Showing posts with label Organisasi. Show all posts
Showing posts with label Organisasi. Show all posts

Saturday, August 17, 2019

Organisasi

Organisasi ialah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari banyak sekali bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), sikap organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi intinya dipakai sebagai daerah atau wadah dimana orang-orang berkumpul, berafiliasi secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang dipakai secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli.
  1. Stoner menyampaikan bahwa organisasi ialah suatu referensi hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi ialah bentuk setiap perserikatan insan untuk mencapai tujuan bersama.
  3. Chester I. Bernard beropini bahwa organisasi ialah merupakan suatu sistem acara kolaborasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi ialah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif sanggup diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi sanggup terbentuk alasannya ialah dipengaruhi oleh beberapa aspek ibarat penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik ialah organisasi yang sanggup diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, alasannya ialah menawarkan bantuan seperti; pengambilan sumber daya insan dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.  Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada ketika mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Macam-Macam Organisasi Dunia
  1. UN = United Nation = PBB (1945)
  2. UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti sehabis thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
  3. UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
  4. UNCHR = United Nations Commission on Human Rights (2006)
  5. UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees (14 Desember 1950)
  6. UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights (2 Desember 1977)
  7. UNSCOP = The United Nations Special Committee on Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
  8. WHO = World Health Organization (7 April 1948)
  9. IMF = International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
  10. NATO = North Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
  11. NGO = Non-Governmental Organizations
  12. (Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh pemerintah.
  13. GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, sejak 1971).
  14. AMNESTY International (1961, mempunyai sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
  15. WWF = the World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari lima benua, mempunyai perkantoran/perwakilan di 90 negara).
  16. G8 = Group of Eight, kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
  17. EU = The European Union (27 negara anggota, 1 november 1993)
  18. DANIDA = Danish International Development Assistance (Organisasi yg menawarkan dukungan kepada negara2 miskin, pengungsi, peristiwa alam)
  19. ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan dukungan kemanusiaan ketika petaka atau peperangan.
  20. OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
  21. ASEAN = Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, mempunyai 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)
Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
/search?q=definisi-dan-macam-organisasi-menurut

Friday, August 16, 2019

Dan Arti Lambang Pramuka

-Tanggal 14 Agustus Adalah Hari Ulang Tahun Pramuka. Apakah Yang Dimaksud Pramuka. Pengertian Pramuka yaitu suatu organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan akronim dari Praja Muda Karana, yang mempunyai arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. "Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" yaitu proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, mudah yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang target akhirnya pembentukan watak, watak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan yaitu sistem pendidikan kepanduan yang diubahsuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Lambang Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka berlambangkan: Gambar silhouette TUNAS KELAPA

 Agustus Adalah Hari Ulang Tahun Pramuka  Dan Arti Lambang Pramuka
Lambang Pramuka

Uraian arti Lambang Gerakan Pramuka

  1. Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “CIKAL”, dan istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti: penduduk orisinil yang pertama yang menurunkan generasi baru.
  2. Jadi buah kelapa/nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia.
  3. Buah kelapa/nyiur sanggup bertahan usang dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
  4. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka yaitu seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  5. Kelapa/nyiur sanggup tumbuh dimana saja, yang mengambarkan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.
  6. Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka sanggup mengikuti keadaan dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaiaman juga.
  7. Kelapa/nyiur tumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohan yang tertinggi di Indonesia.
  8. Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka mempunyai harapan yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak gampang diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  9. Akar Kelapa/nyiur tumbuh berpengaruh dan bersahabat di dalam tanah.
  10. Jadi lambang itu mengkiaskan, tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, berpengaruh dan kasatmata ialah tekad dan keyakinan yang digunakan olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  11. Kelapa/nyiur yaitu pohon yang serba guna, dari ujung atas sampai akarnya.

Makara lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka yaitu insan yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaanya kepada kepentingan Tanah air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia. Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sumardjo Atmodipuro (almarhum), seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai Tinggi Departeman Pertanian, Lambang Gerakan Pramuka digunakan semenjak tanggal 14 Agustus 1961 pada Panji-panji Gerakan Pramuka yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden republik Indonesia. Pemakaian lambang Gerakan Pramuka sebagai lencana dan penggunaannya dalam tanda-tanda, bendera, papan nama, dsb. diatur dalam Petunjuk-petunjuk Penyelenggaraan.

Lambang Gerakan Pramuka berupa Gambar silhouette TUNAS KELAPA sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 6/KN/72 Tahun 1972, telah menerima Hak Patent dari Ditjen Hukum dan Perundangan-undangan Departeman Kehakiman, dengan Keputusan Nomor 176634 tanggal 22 Oktober 1983, dan Nomor 178518 tanggal 18 Oktober 1983, perihal Hak Patent Gambar TUNAS KELAPA dilingkari PADI dan KAPAS, serta No. 176517 tanggal 22 Oktober 1983 perihal Hak Patent tuliasan PRAMUKA
 

Sejarah Pramuka

Pramuka dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, dia menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang cowok dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan setelah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berhubungan pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.

Keberadaan kepanduan menyerupai ini dinilai tidak efektif dan tidak sanggup mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan ketika itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 menunjukkan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Oleh alasannya itu dia menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal berjulukan GERAKAN PRAMUKA yang diberi kiprah melaksanakan pendidikan kepanduan kepada bawah umur dan cowok Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, kesudahannya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 perihal GERAKAN PRAMUKA.
 

VISI, MISI DAN STRATEGI GERAKAN PRAMUKA

VISI :
“Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal problem kaum muda”

MISI :
  1. Mempramukakan kaum muda
  2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak pramuka, berlandaskan keyakinan dan taqwa (Imtaq), serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Imteq)
  3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang mempunyai jiwa bela Negara
  4. Menggerakan anggota dan organisasi Gerakkan Pramuka supaya peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan

Strategi Pramuka

  1. Meningkatkan jumlah dan mutu satuan pendidikan keparamukaan
  2. Meningkatkan jumlah dan mutu penerima didik
  3. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga pendidik
  4. Memperbarui kurikulum pendidikan kepramukaan
  5. Meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan
  6. Memantapkan organisasi, sitem manajemen, dan sumber daya
  7. Meningkatkan pelaksanaan pelbagai aktivitas Gerakan Pramuka

Tujuan Kepramukaan

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bab pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bisa:
  1. Membentuk, kepribadian dan watak mulia kaum muda
  2. Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  3. Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

Prinsip Dasar Kepramukaan

Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  1. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
  3. Peduli terhadap dirinya pribadi
  4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

Metode Kepramukaan

Metode Kepramukaan merupakan cara berguru interaktif progresif melalui:
  1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  2. Belajar sambil melakukan
  3. Sistem berkelompok
  4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani penerima didik
  5. Kegiatan di alam terbuka
  6. Sistem tanda kecakapan
  7. Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
  8. Kiasan Dasar

Referensi:
http://www.pramuka.or.id/

Thursday, August 15, 2019

Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (Afc)

Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). ASIA FOOTBALL KONFEDERASI (AFC) atau Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ialah tubuh pengelola sepak bola Asia dan salah satu dari enam Konfederasi yang membentuk FIFA. Dibentuk pada tahun 1954 di Manila Asian Games dan disetujui oleh FIFA di Berne Swiss pada tanggal 21 Juni tahun yang sama. AFC kini berkantor sentra di Kuala Lumpur, Malaysia dan terdiri atas dari 46 Asosiasi. Dikutip dari the-afc.com
 ialah tubuh pengelola sepak bola Asia dan salah satu dari enam Konfederasi yang membentu Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)
Seputar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)
 
Tanggung Jawab AFC
  1. Mengatur permainan,
  2. penyusunan undang-undang gres untuk meningkatkan olahraga,
  3. menerapkan hukum,
  4. meningkatkan talenta Dan Kualitas sepak bola,
  5. Melaksanakan kompetisi utama.

AFC Asosiasi Anggota
Berikut ini ialah Negara-negara yang berpartisipasi AFC anata lain Australia, Brunei,  Kamboja,  Indonesia,  Laos,  Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, China PR,  Cina Taipei,  dewan perwakilan rakyat Korea, Guam, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Macau, Mongolia, Kepulauan Mariana Utara, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, IR Iran, Kyrgyzstan, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Bahrain, Irak, Jordan, Kuwait, Lebanon, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Suriah, UAE, Yaman.

