Saturday, August 24, 2019

Fungsi Dan Ciri-Ciri Dari Jenis-Jenis Sel Darah Putih (Leukosit)

Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi badan manusia, yakni darah berfungsi untuk mengedarkan dan membawa nutrisi dan oksigen ke semua sel dan jaringan didalam badan kita, dan pada ketika yang sama menghilangkan materi limbah dan karbondioksida. namun tidak hanya itu darah juga mempunyai peranan penting dalam mencegah penyakit dan jerawat yang menyerang badan kita. Darah terdiri dari beberapa komponen yaitu Sel Darah Putih, Sel Darah Merah dan banyak sel-sel lainya yang membentuk sel darah. Dan dalam kesempatan kali ini kita akan membahas wacana pengertian dan fungsi sel darah putih ini dalam badan kita.

Pengertian Sel Darah Putih
ilustrasi sel darah putih

Pengertian Sel Darah Putih
Sel Darah Putih atau lebih dikenal dengan nama leukosit ini yakni sel yang membentuk komponen darah. sel darah putih mempunyai fungsi yang sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan badan kita, Leukosit mempunyai ciri yang khas yaitu ia tidak berwarna dan sanggup bergerak secara amoebeid, dan juga sanggup menembus dinding kapiler/diapedesis. selain itu di dalam badan manusia,sel darah putih ini tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen menyerupai organisme sel tunggal. Leukosit bisa bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. sebab itu sel Darah

Tubuh kita memang sangat membutuh kan sel darah putih untuk membantu menjaga sistem kekebalan badan kita namun jikalau jumlah sel darah putih didalam badan kita melebihi batas kenormalan itu juga tidak baik untuk badan kita. jumlah sel darah putih normal pada badan kita yaitu sekitar 6000 hingga 10000 namun rata-rata jumlah sel darah putih pada orang sehat sekitar 8000 sel darah putih.  Namun dalam kasus penyakit leukemia, jumlahnya sanggup meningkat hingga 50000 sel darah putih per tetes.

Didalam badan kita sel darah putih ini mempunyai lima jenis, lima jenis sel darah putih ini yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. dan masing- masing jenis sel darah putih ini

mempunyai fungsi yang berbeda dalam badan kita, dan pada orang normal, jumlah liam jenis sel darah putih berkisar antara:
Neutrofil: 3150-6200
 Limfosit: 1500 hingga 3000
 Monosit: 300 hingga 500
Eosinofil: 50 hingga 250
 Basofil: 15 hingga 50, per mikro liter darah.
Leukosit ini memeang sangat penting bagi badan namun jikalau diantara lima jenis sel darah putih ini mengalami penigkatan kita harus waspada sebab jikalau jenis del darah ini meningkat ia tidak lagi berfungsi untuk kekebaln badan kita namun bisa menimbulkan penyakit. contohnya yaitu jikalau jumlah neutrofil tinggi akan mengatakan infeksi, kanker atau stres fisik. Ssementara jumlah limfosit yang tinggi akan mengatakan AIDS. Jumlah monosit dan eosinofil tinggi biasanya mengatakan jerawat bakteri.


Fungsi dan Ciri-Ciri dari Jenis-Jenis Sel Darah Putih (Leukosit)

a. Monosit
(Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Monosit). Monosit yakni sel darah putih yang berjumlah 1-3% dalam badan kita yang merupakan baris kedua pertahanan badan kita terhadap jerawat basil dan benda asing. Monosit yakni kepingan dari kelompok sistem kekebalan badan kita yang tidak mempunyai butiran halus dalam sel (granula). Dalam melawan jerawat basil dan benda asing, monosit sanggup melawan walaupun ukuran basil dan benda asing lebih besar dengan memakannya. 

Monosit beredar dalam darah sekitar 300-500 mikroliter darah yang diproduksi didalam sumsum tulang insan dan menyerbar keseluruh badan dalam 3 hari dengan masuk ke jaringan badan tertentu yang mengalami pematangan menjadi makrofag yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh. Peningkatan jumlah monosit disebut dengan monositosis, yang sanggup dijumpai pada penyakit menyerupai parotitis, herpes zoster, mononucleosis, infeksiosa, toksoplasmosis, hemolitik, arthrithis, dan masih banyak lagi.

