Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Sunday, May 3, 2020

Tanda Baca Dan Fungsinya Sesuai Dengan Eyd

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem (suara) atau kata dan frasa melainkan digunakan di dalam sistem ejaan yang berfungsi untuk mengatakan struktur dari suatu goresan pena serta intonasi dan jeda yang sanggup diamati dikala membacanya. Dengan adanya tanda baca dan penempatannya, maka sebuah goresan pena sanggup dipahami maksudnya.

Tanda baca merupakan simbol yang tidak berafiliasi dengan fonem  Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai dengan EYD

Ada aneka macam jenis tanda baca dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Penggunaan tanda baca merupakan hukum yang sudah baku. Dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis tanda baca yang umum digunakan yaitu tanda titik, tanda koma, tanda seru, tanda tanya, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda elipsis.

Jenis-jenis tanda baca dan fungsinya

Berikut ini ialah jenis-jenis tanda baca serta penggunaannya menurut kaidah atau fatwa umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

A. Tanda titik (.) dan fungsinya

Tanda titik (.) merupakan tanda baca yang sering kita jumpai dalam sebuah tulisan. Tanda titik terdiri dari sebuah tanda titik kecil yang ditempatkan di final sebuah kalimat atau karya tulis.

1 Mengakhiri kalimat berita/pernyataan
Contoh :
* Pamanku tinggal di Surabaya.
* Ibu sedang menyiram bunga di taman.
* Rumah besar itu ternyata berhantu.

2. Akhir kependekan nama orang
Contoh :
* Abd. Rozak
* Muh. Yamin
* Meggy. Z
* John F. Kennedy

3. Akhir kependekan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan
Contoh :
* Prof. Ginanjar Sukma Subrata
* Dr. Umar Kayam
* dr. Tri Handoyo
* S.H.
* S.E.
* Kol. Agus Santoso
* Sdr. Firman Ghani

4. Memisahkan angka jam, menit, detik
Contoh :
* 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
* 1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik )
* Pukul 1.30.20 (Pukul 1 lebih 30 menit, 20 detik)

5. Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
Pada kependekan yang tediri atas tiga abjad atau lebih hanya digunakan satu tanda titik.
Contoh :
* a.n.

6. Dipakai dalam suatu bagan, ikhtisar, dan daftar
Contoh :
* a. III. Departemen Pendidikan Nasional
          A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
          B. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah

7. Digunakan dalam daftar pustaka
Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul goresan pena yang tidak berakhir degan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit daftar pustaka.
Contoh :
* Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.

B. Tanda Koma (,) dan fungsinya

Tanda koma merupakan tanda baca melengkung yang ibarat dengan angka 9. Dalam sebuah kalimat, tanda koma umumnya digunakan untuk memisahkan anak kalimat atau unsur-unsur dalam sebuah kalimat yang sanggup dijadikan jeda bagi pembaca.

1. Memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang
Contoh :
* Saya membeli kangkung, cabe, tomat, dan terasi.
* Kendi, cobek, guci, dan pot bunga merupakan barang-barang tembikar.

2. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat, maka dipsahkan dengan tanda koma.
Contoh :
* Kalau kau suka berbohong, saya tidak sudi lagi berteman denganmu.
* Karena kau sudah membaca artikel ini, saya ucapkan terima kasih.

3. Memisahkan kalimat setara
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu kalimat dengan kalimat berikutnya yang didahului oleh kata penghubung ibarat tetapi atau melainkan.
Contoh :
* Saya ingin datang, tetapi hujan turun begitu deras.
* Dia bukan adikku, melainkan adik temanku.

4. Digunakan di belakang ungkapan kata penghubung
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan kata penghubung antar kalimat yang terdapat apada awal kalimat. Kata penghubung yang dimaksud ialah oleh sebab itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh :
*... Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada.
* ... Jadi, pada dasarnya kini kita sudah tahu cara mengerjakan soal ibarat ini.

5. Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik
Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan nama diri, keluarga, dan marga.
Contoh :
* Rr. Sitoresmi Prabuningrat, S.H.
* Ny. Khadijah, M.A.
* Bambang Irawan, S.H., M.Hum.
* Ari Baskoro, S.Pd., M.Pd.
* Wisnu Pradana, S.Psi.

6. Digunakan di antara angka
Tanda koma digunakan di antara angka yang mengatakan persepuluhan, perseratusan (bilangan desimal) atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh :
* 15, 5 cm
* Rp 25,50

7. Memisahkan petikan langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan eksklusif dari pecahan lain dalam kalimat.
Contoh :
* Kata kakak, " Saya semakin gemuk".
* " Saya bangga sekali", kata ibu, "karena lulus ujian".
* "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"

8. Memisahkan pecahan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Contoh :
* Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baru Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakyat.
* Junus, H. Mahmud. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran.

9. Digunakan untuk penulisan nama, alamat, tempat dan tanggal
Contoh :
* Kediri, 15 Januari 1999
* Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta

10. Untuk mengapit keterangan tambahan
Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan embel-embel yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh :
* Guru saya, Pak Rizal, fasih berbahasa Inggris.
* Semua anggota OSIS, baik pria maupun perempuan, wajib mengikuti latihan Pramuka.

C. Tanda Seru (!) dan fungsinya

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat ungkapan atau pernyataan berupa permintaan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
* Wow ! Cantiknya gadis itu.
* Stop ! Jangan lakukan itu lagi!
* Aku muak melihatmu. Pergilah kau jauh-jauh dari hadapanku!

D. Tanda Tanya (?) dan fungsinya

Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di dalam kurung (?) menunjukan bahwa pernyataan yang mendahuluinya disangsikan atau kurang sanggup dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
* Kapan kau ke rumahku?

* Apa kau bilang ? Pak lurah memelihara tuyul (?)


E. Tanda Titik Koma (;) dan fungsinya

Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis atau setara dan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setaradalam kalimat majemuk.
Contoh :
* Hari sudah menjelang malam; pekerjaan belum selesai juga.
* Ayah sedang memanen singkong di kebun; ibu sibuk memarut kelapa; adik mencari daun pisang; saya sendiri malah asyik membaca resep kue.


F. Tanda Titik Dua (:) dan fungsinya

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Pada final suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
Pemerian ialah deskripsi, penggambaran, klarifikasi atau penguraian unsur-unsur. Fungsi dari pemerian ialah menjelaskan supaya pembaca lebih paham mengenai pernyataan lengkap yang sudah diungkapkan sebelum tanda titik tersebut.
Contoh :
* Sayur lodeh membutuhkan bumbu dapur: garam, cabe, ketumbar, lengkuas, bawang merah, dan bawang putih.

2. Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
a. Ketua                 : Bagus Hendrawan
    Wakil Ketua       : Aldo Pratama
    Sekretaris           : Febriana Susanti
    Bendahara          : Rosalina
b. Tempat               : Garden Hall
    Pembawa acara  : Agung Santoso
    Hari                    : Sabtu
    Waktu                : 10.00

3. Penulisan teks drama
Tanda titik dua digunakan dalam teks drama setelah kata yang mengatakan pelaku dalam percakapan.
Contoh :
* Ibu : (Sambil mengusap air matanya)" Benarkah kau Malin Kundang anakku?"
   Malin Kundang : " Dasar orang gila. Aku tidak kenal denganmu. Pergi kau!"

4. Digunakan dalam karya ilmiah

Tanda titik dua juga digunakan di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman antara pecahan dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan serta nama kota dan penerbit buku.
Contoh :
* Tempo, I (1971), 34:7
* Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembetulan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa
* Al-Baqarah : 255

G. Tanda Hubung (-) dan Fungsinya

Tanda hubung digunakan dalam hal-hal ibarat berikut:
1. Menyambung suku kata
Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris dalam penulisan sebuah paragraf.
Contoh :
* Untuk mengerjakan soal pembagian, gunakan saja cara usang bila ca-ra gres yang diajarkan gurumu sedikit membingungkan.

2. Untuk menulis kata ulang
Contoh :
* Buah mangga podang yang ranum itu warnanya kemerah-merahan.
* Anak-anak lebih suka bermain di halaman.

3. Menyambung abjad yang dieja dan pecahan tanggal
Contoh :
* p-e-g-a-w-a-i

4. Merangkai kata tertentu
Tanda hubung digunakan untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan abjad kapital, ke- dengan angka, angka dengan -an, kependekan abjad kapital dengan imbuhan atau kata.
Contoh :
* Pemilihan kepala tempat akan diselenggarakan se-Indonesia.
* Dia anak ke-3 dari lima bersaudara.
* Film kartun itu dibentuk pada tahun 70-an.
* Perusahaan itu terpaksa mem-PHK-kan sebagian karyawannya.

5. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :
* Rudi tidak sanggup menangkap bola dikala di-smash Andika.
Contoh :
* Sajak " Permata Hatiku" terdapat pada halaman 20 buku itu.
* Bacalah " Penggunaan Tanda Baca " dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

H. Tanda Petik (“…”) dan fungsinya

Berikut ini klarifikasi tanda petik dan fungsinya yang biasanya digunakan untuk:
1. Mengapit petikan lagsung
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan eksklusif yang berasal dari pembicaraan atau naskah drama dan goresan pena lain.
Contoh :
* "Sejak tadi saya menunggumu", kata Romeo, "Cepatlah ke sini!

2. Mengapit judul syair, karangan, pecahan buku yang digunakan dalam kalimat
Contoh :
* Sajak " Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

3. Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
* Wanita itu dijuluki "Lambe Lamis" oleh tetangganya.
* Beramal itu harus ikhlas, dilarang "nggrundel".

I. Tanda Petik Tunggal (‘..’) dan fungsinya

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain

Contoh :
* "Ketika kusandarkan sepeda tuaku, kudengar teriakan anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan seketika hilang rasa lelahku", kata Pak Burhan.
* "Kau dengar bunyi 'krusek-krusek' tadi?" tanya Ridwan.

2. Mengapit makna kata atau ungkapan
Contoh :
* Pencuri itu mengambil langkah seribu 'lari pontang-panting' setelah mendengar teriakan maling. 


J. Tanda Kurung ( ) dan fungsinya

Tanda kurung mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Mengapit embel-embel keterangan atau penjelasan
Contoh :
* Dia malas berguru sehingga semua nilainya di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

2. Mengapit keterangan atau klarifikasi yang bukan pecahan pokok pembicaraan
Contoh :
* Keterangan selengkapnya (lihat halaman 10) ihwal faktor produksi dan pasaran dalam negeri.

3. Mengapit angka atau abjad yang memerinci urutan keterangan
Contoh :
* Faktor produksi menyangkut duduk kasus (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.


