Showing posts sorted by date for query pengertian-definisi-wilayah-pesisir. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query pengertian-definisi-wilayah-pesisir. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, August 14, 2019

Laut

Laut. Dari permukaan planet bumi maritim menutupi hampir 71%. Laut tidak memiliki batas yang jelas. Pengembara di darat tidak pernah kehilangan arah alasannya yaitu mengenal gejala darat (landmark). Mereka tidak akan mengalami dis-orientasi. Di laut, tidak ada istilah landmark sehingga pelaut harus mencari tanda tanda alam semoga tidak kehilangan arah.

Pada kurun pertengahan, bangsa Yunani konon memperkenalkan istilah Okeanos, yang selanjutnya secara global disebut Ocean. Kata ocean, pada beberapa teks di Indonesia, umumnya diartikan sebagai Laut, dan pada teks ini kita akan selalu memakai istilah tersebut. Pada pecahan lain kita juga akan menemukan istilah Sea dan Marine, yang juga diartikan sebagai laut.

Bangsa Yunani membayangkan maritim sebagai sebuah sungai besar yang mengelilingi bumi. Definisi ini tentu saja masih belum lengkap, dari pandangan insan modern ketika ini. Namun, munculnya istilah okeanos, harus diakui sebagai kemajuan besar untuk mulai melihat, mempelajari dan memahami peranan Laut pada kehidupan manusia. Menurut jago dan praktisi bidang kelautan, Roberts Callum, memperkirakan kita gres memahami belakang layar maritim sekitar 2% dari pengetahuan sesungguhnya. Jumlah spesies maritim yang diketahui dalam catatan ilmiah, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah temuan spesies yang ada di darat. Sementara, teori yang cukup besar lengan berkuasa menyatakan bahwa kehidupan di bumi dimulai dari Laut.

 Dari permukaan planet bumi maritim menutupi hampir   Laut

Sedangkan Laut berdasarkan sejarahnya, terbentuk sekitar 4,4 miliar tahun yang lalu, yang awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100 °C) alasannya yaitu panasnya Bumi pada ketika itu. Asamnya air maritim terjadi alasannya yaitu ketika itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang mengakibatkan tingginya pelapukan dan mengakibatkan maritim menjadi asin ibarat kini ini. Pada ketika itu, gelombang tsunami sering terjadi alasannya yaitu seringnya asteroid menghantam Bumi. Pasang surut maritim yang terjadi pada ketika itu juga bertipe mamut atau tinggi/besar sekali tingginya alasannya yaitu jarak Bulan yang begitu erat dengan Bumi.

Baca Juga  Pengertian / Definisi Wilayah Pesisir

Ada pendapat menyampaikan bahwa pada ketika itu Bumi mulai mendingin akhir mulai berkurangnya acara vulkanik, disamping itu atmosfer pada ketika itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang menjadikan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap Lahar di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi sampai terbentuklah Laut. Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akhir terlarut dalam air maritim dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari sanggup kembali masuk menyinari Bumi dan menjadikan terjadinya proses penguapan sehingga volume air maritim di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akhir hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, mengakibatkan air maritim menjadi semakin asin.

Sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat biru alasannya yaitu maritim yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin mendingin alasannya yaitu air di maritim berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada ketika itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di Bumi, berdasarkan para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun teori ini masih merupakan perdebatan sampai ketika ini.

Pada hasil inovasi geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 miliar tahun) menyampaikan adanya fosil seukuran beras dari basil primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan wacana saat-saat awal kehidupan dan di pecahan lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut. Sedangkan kelautan itu sendiri yaitu ilmu yang mempelajari banyak sekali biota atau makhluk hidup di maritim yang perlu dimanfaatkan melalui perjuangan perikanan dan kelautan.

Laut yaitu kumpulan air asin yang luas dan berafiliasi dengan samudra. Laut yaitu kumpulan air asin yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua dengan benua lainnya dan suatu pulau dengan pulau lainnya. Air maritim merupakan adonan dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya ibarat garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air maritim ditentukan oleh 96,5% air murni.

Secara geografis, insan membagi wilayah maritim menjadi empat pecahan kecil, masing-masing diberi identitas sebagai Ocean, kita terjemahkan sebagai samudera: Samudera Atlantic, Samudera Hindia, Samudera Pasific dan Samudera Artic. Samudera Pasifik, pada beberapa teks, juga dipisahkan dengan Samudera Antartika sehingga total menjadi lima samudera. Samudera Pasifik ialah yang paling luas (50,1% dari luas laut), diikuti oleh Samudera Atlantik (26,0%), Samudera Hindia (20,5%) dan Samudera Artik (3,4%). Di darat, kita mengenal istilah continent, diartikan sebagai benua, ialah daratan luas yang diskret dan idealnya, masing-masing dipisahkan oleh laut.

