Showing posts sorted by relevance for query pengertian-dividen. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian-dividen. Sort by date Show all posts

Friday, October 4, 2019

Pengertian Kebijakan Dividen Dan Jenis Jenisnya

Pengertian Dividen

Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yang diterima para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikiannya yang berasal dari keuntungan dari hasil operasi perusahaan selama suatu periode.

Dividen ialah BAGIAN keuntungan dari perusahaan yang diputuskan untuk dibagikan atau didistribusikan kepada para pemilik saham (common stock). Dalam banyak kasus, tidak semua keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibagikan semua kedalam dividen.

Ada sebagian sebagian yang akan dipakai kembali untuk membiayai acara dan pengembangan perjuangan perusahaan. Ini disebut dengan Laba Ditahan (retained earning). Besar kecilnya tergantung pada kebijakan dividen dan hasil RUPS perusahaan.

Dividen ialah hak dari pemegang saham. Dividen hanya akan diperoleh kalau perusahaan menghasilkan cukup keuntungan untuk dibagikan. Dan kalau direksi perusahaan menilai perusahaan dirasa layak membagikan dividen.

Apabila perusahaan telah memutuskan membagi laba, maka semua pemilik saham akan mendapatkan hak yang sama sesuai persentase kepemilikan sahamnya. Namun pembagian dividen pemilik saham jenis preferen akan lebih diprioritaskan dibandingkan pemilik saham biasa.

Jenis Jenis Dividen


 Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yang diterima para pemegang saham ses Pengertian Kebijakan Dividen dan Jenis Jenisnya

1. Dividen Kas (Cash Dividend)

Pembayaran dividen dalam bentuk uang kas. Dibandingkan dengan jenis dividen lain, deviden kas lebih sering dipakai oleh perusahaan dan umumnya juga lebih disukai oleh para pemilik saham.

2. Dividen Aktiva selain Kas (Property Dividend)

Dividen yang dibagikan dalam bentuk barang atau aktiva selain kas. Dividen properti ini yang dibagikan ialah bab dari aktiva yang tidak akan mengganggu keberlangsungan hidup bisnis perusahaan. Dan barangnya bisa dibagi rata kepada para pemegang saham.

Pemilik saham akan mendapatkan dengan nilai sebesar harga pasar dari aktiva yang dibagikan tersebut.

3. Dividen Utang (Scrip Dividend)

Dividen utang ialah kesepakatan tertulis untuk membayar jumlah deviden kas tertentu kepada pemilik saham dikemudian hari. Janji ini umumnya berupa surat promes. Deviden utang ini bisa terjadi apabila keuntungan perusahaan mencukupi namun saldo kas perusahaan tidak cukup untuk membayarnya.

4. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen likuidasi ialah deviden yang muncul saat administrasi direksi ingin melikuidasi usahanya dan mengembalikan seluruh aktiva higienis yang tersisa kepada pemilik saham dalam bentuk kas tunai.

5. Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen saham ialah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham yang pembagiannya sesuai dengan persentase kepemilikan saham. Tidak berbentuk uang kas tunai.

Jumlah saham yang beredar akan meningkat namun kapitalisasi pasar besarnya tetap tidak berubah alasannya ialah setiap penambahan saham gres diikuti dengan penurunan nilai saham. Sedikit banyak menyerupai dengan stock split atau pemecahan saham. Tujuannya untuk bisa mempertahankan tingkat modal perusahaan.

Pengertian Kebijakan Dividen

Pengertian kebijakan dividen ialah keputusan direksi apakah keuntungan yang dihasilkan perusahaan pada tamat periode dibagikan kepada para pemilik saham (dividen) atau keuntungan tersebut ditahan sebagai penambah modal perusahaan yang akan dipakai dalam kegiatan, atau investasi pengembangan perusahaan dimasa mendatang.

Kebijakan dividen selalu berkaitan pribadi dengan keputusan pendanaan perusahaan.

Kebijakan dividen ialah salah satu fungsi administrasi keuangan yang berkaitan bersahabat dengan struktur modal perusahaan.

Kaprikornus saat dalam sebuah perusahaan berhasil mendapatkan keuntungan. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan atas keuntungan yang diraih tersebut :
  1. Laba dibagikan kepada para pemegang saham (dividen)
  2. Laba dipakai kembali untuk acara dan perluasan perjuangan (laba ditahan)
  3. Laba dibagi antara dividen dan sebagian lagi dipakai untuk keuntungan ditahan.
Apabila administrasi perusahaan mengambil keuntungan dibagikan sebagai dividen, maka sumber pendanaan internal akan berkurang. Laba ditahan berkurang.

