Saturday, August 24, 2019

Gangguan Atau Penyakit Pada Alat Pernapasan

Pada Alat-Alat Pernapasan terdapat juga Gangguan-gangguan atau penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi atau sifat keturunan, Pernapasan akan terganggu jikalau kita mempunyai penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan akan terasa tidak nyaman atau bahkan kita tidak bisa bernapas membuat kita dibantu oleh tunjangan pernapasan, dan paling vatalnya sanggup merenggut nyawa kita, Sehingga Pernapasan dan Alat-alat pernapasan sangat mendukung bagi kita dalam melaksanakan kegiatan serta membuat kita sanggup hidup didunia ini sehingga ada kalanya kita menjaga alat-alat pernapasan kita karna lebih baik mencegah dan pada mengobati, dan Ada baiknya kita mengenal atau bahkan mengetahui gangguan-gangguan atau penyakit-penyakit pada alat-alat pernapasan sehingga lebih gampang kita mencegah dan mengetahui bahwa penyakit atau gangguan-gangguan alat pernapasan ini sanggup kita ketahui Penyebab, Akibat, Cara Mengatasinya atau Cara Mengobatinya. Untuk mengetahui Gangguan atau Penyakit Pada Alat Pernapasan mari kita lihat pembahasannya mirip dibawah ini.

Gangguan atau Penyakit Pada Alat Pernapasan

Gangguan-gangguan pada alat Pernapasan Jika alat ini terganggu lantaran penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan sanggup mengakibatkan kematian.Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada terusan pernapasan manusia.
Sistem pernapasan pada insan yaitu salah satu sistem organ yang sangat penting. Karena jikalau insan tidak bernapas selama beberapa menit, maka ia akan mati. Sama mirip sistem organ yang lain, sistem pernapasan pada manusia juga bisa mengalami gangguan atau kelainan yang mensugesti sistem itu sendiri. Nah, apa sajakah penyakit pada sistem pernapasan pada manusia? Langsung saja kita simak yang pertama:


