Showing posts with label Seputar Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Seputar Ramadhan. Show all posts

Friday, August 16, 2019

Aturan Dan Jenis Zakat

Hukum Dan Jenis Zakat. Sejarah Zakat Umat muslim diwajibkan menunjukkan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah S.W.T. Kewajiban ini tertulis di dalam Al’Quran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk menunjukkan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada lalu hari, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya semenjak tahun 662 M. Nabi Muhammad SAW melembagakan perintah zakat ini dengan memutuskan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak dikala ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini mengambarkan bahwa pada lalu hari ada pengaturan santunan zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.

 Hukum Dan Jenis Zakat  Hukum Dan Jenis Zakat

Pada zaman khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu yaitu orang miskin, janda, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak bisa membayar.

Pengertian Zakat

  1. Arti Zakat Menurut Bahasa ialah suci atau higienis (Tathir) Dan Bertambah (al-namaa).
  2. Zakat Menurut istilah syara’ ialah menunjukkan atau menyerahkan sejumlah harta tertentu kepada orang yang berhak dengan syarat-syarat tertentu.
  3. Zakat yaitu jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya)
  4. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam.
  5. Zakat dari segi prakteknya yaitu aktivitas bagi-bagi yang diwajibkan bagi umat islam. Zakat berbeda dengan gratifikasi. Gratifikasi yaitu aktivitas bagi-bagi yang tidak diperkenankan oleh negara atau ketentuan pemerintah.
  6. Zakat Diwajibkan Dalam Islam, pada tahun keduah hijriah. Dan kewajiban itu yaitu mutlak. Dan tidak sanggup ditawar-tawar

Hukum zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh alasannya itu aturan zakat yaitu wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah ibarat salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci menurut Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan sebuah aktivitas sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang sanggup berkembang sesuai dengan perkembangan umat insan dimana pun.

Syarat Wajib Zakat

  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Hak Milik Yang Sempurna
  4. Ada Satu Nisab (Batas yng Tertentu)
  5. Haul, atau sudah hingga satu tahun.

Jenis zakat

Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
  1. Zakat fitrah, Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di kawasan bersangkutan.
  2. Zakat maal (harta), Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang meliputi hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis mempunyai perhitungannya sendiri-sendiri.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat

Tujuan Dan Manfaat Berzakat

Tujuan dan manfaat Zakat bagi eksklusif sanggup dipisahkan antara eksklusif si Pemberi Zakat dan si Penerima Zakat bukan hanya bertujuan sekedar untuk memenuhi ‘baitul maal’ dan menolong orang yang lemah dari kejatuhan yang semakin parah. Namun bertujuan biar insan lebih tinggi nilainya daripada harta, sehingga insan menjadi tuan bagi hartanya dan bukannya menjadi budaknya. Maka kepentingan tujuan zakat terhadap si pemberi sama dengan kepentingannya terhadap si penerima.

Baca Juga Hukum Dan Jenis Zakat.
 Tujuan dan manfaat Zakat   Tujuan dan manfaat Berzakat

Orang Yang berhak mendapatkan Zakat

Ada delapan pihak yang berhak mendapatkan zakat, tertera dalam Surah at-Taubah ayat 60 yakni:
  1. Fakir - Mereka yang hampir tidak mempunyai apa-apa sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  2. Miskin - Mereka yang mempunyai harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
  3. Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mu'allaf - Mereka yang gres masuk Islam dan membutuhkan pemberian untuk mengikuti keadaan dengan keadaan barunya.
  5. Hamba sahaya - Budak yang ingin memerdekakan dirinya
  6. Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.
  7. Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
  8. Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Orang Yang tidak berhak mendapatkan Zakat

  1. Orang kaya dan orang yang masih mempunyai tenaga.
  2. Hamba sahaya yang masih menerima nafkah atau tanggungan dari tuannya.
  3. Keturunan Rasulullah (ahlul bait).
  4. Orang yang dalam tanggungan dari orang yang berzakat, contohnya anak dan istri.
Baca Juga Pengertian Organisasi Pengelola Zakat

Hikmah dari zakat

  1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
  2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
  3. Membersihkan dan mengikis adab yang buruk
  4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
  6. Untuk pengembangan potensi ummat
  7. Dukungan moral kepada orang yang gres masuk Islam
  8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang mempunyai kegunaan bagi ummat.

Zakat dalam Al Qur'an

  1. QS (Al-Baqarah (2):43) ("Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'".)
  2. QS (At-Taubah (9):35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, kemudian dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kau simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah kini (akibat dari) apa yang kau simpan itu.")
  3. QS (At-Taubah (9):103) ("Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kau membersihkan dan menyucikan mereka...")
  4. QS (6: 141) (Dan Dialah yang menyebabkan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang majemuk buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang majemuk itu) jikalau beliau berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik akhirnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kau berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).

Tujuan dan Manfaat Memberi Zakat.

  1. Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir.
  2. Zakat mendidik beramal dan memberi
  3. Berakhlak dengan Allah
  4. Zakat ialah wujud syukur atas nikmat Allah
  5. Zakat mengobati hati dari cinta dunia
  6. Zakat berbagi kekayaan bathin
  7. Zakat menarik simpati / cinta
  8. Zakat mensucikan harta dari bercampurnya dengan hak orang lain
  9. Zakat berbagi dan memberkahkan harta

Tujuan dan Manfaat Menerima Zakat

  1. Zakat akan membebaskan si akseptor dari kebutuhan pokok hidupnya, sehingga ia sanggup hidup tentram dan sanggup meningkatkan khusuknya beribadah kepada ALLAH.
  2. Zakat menghilangkan sifat dengki dan benci. Sifat hasad dan dengki akan menghancurkan keseimbangan pribadi, jasmani dan rohani seseorang.
  3. Zakat diberikan kepada delapan ‘asnaf’ yang tersebut dalam Al-Qur’an surat At-Taubah /90 ayat 60 dan ini memperjelas kedudukan dan fungsi zakat dalam masyarakat,

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat

Dan Manfaat Shalat Tarawih

@ Arti shalat tarawih ialah salat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan ramadan. Tarawih dalam bahasa Arab ialah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan salat sunnat ini ialah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Fakta menarik wacana salat ini ialah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam hanya pernah melakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya sebab takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim.

Hikmah shalat tarawih

  1. Shalat Tarawih ialah ibadah untuk menghidupkan malam bulan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Menggunakannya untuk menghafal kembali surah al-Quran.
  3. Mengharapkan kerahmatan dan keampunan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesiapa yang melaksanakan solat malam pada Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan keredaan dan keampunan Allah semata-mata, maka diampunkan segala dosanya yang lalu.”  Riwayat al-Bukhari dan Muslim.