Referensi
Wikipedia.org

Sunday, July 28, 2019

Pengertian Sesar Palu Koro

Pengertian Sesar Palu Koro. Tepat pada hari jumat tanggal 28 September 2018 pukul 17.02 WIB, gempa dengan kekuatan 7,4 skala Richter (SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan terjadinya tsunami di pesisir Kota Palu dan Donggala. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi ketinggian tsunami sekitar 1,5 hingga 2 meter. Berikut yakni klarifikasi seputar pengertian Sesar Palu Koro.

 Sulawesi Tengah yang mengakibatkan terjadinya tsunami di pesisir Kota Palu dan Donggala Pengertian Sesar Palu Koro


Definisi Sesar Palu Koro

Secara istilah, sesar (fault) sama dengan patahan (faulting) kerak bumi (crust) yang salah satunya, atau keduanya sekaligus berubah posisi dari posisi semula. Aktivitas sesar ini menghasilkan gempa besar dan kecil dan mempunyai siklus.

Sulawesi mempunyai sesar aktif, yaitu Sesar Palu-Koro, membentang dari Teluk Palu hingga ke Lembah Koro. Lalu menyambung ke Timur ke Sesar Matano. Beberapa jago geologi lain menyebut Sesar Palu-Koro sepanjang Teluk Palu hingga ke Teluk Bone (500 Km). Teluk Palu, Kota Palu, Toraja, wilayah Poso, Teluk Bone, atau Sulawesi Selatan dan Tenggara yakni beberapa wilayah yang sanggup menanggung resiko itu, sebab berada di wilayah Sesar Palu-Koro

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho beropini bahwa, sesar Palu Koro yakni merupakan patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua, dimulai dari batas perairan Laut Sulawesi dengan Selat Makassar hingga ke Teluk Bone. sesar Palu Koro ini dikatakan sangat aktif hingga pergerakannya mencapai 35 hingga 44 milimeter per tahun.

Tim Peneliti Ekspedisi Palu Koro mengungkapkan, gempa akhir patahan Palu Koro ini pernah terjadi pada 1907. Kemudian kembali berguncang pada 1927 dan 1968 hingga mengakibatkan tsunami besar menyapu wilayah tepi pantai. “Tapi Gempa akhir Sesar Palu Koro, juga gempa di manapun di dunia tidak sanggup diramal kapan datangnya,” terang Rini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB berujar wilayah Sulawesi Tengah terutama Kota Palu dan Kabupaten Donggala yakni kawasan yang rawan dilanda gempa dan tsunami. Dia mengaku pihaknya telah melaksanakan mitigasi risiko peristiwa dengan banyak melaksanakan sosialisasi dan gladi menghadapi situasi gempa dan tsunami.

Sumber
Ekspedisi Palu Koro

Wednesday, August 22, 2018

Pengertian Sistem Dan Tujuan Reklamasi

Pengertian Sistem Dan Tujuan Reklamasi. Proses reklamasi memerlukan aliran secara gotong royong untuk mewujudkannya, yang nantinya akan benar-benar sanggup memperlihatkan manfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat.

 Proses reklamasi memerlukan aliran secara bersama Pengertian Sistem Dan Tujuan Reklamasi

Definisi / Pengertian Reklamasi

Reklamasi yakni kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No PM 52 Tahun 2011 menyebutkan bahwa, reklamasi yakni pekerjaan timbunan di perairan atau pesisir yang mengubah garis pantai dan atau kontur kedalaman perairan.
Menurut Perencanaan Kota (2013), reklamasi sendiri memiliki pengertian yaitu perjuangan pengembangan daerah yang tidak atau kurang produktif (seperti rawa, baik rawa pasang surut maupun rawa pasang surut gambut maupun pantai) menjadi daerah produktif (perkebunan, pertanian, permukiman, ekspansi pelabuhan) dengan jalan menurunkan muka air genangan dengan menciptakan akses –kanal, menciptakan tanggul/ polder dan memompa air keluar maupun dengan pengurugan.

Berdasarkan Modul Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi (2007) yakni suatu pekerjaan/usaha memanfaatkan daerah atau lahan yang relatif tidak berkhasiat atau masih kosong dan berair menjadi lahan berkhasiat dengan cara dikeringkan. Misalnya di daerah pantai, daerah rawa-rawa, di lepas pantai/di laut, di tengah sungai yang lebar, ataupun di danau.