Turnamen AFC
Dibawah ini ialah turnamen-turnamen sepak bola yang Dipertandingkan yang antara lain :

Turnamen Tingkat Club
  1. AFC Champions League
  2. AFC CUP
  3. AFC PRESIDENTS CUP
  4. FIFA CLUB WORLD CUP
Turnamen Untuk Pria
  1. AFC Asian Cup Qualifiers
  2. AFC Chalenge CUP
  3. AFC U-22 Champonship
  4. AFC U-19 Champonship
  5. AFC U-16 Champonship
  6. AFC U-14 Champonship
  7. FIFA KUALIFIKASI WORLD CUP ASIA
  8. PIALA DUNIA FIFA
  9. PIALA KONFEDERASI FIFA
  10. PIALA DUNIA U-20 FIFA
  11. PIALA DUNIA U-17 FIFA
  12. OLIMPIADE
  13. ASIAN GAMES
Turnamen Untuk Putri
  1. AFC Women’s Asian Cup
  2. AFC U-19 Women’s Championship
  3. AFC U-16 Women’s Championship
  4. AFC U-14 Girls Regional Championship
  5. FIFA Women’s World Cup
  6. FIFA U-20 Women's World Cup
  7. FIFA U-17 Women's World Cup
  8. Women's Olympic Games
  9. Asian Games 2014 (women)

Turnamen Futsal
  1. AFC Futsal Championship
  2. AFC Futsal Club Championship
  3. FIFA Futsal World Cup

Seputar Prinsip Organisasi

Seputar Prinsip Organisasi. Dalam Pelaksanaan organisasi harus berpedoman pada prinsip-prinsip organisasi,. Dimana dalam prinsip tersebut sanggup membentuk sebuah organisasi yang baik serta terang dalam menjalan tugas-tugasnya. Berikut yakni beberapa prinsip organisasi.
 Dalam Pelaksanaan organisasi harus berpedoman pada prinsip Seputar Prinsip Organisasi

1. Perumusan Tujuan
Secara umum Prinsip tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan yang ingin dicapai oleh  organisasi di waktu yang akan tiba melalui acara organisasi.Untuk mencapai tujuan yang terang dalam organisasi, pelaku (orang) dalam organisasi diperlukan sanggup mendesain ataupun memanage organisasinya dengan matang supaya organisasi sanggup berjalan dengan baik sesuai dengan perumusan tujuan.

2. Pembagian Kerja
Dari banyak sekali hal penting yang sanggup dipahami dari prinsip organisasi yakni adanya kebutuhan untuk melaksanakan pembagian kerja diantara anggotanya dan kemudian melaksanakan koordinasi diantara banyak sekali departemen, unit kerja, atau kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam merancang prinsip pembagian kerja organisasi yakni seberapa jauh kebutuhan untuk melaksanakan diferensiasi dan integrasi.

3. Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang
Prinsip Delegasi wewenang memungkinkan seseorang menuntaskan lebih banyak pekerjaan daripada bila semuanya dikerjakan sendiri. Kadang bawahan mempunyai keahlian yang lebih dibandingkan dengan manajer untuk hal-hal tertentu maka perlu dibuat pendegelesaian Kekuasaan/Wewenang. Beberapa manajer kadang enggan mendelegasikan wewenang karena: tidak yakin akan kemampuan bawahan merasa bisa mengerjakan sendiri tidak efisien untuk mengajari bawahannya

4. Tingkat Pengawasan
Prinsip Tingkat Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam administrasi suatu organisasi. Dimana mempunyai arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting alasannya yakni Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan yang digunakan.