Cara-Cara Sholat Tarawih

  1. Cara Pertama, Shalat 13 rakaat yang dibuka dengan 2 rakaat yang ringan atau yang pendek, 2 rakaat itu berdasarkan pendapat yang berpengaruh ialah shalat sunnah ba’diyah Isya’. Atau 2 rakaat yang dikhususkan untuk membuka shalat malam, kemudian 2 rakaat panjang sekali, kemudian 2 rakaat kurang dari itu, kemudian 2 rakaat kurang dari sebelumnya, kemudian 2 rakaat kurang dari sebelumnya, kemudian 2 rakaat kurang dari sebelumnya, kemudian witir 1 kali.
  2. Cara Kedua, Shalat 13 rakaat diaantaranya 8 rakaat salam pada setiap 2 rakaat kemudian melaksanakan witir 5 rakaat tidak duduk dan salam kecuali pada rakaat kelima.
  3. Cara Ketiga, Shalat 11 rakaat, salam pada setiap 2 rakaat dan witir 1 rakaat.
  4. Cara Keempat, Shalat 11 rakaat, shalat 4 rakaat dengan 1 salam, kemudian 4 rakaat lagi menyerupai itu kemudian 3 rakaat. Lalu apakah duduk (tasyahud –pent) pada setiap 2 rakaat pada yang 4 dan 3 rakaat? Kami belum mendapat balasan yang memuaskan dalam problem ini. Tapi duduk pada rakaat kedua dari yang tiga rakaat tidak disyariatkan !.
  5. Cara Kelima, Shalat 11 rakaat diantaranya 8 rakaat, tidak duduk kecuali pada yang kedelapan, (pada yang ke-8 ini –pent) bertsyahud dan bershalawat kepada Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam, kemudian bangkit lagi dan tidak salam, kemudian witir 1 rakaat, kemudian salam, ini berjumlah 9 rakaat, kemudian shalat 2 rakaat lagi sambil duduk.
  6. Cara Keenam, Shalat 9 rakaat, 6 rakaat pertama tidak diselingi duduk (tasyahud –pent) kecuali pada rakaat keenam dan bershalawat kepada Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam dan seterusnya sebagaimana tersebut dalam cara yang telah lalu.
Inilah tata cara yang terdapat dari Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam secara jelas, dan dimungkinkan ditambah cara-cara yang lain yaitu dengan dikurangi pada setaip cara berapa rakaat yang dikehendaki walaupun tinggal 1 rakaat dalam rangka mengamalkan hadist Rasulullah Shallaalhu ‘alaihi wa sallam yang telah lalu
(“…Barangsiapa yang ingin, witirlah dengan 5 rakaat, barangsiapa yang ingin, witirlah dengan 3 rakaat, barang siapa yang ingin,witirlah dengan 1 rakaat").

Shalat 5 dan 3 rakaat ini, bila seseorang menghendaki untuk melakukannya dengan 1 kali duduk (tasyahud –pent) dan satu kali salam sebagaimana pada cara kedua, boleh. Dan bila ingin, sanggup dengan salam pada setiap 2 rakaat menyerupai pada cara ketiga dan yang lain dan itu lebih baik. Adapun shalat yang 5 dan 3 rakaat denagn duduk (tasyahud –pent) pada setiap 2 rakaat tanpa salam, kita tidak mendapatinya terdapat dari Nabi Shallaalhu ‘alaihi wasallam, pada asalnya boleh, akan tetapi nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam ketika melarang untuk 3 rakaat dan memperlihatkan alasannya dengan sabda dia “Jangan serupakan dengan shalat mahgrib...” 

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Tarawih

Arti Malam Lailatul Qadar

@ Arti Malam Lailatul Qadar. Kata "al-Qadar" diartikan juga "al-Syarf" yang artinya mulia (kemuliaan dan kebesaran). Maksudnya Allah s.w.t, telah mengangkat kedudukan Nabi-Nya pada malam Qadar itu dan memuliakannyadengan risalah dan membangkitkannya menjadi Rasul terakhir. Mengenai hal ini diisyaratkan dalam surat al-Qadar. Bahwa malam itu ialah malam yang mulia, malam diturunjannya al-qur'am sebagai kitab suci yang terakhir. ayat alquran wacana lailatul qadar  Surat al-Qadar Yang Artinya :

Sesungguhnya saya telah menurunkan al-qur'an pada malam lailatul qadar, tahukah kau "apa itu lailatul qadar?", lailatul qadar ialah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan idzin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar'. (QS. Al-Baqarah,97: 1-5)

Dari ayat tersebut, maka jelaslah lailatul qadar ialah malam yang mempunyai keistimewaannya sediri dibanding dengan malam-malam yang selainnya. Dan apabila malam itu dipakai untuk ibadah kepada Allah SWT, maka ia akan mendapat pahala berlipat ganda satu berbanding seribu amal kebajikan (ibadah) yang dilakukan selain malam lailatul qadar.

Berdasarkan keterangan al-Qur'an dan al-Sunnah, disebutkan bahwa dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang indah itu disebut Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 - 84 tahun.

Menurut Quraish Shihab, kata Qadar sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an sanggup mempunyai tiga arti yakni:
  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan sanggup dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan bekerjsama Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami
  2. Kemuliaan. Malam tersebut ialah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia lantaran terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan sanggup dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara wacana kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat
  3. Sempit. Malam tersebut ialah malam yang sempit, lantaran banyaknya malaikat yang turun ke bumi, menyerupai yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan sanggup dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)

Hikmah Malam Lailatul Qadar

apakah keistimewaan malam lailatul qadar pesan yang tersirat malam lailatul qadar intinya terletak dalam dua kemuliaan, yaitu turunnya al-qur'an dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang besar, termasuk di dalamnya malaikat Jibril. Para malaikat turun di malam itu dengan cahaya yang cemerlang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka ialah untuk menyampaikam ucapan selamat kepada orang yang yang melakukan puasa Ramadhan dan melakukan ibadah lainnya. Kemuliaan turunnya al-qur'an, merupakan hari yang agung dan bersejarah, turunnya kitab suci itu merupakan titik awal dimulainya suatu kehidupan "Dunia Baru" yang terlepas dari kesesatan dan kedzaliman, menuju kebenaran yang hakiki. (Pen. H. Syaifullah Amin / Red. Ulil H)

Gambaran Malam Lailatul Qadar

Gambaran malam lailatul qadar Terdapat pendapat yang menyampaikan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini menurut hadits dari Aisyah yang menyampaikan : " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan bulan pahala dan dia bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169). Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatul Qadar kemungkinan akan "diwujudkan" oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeda, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapat keutamaan Lailatul Qadar sanggup "mencarinya" setiap malam. Agar kita yang menghendaki "mendapatkan" Lailatul Qadar, maka berbuka puasalah "sekedarnya" saja supaya tubuh tidak "menjadi berat" dan malas serta menjadi alasannya ngantuk dan gampang tertidur, sehingga yang kita inginkan untuk mendapat Lailatul Qadar tidak membuahkan hasil.

Makara Dapat Disimpulkan Bahwa Malam indah yang lebih baik dari seribu bulan itu ialah malam yang penuh berkah.

Referensi ;
http://id.wikipedia.org/wiki/Lailatul_Qadar
http://www.nu.or.id/

Tuesday, August 13, 2019

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan. Pada Bulan ini Allah menurunkan rahmat-Nya melalui Ramadhan. Dimana kita sanggup mendapat pahala, rahmat, hidayah dan ampunan-Nya. Dan Juga merupakan bulan yang melipat gandakan pahala.

Definisi Bulan Ramadhan

bulan ampunan yaitu bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah  dalam bulan ini umat muslim melaksanakan acara menyerupai berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, serta memperbanyak membaca Alquran, membayar zakat fitrah dan diakhiri dengan merayakan Idul Fitri atau hari kemenangan.

Baca Juga 
  1. , Syarat Dan Rukun Puasa
  2. Dan Manfaat Shalat Tarawih
  3. Arti Malam Lailatul Qadar
  4. Tujuan dan manfaat Berzakat

Bulan Ramadhan sanggup disebut sebagai Syahrut Tarbiyah atau Bulan Pendidikan. untuk menjaga kesehatan badan kita dengan makan secara teratur. Atau kita diajarkan semoga sanggup mengatur waktu Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Jadi, pendidikan itu berafiliasi pribadi dengan penataan kembali kehidupan kita di segala bidang. Namun ujian yang paling berat yaitu berjihad melawan hawa nafsu sendiri. Karena itu bulan Ramadhan sering disebut sebagai Syahrul Jihad dengan fokus pada pengendalian hawa nafsu diri sendiri.