Tujuan Reklamasi

Reklamasi bertujuan untuk menambah luasan daratan untuk suatu acara yang sesuai di wilayah tersebut. Sebagai referensi pemanfaatan lahan reklamasi yakni untuk keperluan industri, terminal peti kemas, daerah pariwisata dan daerah pemukiman. Selain untuk tujuan di atas, kegiatan reklamasi ini juga sanggup dimanfaatkan untuk keperluan konservasi wilayah pantai. Kegiatan ini dilakukan bilamana suatu wilayah sudah tererosi atau terabrasi cukup parah sehingga perlu dikembalikan menyerupai kondisi semula, alasannya yakni lahan tersebut memiliki arti penting bagi Negara.

Sistem Reklamasi

  1. Sistem kanalisasi Yaitu menciptakan kanal-kanal atau saluran drainase ( kondisi tertentu dilengkapi pintu) bertujuan untuk menurunkan muka air sehingga lahan sanggup dimanfaatkan. Sebagai referensi yakni perkebunan kelapa sawit di daerah gambut.
  2. Sistem polder Dalam sistem ini yaitu: melingkupi suatu lahan berair (genangan ) dengan tanggul yang diusahakan kedap air dan menurunkan tinggi muka air tanah di dalam areal tersebut, selanjutnya mengendalikan tinggi muka air agar selalu berada di bawah ambang batas yang dikehendaki, sehingga lahan cukup kering dan siap untuk dimanfaatkan untuk pertanian, perindustrian dan lain-lainnya. Sistem Polder ini sanggup diklasifikasikan menjadi dua yaitu Polder Dalam yakni Air yang disedot dari polder tidak pribadi dibuang ke bahari akan tetapi ke waduk-waduk tampungan atau ke suatu saluran yang ada di luar polder untuk kemudian dialirkan ke laut. Dan Polder Luar Air yakni dari polder pribadi dibuang ke laut.
  3. Sistem Urugan Sistem reklamasi dengan jalan mengurug lahan yang akan direklamasi kemudian diikuti dengan langkah-langkah sumbangan dari sistem perbaikan tanahnya ( tanah urug reklamasi ). Sistem ini berkembang didukung dengan aneka macam jenis alat-alat besar menyerupai alat penggalian tanah, alat pengambilan dan pengeruk tanah, alat-alat transport, perlengkapan penebaran bahan-bahan tanah urug, dan alat perlengkapan pemadatan tanah.
Dikutip Dari Berbagai Sumber

Tuesday, August 21, 2018

Pengertian / Definisi Wilayah Pesisir

Pengertian Wilayah Pesisir. Apa Yang Dimaksud dengan Wilayah Pesisir..? Sampai ketika ini masih belum ada definisi perihal wilayah pesisir yang baku. Namun demikian terdapat komitmen umum di dunia bahwa wilayah pesisir yaitu merupakan wilayah peralihan daratan dan lautan.

Apabila ditinjau dari garis pantai (Coastline), maka wilayah pesisir memiliki dua macam batas yaitu batas yang sejajar dengan garis pantai dan batas yang tegak lurus dengan garis pantai.

 Apa Yang Dimaksud dengan Wilayah Pesisir Pengertian / Definisi Wilayah Pesisir

Pengertian / Definisi Wilayah Pesisir

Wilayah pesisir diartikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan lautan yaitu batas kearah daratan meliputi wilayah-wilayah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air yang masih terpengaruh oleh proses maritim menyerupai pasang surut, angin laut, dan intrusi garam. Sementara batas kearah lautan yaitu daerah yang tergoda oleh proses-proses alami di daratan menyerupai sendimentasi dan mengalirnya air tawar kelaut serta daerah-daerah maritim yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan insan di daratan.

Baca Juga  Laut

Kay dan Alder menyampaikan bahwa wilayah pesisir yaitu wilayah yang merupakan tanda atau batasan wilayah daratan dan wilayah perairan yang mana proses kegiatan atau acara bumi dan penggunaan lahan masih mempengaruhi proses dan fungsi kelautan.

Kawasan pesisir intinya merupakan batasan (Interface) antara daerah maritim dan darat yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lainnya baik secara bio-geofisik maupun social-ekonomi yang menyediakan barang dan jasa (Goods and services) bagi komunitas pesisir dan pemanfaat lainnya (Beneficiaries).

