Showing posts sorted by relevance for query seputar-pengertian-dan-jenis-ekosistem. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query seputar-pengertian-dan-jenis-ekosistem. Sort by date Show all posts

Sunday, July 8, 2018

Pengertian Ekosistem Akuatik Dan Jenisnya

Pengertian Ekosistem Akuatik Dan Jenisnya. Pada postingan sebelumnya kami telah menjelaskan ihwal dan Jenis Ekosistem. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Ekosistem Akuatik dan jenis ekosistem akuatik.

Pengertian Ekosistem Akuatik Dan Jenisnya Pengertian Ekosistem Akuatik Dan Jenisnya


Definisi Ekosistem Akuatik

Pengertian Ekosistem akuatik (perairan) ialah merupakan tipe ekosistem yang sebagian lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Ekosistem akuatik dipengaruhi oleh empat factor, yaitu penetrasi cahaya matahari, substrat, temperatur, dan jumlah material terlarut. Akan tetapi, factor penentu utama dari ekosistem perairan ialah jumlah garam terlarut di dalam air. Jika perairan tersebut sedikit mengandung garam terlarut, maka disebut ekosistem air tawar . Sebaliknya, jikalau mengandung kadar garam tinggi, maka disebut ekosistem laut.

Jenis Ekosistem Akuatik

  1. Air Tawar. Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik. Ekosistem air tawar lotik mempunyai ciri airnya berarus. Contohnya ialah sungai. Organisme yang hidup pada ekosistem ini sanggup beradaptasi dengan arus air. Produsen utama pada ekosistem ini ialah ganggang. Akan tetapi, umumnya organisme lotik memakan detritus yang berasal dari ekosistem darat di sekitarnya. Ekosistem air tawar lentik mempunyai ciri airnya tidak berarus. Ekosistem air tawar lentik mencakup rawa air tawar, rawa gambut, kolam, dan danau. Rawa didominasi oleh lumut Spaghnum. Ekosistem danau dan kolam terdiri dari tiga wilayah horizontal, yaitu litoral, limnetik, dan profundal.
  2. Laut. Hampir 71% dari permukaan bumi tertutup oleh laut. Rata-rata salinitas (kadar garam) bahari ialah 3%, tetapi angka ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah yang lain sesuai dengan kedalaman dan geografinya. Salinitas tertinggi terdapat di tempat tropis. Pada tempat tropis suhu yang tinggi menyebebkan laju penguapan berlangsung cepat sehingga salinitas bahari menjadi tinggi. Contohnya, Laut Merah mempunyai salinitas 4%. Sebaliknya, pada geografi yang lebih tinggi, proses penguapan berkurang sehingga salinitasnya rendah. Contohnya, Laut Baltik dengan salinitas 0,7%.
  3. Estuari. Ekosistem estuary terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan bahari atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai Lumpur. Esturi mamiliki cirri lembap payau dengan tingkat salinitas di antarsa air tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh flora bakau. Beberapa organisme bahari melaksanakan perkembangbiakan di wilayah ini menyerupai ikan, udang, dan moluska yang sanggup dimakan.
  4. Pantai Batu. Ekosistem pantai kerikil tersusun dari komponen abiotik, berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan kerikil yang besar. Pada ekosistem pantai kerikil terdapat organisme menyerupai ganggang Eucheuma dan Sargassum, serta beberapa jenis moluska yang sanggup menempel di batu. Ekosistem pantai kerikil antara lain terdapat di Pantai Selatan Jawa, Pantai Barat Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.
  5. Terumbu Karang. Ekosistem terumbu karang hanya sanggup tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang terbentuk dari rangka binatang kelompok Coelenterata. Pada ekosistem ini terdapat aneka macam jenis organisme bahari dari kelompok Porifera, Coelenterata, ganggang, aneka macam jenis ikan, serta udang. Ekosistem terumbu karang antara lain terdapat di perairan Nusa Tenggara dan Maluku.
  6. Laut Dalam. Ekosistem bahari dalam merupakan zona pelagic laut. Ekosistem ini berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari. Oleh alasannya ialah itu, produsen utama di ekosistem ini merupakan organisme kemoautotrof.

Pengertian Ekosistem Terestrial Dan Jenisnya

Pengertian Ekosistem Terestrial Dan Jenisnya. Ekosistem ialah tatanan kesatuan secata utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan, baik yang hidup (biotik) dan tidak hidup (abiotik) yang saling berintegrasi dan menghipnotis dalam pertukaran energi dan daur-daru materi di dalam sistem. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Ekosistem Terestrial dan jenis Ekosistem Terestrial.

Pengertian Ekosistem Terestrial Dan Jenisnya Pengertian Ekosistem Terestrial Dan Jenisnya


Definisi Ekosistem Terestrial

Ekosistem terestrial (darat) ialah suatu tipe ekosistem yang sebagian besar lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem terrestrial mempunyai cuilan daerah yang luas dengan habitat dan komunitas tertentu, disebut bioma.

Ekosistem terestrial ialah suatu daerah daratan yang meliputi semua organisme di dalam suatu daerah yang saling memperngaruhi dengan lingkungan fisiknya sehingga arus energi mengarah ke struktur makanan, keanekaragaman biotik dan daur-daur materi yang terang di dalam sistem 

Jenis Ekosistem Terestrial

  1. Hutan Musim. Bioma daratan yang berada di belahan timur Amerika Utara dikenal dengan bioma hutan ekspresi dominan atau hutan gugur. Pemberian nama bioma tersebut ialah menurut ciri-ciri umum dari ekosistem atau menurut vegetasi yang dominant. Pada bioma hutan ekspresi dominan ditemukan flora bercirikan pohon keras ibarat oak ( Quercus sp. ), beach , dan maple ( Acer saccharinum ), yang menggugurkan daunnya pada ekspresi dominan gugur. Adapun jenis binatang yang menghuni bioma tersebut antara lain rusa, musang, dan salamander.
  2. Padang Rumput. Di sebelah barat dari hutan ekspresi dominan di Amerika Utara terdapat bioma padang rumput. Curah hujan bioma padang rumput tidak banyak menunjukkan tunjangan bagi pertumbuhan tumbuhan. Penyebabnya ialah pada daerah tersebut terdapat pedoman sungai yang panjang sehingga air tersedia dalam jumlah yang besar.
  3. Gurun. Gurun terdapat di belahan bumi sekitar 20° - 30° lintang utara dan lintang selatan. Curah hujan di gurun rendah, yaitu kurang dari 25 cm per tahun. Kehidupan organisme di gurun menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang kering. Vegetasinya terdiri dari aneka macam balukar akasia, flora sukulen, dan kaktus. Hewan yang banyak terdapat di gurun antara lain belalang, buurung pemangsa serangga, dan kadal. Umunya hewan-hewan gurun melaksanakan acara pada malam hari (nokturnal). Contoh bioma gurun ialah gurun Gobi di Asia, gurun Sahara di Afrika, dan gurun Anzo Borrego di Amerika.
  4. Taiga. Taiga terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropics dan juga di pegunungan tropis. Cirri iklim taiga ialah ekspresi dominan hambar yang panjang. Hujan turun hanya pada ekspresi dominan panas. Taiga merupakan hutan pinus (koifer) yang selalu hijau. Taiga terdapat di Amerika Utara, juga pada dataran tinggi di aneka macam wilayah. Hewan yang hidup di taiga antara lain beruang hitam dan serigala.
  5. Tundra. Di sebelah utara dari bioma taiga terdapat suatu wilayah yang dikenal sebagai bioma tundra . Karakteristik bioma tundra sangat ekstrem, yaitu lama ekspresi dominan dinginnya lebih panjang daripada ekspresi dominan panas. Dalam kondisi demikian sangat sedikit ditemukan jenis flora dan binatang yang hidup di sana. Tumbuhan yang terutama berupa lumut (liken), dan flora semusim yang tumbuh cepat selama ekspresi dominan tumbuh. Hewan yang menghuni bioma tundra antara lain rusa kutub ( karibu ), serigla, ajag, burung hantu salju, tikus, dan beberapa jenis serangga
  6. Hutan Hujan Tropik. Bioma hutan hujan tropik ialah selesai dari spectrum iklim bioma tundra. Bioma hutan hujan tropic, terutama terdapat akrab ekuator di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Afrika, cuilan selatan Asia, serta pulau di kepulauan Pasifik. Bioma hutan hujan tropic ditandai dengan suhu yang tinggi, hujan turun hamper setiap hari, dan mempunyai ribuan spesies flora dan hewan. Tumbuhan tumbuh subur dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk tudung atau kanopi.
  7. Savana. Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan lebih rendah daripada hutan hujan tropis (sekitar 90 – 150 cm per tahun). Vegetasi savanna didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana ialah aneka macam jenis serangga ibarat belalang, kumbang, rayap, herbivore, dan karnivora. Di Kenya (Afrika) terdapat savanna yang di dalamnya hidup gajah, jerapah, zebra, dan singa. Di Indonesia, savana terdapat di Sumbawa (NTB).

Saturday, July 27, 2019

Pengertian Sungai Serta Jenis-Jenisnya

Pengertian Sungai Serta Jenis-jenisnya. Sungai merupakan salah satu ekosistem, yaitu sauatu sistem ekologi yang terdiri atas komponen-komponen yang saling berintegrasi sehingga membentuk suatu kesatuan (Asdak, 1995). Apabila salah satu komponen terganggu, maka hal ini akan mempengaruhi komponen lain yang ada pada sungai tersebut. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian sungai dan Jenis-Jenis sungai

Definisi Sungai

Sungai yaitu tempat dan wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air hingga muara dengan dibatasi oleh garis sempadan (Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991). Sungai mengalir dari hulu dalam kondisi kemiringan lahan yang curam berturut-turut menjadi agak curam, agak landai, dan relatif rata. Arus relatif cepat di tempat hulu dan bergerak menjadi lebih lambat dan makin lambat pada tempat hilir.[1]

Sungai merupakan tempat berkumpulnya air di lingkungan sekitarnya yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Daerah sekitar sungai yang mensuplai air ke sungai dikenal dengan tempat tangkapan air atau tempat penyangga. Kondisi suplai air dari tempat penyangga dipengaruhi acara dan sikap penghuninya (Wardhana, 2001). Sungai sebagai sumber air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi serba guna bagi kehidupan dan penghidupan manusia.

Sungai juga bias diartikan sebagai bab permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah disekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa atau ke sungai yang lain. Sungai yaitu bab dari permukaan bumi yang alasannya yaitu sifatnya, menjadi tempat air mengalir.[2]

Secara umum sungai yaitu bab dari daratan yang menjadi tempat tempat pedoman air yang berasal dari mata air atau curah hujan.

Jenis - Jenis sungai

Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
  • Sungai Hujan, yaitu sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya yaitu sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
  • Sungai Gletser, yaitu sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bab hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Pegunungan Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) sanggup dikatakan sebagai pola jenis sungai ini.
  • Sungai Campuran, yaitu sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini yaitu sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).

Berdasarkan debit airnya berdasarkan sungai dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
  • Sungai Permanen, yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini yaitu sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
  • Sungai Periodik, yaitu sungai yang pada waktu ekspresi dominan hujan airnya banyak, sedangkan pada ekspresi dominan kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa contohnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah spesial Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
  • Sungai Episodik, yaitu sungai yang pada ekspresi dominan kemarau airnya kering dan pada ekspresi dominan hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini yaitu sungai Kalada di pulau Sumba.
  • Sungai Ephemeral, yaitu sungai yang ada airnya hanya pada ketika ekspresi dominan hujan.

Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu:
  • Sungai Konsekuen, yaitu sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
  • Sungai Subsekuen atau strike valley yaitu sungai yang pedoman airnya mengikuti strike batuan.
  • Sungai Obsekuen, yaitu sungai yang pedoman airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen.
  • Sungai Resekuen, yaitu sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen.
  • Sungai Insekuen, yaitu sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi.

Referensi
[1] Peraturan Pemerintah RI No. 35 Tahun 1991 wacana sungai
[2] Syarifuddin, dkk. 2000. Sains Geografi. Jakarta: Bumi Aksara
.

Saturday, July 7, 2018

Pengertian Keanekaragaman

Pengertian Keanekaragaman. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian keanekaragaman serta tingkatan Pengertian Keanekaragaman.

Definisi Keanekaragaman

Menurut Krebs (1978) keanekaragaman (diversity) yaitu merupakan banyaknya jenis yang biasanya disebut kekayaan jenis (species richness). 

Menurut Helvoort (1981) menyatakan bahwa pengertian keanekaragaman yaitu merupakan ciri khas bagi suatu komunitas yang bekerjasama dengan banyaknya jenis dan jumlah individu tiap jenis sebagai komponen penyusun komunitas. 

Menurut Odum (1993) menyatakan bahwa definisi keanekaragaman tidak hanya kekayaan atau banyaknya jenis, tetapi juga kemerataan (evenness) dari kelimpahan individu tiap jenis. 

Menurut Ewusie (1990), keanekaragaman berarti keadaan yang berbeda atau memiliki banyak sekali perbedaan dalam bentuk atau sifat. Ide diversitas atau keanekaragaman spesies didasarkan pada perkiraan bahwa populasi dari spesies-spesies yang secara gotong royong terbentuk, berinteraksi satu dengan lainnya dan dengan lingkungan dalam banyak sekali cara menandakan jumlah spesies yang ada serta kelimpahan relatifnya.

Tingkatan Pengertian Keanekaragaman

  1. Keanekaragaman terbagi dalam tiga tingkatan pengertian yang berbeda, yaitu.
  2. Keanekaragaman genetik merupakan konsep variabilitas di dalam suatu spesies yang diukur oleh variasi genetika di dalam spesies, varietas, subspesies atau keturunan tertentu.
  3. Keanekaragaman spesies yaitu konsep variabilitas makhluk hidup di bumi, dan diukur dengan jumlah seluruh spesies di bumi, atau di daerah tertentu.
  4. Keanekaragaman ekosistem berkaitan dengan keanekaragaman dan kompleks-kompleks yang berkaitan dengan tempat spesies berada.