Saturday, May 11, 2019

Pengertian Umum Bangsa Adalah

Istilah bangsa mempunyai banyak sekali makna dan pengertian yang berbeda-beda. Bangsa merupakan terjemahan dari kata ”nation” (dalam bahasa Inggris). Kata nation bermakna keturunan atau bangsa. Seiring perkembangan zaman, maka pengertian bangsa juga mengalami perkembangan. Pada awalnya bangsa hanya diartikan sekelompok orang yang dilahirkan pada tempat yang sama.
Pengertian Bangsa, dalam bahasa inggris, bangsa berasal dari kata nation, Nation artinya bangsa, wangsa, atau trah (Jawa). Secara Umum Pengertian bangsa telah didefinisikan oleh para jago merekan menyampaikan bahwa pengertian bangsa ialah kumpulan insan yang biasanya terikat lantaran kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan pengertian bangsa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam pengertian bangsa ialah orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. 
Nation dalam bahasa Indonesia, diistilahkan bangsa, yaitu orang-orang yang bersatu lantaran kesamaan keturunan. Sebaliknya, dalam arti bahasa Inggris sanggup dicontohkan menyerupai wangsa, trah (Jawa), dan marga(Batak), contohnya wangsa Syailendra, trah Mangkunegara, marga Sembiring. Mereka menjadi satu bangsa lantaran berasal dari keturunan yang sama.
Istilah natie (nation) mulai terkenal sekitar tahun 1835. Namun, istilah ini sering diperdebatkan dan dipertanyakan sehingga melahirkan banyak sekali teori ihwal bangsa sebagai berikut.
  1. Ernest Renant. Dalam bukunya yang berjudul "La Reforme Intellectuelle et Morale" (1929), Ernest Renanat beropini bahwa bangs ialah kesatuan jiwa. Jiwa yang mengandung kehendak untuk bersatu, orang-orang merasa diri satu dan mau bersatu. Dalam istilah Prancis, bangsa ialah Ledesir d'etre ensemble. Bangsa sanggup terdiri atas ratusan, ribuan, bahkan jutaan manusia, tetapi bersama-sama merupakan kesatuan jiwa. Apabila semua insan yang hidup di dalamnya mempunyai kehendak untuk bersatu maka sudah merupakan satu bangsa.
  2. Hans Kohn. Menurut Hans Kohn dalam bukunya "Nationalism and Liberty: The Swiss Example" (1966), bangsa diartikan sebagai hasil tenaga hidup insan dalam sejarah dan lantaran itu selalu bergelombang dan tak pernah membeku. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak sanggup dirumuskan secara eksak. Kebanyakan bangsa mempunyai beberbagai faktor obyek tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain. Faktor-faktor itu berupa persamaan keturunan, wilayah, bangsa, etika istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama.
  3. Ir. Soekarno. Bangsa ialah segerombolan insan yang besar, keras ia mempunyai keinginan bersatu, le desir d’etre ensemble (keinginan untuk hidup bersama), keras ia mempunyai character gemeinschaft (persamaan nasib/karakter), persamaan watak, tetapi yang hidup di atas satu wilayah yang positif satu unit.
  4. Jalobsen dan Lipman. Menurut Jalobsen dan Lipman dalam buku "Politics: Individual and State" karya Robert Wesson (1998), bangsa ialah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan satu kesatuan politik (political unity). Dari beberapa pengertian bangsa oleh beberapa orang jago yang satu dengan lainnya berbeda. Hal ini disebabkan oleh sudut padnang mereka yang berbeda pula.
  5. Lothrop Stoddard. Bangsa, nation, natie ialah suatu keyakinan yang dimiliki oleh sejumlah orang yang cukup banyak, bahwa mereka merupakan suatu bangsa. Ia merupakan suatu perasaan mempunyai secara bersama sebagai suatu bangsa.
  6. Otto Bauer. Dalam buku "the Austrians: A Thousand-year Oddessey" karangan Gordon (1996), Otto Bauer menyampaikan bahwa bangsa merupakan sekelompok insan yang mempunyai persamaan huruf atau perangai yang timbul lantaran persamaan nasib dan pengalaman sejarah budaya yang tumbuh dan berkembang bersama dangsa tersebut.