Dengan demikian daerah pesisir sanggup diartikan sebagai daerah peralihan ekosistem darat dan maritim yang saling mempengeruhi dimana kearah 12 mil dari garis pantai untuk provinsi dan sepertiga dari wilayah maritim untuk kabupaten kota dan ke arah darat batas manajemen kabupaten/kota dengan karakteristik kearah darat sanggup meliputi wilayah daratan baik kering mapun terendam air yang masih menerima imbas sifat-sifat laut. Sementara ke arah maritim perairan pesisir meliputi wilayah terluar dari wilayah paparan benua yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alamiah yang terjadi berasal dari darat.

Adanya kondisi menyerupai ini sangat mendukung bagi wilayah pesisir dijadikan daerah yang potensial dalam pengembangan wilayah keseluruhan. Hal ini menandakan garis batas kasatmata wilayah pesisir tidak ada. Batas wilayah pesisir hanyalah garis khayalan yang letaknya ditentukan oleh kondisi dan situasi setempat.

Dikutip dari aneka macam Sumber.

Thursday, August 16, 2018

Pengertian Banjir Rob

Pengertian Banjir ROB. Istilah banjir rob awalnya digunakan untuk menyampaikan banjir dari pasang air laut. Banjir rob merupakan fenomena meluapnya air maritim ke daratan. Tarikan bulan dan matahari menjadi jauh lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada satu garis, atau pada ketika bulan purnama atau bulan baru. Kenaikan muka air maritim tanggapan pasang merupakan fenomena alam biasa dan sanggup diprediksi.

Wilayah yang paling rentan terkena dampak kenaikan muka air maritim atau banjir ROB yakni wilayah pesisir dan daerah perkotaan di akrab pantai.

 Istilah banjir rob awalnya digunakan untuk menyampaikan banjir dari pasang air maritim Pengertian Banjir ROB

Definisi Banjir ROB

Banjir pasang air maritim atau disebut ROB yakni merupakan banjir yang terjadi tanggapan pasang air maritim yang menggenangi tempat yang memiliki ketinggian lebih rendah dari permukaan air laut. Lama genangan sanggup berlangsung berhari-hari bahkan sepanjang tahun tergantung pada jenuh tidaknya tanah. Pada tanah yang jenuh, genangan sanggup terjadi sepanjang tahun.

Banjir Pasang Air maritim (rob) yakni contoh fluktuasi muka air maritim yang dipengaruhi oleh gaya tarik benda – benda angkasa, terutama oleh Bulan dan Matahari terhadap massa air maritim di Bumi (Sunarto, 2003). Di masa mendatang, dampak banjir rob ini diprediksikan semakin besar dengan adanya skenario kenaikan muka air maritim sebagai imbas pemanasan global. Terjadinya banjir rob menimbulkan efek yang besar terhadap masyarakat Semarang, terutama yang bertempat tinggal di mitra pesisir.

Dampak Banjir Rob

  1. Kerusakan bangunan tempat tinggal lantaran selain mengenangi permukaan lantai dan halaman, banjir rob bersifat korosi dan merusak pada bangunan.
  2. Salinitas ( Keasinan ) Air disebabkan banjir rob semakin luas dan usang genangan banjir rob, maka mensugesti kualitas air tanah dan air permukaan.
  3. Kehilangan lahan disebabkan banjir rob yang semakin tinggi sehingga banyak lahan di pesisir pantai karam dan tidak sanggup lagi dimanfaatkan.
  4. Kerusakan lahan tambak mensugesti nilai produksi dan menimbulkan kerugian yang cukup besar
Banjir rob sanggup terjadi baik secara pribadi maupun secara tidak langsung.
  1. Rob secara pribadi terjadi pada tempat yang berada di tepi pantai dimana air pasang maritim tertinggi masuk ke darat dan tertahan oleh tanah atau bangunan fisik.
  2. Rob tidak pribadi terjadi pada tempat yang jauh dari pantai tetapi berada di sekitar jalan masuk drainase yang jelek atau rusak. Pada ketika pasang tertinggi air maritim masuk ke jalan masuk drainase, kemudian melalui tanggul yang tidak terawatt air menerobos masuk ke daratan dan menggenangi tempat tersebut.
Fenomena banjir pasang yakni fenomena alam yang terjadi di banyak tempat di wilayah Indonesia, yakni di daerah pesisir atau pantai yang tidak terlalu jauh dibelakangnya terdapat pegunungan, Keadan tersebut akan diperparah kalau kondisi hutan yang gundul di pegunungan tersebut.

Dikutip Dari Berbagai Sumber