Showing posts with label Gelombang. Show all posts
Showing posts with label Gelombang. Show all posts

Wednesday, August 14, 2019

Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik. Yang termasuk gelombang elektromagnetik di antaranya: cahaya, gelombang radio, gelombang tv, gelombang radar, sinar infra merah, sinar ultraviolet, sinar X dan sinar gamma.

Secara Umum Gelombang elektromagnetik ialah gelombang yang sanggup merambat Walau pun tidak ada medium dan terdiri dari medan listrik dan medan magnetik. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa parameter yang sanggup diukur, yaitu : panjang gelombang , frekuensi, amplitudo, dan kecepatan. Amplitudo ialah tinggi gelombangnya, sedangkan panjang gelombang ialah jarak antara dua puncak. Frekuensi ialah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik ialah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.

 Gelombang Elektromagnetik  Gelombang Elektromagnetik

Gelombang atau radiasi elektromagnetik ialah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu daerah ke daerah yang lain. Cahaya tampak ialah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Penelitian teoritis wacana radiasi elektromagnetik disebut elektrodinamik, sub-bidang elektromagnetisme. Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal.

Setiap muatan listrik yang mempunyai percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Ketika kawat (atau panghantar menyerupai antena) menghantarkan arus bolak-balik, radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik sanggup bersifat menyerupai gelombang atau menyerupai partikel. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi bekerjasama dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh korelasi Planck E = Hf, di mana E ialah energi foton, h ialah konstanta Planck — 6.626 × 10 −34 J•s — dan f ialah frekuensi gelombang.
Einstein kemudian memperbarui rumus ini menjadi Ephoton = hf.

Sifat dan Penggunaan Gelombang Elektromagnetik
Sesuai dengan sifat cahaya, gelombang elektromagnetik mempunyai sifat -sifat sebagai berikut:
  1. Dapat merambat pada ruang hampa
  2. Merupakan gelombang tranversal, yaitu arah getarnya tegak lurus dengan arah perambatannya.
  3. Dapat mengalami polarisasi.
  4. Dapat mengalami pemantulan (refleksi).
  5. Dapat mengalami pembiasan (reflaksi).
  6. Dapat mengalami interferensi.
  7. Dapat mengalami lenturan (difraksi).
  8. Arah perambatannya tidak dibelokkan baik pada medan listrik maupun medan magnet.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_elektromagnetik

Gelombang Longitudinal

Gelombang Longitudinal. Gelombang ini Memiliki arah getarnya yang berimpit atau searah dengan arah rambat gelombang. Suatu gelombang longitudinal tidak menyatakan suatu gugusan bukit atau lembah gelombang. tetapi suatu gugusan rapatan dan renggangan. Rapatan dan renggangan gelombang longitudinal sanggup dilihat pada sebuah kawat spiral yang dibentangkan mendatar.

Gelombang longitudinal ialah gelombang yang mempunyai arah getaran yang sama dengan arah rambatan. Artinya arah gerakan medium gelombang sama atau berlawanan arah dengan perambatan gelombang. Gelombang longitudinal mekanis juga disebut sebagai gelombang mampatan atau gelombang kompresi. Contoh-contoh gelombang longitudinal ialah gelombang bunyi dan gelombang-P seismik yang disebabkan oleh gempa dan ledakan. Persamaan Maxwell mengindikasikan gelombang elektromagnetik berbentuk gelombang transversal dalam ruang hampa, namun gelombang elektromagnetik dalam medium plasma sanggup berbentuk transversal, longitudinal, atau adonan keduanya.

 Gelombang Longitudinal  Gelombang Longitudinal

Gelombang bunyi ialah gelombang longitudinal yang sanggup merambat melalui gas, zat padat, maupun zat cair dengan kecepatan yang tergantung pada sifat lentur dan sifat inersia medium rambat. Manusia hanya sanggup mendengar  gelombang bunyi dengan frekuensi antara 20 Hz hingga dengan 20 KHz.  Gelombang bunyi dengan frekuensi di bawah 20 Hz disebut gelombang  infrasonik, contohnya gempa bumi. Gelombang bunyi yang melebihi frekuensi 20  KHz disebut gelombang ultrasonik.