5. Rentang Manajemen
Prinsip Rentang Manajemen Dalam suatu organisasi perlu kita perhatikan suatu efektivitas dan sebuah efisiensi dari seorang pemimpin yang sanggup membawahi beberapa orang yang dibawahinya sehingga seorang pemimpin sanggup melaksanakan kiprah kepemimpinannya secara efektif,efisien dan maksimal serta sanggup melaksanakan kiprah pengawasan secara optimal. Penentuan prosedur koordinasi yang sempurna Pertimbangannya yakni dengan menyesuaikan kapasitas organisasi untuk koordinasi dengan kebutuhan koordinasi, yaitu berapa banyak gosip dibutuhkan, berapa besar kemampuan pemrosesan informasi. 

6. Kesatuan Perintah
Prinsip Kesatuan Perintah dalam organisasi Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja sanggup dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang tiba dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.

7. Kordinasi
Prinsip Kordinasi organisasi dalam melaksanakan pekerjaan menjadi sangat penting alasannya yakni seseorang mustahil sanggup melaksanakan pekerjaannya sendiri, dan keberhasilan membangun koordinasi tersebut dipengaruhi oleh kuatnya korelasi horisontal dan korelasi vertikal. Relasi secara horisontal dilakukan antara sesama pegawai yang setara, sementara korelasi vertikal terbangun antara pegawai dengan atasan atau dengan level yang lebih tinggi.
.

Wednesday, August 14, 2019

Pengertian Dan Sejarah Gerakan Non-Blok

Pengertian Dan Sejarah Gerakan Non-Blok. Gerakan ini dicanangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri 25 negara dari Asia, Afrika, Eropa, dan Latin Amerika diselenggarakan di Biograd (Belgrade), Yugoslavia pada tahun 1961. Pemimpin kharismatik dari Yugoslavia, Presiden Broz Tito, menjadi Pimpinan pertama dalam Gerakan Non-Blok. Sejak pertemuan Belgrade tahun 1961, serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok telah diselenggarakan di Kairo, Mesir (1964) diikuti oleh 46 negara dengan anggota yang hadir kebanyakan dari negara-negara Afrika yang gres meraih kemerdekaan, lalu Lusaka, Zambia (1969), Alzier, Aljazair (1973) ketika terjadinya krisis minyak dunia, Srilangka (1977), Cuba (1981), India (1985), Zimbabwe (1989), Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan, dan terakhir di Malaysia pada tahun 2003. Dengan didasari oleh semangat Dasa Sila Bandung, maka pada tahun 1961 Gerakan Non Blok dibuat oleh Josep Broz Tito, Presiden Yugoslavia ketika itu.

Baca Juga Konfrensi Asia Afrika

Gerakan Non-Blok (GNB) yaitu merupakan suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, ibarat yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, yaitu untuk menjamin "kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok" dalam usaha mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, zionisme, rasisme dan segala bentuk aksi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik. Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Baca Juga 
 Gerakan ini dicanangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi  Pengertian Dan Sejarah Gerakan Non-Blok
Anggota-anggota penting yang tergabung Dalam Gerakan Non-Blok (GNB) di antaranya yaitu Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Kuba, Kolombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang bersahabat ibarat NATO atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah memiliki kedekatan yang diinginkan dan banyak anggotanya yang hasilnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adikuasa tersebut. Misalnya, Kuba memiliki hubungan yang bersahabat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Atau India yang bersekutu dengan Uni Soviet untuk melawan Tiongkok selama beberapa tahun. Lebih jelek lagi, beberapa anggota bahkan terlibat konflik dengan anggota lainnya, ibarat contohnya konflik antara India dengan Pakistan, Iran dengan Irak. Gerakan ini sempat terpecah pada ketika Uni Soviet menginvasi Afganistan pada tahun 1979. Ketika itu, seluruh sekutu Soviet mendukung invasi sementara anggota GNB, terutama negara dengan lebih banyak didominasi muslim, mustahil melaksanakan hal yang sama untuk Afghanistan akhir adanya perjanjian nonintervensi.

Baca Juga Seputar Pengertian Prinsip Dan Tujuan ASEAN

Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru Pertama kali menyampaikan Penggunaan istilah “Non-Alignment” (Tidak Memihak) Pada ketika pidatonya di Srilangka tahun 1954. Isi pidato tersebut, menjelaskan bahwa lima pilar prinsipil, empat pilar diantaranya disampaikan oleh Petinggi Tiongkok Chou En-lai, yang dijadikan anutan bagi hubungan antara Tiongkok dengan India. Lima prinsip itu disebut dengan “Panchshell”, yang lalu menjadi basis dari Gerakan Non-Blok. Kelima prinsip tersebut adalah:
  1. Saling menghormati kedaulatan teritorial
  2. Saling tidak melaksanakan aksi
  3. Saling tidak mencampuri urusan dalam negeri
  4. Setara dan saling menguntungkan, serta
  5. Berdampingan dengan Damai
Berdasarkan klarifikasi di atas, maka keberadaan Gerakan Negara-Negara Non-Blok secara tegas mengacu pada hasil-hasil kesepakatan dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung 1955. Penggunaan istilah bangsa-bangsa non-blok atau “tidak memihak” yaitu pernyataan bersama untuk menolak melibatkan diri dalam konfrontasi ideologis antara Barat-Timur dalam suasana Perang Dingin. Lebih lanjut, bangsa-bangsa yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok lebih memfokuskan diri pada upaya usaha pembebasan nasional, menghapuskan kemiskinan, dan mengatasi keterbelakangan di banyak sekali bidang. Dengan demikian, terperinci terang bagi kita besarnya bantuan Konferensi Bandung bagi perkembangan Gerakan Non-Blok sebagai gerakan politik dari negara-negara yang menentang perang dingin.

Sumber Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Non-Blok

Konfrensi Asia Afrika

Konfrensi Asia Afrika. Latar belakang Konfrensi Asia Afrika disaat tentunya situasi dunia yang diwarnai oleh Perang Dingin antara Blok Barat (USA, Eropa Barat dan negara-negara kapitalis dan satelitnya) dan Blok Timur (URSS, RRT dan negara-negara sosialis/komunis lainnya). Ketegangannya sangat tinggi dengan resiko Perang Dunia Ketiga yang diperkirakan lebih dahsyat daripada Perang Dunia Kedua alasannya kedua blok yang bersengketa mempunyai bom nuklir yang lebih mengerikan daripada yang digunakan untuk menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Konfrensi Asia Afrika Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) yakni sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan gres saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
 Konfrensi Asia Afrika  Konfrensi Asia Afrika

Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada ketika itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka wacana keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; harapan mereka untuk membentangkan fondasi bagi korelasi yang tenang antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya efek Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan harapan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam kontradiksi dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Dasasila Bandung yakni sepuluh poin hasil pertemuan Konferensi Asia–Afrika yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung, Indonesia. Pernyataan ini berisi wacana "pernyataan mengenai pemberian bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
Berikut yakni Isi Dasasila Bandung antara lain yakni :
  1. Menghormati hak-hak dasar insan dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil
  4. Tidak melaksanakan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain
  5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
  6. Tidak memakai peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain
  7. Tidak melaksanakan tindakan-tindakan ataupun bahaya aksi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, menyerupai perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian problem hukum) , ataupun cara tenang lainnya, berdasarkan pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBBcc
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
  10. Menghormati aturan dan kewajiban–kewajiban internasional

Sumber Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Asia%E2%80%93Afrika
http://id.wikipedia.org/wiki/Dasasila_Bandung

Dan Unsur Koperasi

Dan Unsur Koperasi. Koperasi didirikan sebagai persatuan kaum yang lemah untuk membela keperluan hidupnya. Mencapai keperluan hidupnya dengan ongkos yang semurah-murahnya, itulah yang dituju. Pada koperasi didahulukan keperluan bersama, bukan keuntungan.

 Koperasi didirikan sebagai persatuan kaum yang lemah untuk membela keperluan hidupnya  Dan Unsur Koperasi
Koperasi secara etimologi berasal dari kata cooperation, terdiri dari kata co yang artinya bersama dan operation yang artinya bekerja atau berusaha. Makara kata cooperation sanggup diartikan bekerja bantu-membantu atau perjuangan bersama untuk kepentingan bersama. Secara umum koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan sebuah perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berikut ini yaitu beberapa pengertian koperasi sebagai pegangan untuk mengenal koperasi lebih jauh.

Koperasi yaitu suatu perkumpulan orang, biasanya yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing menunjukkan santunan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menanggung risiko serta mendapatkan imbalan yang sesuai dengan perjuangan yang mereka lakukan.

Koperasi yaitu suatu perkumpulan yang beranggotakan orang perorang atau tubuh hukum, yang memeberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan berafiliasi secara kekeluargaan menjalankan perjuangan untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

Koperasi juga sanggup dikatakan sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial menyerupai yang dikandung gotong royong.

Definisi koperasi di Indonesia termuat dalam UU No. 25 tahun 1992 perihal Perkoperasiaan yang menyebutkan bahwa koperasi yaitu tubuh perjuangan yang beranggotakan orang-orang atau tubuh aturan koperasi dengan melandaskan kegiatannya menurut prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menurut asas kekeluargaan.

Unsur-Unsur Koperasi
  1. Koperasi merupakan tubuh usaha.
  2. Koperasi sanggup didirikan oleh orang seorang dan atau tubuh hokum koperasi yang sekaligus sebagai anggota koperasi yang bersangkutan.
  3. Koperasi dikelola menurut prinsip-prinsip koperasi.
  4. Koperasi dikelola menurut atas asas kekeluargaan.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas koperasi sanggup diartikan sebagai perkumpulan orang atau tubuh perjuangan yang mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai kesejahteraan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan. Koperasi disebut sebagai guru perekonomian di Indonesia. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi penopang perekonomian. alasan koperasi menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yaitu:
  1. koperasi merupakan wadah menampung pesan politik bangsa terjajah yang miskin ekonominya dan didominasi oleh sistem ekonomi penjajah. Koperasi menyadarkan kepentingan bersama, menolong diri sendiri secara bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan produktif.
  2. Koperasi yaitu bentuk perjuangan yang tidak saja menampung tetapi juga mempertahankan serta memperkuat idealitas dan budaya bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa bergotongroyong dan kekolektivan akan tumbuh subur di dalam koperasi.
  3. Koperasi yaitu wadah yang sempurna untuk membina golongan ekonomi kecil (pribumi). Kelompok ekonomi kecil yaitu dilema makro bukan dilema partial di dalam kehidupan ekonomi Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitas.
  4. Koperasi yaitu forum ekonomi yang berwatak sosial. Koperasi sanggup hidup baik dalam bangunan perjuangan swasta menyerupai PT, CV, Firma, dan lain-lain maupun berdiri perjuangan Negara (perusahaan Negara), serta di dalam instansi-instansi pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan.
  5. Koperasi yaitu wahana yang sempurna untuk merealisasikan ekonomi Pancasila terutama sebab terpenuhinya tuntutan kebersamaan dan asas kekeluargaan. Dalam keseluruhan koperasi yaitu sentra kemakmuran rakyat.

Tuesday, August 14, 2018

Pengertian Efektifitas Kerja

Pengertian Efektifitas Kerja. sebuah perusahaan atau instansi selalu berusaha semoga setiap karyawan yang terlibat di dalamnya sanggup mencapai efektivitas kerja. Keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya dimulai dari keberhasilan masing-masing karyawan yang bersangkutan. Dengan kata lain efektivitas suatu perusahaan sanggup tercapai apabila masing-masing karyawan sanggup sempurna mencapai target yang dikehendaki. Suatu pekerjaan dikatakan efektif apabila sanggup mencapai tujuan sebagaimana yang direncanakan dengan memakai segala sumber daya yang telah direncanakan pula.

 sebuah perusahaan atau instansi selalu berusaha semoga setiap karyawan yang terlibat di dal Pengertian Efektifitas Kerja


Efektivitas kerja merupakan salah satu tujuan dari setiap pelaksanaan pekerjaan. Efektivitas kerja sanggup dicapai kalau pelaksanaan kerja sesuai dengan syarat-syarat yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Dan Untuk memahami perihal efektifitas kerja, maka perlu memahami dulu perihal pengertian efektivitas kerja.