 Dan Juga merupakan bulan yang melipat gandakan pahala  Bulan Ramadhan

Jihad melawan nafsu bertujuan untuk menyucikan dan memurnikan nafsu kita untuk kembali semurni-murninya, yaitu dalam keadaan fitri. Ungkapan ini tolong-menolong berasal dari firman Allah dalam QS 91:7-10 dan beberapa ayat lainnya yang berbunyi senada yaitu menyucikan jiwa. Menyucikan Jiwa yaitu syarat yang mengiringi proses awal penerimaan wahyu yaitu IQRA (simak QS 96:1-5). Hal ini tentunya bersahabat kaitannya dengan buah dari pendidikan jiwa secara intuitif maupun intelektual murni (atau intelek awal), dengan rasionalitas dan penyingkapan tabir-tabir gelap jiwa kita yang sejatinya “Ummi” dan “Fakir” di hadapan Allah, Rabbul ‘Aalamin (Pencipta, Pemelihara dan Pendidik semua makhlukNya).

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai Bulan Ibadah sebab pada bulan diwajibkan untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib menyerupai sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-Ar’an. Bahkan dalam pengertian yang lebih luas, dimana semua makhluk diciptakan Allah sebagai hambaNya, maka semua acara jasmani dan rohani kita di Bulan Ramadhan dilatih untuk selalu menyatakan kebiasaan-kebiasaan luhur bahwa semua acara kehidupan kita sejatinya yaitu ibadah kepadaNya.

Bulan Ramadhan yaitu Bulan Diturunkannya Al Qur’an sebagai mana disebutkan dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi insan dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kau hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."(Al-Baqarah 2: 185).

Bulan Ramadhan yaitu Bulan dimana Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya
”Apabila Ramadhan tiba, pintu nirwana dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”

Bulan Ramadhan yaitu Bulan dimana Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan menyerupai firman ALLAH SWAT yang artinya
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kau apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. ” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).
Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini yaitu malam lailatul qadr

Bulan Ramadhan yaitu Bulan diaman Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya
“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila ia memanjatkan do’a maka niscaya dikabulkan.”

Metode Cara Penentuan Datangnya Bulan Ramadhan

Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal setiap bulan ditetapkan dikala terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan dikala terjadinya hilal yang dipakai dikala ini yaitu metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta memakai metode perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia memakai kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal. Nahdlatul Ulama (NU) serta Kementerian Agama RI selaku Pemerintah RI memakai metode rukyah sementara Muhammadiyah dan Persatuan Islam memakai hisab sebagai sandaran penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya bulan ampunan sebagaimana sempat terjadi pada tahun 1998 (1418 H).

Baca Juga Pengertian Dan Penentuan Hilal

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan

Dan Aturan Shalat Tarawih

dan Hukum Shalat Tarawih. Diantara ibadah yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini yaitu shalat tarawih. Kita sanggup melihat dan merasakan, bahwa setiap kali Ramadhan tiba, semua kaum muslimin bersemangat untuk mendatangi masjid-masjid untuk menunaikan ibadah yang mulia ini.

Tarawih dalam bahasa Arab yaitu bentuk jama' dari “tarwihatun” yang berarti waktu sesaat untuk istirahat. Shalat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah pada malam-malam bulan Ramadhan. para jamaah bekumpul untuk shalat tarawih kemudian beristirahat sesudah dua kali salam (yaitu sesudah melaksanakan 2 rakaat ditutup dengan salam kemudian mengerjakan 2 rakaat lagi kemudian ditutup dengan salam). Adapun shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan shalat tarawih hanya khusus dikerjakan di bulan Ramadhan.


Hukum Shalat Tarawih

Para ulama beropini bahwa shalat tarawih hukumnya yaitu sunnah dianjurkan). Bahkan berdasarkan ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, aturan shalat tarawih yaitu sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi pria dan perempuan. Shalat tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam.

Mengerjakan shalat tarawih dengan berjama'ah yaitu lebih utama. dahulu Nabi Muhammad mengerjakannya dengan para shahabat di masjid selama beberapa malam. Kemudian ia tidak melaksanakan shalat tarawih bersama para shahabat lagi di malam-malam setelahnya, lantaran Nabi khawatir jikalau Allah Ta'ala akan mengubah aturan shalat tarawih ini menjadi wajib bagi kaum muslimin. Hal ini dikarenakan pada ketika Rasulullah masih hidup, masih dimungkinkan adanya perubahan dan penetapan syari'at gres alasannya yaitu wahyu masih turun. Adapun sesudah Nabi wafat, maka semua syari'at agama ini telah tetap dan tidak akan berubah hingga simpulan zaman.

Beliau takut jikalau kaum muslimin mendapatkan dosa lantaran tidak bisa mengerjakan shalat tarawih. Seandainya Allah Ta'ala mewajibkannya. Ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang Nabi terhadap umatnya.

Sebagaimana Diriwayatkan dari 'Aisyah -radhiyallahu’anha-, bahwa ia berkata, "Rasulullah pada suatu malam keluar dan shalat di masjid. Orang-orang  pun  ikut  shalat  bersamanya.  Dan  mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpul-lah banyak orang. Ketika ia shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya. Mereka meperbincangkan lagi. Hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah keluar dan shalat. Ketika malam keempat masjid tidak bisa menampung jama'ah, hingga ia hanya keluar untuk melaksanakan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat ia menghadap insan dan bersyahadat kemudian Nabi bersabda (yang artinya) :
“Amma ba'du. Sesungguhnya saya mengetahui perbuatan kalian semalam, namun saya khawatir (jika shalat tersebut) diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak bisa mengamalkannya". [HR. Bukhari 3/220 dan Muslim 761].

Sepeninggal Nabi, para shahabat senantiasa mengerjakan shalat tarawih ini, dan umat ia hingga kini mendapatkan sunnah ini dengan sepenuhnya.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda,
“Barangsiapa shalat (tarawih)(di bulan) Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap akhir (pahala) dari Allah Ta'ala , pasti akan diampuni dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhari 37 [1/24], Muslim 1776).

Waktu Shalat Tarawih

Waktu shalat tarawih yaitu antara shalat 'Isya hingga terbit fajar sebagaimana sabda Rasulullah
“Sesungguhnya Allah telah menambah shalat pada kalian dan dia yaitu shalat witir. Maka lakukanlah shalat witir itu antara shalat 'Isya hingga shalat fajar.” (HR. Ahmad, Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “(Hadits) ini sanadnya shahih”, sebagaimana dalam Ash-Shahihah, 1/221 no.108).

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Para ulama berbeda pendapat wacana jumlah rakaat shalat tarawih. Ada yang beropini dihentikan lebih dari 11 rakaat, dan ada yang membolehkan. Yang berpengaruh , wallahu a'lam, yaitu pendapat pertama, berdasarkan hadits Aisyah -radhiyallahu’anha- (yang artinya) :
“Nabi tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" (HR. Bukhari 3/16 dan Muslim 736).

Tapi,  hendaknya  kita  juga  tidak  praktis membid'ahkan/menyalahkan saudara kita yang mengambil pendapat bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat. Karena perkara ini memang ada perbedaan  pendapat di kalangan para ulama hingga hari ini. Wallahu a'lam.

Dan Tujuan Pesantren Kilat

Dan Tujuan Pesantren Kilat. ini merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh sekolah pada dikala bulan ramadhan yang bertepatan dengan liburan sekolah. Guna meningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi penyesuaian hidup beragama.


Secara umum Pengertian Pesantren kilat mengandung dua kata kunci, yaitu pesantren dan kilat. Pengertian pesantren secara umum, yaitu suatu forum pendidikan Islam yang di dalamnya terdapat kiyai yang bertugas mendidik dan mengajar para santri dengan memakai sarana mesjid, madrasah, dan didukung adanya pondok kawasan tinggal santri. Kilat alasannya yaitu dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Beberapa nilai yang terkandung dalam tata cara kehidupan pesantren kilat, antara lain :
  1. Adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan;
  2. Adanya suasana hubungan dan kekeluargaan;
  3. Adanya peningkatan pengalaman, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.
Secara Khusus Pengertian Pesantren kilat yaitu salah satu wahana alternatif aktivitas ekstrakurikuler dalam rangka memantapkan training keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Bagi siswa yang beragama Islam dengan contoh dan tata cara kehidupan pesantren yang dilakukan di dalam lingkungan sekolah.