Gelombang longitudinal, juga dikenal sebagai gelombang yang mempunyai arah yang sama atau berlawanan dengan arah sebagai transfer energi. gelombang mengikuti jalan yang sama atau jalur yang berlawanan sebagai jalur transfer energi. Jadi, kalau energi sedang ditransfer dari kanan ke kiri, maka gelombang akan baik perjalanan kiri ke kanan atau kanan ke kiri. Gelombang longitudinal memerlukan media untuk sanggup berjalan.

Suatu gelombang longitudinal sanggup juga dikatakn getaran yang bergerak dalam media secara paralel atau sejajar ke arah gerakan. Ketika satu partikel getaran terganggu, melewatkan gangguan ke partikel berikutnya, serta mengangkut energi gelombang. Ketika energi sedang diangkut, medium partikel sanggup tergeser dengan gerakan kiri dan kanan. Misalnya, kalau gelombang longitudinal bergerak ke Timur melalui media, gangguan akan bergetar secara paralel pada arah kiri-ke-kanan bergantian bukan gerakan naik-turun sebuah gelombang transversal.

Gelombang longitudinal sanggup dipecah menjadi dua kategori, yaitu non-elektromagnetik dan elektromagnetik. Perbedaan utama antara keduanya ialah bahwa gelombang elektromagnetik sanggup memancarkan energi melalui ruang hampa, sementara gelombang non-elektromagnetik tidak bisa. Gelombang non elektromagnetik antara lain ialah tekanan dan gelombang suara. Gelombang plasma yang dianggap sebagai gelombang longitudinal elektromagnetik

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_longitudinal

Gelombang Mekanik

Gelombang Mekanik. Yang termasuk gelombang mekanik ialah : gelombang bunyi, gelombang pada tali, gelombang permukaan air. Gelombang mekanik ialah sebuah gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium, yang menyalurkan energi untuk keperluan proses penjalaran sebuah gelombang. Suara merupakan salah satu pola gelombang mekanik yang merambat melalui perubahan tekanan udara dalam ruang (rapat-renggangnya molekul-molekul udara). Tanpa udara, bunyi tidak sanggup dirambatkan. Di pantai sanggup dilihat ombak, yang merupakan gelombang mekanik yang memerlukan air sebagai mediumnya. Contoh lain contohnya gelombang pada tali atau per (slinky).
 Yang termasuk gelombang mekanik ialah   Gelombang Mekanik

Bunyi ialah merupakan gelombang mekanik alasannya ialah hanya sanggup merambat melalui medium (zat padat, cair atau gas) dan tidak sanggup merambat dalam vakum. Getaran-getaran sumber bunyi menghasilkan variasi tekanan pada udara sehingga molekul-molekul udara pada bab tertentu mengalami rapatan dan pada bab lainnya mengalami renggangan. Tetapi molekul udara sendirir tidak ikut merambat melainkan hanya bergetar. Jadi,gelombang bunyi ialah gelombang longitudinal
Gelombang mekanik Merupakan gelombang yang memerlukan medium dalam pergerakannya. Jenis - jenis gelombang mekanik sanggup dibedakan dengan meninjau bagaimana gerak partikel materi yang dihubungkan kepada arah penjalaran gelombang itu sendiri,
  1. Gelombang transversal Gelombang (gangguan) yang arah gerak partikel yang mengangkut gelombang tersebut tegak lurus terhadap arah penjalaran gelombang itu sendiri.
  2. Gelombang Longitudinal Gelombang (gangguan) yang arah gerak partikel yang mengangkut gelombang tersebut bolak - balik (sejajar) sepanjang arah penjalarannya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_mekanik

