Tuesday, May 14, 2019

Pengertian Umum Metamorfosis Adalah

Istilah Metamorfosis setidaknya pernah kita kenal waktu SMP. Secara umum berdasarkan definisi para mahir menyampaikan bahwa pengertian metamorfosis yakni perubahan badan mulai dari zigot hingga remaja melalui fase-fase tertentu. Metamorfosis umumnya terjadi pada fase yang berbeda, menyerupai dimulai dari telur, larva atau nimfa, terkadang juga sering melewati fase pupa dan berakhir menjadi imago atau dewasa. Apa itu larva, nimfa, pupa dan imago? Berikut di bawah ini penjelasannya:
  • Larva merupakan bentuk binatang muda yang berkembang melalui metamorfosis. Fase larva sering terjadi pada metamorfosis serangga dan amfibia, bentuk larva akan berbeda ketika sudah berubah bentuk menjadi dewasa. Misalnya menyerupai yang terjadi pada ulat yang berkembang menjadi kupu-kupu. Larva mempunyai organ khusus yang tidak dimiliki ketika bentuk remaja dan juga larva tidak akan mempunyai organ badan tertentu ketika sudah menjadi  dewasa.
  • Nimfa merupakan binatang muda menyerupai dengan binatang yang sudah tumbuh dewasa, akan tetapi ukurannya lebih kecil dan terdapat beberapa bab organ badan yang belum tumbuh. Biasanya nimfa pada metamorfosis akan mengalami kejadian yang disebut dengan Molting atau pergantian kulit dan setiap setalah mengalami Molting binatang tersebut akan kelihatan menyerupai dengan binatang yang sudah dewasa.
  • Pupa merupakan tahapan dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva dan nantinya akan menjadi organ tubuh. Pupa bisa disebut juga tahap kepong-pong pada metamorfosis dan sesudah melewati tahap pupa binatang akan menjadi imago atau binatang dewasa. Tahap pupa hanya bisa didapat pada binatang atau serangga yang mengalami metamorfosisi tepat mislnya menyerupai pada kupu-kupu.
Pada beberapa hewan, bentuk antara binatang muda dan binatang remaja hampir sama. Perhatikanlah anak kucing dan induknya.  Kedua kucing itu hanya berbeda ukurannya. Antara anak kambing dan induknya juga tidak terlalu jauh perbedaan bentuknya. Perhatikanlah bentuk ulat, kepompong, dan kupu-kupu. Meskipun termasuk satu indvidu, perubahan bentuk dari ulat, kepompong, dan kupu-kupu menyampaikan perbedaan yang jauh. Dikatakan, kupu-kupu mengalami metarmofosis. 