Pengertian bangsa juga sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu bangsa dalam arti politis dan bangsa dalam arti sosiologisantropologis.
1. Bangsa dalam Arti Sosiologis-Antropologis. 
Bangsa dalam pengertian ini dibedakan menjadi dua, yaitu bangsa dalam arti etnis dan bangsa dalam arti kultural. Bangsa dalam arti etnis merupakan sekelompok insan yang mempunyai satu keturunan atau ras yang tinggal dalam satu wilayah tertentu dengan ciri-ciri jasmani yang sama, menyerupai kesamaan warna kulit dan bentuk tubuh. Bangsa dalam arti kultural ialah sekelompok insan yang mempunyai ciri-ciri khas kebudayaan yang sama, menyerupai etika istiadat, mata pencaharian, bahasa, dan unsur-unsur kesamaan budaya. Jadi, bangsa dalam arti sosiologis-antropologis merupakan sekelompok insan yang hidup bersama dan diikat oleh ikatan menyerupai kesatuan ras, tradisi, sejarah, etika istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan, serta daerah.
bangsa Merupakan komplotan hidup yang bangkit sendiri dan setiap anggota komplotan hidup tersebut merasasatu kesatuan, rasa bahasa, agama, dan etika istiadat. Persekutuan hidup, artinya perkumpulan orang-orang yang saling membutuhkan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu wilayah tertentu. Persekutuan hidup dalam satu negara yang jumlah warganya banyak atau lebih besar jumlahnya dibanding komplotan hidup yang lain, contohnya komplotan hidup masyarakat Jawa. Persekutuan yang mempunyai warga sedikit atau lebih kecil dibanding yang lain, contohnya masyarakat Suku Badui.

2. Bangsa dalam Arti Politis. 
Bangsa dalam arti politis ialah sekelompok insan yang mempunyai satu paham dan ideologi yang sama dalam suatu organisasi kekuasaan dalam negara, contohnya bangsa Indonesia. Mereka diikat oleh satu kesatuan wilayah nasional, hukum, dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak cukup menyerupai itu, bangsa yang sudah bernegara, menyerupai Indonesia perlu membuat ikatan-ikatan gres untuk mempersatukan bangsa-bangsa yang ada di dalamnya. Misalnya, bahasa nasional, lambang negara, dasar dan ideologi negara, semboyan nasional, rasa nasionalisme dan patriotisme, serta ikatan lain yang sifatnya nasional. Ikatan gres tersebut menjadi identitas nasional bangsa yang bersangkutan. Identitas nasional sekaligus berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa.
Selain itu, bangsa dalam arti politis sanggup dikatakan bahwa bangsa sebagai sekelompok masyarakat dalam satu tempat yang sama dan tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai satu kekuasaan tertinggi, baik ke dalam maupun ke luar. Jadi, bangsa dalam arti politis ialah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta patuh dan taat pada kekuasaan dari negara yang bersangkutan. Bangsa dalam arti ini diikuti oleh suatu kesatuan wilayah nasional, hukum, aturan yang berlaku, dasar, dan ideologi negara.

Ciri-ciri bangsa:
  1. memiliki nama,
  2. wilayah tertentu,
  3. mitos leluhur bersama,
  4. kenangan bersama,
  5. satu atau beberapa budaya yang sama dan solidaritas tertentu.
Unsur-unsur Terbentuknya Bangsa
  1. Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa terbentuk lantaran unsur atau faktor objektif tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain, seperti:
  2. Unsur nasionalisme yaitu kesamaan keturunan.
  3. Wilayah.
  4. Bahasa.
  5. Adat-istiadat
  6. Kesamaan politik.
  7. Perasaan.
  8. Agama.
Menurut Joseph Stalin, unsur terbentuknya bangsa ialah adanya
  1. Persamaan sejarah.
  2. Persamaan cita-cita.
  3. Kondisi objektif menyerupai bahasa, ras, agama, dan adat-istiadat.
Demikianlah artikel singkat ihwal Pengertian Bangsa biar bermanfaat bagi kita semua, terima kasih...

No comments:

Post a Comment