1). Fungsi Monosit
  • Menghancurkan sel-sel asing 
  • Mengangkat jaringan yang telah mati
  • Membunuh sel-sel kanker
  • Pembersih dari fagositosis yang dilakukan neutrofil
  • Meransang jenis sel darah putih yang lain dalam melindungi tubuh
  • Menunjukkan perubahan dalam kesehatan pasien dengan banyak sedikitnya monosit dalam tubuh. 
2). Ciri-Ciri Monosit
  • Berjumlah 1-10% dalam sel darah putih
  • Mempunyai waktu hidup yang lebih usang dari neutrofil 
  • Memiliki sifat fagosit dan motil dengan inti bulat
  • Monosit sanggup bergerak atau berimigrasi dengan cepat
  • Memiliki bentuk yang persis sama dengan kacang
  • Beredar dalam darah sekitr 300-500 mikroliter
  • Tidak mempunyai butiran halus dalam sel (granula).

b. Basofil
(Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Basofil). Basofil yakni  sel darah putih yang berjumlah 0,01-0,03% dari badan kita. Basofil mempunyai banyak granula sitoplasmik dengan jumlah dua lobus. Basofil merupakan kelompok dari granulosit yang sanggup bergerak keluar menuju ke jaringan badan tertentu. Basofil akan bekerja disaat adanya reaksi alergi pada badan dengan mengeluarkan histamin, sehingga pembuluh darah menjadi besar. Jumlah basofil akan bertambah banyak atau meningkat jikalau meningkatnya jumlah alergi. Bertambah banyak jumlah basofil disebut dengan basofilia. 

1). Fungsi Basofil
  • Basofil berfungsi memberi reaksi antigen dan alergi dengan mengaktifkan atau mengeluarkan histamin sehingga terjadi peradangan
  • Mencegah adanya penggumpalan dalam pembuluh darah
  • Membantu dalam memperbaiki luka
  • Memperbesar pembuluh darah
2). Ciri-Ciri Basofil
  • Bersifat fagosit, dan basa 
  • Basofil biasanya berwarna biru 
  • Berbentuk U dan berbintik-bintik 
  • Basofil berdiameter sekitar 12-15 mikrometer
  • Berjumlah 0,01-0,3% pada sel darah putih
  • Granula yang kasar
  • Inti yang tidak bersegmen 
  • Basofil dibuat di sumsum tulang 
c. Neutrofil 
(Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Neutrofil). Neutrofil yakni Sel darah putih yang berjumlah 50-60% dalam darah yang merupakan kelompok granulosit karna mempunyai butiran halus (granula). Neutrofil juga diakatakan sebagai polymorphonuclear dikarenakan selnya mempunyai bentuk yang aneh. dan mempunyai 3 inti sel. Neutrofil yakni sel yang paling pertama menghadang dan melawan bakteri, virus dan benda asing lainnya yang berperan dalam proses peradangan. Dari sifat fagosit yang dimilikinya, neutrofil menyerang dengan menggunakan serangan respiratori yang menggunakan banyak sekali macam substansi yang mengandung hidrogen peroksida, oksigen radikal bebas, hipoklorit.

Neutrofil diproduksi dalam sumsum tulang dengan hasil produksi neutrofil sekitar 100 milliar neutrofil dalam sehari, dan akan meningkat menjadi sepuluh kali lipat jikalau terjadi inflamasi kuat. Setelah keluar dari sumsum tulang, akan mengalami 6 tahap morgolis, yakni mielocit, metameolocit, neutrofil non segmen (band), neutrofil segmen

