Sunday, August 25, 2019

Pengertian Umum Majas Dan Macam-Macam Majas

Majas dibedakan menjadi 4 macam atau jenis yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan. Pengertian majas yakni bahasa indah yang dipakai dalam mempercantik susunan kalimat semoga memperoleh kesan imajinatif atau membuat imbas tertentu bagi pembaca dan pendengarnya. Pengertian majas yang lainnya yakni pemanfaatan gaya bahasa dalam memperoleh nuansa tertentu sehingga bisa membuat kesan kata-kata yang imajinatif. Setelah membahas pengertian majas marilah kita melihat pengertian macam-macam majas dan contohnya.

Pengertian Umum Majas dan Macam-Macam Majas serta Contohnya :
Seperti kita ketahui macam-macam majas terbagi atas 4 macam mirip yang terlampir diatas. maka kali ini pembahasan pengertian macam-macam majas dan misalnya yang sanggup dilihat dibawah ini...

1. Majas Perbandingan 
Pengertian majas kontradiksi yakni kata kiasan yang menyatakan perbandingan dalam membuat kesan dan imbas kepada pembaca dan pendengar.
Macam-macam majas perbandingan
  • Perumpamaan atau Asosiasi : perumpamaan yakni perbandingan dua hal yang berbeda, namun dianggap sama yang memakai kata seperti, umpama, ibarat, sebagainya, bagai. Contohnya : Semangat belajarnya menyerupai baja, Mukanya pucat bagai mayat, wajahnya terlihat bagai bulan purnama, kau sangat bagus bagai awan dilangit, pendiriannya selalu berubah-ubah bagai air didaun alas. 
  • Metafora : metafora yakni majas berisi ungkapan secara eksklusif berupa perbandingan analogis. Metafora merupakan pemakaian kata buka dengan arti sebetulnya yang dipakai dalam persamaan dan perbandingan. Contohnya : Jonathan yakni bintang kelas dunia, sampah masyarkat hasilnya ditangkap oleh polisi,  satu persatu tikus-tikus berhasil ditangkap KPK, Perpustakaan yakni gudang nya ilmu, Raja siang keluar dari ufuk timur, jantung hatinya hilang tiada berita. 
  • Personifikasi : personifikasi yakni membandingkan benda-benda yang tak bernyawa seolah-olah bernyawa atau hidup dengan sifat mirip manusia. Contohnya : Ombak berkejar-kejaran ditepi pantai, hujan itu menari-nari diatas genting, bulan tersenyum kepada bintang, angin ribut mengamuk dan merobohkan rumah penduduk, angin membelai rambutnya yang tergerai. 
  • Alegori : alegori yakni penggunaan bahasa yang menyatakan dengan cara lain dengan kiasan dan penggambaran. Pada umumnya alegori berbentuk dongeng dengan simbol-simbol bermuatan moral. Contohnya : kepercayaan yakni kemudi dalam mengarungi zaman, suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi, Contoh alegori berbentuk dongeng : Pernikahan bagai perahu yang harus dijalani dengan hati-hati. Suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi yang melayarkan bahterai mengarungi lautan penuh angin ribut dan gelombang. 
  • Simbolik : simbolik yakni majas yang memakai kiasan atau melukiskan dengan memakai simbolik atau lambang dalam menyatakan maksudnya. Contohnya : Dia populer sebagai buaya darat, Rumah itu hangus dilalap oleh sijago merah, Teratai yakni lambang pengabdian, Bunglon yakni lambang orang tak berpendirian, Melati yakni lambang kesucian.
2. Majas Pertentangan
Pengertian majas kontradiksi yakni kata-kata kias yang menyatakan kontradiksi yang dimaksud oleh penulis atau pembicara dalam memperlihatkan imbas atau kesan kepada pembaca dan pendengar.