K. Tanda Kurung Siku ( {..} ) dan fungsinya

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit kata atau kelompok kata yang sudah ada sebagai kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh :
* Peningkatan hasil produksi tahun ini terjadi sekitar 50% dari tahun sebelumnya (Grafik peningkatan ditulis pada pecahan 2 {lihat halaman 20})

L. Tanda Garis Miring (/) dan fungsinya

Tanda garis miring mempunyai fungsi sebagai berikut.
1. Dipakai dalam penomoran arahan surat, nomor pada alamat, penulisan tahun
Contoh :
* No. 7/PK/2008
* Jalan Godean III/5
* Tahun Ajaran 2016/2017
2. Dipakai sebagai pengganti kata atau, per atau tiap
Contoh :
* Anda sanggup memesan baju ini offline/online.

M. Tanda Elipsis (…) dan fungsinya

Tanda elipsis ialah tanda baca yang terdiri dari tiga titik yang berderet dan digunakan untuk kalimat yang terputus-putus sehingga pembaca lebih memahami maksud dari percakapan tersebut. Tanda baca ini juga sanggup mengatakan jeda pada pembicaraan.
Contoh :
* "Sayangku ... Semoga engkau selalu dalam lindunganNya?" Untaian doa Juliet untuk Romeo.
* "Hmmm ... Ternyata kau ini belakang layar menghanyutkan". Celetuk Bagas dengan wajah keheranan.

Demikianlah Tanda Baca dan Fungsinya Sesuai EYD. Semoga bermanfaat

Wednesday, April 15, 2020

2 Teladan Surat Eksklusif Untuk Teman Atau Teman Lama

Surat Pribadi

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan kepada sobat atau sahabat. Menulis surat untuk sobat atau sahabat merupakan bahan Bahasa Indonesia. Sedangkan definisi dari surat yaitu sarana komunikasi untuk memberikan gosip secara tertulis oleh satu pihak kepada pihak lain.

Surat dibedakan menjadi dua yaitu surat resmi dan surat tidak resmi. Surat resmi disebut juga surat dinas, sedangkan surat tidak resmi disebut surat pribadi. Surat dinas bersifat resmi, ditulis berkaitan dengan kedinasan atau kelembagaan dan dibubuhi stempel, sedangkan surat eksklusif bersifat  tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi. Surat eksklusif biasanya berisi banyak sekali ungkapan hati dan pengalaman pribadi. Oleh alasannya itu surat eksklusif memakai bahasa sehari-hari.
 Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menulis surat eksklusif yang ditujukan k 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama

Berikut ini yaitu teladan surat eksklusif untuk sobat atau sahabat yang dapat dijadikan rujukan untuk kiprah sekolah.

Surat 1


Kediri, 25 Oktober 2016
Untuk Sahabatku Marchellina Judith
di Jakarta
Assalamualaikum...
Hay Chellin yang cantik, apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Semoga kau dan keluargamu selalu dalam keadaan sehat. Sudah usang ya Lin kita tidak bertemu? Aku masih ingat terakhir kita berjumpa waktu itu kita gres saja naik kelas III dan kau pindah ke Jakarta. Sekarang saya sudah kelas VI. Kamu juga tentunya. Eh, bagaimana keadaanmu di Jakarta? Pastinya kau sudah besar dan semakin cantik. Aku dengar kau kini sudah jadi artis cilik ya ? Jika memang demikian, saya turut senang dan bangga.

Chellin, sengaja saya tulis surat ini alasannya saya kangen sama kamu. Aku rindu masa-masa kita bersama dulu. Bermain bersama, bercanda dan berguru bersama. Kita selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Kita ini sudah ibarat saudara kan ? Masih segar dalam ingatanku, kala itu di hari ulang tahunku, kau hadir dan memberiku kado berwarna biru yang di dalamnya berisi boneka Bernard yang lucu. Mungkin kau tidak tahu, hingga ketika ini, boneka itu masih ada. Meskipun sudah buluk, tapi saya sangat menyayanginya. Kujadikan ia sebagai sobat tidurku, alasannya boneka itu mengingatkanku pada dirimu.

Lin, kapan ya masa-masa kebersamaan itu akan terulang kembali ? Meskipun kini kau sudah menjadi artis terkenal, saya harap kau tidak melupakanku. Aku disini selalu merindukanmu dan berharap kita dapat betemu lagi.

Sekian dulu ya Lin, kapan-kapan disambung lagi. Kalau ada waktu segera balas suratku ini. Jika kau tidak membalasnya berarti kau itu sombong apalagi kini sudah punya banyak penggemar. Ingat, anak yang sombong itu temannya syetan hehe. Oh ya, sampaikan salamku kepada papa dan mamamu. Pesanku, jaga diri baik-baik. Jangan lupa belajar. Semoga kita dapat segera bertemu.

Wassalamualaikum...
Salam Manis,
Sahabatmu
ttd
Amelia Putri

Surat 2


Jakarta, 2 Nopember 2016
Untuk sahabatku Amelia Putri tersayang
di Kediri
Assalamualaikum...
Hay Amel yang manis, Alhamdulillah saya dan keluargaku baik-baik saja di sini. Akupun bersyukur kabarmu juga dalam keadaan baik di sana. Kamu benar sudah usang kita tidak bertemu. Aku bukan saja sudah besar. Kini saya tumbuh menjadi gadis cukup umur dan semakin bagus tentunya hehe. Sama ibarat dirimu, saya kini sudah kelas VI. Aku yakin bila kau juga semakin manis. Memang benar Mel, kini saya jadi artis cilik. Makara artis itu ada yummy dan tidaknya. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir menjadi artis. Itu terjadi alasannya kebetulan. Kini hari-hariku disibukkan dengan aktivitas syuting yang padat. Benar-benar sangat melelahkan. Aku hampir tidak mempunyai waktu bermain sekarang.

Mel, mungkin kau tidak tahu, disini saya juga merindukanmu. Aku selalu merindukan masa-masa kebersamaan denganmu ibarat dulu. Aku kangen suasana di desa dan teman-teman semua. Trima kasih ya ternyata kado dariku masih kau simpan. Ketika membacanya, saya tertawa geli. Segitunya kau mengasihi si Bernard. Teganya kau samakan diriku dengan si Bernard hihihi.

Mel, kapan ke Jakarta ? Sekali-kali main dong kesini. Aku niscaya mengajakmu jalan-jalan keliling Jakarta. Oh ya, saya punya kabar baik untukmu. Liburan semester tahun ini, InsyaAllah saya ke Kediri. Kamu tahu kan, Tante Hana, yang dulu sering mengantarkan saya les. Tante Hana ini akan menikah dengan orang Kediri. Aku senang banget. Karena kini saya punya keluarga di Kediri.

Aku rasa cukup hingga disini dulu ya Mel. Jangan khawatir, saya masih Marchellina yang dulu. Sahabat karibmu. Jarak dan waktulah yang memisahkan kita. Belajar yang rajin ya. Aku selalu mendoakanmu disini. Mama dan papa titip salam kepadamu. Jaga diri kau baik-baik ya. Tunggu kedatanganku ! Sampai jumpa.

Wassalamualaikum...
Sahabatmu,
ttd
Marchellina Judith

Demikianlah 2 Contoh Surat Pribadi untuk Teman atau Sahabat Lama. Semoga bermanfaat.

Monday, April 13, 2020

Wawancara Dengan Pedagang Cilok Dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

Pada kesempatan kali ini, admin akan membagikan 2 pola teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelum membahas pola teks, ada baiknya kita ulas lagi wacana pengertian wawancara.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara yakni kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara sebagai penanya dan narasumber sebagai orang yang ditanya. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk menggali gosip tertentu dengan cara tanya jawab guna mencapai tujuan yang direncanakan untuk wawancara itu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara diantaranya yakni :
1. Menentukan topik wawancara (permasalahan yang akan dibicarakan)
2. Menentukan narasumber (orang yang bersedia diwawancarai)
3. Membuat kesepakatan dengan narasumber (menentukan waktu dan daerah untuk bertemu)
4. Membuat daftar pertanyaan
5. Menggunakan bahasa yang sopan dan santun

 pola teks wawancara untuk memenuhi kiprah mata pelajaran Bahasa Indonesia Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang

1. Wawancara dengan pedagang pentol cilok


Siswi : "Permisi bang, maaf mengganggu. Boleh minta waktunya sebentar?"
Penjual : "Iya boleh non. Ada yang bisa saya bantu ?"
Siswi : "Perkenalkan, saya Zowiya. Begini bang, saya menerima kiprah dari guru Bahasa Indonesia untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber. Apa kakak bersedia untuk diwawancarai ?"
Penjual : "Silahkan non, dengan bahagia hati."
Siswi : "Kapan kakak memulai perjuangan menjual cilok ini ?"
Penjual : "Sejak tahun 2000 non."
Siswi : "Mengapa kakak menentukan berjualan cilok ?"
Penjual : "Abang berjualan cilok lantaran kemampuan yang kakak miliki hanya sebatas ini non".
Siswi : "Berapa modal awal yang kakak keluarkan untuk berjualan ?"
Penjual : "Waktu itu modalnya hanya Rp.100.000, non."
Siswi : "Apa saja bahan-bahan yang diharapkan untuk menciptakan cilok?" 
Penjual : "Bahannya tepung kanji, daging ayam, penyedap rasa. Untuk bumbu suplemen menyerupai saus, biasanya kakak memakai bumbu kacang, kecap, dan saus sambal."
Siswi : "Pada ketika awal berjualan , kakak membuka perjuangan dirumah atau pribadi berjualan keliling?"
Penjual : "Mulanya kakak berjualan di rumah non, tapi ternyata sepi pembeli. Akhirnya kakak tetapkan untuk berjualan keliling. Biasanya kakak pribadi ke sekolah-sekolah."
Siswi : "Abang berjualan mulai jam berapa hingga jam berapa ?"
Penjual : "Kalau pagi biasanya jam 09.00-12.00. Sorenya kakak berjualan lagi mulai jam 16.00-20.00".
Siswi : "Berapa penghasilan rata-rata kakak setiap harinya ?"
Penjual : "Tidak tentu non, terkadang penghasilan sehari Rp.250.000 dengan laba higienis Rp.80.000. Jika tidak terjual habis hanya sanggup Rp.150.000. Namanya juga berdagang, kadang ramai, kadang sepi non."
Siswi : " Apabila dagangan tidak habis terjual, itu dibuang atau diolah lagi?"
Penjual : "Biasanya kalau masih ada dihangatkan lagi non. Tapi rasanya jadi beda. Yang sering, jikalau dagangan tidak habis terjual, kakak berikan kepada tetangga."
Siswi : "Biasanya para pedagang memakai materi pengawet semoga dagangannya tahan lama. Bagaimana berdasarkan kakak ?"
Penjual : "Waduh, sejauh ini kakak belum pernah menggunakannya non. Alhamdulillah, dagangan cilok kakak seringkali habis terjual. Di satu sisi penggunaan materi pengawet itu tidak baik untuk kesehatan."
Siswi : "Ooh, begitu ya bang, baguslah. Selama menjalankan perjuangan ini, pernahkah kakak berpikir untuk mencari pekerjaan lain ?"
Pedagang : "Tidak non. Apa yang bisa diharapkan dari orang menyerupai kakak yang SD saja tidak tamat. Abang sudah sangat bersyukur dengan perjuangan ini. Meskipun penghasilan tidak seberapa yang penting cukup untuk menghidupi keluarga."
Siswi : "Oh begitu ya bang. Saya kira sudah cukup. Sudah banyak gosip yang saya dapatkan. Semoga perjuangan kakak semakin sukses dan berkah. Trima kasih banyak sudah memberi saya kesempatan untuk mewawancarai abang."
Penjual : 'Aamiin. Sama-sama non."

