Showing posts sorted by relevance for query pengindraan-jauh-pengertian-dan-komponen. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengindraan-jauh-pengertian-dan-komponen. Sort by date Show all posts

Monday, December 2, 2019

Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh)

Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh) – Pengindraan jauh merupakan seni dan ilmu untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah, ataupun tanda-tanda dengan cara menganalisis data yang diperoleh memakai alat tanpa kontak pribadi terhadap objek, daerah, ataupun tanda-tanda yang akan dikaji.

Penginderaan jauh identik dengan penggunaan pata dan skala peta. Dengan menggunaan penginderaan jauh memungkinkan kita untuk mengetahui informasi perihal suatu obyek atau wilayah tanpa harus mengkaji atau melaksanakan survey tempat terlebih dahulu.

Dalam ilmu pengetauan sosial khususnya dalam bidang geografi, penginderaan jauh merupakan ilmu yang sangat penting dan wajib untuk dikuasai bila anda ingin menjadi andal dalam bidang geografi. Di dalam pembelajaran penginderaan jauh sering dijadikan bahan dan soal ujian dengan kata kunci pengertian penginderaan jauh dan komponen penginderaan jauh.

 Pengindraan jauh merupakan seni dan ilmu untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh)
Pengertian dan Komponen Penginderaan Jauh

Dalam pengindraan jauh, objek yang akan diindra atau yang akan diketahui berupa objek yang berada dipermukaan bumi, dirgantara, atau antariksa. Alat yang digunakan dalam pengindraan jauh yaitu sensor. Alat ini (sensor) berfungsi untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek di bumi dalam tempat jangkauan tertentu.

Ada banyak andal yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian pengindraan jauh. Ahli-ahli tersebut antara lain sebagai berikut.

Lillesan dan Kiefer, pengindraan jauh yaitu ilmu dan seni untuk memperoleh informasi perihal objek, daerah, atau tanda-tanda dengan cara atau jalan menganalisis data yang diperoleh memakai alat tanpa kontak pribadi terhadap objek, daerah, ataupun tanda-tanda yang dikaji.
Colwell, Pengindraan jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain atas atau jauh dari objek yang diindra.
Curran, pengindraan jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang sanggup diinterpretasikan sehingga sanggup menghasilkan informasi yang berguna.
Lindgren, pengindraan jauh yaitu aneka macam teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi perihal bumi.
Sabins, pengindraan jauh yaitu suatu ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan gambaran yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dan suatu objek.

Pengindraan jauh sendiri mempunyai istilah yang berbeda disetiap negara. Di Indonesia sendiri pengindraan jauh pernah disebut dengan teledeteksi. Berikut yaitu beberapa Istilah dalam bahasa gila untuk menyebut pengindraan jauh.


  1. Di Negara Ingris  pengindraan jauh disebut dengan istilah Remote sensing.
  2. Di Prancis disebut Teledetection.
  3. Di Jerman disebut Fernerkundung.
  4. Di Portugis disebut Sensoriamento remota.
  5. Di Rusia disebut Distantsionaya.
  6. Di Spanyol disebut Perception remota.


Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh

Pengindraan jauh merupakan suatu sistem sebab terdiri dari komponen-komponen yang saling bekerjasama dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Komponen-komponen dalam pengindraan jauh yaitu sebagai berikut.

A.Sumber Tenaga
Dalam pengindraan jauh harus ada  sumber tenaga, baik sumber tenaga alamiah (sistem pasif) maupun sumber tenaga buatan (sistem aktif). Sistem pasif, tenaga yang digunakan yaitu tenaga elektromagnetik yang berasal dari sinar matahari . Sedangkan sistem aktif, tenaga yang digunakan yaitu tenaga buatan (berupa gelombang mikro). Tenaga ini mengenai objek di permukaan bumi yang kemudian dipantulkan ke sensor. Fungsi tenaga dalam pengindraan jauh yaitu menyinari objek permukaan bumi dan memantulkannya sensor.

Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

1.Waktu penyinaran, jumlah energi yang diterima objek pada ketika siang hari (pada ketika matahari tegak lurus) lebih besar daripada ketika sore hari yaitu ketika posisi matahari miring. Semakin banyaknya energi yang diterima objek, akan besar lengan berkuasa pada warna objek yang semakin cerah.
2.Sudut tiba sinar matahari mensugesti jumlah energi yang akan diterima bumi.
3.Bentuk permukaan bumi, permukaan bumi yang bertopografi halus dan mempunyai warna yang cerah pada permukaannya akan lebih banyak memantulkan sinar dibandingkan dengan permukaan yang bertopografi garang serta berwarna gelap  sehingga tempat yang bertopografi halus dan cerah akan terlihat lebih terang dan jelas.
4.Keadaan cuaca, kondisi atau keadaan cuaca pada ketika pengambilan gambar atau pemotretan akan memperngaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan energi untuk hingga ke objek, contohnya akhir kondisi udara yang berkabut hasil pengindraan jauh menjadi kurang terperinci atau bahkan tidak terlihat.

Tenaga elektromagnetik yang berasal dari matahari terdiri dari berkas atau spektrum yang sangat luas yaitu spektrum gamma, X, ultraviolet, tampak, inframerah, gelombang mikro atau bisa disebut gelombang microwave, radar, dan radio. Jumlah dari seluruh spektrum tersebut disebut dengan spektrum elektromagnetik.

B.Atmosfer
Atmosfer yaitu lapisan udara yang menyelubungi permukaan bumi. Sebelum mengenai objek, energi yang dihasilkan sumber tenaga merambat melalui atmosfer. Namun atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga hanya sebagian kecil tenaga elektromagnetik saja yang sanggup mencapai permukaan bumi dan sanggup digunakan untuk pengindraan jauh.

C.Objek
Objek merupakan semua atau segala sesuatu yang menjadi sasaran sasaran dalam pengindraan jauh, antara lain atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan litosfer.

D.Interaksi antara Tenaga dan Objek
Interaksi antara tenaga dan objek sanggup dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap objek mempunyai karakteristik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.Objek yang mempunyai daya pantul yang tinggi akan terlihat cerah pada gambaran dan sebaliknya yang mempunyai daya pantul rendah akan terlihat gelap pada citra.

E.Sensor
Tenaga yang tiba dari objek di permukaan bumi akan diterima dan direkam oleh sensor. Setiap sensor mempunyai kepekaan sendiri-sendiri terhadap potongan spektrum elektromagnetik. Disamping itu, juga mempunyai kepekaan dalam merekam objek terkecil yang masih sanggup dikenali dan dibedakan terhadap objek lain atau terhadap lingkungan sekitarnya. Kemampuan sensor untuk menyajikan gambaran objek terkecil disebut resolusi spasial. Semakin kecil objek yang sanggup direkam sensor, pertanda semakin baik dan berkualitas pula sensor yang digunakan.

f.Wahana
Wahan yaitu kendaraan yang mengangkut atau membawa alat pemantau dalam pengindraan jauh.

g.Analisis Data
Analisis data sanggup dilakukan dengan cara manual yaitu dengan cara interpretasi secara visual, serta sanggup juga dilakukan dengan cara numerik atau cara digital yaitu dengan memakai komputer.

h.Perolehan Data
Perolehan data sanggup berupa data manual ataupun data numerik (digital).

  • Data manual sanggup kita peroleh melalui aktivitas interpretasi citra. Untuk membantu pengerjaan interpretasi gambaran secara manual kita memerlukan alat bantu yang berjulukan stereoskop, Stereoskop berfungsi untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
  • Data numerik(digital) sanggup kita peroleh melalui penggunaan software khusus untuk pengindraan jauh yang terdapat dapalam komputer serta diterapkan.


i.Penggunaan Data
Penggunaan data yaitu komponen simpulan yang penting dalam  sistem pengindraan jauh, yaitu orang atau forum yang memanfaatkan hasil indraja. Berikut lembaga-lembaga yang memakai data pengindraan jauh contohnya sebagai berikut.

  1. Bidang militer.
  2. Bidang Kependudukan.
  3. Bidang pemetaan.
  4. Bidang meteorologi dan klimatologi.


Sekian posting kali ini mengenai pembahasan bahan Pengindraan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh) . Semoga sanggup membantu untuk memahami bahan tersebut lebih dalam.

Sumber referensi: Lks geografi Kreatif kelas Xll

Komponen Peta Dan Penjelasannya

Komponen Peta Dan Penjelasannya – Peta merupakan sebuah alat  membantu dalam memberikan suatu gosip keruangan. Berdasarkan fungsi tersebut, sebuah peta hendaknya perlu dilengkapi dengan banyak sekali macam komponen atau unsur kelengkapan yang bertujuan mempermudah pengguna dalam membaca atau memakai peta.

Ada beberapa perbedaaan yang dimiliki antara peta umum (peta rupa bumi atau peta topografi) dan peta khusus atau sanggup disebut peta tematik. Peta umum mempunyai komponen yang lebih kompleks dan standar atau baku. Contohnya peta muka bumi sudah mempunyai standar baku sendiri menurut konvensi, dimana jenis gosip tepi, desain tata letak, komposisi, tata warna, maupun simbol-simbol yang dipakai pada peta umum relatif sama atau seragam. Sebelum anda mulai mengenal komponen peta dan penjelasannya maka simaklah artikel sebelumnya yang membahas wacana pengertian tujuan dan fungsi peta dalam artikel yang berjudul Pengertian Peta (Jenis,Tujuan Dan Fungsi Peta).

Beda dengan peta umum, peta khusus atau peta tematik memliki komponen peta yang lebih sederhana serta bervariasi antara satu peta dengan peta yang lain. Dalam pembuatannya peta tematik juga tidak mengharuskan sebuah komponen peta tematik untuk sama dengan peta tematik lainnya. Sebagai referensi dalam hal posisi gosip tepi, penggunaan warna dan lain-lain.

Komponen Peta Dan Penjelasannya

Berikut dibawah ini merupakan komponen kelengkapan peta yang secara umum sering kita temukan pada peta. Komponen yang harus ada pada peta dibawah ini intinya sangat dekat kaitannya dengan penginderaan jauh. Adapun bahan wacana penginderaan jauh telah kita bahas sebelumnya dalam artikel yang berjudul Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh).

Judul Peta
Judul peta ialah sebuah komponen penting pada peta yang memuat  identitas  isi atau gambar peta. Letak judul peta biasanya terletak dibagian atas sebuah peta. Sebelum melihat isi peta, niscaya pembaca terlebih dahulu akan melihat judul peta.

Garis Tepi Peta
Garis peta ialah garis yang dipakai untuk membatasi ruang peta, pada umumnya garis tepi peta berbentuk segi empat dan sebaiknya dibentuk rangkap. Garis ini sanggup membantu kita saat akan menciptakan peta pulau, kota, ataupun wilayah biar sanggup sempurna di tengah-tengahnya.
Baca juga: Pembagian Persebaran Fauna Di Indonesia
Garis Astronomis
Garis astronomis terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Garis astronomis mempunyai kegunaan untuk mengetahui posisi diktatorial suatu objek pada peta utama. Tanda-tanda koordinat garis astronomis pada umumnya digambarkan dengan garis-garis pendek memotong garis tepi.

Petunjuk Arah/ Tanda Orientasi/ Arah Mata Angin
Komponen ini berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin, yaitu Utara, Timur laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat daya, Barat, Barat laut. Komponen petunjuk arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Petunjuk arah ini sanggup diletakkan dimana saja pada peta asalkan tidak menggangu ketampakan peta. Akan tetapi pada peta tidak semua petunjuk arah mengarah ke arah Utara melainkan ke arah Barat atau Selatan.
membantu dalam memberikan suatu gosip keruangan Komponen Peta Dan Penjelasannya

Inset
Inset membuktikan lokasi tempat yang dipetakan pada kedudukannya dengan tempat sekitar yang lebih luas. Inset  berbentuk peta kecil yang disisipkan dibagain sisi kiri, sisi kanan, atau di bawah peta dengan garis tepi. Tujuan menawarkan inset ialah untuk memperjelas salah satu bab dari peta dan untuk membuktikan lokasi yang penting, tetapi kurang terperinci dalam peta.

Skala Peta
Skala peta dalah anggka yang membuktikan perbandingan jarak bersama-sama dengan jarak yang ada dipeta. Skala diletakkan pada bab bawah judul peta. Skala merupakan komponen yang penting alasannya dengan skala pembaca peta sanggup mengetahui jarak sebernarnya di lapangan. Sebagai referensi skala 1 : 100.000 ,artinya 1 cm di peta mewakili 1 100.000 cm atau 1 km di lapangan.

Untuk lebih jelasnya lagi anda sanggup membaca artikel sebelumnya yang menjelaskan pengertian dan fungsi skala sebagai salah satu komponen peta dalam artikel yang berjudul Pengertian Skala Peta dan Cara Menghitungnya.

Simbol Peta
Simbol peta merupakan sebuah lambang yang dipakai untuk memberi tanda fenomena yang terdapat pada suatu wilayah yang mempunyai makna yang gampang dipahami oleh banyak orang( pengguna peta).

Legenda
Legenda ialah keterangan dari simbol-simbol peta yang dipakai supaya gampang dipahami pembaca. Biasanya legenda terletak di bab sisi kiri atau sisi kanan bab bawah suatu peta dan sebaiknya di dalam garis tepi peta.

Sumber Peta
Sumber peta dicantumkan biar pembaca sanggup mengetahui asal sumber peta itu diperoleh dan dibuat.

Tahun Pembuatan
Tahun pembuatan sangat diharapkan tertutama pada peta-peta yang menggambarkan data atau keadaan yang cepat berubah, menyerupai data persebaran penduduk, kepadatan penduduk, dan penggunaan lahan. Tahun pada peta akan kuat terhadapap keakuratan data dari suatu peta tematik.
Sekian artikel kali ini mengenai Komponen Peta Dan Penjelasannya yang sanggup kita simak dan pelajari. Selalu ingat bahwa peta tidak akan terlepas dari komponen komponen yang harus ada dalam peta itu sendiri. Menghafal komponen peta akan membantu kita untuk memahami nafigasi dan penginderaan jauh dengan cepat. Terimakasih

Pengertian Gambaran Dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra

Pengertian Citra Dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra – Citra dan interpretasi gambaran merupakan komponen dan tahapan dalam penginderaan jauh. Setelah kita membahas penginderaan jauh secara umum maka kali ini kita akan membahas pengertian gambaran dan tahapan interpretasi citra.

Materi yang akan kita bahas dalam artikel kali ini akan kita bagi menjadi dua bagian. Pada bab pertama kita akan membahas pengertian dari gambaran kemudian dilanjutkan pada bab kedua kita akan membahas tahapan dalam interpretasi citra. Untuk itu bagi kalian yang ingin mengetahui pengertian gambaran serta tahapan dalam menginterpretasikan gambaran sanggup simak yang di bawah ini.
Pengertian Citra Dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra Pengertian Citra Dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra


Sekilas niscaya timbul pertanyaan dalam diri anda perihal apa itu cintra dan interpretasi gambaran dan apa hubungannya dengan penginderaan jauh. Untuk lebih jelasnya simaklah bahan dibawah ini.

Pengertian Citra
Citra merupakan output yang dikeluarkan dari proses pengindraan jauh. Citra merupakan sebuah gamabran yang terlihat dari suatu objek yang diamati atau direkam memakai alat pemantau. 

Berikut di bawah ini pengertian gambaran berdasarkan para ahli.
Menurut spesialis berjulukan Hornby gambaran mempunyai pengertian sebagai sebuah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat sensor lainnya.
Menurut Simonett, gambaran sendiri mempunyai pengertian sebagai sebuah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran maupun foto) yang diperoleh dengan cara optik, elektrooptik, optik mekanik , atau elektromekanik.
Secara umum gambaran dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

Citra Foto
Citra sanggup diartikan sebagai gambaran yang muncul dan tampak dari suatu objek yang sedang diamati sebagai hasil dari sebuah liputan atau rekaman dari alat pemantau. Sebagai pola memotret bunga di taman. Citra taman di halaman rumah yang berhasil dibentuk merupakan gambaran taman tersebut. Proses dalam pembuatan gambaran dilakukan dengan cara memotret objek, cara ini sanggup dilakukan dengan arah horizontal maupun vertikal dari udara (tampak atas). Hasil pemotretan dengan arah horizontal akan tampak sangat berbeda dengan hasil pemotretan dari atas atau udara. Pemotretan dengan arah horizontal akan menhasilkan gambaran tampak samping. Sedangkan hasil pemotretan gambaran dengan arah vertikal akan menghasilkan gambaran tampak atas baik tegak maupun miring (obliq).

Citra NonFoto
Citra nonfoto proses perekamannya memakai sensor selain kamera. Sensor yang dipakai berdasarkan atas pemindaian atau scanning. Proses perekamannya dilakukian bab demi bab serta sanggup memakai bab mana pun dari seleuruh jendela atmosfer, bahkan sanggup juga memakai pita serapan dalam pengindraan jauh.

Dalam penginterpretasian gambaran kita akan menjumpai beberapa tahapan yaitu deteksi, identifikasi, dan analisis. Untuk klarifikasi dari setiap tahapan kalian sanggup simak baik-baik ulasan di bawah ini.

Deteksi
Deteksi merupakan perjuangan untuk mengetahui data yang tampak maupun yang tidak tampak secara global. Deteksi juga mempunyai arti penentuan terhadap keberadaan suatu objek, apakah objek tersebut ada atau tidak ada pada gambaran dan merupakan tahap awal dalam interpretasi citra. Pada tahap ini keterangan yang diperoleh bersifat global.

Identifikasi
Identifikasi merupakan acara untuk mengenali suatu objek yang tergambar pada gambaran melalui rekaman oleh sensor dengan memakai alat stereoskop. Pada tahap ini bersifat setengah terperinci serta kita sanggup mengenali objek berdasarkan tiga ciri utama sebagai berikut.
  1. Ciri spektral, merupakan ciri yang dihasilkan oleh adanya interaksi antara tenaga elektromagnetik dan objek. Pada ciri ini objek dinyatakan memakai rona dan warna.
  2. Ciri Spasial, pada ciri ini kita sanggup mengenali objek memakai unsur-unsur interpretasi yang mencakup rona, bentuk, pola, ukuran, bayangan, asosiasi, dan tekstur alasannya yaitu pada ciri ini mengungkapkan jenis permukaan bumi.
  3. Ciri temporal, ciri ini merupakan ciri yang terkait dengan benda pada waktu perekaman, contohnya rekaman sungai pada ekspresi dominan hujan tampak cerah sedangkan pada ekspresi dominan kemarau rekaman sungai tampak gelap.
Analisis
Analisis merupakan suatu acara pembelajaran serta penguraian data hasil  tahap identifikasi sehingga sanggup dihasilkan dalam bentuk tabel, grafik, atau peta tematik.

Urututan acara dalam penginterpretasikan gambaran secara lebih terperinci yaitu sebagai berikut.
  1. Menguraikan atau memisahkan objek yang rona atau warnanya berbeda.
  2. Ditarik garis batas atau delineasi bagi objek yang rona warnanya sama.
  3. Setiap objek dikenali berdasarkan karakteristik spasial dan unsur temporalnya.
  4. Objek yang telah dikenali atau diketahui diklasifikasikan sesuai dengan tujuan interpretasinya.
  5. Digambarkan ke dalam peta kerja atau peta sementara.
  6. Untuk menjaga ketelitian serta kebenarannya perlu dilakukan pengecekan medan atau pengecekan di lapangan.
  7. Interpretasi pada tahap selesai yaitu pengkajian atas pola atau susunan keruangan (objek).
  8. Digunakan sesuai tujuannya.
Itulah artikel perihal  Pengertian Citra Dan Tahapan Dalam Interpretasi Citra yang sanggup saya sampaikan. Semoga bermanfaat.