setulus hati dan mamahami makna didalamnya akan membuat kita terbawa kedalam dongeng tersebut. Bahkan seolah olah kita sanggup mencicipi kejadiannya secara langsung. Terkadang dongeng novel tersebut sanggup menyentuh hati pembacanya. Semua hal tersebut bekerjasama dengan unsur intrinsik novel maupun unsur ekstrinsik novel.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan
Novel ialah karya sastra yang termasuk kedalam bentuk prosa dengan alur dongeng yang panjang. Novel tersebut membutuhkan unsur pembangun yang mempunyai kegunaan membuat dongeng lebih menarik. Sebuah novel dikatakan cantik apabila pembuatannya cermat dan prosesnya panjang. Pembuatan novel ini berawal dari kerangka dasar hingga proses penulisan naskahnya. Proses dasar yang paling penting ialah unsur pembangun novelnya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan

Novel mempunyai unsur unsur pembangunnya sendiri yang mencakup unsur unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel. Kedua unsur tadi mempunyai kriteria dan bab yang berbeda beda dalam sebuah novel. Namun kedua unsur tadi saling bekerjasama untuk membangun dongeng novel supaya lebih menarik. Dengan kata lain unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel mempunyai kegunaan untuk membangun kualitas dari karya sastra tersebut. 

Unsur Instrinsik Novel

Unsur intrinsik novel ialah unsur pembangun novel yang paling utama. Unsur ini merupakan unsur yang terdapat dalam dongeng novel. Unsur intrinsik novel sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Setiap unsur tersebut mempunyai porsinya masing masing dalam dongeng novel. Berikut klarifikasi mengenai jenis jenis unsur intrinsik novel:

Tema
Unsur intrinsik novel yang pertama ialah tema. Tema ialah gagasan dan inspirasi dongeng novel yang utama. Tema tersebut berisi perihal citra luas perihal kisah yang ada dalam dongeng novel. Dengan kata lain sebelum membuat sebuah novel, anda harus memilih tema yang tepat. Penentuan tema ini akan memilih hasil ceritanya juga.

Penokohan atau Tokoh
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah penokohan atau tokoh. Tokoh ialah seseorang atau pemain film yang terdapat dalam dongeng novel. Untuk penokohan atau karakteristiknya berupa sifat dan tabiat tokoh dalam dongeng tersebut. Tokoh dalam dongeng novel sanggup dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan karakternya yaitu :

Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh protagonis ialah tokoh utama yang merupakan sentra perhatian dalam novel. Tokoh tersebut mempunyai huruf yang baik namun selalu memperoleh masalah.

Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis juga termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh antagonis ialah pemain film atau seseorang yang bermusuhan dengan tokoh protagonis. Tokoh ini mempunyai huruf yang selalu membuat konflik. jelek dan tidak bersahabat.

Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis juga termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh tritagonis ialah tokoh dalam dongeng novel yang bertugas sebagai penengah antara tokoh antagonis dengan tokoh protagonis. Tokoh tritagonis mempunyai huruf yang netral, sanggup berpihak pada tokoh antagonis ataupun protagonis. Namun jikalau kedua tokoh tadi mempunyai konflik, maka tritagonis yang akan melerai keduanya. 
Untuk penggambaran tokoh dalam unsur intrinsik novel ini ditampilkan dengan cara yang berbeda beda. Pengarang novel sanggup menggambarkannya melalui cara cara di bawah ini :
  • Digambarkan dalam bentuk lahiriah, contohnya cara berpakaian, keadaan fisik, tingkah laris dan lain lain.
  • Digambarkan melalui jalan pikiran tokohnya.
  • Digambarkan melalui reaksi tokoh mengenai kejadian atau hal hal tertentu.
  • Digambarkan melalui keadaan sekitar maupun lingkungan tokoh.

Alur atau Plot
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah alur atau plot. Alur atau plot ialah sekumpulan kejadian yang membentuk jalan dongeng dalam sebuah novel. Alur novel sanggup dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

Alur Maju atau Progresif
Alur maju termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur progresif ialah jenis alur yang kejadiannya bergerak secara urut dan jalan ceritanya rapi, mulai dari awal dongeng hingga simpulan cerita. Alur maju ini pada umumnya dipakai dalam novel biografi ataupun autobiografi.

