Monday, October 28, 2019

Pengertian, Faktor, Efek Dan Pola Etnosentrisme

Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh Etnosentrisme - Kedisiplinan dalam Ilmu sosial tidak terlepas dari istilah Etnosentrisme. Hal ini dikarenakan Etnosentrisme merupakan bentuk sikap insan yang sudah menempel semenjak mereka dilahirkan. Maka dari itu Etnosentrisme sanggup dibuat menjadi lebih baik dengan cara yang hampir sama dengan pembentukan sikap primordialisme. Ketika dibangku sekolah, kita juga diajarkan mengenai pengertian Etnosentrisme, faktor Etnosentrisme, dampak Etnosentrisme dan teladan Etnosentrisme. Semua itu mulai diperkenalkan semenjak dini supaya sanggup dibuat menjadi lebih baik semenjak insan masih kecil (anak anak).
Kedisiplinan dalam Ilmu sosial tidak terlepas dari istilah Etnosentrisme Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh Etnosentrisme
Biasanya Etnosentrisme tidak pernah terlepas dari Primordialisme dan bahkan menjadi perbincangan dikalangan banyak orang. Namun ada beberapa orang yang tidak mengetahui arti bahwasanya dari Etnosentrisme. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan wacana pengertian Etnosentrisme, faktor Etnosentrisme, dampak Etnosentrisme dan teladan Etnosentrisme. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh Etnosentrisme

Untuk pembahasan kali ini, saya akan menjabarkannya menjadi beberapa sub menu, mulai dari pengertian, faktor, dampak dan contoh. Hal pertama yang akan saya jelaskan ialah pengertian Etnosentrisme. Kemudian dilanjutkan dengan faktor Etnosentrisme dan dampak Etnosentrisme. Lalu yang terakhir ialah teladan Etnosentrisme. Berikut klarifikasi selengkapnya:
Baca juga : Kekuatan Politik Militer Era Orde Baru di Indonesia

Pengertian Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme ialah sikap evaluasi budaya orang lain dengan berdasar pada standar dan nilai budaya sendiri. Kelompok yang mempunyai sikap Etnosentrisme akan menilai budaya orang lain lebih buruk dibandingkan budaya miliknya sendiri. Biasanya evaluasi tersebut bekerjasama dengan kebiasaan, agama, sikap dan bahasa. Hal hal inilah yang bahwasanya menjadi ciri khas budaya disetiap suku suatu bangsa.

Selain itu adapula yang menyampaikan bahwa pengertian Etnosentrisme merupakan wujud dari fanatisme suku bangsa artinya setiap individu mempunyai persepsi bahwa kebudayaannya lebih baik dibandingkan kebudayaan orang lain. Selain itu ia juga menganggap bawa cara hidup bangsanya ialah cara hidup paling baik daripada bangsa lain. Sikap ini biasanya banyak dirasakan dalam lingkup masyarakat, meskipun ada beberapa orang yang menganggapnya masuk akal alasannya kalau dilihat dari psikologi insan maka hal ini sudah cenderung alamiah. Sebenarnya sikap Etnosentrisme mempunyai dampak negatif kalau sifatnya berlebihan.

Berdasarkan pengertian Etnosentrisme, sikap ini memang lebih cenderung bersifat negatif. Namun Etnosentrisme juga mempunyai sisi positif lainnya. Contohnya sanggup mempertinggi semangat patriotisme, menjaga keutuhan dan kestabilan suatu budaya, meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan budayanya serta meningkatkan kesetiaan terhadap bangsanya.

Faktor Etnosentrisme

Untuk faktor Etnosentrisme ini sanggup di bagi menjadi dua kategori yaitu faktor penyebab Etnosentrisme dan faktor yang menghipnotis Etnosentrisme. Adapun klarifikasi mengenai faktor faktor dari Etnosentrisme tersebut:

Faktor Penyebab Etnosentrisme
Faktor Etnosentrisme yang pertama ialah faktor penyebab Etnosentrisme. Faktor penyebab tersebut terdiri dari budaya politik dan pluralitas bangsa Indonesia. 