Tujuan Dilaksanakan Pesantren Kilat
Dengan adanya pelaksanaan  Pesantren kilat bagi siswa diperlukan sanggup :
  1. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa wacana anutan agama Islam sehingga menjadi insan muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ;
  2. Memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan anutan agama Islam khususnya wacana keimanan, ibadah, akhlak, dan Al quran ;
  3. Menerapkan dan mengamalkan anutan Islam dam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk mental spiritual yang tangguh, kokoh, dan bisa menghadapi tantangan-tantangan negatif, baik yang tiba dari dirinya langsung maupun dari luar dirinya.

Sahur Dalam Berpuasa

Sahur dalam berpuasa. Ketika Bulan ramadhan tiba semua umat muslim diseluruh dunia melakukan ibadah puasa. Dimana dalam prosesnya ada yang namanya berbuka puasa dan makan sahur. Nah kali ini kami menjelasakan wacana pengertian sahur dalam berpusa.

Definisi Sahur


Sahur juga disebut Sehur, Sehri, Sahari dan Suhoor dalam bahasa lain, ialah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada acara makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Sahur sebagai makan pagi cocok dengan Iftar sebagai makan malam, selama Ramadhan, menggantikan makan tiga kali sehari (sarapan, makan siang dan makan malam), meskipun di beberapa daerah makan malam juga dikonsumsi sehabis Iftar kemudian pada malam hari.

 Ketika Bulan ramadhan tiba semua umat muslim diseluruh dunia melakukan ibadah puasa  Sahur Dalam Berpuasa

Sahur, ialah makanan yang dimakan pada waktu sahar. Sahar berdasarkan bahasa ialah " Nama bagi selesai suku malam dan permulaan suku siang ". Lawannya ialah : Ashil, selesai suku siang. Menurut Az-Zamakhsyari, dinamai waktu Sahar dengan Sahar alasannya ialah ia ialah waktu berlalunya malam dan datangnya siang. Dengan demikian, jelaslah bahwa Sahar bukanlah satu atau dua jam sebelum terbit fajar, namun yang dimaksud ialah nama waktu pergantian siang dan malam.

Kaprikornus apabila kita makan pada jam 24.00 (jam 12 malam) atau sedikit sehabis itu tidaklah sanggup dinamakan "Bersahur (mengerjakan makan Sahur)". Adapun yang dinamakan makan Sahur ialah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW pada riwayat di bawah ini :

Dari Anas dari Zaid bin Tsabit, ia berkata,  
"Kami pernah bersahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami mengerjakan shalat (Shubuh)". Aku (Anas) bertanya kepada Zaid. "Berapa tempo antara keduanya ?". Zaid menjawab, "Sekadar membaca 50 ayat Al-Qur'an". [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim].

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa'id bahwa Nabi SAW bersabda : yang artinya :
Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kau meninggalkannya, walaupun hanya dengan meneguk seteguk air, alasannya ialah sebenarnya Allah dan malaikat- Nya bershalawat atas orang yang bersahur. [HR. Ahmad].

Diriwayatkan oleh Muslim dari 'Amr bin 'Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda: yang artinya :
Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa jago kitab ialah makan sahur. [HR. Muslim].

Apabila seseorang ragu apakah telah habis waktu (imsyak) ataukah belum, maka ia diperbolehkan makan dan minum sampai nyata-nyata baginya bahwa waktu sahur telah habis dan masuk waktu shubuh. Firman Allah : yang artinya
Dan makanlah, minumlah, sehingga konkret kepadamu benang putih dari pada benang hitam yaitu Fajar. [QS. Al Baqarah : 187].


Dari ayat di atas jelaslah bahwa Allah memperkenankan makan dan minum, sehingga konkret benar terbitnya Fajar.

Safari Ramadhan

Safari Ramadhan. Pada dikala bulan Ramadhan tiba biasanya ini menjadi jembatan untuk lebih bersahabat kepada ALLAH SWT, Serta Manfaat Bagi Masyarakat yaitu adanya kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat atau kedekatan antara masyarakat dengan masyarakat. Yang mana dalam bulan Ramadhan banyak acara yang bersifat kolektif, contohnya acara berbuka atau shalat tarawih, sehingga sanggup mempermudah berkomunikasi secara lebih massif, efektif dan efisien tanpa harus mengumpulkan massa atau masyarakat.

 Pada dikala bulan Ramadhan tiba biasanya ini menjadi jembatan untuk lebih bersahabat kepada ALLA  Safari Ramadhan

Kata Safari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai arti perjalanan atau petualangan jarak jauh dalam acara ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan dan wisata. Dari pemaknaan tersebut, maka safari yang harus dilakukan yaitu menjangkau tempat-tempat yang terjauh sekalipun, dan tempat-tempat yang terdapat dipedalaman. Dalam acara safari tersebut mempelajari dan memecahkan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan bagi masyarakat.

Dibulan puasa Safari ramadhan yaitu sebagai ajang silaturrahim antara sesama muslim dibulan ramadhan. Dimana Tradisi silaturrahim ini sangat dianjurkan alasannya yaitu mempunyai imbas yang sangat konstruktif baik bagi kehidupan individu maupun sosial. Sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah, silaturrahim mempunyai banyak manfaat. Diantaranya yaitu memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki bagi yang melakukannya. Seperti hadis Rasulullah SAW. "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim" (HR. Bukhari).

Dengan adanya Safari Ramadhan ini secara tidak pribadi sanggup memperkuat persatuan dan kebersamaan baik di antara kalangan masyarakat sendiri maupun antara masyarakat dengan pemerintah. Oleh alasannya yaitu itu Dengan safari Ramadhan maka seseorang akan mengetahui pokok masalah yang dihadapi masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terapresiasi secara baik. Aspirasi dan impian masyarakat sanggup menjadi masukan secara pribadi bagi pemerintah untuk ditindaklanjuti pada masa-masa yang akan datang.

Seiring dengan bulan suci ramadhan yaitu merupakan dikala yang sempurna untuk kita semua dalam melaksanakan safari ramadhan, yakni perjalanan untuk berdialog, berkomunikasi, dan bersilaturahim dengan masyarakat yang mungkin selama ini belum sanggup memberikan aspirasi dan harapannya pada pemerintah. Safari Ramadhan yaitu merupakan bentuk perjalanan yang dilakukan pada bulan ramadhan tidak hanya bersifat material, namun juga merupakan bentuk ekspedisi spiritual. Yaitu semakin kita bersahabat dengan masyarakat sebagai bentuk semakin dekatnya kita kepada Allah SWT. Untuk itu Mari kita jadikan Safari Ramadhan sebagai titik tolak untuk mengenali itu semua sebagai bab dari ikhtiar kita untuk menjadi hamba-hamba yang bertakwa.

Mudik

Mudik. Inilah aktivitas rutin yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menghadapai hari raya. Oleh lantaran itu pulang kampung sanggup diartikan sebagai salah satu aktivitas yang dilakukan oleh para perantau/pekerja untuk kembali ke kampung halamannya. Kata pulang kampung berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan contohnya menjelang Lebaran. Pada ketika itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang dipakai antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi menyerupai kendaraan beroda empat dan sepeda motor, bahkan truk sanggup dipakai untuk mudik. Tradisi pulang kampung muncul pada beberapa negara berkembang dengan lebih banyak didominasi penduduk Muslim, menyerupai Indonesia dan Bangladesh.

 Inilah aktivitas rutin yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menghadapai ha  Mudik

Sedangkan berdasarkan KBBI Mudik berasal dari kata ‘udik’ yang diartikan sebagai sungai yang sebelah atas (arah dekat sumber); (daerah) di hulu sungai. kemudian secara lebih luas lagi ‘udik’ diartikan menjadi desa; dusun; kampung (lawan kota). Dari akar kata ‘udik’ inilah KBBI mendefinisikan ‘mudik’ menjadi (berlayar, pergi) ke bodoh (hulu sungai, pedalaman) atau lebih luasnya dimaknai pulang ke kampung halaman.

Bagi para pekerja atau perantau hari raya dipergunakan untuk Mudik biar sanggup berkumpul kembali dengan keluarganya dikampung halamannya. Momen pulang kampung menyerupai ini biasa dipakai sebagai ajang pelepas rindu akan kampung halaman, ajang silaturahmi ke sanak keluarga yang jarang sekali ditemui lantaran saling berjauhan tempat kerjanya, ajang menjalin kembali keakraban yang mungkin sudah mulai pudar lantaran selama setahun masing-masing orang sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri.

Makna Yang sanggup diperoleh dari Mudik :
  1. Dengan pulang kampung secara tidak eksklusif ialah merupakan suatu bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya, lantaran walaupun jauh dari orang renta namum seseorang anak akan selalu mengingat untuk bertemu orang tuannya.
  2. Dengan Mudik anda sanggup mengatakan bahwa bagaimanapun juga yang namanya korelasi keluarga itu tidak akan pernah putus. Mudik ialah salah satu momen yang mana akan mengingatkan  kita bahwa terpisah sejauh apapun yang namanya korelasi keluarga akan terus dibawa, bahkan hingga mati.
  3. Mudik ialah momen yang mengingatkan bahwa kita dilarang lupa akan asal-usul kita. tetap kita harus dan wajib mengingat asal-usul kita supaya kita tidak sombong.
  4. Dengan mudik, kita telah menyatukan kebhinekaan sosial, budaya, akhlak dan istiadat. Saling mengembangkan dongeng dan pengalaman dari tempat rantaunya masing-masing. Saling merasakan buah tangan khas dari tempat rantaunya masing- masing.
Tapi dizaman kini ini pulang kampung dilakukan bukan semata untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama orang renta dan keluarga tetapi dijadikan sebagai ajang pamer kesuksesan, berlomba-lomba mengatakan pencapaiannya selama berada di perantauan. Apakah hal ini yang anda lakukan ketika anda Mudik. Mudah-mudahan tidak….

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

Ngabuburit

Ngabuburit adalah merupakan istilah yang berasal orisinil dari bahasa Sunda, yaitu burit yang berarti waktu menjelang sore hari. Makara ngabuburit yang biasa identik dengan bulan Ramadhan ini ialah acara yang dilakukan oleh seseorang ketika menunggu atau menghabiskan waktu sampai menjelang waktu Adzan Maghrib datang, atau biasa disebut menunggu waktu berbuka puasa. Beberapa acara yang sanggup dilakukan ketika ngabuburit ibarat jalan-jalan, mengaji bersama di mesjid, dan lain-lainnya.

Anak-anak muda kini melaksanakan ngabuburit dengan cara jalan-jalan bersama teman-temannya dan mampir di daerah keramaian. Pada jaman dulu, bawah umur melaksanakan ngabuburit dengan cara pergi ke Mesjid secara beramai-ramai untuk melaksanakan sholat maghrib berjama’ah.

adalah merupakan istilah yang berasal orisinil dari bahasa Sunda  Ngabuburit

Masyarakat di Indonesia sudah mengikuti perkembangn zaman, terutama bawah umur muda, Maka tidak heran pada ketika menunggu buka puasa mereka selalu melaksanakan acara ngabuburit, dengan pergi ke mal-mal atau berjalan-jalan soreh.

Secara tidak pribadi para bawah umur muda merasa ngabuburit itu ialah bab penting ketika puasa yaitu menunggu buka puasa (ngabuburit puasa) sehingga mereka menghabiskan waktu dengan sia-sia (atau malah melaksanakan dosa tanpa terasa). Padahal Islam tak pernah mengajarkan menunggu buka puasa dengan bersenang-senang, berduaan, jalan-jalan, dan menyia-nyiakan waktu. Alangkah baiknya kalau menunggu berbuka puasa dengan acara yang sanggup menambah pahala.

Alangkah baiknya umat muslim dalam menunggu waktu berbuka puasa dengan cara berdiam diri di dalam rumah masing-masing. Dengan mendengarkan ceramah agama, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan membagi masakan (sedekah) untuk buka puasa kepada tetangga atau kerabat dekat,bukan hanya menahan lapar saja.

Nuzul Qur’An

Nuzul Qur’an. Turunnya Al Alquran terjadi pada bulan ramadhan. Dan dilihat dari pada 10 hari terakhir pada bulan ramadhan turunnya lailatul qadar maka tentunya turunnya al quran terjadi pada 10 malam terakhir pada bulan ramadhan berdasarkan musnad Imam Ahmad, turunnya Al-Qur'an pada tanggal 24 Ramadhan, namun masih ada perbedaan pendapat antara ulama. namun yang paling masyhur yakni tanggal 17 Ramadhan.

Nuzulul Qur’an merupakan sebuah mukjizat Allah SWT lantaran kejadian ini merupakan proses turunnya Al-Qur’an kepada Rasul Muhammad SAW untuk memberi petujuk kepada manusia.

 Turunnya Al Alquran terjadi pada bulan ramadhan  Nuzul Qur’an

Nuzul berarti turun atau berpindah, yaitu berpindah dari atas ke bawah atau turun dari kawasan yang tinggi. Sedangkan ‘Al-Quran’ yakni kitap suci agama islam atau sanggup dikatakan bacaan atau himpunan, lantaran dalam ‘Al-Quran’  terdapat ayat-ayat yang menjelaskan banyak sekali perkara yang mencakup soal tauhid, ibadat, jinayat, muamalat, munakahat, sains, teknologi dan sebagainya. Kelebihan al-Quran tidak ada satu perkara pun yang terlepas atau tertinggal di dalam al-Quran. Dengan kata lain perkataan segalanya terdapat di dalam al-Quran. 

Baca Juga

Nuzulul Qur'an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) yakni istilah yang merujuk kepada kejadian penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad Sallalahu Allaihi Wassalam.

Al-Quran merupakan hidayah, rahmat, syifa, nur, furqan dan pemberi klarifikasi bagi manusia. Segala isi kandungan al-Quran itu benar. Al-Quran juga dikenali sebagai Al-Nur berarti cahaya yang menerangi. Memberikan Petunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib, untuk sanggup melakukan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap pertanyaan dan juga klarifikasi bagi mereka.

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yakni surat Al Alaq ayat 1-5 yang kalau diterjemahkan menjadi :
  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
  2. Dia telah membuat insan dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5. Dia mengajar kepada insan apa yang tidak diketahuinya
Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad Sallalahu Allaihi Wassalam sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril tiba memberikan wahyu tersebut.

Proses Turunnya Al-Qur’an

  1. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasul Muhammad SAW untuk memberi petujuk kepada manusia. Maka turunya Al-Qur’an dengan dua tahapan, yaitu :
  2. Pertama : Al-Qur’an turun pada malam lailatul qadar pada malam kemulyaan, merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.
  3. Kedua : Turunya Al-Qur’an secara sedikit demi sedikit ( munajaman ), dengan tujuan menguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti kejadian dan kejadian-kejadian hingga Allah SWT menyempurnakan agama ini dan mencukupi nikmat-nikmat-Nya.

Cara turunnya wahyu ( al-Qur’an )

  1. Malaikat Jibril eksklusif memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi Sallalahu Allaihi Wassalam tidak melihat apapun, hanya ia merasa ayat tersebut sudah berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi menyampaikan “Ruhul kudus (istilah lain untuk malaikat Jibril) mewahyukan kedalam kalbuku” [lihat surat (42) Asy Suura:51]
  2. Malaikat menampakkan dirinya kepda Nabi Sallalahu Allaihi Wassalam berupa seorang pria yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga ia mengetahui dan hafal kata-kata itu.
  3. Wahyu tiba kepada Nabi Sallalahu Allaihi Wassalam secara tiba-tiba ibarat gemerincing lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi Sallalahu Allaihi Wassalam. Kadang-kadang pada keningnya berpencaran keringat, meskipun turunya wahyu tersebut dikala cuaca yang sangat dingin. Kadang- kadang unta ia terpaksa berhenti dan duduk lantaran merasa amat berat, kalau wahyu tersebut turun ketika ia sedang naik unta. Cara ibarat ini ibarat dalam cerita di atas.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Nuzulul_Qur%27an

Saturday, August 18, 2018

Pengertian Dan Penentuan Hilal

Pengertian Dan Penentuan Hilal. Hilal merupakan bulan sabit, dalam bahasa inggris disebut cresent, yaitu bulan sabit yang tampak pada beberapa ketika setelah ijtimak. Penentuan hilal bulan syawal yaitu salah satu acara penting yang dilakukan forum hisab untuk memilih hari terakhir pada bulan Ramadan. Hal ini akan memilih kapan ummat muslim terakhir melaksanakan puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri. 

 yaitu bulan sabit yang tampak pada beberapa ketika setelah ijtimak Pengertian Dan Penentuan Hilal

Definisi Hilal

Menurut Wikipedia Hilal yaitu bulan sabit muda pertama yang sanggup dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah bersahabat matahari terbenam yang menjadi pola permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk memilih apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. 

Berdasarkan Sumber Lain Hilal yaitu bulan sabit gres yang menandai masuknya bulan gres pada sistem kalender Kamariah atau Hijriah. Hilal merupakan fenomena penampakan Bulan yang dilihat dari Bumi setelah ijtimak atau konjungsi. Perbedaan daerah dan waktu di Bumi menghipnotis penampakan hilal. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari atau mega senja alasannya merupakan cahaya yang didapat dari pantulan sinar matahari. Dengan demikian hilal ini gres sanggup diamati sesaat setelah Matahari terbenam.

Faktor Yang Mempengaruhi Penampakan Hilal

Banyak faktor yang sanggup menghipnotis penampakan hilal. Hal ini juga berkaitan dengan kriteria visibilitas hilal. Kedudukan Bumi, Bulan, dan Matahari, kemungkinan tinggi dan azimut Bulan sanggup dihitung ketika Matahari terbenam. Demikian juga dengan beda tinggi dan jarak sudut antara Bulan dan Matahari. Tidak kalah pentingnya yaitu faktor atmosfer dan kondisi pengamat yang ikut memilih kualitas penampakan hilal.

Hilal tanggal satu yaitu hilal yang terlihat pertama kali setelah menghilang dari langit pada malam sebelumnya. Ketika terlihat pertama kali, hilal sangat redup (kuat cahayanya yaitu 1% dari besar lengan berkuasa cahaya purnama), dan hilal sangat tipis (hanya sekitar 1% dari luas bulan purnama) serta hilal tidak terlalu tinggi di atas ufuk mar’i (sekitar kurang dari 100). Keesokan petang harinya, hilal sudah lebih tebal sekitar empat kali lebih jelas dengan ketinggian yang sanggup mencapai sekitar 200. Ketentuan kepastian wujudnya hilal tanggal satu kamariah dengan tanggal lainnya yaitu menurut hasil perhitungan hisab.

Dikutip Dari Berbagai Sumber.

Thursday, August 16, 2018

Pengertian Imsak Dalam Berpuasa

Pengertian Imsak Dalam Berpuasa. Dalam Berpuasa Pasti Anda Tidak Merasa abnormal dengan Kata Imsak. Nah Berikut yakni Penjelasan Mengenai Imsak. Imsak berlaku juga terhadap puasa di luar puasa wajib

 Dalam Berpuasa Pasti Anda Tidak Merasa abnormal dengan Kata Imsak Pengertian Imsak Dalam Berpuasa

Definisi Imsak

Pengertian imsak sendiri diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Sedangkan waktu imsak yakni waktu dimulainya untuk menahan segala hal yang membatalkan puasa. Tetapi, di dikala imsak masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama belum memasuki waktu subuh. Sayangnya, secara istilah yang umum dipahami mengenai pengertian imsak yakni dikala seseorang harus memulai untuk berhenti makan sahur semoga tidak terlewat hingga masuk subuh. Pengertian tersebut kuranglah tepat.

Secara istilah imsak yakni dikala seseorang harus memulai untuk berhenti makan sahur semoga tidak terlewat hingga masuk subuh. Makan minum dikala masuk waktu subuh meski ia tidak tahu jika sudah masuk waktu subuh tetap membatalkan puasa.

Imsak sebetulnya memiliki arti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari waktu Subuh hingga waktu Maghrib. Dengan kata lain sebelum waktu adzan Subuh dikumandangkan, umat muslim masih diperbolehkan untuk makan dan minum. Tapi dihentikan lewat dari waktu Subuh.

Ketentuan Waktu Imsak

Ketentuan waktu imsak sebagai ihtiyath (kehati-hatian) ini didasarkan hadits Rasul yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas:
Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a. berkata:
“Kami telah makan sahur bantu-membantu Junjungan Nabi Saw., lalu baginda berdiri mengerjakan shalat. Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid:- “Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu ?” Dia menjawab: “sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat.”
Hadis ini mengatakan bahwa jarak atau interval waktu antara bersahurnya Rasul Saw. dan azan Subuh yakni kira-kira 50 ayat. Itu artinya Rasul Saw. tidak lagi makan sahur hingga berkumandangnya azan Subuh. Inilah yang dipahami oleh para ulama kita, sehingga menetapkan sunnah berimsak sekitar waktu yang dibutuhkan untuk pembaca 50 ayat Al Qur`an tersebut yang diperkirakan setara dengan 10 – 15 menit.

Selanjutnya Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani juga menyatakan bahwa:-
“Maka disamakan oleh Zaid bin Tsabit waktu yang demikian itu dengan ukuran pembacaan al-Quran sebagai aba-aba bahwa waktu tersebut (yakni waktu senggang antara tamat sahur dan azan) yakni waktu untuk ibadah membaca al-Quran.”
Makara dikala diperdengarkan peringatan imsak, dibutuhkan kita telah berhenti bersantap sahur dan menunggu masuknya subuh dengan membaca al Alquran sebagaimana tuntunan Rasulullah.

Jadi, ketika Anda berdiri untuk makan sahur tapi waktu sudah sangat akrab dengan waktu adzan subuh, dan radio, masjid, serta televisi sudah menyatakan imsak, tidak usah khawatir. Karena sebetulnya Anda masih punya waktu 10 menit lagi untuk makan sahur. Manfaatkanlah waktu itu dengan makan dan minum.

Pergunakanlah 10 menit itu untuk makan sahur semoga puasa di siang hari Anda tidak akan terasa berat. Sabda Rasulullah SAW,
“Senantiasalah umatku berada dalam kebaikan (Puasa) selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (HR. Imam Ahmad dari Abu Zarr ra).

Dikutip Dari Berbagai Sumber

Wednesday, August 15, 2018

Pengertian Pinjaman Hari Raya (Thr)

Pengertian Tunjangan Hari Raya (THR). Hore..... Dapat THR....?????? di Indonesia Jika menjelang Hari Raya Idul Fitri, maka para pekerja akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Dan Tahukah Anda Apa itu THR, Apa yang Dimaksud THR dan Bagaimana Proses Pemberian THR. Berikut ialah Penjelasannya.

 di Indonesia Jika menjelang Hari Raya Idul Fitri Pengertian Tunjangan Hari Raya (THR)

Definisi THR

Tunjangan Hari Raya (THR) ialah Merupakan hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha/Perusahaan kepada pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang. Hari Raya Keagamaan disini ialah Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Katolik Katholik dan Protestan, Hari Raya Nyepi bagi pekerja bergama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Buddha.

Dasar Hukum THR

Dasar Hukum dikeluarkannya peraturan perihal THR ialah Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 perihal Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Buruh/Pekerja di Perusahaan dimana peraturan ini menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994. Yang wajib membayar THR ialah setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, baik itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan atau perkumpulan. Sedangkan Pekerja yang berhak mendapat THR ialah pekerja yang telah mhempunyai masa kerja selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus. Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, karyawan kontrak atau karyawan paruh waktu.

Besaran THR

  1. Pekerja/buruh yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Pekerja/buruh yang memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah .

Waktu Pemberian THR

THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum lebaran (H-7) hari keagamaan pekerja biar memberi keleluasaan bagi pekerja menikmatinya bersama keluarga. 

Status Karyawan yang Berhak Mendapatkan THR
Berdasarkan Permenaker No.6/2016 pasal 7 :
  1. Bagi seorang karyawan tetap (pekerja yang dipekerjakan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) dan terputus relasi kerjanya PHK terhitung semenjak waktu 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka ia tetap berhak THR. Maksudnya, jikalau relasi kerjanya berakhir dalam jangka waktu 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka pekerja yang bersangkutan tetap berhak atas THR (secara normatif). Namun sebaliknya, jikalau relasi kerjanya berakhir lebih usang dari 30 hari, maka hak atas THR dimaksud gugur.
  2. Sedangkan bagi karyawan kontrak (pekerja yang dipekerjakan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), walau kontrak relasi kerjanya berakhir dalam jangka waktu 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, tetap tidak berhak THR. Artinya, bagi karyawan kontrak, tidak ada toleransi ketentuan mengenai batasan waktu 30 (tiga puluh) hari dimaksud. Makara bagi pekerja/buruh melalui PKWT, -hanya- berhak atas THR harus benar-benar masih bekerja dalam relasi kerja –sekurang-kurangnya- hingga dengan pada “hari H” suatu Hari Raya Keagamaan -sesuai agama yang dianut- pekerja/buruh yang bersangkutan
Menurut Permenaker No.6/2016 pasal 10, pengusaha yang terlambat membayar THR kepada pekerja/buruh akan dikenai denda sebesar 5% (lima persen) dari total THR yang harus dibayar semenjak berakhirnya batas waktu kewajiban Pengusaha untuk membayar. dikenakan denda menyerupai ini bukan berarti menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar THR kepada pekerja/buruh. Sedangkan Pengusaha atau perusahaan yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam dengan eksekusi sesuai dengan ketentuan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 perihal Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. Hukuman pidana kurungan maupun denda. 

Dikutip Dari
Indonesia. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.6 Tahun 2016 perihal Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan

Monday, August 13, 2018

Pengertian I’Tikaf

Pengertian I’Tikaf. Rasulullah saw. bersabda :" Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim) " Dari Abu Hurairah R.A. ia berkata, Rasulullah SAW. biasa beri'tikaf pada tiap bulan Ramadhan sepuluh hari, dan tatkala pada tahun ia meninggal dunia ia telah beri'tikaf selama dua puluh hari. (Hadist Riwayat Bukhori).

tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan Pengertian I’Tikaf

Definisi I’Tikaf

I'tikaf (Itikaf, iktikaf, iqtikaf, i'tiqaf, itiqaf), berasal dari bahasa Arab akafa. yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam ialah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mutakif.

I'tikaf dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu. Sedangkan dalam pengertian syari'ah agama, I'tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr.

Jenis-jenis I’Tikaf

Iktikaf yang disyariatkan ada dua macam: iktikaf sunat dan wajib.
  1. Iktikaf sunnat ialah iktikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti; iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
  2. Iktikaf wajib ialah iktikaf yang dikarenakan bernazar (janji), seperti: "Kalau Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka saya akan beriktikaf.

Tujuan I'tikaf

  1. Dalam rangka menghidupkan sunnah sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dalam rangka pencapaian ketakwaan hamba.
  2. Sebagai salah satu bentuk penghormatan kita dalam meramaikan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat dari Allah swt.
  3. Menunggu saat-saat yang baik untuk turunnya Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu bulan sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat 97:3.
  4. Membina rasa kesadaran imaniyah kepada Allah dan tawadlu' di hadapan-Nya, sebagai mahluk Allah yang lemah.

Rukun I'tikaf

I'tikaf dianggap syah apabila dilakukan di masjid dan memenuhi rukun-rukunnya sebagai berikut :
  1. Niat. Niat ialah kunci segala amal hamba Allah yang betul-betul mengharap ridla dan pahala dari-Nya.
  2. Berdiam di masjid. Maksudnya dengan diiringi dengan tafakkur, dzikir, berdo'a dan lain-lainya.
  3. Di dalam masjid. I'tikaf dianggap syah jikalau dilakukan di dalam masjid, yang biasa dipakai untuk sholat Jum'ah. Berdasarkan hadist Rasulullah saw. "Dan tiada I'tikaf kecuali di masjid jami' (H.R. Abu Daud)
  4. Islam dan suci serta cendekia baligh.

Cara ber-I'tikaf

  1. Niat ber-I'tikaf alasannya ialah Allah. Misalnya dengan mengucapkan : Aku berniat I'tikaf alasannya ialah Allah ta'ala.
  2. Berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak berzikir, tafakkur, membaca do'a, bertasbih dan memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  3. Diutamakan memulai I'tikaf sesudah shalat subuh, sebagaimana hadist Rasulullah saw; "Dan dari Aisyah, ia berkata bahwasannya Nabi saw. apabila hendak ber-I'tikaf ia shalat subuh kenudian masuk ke daerah I'tikaf. (H.R. Bukhori, Muslim)
  4. Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Dan disunnahkan memperbanyak membaca: “ Ya Allah sebenarnya Engkau Pemaaf, maka maafkanlah daku.”

Waktu I'tikaf

  1. Menurut mazhab Syafi'i I'tikaf sanggup dilakukan kapan saja dan dalam waktu apa saja, dengan tanpa batasan lamanya seseorang berI'tikaf. Begitu seseorang masuk ke dalam masjid dan ia niat I'tikaf maka syahlah I'tikafnya.
  2. I'tikaf sanggup dilakukan selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Yang lebih utama ialah selama sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan sebagaimana dijelaskan oleh hadist di atas.
  3. Untuk I’tikaf wajib teragntung kepada berapa usang waktu yang dinadzarkan, sedangkan I’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu. Kapan saja pada siang atau malam hari, waktunya bias usang dan bias juga singkat. Ya’la bin Ummayyah berkata ; Sesungguhnya saya berdiam satu jam dimasjid tak lain hanya untuk I’tikaf.

Hal-hal yang membatalkan I'tikaf

  1. Berbuat dosa besar.
  2. Bercampur dengan istri.
  3. Hilang logika alasannya ialah abnormal atau mabuk.
  4. Murtad (keluar dari agama).
  5. Datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadas besar.
  6. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur, alasannya ialah maksud I'tikaf ialah berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk ibadah.
  7. Orang yang sakit dan membawa kesulitan dalam melakukan I'tiakf.