2. Wawancara dengan pedagang nasi pecel tumpang


Pewawancara : "Selamat malam bu, mohon maaf mengganggu."
Pedagang : "Selamat malam mas."
Pewawancara : " Bagaimana hasil jualannya hari ini bu ?"
Pedagang : "Alhamdulillah lancar mas."
Pewawancara : " Begini bu, saya ada kiprah untuk mewawancarai ibu. Apakah ibu berkenan?"
Pedagang : "Ooh, silahkan mas."
Pewawancara : "Bu, bisa anda ceritakan awal mulanya ibu jualan nasi pecel tumpang?"
Pedagang : "Ya. Makara begini mas, sebelum saya jualan nasi pecel tumpang, saya jualan sayur. Kemudian suami menawari saya jualan nasi. Saya tanya, jualan dimana? Suami saya menjawab di pos gardu depan pasar desa. Waktu itu saya berpikir sejenak. Menimbang-nimbang keputusan. Akhirnya, saya baiklah untuk jualan ya disini ini tempatnya."
Pewawancara : "Itu tahun berapa, bu?"
Pedagang : "Saya masih ingat betul pertama kali jualan itu tanggal 17 Agustus 2000 bertepatan dengan upacara hari kemerdekaan yang di selenggarakan di lapangan desa ini."
Pewawancara : "Waktu pertama kali jualan itu bagaimana bu?"
Pedagang : "Awalnya tidak menyerupai ini mas. Saya belum jualan banyak menyerupai ini. Hanya nasi pecel tumpang dan minuman saja. Namanya juga masih gres mas. Pembeli belum begitu banyak. Yang namanya orang jualan ada saja halangannya. Dulu saya sering kali diusili orang. Sepulang dari jualan kan segala perabot hanya saya letakkan di belakang pos ini. Mulai gelas, piring, sendok. Semua saya simpan dalam kardus bekas air mineral. Ternyata perabot-perabot jualan milik saya itu dicuri orang. Tapi saya biarkan saja. Saya ikhlaskan. Mungkin ini cobaan orang mencari rejeki. Bahkan saya juga pernah mas, dikerjain orang yang iri. Tapi ya lagi-lagi saya biarkan. Saya tidak mau membalasnya. Biar Yang Kuasa yang membalas."
Pewawancara : "Benar bu, jikalau kita ikhlas, dan tetap berbuat baik, niscaya Allah ganti dengan rejeki yang lebih banyak."
Pedagang : "Iya mas, saya percaya kalau Gusti Allah ora sare."
Pewawancara : "Ngomong-ngomong, nasi pecel tumpang bu Endang ini kan populer yummy bahkan populer hingga luar kota juga. Kalau boleh tahu, itu resepnya apa ya bu?"
Pedagang : "Sebenarnya tidak begitu sulit membuatnya mas, alasannya yakni bahan-bahannya sangat merakyat. Pecel berbahan dasar kacang tanah sedang tumpang lebih ke perpaduan tempe waras dan tempe bosok yang diracik dengan cabai rawit dan cabai besar dengan rempah-rempah lainnya. Namun, cita rasa yang dihasilkan akan berbeda antara satu tangan dengan tangan yang lain. Antara warung lesehan yang satu dengan yang lainnya. Begitulah. Masing-masing akan mempunyai cita rasa yang khas."
Pewawancara : " Ooh begitu ya bu. Satu pincuk nasi pecel tumpang ini ibu jual berapa ?"
Pedagang : "Tidak mahal mas, hanya 5000 rupiah saja."
Pewawancara : "Bu, lesehan ini biasanya buka dari jam berapa hingga jam berapa?"  
Pedagang : "Kalau persiapan itu jam lima sore, mas. Setelah magrib mulai jualan hingga malam jam dua belas."
Pewawancara : "Setiap hari berapa kilo nasi yang ditanak, bu?"
Pedagang : "Tidak pasti. Tapi kalau dirata-rata kurang lebih 10 Kg setiap harinya. Seperti kemarin itu, saya hingga menanak dua kali saking ramainya."
Pewawancara : "Pernah tidak bu hingga tidak habis jualannya?"
Pedagang : "Ya pernah, mas."
Pewawancara : "Kalau tidak habis, nasinya itu dibuang atau dibagi-bagikan?"
Pedagang : “Biasanya dibagikan, namun kadang-kadang kalau sisa nasinya banyak itu dibentuk krupuk puli, mas."
Pewawancara : "Kalau kulupan dan lalapannya tidak habis bagaimana bu?"
Pedagang : "Kalau itu dibuang, mas. Soalnya kan tidak tahan lama."
Pewawancara : "Selama 16 tahun jualan nasi pecel tumpang, apa mimpi dan impian njenengan bu ?"
Pedagang : "Maksudnya ?"
Pewawancara : "Maksud saya satu keinginan besar yang mungkin hingga hari ini masih belum terwujud."
Pedagang : "Waah banyak, mas. Anak saya kan 5. Yang 2 sudah menikah tapi belum punya rumah. Yang 3  masih sekolah itu minta dikuliahkan semua. Ya, mudah-mudahan saya diberi rejeki yang banyak, jualannya lancar sehingga bisa membantu anak dikit-dikit untuk membangun rumah serta menyekolahkan ketiga anak saya itu hingga perguruan tinggi tinggi."
Pewawancara : "Aamiin. Baiklah bu, lantaran waktu sudah mengatakan pukul sebelas, saya mohon pamit. Saya ucapkan trimakasih banyak atas waktu yang ibu luangkan. Semoga perjuangan ibu ini semakin sukses."
Pedagang : "Aamiin. Sama-sama mas."

Demikian Wawancara dengan Pedagang Cilok dan Pedagang Nasi Pecel Tumpang yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan tumpuan untuk memenuhi kiprah sekolah. Selamat berguru !

Saturday, December 7, 2019

Jenis Dan Pola Konjungsi Temporal

Jenis dan Contoh Konjungsi Temporal - Konjungsi yaitu sebuah kata sambung ataupun kata hubung yang mempunyai fungsi untuk menyambungkan antar kalimat, antar paragraf dan antar klausa. Untuk konjungsi antar klausa terletak ditengah tengah kalimat. Konjungsi antar kalimat terletak setelah tanda seru, tanda tanya dan tanda titik. Sedangkan untuk konjungsi antar paragraf terletak dibagian awal paragraf. Konjungsi tersebut mempunyai bermacam-macam jenis menyerupai konjungsi aditif, konjungsi pilihan, waktu atau temporal, sebab, tujuan, pertentangan, tak bersyarat, akibat, syarat, penegas, korelatif, penjelas, perbandingan, pembenaran dan sebagainya. Setiap bentuk konjungsi sanggup dibagi menjadi beberapa jenis dan referensi masing masing. Salah satunya yaitu jenis konjungsi temporal dan referensi konjungsi temporal.
Konjungsi yaitu sebuah kata sambung ataupun kata hubung yang mempunyai fungsi untuk menyamb Jenis dan Contoh Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal atau konjungsi waktu yaitu salah satu jenis konjungsi yang menjelaskan relasi waktu antara dua kejadian atau kejadian yang berbeda. Kata hubung tersebut mempunyai kaitannya dengan waktu. Maka dari itu kata hubung ini juga tidak kalah penting untuk anda pahami. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai jenis jenis konjungsi temporal dan referensi konjungsi temporal. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.

Jenis dan Contoh Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal berkhasiat untuk memaparkan kronologi sebuah kejadian ataupun keadaan yang telah terjadi. Dengan begitu kalimatnya akan lebih gampang untuk dipahami. Konjungsi temporal sanggup dibagi menjadi dua yaitu konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Berikut klarifikasi mengenai jenis jenis konjungsi temporal beserta referensi konjungsi temporalnya :

Konjungsi Temporal Sederajat
Jenis konjungsi temporal yang pertama yaitu konjungsi temporal sederajat. Kata hubung waktu sederajat yaitu jenis kata sambung yang mempunyai sifat yang sama atau sederajat. Kata hubung ini biasanya dipakai pada kalimat beragam yang setara. Konjungsi temporal sederajat dihentikan ditempatkan d belahan awal maupun selesai kalimat, namun harus berada ditengah tengah kalimat. Contoh konjungsi temporal sederajat yaitu sesudahnya, lalu, selanjutnya, sebelumnya, kemudian dan setelahnya.

Dibawah ini terdapat referensi konjungsi temporal sederajat dalam bentuk kalimat.
  • Sinta ganti baju kemudian makan siang bersama adiknya.
  • Adik makan kemudian kenyang.
  • Bu RT kecelakaan kemudian di bawa ke rumah sakit.
  • Ibu memasak kemudian menghidangkannya di meja makan.
  • Keluargaku berlibur ke Malioboro kemudian ke pantai.
  • Paman memperbaiki pintu kemudian memasangnya kembali.
  • Ibu mencuci piring kemudian mencuci pakaian.
  • Aku membaca soal kemudian mengerjakan soalnya.
  • Adik jatuh kemudian Ibu membantunya berdiri.
  • Ibu guru memperlihatkan bahan Matematika kemudian memperlihatkan kiprah kepada murid muridnya.
Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis, dan Contoh Konjungsi
  • Rani sedang mencuci piring, sebelumnya ia telah menyapu halaman.
  • Rina pergi bermain, sebelumnya ia telah mengerjakan kiprah sekolah. 
  • Ia akan bekerja di bidang komputer, sebelumnya ia mengikuti kursus komputer.
  • Roni berhasil menjadi juara pertama lomba lari, sebelumnya ia sempat menjadi juara dua.
  • Dia merupakan pengusaha masakan yang sukses, sebelumnya ia hanya penjual kaki lima.
  • Kak Gino memasak masakan buka puasa sesudahnya membagikannya ke orang orang.
  • Frida pulang kerumah sudahnya ia pergi kursus biola.
  • Lila mengerjakan PR bahasa Indonesia sesudahnya ia akan mengumpulkan kiprah itu.
  • Anak anak bermain petak umpet sesudahnya mereka bermain sepak bola.
  • Nenek dibawa ke UGD atau Unit Gawat Darurat, selanjutnya ia dipindahkan ke kamar pasien.
  • Bibi memasak nasi goreng selanjutnya menghidangkannya untuk paman.
  • Veni menuntaskan PR Ipa selanjutnya menuntaskan PR bahasa Indonesia.
  • Kereta berhenti di stasiun selanjutnya penumpang segera naik.

Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Jenis konjungsi temporal selanjutnya yaitu konjungsi temporal tidak sederajat. Konjungsi temporal tidak sederajat yaitu kata sambung yang menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat. Kata hubung ini berkhasiat untuk jenis kalimat majemuk. Konjungsi tersebut terletak di awal kalimat, tengah kalimat ataupun di selesai kalimat. Contoh konjungsi temporal tidak sederajat yaitu sambil, bila, demi, sementara, sebelum, sejak, apabila waktu, tatkala, ketika, semenjak, dan sebagainya. 

Dibawah ini terdapat referensi konjungsi temporal tidak sederajat dalam bentuk kalimat.
  • Aku dibelikan boneka gres jika ulang tahun.
  • Bila adik tidak mau sekolah, Ayah tidak akan membelikan mainan baru.
  • Adik mau makan apabila lauknya ayam goreng.
  • Apabila abang suka menabung, Ibu akan merasa senang.
  • Bilamana saya mau perjuangan niscaya akan berhasil.
  • Ibu akan bahagia bilamana bertemu kedua orang tuanya.
  • Sejak nenek sakit, Ibu selalu merasa sedih.
Baca juga : Contoh Slogan Tentang Pendidikan Beserta Gambar
  • Rika bekerja keras semenjak Ayahnya berhenti bekerja.
  • Aku berguru ulet semenjak nilai bahasa Indonesiaku jelek.
  • Demi mendapat uang berobat untuk ibunya, Nina berjualan koran setiap pagi.
  • Reni membantu pekerjaan Ibunya demi mengurangi beban orang tuanya.
  • Ketika saya mengerjakan PR, adikku tiba mengganggu.
  • Aku jalan jalan saat sobat temanku mengajak pergi.
  • Aku menunggu Rino di depan kampus sampai hujan reda.
  • Semenjak saya sakit sobat temanku selalu menjenguk di rumah sakit.
  • Aku mengerjakan kiprah sekolah semenjak adikku pergi bermain.
  • Pak Joko bekerja di toko kami semenjak dua tahun lalu.
  • Waktu Ibu menyapu halaman, Ayah pergi ke kantor.
  • Eni memberikanku gelang semenjak saya pindah rumah.
  • Manakala Rina datang, saya sedang memasak.
  • Sang putri merasa gembira manakala pangeran tiba ke istana.
  • Dini berjualan gorengan semenjak ibunya sakit.
  • Sementara adik belajar, Ibu memasak makan malam.
  • Selama ayah dinas keluar kota, Ibu merindukan Ayah.
Baca juga : 8 Contoh Percakapan Dua Orang di Telepon
  • Aku selalu merindukanmu selama kau disana.
  • Ibu merasa gembira tatkala saya menjadi juara umum.
  • Tatkala Susi mencurahkan isi hatinya, saya merasa sedih mendengarnya.
  • Dia memelukku seraya mengusap air mataku.
  • Seraya menentukan makanan, ia melihat tanggal kadaluarsanya.
  • Sementara saya mencuci piring, Ibu membereskan rumah.
  • Aku menyapu halaman, sementara Ibu memasak.
Inilah jenis jenis konjungsi temporal dan referensi konjungsi temporal yang sanggup saya jelaskan. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.

Friday, December 6, 2019

24 Pola Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan Dan Sindiran)

24 Contoh Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan dan Sindiran) - Sebelum menciptakan contoh pantun jenaka, sebelumnya anda harus mengetahui apa itu pantun jenaka? Pantun jenaka merupakan jenis pantun yang bertujuan untuk menghibur banyak orang yang mendengarnya. Terkadang pantun ini juga dipakai untuk menyindir namun dalam konteks yang dekat sehingga tidak ada orang yang saling tersinggung. Bahkan pantun jenaka ini akan menciptakan keadaan menjadi lebih menyenangkan. Untuk jenis pantun jenaka ada yang mempunyai contoh pantun jenaka anak, contoh pantun jenaka remaja, contoh pantun jenaka cinta, contoh pantun jenaka lucu, contoh pantun jenaka pendidikan maupun contoh pantun jenaka sindiran.
 sebelumnya anda harus mengetahui apa itu pantun jenaka 24 Contoh Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan dan Sindiran)
Sebenarnya kata jenaka itu apa? Sekarang jarang sekali ditemukan orang orang yang memakai kata jenaka. Jenaka mempunyai arti lucu. Makara pantun jenaka ialah jenis pantun yang lucu. Biasanya banyak yang menyebutnya pantun lucu, pantun gokil atau pantun humor. Kata jenaka berasal dari ancaman Melayu. Sebenarnya pantun mulai berkembang pada suku Melayu juga. Kali ini saya akan membagikan contoh pantun jenaka anak, contoh pantun jenaka remaja, contoh pantun jenaka cinta, contoh pantun jenaka lucu, contoh pantun jenaka pendidikan maupun contoh pantun jenaka sindiran. Berikut ulasan selengkapnya.


Contoh Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan dan Sindiran)

Pantun jenaka dibentuk untuk lucu lucuan serta menghibur pendengarnya. Pantun tersebut secara normal diucapkan melalui lisan disertai candaan yang menciptakan orang orang tertawa. Dengan kata kata yang rapi dan pengucapan yang pas menciptakan pantun lezat didengar dan lebih menarik. Di bawah ini terdapat beberapa contoh pantun jenaka anak, contoh pantun jenaka remaja, contoh pantun jenaka cinta, contoh pantun jenaka lucu, contoh pantun jenaka pendidikan maupun contoh pantun jenaka sindiran.
Baca juga : Pengertian dan Contoh Konjungsi Korelatif

Contoh Pantun Jenaka Anak

Contoh pantun jenaka yang pertama saya sajikan dalam bentuk anak anak. Umumnya pantun jenaka yang satu ini dipakai oleh orang bau tanah dan ditujukan untuk anak anak. Pantun ini juga sanggup dipakai sebagai sindiran maupun pengingat.

Mangga muda telah bolong.
Sukanya dipotek potek.
Masih muda sudah ompong.
Miripnya kakek kakek.

Lebar sekali daun adas.
Untuk naik daun bayam.
Makanya jangan malas.
Sikat gigi padi ataupun malam.

Selain dua contoh pantun jenaka diatas masih terdapat aneka macam contoh pantuk lucu yang ditujukan untuk anak anak. Beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut:

Ada banyak undur undur.
Carinya muter muter.
Ada anak suka tidur.
Tidurnya sambil ngiler.

Prasasti di kota Blitar.
Blitarnya sebelah sono.
Jadi anak jangan sok pintar.
Biar ditanya tidak plonga plongo.

Kini ada canda dan tawa.
Tawanya ngakak ngakak.
Ini contoh pantun jenaka.
Untuk anak anak.

Contoh Pantun Jenaka Remaja

Contoh pantun jenaka dewasa merupakan pantun lucu yang ditujukan untuk remaja. Tujuannya yaitu sama, yakni sebagai guyonan semata. Namun tidak jarang pantun jenaka ini dipakai untuk mengingatkan bahkan sebagai sindiran halus untuk para remaja.

Panas panas di kota Banjarnegara.
Kipas kipas sambil ngaca.
Bila ingin lulus sarjana.
Dengan cara suka membaca.

Pohon randu berbuah mangga.
Artinya sudah tidak benar.
Bila rindu sudah membara.
Itu tanda cinta berkibar.
Baca juga : 10 Contoh Paragraf Deduktif Beserta Pengertian
Sepeda merah.
Sepeda kuning.
Jangan marah.
Just kidding.

Jambu klutuk lezat banget.
Enaknya di borong.
Yang duduk manis banget.
Kenalan dong.

Berjalan di atas jembatan.
Airnya sudah kering.
Inget mantan sedang makan.
Air mata jatuh ke piring.

Contoh Pantun Jenaka Cinta

Selain dipakai untuk anak dan remaja, ternyata pantun jenaka juga sanggup dipakai untuk mengungkapkan perasaan seseorang. Contoh pantun jenaka cinta intinya sanggup dengan gampang kita temukan dan terbukti sanggup mengekspresikan perasaan seseorang dengan cara yang lucu.

Makan kari sambil berdiri.
Enaknya nambah lagi.
Bila kau masih sendiri.
Bolehkan saya menemani.

Lebih lezat naik Lamborjini.
Dari pada sepeda anda.
Cobalah tatap mata ini.
Ada cinta untuk anda.

Terdapat aneka macam contoh pantun jenaka cinta yang sanggup kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan. Tidak hanya contoh pantun yang saya sajikan, bahkan anda juga sanggup menciptakan contoh pantun sendiri memakai aksara orang yang hendak anda deskripsikan.

Pergi ke pasar kawasan Jogja.
Kesananya sama sama.
Bila kau dikejar cinta.
Aku siap untuk menangkapnya.

Ada malam ada pagi.
Paginya manis kayak buah duku.
Setiap malam ku bermimpi.
Bertemu gadis manis sepertimu.

Disana gunung di sini lembah.
Ditengah tengah tanahnya batu.
Betapa hatiku sangat gundah.
Memikirkan kamu.
Baca juga : Contoh Slogan Tentang Pendidikan Beserta Gambar

Contoh Pantun Jenaka Lucu

Pantun jenaka merupakan pantun yang didalamnya memuat unsur humor sehingga terdengar lucu oleh pendengarnya. Contoh pantun jenaka paling lucu sanggup anda simak dibawah ini:

Burung Perkutut.
Goyang Karawang.
Dia kentut.
Nggak bilang bilang.

