Sunday, May 5, 2019

Dampak Nyata Dan Negatif Akhir Konflik Sosial | Pengertian Konflik Sosial Secara Umum

Secara Umum Pengertian Konflik Sosial adalah sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih disaat pihak yang satu berusaha menyingkarkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Latar belakang hingga terjadinya konflik ialah disaat terjadi perbedaan yang sulit untuk ditemukaan persamaannya/didamaikan/diselesaikan baik itu perbedaan kepandaian, ciri fisik, pengetahuan, keyakinan, dan adat istiadat. ‘dampak konflik’? sudah barang tentu yang ada dalam pola pikir masyarakat kita telah tertanam besar lengan berkuasa bahwa konflik melahirkan dampak negatif yang berupa kerusakan, keresahan, dan kesengsaraan. Padahal anutan tersebut tidak selamanya benar. Ada beberapa konflik yang justru melahirkan dampak positif.

Konflik Sosial berfungsi sebagai faktor positif yang berdampak membangun (konstruktif) dan faktor negatif yang merusak (destruktif) untuk kedamaian. Konflik sosial destruktif secara positif ialah sebagai pendorong berkembangnya modal kedamaian sosial sehingga meningkatkan solidaritas antar kelompok. Sedangkan konflik sosial destruktif ialah juga sanggup menjaga keutuhan kelompok dan integrasi sosial masyarakat dan skala yang lebih luas, namun kalau melampui batas toleransi dan kapasitas pihak-pihak yang terlibat dengan tidak dicarikan solusi yang cepat maka hal tersebut sanggup mengakibatkan disintegrasi sosial.

Contoh konflik sosial yang pernah terjadi ialah ketika Indonesia dan Malaysia ditahun 2005 dimana ketika itu Malaysia mengklaim wilayah Blok Ambalat merupakan cuilan dari kepulaun Nusantara Konflik tersebut membuat amarah bangsa Indonesia gotong royong bersatu melawan pemerintahan Malaysia. Hal ini merupakan salah satu pola konflik sosial yang pernah terjadi di negara kita. 

Dampak Konflik Sosial Positif dan Negatif 

Dampak Positif Konflik Sosial
Meskipun konflik bisa mengakibatkan aneka macam dampak negatif, namun nyatanya konflik juga bisa memperlihatkan dampak yang positif, di antaranya:
  • Menguatnya Solidaritas Kelompok – Ktika sebuah konflik terjadi, masing-masing kelompok akan berusaha memperkuat solidaritas dari masing-masing anggota kelompoknya. Selain itu, ketika persaingan dilakukan dengan benar dan kalau kejujuran diutamakan, maka akan ada keselarasan dalam kelompok sehingga tercipta kekompakan
  • Dapat membuat integrasi yang harmonis
  • Memperkuat identitas pihak yang berkonflik 
  • Menciptakan kelompok baru
  • Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.
  • Membuka wawasan 
  • Memperjelas aneka macam aspek kehidupan yang belum tuntas
  • Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma usang dan membuat norma-norma yang baru.
  • Meningkatkan solidaritas antara anggota kelompok 
  • Mengurangi rasa ketergantungan individu atau kelompok 
  • Memunculkan sebuah kompromi gres apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan yang seimbang. 
  • Mencapai Kemajuan – Konflik sosial tidak selamanya dilakukan dengan kekerasan. Konflik sosial dalam bentuk persaingan akan membuat kelompok yang bersaing memperoleh kemajuan dikarenakan faktor globalisasi. Masyarakat yang berkembang pesat, akan berusaha beradaptasi dan membuatnya bersaing semoga mempunyai peradaban yang maju dalam kelompoknya.
  • Membentuk Kepribadian – Konflik sosial yang dilakukan dengan persaingan yang baik akan menumbuhkan sifat jujur dari kelompok-kelompok yang bersaing. Kejujuran itu akan menumbuhkan jiwa sosial dan diri seseorang.
  • Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum terperinci atau belum tuntas untuk ditelaah. Contohnya, dalam menetapkan suatu rancangan undang-undang (RUU) menjadi sebuah undang-undang yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dengan persetujuan presiden. Dalam hal ini perlu dilakukan telaah terlebih dahulu terhadap rancangan undang-undang tersebut dalam sidang di DPR. Dalam penelaahan itu tentunya terjadi perbedaan pendapat atau pandangan yang nantinya mempunyai kegunaan untuk lebih memperjelas dan mempertajam kesimpulan yang sanggup memperkuat undang-undang tersebut.
  • Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok. Terjadinya konflik sanggup menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat terhadap norma dan nilai sosial, serta kekerabatan sosial ihwal perlunya diterapkan beberapa hukum yang cenderung sanggup membawa ke arah yang lebih baik.
Berbagai akhir sanggup terjadi ketika konflik sosial terjadi. Konflik sosial yang sifatnya mengandalkan kekerasan dan anarkisme sebagian besar akan mengakibatkan dampak negatif. Akan tetapi, ketika konflik sosial itu berbentuk persaingan yang sehat, justru bisa membuat kemajuan dari kelompok-kelompok yang bersaing.


Dampak Negatif dari Konflik Sosial
Dampak negatif merupakan dampak yang mustahil terelakkan. Konflik dalam jenis apapun niscaya akan mengakibatkan efek negatif terhadap kehidupan orang-orang yang berkonflik. Dampak negatif tersebut meliputi:

  • Menyebabkan domnasi kelompok pemenang
  • Menimbulkan keretakan kekerabatan antara individu dan kelompok 
  • Kerusakan Harta Benda dan Jatuhnya Korban Jiwa – Konflik sosial yang sifatnya merusak bisa berakibat rusaknya harta benda yang dimiliki oleh kelompok sosial tertentu. Konflik sosial sering diikuti dengan tindakan anggota kelompok dari masing-masing kubu untuk bertindak dengan mengandalkan kekerasan. Kerusakan daerah tinggal, kemudahan umum, dan lain sebagainya, merupakan bukti aktual bahwa konflik sosial justru berakibat jelek terhadap kepemilikan harta benda dari masing-masing kelompok. Selain itu, kekerasan yang serig terjadi ketika konflik sosial juga mengakibatkan adanya korban jiwa. Entah korban luka dari masing-masing kelompok, atau bahkan korban meninggal dari salah satu atau masing-masing kelompok. Sayangnya, justru hilangnya nyawa dari salah satu kelompok biasanya dijadikan alasan untuk melaksanakan penyerangan yang lebih brutal, hingga menimbulan konflik yang lebih besar dan kerugian yang lebih besar pula.
  • Keretakan Hubungan Antar Kelompok – Sebuak konflik antar kelompok mau tidak mau, meskipun telah berdamai, niscaya tetap meninggalkan kebencian pada beberapa individu dalam kelompok tertentu. Tentunya, keretakan kekerabatan antara kelompok yang berkonflik merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan dan bisa menjadi penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan.
  • Perubahan Kepribadian pada Individu – Individu-individu yang ada dalam kelompok sosial tertentu akan mengalami perubahan sifat. Biasanya mereka akan diliputi perasaan marah, curiga, dan membenci orang-orang yang menjadi lawan konfliknya. Terkadang kepribadian seseorang lambat laun akan berupah menjadi seseorang yang diliputi kecemasan. Ia tidak akan merasa tenang sebab khawatir kalau konflik akan terjadi lagi. Ia diliputi rasa curiga kalau kelompok yang dulunya berkonflik dengan mereka kembali menyulut permasalahan.
  • Terjadi Dominasi dan Penaklukan – Adanya konflik yang melibatkan dua kelompok tertentu, mau tidak mau salah satu di antara mereka ingin memperlihatkan dominasi mereka. Salah satu dari dari kelompok tersebut ingin memperlihatkan bahwa mereka lebih besar lengan berkuasa dan lebih berkuasa terhadap suatu hal. Akibatnya, timbul harapan untuk menaklukkan kelompok yang bertentangan dengan kelompok tersebut.
Demikianlah Artikel singkat mengenai Dampak Akibat Konflik Sosial Positif & Negatif. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Pustaka
Muin, Idianto. 2013. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X. Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga. Hal: 72-74.
Maryati, Kun, dan Suryawati, Juju. 2006. Sosiologi untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Jakarta : Esis.

No comments:

Post a Comment