Definisi Efektifitas Kerja

  1. Menurut Moekijat mengungkapkan bahwa “Efektivitas kerja yaitu sebagai salah satu kemampuan / keadaan berhasilnya suatu pekerjaan yang dilakukan oleh insan untuk memperlihatkan kegunaan yang diharapkan”.
  2. Menurut Sondang P. Siagian Mengungkapkan bahwa “Efektivitas kerja yaitu penyelesaian pekerjaan sempurna pada waktunya”. Artinya penggunaan waktu yang sempurna dalam menuntaskan pekerjaan, bukan penggunaan biaya yang diperlukan. Demikian untuk mencapai efektivitas kerja perlu adanya penggunaan waktu yang sebaik-baiknya.
  3. Berdasarkan pada pendapat di atas sanggup diambil kesimpulan bahwa efektivitas kerja yaitu penyelesaian pekerjaan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang sesuai dengan waktu dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas kerja

Sutarto mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas yaitu sebagai berikut :
  1. Faktor internal. ini meliputi sebagai keseluruhan faktor yang ada dan berkaitan dengan organisasi itu sendiri terdapat sekelompok orang yang melaksanakan acara kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu,
  2. Faktor eksternal. meliputi suatu jaringan hubungan-hubungan pertukaran dengan sejumlah organisasi dan melibatkan diri dengan transaksi - transaksi dengan tujuan untuk memperoleh dukungan, mengatasi hambatan, melaksanakan pertukaran sumber daya, menata lingkungan organisasi yang konduktif dan proses transformasi nilai penemuan maupun norma sosial yang ada.
Dikutip dari aneka macam Sumber

Pengertian Efektifitas Organisasi

Pengertian Efektifitas Organisasi. Efektivitas merupakan pencapaian suatu acara sesuai dengan rencana. Suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang, akan menunjang pencapaian tujuan secara kelompok. Hal ini dikarenakan setiap organisasi terbagi menjadi beberapa bab atau kelompok. Sementara itu, pencapaian tujuan kelompok akan mendukung pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Karena itulah maka efektivitas dalam sebuah organisasi sanggup digambarkan sebagai berikut:

 Efektivitas merupakan pencapaian suatu acara sesuai dengan planning Pengertian Efektifitas Organisasi

Berdasarkan gambar di atas, maka jelaslah bahwa hubungan efektivitas individu, efektivitas kelompok, dan efektivitas organisasi. Efektivitas individu akan mendukung efektivitas kelompok, dan efektivitas kelompok akan mendukung efektivitas organisasi. Dengan demikian, pencapaian tujuan organisasi tergantung pada efektivitas kelompok. Demikian pula efektivitas kelompok tergantung dari efektivitas individu.

Definisi Efektifitas Organisasi

Menurut Manahan P. Tampubolon Dalam pandangan organisasi “pendekatan tujuan dalam organisasi dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas, dan gagasan bahwa organisasi maupun kelompok dan individu itu harus dievaluasi dari segi pencapaian tujuan yang telah diterima umum secara luas”. Dari pendapat tersebut mengatakan bahwa efektivitas dalam organisasi berkaitan dengan pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan sebagaimana yang dimaksudkan mencakup pencapaian tujuan individu, tujuan kelompok, dan tujuan organisasi. Karena itu, dalam organisasi akan selalu dilakukan penilaian terhadap pencapaian tujuan yang diawali dengan penilaian terhadap pencapaian tujuan secara individu, atau dengan kata lain sanggup disebutkan efektivitas kerja setiap pegawai.

Efektivitas organisasi mempunyai kriteria tersendiri dan berbeda dengan efektivitas kelompok maupun efektivitas individu. Menurut Manahan P. Tampubolon dinyatakan bahwa “konsep mengenai efektivitas organisasi ini disandarkan pada teori sistem, tetapi ditambahkan dengan suatu hal baru, ialah dimensi waktu”. 

Kriteria Efektifitas Organisasi

  1. Kriteria jangka pendek, efektivitas mencakup bidang produksi, efisiensi, dan kepuasan.
  2. Kriteria jangka menengah, efektivitas organisasi sanggup dilihat dari kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan.
  3. Kriteria jangka panjang dari efektivitas organisasi sanggup dilihat dari kemampuannya untuk mempertahankan kehidupan organisasi.
Dikutip dari banyak sekali Sumber