Buah duku buah langsat.
Disimpan dalam lumbung padi.
Dia bau menyengat.
Karna belum mandi.

Ada mayit dalam peti.
Petinya ditambah terasi.
Gayanya ibarat selebriti.
Tapi dompetnya tak berisi.

Ayam kampung ayam sembrani.
Digoreng sangat nikmat.
Jangan sok berani.
Biar nggak dibilang nekat.

Pelangi warnanya kuning.
Tapi ada warna ungu.
Mending punya gigi kuning.
Daripada putih tapi palsu.

Contoh Pantun Jenaka Pendidikan

Dunia pendidikan merupakan bidang yang kaya akan lika liku. Disetiap lika liku pendidikan kita akan menemukan aneka macam aspek mulai dari permasalahan, hingga kesenangan bahkan kelucuan. Contoh pantun jenaka perihal pendidikan merupakan ungkapan keluacuan pendidikan yang terjadi.

Jika hendak anda melamar.
Jangan banyak hapus hapus.
Jika siswa suka belajar.
Pasti beliau akan lulus.
Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis, dan Contoh Konjungsi
Kita pergi ke Jakarta.
Naiknya bus mini.
Bangkitkan generasi muda.
Untuk membangun negeri ini.

Pergi kepesta pakai jas.
Kesana sambil bawa tas.
Jika anak semakin cerdas.
Bangsa akan berkualitas.

Ada burung didalam sangkar.
Sangkarnya berwarna ungu.
Jika anak semakin pintar.
Negaranya akan maju.

Kehutan cari mangsa.
Bawa kandang sama tali.
Wahai anak anak bangsa.
Giat berguru hingga nanti.

Contoh Pantun Jenaka Sindiran

Tidak hanya dipakai sebagai materi lawakan maupun materi bersendagurau saja, namun pantun ini juga sanggup dipakai sebagai ungkapan sindiran pada seseorang. Sisi positif dari sindiran memakai pantun jenaka yaitu kita sanggup melaksanakan sindiran tanpa melukai perasaan seseorang alasannya dalam sindiran kita terdapat unsur humor. Contoh pantun jenaka sindiran yaitu sebagai berikut:

Naik pesawat pergi ke Jerman
Dengan bahagia canda tawa
Ada orang ngakunya teman
Tapi tiba kalau ada maunya

Ada binatang
Ada raksasa
Pinjam uang 
Kok memaksa

Ada raksasa pergi ke jurang
Dikejar ular berbisa
Ada orang suka pinjam uang
Giliran dipinjami tidak bisa

Pergi kepasar beli cawan
Cawannya dijinjing ke belakang
Kayak gitu disebut kawan
Yang suka menggunjing dari belakang

Ada kaki ada lutut
ada kodok sudah mati
Lain di hati lain dimulut
Berteman kok melukai

Inilah beberapa contoh pantun jenaka yang sanggup saya bagikan dalam artikel singkat kali ini. Pada dasranya kunci utama dalam pantun ini ialah menghibur orang yang mendengarnya. Namun tidak jarang pantun jenaka juga dijadikan sebagai sindiran halus untuk seseorang. Sebagai seorang siswa maupun mahasiswa berpendidikan kita harus bisa memakai dan mengolah kata kata dengan tepat. Semoga artikel ini dapar bermanfaat dan terima kasih.

72 Tumpuan Majas Metafora Terbaik

72 Contoh Majas Metafora Terbaik - Kita sering menjumpai penggunaan majas dalam sebuah karya sastra. Majas tersebut banyak dipakai dalam penulisan novel, puisi ataupun cerpen biar nilai seninya sanggup bertambah. Majas ini juga akan menciptakan goresan pena menjadi lebih menarik dan tidak terkesan membosankan. Penggunaan majas dalam sebuah karya harus membutuhkan latihan biar terkesan lebih alami dan tidak memaksakan kata kata istilah yang digunakan. Salah satu jenis majas yang sering dipakai ialah majas metafora. Biasanya pola majas metafora ini sanggup menciptakan karya lebih alami dan menarik dikala dibaca.
Kita sering menjumpai penggunaan majas dalam sebuah karya sastra 72 Contoh Majas Metafora Terbaik
Selain majas metafora adapula jenis jenis majas lain secara umum yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas kontradiksi dan majas penegasan. Nah majas metafora ini termasuk ke dalam golongan majas perbandingan. Majas tersebut menggunakan kata kiasan didalamnya. Apakah anda mengetahui apa itu majas metafora? Majas ini banyak dipakai dalam bentuk kata kiasan dalam pelengkapan unsur unsur gaya bahasa. Majas metafora mempunyai ciri khusus yang sanggup mebedakannya dengan majas lainnya. Kali ini saya akan membagikan beberapa pola majas metafora lengkap. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.

72 Contoh Majas Metafora

Majas metafora ialah jenis majas perbandingan yang menggunakan kata yang artinya bukan bahwasanya (kata kiasan) berdasarkan perbandingan dan persamaan yang ada biar sanggup melengkapi gaya bahasanya. Majas ini mempunyai ciri khusus yaitu menggunakan kata kiasan yang artinya hampir ibarat atau sama. Dalam penggunaannya tidak menggunakan kata hubung ibarat laksana, bak, dan sebagainya, tetapi eksklusif menggunakan kata kiasan. Dibawah ini terdapat beberapa pola majas metafora yang saya sajikan untuk anda.
  • Genersi muda merupakan tunas bangsa yang akan merubah negeri ini.
  • Si mahir merah berhasil melahap habis semua bangunan pasar di kota Tangerang.
  • Sejak anak masih kecil harus diajarkan dengan perilaku rendah hati.
  • Dalam menghadapi ujian hidup yang ada, seharusnya kita mempunyai perilaku lapang dada.
  • Kutu buku ialah julukan untuk orang yang menggunakan beling mata dan culun.
  • Senyummu seindah embun pagi yang menyegarkan jiwa.
  • Untuk menjadi anak emas disekolah harus selalu ulet belajar.
  • Setiap orang renta selalu mengasihi buah hatinya,
  • Kehidupan dunia yang keras dan kejam menciptakan perempuan itu berprofesi sebagai kupu kupu malam demi menambah penghasilannya.
Baca juga : Contoh Majas Personifikasi Beserta Penjelasan
  • Berdebat dengan kepala kerikil akan sia sia saja, alasannya ialah ia akan kukuh dan sulit untuk mendapatkan pendapat orang lain.
  • Membaca ialah jendela dunia yang akan menerangi seluruh penjuru dunia.
  • Guru ialah jagoan tanpa tanda jasa yang akan mencerdaskan anak bangsa.
  • Orang yang selesai jalan jalan biasanya membawa oleh-oleh bagi orang orang yang disayanginya.
  • Wajahnya sungguh cantik, pantas saja ia dijuluki bunga desa.
  • Ayah ialah tulang punggung bagi keluarganya.
  • Internet ialah gudang ilmu modern yang sanggup membantu semua orang dalam mencari info yang dibutuhkan.
  • Anak ialah harta karun bagi orang tuanya yang harus dijaga dan disayangi kapan saja.
  • Bima mendapatkan juara nasional dalam Olimpiade puisi, maka dari itu ia dijuluki bintang kelas.
  • Koruptor ialah sampah masyarakat yang telah mencuri hak miliki orang lain.
  • Dewi malam menciptakan malamku menjadi lebih indah.
  • Dialah yang menjadi cuilan jiwaku yang tak akan tergantikan.
  • Raja malam telah mulai mencari mangsanya.
  • Raja hutan telah menandai kawasan kekuasaannya.
  • Banyak tikus berdasi yang ada di negara ini.
  • Jadilah bunga bangsa yang membanggakan dengan cara perbanyaklah belajar.
  • Setiap penjahat selalu mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya.
  • Tangisan awan selalu tiba melanda Jakarta.
  • Raja siang mulai berdiri dari Timur.
  • Dia terlihat mati kutu dikala tertangkap berair mencuri.
  • Wanita ialah tulang rusuk bagi laki laki.
  • Artis itu sedang naik daun alasannya ialah prestasinya.
  • Janganlah bermuka dua biar tidak dibenci orang lain.
  • Makanan tanggal renta anak kos ialah mie instan.
  • Karena kebaikannya, Rina menjadi buah bibir tetangga tetangganya.
  • Hindari perilaku ringan tangan biar tidak menyakiti orang lain.
Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi
  • Hati hati dengan tangan panjang yang berada di sekitar kita.
  • Bulan Januari merupakan anak bawang yang menciptakan kantor terasa berat.
  • Rasanya berat hati meninggalkan dirimu sendirian disini.
  • Anak itu selalu cari muka di depan orang lain.
Selain pola majas metafora diatas, masih banyak lagi pola contoh lainnya. Berikut pola majas metafora lainnya :
  • Pak Dino melaksanakan basuh tangan atas kasus penipuan yang terjadi.
  • Kasus korupsi itu jadinya di masukkan ke mea hijau.
  • Ia unjuk gigi dalam pertandingan lari estafet.
  • Usahanya hingga bangkrut akhir persaingan yang ketat.
  • Tutup mulutlah biar masalahnya tidak semakin besar.
  • Akibat konsernya yang gagal, Ani hanya sanggup gigit jari.
  • Laki laki hidung belang harus diberi pelajaran biar tidak ibarat itu lagi.
  • Ketika kesulitan datang, jangan kecil hati dan teruslah berjuang.
  • Jadilah orang yang berjiwa besar dimanapun dan kapanpun.
  • Ia kasihan sekali alasannya ialah hidup sebatang kara di jalanan yang sepi itu.
  • Angin itu membabi buta tanpa menghiraukan sekitarnya.
  • Bagi para perempuan berhati hatilah dengan buaya darat.
  • Orang yang masuk ke daftar hitam disebut orang jahat.
  • Rini termasuk anak dari keluarga darah biru.
  • Hindari perilaku gelap mata apabila mempunyai harta.
  • Kabar angin yang terdapat di masyarakat menciptakan banyak orang menjadi resah.
Baca juga : Jenis Jenis Prosa Lama dan Prosa Baru
  • Orang yan berhasil tidak akan lupa daratan dari mana ia mendapatkannya.
  • Orang yang kaya biasanya mempunyai perilaku tebal hati.
  • Jangan berpangku tangan dengan kewajiban yang ada.
  • Gadis itu bermulut harimau, jadi tidak banyak yang menyukainya.
  • Laki laki itu bermain mata untuk mendapatkan hati perempuan manis didepannya.
  • Roni merupakan kaki tangan dari manajer perusahaannya.
  • Pahlawan Indonesia telah gugur di medan perang.
  • Wanita itu murah hati terhadap orang disekitarnya.
  • Dalam perdebatan itu, Lina ikut angkat bicara.
  • Akal bulus laki laki itu menyesatkan semua wanita.
  • Seorang pemimpin haruslah adil dan tidak berat sebelah dalam menciptakan keputusan.
  • Aliran itu mencuci otak setiap penganutnya.
  • Buku putih milik pendeta dihentikan di buka oleh orang sembarangan.
  • Dina dijuluki orang berkepala udang.
Berdasarkan pola contoh majas metafora diatas terdapat kata kata kiasan yang mempunyai arti sama dan sebanding dengan objek lain. Majas metafora ini dipakai untuk menciptakan nama lebih indah dan julukan unsur puitisnya lebih tersusun rapi.