 

Macam-macam majas pertentangan
  • Hiperbola : hiperbola yakni majas yang memperlihatkan kesan yang berlebihan dari kenyataannya semoga lebih berkesan atau meminta perhatian.Contohnya : ia terkejut setengah mati begitu melihat jenazah wanita tersebut, tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang, keringatnya menganak sungai, kita berjuang hingga titik darah penghabisan, suaranya menggelegar ke angkasa. 
  • Paradoks : paradoks yakni majas yang mengandung kontradiksi antara pernyataan dengan fakta yang telah ada. Contohnya : Hatiku merintih ditengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung, ia besar tapi nyalinya kecil, saya merasa sendirian ditengah kota jakarta yang ramai ini, hidupnya sangat glamor tetapi mereka tidak senang mungkin karna ia tidak memiliki anak, Tinggal di kota yang besar dan megah tetapi hidupnya kesepian.
  • Antitesis : antitesis yakni majas yang memakai pasangan kata yang artinya berlawanan. Contohnya : Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta kembang api, Miskin kaya, bagus jelek sama saja di mata tuhan, hidup matinya insan ada di tangan tuhan. 
  • Litotes : litoses yakni majas yang menyatakan dengan berlawanan dari kenyataannya yang bertujuan untuk merendahkan diri. Contohnya : Terimalah kado tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku, usaha kami hanya setitik air dalam samudra luas, Karangan ini belum tepat sertakan kritik dan sarannya, Sebenarnya ini sangat dulit tapi sanggup diselesaikan.
3. Majas Pertautan 
Pengertian majas pertautan yakni kata-kata kias yang bertautan dengan gagasan, ingatan. 
Macam-macam majas pertautan
  • Sinekdode : sinekdode yakni penggunaan kata yang sama dengan faktanya yang bertujuan memperjelas. Contohnya : lewat gardu belanda dengan berani, thailand memboyong piala kemerdekaan sehabis menggulung PSSI harimau, indonesia akan menentukan idolanya pada malam nanti, setiap kepala dikenakan pajak. 
  • Metonimia : metonimia yakni pengungkapan berupa penggunaan nama benda yang lain mirip merek, atribut, atau ciri khas. Contohnya : Sering menghisap jarum, ia terjangkit penyakit paru-paru(rokok djarum) , Setiap pagi ayah selalu menghirup kapal api (kopi kapal api), Orang tersebut sangat berclass dalam menghirupnya (rokok class mild), Dia selalu menaiki kuda hitam (Mobil Ferrari), atlet andalan kita menerima perak, si kaos merah berusaha untuk mencetak gol.
  • Alusio : Alusio yakni majas yang memakai kata-kata berkaitan dengan tragedi umum yang terjadi atau penggunaan kata yang umum dalam memperlihatkan maksud. Contohnya : sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya, kau jangan kura-kura dalam perahu, ceritakan semua hal tersebut dengan jujur. 
  • Eufimisme : eufimisme yakni majas yang memakai kata-kata sopan dan halus. Contohnya : Dimana saja bisa menemukan kamar kecilnya, anak ibu lamban mendapatkan pelajaran, anak ibu tidak terbelakang tapi hanya malas belajar. 
4. Majas Perulangan/Penegasan 
Pengertian majas perulangan/penegasan yakni kata-kata kias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan imbas kepada pendengar dan pembaca.
Macam-macam majas perulangan/penegasan
  • Aliterasi : aliterasi yakni kata-kata yang memanfaatkan kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. Contohnya : Dara damba daku, tiba dari danau.
  • Pleonasme : pleonasme yakni majas yang memakai kata-kata dengan berlebihan untuk menegaskan arti suatu kata. Contohnya : Saya naik ke tangga ke atas, ayo kita berjalan ke depan untuk melihat sendiri, saya menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, Dara yang merah itu membasahi bajunya, Dia menangis dengan meluarkan air dimatanya. 
  • Anataklasis : anataklasis yakni majas yang mengandung pengulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda. Contohnya : Ayah selalu membawa buah ditangan untuk buah hatinya, Karena buah penanya sudah jadi buah bibir masyarakat. 
  • Repetisi : repetisi yakni majas perulangan kata atau kelompok kata yang  sama dalam menarik perhatian atau menegaskan. Contohnya : tidak setiap penderitaan menjadi luka dan tidak setiap sepi jadi duri, dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharapkan. 
  • Paralelisme : paralelisme yakni majas perulangan yang pada umumnya terdapat dalam puisi yang disusun atas baris yang berbeda. Contohnya : 
Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lapus 
Cinta itu yakni pengertian
Cinta itu yakni kesetiaan
Cinta itu yakni rela berkorban  
Demikianlah pembahasan ihwal pengertian majas dan macam-macam majas. semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian, dengan mengakhiri dengan mengucapkan salam. "Salam Berbagi Teman-Teman".

No comments:

Post a Comment