1). Fungsi Neutrofil
  • Menanggapi mikroba 
  • Antibiotik dalam tubuh
  • Berfungsi dalam proses peradangan 
  • Menghancurkan mikro organisme dan benda asing dengan memakannya atau fagositosis
  • Sebagai sel pertahanan badan dalam melawan infeksi 
  • Membantu menghapuskan stimulus yang berbahaya penyebab matinya sel (nekrosis). 
  • Membuat tempat yang kekurangan racun
2). Ciri-Ciri Neutrofil
  • Mempunyai 3 inti sel 
  • Berjumlah 50-60% dalam darah 
  • Sebagai polymorphonuclear
  • Merupakan kelompok granulosit.
  • Bersifat fagosit
  • Hasil produksi neutrofil sekitar 100 milliar neutrofil dalam sehari
  • Neutrofil berukuran sekitar 8 mm 
  • Memiliki waktu hidup sekitar 6-20 jam 
d. Limfosit
(Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Limfosit). Limfosit yakni sel darah putih berjumlah 20-25% dalam badan yang merupakan jumlah terbanyak kedua sehabis neutrofil. Limfosit dibuat di dalam sumsum tulang dan di limfa. Limfosit juga dibagi menjadi dua macam yakni limfosit kecil dan limfosit besar. Hasil dari produksi limfosit 1 kubik kurang lebih 8000 sel darah putih. jikalau sel tersebut mengalami peningkatan atau bertambah banyak maka akan menimbulkan penyakit leukimia atau kanker darah. Limfosit terbagi atas 6 jenis yakni Limfosit B, Sel T Helper, Sel T sitotoksit, Sel T memori, dan Sel T Supresor. Limfosit B memproduksi antibodi, Sel T Helper mengaktifkan dan mengarahkan sistem kekebalan badan mikroorganisme, Sel T Sitotoksit mengeluarkan materi kimia dalam menghancurkan patogen, Sel T memori sistem kekebalan badan dalam mengetahui patogen tertentu. Sel T Supresor untuk melindungi sel normal tubuh. 

1). Fungsi Limfosit
  • Menghasilkan antibodi 
  • Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
  • Mengeluarkan materi kimia dan menghancurkan patogen
  • Melindungi sel normal tubuh 
  • Mengetahui patogen tertentu
  • Berubah menjadi antibodi (sel Plasma)
  • Melawan kanker
2). Ciri-Ciri Limfosit
  • Limfosit berjumlah 20-25% dari keseluruhan sel darah putih
  • Dibentuk di dalam sumsum tulang dan limfa
  • Berinti sel satu
  • Tidak sanggup bergerak dengan leluasa
  • Memiliki warna biru pucat
  • Berbentuk oval/bulat, 
  • Tidak bergranula dan tidak motil 
e. Eosinofil
(Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Ciri Eosinofil). Eosinofil yakni sel darah putih berjumlah 7% dari dalam sel darah putih dan mengalami peningkatan terkait dengan adanya asma, alergi dan demam. Eosinofil mempunyai diameter 10 hingga 12 mikrometer. Eosinofil merupakan kelompok dari granulosit yang bertugas dalam melawan benalu yang mempunyai jangka waktu 8 hingga 12 hari. Eosinofil mempunyai sejumlah zat kimiawi menyerupai ribonuklease, histamin, lipase, eosinofil peroksidase dan deoksribonuklease serta beberapa macam asam amino. 

1). Fungsi Eosinofil
  • Mencegah alergi
  • Menghancurkan antigen antibodi
  • Berfungsi dalam menghancurkan parasit-parasit besar
  • Berperan dalam respon alergi
2). Ciri-Ciri Eosinofil
  • Mempunyai nukleus dengan jumlah dua lobus
  • Bersifat fagosit dan bersifat asam
  • Biasanya berwarna merah 
  • Berbentuk menyerupai mirip bola, dengan berukuran 9 mm dalam segar
  • Memiliki diamter 10-12 mikrometer
  • Mempunyai jangka waktu hidup dengan 8 hingga 12 hari 
  • Dibentuk di sumsum tulang
  • Granula agresif dan padat
  • Inti berada ditengah 

No comments:

Post a Comment