Inilah beberapa pola majas metafora yang sanggup saya bagikan. Majas ini mempunyai ciri khusus yaitu menggunakan kata kata kiasan yang mempunyai arti yang hampir sama dengan objek tersebut. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

Thursday, December 5, 2019

20 Pola Pantun Nasehat (Anak, Orang Tua, Belajar, Dan Agama)

20 Contoh Pantun Nasehat (Anak, Orang Tua, Belajar, dan Agama) - Pantun sanggup dikategorikan menjadi beberapa jenis menyerupai pantun jenaka, pantun nasehat, pantun teka teki dan sebagainya.  Salah satu jenis pantun yang tidak kalah menarik ialah pantun nasehat. Banyak sekali pola pantun nasehat yang mempunyai amanat atau pesan moral tersendiri bagi pembacanya. Pantun ini mempunyai beberapa pola menyerupai pola pantun nasehat anak, pola pantun nasehat orang tua, pola pantun nasehat berguru dan pola pantun nasehat agama. Keempat pola pantun tersebut mempunyai ciri yang sama yaitu didalamnya terdapat pengajaran yang sanggup diambil. Pantun nasehat juga dikenal sebagai pantun yang mendidik, lantaran berkhasiat dalam memberikan pesan moral bagi masyarakat sekitar.
Pantun sanggup dikategorikan menjadi beberapa jenis menyerupai pantun jenaka 20 Contoh Pantun Nasehat (Anak, Orang Tua, Belajar, dan Agama)
Contoh pantun nasehat atau pantun bimbing sanggup diberikan dari orang renta ke anak, dari guru ke muridnya, dari pemimpin ke bawahannya dan sebagainya. Semua hal tersebut sanggup dikemas menjadi sebuah pantun yang mendidik. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa pola pantun nasehat anak, pola pantun nasehat orang tua, pola pantun nasehat belajar, dan pola pantun nasehat agama. Langsung saja sanggup anda simak di bawah ini.

Contoh Pantun Nasehat (Anak, Orang Tua, Belajar, dan Agama)

Pantun ialah jenis puisi usang yang mempunyai makna luas dan biasanya lebih terkenal sebagai karya sastra puisi lama. Pantun mempunyai susunan empat baris. Setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 kata. Pantun tersebut mempunyai pola yaitu a-b-a-b ataupun a-a-a-a. Selain itu pantun tidak dianjurkan untuk mempunyai pola sajak a-b-b-a atau a-a-b-b. Semua pantun, baik pola pantun nasehat ataupun jenis pantun lain, dulunya berasal dari karya sastra lisan. Tetapi seiring berkembangnya jaman, pantun tersebut bermetamorfosis bentuk tulisan. Pantun mempunyai ciri khusus yaitu didalamnya tidak mempunyai nama pengarang atau penulisnya. Hal tersebut lantaran pantun penyebarannya melalui media lisan. Pembuatan pantun dari jaman dahulu hingga kini tidak mencantumkan nama pengarang atau penulisnya. Dibawah ini terdapat beberapa pola pantun nasehat anak, orang tua, berguru dan agama.

Contoh Pantun Nasehat Anak

Contoh pantun nasehat yang pertama ialah kategori anak. Kategori ini cocok untuk anak anak SD, SMP, Sekolah Menengah kejuruan dan sederajat. Hal ini dikarenakan mempunyai manfaat yang baik dalam membangkitkan semangat berguru mereka, serta didalamnya juga terdapat imbuhan pantun jenaka yang menghibur. Imbuhan tersebut bertujuan semoga pantun tidak terkesan membosankan dan mengakibatkan semangat lebih berkobar. Anda sanggup menciptakan pola pantun nasehat yang indah dengan menambahkan kata mutiara perihal ketulusan diberbagai bidang. Jenis pantun nasehat sangat diharapkan dalam melatih mental anak semoga lebih gampang bergaul fengan sahabat lain.
Baca juga: Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi
Jika anda merasa malas belajar, maka sanggup mengingat pola pantun nasehat ini. Dengan kata lain kita berharap semoga generasi muda mempunyai semangat yang tinggi. Berikut beberapa pola pantun nasehat anak:

Angan angan di langit biru
Birunya menyerupai buku
Hanya iman dan ilmu
Yang menilai derajatmu

Ada ular bersisik sisik
Sisiknya sangat bahaya
Lakukan nasehat yang baik
Agar hidup sanggup bahagia
Baca juga: 24 Contoh Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan dan Sindiran)
Jalan jalan sama rombongan
Perginya dari pagi
Ilmu bukanlah kesomboongan
Dipelajari semoga rendah hati

Seperti yang kita ketahui bahwa pantun nasehat untuk anak berisikan banyak sekali nasehat secara tersirat yang terjadi dalam kehidupan sehari hari. Selain pola pantun nasehat untuk anak diatas masih terdapat banyak sekali pola pantung yang sanggup kita cari dan temukan di banyak sekali media baik media cetak maupun elektronik.

Orang orang ikut rapat
Rapatnya gres dan luas
Jika ingin ilmu bermanfaat
Pergilah ke guru dengan ikhlas

Ada ayam kehilangan bulu
Bulunya kemana mana
Jika ingin senang selalu
Raihlah ilmu apa adanya

Contoh Pantun Nasehat Orang Tua

Contoh pantun nasehat selanjutnya ialah kategori orang tua. Pantun nasehat orang renta ialah jenis pantun nasehat dari orang renta kepada anaknya. Namun sebuah nasehat terkadang tidak sanggup eksklusif dipahami oleh sang anak. Maka dari itu kita memerlukan cara lain yang lebih gampang dan baik. Selain itu, nasehat yang diberikan juga tidak menyinggung perasaan anak dan lebih gampang masuk serta dipahami dengan baik. Nasehat tersebut sanggup diwujudkan dalam bentuk pantun namun tetap menghibur. Dengan begitu nasehat yang terdapat didalamnya sanggup gampang dipahami oleh anak, orang tua, guru dan sebagainya. Dibawah ini terdapat pola pantun nasehat orang tua.

Ibu Ibu membeli jamu
Jamunya banyak harga
Hormatilah ibumu
Karena Ibu pintu ke surga

Masak nasi tambah cuka
Cukanya dari mamat
Lihatlah anak durhaka
Tersiksa didunia dan akhirat

Pergi ke sawah menanam padi
Kesana tanpa beralas
Tanamlah budi
Dan jangan meminta balas

Orang renta merupakan salah satu orang yang wajib dihormati. Sebagai seorang anak maupun orang yang lebih muda kita harus pandai pintar mengolah kata dalam berbicara dengan orang renta semoga tidak menyinggung perasaan mereka. Untuk memperlihatkan saran maupun nasehat pada orang yang lebih renta juga harus memakai bahasa yang sopan dan santun. Kita sanggup memakai pola pantun nasehat untuk orang renta untuk memperlihatkan nasehat secara tidak langsung.

Harta emas dari berlayar
Masak nasi pakai elpiji
Hutang emas sanggup dibayar
Hutang akal di bawa mati

Ada udang di balik batu
Batunya raksasa
Kasih sayang ibu
Sepanjang masa

Contoh Pantun Nasehat Belajar

Contoh pantun nasehat selanjutnya ialah kategori belajar. Belajar ialah kewajiban semua anak, namun terkadang para anak kehilangan semangat belajarnya. Semangat tersebut sanggup naik ataupun turun tergantung kondisi belajar. Maka dari itu kita harus menciptakan alternatif berguru yang lebih menyenangkan. Dengan begitu semangat akan meningkat dan anak sanggup lebih cerdas. Salah satu alternatif berguru menyenangkan ialah disajikan dalam bentuk pantun. Berikut beberapa pola pantun nasehat belajar:

Raja siang telah tiba
Mengawali hari harimu
Dengarlah wahai ananda
Belajar ialah kiprah utamamu

Ayam jawa ayam kalkun
Disajikan dengan nampan
Belajar dengan tekun
Membawa kebahagiaan masa depan

Ada talas besar berjajar jajar
Dibawa ke pasar Rara
Waktu kecil malas belajar
Waktu besar akan sengsara

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan selagi kita masih muda. Tidak hanya kaum muda saja, namun dikala kita beranjak renta kita juga diharuskan untuk tetap belajar. Hal ini disebabkan lantaran berguru merupakan proses keberlangsungan dari kita lahir hingga kita mati. Namun sebagian orang masih merasa malas untuk belajar, pola pantun nasehat untuk berguru ini sanggup membantu kita mengingatkan orang untuk tetap semangat dalam belajar.

Poho Kweni berjajar jajar
Daunnya tidak dimakan
Jika kau rajin belajar
Manfaatnya sanggup kau rasakan

Matanya sayu sayu
Karena kurang tidurnya
Orang yang berilmu
Akan gampang hidupnya

Contoh Pantun Nasehat Agama

Contoh pantun nasehat yang terakhir ialah kategori agama. Pantun nasehat agama ialah media nasehat dalam mengingatkan dan mengajak kebaikan beragama. Jenis pantun ini juga banyak dipakai untuk sarana dakwah. Ilmu agama merupakan ilmu yang utama lantaran sanggup menciptakan insan hidup bahagia, baik dunia maupun akhirat. Berikut beberapa pola pantun nasehat agama:

Cahaya mentari sangat hangat
Hangatnya sangat menyengat
Belajar dengan semangat
Ditambah dengan niat

Menulis pakai daun lontar
Daunnya berbisik bisik
Belajar bukan sekedar menjadi pintar
Namun mengakibatkan diri lebih baik

Agama merupakan kepingan dari spiritual manusia, sebagai seorang insan beradab tentunya kita mempunyai keyakinan adanya Tuhan (Allah). Untuk tetap mengingatkan dan memperlihatkan nasehat pentingnya agama dalam kehidupan kita sanggup memakai pola pantun nasehat perihal agama menyerupai dibawah ini.

Kami tiba dengan teman
Bawanya kerikil akik
Al Alquran yakni pedoman
Menjadi pribadi lebih baik

Banyak nila di dalam kolam
Kolamnya ditambah tiram
Bila ilmu lebih dalam
Menjadikan hati lebih tentram

Aku cinta kamu
Mengharap ada balas
Bila hati di penuhi ilmu
Jiwa besar pikiran luas

Inilah beberapa pola pantun nasehat anak, pola pantun nasehat orang tua, pola pantun nasehat belajar, dan pola pantun nasehat agama yang sanggup saya bagikan. Pantun nasehat ialah jenis pantun yang didalamnya terdapat pesan moral dan penyajiannya ditambahkan dengan pantun jenaka semoga lebih menyenangkan. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.

Wednesday, December 4, 2019

28 Pola Pantun Teka Teki Beserta Jawabannya

28 Contoh Pantun Teka Teki beserta Jawabannya - Pantun merupakan karya sastra yang sudah tidak aneh lagi untuk kita. Karya sastra pantun memakai kata yang berjajar disetiap baitnya serta terdapat makna tertentu didalamnya. Pantun ialah salah satu jenis puisi usang yang mempunyai kaitannya dengan hukum jumlah kosa kata disetiap baris, persajakan dan jumlah baris yang disetujui dalam satu bait. Biasanya pantun mempunyai sajak a-b-a-b ataupun a-a-a-a. Pantun ini sanggup dibagi menjadi pantun teka teki, pantun jenaka, pantun nasehat, dan sebagainya. Setiap jenis pantun mempunyai pola yang berbeda. Salah satunya ialah pola pantun teka teki yang harus kita cari jawabannya.
 Contoh Pantun Teka Teki beserta Jawabannya 28 Contoh Pantun Teka Teki beserta Jawabannya
Pantun teka teki juga termasuk ke dalam permainan karya sastra. Pantun tersebut mempunyai ciri ciri yang isinya berupa pertanyaan menarik yang harus kita cari jawabannya. Untuk pertanyaannya terdapat di bab selesai pantun dan secara tersirat. Jenis pantun teka teki memang tergolong unik alasannya yaitu menciptakan seseorang berpikir untuk memperoleh tanggapan yang benar. Namun fungsi utama pantun teka teki ialah hiburan. Pantun ini akan menciptakan pikiran kita terasah dengan bahasa kisarannya. Kali ini saya akan membagikan beberapa pola pantun teka teki beserta jawannya. Langsung saja sanggup anda simak di bawah ini.

28 Contoh Pantun Teka Teki beserta Jawabannya

Sudah saya jelaskan diatas bahwa pantun teka teki memakai kata kisaran dan bersifat menghibur. Selain mengasah pikiran anda, pantun ini juga menciptakan hiburan tersendiri. Berikut beberapa pola pantun teka teki beserta jawabannya:

Kalau nyoya punya bandana
Ambil saja dikepala
Kalau nyonya bijaksana
Hewan apa yang ekornya di kelapa?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Gajah)
Baca juga : 20 Contoh Pantun Nasehat (Anak, Orang Tua, Belajar, dan Agama)

Kalau nyoya punya bandana
Ikatkan saja disini
Kalau nyonya bijaksana
Hewan apa yang tanduknya di kaki?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Ayam Jantan)

Kalau nyoya punya bandana
Ikatkan saja dibawah lutut
Kalau nyonya bijaksana
Hewan apa yang tanduknya di mulut?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Nyamuk)

Berlayar ke kota Pandan
Bawanya kuliner betutu
Lebar kepala daripada badan
Cobalah tebak apa itu?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Ikan Pari)

Ada landak naik burung dara
Terbang di sisi taman Kayangan
Cobalah tebak wahai saudara
Makin berisi semakin ringan?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Balon)

Kawan mitra jaketnya hitam
Ada gambar beruang tebu
Hewan apa berdarah hitam
Berjanggut delapan bertulang satu?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Ikan Sotong)

Pada dasarnya pola pantun teka teki dan jawabannya sanggup dengan gampang kita temukan di media masa ibarat koran maupun majalah anak. Pantun ini umumnya dipakai untuk menghibur anak anak dengan pantun sebagai media penghantar teka teki. tentunya setiap pantun teka teki mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda beda diadaptasi dengan sasaran pembacanya.

Badak bertanduk terjatuh lumpuh
Lumpuh dibagian mulut
Hewan apa duduk bersimpuh
Merayap di sepanjang paya rumput?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Penyu)
Baca juga : 24 Contoh Pantun Jenaka (Anak, Remaja, Cinta, Lucu, Pendidikan dan Sindiran)
Awan dipandang malah berkabut
Menuju area rawa
Terbangnya kalang kabut
Menuju kaum bernyawa?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Lalat)

Ada landak bersama burung dara
Terbang melayang ke angkasa
Cobalah tebak wahai saudara
Layang layang gagah perkasa?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Kapal Terbang)

Kerudung di kepala
Dipakai Rina dirumahnya
Tepung diaduk dengan kelapa
Di beri gula jawa ditengahnya?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Kue Lompang/Malaka)

Kalau nyoya punya bandana
Ikatkan saja di kerudung
Kalau nyonya bijaksana
Hewan apa yang tanduknya di hidung?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Badak)

Ada tuan laksamana
Pakaian luar dengan gagahnya
Kalau tuan bijaksana
Biji diluar apa buahnya?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Buah Jambu Mete)

Batu dibungkus bukan makanan
Membuat orang tertawa tawa
Sesuatu di tanam bukan tanaman
Cobalah tebak itu apa?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Jenazah)

Anak kancil warnanya hitam
Pakaiannya besar dan berkerah
Masih kecil bajunya hitam
Sudah besar bajunya merah?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Cabe merah)

Bersenang bahagia beriang hati
Berlayar hingga petang nanti
Mainnya diikat sesuka hati
Dilempar hidup dipegang mati?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Gasing)
Baca juga : 72 Contoh Majas Metafora Terbaik
Anak bandel namanya Budi
Badannya gagah tak bernyali
Hilang nalar berhutang budi
Apa buah yang tak bertangkai?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Buah hati)

Badannya kurus dan berkutu
Giginya tajam dan berkuku
Badannya lurus matanya satu
Ekornya tajam apa itu?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Jarum)

Tuan muda membeli tikar
Anyaman tikarnya dari Padang
Kalau tuan mengakui pintar
Apa ular yang membelit pinggang?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Ikat pinggang)

Pokoknya ada kunang kunang
Kadang warnanya kuning
Bentuk buahnya ibarat bintang
Jika matang warnanya kuning?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Belimbing)

Buah naga masuk kardus
Kardusnya dipijak pijak
Ibunya dielus elus
Anaknya diinjak injak?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Tangga)

Kerja keras bersusah payah
Dapatnya hidangan siap saji
Gajah putih tengah rumah
Layarnya mengembang dimalam hari?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Tirai/Kelambu)

Ikan teri berenang disungai
Sungainya dalam dan banyak kura kura
Kalau tuan orang pandai
Apa benda yang makannya dua cara?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Gergaji)
Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis, dan Contoh Konjungsi
Cari gula pergi ke kedai
Belinya satu tanduk
Jika ia orang pandai
Makin berisi makin menunduk?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Padi)

Kalau tuan punya lencana
Adanya diatas kepala
Kalau tuan Bijaksana
Binatang apa tanpa kepala?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Yuyu/Kepiting)

Banyak rakyat yang jelata
Kurangnya kuliner serumpun
Makannya berpengaruh tak terkira
Kenyangnya hingga bertimbun?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Api)

Orang masih terseret seret
Bagaikan anjing liar
Orang putih duduknya sederet
Pagarnya didalam tebingnya di luar?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Gigi)

Ada mitra baik sekali
Baiknya turun temurun
Kalau tuan cendekia sekali
Apa yang suka naik tapi tak turun?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Umur)

Buah duku jatuhnya banyak
Tapi resek karna dikasih sapi
Ibunya satu anaknya banyak
Jika digesek berapi api?
(Jawaban pola pantun teka teki diatas : Korek api)

Inilah beberapa pola pantun teka teki yang sanggup saya bagikan. Kunci utama pembuatan pantun teka teki ialah berupa pertanyaan dan bersifat menghibur. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.

Monday, December 2, 2019

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan - Karya sastra bahasa Indonesia sanggup dibagi menjadi beberapa jenis menyerupai novel, cerpen, puisi dan masih banyak lagi. Salah satunya ialah karya sastra berupa novel. Apakah anda pernah membaca novel? Membaca novel dengan setulus hati dan mamahami makna didalamnya akan membuat kita terbawa kedalam dongeng tersebut. Bahkan seolah olah kita sanggup mencicipi kejadiannya secara langsung. Terkadang dongeng novel tersebut sanggup menyentuh hati pembacanya. Semua hal tersebut bekerjasama dengan unsur intrinsik novel maupun unsur ekstrinsik novel.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan
Novel ialah karya sastra yang termasuk kedalam bentuk prosa dengan alur dongeng yang panjang. Novel tersebut membutuhkan unsur pembangun yang mempunyai kegunaan membuat dongeng lebih menarik. Sebuah novel dikatakan cantik apabila pembuatannya cermat dan prosesnya panjang. Pembuatan novel ini berawal dari kerangka dasar hingga proses penulisan naskahnya. Proses dasar yang paling penting ialah unsur pembangun novelnya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Beserta Penjelasan

Novel mempunyai unsur unsur pembangunnya sendiri yang mencakup unsur unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel. Kedua unsur tadi mempunyai kriteria dan bab yang berbeda beda dalam sebuah novel. Namun kedua unsur tadi saling bekerjasama untuk membangun dongeng novel supaya lebih menarik. Dengan kata lain unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel mempunyai kegunaan untuk membangun kualitas dari karya sastra tersebut. 

Unsur Instrinsik Novel

Unsur intrinsik novel ialah unsur pembangun novel yang paling utama. Unsur ini merupakan unsur yang terdapat dalam dongeng novel. Unsur intrinsik novel sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Setiap unsur tersebut mempunyai porsinya masing masing dalam dongeng novel. Berikut klarifikasi mengenai jenis jenis unsur intrinsik novel:

Tema
Unsur intrinsik novel yang pertama ialah tema. Tema ialah gagasan dan inspirasi dongeng novel yang utama. Tema tersebut berisi perihal citra luas perihal kisah yang ada dalam dongeng novel. Dengan kata lain sebelum membuat sebuah novel, anda harus memilih tema yang tepat. Penentuan tema ini akan memilih hasil ceritanya juga.

Penokohan atau Tokoh
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah penokohan atau tokoh. Tokoh ialah seseorang atau pemain film yang terdapat dalam dongeng novel. Untuk penokohan atau karakteristiknya berupa sifat dan tabiat tokoh dalam dongeng tersebut. Tokoh dalam dongeng novel sanggup dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan karakternya yaitu :

Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh protagonis ialah tokoh utama yang merupakan sentra perhatian dalam novel. Tokoh tersebut mempunyai huruf yang baik namun selalu memperoleh masalah.

Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis juga termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh antagonis ialah pemain film atau seseorang yang bermusuhan dengan tokoh protagonis. Tokoh ini mempunyai huruf yang selalu membuat konflik. jelek dan tidak bersahabat.

Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis juga termasuk unsur intrinsik novel kategori tokoh. Tokoh tritagonis ialah tokoh dalam dongeng novel yang bertugas sebagai penengah antara tokoh antagonis dengan tokoh protagonis. Tokoh tritagonis mempunyai huruf yang netral, sanggup berpihak pada tokoh antagonis ataupun protagonis. Namun jikalau kedua tokoh tadi mempunyai konflik, maka tritagonis yang akan melerai keduanya. 
Untuk penggambaran tokoh dalam unsur intrinsik novel ini ditampilkan dengan cara yang berbeda beda. Pengarang novel sanggup menggambarkannya melalui cara cara di bawah ini :
  • Digambarkan dalam bentuk lahiriah, contohnya cara berpakaian, keadaan fisik, tingkah laris dan lain lain.
  • Digambarkan melalui jalan pikiran tokohnya.
  • Digambarkan melalui reaksi tokoh mengenai kejadian atau hal hal tertentu.
  • Digambarkan melalui keadaan sekitar maupun lingkungan tokoh.

Alur atau Plot
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah alur atau plot. Alur atau plot ialah sekumpulan kejadian yang membentuk jalan dongeng dalam sebuah novel. Alur novel sanggup dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

Alur Maju atau Progresif
Alur maju termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur progresif ialah jenis alur yang kejadiannya bergerak secara urut dan jalan ceritanya rapi, mulai dari awal dongeng hingga simpulan cerita. Alur maju ini pada umumnya dipakai dalam novel biografi ataupun autobiografi.

Alur Mundur atau Regresif
Alur mundur termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur regresif ialah jeni alur yang kejadiannya bergerak secara terbalik atau berasal dari kejadian yang telah berlalu. Untuk dongeng yang memakai alur mundur biasanya tidak memakai awalan pengantar. 

Alur Campuran
Alur adonan termasuk kedalam unsur intrinsik novel kategori alur. Alur adonan ialah gabungan dari alur maju dan alur mundur, tetapi jalan ceritanya tidak rapi dan acak. Biasanya alur adonan dipakai untuk pembuatan novel novel fantasi maupun novel misteri.

Dibawah ini terdapat beberapa tahapan alur dalam unsur intrinsik novel sebelum menjadi sebuah dongeng yang menarik.
  1. Eksposisi atau Pengenalan ialah tahap dimana pengarang memperkenalkan tokoh, huruf dan lingkungan tokoh dalam dongeng novel.
  2. Konflik atau Pertentangan ialah tahap dimana tokoh mengalami konflik atau masalah, baik dengan tokoh antagonis, diri sendiri, tokoh lain, ataupun dengan lingkungan daerah tinggalnya sendiri.
  3. Peningkatan Konflik ialah tahap dimana problem semakin besar dan melebar, sehingga sanggup menjadikan konflik dengan beberapa tokoh sekaligus.
  4. Klimaks atau Puncak Konflik ialah tahap dimana konflik semakin memuncak dan semakin tegang sehingga menjadikan hal hal yang tak terduga oleh pembaca.
  5. Antiklimaks atau Penurunan Konflik ialah tahap dimana problem mulai mereda.
  6. Ending ialah tahap simpulan dalam penyelesaian masalah, sehingga konflik yang terjadi dalam tokoh benar benar terselesaikan. Untuk penyelesaiannya sanggup berupa happy ending (akhir bahagia) maupun sad ending (akhir sedih).

Setting atau Latar
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah setting atau latar. Setting atau latar ialah latarbelakang waktu dan daerah terjadinya kejadian yang dialami tokoh dalam dongeng novel. Latar tersebut merupakan unsur pembangun yang terpenting dalam membuat suasana dongeng novel. Setting atau latar novel sanggup dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Waktu
Waktu termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Waktu ialah masa ketika dongeng sedang terjadi atau berlangsung. Latar waktu tersebut sanggup dijelaskan secara terperinci maupun secara garis besar saja. Contoh penggambaran secara garis besar yaitu isu terkini hujan, malam hari, isu terkini kemarau, hari minggu, siang hari dan lain lain.

Tempat
Tempat termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Tempat ialah lokasi terjadinya dongeng atau berlangsungnya cerita. Latar daerah tersebut sanggup dijelaskan secara khusus ataupun umum. Contoh penggambaran umum yaitu di Stadion, di terminal Jogja, dan lain lain. Sedangkan referensi penggambaran khusus yaitu di rumah Nina, di ujung jalan Melati dan lain lain.

Suasana
Suasana termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Suasana ialah keadaan latar dan emosi kuat yang menyeluruh. 
Sosial Budaya
Sosial budaya termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Sosial budaya ialah latar pergaulan dalam status sosial. Latar ini berkaitan erat dengan latar daerah alasannya yaitu ada hubungannya dengan daerah bergaul.

Keadaan Lingkungan
Keadaan lingkungan termasuk unsur intrinsik novel kategori latar. Latar ini menceritakan konflik batin yang dialami oleh tokoh melalui dampak lingkungan sekitarnya.

Sudut Pandang atau Poin of View
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah sudut pandang atau point of view. Sudut pandang ialah cara pandang seorang pengarang dalam menempatkan dirinya dalam sebuah dongeng novel. Sudut pandang sanggup dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Sudut Pandang Orang Pertama (Pelaku Utama)
Sudut pandang orang pertama (pelaku utama) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh utama dalam cerita. Maka dari itu jalan ceritanya berasal dari pengalaman yang pernah dialami oleh pengarang. Biasanya sudut pandang orang pertama (pelaku utama) memakai kalimat aktif serta kata ganti pengarang menyerupai "Saya" maupun "Aku".

Sudut Pandang Orang Pertama (Pelaku Sampingan)
Sudut pandang orang pertama (pelaku sampingan) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh diluar cerita. Jalan ceritanya digambarkan berdasarkan pengungkapan jawaban ataupun pencerita dari tokoh utamanya. Pengarang mempunyai kiprah ganda dalam sudut pandang ini. Tetapi kiprah sebagai penceritanya lebih terbatas.

Sudut Pandang Orang Ketiga (Serba Tahu)
Sudut pandang orang ketiga (serba tahu) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang memerankan tokoh utama dan pencipta sekaligus. Pengarang tersebut sanggup membuat, melaksanakan obrolan antar tokoh, mengarahkan dan mengomentari jalannya cerita. Disini pengarang mempunyai posisi paling bebas.

Sudut Pandang Orang Ketiga (Pengamat)
Sudut pandang orang ketiga (pengamat) termasuk unsur intrinsik novel kategori sudut pandang. Dalam sudut pandang ini pengarang bertugas sebagai pengamat dongeng saja. Maka dari itu pengarang akan memberikan apa yang dirasakan, dilihat dan didengarnya. Setelah itu akan disimpulkan menjadi sebuah cerita. Walaupun pengarang berperan dalam dongeng namun posisinya terbatas.

Gaya Bahasa
Unsur intrinsik novel selanjutnya ialah gaya bahasa. Gaya bahasa ialah corak pemilihan bahasa yang akan dipakai penulis dalam membuat dongeng novel. Gaya bahasa biasanya membuat suasana dan nada mengajak. Selain itu mempunyai kegunaan untuk memilih obrolan yang sanggup menjelaskan interaksi dan kekerabatan antar tokoh cerita.

Amanat
Unsur intrinsik novel yang terakhir ialah amanat. Amanat ialah pesan moral dalam novel yang diberikan pengarang untuk pembacanya.  Amanat tersebut ditulis secara tersurat maupun tersirat. Tersurat ialah amanat yang disampaikan secara eksklusif oleh pengarang sehingga pembaca sanggup menemukannya langsung. Sedangkan tersirat ialah amanat yang disampaikan secara tidak eksklusif oleh pengarang sehingga pembaca tidak sanggup menemukannya langsung. Dalam sebuah karya sastra, unsur amanat inilah yang paling penting. Amanat tesebut sanggup berupa ajakan, protes, kritik sosial, nasehat, dan lain lain.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang membangun sebuah novel. Unsur tersebut tidak sanggup ditemukan dalam novel. Walaupun unsur ekstrinsik berasal dari luar novel namun tetap kuat dalam karya ini. Dibawah ini terdapat beberapa unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya.
Unsur Biografi
Unsur ekstrinsik novel yang pertama ialah unsur biografi. Unsur biografi ialah unsur mengenai latar belakang pengarang, contohnya latar belakang keluarga, lingkungan, daerah tinggal, pendidikan, dan lain lain. Latar belakang tersebut sangat penting dalam menulis novel, contohnya jikalau latar belakang penulis berasal dari keluarga miskin maka biasanya akan membuat novel yang mempunyai dongeng yang menyentuh hati pembacanya.

Unsur Sosial
Unsur ekstrinsik novel selanjutnya ialah unsur sosial. Unsur sosial ialah jenis unsur yang berkaitan dengan keadaan masyarakat disaat novel dibuat. Misalnya pembuatan novel terjadi dimasa Orde Baru. Saat itu pemerintah dalam keadaan acak acakan dan kacau, maka novel dibentuk dengan maksud menyindir.

Unsur Nilai
Unsur ekstrinsik novel yang terakhir ialah unsur nilai. Unsur nilai bekerjasama dengan ekonomi, sosial, pendidikan, susila istiadat, politik, seni, aturan dan lain lain. Nilai yang terdapat dalam novel tersebut merupakan daya tarik tersendiri untuk pembaca. Bahkan cukup menghipnotis baik atau tidak dari dongeng novel tersebut.

Inilah klarifikasi mengenai unsur intrinsik novel dan unsur ekstrinsik novel. Kedua unsur ini sanggup bertugas sebagai pembangun dongeng novel supaya lebih menarik. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.