Alur Mundur atau Regresif
Alur mundur termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur regresif ialah jeni alur yang kejadiannya bergerak secara terbalik atau berasal dari kejadian yang telah berlalu. Untuk dongeng yang memakai alur mundur biasanya tidak memakai awalan pengantar. 

Alur Campuran
Alur adonan termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur adonan ialah gabungan dari alur maju dan alur mundur, tetapi jalan ceritanya tidak rapi dan acak. Biasanya alur adonan dipakai untuk pembuatan novel novel fantasi maupun novel misteri.

Dibawah ini terdapat beberapa tahapan alur dalam unsur intrinsik novel sebelum menjadi sebuah dongeng yang menarik.
  1. Eksposisi atau Pengenalan ialah tahap dimana pengarang memperkenalkan tokoh, huruf dan lingkungan tokoh dalam dongeng novel.
  2. Konflik atau Pertentangan ialah tahap dimana tokoh mengalami konflik atau masalah, baik dengan tokoh antagonis, diri sendiri, tokoh lain, ataupun dengan lingkungan daerah tinggalnya sendiri.
  3. Peningkatan Konflik ialah tahap dimana problem semakin besar dan melebar, sehingga sanggup menjadikan konflik dengan beberapa tokoh sekaligus.
  4. Klimaks atau Puncak Konflik ialah tahap dimana konflik semakin memuncak dan semakin tegang sehingga menjadikan hal hal yang tak terduga oleh pembaca.
  5. Antiklimaks atau Penurunan Konflik ialah tahap dimana problem mulai mereda.
  6. Ending ialah tahap simpulan dalam penyelesaian masalah, sehingga konflik yang terjadi dalam tokoh benar benar terselesaikan. Untuk penyelesaiannya sanggup berupa happy ending (akhir bahagia) maupun sad ending (akhir sedih).

Setting atau Latar
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah setting atau latar. Setting atau latar ialah latarbelakang waktu dan daerah terjadinya kejadian yang dialami tokoh dalam dongeng novel. Latar tersebut merupakan unsur pembangun yang terpenting dalam membuat suasana dongeng novel. Setting atau latar novel sanggup dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Waktu
Waktu termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Waktu ialah masa ketika dongeng sedang terjadi atau berlangsung. Latar waktu tersebut sanggup dijelaskan secara terperinci maupun secara garis besar saja. Contoh penggambaran secara garis besar yaitu isu terkini hujan, malam hari, isu terkini kemarau, hari minggu, siang hari dan lain lain.

Tempat
Tempat termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Tempat ialah lokasi terjadinya dongeng atau berlangsungnya cerita. Latar daerah tersebut sanggup dijelaskan secara khusus ataupun umum. Contoh penggambaran umum yaitu di Stadion, di terminal Jogja, dan lain lain. Sedangkan referensi penggambaran khusus yaitu di rumah Nina, di ujung jalan Melati dan lain lain.

Suasana
Suasana termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Suasana ialah keadaan latar dan emosi kuat yang menyeluruh. 
Sosial Budaya
Sosial budaya termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Sosial budaya ialah latar pergaulan dalam status sosial. Latar ini berkaitan erat dengan latar daerah alasannya yaitu ada hubungannya dengan daerah bergaul.

Keadaan Lingkungan
Keadaan lingkungan termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Latar ini menceritakan konflik batin yang dialami oleh tokoh melalui dampak lingkungan sekitarnya.

Sudut Pandang atau Poin of View
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah sudut pandang atau point of view. Sudut pandang ialah cara pandang seorang pengarang dalam menempatkan dirinya dalam sebuah dongeng novel. Sudut pandang sanggup dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Sudut Pandang Orang Pertama (Pelaku Utama)
Sudut pandang orang pertama (pelaku utama) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh utama dalam cerita. Maka dari itu jalan ceritanya berasal dari pengalaman yang pernah dialami oleh pengarang. Biasanya sudut pandang orang pertama (pelaku utama) memakai kalimat aktif serta kata ganti pengarang menyerupai "Saya" maupun "Aku".