Gelombang Radar

Gelombang Radar. Istilah radar pertama kali dipakai pada tahun 1941, menggantikan istilah dari kependekan Inggris RDF (Radio Directon Finding), namun perkembangan radar itu sendiri sudah mulai banyak dikembangkan sebelum Perang Dunia II oleh ilmuwan dari Amerika, Jerman, Prancis dan Inggris. Dari sekian banyak ilmuwan, yang paling berperan penting dalam pengembangan radar yaitu Robert Watson-Watt asal Skotlandia, yang mulai melaksanakan penelitiannya mengenai cikal bakal radar pada tahun 1915. Pada awalnya, radar mempunyai kekurangan, yakni gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya terpancar di dalam gelombang yang tidak terputus-putus. Hal ini menjadikan radar bisa mendeteksi kehadiran suatu benda, namun tidak pada lokasi yang tepat. Terobosan pun jadinya terjadi pada tahun 1936 dengan pengembangan radar berdenyut (pulsed). Dengan radar ini, sinyal diputus secara berirama sehingga memungkinkan untuk mengukur antara gema untuk mengetahui kecepatan dan arah yang sempurna mengenai target. Sementara itu, terobosan yang paling signifikan terjadi pada tahun 1939 dengan ditemukannya pemancar gelombang mikro berkekuatan tinggi . Keunggulan dari pemancar ini yaitu ketepatannya dalam mendeteksi keberadaan sasaran, tidak peduli dalam keadaan cuaca apapun. Keunggulan lainnya yaitu bahwa gelombang ini sanggup ditangkap memakai antena yang lebih kecil, sehingga radar sanggup dipasang di pesawat terbang dan benda-benda lainnya.

 Istilah radar pertama kali dipakai pada tahun   Gelombang Radar

Radar memakai gelombang elektromagnetik Antena radar sanggup bertindak sebagai pemancar dan akseptor gelombang. Pancaran dilakukan secara terarah dalam bentuk pulsa dalam selang waktu tertentu, jika pulsa tersebut mengenai sasaran, contohnya pesawat terbang maka akan ada pulsa pantul yang sebagian akan diterima kembali oleh antena radar. (Gunawan, 2000, h: 168) Selain untuk mendeteksi sasaran, radar juga sanggup dipergunakan membantu keamanan pendaratan pesawat - pesawat terbang penumpang. Dengan memakai radar, cuaca yang jelek tidak lagi merupakan penghambat pendaratan pesawat di bandara.

Radar kependekan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) yaitu suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berkhasiat untuk mendeteksi, mengukur jarak dan menciptakan map benda-benda ibarat pesawat terbang, banyak sekali kendaraan bermotor dan isu cuaca (hujan).

Panjang gelombang yang dipancarkan radar bervariasi mulai dari milimeter sampai meter. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan menganalisis sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal sanggup ditentukan lokasinya dan melalui analisis lebih lanjut dari sinyal yang dipantulkan sanggup juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut sanggup dideteksi dan diperkuat oleh akseptor radar.

Macam-Macam Gelombang Radar
  1. Doppler Radar merupakan jenis radar yang mengukur kecepatan radial dari sebuah objek yang masuk ke dalam kawasan tangkapan radar dengan memakai Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan memancarkan sinyal microwave (gelombang mikro) ke objek kemudian menangkap refleksinya, dan kemudian dianalisis perubahannya. Doppler radar merupakan jenis radar yang sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial. Contoh Doppler radar yaitu Weather Radar yang dipakai untuk mendeteksi cuaca.
  2. Bistatic Radar Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya terdiri dari pemancar sinyal (transmitter) dan akseptor sinyal (receiver), di mana kedua komponen tersebut terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak yang sanggup dibandingkan dengan jarak target/objek. Objek sanggup dideteksi menurut sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke sentra antena. Contoh Bistatic radar yaitu Passive radar. Passive radar yaitu sistem radar yang mendeteksi dan melacak objek dengan proses refleksi dari sumber non-kooperatif pencahayaan di lingkungan, ibarat penyiaran komersial dan sinyal komunikasi.
Komponen Gelombang Radar
  1. Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor berbentuk piring parabola yang membuatkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan dipantulkan melalui permukaan yang berbentuk parabola. Antena radar mempunyai du akutub (dwikutub). Input sinyal yang masuk dijabarkan dalam bentuk phased-array (bertingkat atau bertahap). Ini merupakan sebaran unsur-unsur objek yang tertangkap antena dan kemudian diteruskan ke sentra sistem radar.
  2. Pemancar sinyal berfungsi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena. Hal ini dilakukan biar sinyal objek yang berada didaerah tangkapan radar sanggup dikenali. Pada umumnya, transmitter mempunyai bandwidth dengan kapasitas yang besar. Transmitter juga mempunyai tenaga yang cukup kuat, efisien, bisa dipercaya, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, serta gampang dalam hal perawatannya.
  3. Penerima sinyal (receiver). berfungsi sebagai akseptor kembali pantulan gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap oleh radar melalui reflektor antena. Pada umumnya, receiver mempunyai kemampuan untuk menyaring sinyal yang diterimanya biar sesuai dengan pendeteksian yang diinginkan, sanggup memperkuat sinyal objek yang lemah dan meneruskan sinyal objek tersebut ke pemroses data dan sinyal (signal and data processor), dan kemudian menampilkan gambarnya di layar monitor (display).
Komponen pendukung Dari Radar
  1. Waveguide, berfungsi sebagai penghubung antara antena dan transmitter.
  2. Duplexer, berfungsi sebagai tempat pertukaran atau peralihan antara antena dan akseptor atau pemancar sinyal saat antena dipakai dalam kedua situati tersebut.
  3. Software, merupakan suatu bab elektronik yang berfungsi mengontrol kerja seluruh perangkat dan antena saat melaksanakan tugasnya masing-masing.

Sumber
https://anggadewikireina.wordpress.com/2011/11/26/gelombang-radar/
http://id.wikipedia.org/wiki/Radar

Dan Jenis Gelombang Radio

Dan Jenis Gelombang Radio. frekuensi Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz hingga 100,000,000,000 Hz, , yang dipergunakan sebagai alat komunikasi. Gelombang ini digunakan sebagai pembawa isu dari satu daerah ke daerah lain. Karena sifatnya yang gampang dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi, maka gelombang radio sanggup mencapai daerah - daerah di bumi yang jaraknya sangat jauh dari pemancar radio. Informasi yang berupa bunyi dibawa oleh gelombang radio sebagai perubahan amplitudo yang disebut modulasi amplitudo, maupun sebagai perubahan frekuensi yang disebut modulasi frekuensi.
 Dan Jenis Gelombang Radio  Dan Jenis Gelombang Radio

Gelombang radio yaitu satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk dikala objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency") pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Jenis Gelombang radio
  1. Gelombang panjang (long wave) ; gelombang jenis ini mempunyai signal yang panjang sehingga bisa menjangkau range area yang sangat luas. Kerugian dari gelombang ini yaitu memerlukan daya listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, Karena jenis gelombangnya panjang dan lebar menjadikan rentan terhadap gangguan (noise)
  2. Gelombang pendek (short wave) gelombang yang memakai udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini yaitu SW (short wave), Keuntungan dari gelombang ini yaitu Mampu menjangkau wilayah (coverage area) yang luas Banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua, Kerugian dari gelombang ini yaitu Banyak noise-nya khususnya dari matahari, cuaca, udara, halilintar dsb, Suara insan sanggup didengar dengan baik tetapi pengguanaan sound effect kehilangan mutu kulitasnya (kabur)
  3. Gelombang medium (medium wave) ; gelombang yang memakai permukaan bumi sebagai mediator. Secara umum kebanyakan gelombang yang digunakan oleh stasiun radio. Jenis yang digunakan oleh gelombang ini adalam AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation) Keuntungan dari gelombang ini yaitu Permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca sehingga tidak terjadi noise Mutu penyiaran lebih cantik dalam kualitas bunyi dan sound effect. Kerugian dari gelombang ini yaitu Tanah menyerap gelombang lebih cepat daripada udara yang menjadikan jarak jangkauan siaran lebih sempit sehingga memerlukan booster, Tanah di Indonesia mengandung besi yang cepat menyerap gelombang sehingga merupakan penghantar yang buruk
Pemancaran Gelombang
  1. Gelombang radio melalui kabel Merupakan cara gampang dalam memindahkan bunyi melalui radio, tetapi juga paling mahal. Prinsip pemancaran gelombang ibarat ini umumnya digudakan di dalam gedung atau yang lebih dikenal sebagai in house radio (contoh kampus-kampus di Amerka atau inhouse radio di Matahari departement store) Keuntungannya dari gelombang ini yaitu bunyi amat bagus, tidak ada gangguan Kerugian dari gelombang ini yaitu membutuhkan biaya yang banyak alasannya yaitu diharapkan ribuan kabel.
  2. Gelombang radio melalui udara Pemancaran dengan cara ini biasanya memakai gelombang pendek. Mekanisme kerjanya yaitu melemparkan gelombang bunyi dengan sudut tertentu ke langit-langit angkasa. Suara dalam bentuk gelombang itu selanjutnya dipantulkan dengan sudut yang sama ke permukaan bumI
  3. Radio Steaming / Radio Online Radio Online yaitu yang di pancarkan dengan memakai teknologi berbasis digital, yang di kirimkan melalui Media media pengirim data ibarat Satelite dan jaringan kabel.Suara dan Musik dari station radio akan di konversi menjadi bilangan biner, yang membentuk kode-kode yang nantinya isyarat tersebut bisa di konversi kembali ke dalam bentuk bunyi yang bisa kita dengar.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Radio

Gelombang

Gelombang. Gelombang yaitu tanda-tanda dari perambatan ajukan (gangguan) di dalam suatu medium. Pada insiden rambatan tersebut tidak disertai dengan perpindahan tempat yang permanen dari materi – materi medium. Rambatan dari ajukan (gangguan) itu merupakan rambatan energi.

Gelombang yaitu getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang sanggup berjalan lewat ruang hampa udara, gelombang juga terdapat pada medium (yang alasannya yaitu perubahan bentuk sanggup menghasilkan gaya pegas) di mana mereka sanggup berjalan dan sanggup memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa menjadikan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.

 Gelombang yaitu tanda-tanda dari perambatan ajukan   Gelombang
Gelombang sanggup didefenisikan juga sebagai getaran yang merambat melalui medium yang sanggup berupa zat padat, cair, dan gas. Gelombang terjadi alasannya yaitu adanya sumber getaran yang bergerak terus-menerus. Medium pada proses perambatan gelombang tidak selalu ikut berpindah tempat bersama dengan rambatan gelombang. Misalnya suara yang merambat melalui medium udara, maka partikel-partikel udara akan bergerak osilasi (lokal) saja.

Gelombang menurut medium perambatannya sanggup dikategorikan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik terdiri dari partikel-partikel yang bergetar, dalam perambatannya memerlukan medium. Contohnya gelombang bunyi, gelombang pada air, gelombang tali. Gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet dan medan listrik secara berurutan, arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus. Perambatan gelombang ini tidak memerlukan medium dan bergerak mendekati kelajuan cahaya. Contohnya sinar gamma (γ), sinar X, sinar ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio.

Berdasarkan arah getar dan arah rambat, gelombang dibedakan menjadi dua jenis yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal yaitu gelombang yang arah rambatannya tegak lurus terhadap arah getarnya, misalnya gelombang pada tali , gelombang permukaan air, gelombang cahaya. Sedangkan gelombang longitudinal yaitu gelombang yang arah merambatnya searah dengan arah getarnya, misalnya gelombang suara dan gelombang pada pegas. Gelombang ini terdiri dari rapatan dan regangan. Rapatan yaitu daerah-daerah dimana kumparan-kumparan mendekat selama sesaat. Regangan yaitu daerah-daerah dimana kumparan-kumparan menjauh selama sesaat. Rapatan dan regangan bekerjasama dengan puncak dan lembah pada gelombang transversal.

Besaran-besaran yang dipakai untuk mendiskripsikan gelombang antara lain panjang gelombang (λ) yaitu jarak antara dua puncak yang berurutan, frekuensi (ƒ) yaitu banyaknya gelombang yang melewati suatu titik tiap satuan waktu, periode (T) yaitu waktu yang dibutuhkan oleh gelombang melewati suatu titik, amplitudo (A) yaitu simpangan maksimum dari titik setimbang, kecepatan gelombang (v) yaitu kecepatan dimana puncak gelombang (atau bab lain dari gelombang) bergerak. Kecepatan gelombang harus dibedakan dari kecepatan partikel pada medium itu sendiri. Pada waktu merambat gelombang membawa energi dari satu tempat ke tempat lain. Saat gelombang merambat melalui medium maka energi dipindahkan sebagai energi getaran antar partikel dalam medium tersebut.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang