Showing posts with label Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan. Show all posts

Friday, August 23, 2019

Jalan

Pengertian Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang mencakup segala bab jalan, termasuk bangunan embel-embel dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi kemudian lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Pengertian jalan darat

Jenis-Jenis Jalan
  1. Jalan Raya Jalan Raya yaitu jalur - jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibentuk oleh insan dengan bentuk, ukuran - ukuran dan jenis konstruksinya sehingga sanggup dipakai untuk menyalurkan kemudian lintas orang, binatang dan kendaraan yang mengangkut barang dari suatu daerah ke daerah lainnya dengan gampang dan cepat (Clarkson H.Oglesby,1999). Jalan Raya
  2. Jalan Umum Jalan umum yaitu jalan yang diperuntukkan bagi kemudian lintas umum.
  3. Jalan Khusus Jalan khusus yaitu jalan yang di bangkit oleh instasi, tubuh usaha. Perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.
  4. Jalan Tol Jalan tol atau pengertian jalan bebas hambatan yaitu jalan umum yang merupakan bab sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Tol yaitu sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk penggunaan jalan tol. Jalan Tol
Kategori Jalan
  1. Pengaturan jalan yaitu aktivitas perumusan kebijakan perencanaan, penyusunan perencanaan umum, dan penyusunan peraturan perundang-undangan jalan.
  2. Pembinaan jalan yaitu aktivitas penyusunan aliran dan standar teknis, pelayanan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan jalan.
  3. Pengembangan jalan yaitu aktivitas pemrograman dan penganggaran, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan.
  4. Pengawasan jalan yaitu aktivitas yang dilakukan untuk mewujudkan tertib pengaturan, pembinaan, dan pengembangan jalan.
  5. Penyelenggaraan jalan yaitu pihak yang melaksanakan peraturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya.
  6. Jalan bebas hambatan yaitu jalan umum untuk kemudian lintas menerus dengan pengendalian kanal secara penuh dan tanpa adanya persimpangan sebanding serta dilengkapai dengan pagar ruang milik jalan.
Bagian-bagian jalan mencakup :
  1. Ruang manfaat jalan mencakup tubuh jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.
  2. Ruang milik jalan mencakup ruang manfaat jalan dan sejalur tanah tertentu diluar ruang manfaat jalan.
  3. Ruang pengawasan jalan merupakan ruang tertentu diluar ruang milik jalan yang ada dibawah pengawasan penyelenggara jalan.
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan

Saturday, August 17, 2019

Jalan Raya

Sejarah Jalan Raya
Jalan raya sudah ada semenjak insan memerlukan area untuk berjalan terlebih-lebih sesudah menemukan kendaraan beroda diantaranya berupa kereta yang ditarik kuda. Tidak terang dikatakan bahwa peradaban mana yang lebih dahulu menciptakan jalan raya. Akan tetapi hampir semua peradaban tidak terlepas dari keberadaan jalan raya tersebut.

Salah satu sumber menyampaikan bahwa jalan raya muncul pada 3000 SM. Jalan tersebut masih berupa jalan setapak dengan kontruksi sesuai dengan kendaraan beroda padaknya diduga antara masa itu. Letaknya diduga antara Pegunungan Kaukasus dan Teluk Persia. Jalan raya Mesopotamia-Mesir Seiring perkembangan peradaban di Timur tengah pada masa 3000 SM, maka dibangunlah jalan raya yang menghubungkan Mesopotamia-Mesir. Selain untuk perdagangan, jalan tersebut mempunyai kegunaan untuk kebudayaan bahkan untuk peperangan. Jalan utama pertama di daerah itu, disebut-sebut yaitu Jalan Bangsawan Persia yang terentang dari Teluk Persia sampai Laut Aegea sepanjang 2857 km. Jalan ini bertahan dari tahun 3500-300 SM.

Di Eropa, jalan tertua disebut-sebut yaitu Jalur Kuning yang berawal dari Yunani dan Tuscany sampai Laut Baltik.

Di Asia timur, bangsa Cina membangun jalan yang menghubungkan kota-kota utamanya yang bila digabung mencapai 3200 km.

"Banyak jalan menuju Roma" begitulah istilah yang umum dikenal mengenai jalan-jalan Romawi. Istilah tersebut tidaklah keliru lantaran bangsa Romawi banyak membangun jalan. Di puncak kejayaannya , bangsa Romawi membangun jalan sepanjang 85.000 km yang terbentang dari Inggris sampai Afrika Utara, dari pantai Samudera Atlantik di Semenanjung Iberia sampai Teluk Persia. Keberadaan jalan tersebut diabadikan dalam peta yang dikenal sebagai Peta Peutinger.

Herman Willem Daendels yaitu seorang Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-36. Ia memerintah antara tahun 1808 – 1811. Pada masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. Pada masa jabatannya ia membangun jalan raya pada tahun 1808 dari Anyer sampai Panarukan. Sebagian dari jalan ini kini menjadi Jalur Pantura (Pantai Utara) yang membentang sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Pembangunan jalan ini yaitu proyek monumental namun dibayar dengan banyak pelanggaran hak-hak asasi insan lantaran dikerjakan secara paksa tanpa imbalan pantas.

Manfaat yang diperoleh dari jalan ini yaitu sebagai jalan pertahanan militer. Selain itu dari segi ekonomi guna menunjang tanam paksa (cultuur stelsel) hasil produk kopi dari pedalaman Priangan semakin banyak yang diangkut ke pelabuhan Cirebon dan Indramayu padahal sebelumnya tidak terjadi dan produk itu membusuk di gudang-gudang kopi Sumedang, Limbangan, Cisarua, dan Sukabumi. Selain itu, dengan adanya jalan ini perjalanan darat Surabaya-Batavia yang sebelumnya ditempuh 40 hari bisa dipersingkat menjadi tujuh hari. Ini sangat bermanfaat bagi pengiriman surat yang oleh Daendels kemudian dikelola dalam dinas pos.

Sejarah Konstruksi Membangun Jalan
Dalam sejarahnya, banyak sekali macam teknik digunakan untuk membangun jalan raya. Di Eropa Utara yang repot dengan tanah berair yang berupa "bubur", dipilih jalan kayu berupa gelondongan kayu dipasang diatas ranting, kemudian diatasnya disusun kayu secara melintang berpotongan untuk melalui rintangan tersebut.
Di kepulauan Malta ada bab jalan yang ditatah supaya kendaraan tidak meluncur turun. Sedangkan masyarakat di Lembah Sungai Indus, sudah membangun jalan dari bata yang disemen dengan bituna (bahan aspal) supaya tetap kering. Dapat dikatakan, pemakaian materi aspal sudah dikenal semenjak milenium ke 3 sebelum masehi dikawasan ini, terbukti di Mahenjo Daro, Pakistan, terdapat penampung air berbahan watu bata bertambalkan aspal.
Konstruksi jalan Bangsa Romawi berciri khas lurus dengan empat lapisan. Lapisan pertama berupa hamparan pasir atau adukan semen, lapisan berikutnya berupa watu besar datar yang kemudian disusul lapisan kerikil dicampur dengan kapur, kemudian lapisan tipis permukaan lava yang menyerupai watu api. Ketebalan jalan itu sekitar 0,9-1,5 m. Rancangan Jalan Romawi tersebut termasuk mutakhir sebelum muncul teknologi jalan modern di simpulan kala XVIII atau awal kala XIX. Sayangnya jalan itu rusak ketika Romawi mulai runtuh.
Seorang skotlandia berjulukan Thomas Telford (1757 - 1834) menciptakan rancangan jalan raya, di mana watu besar pipih diletakan menghadap ke atas atau berdiri dan kini dikenal dengan pondasi jalan Telford. Konstruksi ini sangat berpengaruh terutama sebagai pondasi jalan, dan sangat padat karya lantaran harus disusun dengan tangan satu per satu. Banyak jalan yang bermutu baik dengan konstruksi Telford, tetapi tidak mudah memakan waktu.
Oleh lantaran itu ada konstruksi berikutnya oleh John Loudon Mc Adam (1756-1836). Konstruksi jalan yang di Indonesia dikenal dengan jalan Makadam itu lahir berkat semangat menciptakan banyak jalan dengan biaya murah. Jalan tersebut berupa watu pecah yang diatur padat dan ditimbun dengan kerikil. Jalan Makadam sangat praktis, watu pecah digelar tidak perlu disusun satu per satu dan saling mengunci sebagai satu kesatuan.
Di simpulan kala ke XIX, seiring dengan maraknya penggunaan sepeda, pada 1824 dibangun jalan aspal namun dengan cara menaruh blok-blok aspal. Jalan bersejarah itu sanggup disaksikan di Champ-Elysess, Paris, Perancis. Jalan aspal yang bersipat lebih plastis atau sanggup kembang susut yang baik terhadap perubahan cuaca dan sebagai pengikat yang lebih tahan air.
Di Skotlandia, hadir jalan beton yang dibentuk dari semen portland pada 1865. Sekarang banyak jalan tol dengan konstruksi beton (tebal minimum 29 cm) dan tahan sampai lebih dari 50 tahun serta sangat berpengaruh sekali memikul beban besar.
Jalan Aspal modern merupakan hasil karya imigran Belgia Edward de Smedt di Columbia University, New York. Pada tahun 1872, ia sukses merekayasa aspal dengan kepadatan maksimum. Aspal itu digunakan di Battery Park dan Fifth Avenue, New York, tahun 1872 dan Pennsylvania Avenue, Washington D.C pada tahun 1877.
Pada dikala ini sedikitnya 90 % jalan utama di perkotaan selalu memakai materi aspal.

Pengertian Jalan Raya
Jalan raya ialah jalan utama yang menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain. Biasanya jalan besar ini mempunyai ciri-ciri berikut:
  1. Digunakan untuk kendaraan bermotor
  2. Digunakan oleh masyarakat umum
  3. Dibiayai oleh perusahaan negara
  4. Penggunaannya diatur oleh undang-undang pengangkutan

Sistem Jalan Raya
  1. Jalan
  2. Jalan raya nasional atau rute federal
  3. Jalan raya negeri atau wilayah
  4. jalan kota
  5. Jalan-jalan lain termasuk jalan kampung dan jalan estet
  6. jalan tol
Di sini harus diingat bahwa tidak semua jalan yang sanggup dilalui oleh kendaraan bermotor itu jalan raya. Contohnya lintasan-lintasan di daerah perkebunan. Di Malaysia jalan raya yang sah haruslah diumumkan oleh pihak berkuasa.
Pembangunan Jalan Raya.

Pada dasarnya pembangunan jalan raya yaitu proses pembukaan ruangan kemudian lintas yang mengatasi pelbagai rintangan geografi. Proses ini melibatkan pengalihan muka bumi, pembangunan jembatan dan terowong, bahkan juga pengalihan tumbuh-tumbuhan. (Ini mungkin melibatkan penebasan hutan). Berbagai jenis mesin pembangun jalan akan digunakan untuk proses ini.
Muka bumi harus diuji untuk melihat kemampuannya untuk menampung beban kendaraan. Berikutnya, jikalau perlu, tanah yang lembut akan diganti dengan tanah yang lebih keras. Lapisan tanah ini akan menjadi lapisan dasar. Seterusnya di atas lapisan dasar ini akan dilapisi dengan satu lapisan lagi yang disebut lapisan permukaan. Biasanya lapisan permukaan dibentuk dengan aspal ataupun semen.

Pengaliran air merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pembangunan jalan raya. Air yang berkumpul di permukaan jalan raya sesudah hujan tidak hanya membahayakan pengguna jalan raya, malahan akan mengikis dan merusakkan struktur jalan raya. Karena itu permukaan jalan raya sesungguhnya tidak betul-betul rata, sebaliknya mempunyai landaian yang berarah ke selokan di pinggir jalan. Dengan demikian, air hujan akan mengalir kembali ke selokan.
Setelah itu retroflektor dipasang di tempat-tempat yang berbahaya menyerupai belokan yang tajam. Di permukaan jalan mungkin juga akan diletakkan "mata kucing", yakni sejenis benda bersinar menyerupai watu yang "ditanamkan" di permukaan jalan raya. Fungsinya yaitu untuk pertanda batas lintasan.
Perekonomian jalan raya.

Jalan raya sanggup meningkatkan aktivitas ekonomi di suatu tempat lantaran menolong orang untuk pergi atau mengirim barang lebih cepat ke suatu tujuan. Dengan adanya jalan raya, komoditi sanggup mengalir ke pasar setempat dan hasil ekonomi dari suatu tempat sanggup dijual kepada pasaran di luar wilayah itu. Selain itu, jalan raya juga berbagi ekonomi kemudian lintas di sepanjang lintasannya. Contohnya, di pertengahan lintasan jalan raya utama yang menghubungkan bandar-bandar besar, penduduk setempat sanggup menjual makanan kepada sopir truk yang kerap lewat di situ. Satu teladan yang baik bagi ekonomi kemudian lintas sanggup dilihat di pasar Machap, Johor Malaysia. Sehubungan itu, Machap telah menjadi tempat istirahat bagi bus jarak-jauh lantaran adanya akomodasi istirahat yang lengkap di situ dan juga letaknya di pertengahan Lebuh Raya Utara Selatan. Di Machap, penumpang-penumpang bus akan membelanjakan uang untuk pelayanan restoran dan kamar kecil.

Ekonomi Trafik-Istirihat menyerupai yang berlaku di Machap sesungguhnya tidak hanya bergantung kepada lokasi dan juga fasilitas. Yang lebih penting ialah kekerabatan pihak pemilik restoran dengan sopir bus. Untuk menarik lebih banyak sopir bus tiba ke mari bersama penumpangnya, pemilik restoran berusaha menggoda sopir bus dengan menyediakan makanan dan rokok gratis kepada mereka. Tetapi cara yang paling baik ialah menghubungi pribadi perusahaan bus tersebut supaya menentukan suatu tempat sebagai tempat istirahat yang tetap.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_raya

Friday, August 16, 2019

Jalan Tol

Sejarah Tol membentang kembali ke mitologi Yunani di mana para penambang dibebankan Charon tol untuk membawa yang mati di sungai Acheron dan Styx ke Hades. Jika jiwa membayar tol, Charon diangkut ke seberang sungai. Jika tidak, itu mengembara antara maut dan kehidupan untuk selamanya.

Banyak jalan-jalan Eropa modern pada awalnya dibangun sebagai jalan tol untuk menutup biaya konstruksi. Di Inggris kala ke-14, beberapa jalan yang paling banyak digunakan diperbaiki dengan uang dibangkitkan dari tol menurut hibah pavage. Turnpike trust didirikan di Inggris dari 1706 dan seterusnya, dan kesudahannya bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan jalan utama yang paling di Inggris dan Wales, hingga mereka secara sedikit demi sedikit dihapuskan dari 1870-an. Kebanyakan mempercayai jalan yang ada ditingkatkan, tetapi beberapa yang baru, biasanya hanya membentang pendek jalan, juga dibangun. Jalan Thomas Telford Holyhead (sekarang A5 road) yang luar biasa sebagai jalan gres sangat panjang, dibangun pada awal kala 19 dengan gerbang tol banyak sepanjang panjangnya.

Beberapa kota di Kanada mempunyai jalan tol di kala ke-19. Jalan memancar dari Toronto yang diharapkan pengguna untuk membayar di gerbang tol di sepanjang jalan (Yonge Street, Bloor Street, Davenport Road, Kingston Road) dan menghilang sesudah 1895.

Abad ke-19, jalan papan biasanya dioperasikan sebagai jalan tol. Salah satu dari jalan motor pertama AS, Long Island Motor Parkway (yang dibuka pada tanggal 10 Oktober 1908) dibangun oleh William Kissam Vanderbilt II, cucu buyut dari Cornelius Vanderbilt. Jalan itu ditutup pada tahun 1938 ketika diambil alih oleh negara kepingan New York sebagai pengganti pajak kembali.

Pada kala ke-20, tol jalan telah diperkenalkan di Eropa untuk membiayai pembangunan jaringan jalan tol dan infrastruktur jalan tertentu menyerupai jembatan dan terowongan. Italia telah menjadi negara Eropa pertama yang menerapkan penggunaan tol jalan bebas kendala pada kepingan jalan raya km 50 akrab Milan pada tahun 1924. Hal ini diikuti oleh Yunani, yang menciptakan pengguna untuk membayar untuk jaringan jalan raya di sekitar dan antara kota-kotanya pada tahun 1927. Kemudian pada 1950-an dan 1960-an, juga Perancis, Spanyol dan Portugal mulai membangun jalan raya sebagian besar dengan pinjaman konsesi, memungkinkan perkembangan pesat infrastruktur ini tanpa utang Negara besar. Sejak itu, jalan tol telah diperkenalkan di kebanyakan negara anggota Uni Eropa.

Pengertian Jalan Tol
Jalan tol ialah jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan kewajiban membayar tol dan merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang telah ada. Jalan tol diselenggarakan dengan maksud untuk mempercepat pewujudan jaringan jalan dengan sebagian atau seluruh pendanaan berasal dari pengguna jalan untuk meringankan beban pemerintah

Target yang menjadi target pelayanan jasa jalan tol terkadap pemakai jasa ialah kelancaran, keamanan dan kenyamanan. Untuk sanggup mencapai target tersebut, ditetapkan sebaga i tolak ukur operasionalnya ialah berupa waktu pelayanan di gardu, waktu tempuh jalan tol, tingkat kelancaran, tingkat fasilitas,tingkat keluhan pelanggan dan standar kerataan jalan. Pada situasi dimana trdapat banyak jalur masuk station dan juga tersedia kemudahan pelayanan, maka perkiraan pengguna kemudahan pelayanan tunggal sanggup dilakukan asalkan pemikiran kendaraan terbagi secara merata atau sama di antara kemudahan - kemudahan yang ada (Martin, 1967)

Pelayanan Jalan Tol
Pelayanan jalan tol terbagi tiga yaitu
  1. Pelayanan transaksi Pelayanan transaksi terlihat terang pada pengemudi tol sebab eksklusif berhadapan dengan pengemudi. Makara dengan adanya dinamika dan perkembangan tuntutan dari pemakai jalan tol maka perlu diberikan image yang baik kepada masyarakat mengenai pelayanan ketika melaksanakan transaksi. Terutama dari pihak petugas tol dengan menawarkan pembatas - pembatas jalan didepan pintu tol dan layanan terbaik. Sehingga pemakai jalan tol eksklusif mencicipi bagaimana layanan transaksi yang di berikan.
  2. Pelayanan kemudian lintas Pelayanan kemudian lintas yaitu pelayanan yang dilakukan terhadap kendaraan yang melalui jalan tol. Pelayanan ini sanggup dilihat dari kejadian -kejadian yang terjadi disepanjang jalan tol. Misalnya menurunnya angka kecelakaan pada jalan tol. Disediakannya kemudahan patrol, ambulance, pemadam, dan kendaraan rescue, rambu - rambu kemudian lintas sebagai penunjuk arah tempat batas kecepatan yang dapatdigunakan ketika pengguna jalan tol mengalami kesulitan. Juga penanggulan tanah longsor/banjir yang terjadi pada beberapa kepingan jalan tol
  3. Layanan terhadap pemeliharaan dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu pemeliharaan rutin, pemeliharaan periodic dan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan rutin dilakukan setiap waktu - waktu tertentu terhadap seluruh asset jalan tol. Seperti pengecatan garis-garis pembatas jalan, pembatas - pembatas jalan, pengaspalan jalan - jalan yang rusak.
Tarif  Jalan Tol
Tarip tol yang dikenakan terhadap pemakai jalan tol sesuai jenis kendaraan dan jarak tempuh kendaraan. Tarip tol ditentukan dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. Penghematan biaya operasi Biaya operasi kendaraan sangat dipengaruhi oleh waktu perjalanan. Terjadinya kemacetan - kemacetan kemudian lintas mengakibatkan naiknya biaya operasi kendaraan, sebab materi bakar yang digunakan menjadi tidak efisien. Unsur waktu juga menjadi materi pertimbangan,karena setiap pemakai jalan mengertikan secara tersendiri nilai waktu yang digunakan.ketidak lancaran kemudian lintas akan memperpanjang waktu
  2. Pemakai jalan mempunyai laba dari segi penghematan biaya operasi  perjalanan jikalau dibandingkan jalan usang atau laba dari waktu segi yang hemat. Keuntungan yang diraih pemakai jalan harus dicapai sementara laba pemilik/pengelola jalan juga harus dipenuhi. Tarip tol sebagai akhir pertimbangan pemakai jalan dan pemilik berada pada laba sama dan tidak merugikan salah satu pihak yang berlangsung pada jalan tol
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_tol

Penjabaran Jalan

Klasifikasi Jalan Menurut (Bina Marga 1997). Jalan raya pada umumnya sanggup digolongkan dalam 4 pembagian terstruktur mengenai yaitu: pembagian terstruktur mengenai berdasarkan fungsi jalan, klasifkasi berdasarkan kelas jalan, pembagian terstruktur mengenai berdasarkan medan jalan dan pembagian terstruktur mengenai berdasarkan wewenang training jalan

Klasifikasi berdasarkan fungsi jalan
Klasifikasi berdasarkan fungsi jalan terdiri atas 3 golongan yaitu:
  1. Jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah saluran dibatasi secara efisien.
  2. Jalan kolektor adalah jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah saluran dibatasi.
  3. Jalan lokal adalah Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah saluran tidak dibatasi.

Klasifikasi berdasarkan kelas jalan
Klasifikasi berdasarkan kelas jalan berkaitan dengan kemampuan jalan untuk mendapatkan beban kemudian lintas, dinyatakan dalam muatan sumbu terberat (MST) dalam satuan ton.

FungsiKelasMuatan Sumbu Terberat/MTS(Ton)
ArteriI>10
II10
III A8
KolektorIII A8
III B8

Klasifikasi berdasarkan medan jalan 
Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan medan yang diukur tegak lurus garis kontur. Keseragaman kondisi medan yang diproyeksikan harus mempertimbangkan keseragaman kondisi medan berdasarkan rencana trase jalan dengan mengabaikan perubahan-perubahan pada bab kecil dari segmen rencana jalan tersebut.

Jenis MedanNotasiKemiringan Medan (%)
DatarD<3 
BerbukitB3-25
PegununganG>25

Klasifikasi berdasarkan wewenang training jalan 
Klasifikasi berdasarkan wewenang pembinaannya terdiri dari Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten/Kotamadya dan Jalan Desa.
.

Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan

Pemeliharaan jalan dan jembatan yaitu segala sesuatu yang dilakukan untuk menjaga jalan dan jembatan yang telah dibangun semoga tetap berada dalam kondisi yang baik dan sanggup dipakai dalam waktu yang lama.

Membutuhkan biaya yang besar untuk membangun jalan dan jembatan. Jika tidak dilakukan pemeliharaan, maka dana yang dipakai untuk membangun akan menjadi sia sia. Jika dilakukan pemeliharaan, maka jalan sanggup dipakai sepanjang tahun oleh masyarakat Jika jalan tidak Pelihara, maka diharapkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya dibandingkan bila dipelihara dengan baik setiap tahunnya.

Langkah Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan

  1. Pemeliharaan Gorong-Gorong
  2. Pemeliharaan Saluran
  3. Pemeliharaan Bahu Jalan
  4. Perbaikan Erosi
  5. Pemeliharaan Perlengkapan Jalan
  6. Pemeliharaan Jembatan
  7. Perbaikan Pondasi

Contoh dari duduk perkara konstruksi yang sanggup mengakibatkan kerusakan pada jalan dan jembatan adalah:
  1. Daerah yang curam,
  2. Daerah rawan banjir,
  3. Sisi cuilan yang curam,
  4. Kurangnya gorong-gorong,
  5. Posisi kanal yang lebih tinggi dari jalan,
  6. Kualitas kerikil/beton yang rendah,
  7. Kurangnya sambungan pada beton.

Dan Pemeliharaan Gorong-Gorong

Gorong-Gorong
Gorong-gorong bagaikan sungai-sungai kecil yang menghubungkan setiap rumah-rumah di perkampungan dan atau fatwa air di jalan-jalan menuju sungai besar. Ketika suatu wilayah dibangun bangunan atau jalan, tentu saja tanah-tanah di wilayah tersebut tidak bisa menyerap air lagi dengan baik alasannya yaitu tertutup. Agar air tidak menggenang, gorong-gorong sangat penting terutama di wilayah-wilayah dengan bangunan besar.

Jika semakin tebal dan luas pondasi suatu bangunan dan jalan, maka idealnya gorong-gorong sebaiknya juga sebesar wilayah tersebut untuk pengganti luas wilayah tanah yang tertutup dengan beton bangunan. 

@ Gorong-gorong yaitu bangunan yang digunakan untuk membawa fatwa air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil, digunakan untuk mengalirkan sungai kecil atau sebagai bab drainase ataupun selokan jalan.

Berikut Langkah Pemeliharaan Gorong-Gorong
  1. Gorong-Gorong Harus berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air melntasi jalan
  2. Pelihara Dan Bersihkan bab gorong-goromg
  3. Gorong-Gorong dihentikan terserap diendapan
  4. Bersihkan bak penerima
  5. Dorong endapan dengan batang bambu
  6. Bersihkan bak pembuang biar air sanggup berjalan dengan lancer dan baik
Karakter gorong-gorong yaitu sebagai pengikat banyak sekali kepentingan dan manfaat, yakni irigasi/sanitasi, transportasi, listrik, telekomunikasi, air higienis dan layanan lainnya. Karakter lain dari gorong-gorong yaitu konsisten dan rendah hati.  Saat trend kemarau atau hujan ia tetap menjalankan fungsinya.  Ia tidak pernah meminta, ingin diperhatikan atau dipentingkan.  Manusia akan mendatanginya saat merasa membutuhkan, contohnya alasannya yaitu terjadinya penyumbatan fatwa air.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gorong-gorong

Klasifikasi Jalan Menurut Manajemen Pemerintahan Dan Beban Muatan

Klasifikasi Jalan berdasarkan manajemen pemerintahan Dan beban muatan -Jalan terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam kekerabatan hierarki. Sistem jaringan jalan disusun berdasarkan rencana tata ruang wilayah dimana dalam daerah perkotaan, dan daerah perdesaan mempunyai keterhubungan.

Klasifikasi Jalan berdasarkan manajemen pemerintahan Jalan dikelompokkan atas jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa. Pembagian kelas jalan berdasarkan Beban muatan terdiri dari jalan kelas I, kelas II, kelas IIIA, dan kelas IIIB.

Klasifikasi Jalan berdasarkan manajemen pemerintahan Dan beban muatan

Klasifikasi Jalan berdasarkan manajemen pemerintahan

Dalam Pemerintahan Pengelompokan jalan dimaksudkan untuk mewujudkan kepastian aturan penyelenggaraan jalan sesuai dengan kewenangan Pemerintah dan pemerintah daerah. Jalan umum berdasarkan statusnya dikelompokkan ke dalam jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.
  1. Jalan nasional, merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
  2. Jalan provinsi, merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
  3. Jalan kabupaten, merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan sentra acara lokal, antarpusat acara lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
  4. Jalan kota, yaitu jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan sentra pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.
  5. Jalan desa, merupakan jalan umum yang menghubungkan daerah dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

Klasifikasi berdasarkan beban muatan sumbu

Dalam pengaturan penggunaan dan pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas yang didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara sempurna dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan. Pengelompokkan jalan berdasarkan muatan sumbu yang disebut juga kelas jalan, terdiri dari:
  1. Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang sanggup dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton, yang dikala ini masih belum dipakai di Indonesia, namun sudah mulai dikembangkan diberbagai negara maju menyerupai di Prancis telah mencapai muatan sumbu terberat sebesar 13 ton;
  2. Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang sanggup dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton, jalan kelas ini merupakan jalan yang sesuai untuk angkutan peti kemas;
  3. Jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang sanggup dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
  4. Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang sanggup dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
  5. Jalan Kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan lingkungan yang sanggup dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.

Referensi :
wikipedia.org

Saturday, July 27, 2019

Pengertian Bulldozer Serta Kegunaan Dan Bagiannya

Pengertian Bulldozer serta Kegunaan Dan Bagiannya. Dalam melakukan pekerjaan pemindahan tanah mekanis dengan mengunakan alat-alat berat. Bulldozer ialah suatu alat dimana traktor menjadi alat pencetus sekaligus juga tempat dudukan alatnya. Kadang-kadang bulldozer juga disebut traktor yang diberikan suatu alat aksesori yang berupa pisau pendorong. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Bulldozer, Kegunaan Bulldozer dan Bagian-Bagian Bulldozer

Definisi Bulldozer

Bulldozer ialah salah satu jenis alat berat yang dan berfungsi untuk pemerataan material menyerupai tanah, pasir, kerikil yang mempunyai kemampuan dorong atau tenaga yang tinggi. Bisa dipakai untuk menggali, mendorong, menggusur meratakan, menarik beban, menimbun. Mampu beroperasi di kawasan yang lunak hingga kawasan yang keras sekalipun. Dengan swamp dozer(dozer rawa) untuk kawasan yang sangat lunak, dan kawasan yang sangat keras perlu dibantu dengan ripper (alat garu).

Dikutip dari wikipedia Bulldozer ialah jenis peralatan konstruksi (biasa disebut alat berat atau construction equipment) bertipe traktor memakai Track/ rantai serta dilengkapi dengan pisau (dikenal dengan blade) yang terletak di depan. Bulldozer diaplikasikan untuk pekerjaan menggali, mendorong dan menarik material (tanah, pasir, dsb). Istilah bulldozer sering kali dipakai untuk menggambarkan semua tipe alat berat (Eksavator, Loader, dsb) meskipun istilah ini tepatnya hanya menunjuk ke traktor berantai yang dilengkapi dengan blade.

Berdasarkan bladenya Bulldozer sanggup dibagi menjadi :
  1. Universal blade (U-Blade). Universal Blade pada umumnya dipakai untuk keperluan reklamasi tanah (land reclamation) dan pekerjaan penyediaan materi (stock pile work). Hal ini dimungkinkan karna bentuk blade agak melengkung sehingga bulldozer sanggup mendorong muatan lebih banyak, cocok untuk mendorong tanah non kohesif.
  2. Stright Blade (S-Blade). Blade ini paling cocok untuk dipakai di segala macam medan (heavy duty blade)banyak di gunakan untuk mendorong material cohesive, penggalian struktur dan penimbunan dengan memiringkan blade, ujung blade sanggup berfungsi untuk menggali tanah keras atau boulder dan lain-lain.
  3. Angling Blade (A-Blade). Angle blade biasanya dipakai untuk membuang muatan kesamping, pembukan jalan perintis, menggali saluran. Sangat efektif untuk pekerjaan side hill cut atau back filling.
  4. Cushion Blade (C-Blade) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion atau ganjal karet untuk meredam tumbukan. Biasanya blade ini dipakai untuk pemeliharaan jalan dan pekerjaan dozing lainnya.

Kegunaan Bulldozer

  1. Pembabatan atau Penebasan (Cleraring). Bulldozer bisa membersihkan lokasi dari semak-semak, pohon besar/kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan/membuang kepingan tanah atau batuan yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan ini sanggup dikerjakan sebelum pemindahan tanah itu sendiri dilakukan atau dikerjakan bersama-sama.Pembabatan sanggup dilakukan dengan cara-cara menarik atau mendorong.
  2. Merintis (Pioneering). Pekerjaan perintisan merupakan kelanjutan dari pekerjaan pembabatan/penebasan. Pekerjaan merintis mencakup pekerjaan perataan tanah, pembuatan jalan darurat untuk transportasi alat mekanis, dan kalau perlu adapembuatan kanal air untuk drainasetempat kerja.
  3. Gali/Angkut Jarak Pendek. Bulldozer juga sanggup dipakai untuk menggali dan mengangkut material, namun untuk jarak pendek. Karena secara umum bulldozer tidak efektif untuk perjalanan jarak jauh misalnya, pembuatan tanggul, dam, dan juga untuk menciptakan aliaran-aliran air ditepi-tepi jalan. Adapun jarak kerja bulldozer sebagai berikut : Jarak dorong Bulldozer roda besi < 200 ft, dan untuk roda karet < 400 ft, pemakaian lebih dari itu sangattidak efisien.
  4. Menyebarkan Material. Menyebarkan tanah ke tempat-tempat tertentu dengan ketebalan yang dikehendaki contohnya material yang ditumpuk disuatu tempat oleh truck atau alat angkut lainnya.
  5. Penimbunan Kembali. Pekerjaan penimbunan kembali terhadap bekas lubang-lubang galian menyerupai menutup kembali gorong-gorong di bawah tanah, penimbunan lubang fondasi atau tiang penyangga bangunan besar (jembatan, menara beton), dan menutup kembali pipa minyak, pipa gas alam, atau pipa air minum sesudah terpasang.
  6. Menarik. Karena mempunyai tenaga yang besar selain mendorong bulldozer juga sanggup dipakai untuk menarik beban yang berat atau peralatan mekanis yang sedang rusak, untuk dipindahkan kesuatu tempat.

Bagian-Bagian Bulldozer

Pengertian Bulldozer serta Kegunaan Dan Bagiannya Pengertian Bulldozer serta Kegunaan Dan Bagiannya

  1. Blade: Untuk Mendorong Material
  2. Lift Silinder: Menggerakkan Blade
  3. Carier Roller: Penahan Main Frame
  4. Sproket: Menggerakkan Track
  5. Main Frame: Alur Carier Roller
  6. Staright Frame: Batang Penyanggah Blade
  7. Track: Sebagai Roda untuk Excavator
  8. Cutting Edge: Meratakan Permukaan Tanah
  9. End Bit: Menyerok Material

Sumber
http://eprints.polsri.ac.id/3235/3/BAB%20II.pdf