Sudut Pandang Orang Pertama (Pelaku Sampingan)
Sudut pandang orang pertama (pelaku sampingan) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh diluar cerita. Jalan ceritanya digambarkan berdasarkan pengungkapan jawaban ataupun pencerita dari tokoh utamanya. Pengarang mempunyai kiprah ganda dalam sudut pandang ini. Tetapi kiprah sebagai penceritanya lebih terbatas.

Sudut Pandang Orang Ketiga (Serba Tahu)
Sudut pandang orang ketiga (serba tahu) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh utama dan pencipta sekaligus. Pengarang tersebut sanggup membuat, melaksanakan obrolan antar tokoh, mengarahkan dan mengomentari jalannya cerita. Disini pengarang mempunyai posisi paling bebas.

Sudut Pandang Orang Ketiga (Pengamat)
Sudut pandang orang ketiga (pengamat) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang bertugas sebagai pengamat dongeng saja. Maka dari itu pengarang akan memberikan apa yang dirasakan, dilihat dan didengarnya. Setelah itu akan disimpulkan menjadi sebuah cerita. Walaupun pengarang berperan dalam dongeng namun posisinya terbatas.

Gaya Bahasa
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah gaya bahasa. Gaya bahasa ialah corak pemilihan bahasa yang akan dipakai penulis dalam membuat dongeng novel. Gaya bahasa biasanya membuat suasana dan nada mengajak. Selain itu mempunyai kegunaan untuk memilih obrolan yang sanggup menjelaskan interaksi dan kekerabatan antar tokoh cerita.

Amanat
Unsur intrinsik novel yang terakhir ialah amanat. Amanat ialah pesan moral dalam novel yang diberikan pengarang untuk pembacanya.  Amanat tersebut ditulis secara tersurat maupun tersirat. Tersurat ialah amanat yang disampaikan secara eksklusif oleh pengarang sehingga pembaca sanggup menemukannya langsung. Sedangkan tersirat ialah amanat yang disampaikan secara tidak eksklusif oleh pengarang sehingga pembaca tidak sanggup menemukannya langsung. Dalam sebuah karya sastra, unsur amanat inilah yang paling penting. Amanat tesebut sanggup berupa ajakan, protes, kritik sosial, nasehat, dan lain lain.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang membangun sebuah novel. Unsur tersebut tidak sanggup ditemukan dalam novel. Walaupun unsur ekstrinsik berasal dari luar novel namun tetap kuat dalam karya ini. Dibawah ini terdapat beberapa unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya.
Unsur Biografi
Unsur ekstrinsik novel yang pertama ialah unsur biografi. Unsur biografi ialah unsur mengenai latar belakang pengarang, contohnya latar belakang keluarga, lingkungan, daerah tinggal, pendidikan, dan lain lain. Latar belakang tersebut sangat penting dalam menulis novel, contohnya jikalau latar belakang penulis berasal dari keluarga miskin maka biasanya akan membuat novel yang mempunyai dongeng yang menyentuh hati pembacanya.

Unsur Sosial
Unsur ekstrinsik novel selanjutnya ialah unsur sosial. Unsur sosial ialah jenis unsur yang berkaitan dengan keadaan masyarakat disaat novel dibuat. Misalnya pembuatan novel terjadi dimasa Orde Baru. Saat itu pemerintah dalam keadaan acak acakan dan kacau, maka novel dibentuk dengan maksud menyindir.

Unsur Nilai
Unsur ekstrinsik novel yang terakhir ialah unsur nilai. Unsur nilai bekerjasama dengan ekonomi, sosial, pendidikan, susila istiadat, politik, seni, aturan dan lain lain. Nilai yang terdapat dalam novel tersebut merupakan daya tarik tersendiri untuk pembaca. Bahkan cukup menghipnotis baik atau tidak dari dongeng novel tersebut.

Inilah klarifikasi mengenai unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel. Kedua unsur ini sanggup bertugas sebagai pembangun dongeng novel supaya lebih menarik. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih. 

No comments:

Post a Comment