Hikmah Ber-I'tikaf

  1. Mendidik diri kita lebih taat dan tunduk kepada Allah.
  2. Seseorang yang tinggal di masjid gampang untuk memerangi hawa nafsunya, alasannya ialah masjid ialah daerah beribadah dan membersihkan jiwa.
  3. Masjid merupakan madrasah ruhiyah yang sudah barang tentu selama sepuluh hari ataupun lebih hati kita akan terdidik untuk selalu suci dan bersih.
  4. Tempat dan dikala yang baik untuk menjemput datangnya Lailatul Qadar.
  5. I'tikaf ialah salah satu cara untuk meramaikan masjid.
  6. Dan ibadah ini ialah salah satu cara untuk menghormati bulan suci Ramadhan.
Dikutip dari banyak sekali sumber

Sunday, August 12, 2018

Pengertian Hari Raya Idul Fitri

Pengertian Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di banyak sekali negara Islam di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di banyak sekali area retail, dan pada ekspresi dominan Idul Fitri orang-orang membeli banyak sekali hadiah, dekorasi, dan persediaan Idul Fitri. Industri yang bergantung pada penjualan di ekspresi dominan Idul Fitri antara lain ketupat, kartu Idul Fitri, dan lain-lain. Selain acara ekonomi terbesar, Hari Idul Fitri di banyak sekali negara Islam merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis; hampir semua toko retail, institusi bisnis dan komersial tutup, dan hampir semua industri berhenti beroperasi.

 Hari Raya Idul Fitri biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di banyak sekali neg Pengertian Hari Raya Idul Fitri

Definisi Idul Fitri

Pengertian Idul Fitri yakni hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang menurut peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara memilih 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.

Secara Umum Idul Fitri yakni Hari raya sehabis umat Islam melakukan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, dinamakan Idul Fitri alasannya yakni insan kembali suci menyerupai bayi yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Idul Fitri juga dapat diartikan sebagai puncak atau titik puncak dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri sendiri mempunyai keterkaitan makna dengan tujuan final yang ingin diraih dari pelaksanaan kewajiban berpuasa. 

Idul Fitri secara bahasa atau etimologi dapat berarti Hari Raya Kesucian atau dapat juga diartikan sebagai Hari Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini yakni bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan fitrah (Fitri).

Tradisi Dan Makna Idul Fitri Diindonesia

Dalam tradisi Idul Fitri di Indonesia ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)”dan mereka menggunakan sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, kendaraan beroda empat gres dan lainnya, Bagaimana sebetulnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan pulang kampung untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat.

Dengan momentum Idul Fitri kita jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturrahim (menyambung kasih sayang) baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta sobat dan korelasi kita saat ada kebencian terhadap mereka. Sebab kasih sayang merupakan lawan dari kebencian, sehingga orang yang dalam dirinya ada kebencian pada suami atau istri, orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga, sobat dan korelasi disebut dengan memutus tali silahturahmi, orang yang memutuskan silahturahmi tidak akan masuk surga.

Dikutip Dari Berbagai Sumber

Pengertian Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah. Hal ini disyariatkan pada tahun kedua Hijriah bulan Syakban. Maka Sejak ketika itu zakat fitrah menjadi pengeluaran wajib yang harus dilakukan setiap muslim yang memiliki kelebihan dari keperluan keluarga yang masuk akal pada malam dan hari raya Idul Fitri, sebagai tanda syukur kepada Allah dikarenakan telah menuntaskan ibadah puasa. Selain untuk membahagiakan hati fakir miskin pada hari raya Idul Fitri, juga dimaksudkan untuk membersihkan dosa-dosa kecil yang mungkin ada ketika seseorang melakukan puasa Ramadan, biar orang tersebut benar-benar kembali pada keadaan fitrah dan suci menyerupai ketika dilahirkan dari rahim ibunya. Nah Apa Itu Zakat Fitrah... Siapa Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah, Kapan Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah dan Apa Hukum Zakat Fitrah.. Berikut Adalah Penjelasannya :

 Hal ini disyariatkan pada tahun kedua Hijriah bulan Syakban Pengertian Zakat Fitrah

Definisi Zakat Fitrah

Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan wanita muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan insan ketika gres diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini insan dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Zakat fitrah yaitu zakat yang alasannya yaitu diwajibkannya yaitu futur (berbuka puasa) pada bulan Ramadhan. Fitri berarti berbuka puasa, yang dimaksudkan di sini ialah berbuka puasa di waktu matahari terbenam pada hari terakhir bulan ramadhan.

Zakat fitrah berdasarkan pengertian syara’ yaitu zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim dari sebagian hartanya kepada orang orang yang membutuhkan untuk mensucikan perkataan yang kotor dan perbuatan yang tidak ada gunanya.

Yang berkewajiban membayar Zakat Fitrah

  1. Individu yang memiliki kelebihan masakan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  2. Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada selesai bulan bulan mulia dan hidup selepas terbenam matahari.
  3. Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada selesai bulan bulan mulia dan tetap dalam Islamnya.
  4. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari selesai Ramadan.
  5. Waktu Pengeluaran
  6. Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.

Hukum Zakat Fitrah

Para ulama bersepakat bahwa zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap individu berdasarkan hadis Ibnu Umar ra yang berkata,
“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah bulan bulan mulia sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya pria atau perempuan” (HR. Bukhari Muslim).
Berdasarkan hadis tersebut, zakat fitrah diwajibkan kepada setiap muslim, baik merdeka maupun budak, pria maupun perempuan, besar maupun kecil, kaya maupun miskin. Seorang pria mengeluarkan zakat untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang istri mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya atau oleh suaminya. 

Bayi yang masih dalam kandungan belum terkena wajib zakat fitrah. Tetapi jika ada seorang bayi lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadan, maka zakat fitrahnya wajib ditunaikan. Demikian juga jika ada orang renta meninggal dunia sehabis matahari terbenam pada hari terakhir di bulan Ramadan, zakat fitrahnya wajib pula dibayarkan.

Dikutip Dari Berbagai Sumber.

Thursday, July 5, 2018

Pengertian Tadarus Al-Quran Serta Hikmahnya

Pengertian Tadarus Al-Quran Serta Hikmahnya. Al-Quran merupakan mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang mempunyai keutamaan bagi yang menghafalkan, membaca maupun yang mendengarkannya. Dengan adanya Tadarus Al-Qur’an dibutuhkan sanggup mengambil manfaat dari keutamaan-keutamaan bagi yang membaca maupun yang mendengarkannya. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Tadarus Al-Quran.

Quran merupakan mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang memi Pengertian Tadarus Al-Quran Serta Hikmahnya

Definisi Tadarus Al-Quran

Kata tadarus berasal dari asal kata darasa yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji dan mengambil pelajaran dari wahyu-wahyu Allah SWT. Lalu kata darasa ketambahan abjad Ta’ di depannya sehingga menjadi tadarasa yatadarasu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar, atau mempelajari secara lebih mendalam.

Istilah tadarus sesungguhnya agak berbeda antara bentuk yang kita saksikan sehari-hari dengan makna bahasanya. Tadarus biasanya berbentuk sebuah majelis di mana para pesertanya membaca Al-Quran bergantian. Satu orang membaca dan yang lain menyimak, atau membaca Al-Quran secara serentak dan tolong-menolong serta didampingi oleh pembimbing.

Tadarus Al Qur‟an atau aktivitas membaca Al Qur‟an merupakan bentuk peribadatan yang diyakini sanggup mendekatkan diri kepada Allah SWT. sanggup meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang berimplikasi pada sikap dan sikap positif, sanggup mengontrol diri, sanggup tenang, verbal terjaga, dan istiqamah dalam beribadah.

Hikmah Tadarus Al Qur’an

Cahaya Al Qur‟an tidak akan merasuk ke dalam hati manusia, kecuali orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya. Tadarus Al Alquran memberi nasihat kepada insan termasuk orang yang menerima rahmat dari Allah SWT. Berikut ialah nasihat tadarus Al-Quran.
  1. Memahami segala sesuatu baik ketauhidan, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji, peringatan dan lain-lain.
  2. Mendapatkan ketenangan hati bagi siapapun yang membacanya
  3. Al Qur‟an sebagai obat yang manjur.