1. Influenza (flu),
penyakit yang disebabkan oleh virus yang berjulukan influenza. Gejala yang muncul yakni pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut terusan pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.
Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering menyerang sistem pernapasan pada insan di seluruh dunia. Flu diakibatkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae. Gejala umum flu yaitu tubuh menggigil, deman, mata berair, hidung tersumbat kepala berat, disertai batuk, dan nyeri di beberapa kepingan tubuh.
Influenza merupakan penyakit yang sanggup menjalar dengan cepat di masyarakat. Walaupun ringan tetapi penyakit ini sanggup berbahaya bagi usia sangat muda dan usia bau tanah dimana terdapat keterbatasan fungsi pernafasan. Penyakit ini terutama terjadi pada musin cuek di negara bermusim cuek dan di ekspresi dominan hujan pada negara-negara tropis.Mahluk hidup tempat berkembang dan berbagi influenza ini yaitu insan sendiri. Diduga bahwa binatang lain mirip burung, babi, dan kuda memegang peranan dalam membuat jenis virus influenza dengan jenis yang berbeda akhir adanya mutasi di hewan-hewan tersebut. Penyebaran virus influenza ini melalui tetesan air liur pada dikala batuk dan melalui partikel yang berasal dari sel hidung yang melayang di udara terutama di ruangan tertutup.
Pengobatan terbaik flu yaitu istirahat lantaran flu lebih sering diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh lantaran kelelahan. Minum air yang banyak dan hangat sanggup membantu meringankan tanda-tanda flu. Vitamin C takaran tinggi (500 mg) sanggup diberikan untuk membantu tubuh meningkatkan kekebalan tubuh.
Penyebab influenza yaitu virus yang menginfeksi jaringan terusan nafas kepingan atas. Terdapat 3 jenis virus yang di kenal yaitu A,B, dan C. Virus tipe A akan mengakibatkan tanda-tanda yang berat, menyebar secara cepat dan sanggup mengakibatkan infeksi di suatu negara atau wilayah (pandemi). Virus tipe B akan mengakibatkan tanda-tanda yang lebih ringan dan penyebarannya tidak secepat virus tipe A. Virus tipe C hanya memperlihatkan tanda-tanda yang ringan saja. Perbedaan dari virus ini sanggup diketahui melalui investigasi dari cairan ludah dengan mempergunakan test secara genetik.
Obat analgesik dan asetaminofen bisa diberikan biar flu cepat hilang. Flu yang biasa menyerang orang cukup umur dan anak kecil sekalipun tidak terlalu berbahaya. Hanya saja sekarang ketakutan akan flu menjadi lebih tinggi, terutama semenjak mencuatnya kasus flu burung mulai awal tahun 2000-an, dan ternyata lebih mengakibatkan kerusakan parah daripada flu Spanyol yang pernah menjadi epidemi di tahun 1980-an.
Transmisi virus melalui udara dan air ludah sangat bergantung dari jumlah virus yang terkandung didalamnya. Dari hasil penelitian apabila didapatkan 10 virus / air ludah sebanyak 50% orang yang terkena air ludah ini akan menderita influenza. Virus akan menempel pada sel permukaan di rongga hidung dan terusan nafas.
Tanda-tanda tanda-tanda flu yang tidak biasa ini hampir sama dengan flu biasa, namun dengan intensitas yang lebih tinggi. Pada kasus flu burung, tanda-tanda demam bisa sangat tinggi dan tiba-tiba. Badan bisa menggigil hebat. Gejala-gejala flu yang tidak biasa ini tentu harus ditangani secepatnya oleh medis.
Setelah virus berhasil masuk kedalam sel, dalam beberapa jam akan mengalami replikasi dan menuju ke permukaan sel sehingga sanggup meninggalkan sel yang sudah rusak untuk masuk ke sel yang baru, baik sel yang berada di sebelahnya atau menempel pada air ludah dan menyebar melalui udara.
Gejala pada penderita Influenza, umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batuk , pilek, terkadang disertai sakit pada waktu menelan dan serak. Gejala ini sanggup didahului oleh lemah tubuh dan rasa dingin.Pada kondisi ini biasanya sudah didapatkan citra kemerahan pada tenggorokan.
Gejala-gejala diatas sanggup terjadi beberapa hari dan hilang dengan sendirinya. Tubuh mempunyai kemampuan untuk menghilangkan virus dan basil yang berbahaya melalui sistem pertahanan tubuh degnan sel darah putih, tetapi pertahanan ini akan baik apabila kondisi tubuh baik pula. Setelah masa penghancuran virus dan basil berbahaya tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sehingga akan terasa lemas dan lemah.

2. Asma atau sesak napas,
merupakan suatu penyakit penyumbatan terusan pemapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun. Asma yaitu kelainan penyumbatan terusan pernapasan yang disebabkan oleh alergi mirip debu, bulu, ataupun rambut. Global Initiative for Asthma, sebuah forum nirlaba internasional untu penanggulangan asma, mendefinisikan asma sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke dalam paru-paru. Pada penyakit asma, paru-paru tidak sanggup menyerap oksigen secara optimal. Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang mengakibatkan kesukaran bernapas. Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda absurd di udara. Asma merupakan penyempitan terusan pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan seseorang semenjak lahir. Kelainan ini juga sanggup kambuh jikalau suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin, udara kotor, alergi, dan stres (tekanan psikologis).
Hampir separuh jumlah penderita menerima asma lantaran alergi ataupun sistem pernafasan yang terlalu sensitif terhadap debu, obat, makanan, dan minuman.Pola hidup tidak sehat turut mensugesti timbulnya penyakit asma, mirip merokok dan stress.
Asma yaitu penyakit sistem pernapasan insan yang paling banyak di derita di dunia. Di tahun 2010, penderita asma di seluruh dunia berkisar 300 juta orang. Sementara jumlah penderita asma di Indonesia mencapai 12 juta orang atau kurang lebih 6 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Asma bukanlah penyakit menular, sehingga jikalau ada salah satu anggota keluarga yang terjangkit asma, anggota lain tidak perlu panik.

Gejala penyakit Asma antara lain:
  • Nafas yang berbunyi ngiiik ... ngiiik.
  • Mengalami sesak napas sehingga bernapas dengan tersenggal-senggal.
  • Nafas pendek, biasanya hanya terjadi ketika berolahraga.
  • Badan terlihat letih dan lesu serta kurang bersemangat.
  • Rasa sesak dan berat di dada.
  • Mengalami kesulitan untuk tidur dengan nyenyak.
  • Batuk-batuk hanya pada malam hari dan cuaca dingin.
  • Mudah terkena alergi mirip udara dingin, debu, atau jenis masakan tertentu.
  • Serangan asma yang andal mengakibatkan penderita tidak sanggup berbicara lantaran kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
  • Mudah lelah ketika melaksanakan kegiatan fisik.
Apabila gejala-gejala tersebut muncul, maka seseorang yang menderita asma akan kesulitan untuk melaksanakan pernapasan dikarenakan adanya kontraksi pada otot-otot bronkul yang mengakibatkan penyempitan pada terusan pernapasan.
Saat serangan asma terjadi, biasanya penderita kronis diberikan obat semprot yang mengandung epinefrine atau isoproterenol yang sanggup dihisap dengan segera dikala terjadi serangan asma. Untuk tingkat akut, epinefrin tidak lagi disemprotkan, namun diinjeksikan (disuntik) ke dalam tubuh penderita.
Jika tidak ada epinefrine, penderita sanggup ditolong sementara dengan memperlihatkan minuman hangat atau menghirup uap air panas. Bisa juga dengan memperlihatkan hembusan angin segar dari kipas angin untuk membantu proses pernapasan penderita. Penyakit asma mungkin tidak sanggup dihilangkan dari sistem pernapasan manusia, namun penyakit ini sanggup dikontrol biar tanda-tanda dan serangannya tidak mengganggu kegiatan bekerja.

Cara mencegah penyakit Asma:
  • Jangan tinggal ditempat yang kotor yang sudah kotor karna polusi
  • Jangan memelihara binatang yang bulunya banyak dan halus.
  • Misalnya kucing, kelinci, dan sebagainya
  • Selalu menggunakan baju hangat dan selendang leher dikala cuaca sedang dingin
  • Jangan terlalu banyak melaksanakan olahraga yang membutuhkan napas panjang bila napas tidak kuat.
Sekitar 50 % penderita asma melaksanakan terapi pengobatan alternatif, namun belum cukup bukti yang memastikan bahwa terapi-terapi tersebut efektif mengobati asma.

3. Tuberkulosis (TBC), 
Penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan basil Mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu lantaran adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika kepingan paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya naps penderita terengah-engah.
TBC yaitu penyakit yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini sanggup menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang yaitu paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru). Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada kepingan dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini mengakibatkan proses difusi oksigen yang terganggu lantaran adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Jika kepingan paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah. Keadaan ini menyebabkan:
Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru
Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan
Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru
TBC sanggup mengakibatkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh basil tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak mendapatkan pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis. Active tuberculosis yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak bisa untuk melawan basil tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada kepingan paru-paru.
Gejala-gejala penyakit TB Paru adalah: kerikil berdahak selama tiga ahad atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada siang dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat dikala malam, dan sesak nafas.
Menurut WHO, kurang lebih 33 % penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis, dan hampir sepertiga orang yang terinfeksi berada di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, ditemukan 8,8 juta kasus gres tuberkulosis di seluruh dunia. 1,4 juta diantarnya berakhir dengan kematian. 
Di Indonesia, kurang lebih ada 500.000 kasus gres TB setiap tahunnya. Sepertiganya meninggal dunia. Besarnya jumlah maut akhir TB membuat Indonesia menduduki peringkat tiga jumlah dan kasus maut penderita TB yang merupakan penyakti menular ini.
TBC sanggup di atasi dengan terapi. Terapi TBC yang sanggup dilakukan yaitu sebagai berikut.
Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Vaksin BCG diberikan mulai dari bayi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin BCG sanggup bertahan untuk 10 – 15 tahun, sehingga pada usia 12 – 15 tahun sanggup dilakukan vaksinasi ulang.
Pengobatan pada pasien latent tuberculosis.
Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 6 bulan dihentikan putus.
Penularan TB paling banyak dan paling gampang melalui udara. Itulah mengapa organ yang pertama kali diserang tuberkulosis yaitu sistem pernapasan insan terutama paru-paru. Tuberkulosis sanggup menjadi penyakit kronis yang mengakibatkan jaringan luka yang cukup luas di paru-paru.
Tuberkulosis sanggup menyebar ke seluruh kepingan tubuh, mulai dari sistem saraf, sistem getah bening, hingga tulang dan persendian. Tuberkulosis tulang disebut juga tuberkulosis milier.Orang-orang yang beresiko tinggi terkena tuberkulosis yaitu orang-orang pengguna narkotika, para petugas medis dan orang-orang yang bekerja di rumah sakit.
Resiko penularan pada orang yang merokok lebih besar dua kali lipat daripada orang yang tidak merokok. Demikian juga dengan orang yang kecanduan alkohol dan penderita diabetes melitus, resiko penularan tuberkulosis menjadi tiga kali lipat dari orang biasa.
Dahak ataupun bersin yang dikeluarkan oleh penderita TB banyak mengandung basil Mycobacterium tuberculosis. Anak-anak dengan kekebalan tubuh belum tepat sangat rentan terhadap penularan TB, terlebih jikalau mereka berada dalam satu lingkungan penderita TB. Untuk pencegahan penularan TB pada anak-anak, imunisasi BCG yaitu imunisasi yang wajib selain hepatitis B, Polio, DPT, dan campak.
Pengobatan yang rutin dan berhasil minimal memakan waktu 6 bulan, namun ketidaksabaran dan ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan, membuat penyakit TB kadang sulit diberantas. Pengobatan yang umum dipakai melawan tuberkulosis yaitu menggukan antibiotik jenis isoniazid dan rifampisin.
Orang dengan penyakit tuberkulosis aktif biasannya diberikan dua macam pengobatan antibiotik, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi basil terhadap antibiotik. Tinggkat penularan penyakitsistem pernapasan insan tuberkulosis sangat tinggi lantaran rendahnya kualitas lingkungan.
Pencegahan terbaik tuberkulosis yaitu dengan menjaga lingkungan tetap higienis dan sehat. Kualitas udara yang jelek memperparah penderita tuberkulosis. Penderita tuberkulosis juga harus dijauhkan dari anak-anak.

4. Macam-macam peradangan pada sistem pernapasan manusia
a). Rinitis juga sanggup terjadi lantaran reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat. 
b). Faringitis, radang pada faring akhir infeksi oleh basil Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak warna merah. Seseorang yang menderita Faringitis harusnya banyak istirahat dan  antibiotik. 
c). Laringitis, Peradangan pada  bagian kawasan tenggorokongan yakni pada kepingan laring. Penderita serak atau kehilangan suaranya. penyebab dari Laringitis yakni diakibatkan lantaran infeksi, terlalu banyak merokok, meminum  alkohol, dan banyak serak. 
d). Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan diakibatkan timbulnya infeksi. Sang Penderita akan mengakibatkan dirinya akan panas atau demam kemudian banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan. Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari terusan bronkial. Sementara itu, pleuritis yaitu peradangan pada pleura, lapisan pelindung yang membungkus paru-paru. Laringitis yaitu pembengkakan di laring, sedangkan sinusitis yaitu pembengkakan pada sinus atau rongga hidung. Peradangan-peradangan tersebut sanggup terjadi lantaran aneka macam hal, di antaranya lantaran infeksi oleh mikroorganisme. Peradangan juga sanggup terjadi lantaran tubuh merespons terhadap zat atau benda absurd yang masuk ke dalam tubuh sehingga terjadi reaksi alergik. Gejala-gejala peradangan tersebut secara umum yaitu batuk-batuk, demam, sulit menelan, dan sakit di dada. Penyakit bronkitis sanggup dikenali melalui gejala-gejala berikut ini.
  • Batuk berdahak.
  • Sering sesak napas.
  • Flu yang berkepanjangan.
  • Mengi.
  • Tubuh gampang lelah.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Timbul warna kemerahan pada wajah, telapak tangan, dan selaput lendir.
  • Kepala terasa sakit.
  • Penglihatan tampak kabur.
e) Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di kawasan pipi kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi. Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada kepingan atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.
Berikut ini beberapa tanda-tanda yang sanggup dikenali pada seseorang yang menderita penyakit sinusitis.
  • Hidung tersumbat dan terasa geli atau gatal.
  • Tercium wangi tidak sedap pada hidung ketika bernapas.
  • Sering bersin.
  • Hidung mengeluarkan ingus kental yang berwarna putih atau kekuning-kuningan.
  • Kepala terasa sakit mirip ada yang menekan.
Penyakit sinusistis sanggup dicegah dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan kebiasan merokok, dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan.
f). Asfiksi, yaitu gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh karam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sistem sitokrom (nzim pemapasan).
5. Asidosis,
Asidosis adalah kenaikan yaitu kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah,
sehingga pemapasan terganggu.

6. Difteri, 
Difteri adalah penyumbatan pada rongga faring atau laring oleh lendir yang dihasilkan kuman difteri.

7. Emfisema, 
Emfisema adalah penyakit pembengkakan lantaran pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema yaitu penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru lantaran pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin yaitu penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. Gejala yang ditimbulkan:
  • Nafsu makan yang menurun dan berat tubuh yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Sesak dada
  • Batuk kronis
  • Kelelahan
  • Sesak napas dalam waktu usang dan tidak sanggup disembuhkan dengan obat pelega yang biasa dipakai penderita sesak napas.
Cara mencegah penyakit Emfisema:
  • Penderita yaitu perokok aktif, berhenti merokok sanggup membantu mencegah penderita dari penyakit ini.
  • Jika emfisema sudah menjalar, berhenti merokok mencegah perkembangan penyakit. Pengobatan didasarkan pada tanda-tanda yang terjadi, apakah gejalanya ringan, sedang atau berat.
  • Perlakuan termasuk menggunakan inhaler, pemberian oksigen, obat-obatan dan kadang kala operasi untuk meredakan tanda-tanda dan mencegah komplikasi.
  • Menghindari asap rokok yaitu langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
8. Pneumonia, 
Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau basil pada alveolus yang mengakibatkan terjadinya radang paru-paru.
Pneumonia atau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae. Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Pneumonia yaitu suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun benalu di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan. Pneumonia sanggup juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akhir dari penyakit lainnya, mirip kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.
Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang mempunyai penyakit kronik sebagai akhir rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga bau tanah setiap tahun.
Terjadinya penyakit pneumonia yaitu tanda-tanda yang bekerjasama dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas.Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia sanggup diketahui sehabis menjalani investigasi X-ray (Rongent) dan investigasi sputum.Cara penularan virus atau basil Pneumonia hingga dikala ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terjangkit penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya yaitu :
Orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah, mirip penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik mirip sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya mempunyai daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.
Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat sanggup mengalami irritasi pada terusan pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung basil maka sanggup mengakibatkan Pneumonia.Alkohol sanggup berdampak jelek terhadap sel-sel darah putih, hal ini mengakibatkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung basil dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.
Menghirup udara terkontaminasi polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa menggunakan masker yaitu terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang karenanya gampang menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya basil atau virus.
Pasien yang usang berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan tanda-tanda yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri, antara lain:
Pneumonia yang disebabkan oleh basil akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite hingga benar-benar tidak lagi adanya tanda-tanda atau hasil investigasi X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya basil Pneumonia, jikalau tidak maka suatu dikala Pneumonia akan kembali diderita.
Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.
Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan takaran rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pencucian secresi mucossa (riak/dahak) di paru-paru.

9. Asbestosis
Asbestosis yaitu suatu penyakit terusan pernafasan yang terjadi akhir menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, mengakibatkan parut. Menghirup asbes juga sanggup mengakibatkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).
Penyakit yang disebabkan oleh Asbestosis diantaranya:
  • Plakpleura (kalsifikasi)
  • Mesoteliome maligna
  • Efusi pleura
Cara mencegah penyakit Asebstosis:
  • Kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja
  • Para pekerja yang bekerjasama dengan Asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok
10. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan insan kepingan atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu lantaran kekebalan tubuh yang menurun.
Perubahan suhu yang ekstrim terutama pada masa pancaroba membuat daya tahan tubuh menurun. Namun kadang virus dan basil turut berperan mengakibatkan ISPA. Lebih dari 200 jenis virus sanggup mengakibatkan ISPA, namun virus yang paling sering menyerang yaitu rinovirus. Selain itu masihada juga coronavirus, parainfluenza virus, adenovirus, dan enterovirus.
Sedangkan basil yang sanggup mengakibatkan ISPA berasal dari jenis Stafilokokus, Streptokokus, dan Pneumokokus.ISPA dibagi dalam tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala ISPA ringan berupa batuk, bunyi serak, hidung berlendir (mengeluarkan ingus), dan demam (atau suhu tubuh terasa meningkat tidak mirip biasanya).
Gejala ISPA sedang berupa demam tinggi hingga 39 derajat celcius, tenggorokan merah, pada kulit terdapat bercak-bercak berwarna merah ibarat campak, indera pendengaran sakit dan mengeluarkan darah, dan pernafasan berbunyi mendecit. Sedangkan pada ISPA berat, gejala-gejalanya berupa bibir dan kulit mulai membiru, kesadaran menurun, gelisah, dan pernafasan berbunyi keras.
Bentuk-bentuk ISPA antara yaitu rhinitis (radang pada lubang mukos hidung), rinosinusitis/sinusitis, nasofaringitis dan faringitis (radang pada faring), epiglotitis (radang pada laring atas), laringitis, laringotraceitis (radang pada laring dan trakea), dan trakeaitis (radang pada trakea).
Rhinitis, faringitis, dan laringitis kadang disebut sebagai flu biasa. Semua radang tersebut terjadi di sistem pernapasan insan kepingan atas. Pengobatan ISPA sering menggunakan antibiotik walupun virus penyebab ISPA sanggup hilang dengan sendirinya seiring perbaikan kekebalan tubuh penderita.
Pemberian antibiotik yaitu untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah. Pada kasus ISPA dimana ingus dan dahak sudah berwara hijau, antibiotik disarankan diberikan pada penderita lantaran dengan demikian sudah ada infeksi lantaran bakteri. Obat-obatan analgesik juga sanggup untuk mengobati keluhan sakit kepala dan tubuh pegal penderita ISPA.Infeksi berlangsung kurang lebih 14 hari.
Setelah itu penderita secara umum akan normal kembali. Namun penderita dengan kelainan maupun komplikasi akan menerima ISPA lebih lama. Jika sudah demikian, penderita memang harus memeriksakan diri ulang ke dokter. Bagi orang cukup umur ISPA merupakan penyakit ringan dan biasa, namun bagi anak apalagi bayi, penyakit ini merupakan ancaman serius yang sanggup mengakibatkan kematian.
ISPA gampang menyerang belum dewasa lantaran kekebalan tubuh yang belum sempurna. Sekitar 40 % - 60 % pasien anak ke Puskesmas lantaran keluhan ISPA. Serangan ISPA pada bayi kurang dari dua bulan sangat sanggup mengakibatkan kematian. Pada bayi, sistem pernapasan insan belum sempurna. Kadang laring harus bekerja keras biar bayi tidak tersedak.

11. Kanker Paru-Paru
Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan sanggup menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru yaitu kebiasaan merokok. Merokok sanggup memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.
Gejala-gejala umum penderita kanker paru-paru :
  • Pembekakan di wajah atau di leher
  • Napas sesak dan pendek-pendek
  • Kehilangan nafsu makan dan turunnya berat badan
  • Kelelahan kronis
  • Dahak berdarah, berubaha warna dan semakin banyak
  • Sakit kepala, nyeri dengan lantaran yang tidak jelas
  • Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat
  • Suara serak/parau
12. SARS
SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yaitu sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi terusan pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, contohnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi lantaran alergi terhadap suatu benda, mirip debu atau bulu hewan.

13. Tonsilitis
Tonsillitis yaitu peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Jika terjadi infeksi melalui ekspresi atau terusan pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang sanggup mengakibatkan penyempitan terusan pernapasan. Adapun gejala-gelaja tonsilitis yaitu sebagai berikut.
  • Tenggorokan terasa sakit.
  • Terasa sakit dikala menelan.
  • Tubuh mengalami demam tinggi.
  • Sering mengalami muntah
  • Mengalami kesulitan dikala bernapas
  • Tidur mendengkur
  • Nafsu makan menurun
  • Timbul wangi tidak sedap pada mulut
  • Timbul nyeri di sekitar otot
14. Asfiksi
Asfiksi yaitu gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh.
Asfiksi disebababkan oleh: karam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan). Gejala penyakit Asfiksi:
Pada fase dispneu / sianosis asfiksia berlangsung kira-kira 4 menit. Fase ini terjadi akhir rendahnya kadar oksigen dan tingginya kadar karbon dioksida. Tingginya kadar karbon dioksida akan merangsang medulla oblongata sehingga terjadi perubahan pada pernapasan, nadi dan tekanan darah. Pernapasan terlihat cepat, berat, dan sukar. Nadi teraba cepat. Tekanan darah terukur meningkat.
Fase konvulsi asfiksia terjadi kira-kira 2 menit. Awalnya berupa kejang klonik kemudian kejang tonik kemudian opistotonik. Kesadaran mulai hilang, pupil dilatasi, denyut jantung lambat, dan tekanan darah turun.
Fase apneu asfiksia berlangsung kira-kira 1 menit. Fase ini sanggup kita amati berupa adanya depresi sentra pernapasan (napas lemah), kesadaran menurun hingga hilang dan relaksasi spingter.
Fase simpulan asfiksia ditandai oleh adanya paralisis sentra pernapasan lengkap. Denyut jantung beberapa dikala masih ada kemudian napas terhenti kemudian mati.

15. Hipoksia
Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akhir efek perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal sanggup mengakibatkan maut pada sel-sel. Namun pada tingkat yang lebih ringan sanggup menimbulkan penitikberatan kegiatan mental (kadang-kadang memuncak hingga koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot.

Demikian Artikel sederhana Tentang Gangguan atau Penyakit pada Alat-alat Pernapasan, Semoga Bermanfaat bagi kita semua, sekian dan terima kasih.

Pustaka : 
Buku Ajar Biologi, Hal : 21, Penerbit : Citra Pustaka, Penulis : Ikhsan Hanafi, S.Pd.

No comments:

Post a Comment