Budaya Politik
Budaya politik merupakan salah satu faktor peyebab Etnosentrisme. Didalam masyarakat terdapat budaya politik yang cenderung tidak rasional dan tradisional. Maka dari itu masyarakat akan lebih dikuasai oleh sikap subjektif, primordial dan penuh emosional. Apalagi kalau msayarakat bekerjasama dengan hal hal politik maka akan lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri, baik dari segi agama, suku, etnis dan lain lain.
Baca juga : Pengertian Akulturasi, Sinkretisme, Milenarisme dan Adaptasi Lengkap
Pluralitas Bangsa Indonesia
Selanjutnya adapula faktor penyebab Etnosentrisme yang berupa pluralitas bangsa Indonesia. Golongan, suku, ras dan agama yang terdapat di Indonesia akan gampang mengakibatkan beberapa konflik dan problem sosial. Hal ini dikarenakan keberagaman tersebut akan menciptakan setiap golongan, suku, ras dan agama masing masing saling berkuasa dan menguasai satu sama lain. 

Faktor yang Mempengaruhi Etnosentrisme
Faktor Etnosentrisme selanjutnya ialah faktor yang menghipnotis adanya Etnosentrisme. Etnosentrisme dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
  • Prasangka soial ialah faktor Etnosentrisme yang sifatnya negatif alasannya membandingkan bandingkan kelompok sendiri dengan kelompok lainnya.
  • Stereotip ialah faktor Etnosentrisme yang berupa akidah terhadap orang lain atas dasar pengalaman dan pengetahuannya.
  • Jarak sosial ialah faktor Etnosentrisme yang menyatakan seseorang mendapatkan orang lain dan menjalin korelasi diantara mereka.

Dampak Etnosentrisme

Etnosentrisme sanggup mengakibatkan beberapa dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Berikut beberapa dampak Etnosentrisme yang bersifat positif maupun negatif:

Dampak Positif Etnosentrisme
Dampak Etnosentrisme yang pertama bersifat postif. Berikut beberapa dampak positif yang ditimbulkan oleh sikap Etnosentrisme yaitu:
  • Meningkatkan sikap semangat patriotisme.
  • Menjaga kestabilan dan keutuhan budaya.
  • Meningkatkan rasa cinta kepada bangsanya.
Dampak Negatif Etnosentrisme
Dampak Etnosentrisme selanjutnya bersifat negatif. Berikut beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh sikap Etnosentrisme yaitu:
  • Mengakibatkan adanya konflik sosial yang terjadi antar suku.
  • Mengandung adanya pedoman politik.
  • Menghambat proses integrasi dan asimilasi.
  • Menghambat ilmu pengetahuan yang objektif.
  • Menghambat adanya pertukaran budaya.
Baca juga : Penerapan Sistem Liberalisme oleh Raffles dan Belanda di Indonesia

Contoh Etnosentrisme

Selanjutnya saya akan membahas mengenai teladan Etnosentrisme. Sikap Etnosentrisme pernah ditemukan dalam budaya masyarakat Madura yang mengandung adanya carok. Carok ialah tidakan seseorang untuk membunuh laki laki yang mengusik harga dirinya. Sebenarnya carok tersebut telah dianggap tidak manusiawi dan termasuk tindakan brutal. Hal ini bahkan menciptakan budaya lain menganggap tindakan penyelesaian problem ini tidak masuk kebijaksanaan dan tidak masuk akal, apalagi dengan cara kekerasan tersebut.

Contoh Etnosentrisme lainnya sanggup kita jumpai pada suku Papua dipedalaman. Suku tersebut mempunyai kebiasaan menggunakan koteka. Koteka ialah pakaian khas bagi kaum laki laki pada suku tersebut. Tetapi pemakaian koteka ini dianggap memalukan bagi masyarakat non Papua pedalaman. Meski mereka menganggap begitu, namun warga orisinil Papua pedalaman menganggap koteka merupakan pakaian yang masuk akal dan bahkan menjadi pujian tersendiri.

Sekian klarifikasi mengenai pengertian Etnosentrisme, faktor Etnosentrisme, dampak Etnosentrisme dan teladan Etnosentrisme. Etnosentrisme merupakan bentuk sikap insan yang sudah menempel semenjak mereka dilahirkan. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment