Friday, October 4, 2019

Sumber Dana Jangka Menengah Dan Contohnya

Sumber dana jangka menengah yakni sumber pendanaan perusahaan yang pengembaliannya berjangka waktu maksimal 5 tahun dan lebih dari satu tahun.

Sumber dana jangka menengah diambil oleh administrasi keuangan perusahaan alasannya adanya kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi jikalau memakai instrumen sumber pendanaan jangka pendek, tetapi juga berlebihan jikalau memakai pendanaan jangka panjang.

Contoh sumber dana jangka menengah yakni leasing, term loan, dan equipment loan.

Sebenarnya istilah jangka menengah, jangka pendek maupun jangka panjang hanyalah sebatas istilah saja.

Ada yang beropini sumber keuangan perusahaan yang berjangka waktu dibawah lima tahun masih merupakan sumber dana jangka pendek, bukan jangka panjang.

Ada juga yang yang menyebut bahwa sumber dana yang berjangka waktu diatas 3 tahun yakni pendanaan jangka panjang.

Banyak pihak yang berbeda dalam mengelompokkan sumber dana.

Namun yang paling penting yakni bahwa sumber dana yang dimaksud bisa memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan.

Manajemen tidak akan mempermasalahkan sebuah opsi pendanaan pengelompokkan kedalam sumber dana jangka panjang atau tidak.

.....Tidak masalah, hanya sebatas istilah saja.

Baca juga : Sumber Dana Jangka Pendek

Sumber dana jangka menengah yakni sumber pendanaan perusahaan yang pengembaliannya berjan Sumber Dana Jangka Menengah dan Contohnya
sumber dana jangka menengah | img source: shareicon.net

1. Leasing | Sewa Guna Usaha

Leasing yakni alternatif pendanaan yang berbentuk sewa aset.

Pemilik aset akan menyewakan aset yang dimilikinya kepada pihak yang membutuhkan aset tersebut selama jangka waktu tertentu.

Pendanaan leasing tidak berupa uang, namun berupa sewa guna aset.

Namun makna leasing mulai berubah dan yang umum diketahui oleh masyarakat yakni leasing kendaraan, dimana sistem yang berjalan yakni seseorang yang membutuhkan kendaraan lalu membeli kendaraan yang pembayarannya dicicil setiap bulan kepada pihak yang menawarkan pinjaman.

Yang ada yakni transaksi pembelian secara kredit. Bukan menyewakan.

Bukan leasing ibarat ini yang dimaksud dalam artikel ini.

Sebenarnya istilah leasing yakni hak sewa guna barang modal dan akan dipakai dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan.

Pembayaran sewa leasing dilakukan secara terpola dan leasing umumnya disertai dengan "hak pilih".

Yang dimaksud hak pilih yakni saat masa sewa barang modal telah habis, maka ada opsi penyewa untuk memperpanjang sewa atau membeli barang yang disewakan tersebut.

Nilainya tergantung pada nilai sisa dari barang/aset yang disewakan.

Leasing model ini disebut dengan Finance lease.

Walaupun begitu ada leasing yang tidak disertai dengan hak pilih (operating lease).

Manfaat leasing bagi perusahaan yakni bisa mendapat barang modal yang diinginkan tanpa harus membeli. Cukup menyewanya dan bisa eksklusif dipakai untuk acara operasional perusahaan.

Perusahaan tidak perlu menanggung beban penyusutan terhadap aset yang disewanya. Juga tidak perlu pusing memikirkan bunga jikalau menentukan mendapat aset tersebut dengan pembelian kredit.

Terkadang perusahaan memerlukan aset tertentu dalam menjalankan operasional perusahaan secara mendadak, namun tidak ada cukup dana tunai atau belum dianggarkan.

Maka leasing bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Baca juga: Sumber Dana Jangka Panjang

2. Term Loan

Term loan yakni sumber dana jangka menengah berupa kredit perjuangan yang umumnya mempunyai tempo pengembalian diatas satu tahun dan tidak lebih dari 5 tahun.

Jenis utang pemberian ini umumnya disertai jaminan berupa barang modal perusahaan.

Term loan bisa disediakan oleh forum keuangan bank maupun forum keuangan bukan bank ibarat forum dana pensiun, asuransi atau entitas yang lain.

Bagi pihak pemberi pemberian (kreditur), term loan bisa diperjual-belikan kembali kepada pihak lain.

Perusahaan yang memakai term loan untuk kebutuhan dananya harus membayar kembali angsuran dan bunganya disetiap periode tertentu, contohnya pembayaran angsuran dilakukan setiap bulan, triwulan, kwartalan atau dibayarkan tiap satu tahun sekali.

Tingkat suku bunga term loan dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:
  1. Jumlah nominal pinjaman
  2. Lama jatuh tempo
  3. Utang yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya
  4. Kemampuan arus kas perusahaan, dan faktor lainnya
Umumnya bunga term loan lebih tinggi dari pada suku bunga utang jangka pendek.

Term loan oleh pihak peminjam dianggap mempunyai risiko yang lebih besar dibandingkan dengan utang jangka pendek alasannya tingkat suku bunga yang berfluktuatif dalam tempo yang lebih lama.

3. Equipment Loan

Equipment loan yakni salah satu pendanaan jangka menengah yang bertujuan untuk mengadakan peralatan bagi perusahaan.

Peminjam akan menanggung harga yang lebih tinggi dari harga pasar perlengkapan yang diinginkan tersebut.

Equipment load bisa difasilitasi oleh forum keuangan bank maupun forum keuangan bukan bank.

Setidaknya terdapat dua metode dalam pembiayaan equipment load, yaitu:

# Conditional Sales Contract | Kontrak Penjualan Kondisional

Kontrak penjualan kondisional yakni perjanjian mengenai pembelian perlengkapan (berupa barang) secara kredit dimana penjual tidak akan menawarkan sebagian barangnya hingga barang tersebut benar benar telah dilunasi oleh pembeli.

Misalnya pembelian kendaraan, maka surat surat kendaraan akan ditahan oleh penjual hingga pembeli melunasi sisa pembayarannya.

# Chattel Mortgage | Hipotik Barang Bergerak

Hipotik barang bergerak yakni pemberian yang memerlukan barang untuk digadaikan hingga pemberian dilunasi.

Pemberi pemberian akan menguasai barang bergerak tersebut hingga jatuh tempo.

Apabila peminjam tidak melunasi pinjamannya hingga jatuh tempo, maka pemberi pemberian berhak menguasai, memanfaatkan dan menjual barang yang digadai tersebut.

No comments:

Post a Comment