Metamorfosis dibedakan menjadi dua macam atau jenis-jenis metamorfosis antara lain sebagai berikut :
A. Metamorfosis Sempurna (Holometabola)
Metamorfosis Sempurna yakni metamorfosis dalam perkembangannya suatu individu melewati tahap-tahap mulai dari tahap atau fase telur, larva pupa, dan imago. Beberapa teladan binatang atau serangga yang mengalami metamorfosis tepat yaitu kupu-kupu dan nyamuk
Adapun tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada metaorfosis tepat ialah:
  1. Fase Telur. Hewan betina akan meletakkan telur- telurnya di daerah yang sesuai dengan kebutuhan dengan perkembangan calon anaknya. Contohnya menyerupai pada kupu- kupu yang meletakkan telur- telurnya di permukaan daun hal ini alasannya yakni larva atau binatang muda merupakan pemakan tumbuhan. Pada fase telur ini, embrio hasil fertilisasi sel telur dengan sel sperma akan terus mengalami pembelahan, membentuk organ-organ, hingga pada waktu tertentu tergantung pada jenis spesiesnya. Telur- telur nyamuk mempunyai struktur yang ringan dan rapat menyerupai sebuah rakit. Induk- induk nyamuk meletakkan telur- telurnya di permukaan air yang tenang. Hal ini alasannya yakni larva nyamuk akan menghabiskan kehidupannya di dalam air. Setelah waktu yang ditentukan telur-telur ini akan menetas menjadi larva atau binatang muda.
  2. Fase Larva. Pada fase ini larva atau binatang muda sangat aktif makan. Induk betina meletakkan telur-telur ditempat yang sesuai dengan makanannya. Ulat, larva dari kupu- kupu bisa menghabiskan dedaunan dimana beliau hinggap. Larva binatang yang mempunyai eksoskleton (rangka luar), menyerupai pada serangga akan mengalami pergantian kulit atau eksdisis atau molting. Hal ini alasannya yakni ukuran tubuhnya makin membesar sehingga diharapkan eksoskleton yang gres untuk ukuran tubuhnya yang membesar. Pergantian kulit sanggup terjadi hingga beberapa kali dan pada waktu yang ditentukan larva akan berhenti makan dan memasuki fase berikutnya, yaitu menjadi pupa. Perubahan ini dikontrol oleh hormonal di dalam badan larva.
  3. Fase Pupa. Pupa atau kepompom merupakan fase transisi. Tubuh kepompom dilindungi dengan rangka luar yang keras di sebut dengan kokon. Pada fase ini, sebagian besar serangga berada dalam kondisi inaktif (makan). Di balik kokon, badan pupa sangat aktif melaksanakan metabolisme pembentukan organ—organ dan bentuk binatang dewasanya. Kebutuhan akan energi diperoleh dari simpanan cadangan kuliner di dalam badan larva. (pada fase larva sangat aktif makan, dan sebagian makanannya akan disimpan untuk fase pupa). Fase pupa memakan waktu yang bervariasi.
  4. Fase Imago (Dewasa). Sampai waktu yang ditentukan, pupa akan keluar dari cangkangnya menjadi binatang remaja (imago) dengan bentuk yang sangat berbeda. Pada fase ini, imago mempunyai cara makan dan habitat yang berbeda dengan larvanya. Fase imago merupakan fase reproduksi dimana, binatang remaja akan saling mengadakan perkawinan (jantan dan betina), yang akan membentuk ratusan telur- telur, dan akan mengulangi sikusnya.
Contoh Metamorfosis pada kupu-kupu.
Telur akan menetas menjadi ulat, ulat akan tumbuh remaja dan terus berkembang sehingga menjadi kepong-pong. Kepong-pongpun akan menetas dan menjadi kupu-kupu atau singkatnya Telur>Ulat>Kepong-pong>Kupu-kupu. Dapat dilihat bentuk ulat tidaklah sama dengan kupu-kupu sehingga ini disebut metamorfosisi yang sempurna.
 
 

B. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetobola)
Metamorfosis Tidak Sempurna yakni Metamorfosis yang pertama-tama melalui tahap bertelur, sesudah bertelur akan menjadi nimfa sesudah itu nimfa yang tumbuh dan berkembang akan menjadi imago (dewasa). Kaprikornus metamorfosis tidak tepat merupakan proses pertumbuhan pada binatang yang tidak mengalami perubahan bentuk, binatang yang gres menetas dari telur bentuknya sama dengan binatang yang sudah dewasa. Perubahannya hanya terjadi pada bab badan tertentu yang belum mengalami pertumbuhan. Beberapa teladan binatang atau serangga yang mengalami metamorfosis tidak tepat yaitu belalang, jangkrik dan kecoa.
Tahapan- tahapan pada hemimetabola yaitu:
  1. TELUR. Seperti pada umumny serangga, telur- telur diletakkan ditempat yang sesuai dan kondusif untuk perkembangan embrio. Embrio- embrio di lindungi dengan struktur telur yang bercangkang zar kiitin. Sampai pada waktu yang ditetukan, telur akan menetas menjadi nimfa.
  2. NIMFA. Berbeda dengan kelompok holometabola, hemimetabola lagsung mempunyai bentuk binatang yang sesungguhnya, nimfa, yang ukurannya lebih kecil. Nimfa akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk kematangan organ reproduksi. Nimfa juga mengalami eksdisis untuk mengganti kerangka luar tubuhnya akhir pertumbuhan yang menciptakan ukuran tubuhnya makin membesar.
  3. IMAGO. Imago mempunyai kematangan reproduksi dan siap untuk melaksanakan perkawinan. Siklus akan kembali terulang.
Contoh Metemorfosisi pada belalang.
Telur akan menetas menjadi belalang muda atau sanggup disebut dengan nimfa. Lalu nimfa akan terus tumbuh dan bab pada belalang yang belum mengalami pertumbuhan contohnya menyerupai sayap akan tumbuh sehingga menjadi imago atau belalang dewasa, atau singkatnya Telur>Nimfa>Belalang dewasa.

 
Sekian artikel singkat perihal Pengertian Umum Metamorfosis serta Jenis Meatmorfosis supaya artikel singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. terima kasih...

No comments:

Post a Comment