Demikian juga sebaliknya, apabila perusahaan menentukan opsi untuk tidak membagikan deviden, maka dana internal perusahaan akan membesar.

Laba ditahan ialah salah satu sumber pendanaan perusahaan yang sangat penting untuk dipakai dalam membiayai pertumbuhan perusahaan. Semakin besar keuntungan ditahan, maka akan semakin besar lengan berkuasa struktur modal dan posisi keuangan perusahaan.

Semua langkah yang diambil dalam kebijakan dividen ialah bahwa setiap keputusan yang diambil harus tetap memperhatikan tujuan utama dari perusahaan, yaitu kesejahteraan pemilik perusahaan dan meningkatkan nilai dari perusahaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan ialah kepentingan para pemegang saham, kepentingan perjuangan perusahaan dan bahkan kepentingan masyarkat sekitar dan pemerintah.

Tipe Kebijakan Dividen

 Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yang diterima para pemegang saham ses Pengertian Kebijakan Dividen dan Jenis Jenisnya

#1. Kebijakan Dividen Stabil

Jenis kebijakan dividen yang stabil ialah jumlah nominal dividen yang dibayarkan tetap disetiap periodenya.

Nominal pembayaran dividen tidak akan naik dan turun. Stabil diangka yang sama.

Alasan perusahaan yang melaksanakan kebijakan dividen stabil ini ialah untuk membuat kesan terhadap pemegang saham (investor) bahwa pembayaran dividen yang stabil mengindikasikan kinerja perusahaan juga stabil dari tahun ketahun.

Walaupun perusahaan secara akuntansi mengalami kerugian, pemegang saham akan tetap mendapatkan dividen dengan jumlah sama menyerupai tahun sebelumnya.

#2. Kebijakan Dividen Rasio Tetap

Maksud dari kebijakan dividen rasio yang tetap ialah bahwa dividen dibagikan berdasarkan rasio yang tetap disetiap periodenya.

Besar kecil jumlah nominal dividen yang dibagikan tidak sama dari tahun ketahun. Tergantung pada keuntungan yang dihasilkan.

Misalnya, apabila perusahaan memutuskan dividen ratio sebesar 40 persen dari keuntungan higienis yang dihasilkan.

Maka setiap tahun, dividen yang dibagikan sebesar 40 persen dari keuntungan higienis perusahaan. Setiap tahun, keuntungan yang dihasilkan jumlahnya tentu berbeda beda. Kadang naik kadang turun.

Maka jumlah nomina dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan berbeda beda setiap tahunnya yang diambilkan dari 40 persen dari keuntungan yang dihasilkan.

#3. Kebijakan Dividen Fleksibel

Pada tipe kebijakan dividen ini, besar kecil dividen yang dibayarkan setiap tahunnya akan diadaptasi dengan kondisi finansial perusahaan.

Setiap waktu perusahaan akan selalu mengalami perubahan, baik kondisi internal maupun eksternal. Untuk itu, dividen yang dibagikan akan mengikuti perkembangan kondisi perusahaan yang berbeda beda setiap tahunnya.

Bahkan apabila kondisi keuangan perusahaan dirasa tidak memungkinkan, maka dividen tidak akan dibayarkan.

#4. Kebijakan Dividen Residual

Tipe kebijakan dividen residu ialah dividen dibayarkan hanya apabila ada keuntungan yang tersisa sesudah perusahaan melaksanakan investasi.

Apabila keuntungan yang diinvestasikan kembali tidak tersisa, maka tidak ada pembagian dividen.

Kaprikornus keuntungan yang dihasilkan akan dipakai untuk investasi, gres sesudah investasi dilakukan dan ternyata masih ada sisa laba, maka sisa tersebut dibagikan dalam bentuk dividen.

Biasanya, tipe investor yang bahagia dengan kebijakan dividen residual ini ialah investor jangka panjang yang tidak mengharapkan dividen, namun lebih mengharapkan perkembangan perusahaan.

#5. Kebijakan Dividen Rendah + Ekstra

Maksudnya ialah Kebijakan dividen yang dibayarkan secara rutin disetiap periode dengan jumlah yang rendah.

Ketika kondisi keuntungan normal, dividen yang dibagikan akan tetap rendah.

Namun walaupun ditetapkan rendah, saat perusahaan berhasil meraih keuntungan yang tinggi, perusahaan akan menambah "ekstra" dividen tersebut.

Penambahan dividen ekstra ini biasanya akan direspon baik oleh pasar dan harga saham perusahaan mengalami kenaikan.

Pengumuman Dividen 

Pengumuman dividen ialah sebuah informasi yang sangat direspon pasar. Pengumuman keuntungan dan pengumuman dividen sering dipakai manajer perusahaan untuk memperlihatkan informasi bahwa perusahaan tersebut berprestasi dan mempunyai prospek yang cerah.

Bahkan berdasarkan pendapat Aharony dan Swary [1980] dalam Nurhidayati [2006] menyatakan bahwa informasi pengumuman dividen lebih bernilai daripada pengumuman informasi keuntungan (earning) perusahaan.

Ada anggapan bahwa dengan adanya pembayaran dividen yang besar ada kecenderungan nilai saham perusahaan akan meningkat. Hal ini ialah anggapan investor yang melihat bahwa perusahaan tersebut bisa untuk membagikan keuntungan.

Namun pembayaran dividen yang besar juga berdampak pada kemampuan modal perusahaan untuk melaksanakan pengembangan usaha. Usaha yang tidak berkembang akan menjadikan turunnya nilai saham perusahaan.

Pada kondisi pasar modal yang sempurna. Penundaan membayar dividen kepada para pemilik saham yang bertujuan untuk melaksanakan pengembangan perjuangan dan investasi yang menguntungkan akan berdampak pada kenaikan nilai saham.

Sepanjang perusahaan mempunyai planning pengembangan dan investasi yang returnnya meyakinkan. Perusahaan akan memakai keuntungan yang dihasilkan tersebut untuk mendanai rencananya.

Apabila terdapat kelebihan keuntungan yang digunakan, maka kelebihan keuntungan tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham. Namun apabila tidak ada kelebihan keuntungan maka tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham.

Walaupun pada kenyataannya, ada sejumlah perusahaan yang membayar dividen dengan stabil dan cenderung menghindari pengurangan dividen yang dibayarkan. Hanya alasannya ialah administrasi ingin memperlihatkan bahwa perusahaannya mempunyai kemampuan menghasilkan keuntungan yang besar dan mempunyai prospek yang elok yang bisa membayar deviden kepada para pemegang sahamnya.

Deviden: Klarifikasi Dan Pengaruhnya Bagi Perusahaan

Apa Itu Dividen ?

Pengertian dividen yaitu bab keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya pada perusahaan.

Kita semua tahu bahwa salah satu tujuan perusahaan yaitu untuk menghasilkan laba.

Dan deviden yaitu keuntungan yang dibagikan kepada pemilik perusahaan. Simpel bukan ?

Dari sudut pandang investor atau pemegang saham, deviden yaitu sumber pendapatan mereka selain capital gain.

 Pengertian dividen yaitu bab keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada para pemega Deviden: Penjelasan dan Pengaruhnya bagi perusahaan
Pembagian Deviden

Apakah keuntungan wajib dibagikan ?

Tidak.

Laba higienis yang dihasilkan oleh perusahaan tidak harus dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.

Pembagian dividen ditentukan oleh dewan direksi perusahaan yang kemudian akan disetujui oleh rapat umum pemegang saham (RUPS)

Ketika perusahaan tetapkan untuk tidak membagikan dividen, untuk apa keuntungan yang dihasilkan tersebut ?

Laba tersebut akan dijadikan laba ditahan.

Laba akan dipakai kembali oleh perusahaan untuk mendanai kegiatannya.

Untuk diinvestasikan kembali.

Biasanya keuntungan yang ditahan akan dipakai kembali untuk membiayai:
  • Kegiatan operasional
  • Ekspansi atau pengembangan usaha
  • Membayar utang  

Kebijakan Dividen

Ketika perusahaan berhasil memperoleh laba.

Muncul pertanyaan...

Apakah keuntungan akan dibagikan dalam bentuk dividen ataukah ditahan untuk dipakai kembali?

Mana yang lebih baik?

 Pengertian dividen yaitu bab keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada para pemega Deviden: Penjelasan dan Pengaruhnya bagi perusahaan
faktor dividen
Hal hal yang perlu dipertimbangkan

Sebelum membagikan dividen, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen. Diantarnya:

#1. Kebutuhan dana untuk membayar utang dan bunganya.

Ketika perusahaan mempunyai utang jangka panjang dan akan segera jatuh tempo.

Sebaiknya administrasi mengurungkan niatnya terlebih dahulu untuk membagikan dividen.

Laba sebaiknya ditahan untuk melunasi utang dan bunganya yang segera jatuh tempo semoga bisa terhindar dari risiko gagal bayar dan dipailitkan oleh kreditur.

#2. Kestabilan laba

Apabila perusahaan bisa menghasilkan keuntungan yang cenderung stabil disetiap periode, dewan direksi perusahaan bisa tetapkan untuk membagikan dividen.

Namun apabila perusahaan tidak bisa menghasilkan keuntungan dengan konsisten, maka sebaiknya administrasi perusahaan bermain kondusif untuk tidak membagikan dividen.

Ketidakstabilan pembagian dividen pada setiap periode bisa berdampak jelek terhadap harga saham perusahaan.

Investor tidak ada yang menyukai ketidakpastian dan ketidak-konsistenan.

#3. Kemampuan berhutang

Perusahaan yang mempunyai kemampuan berutang yang besar kemungkinan bisa membagikan dividen yang tinggi.

Apabila perusahaan memerlukan dana dan kalau pendanaan tersebut bisa diusahakan dengan meminjam utang, maka perusahaan bisa membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.

Laba ditahan tidak diharapkan lagi untuk dijadikan sumber dana perusahaan.

#4. Likuiditas perusahaan

Likuiditas yaitu kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek memakai aktiva lancar.

Semakin likuid, maka semakin besar kemungkinan perusahaan bisa membagikan dividen.

Jika likuiditasnya rendah, sebaiknya administrasi tidak membagikan dividen alasannya yaitu ada risiko perusahaan tidak bisa membayar utang jangka pendeknya.

Kewajiban jangka pendek biasanya berupa utang terhadap supplier atau utang bank dengan nominal yang tidak terlalu besar.

Walaupun nominalnya tidak terlalu besar, namun jatuh temponya sangat cepat.

#5. Tingkat Ekspansi Aktiva

Pertumbuhan perusahaan menciptakan kebutuhan perusahaan terhadap aktiva semakin tinggi.

Semakin tinggi kebutuhan aktiva, maka semakin kecil peluang dividen dibagikan alasannya yaitu keuntungan akan dipakai untuk mengadakan aktiva perusahaan yang dibutuhkan.

Prosedur Pembayaran Dividen

Secara umum, pembagian dividen terdiri dari 5 prosedur.

#1. Declaratin Date (Tanggal Deklarasi)

Tanggal deklarasi yaitu tanggal dimana dewan direksi perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen kepada para pemegang saham dan jumlah nominal yang akan dibagikan.

Biasanya pengumuman dilakukan bertepatan dengan rapat umum pemegang saham (RUPS)

#2. Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan)

Tanggal pencatatan yaitu tanggal dimana perusahaan akan mencatat para pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen yang akan dibagikan.

#3. Cum-Dividend

Cum dividend yaitu hari terakhir investor bisa melaksanakan jual beli saham perusahaan yang masih mengandung hak mendapatkan dividen.

Apabila investor mempunyai saham perusahaan pada tanggal cum dividen, maka investor tersebut berhak atas dividen yang dibagikan.

#4. Ex-Dividend Date (Tanggap pemisahan dividen)

Ex dividen date yaitu tanggal dimana pembeli saham pada tanggal ini tidak akan mendapatkan bab dividen yang dibagikan.

#5. Payment Date (Tanggal Pembayaran)

Payment date yaitu tanggal pembayaran dividen yang dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan nominal yang telah ditentukan.

Apa dividen bisa besar lengan berkuasa terhadap harga saham ?

Bisa iya bisa juga tidak.

Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa dividen bisa besar lengan berkuasa terhadap harga saham dan ada yang beropini sebaliknya.

# Sinyal Dividen

Dividen bisa saja besar lengan berkuasa terhadap harga saham perusahaan.

Menurut Battacharya dalam teori hipotesis sinyal dividen yang ia ciptakan, pengumuman pembagian dividen yaitu sinyal dari perusahaan bahwa perusahaan berkinerja baik yang bisa menghasilkan keuntungan dan bisa dibagikan kepada pemegang saham.

Dalam banyak kasus, ada beberapa perusahaan yang tidak mau untuk tidak membagikan atau sekedar memotong jumlah dividen yang akan dibagikan.

Perusahaan percaya bahwa dengan memangkas deviden, investor akan menilai bahwa perusahaan sedang berada pada kondisi yang tidak bagus. Tidak memenuhi sasaran yang diharapkan.

Kondisi ini menciptakan investor kurang yakin dengan prospek perusahaan dimasa depan dan tetapkan untuk tidak lagi berinvestasi di perusahaan tersebut.

Mereka akan menjual saham yang dimilikinya.

Hasilnya, harga saham akan turun.

Begitu juga sabaliknya.....

Apabila perusahaan membagikan atau bahkan menambah jumlah dividen.

Investor akan menilai bahwa perusahaan berkinerja dengan baik.

Melebihih expektasi yang diharapkan dan mempunyai prospek yang cerah.

Harga sahampun akan mengalami kenaikan.

# Dividen Tidak Relevan

Ada juga yang beropini bahwa dividen tidak akan besar lengan berkuasa terhadap harga saham perusahaan.

Menurut Mogdiliani dan Miller yang mencetuskan teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak akan dipengaruhi oleh pembagian dividen perusahaan.

Menurutnnya, nilai perusahaan hanya di pengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mencari laba. Bukan pembagian dividennya.

Jadi, apakah dividen mempengaruhi harga saham ?

Hal ini kembali kepada preferensi dan pandangan subjektif investor sendiri terhadap pembagian dividen.

Jenis Jenis Dividen

Deviden yang dibagikan kepada pemegang saham bukan hanya berupa uang tunai.

Walaupun uang tunai yaitu dividen yang paling sering digunakan, ternyata dividen juga bisa dibayarkan dengan bentuk lain.

Setidaknya ada 5 macam dividen, antara lain:

# 1. Dividen Tunai

Sesuai dengan namanya, dividen tunai dibagikan dalam bentuk uang kas.

Mungkin inilah jenis dividen yang paling banyak dipakai oleh perusahaan alasannya yaitu paling gampang dan paling disenangi oleh pemegang saham. 

# 2. Dividen Saham

Sesuai dengan namanya, deviden saham yaitu deviden yang dibayarkan memakai saham.

Dividen saham biasanya dilakukan oleh perusahaan dikala perusahaan kekurangan kas untuk membagikan dividen.

Misalnya, dikala penjualan meningkat namun lebih banyak penjualan secara kredit sehingga menghasilkan piutang yang banyak dan kas yang minim.

Kondisi ini menjadi alasan perusahaan untuk membagikan dividen dengan saham. 

Dan dengan perhiasan saham gres ini, jumlah saham para pemegang saham akan bertambah.

# 3. Dividen Properti

Dividen properti yaitu pembagian keuntungan dalam bentuk barang atau aset perusahaan.

Kaprikornus perusahaan tidak akan mengeluarkan uang kas atau saham baru.

Properti yang dibagikan akan dinilai menurut nilai pasar properti yang bersangkutan.

Perhitungan deviden jenis ini lebih sulit daripada dividen saham dan dividen tunai.

Oleh alasannya yaitu itu, dividen properti sangat jarang sekali diaplikasikan oleh perusahaan.

# 4. Dividen Skrip

Dividen skrip yaitu dividen dalam bentuk surat utang.

Pemegang saham akan mendapatkan surat utang perusahaan.

Maksudnya begini...

Surat komitmen utang dalam dividen skrip menyatakan bahwa perusahaan berhutang kepada pemegang saham dan akan membayarkan pada waktu dan jumah tertentu sesuai dengan isi dari surat utang tersebut.

Kaprikornus dikala membagikan dividen, perusahaan tidak akan mengeluarkan apapun untuk dibayarkan kepada pemegang saham.

Perusahaan akan membayarkan dividennya dilain waktu.

Biasanya...

Dividen skrip ini disertai dengan bunga.

Kaprikornus dikala waktu pembayaran telah tiba, perusahaan akan membayarkan dividen plus bunganya.

Alasan perusahaan memakai dividen skrip biasanya alasannya yaitu kekurangan uang kas atau uang kas yang tersedia akan dipakai terlebih dulu oleh perusahaan.

# 5. Dividen Likuidasi

Likuidasi adalah  kebangkrutan.

Ketika sebuah perusahaan membagikan dividen likuidasi, itu artinya perusahaan telah mengembalikan modal para pemegang saham alasannya yaitu perusahaan bangkrut.

Perusahaan telah dipailitkan oleh pengadilan.

Tetapi, dikala perusahaan sedang bangkrut, perusahaan tidak bisa serta merta membagikan dividen likuidasi.

Dividen likuidasi gres bisa dilakukan apabila masih ada sisa kekayaan perusahaan sehabis bankrut.

Ketika bangkrut, semua aset perusahaan dipakai untuk pembayaran utang dan kewajiban perusahaan yang belum terpenuhi.

Dan kalau ada sisanya, maka perusahaan bisa membagikan dividen likuidasi kepada pemegang saham.

Namun apabila tidak tersisa, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan aset apapun.

Menghitung Dividen

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk bisa menghitung dividen yang dibagikan oleh perusahaan, antara lain:
  1. Laba bersih
  2. Dividend payout ratio [DPR]*
  3. Jumlah saham yang beredar.
Notes:
*DPR yaitu rasio dividen yang akan dibagikan terhadap keuntungan higienis perusahaan.

Contohnya:

Perusahaan Nivia Rotan pada tahun berjalan berhasil membukukan keuntungan higienis sebesar Rp 1.000.000. PT Nivia Rotan mempunyai 10.000 lembar saham yang beredar.

PT Nivia Rotan tetapkan untuk membagikan dividen sebesar 30 % dari keuntungan bersih. Sisanya akan dipakai kembali untuk perluasan perusahaan.

Dengan data tersebut, kita bisa menghitung besaran deviden perlembar saham yang akan diterima oleh pemegang saham.

 Pengertian dividen yaitu bab keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada para pemega Deviden: Penjelasan dan Pengaruhnya bagi perusahaan
Setelah nominal dividen diketahui, kita bisa menghitung besaran dividen perlembar saham yang diterima oleh pemegang saham
 Pengertian dividen yaitu bab keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada para pemega Deviden: Penjelasan dan Pengaruhnya bagi perusahaan

Kaprikornus setiap lembar saham akan mendapatkan bab dividen sebesar IDR 30 

# Tambahan: Perlakuan Akuntansinya

Pencatatan pembagian dividen dimulai semenjak dividen diumumkan oleh perusahaan. 

Diatas telah dijelaskan bahwa tanggal pengumuman pembagian dividen tidak sama dengan tanggal pembayaran dividen.

Kaprikornus penjurnalan terhadap dividen akan dicatat sebanyak 2 kali. 

Yaitu dikala dividen diumumkan dan dividen dibayarkan.


Notes:
* Ketika pengumuman: artinya perusahaan akan berjanji akan membayarkan dividen. Maka perusahaan artinya telah berhutang dividen kepada pemegang saham yang diambilkan dari keuntungan ditahan. Utang dividen diakui alasannya yaitu dividen belum dibayarkan.

* Ketika pembayaran: Perusahaan telah melunasi utang dividennya (mendebit utang dividen) dengan mengeluarkan uang tunai (menkredit kas)

Penutup

Mana yang lebih baik....

Dividen besar atau kecil ?

Dari sisi perusahaan.

Sebenarnya baik tidaknya tergantung pada kebutuhan perusahaan itu sendiri.

Perusahaan yang sedang membutuhkan dana untuk pengembangan perjuangan atau sekedar melunasi hutang tentu ingin dividen yang dibagikan kecil bahkan kalau perlu tidak membagikan dividen.

Sedangkan bagi perusahaan yang sudah "well established". sudah dalam top performance, kinerjanya sudah stabil cenderung membagikan dividen dengan nominal yang besar.

Dari sudut pandang investor, investor cenderung ada dua tipe.

Tipe pertama yaitu investor jangka pendek.

Investor jangka pendek ini umumnya mengharapkan dividen yang besar.

Menginginkan keuntungan dividen yang maksimal alasannya yaitu belum tentu diperiode yang akan tiba masih menjadi pemegang saham.

Mereka gampang sekali memperjual belikan sahamnya.

Sedangkan investor jangka panjang umumnya tidak keberatan  kalau dividen yang dibagikan sangat kecil bahkan tidak dibagikan sekalipun selama perusahaan bisa memanfaatkannya untuk pengembangan perjuangan perusahaan.

Dividen Tunai | Klarifikasi Dan Prosedurnya

Pengertian Dividen Tunai

Pengertian dividen tunai ialah dividen yang pembayarannya secara tunai kepada pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan sahamnya. Bisa melalui transfer atau kertas cek. Dividen tunai atau yang juga dikenal dengan nama dividen kas (cash dividen) adalah pembayaran dividen yang paling umum dilakukan dan dibayarkan secara berkala, sanggup tahunan atau 6 bulanan.

Besar kecilnya dividen tunai sanggup dipengaruhi oleh tingkat keuntungan atau profitabilitas perusahaan, kondisi likuiditas perusahaan, dan juga cash flow perusahaan. Bahkan ada beberapa masalah perusahaan yang membayar dividen melebih keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan.

Apabila kondisi tersebut tidak menyehatkan perusahaan, profit yang diperoleh tidak sesuai harapan, kurang likuid, dan arus kas perusahaan yang berat. Biasanya perusahaan cenderung tidak membagikan dividen dalam bentuk dividen tunai dan menggantinya dengan dividen jenis lain menyerupai membagikan dividen saham atau dividen properti. Bahkan perusahaan sanggup menentukan untuk menahan keuntungan dan tidak membagikan dividen sama sekali.

Tujuan administrasi membagikan dividen saham ialah untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai pasar saham. Meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Bahkan ada beberapa pemegang saham yang mendapatkan dividen saham, menginvestasikan kembali dividen yang diterimanya kedalam perusahaan.

Baca Juga : 8 Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Pembayaran dividen tunai diputuskan dan ditetapkan oleh dewan direksi. Umumnya dewak direksi perusahaan mengadakan rapat yang poin pembahasannya mengenai mekanisme pembayaran dan pembagian dividen tunai :
  1. Mengevaluasi kondisi posisi keuangan pada periode sebelumnya
  2. Menentukan posisi periode mendatang dalam membayar dividen
  3. Memutuskan jumlah nominal divien  yang akan dibayar
  4. Menentukan waktu tanggal-tanggal yang bekerjasama dengan pembayaran dividen secara tunai. Contohnya tanggal pembayaran dividen, tanggal tercatatnya seorang pemegang saham, tanggal tanpa dividen.

 Pengertian dividen tunai ialah dividen yang pembayarannya secara tunai kepada pemegang s Dividen Tunai | Penjelasan dan Prosedurnya
Sumber gambar : PngPix.com

Prosedur Pembayaran Dividen Tunai

Menurut Warsono [2003;273] terdapat beberapa momen tanggal penting dan mekanisme dalam pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham :
  1. Declaratin Date (Tanggal Deklarasi)
  2. Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan)
  3. Cum-Dividend
  4. Ex-Dividend Date (Tanggap pemisahan dividen)
  5. Payment Date (Tanggal Pembayaran)

1. Declaration Date (Tanggal Deklarasi)

Declaration date atau tanggal pengumuman (deklarasi) ialah tanggal dimana dewan direksi mengumumkan akan ada pembagian dividen dalam bentuk tunai. Biasanya pengumuman dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pengumuman mencakup jumlah nominal dividen yang akan dibayarkan perlembar saham, tanggal pencatatan, dan tanggal pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan.

Pada tanggal pengumuman dividen ini, perusahaan melaksanakan ratifikasi utang dividen. Manajemen keuangan akan mendebit saldo keuntungan ditahan.

2. Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan Pemegang Saham)

Tanggal pencatatan pemegang saham ialah tangga dimana perusahaan melaksanakan penutupan buku pencatatan pemindah-tanganan saham dan merilis daftar pemilik saham per tanggal tersebut.

Jadi, apabila perusahaan mencatat nama seseorang pemegang saham sebagai pemiliknya pada ketika tanggal tersebut, pemegang saham tersebut akan berhak mendapatkan dividen.

Namun apabila pemegang saham tidak ada dalam daftar pada tanggal pencatatan tersebut, maka pemegang saham tersebut tidak berhak memperoleh dividen tunai.

Pada tanggal tersebut, pemegang saham juga sanggup melihat jumlah uang tunai yang akan mereka terima dari pembagian dividen tunai.

3. Cum-Dividend Date

Cum-dividend date ialah hari terakhir bagi investor untuk melaksanakan perdagangan saham perusahaan yang masih ada hak yang menempel untuk memperoleh dividen (tunai ataupun saham) perusahaan yang sudah diumumkan.

Apabila ada pemegang saham yang menjual sahamnya pada masa cum-date, maka pemegang saham tersebut tidak akan mendapatkan pembagian dividen.

Apabila ada investor yang membeli saham perusahaan pada ketika cum-date, maka investor (pemegang saham) gres tersebut berhak untuk mendapatkan pembagian dividen tunai dari perusahaan. Asal pemegang saham gres tersbut tidak menjual lagi sahamnya hingga melewati masa cum-dividen date.

4. Ex-Dividend Date (Tanggal Pemisahan Dividen)

Tanggal pemisahan dividen merupakan tanggal dimana dividen dipisahkan dari saham. Dimana pembeli saham perusahaan pada tanggal ini atau tanggal setelahnya tidak berhak mendapatkan dividen tunai yang dibagikan perusahaan.

Sebaliknya, apabila ada pemegang saham yang menjual sahamnya ketika masa ex-dividend date atau setelahnya, pemegang saham tersebut masih tetap terdaftar dan berhak mendapatkan pembayaran dividen tunai.

Pada tanggal ini transaksi penjualan saham perusahaan dibursa imbas terkadang untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian umumnya hanya 1 - 2 hari yang bertujuan biar perusahaan mempunyai waktu untuk mengupdate catatan buku besar akun "Pemegang Saham" perusahaannya.

Umumnya pemisahan dividen ini dilakukan empat (4) hari sebelum perusahaan melaksanakan tanggal pencatatan.

Hak pemilik saham untuk mendapatkan dividen akan menempel pada saham yang dimilikinya 4 hari sebelum tanggal pencatan saham.

5. Payment Date (Tanggal Pembayaran)

Tanggal pembayaran saham ialah tanggal dimana perusahaan melaksanakan pembayaran tunai kepada pemegang saham yang telah terdaftar dan mempunyai hak atas dividen tunai. Pembayaran sanggup via cek ataupun transfer tunai.

Pada tanggal dilakukan pembayaran dividen tersebut, perusahaan mencatat pengeluaran kas perusahaan untuk pembayaran utang dividen. Makara utang dividen yang diakui pada tanggal pengumuman di buku catatan perusahaan aka tereliminasi dari buku catatan perusahaan.

Baca Juga : 5 Teori Kebijakan Dividen

Pengertian Dividen Saham, Laba Dan Syarat-Syaratnya

Pengertian Dividen Saham

Pengertian dividen saham yaitu bab keuntungan perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk saham. Pembagian dividen saham sanggup berbentuk saham yang sejenis ataupun saham dengan jenis lain.

Mengapa perusahaan membayarkan dividen memakai saham ?

Alasan perusahaan tetapkan kebijakan dividen dengan pembagian dividen saham (stock dividend) umumnya alasannya yaitu perusahaan menghasilkan keuntungan yang cukup tersedia namun arus kas (cashflow) kurang mencukupi, Kondisi kas tidak memungkinkan untuk pembayaran dividen secara tunai. Sehingga keuntungan dibagikan bukan dengan uang tunai, tapi dibayar memakai pemanis saham sesuai dengan persentase kepemilikan jumlah saham perusahaan.

Walaupun banyak kasus dimana perusahaan membagikan dividen saham walaupun kondisi kas perusahaan mencukup untuk membagikan dividen tunai. Tentu banyak faktor dan pertimbangan yang mempengaruhinya.

Baca Juga : 8 Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Keuntungan Dividen Saham

 Pengertian dividen saham yaitu bab keuntungan perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang sa Pengertian Dividen Saham, Keuntungan dan Syarat-Syaratnya
Sumber gambar : freeiconspng.com

Ada beberapa keuntungan yang sanggup diperoleh perusahaan maupun pemegang saham dengan kebijakan dividen saham. antara lain :

Keuntungan bagi pemegang saham 
  • Jumlah saham yang dimiliki akan bertambah. Tanpa ada pengeluaran (walaupun bekerjsama nilai investasi dan persentase kepemilikan saham tidak berubah, efeknya mungkin menyerupai dengan stock split)
  • Tidak ada pajak yang harus dibayaran dengan mendapatkan dividen saham dari perusahaan
Keuntungan bagi perusahaan 
  • Pembagian dividen saham menciptakan perusahaan sanggup menyimpan keuntungan dan kas perusahaan. Dana tersebut sanggup dipakai perusahaan untuk tujuan yang lain. Seperti pengembangan usaha, pembayaran utang yang segera jatuh tempo atau dipakai untuk pembayaran hal yang lain.
  • Struktur modal perusahaan lebih kuat. Dividen saham berasal dari pembagian keuntungan ditahan, dengan cara mememindahkan akun keuntungan ditahan ke pos akun ekuitas saham biasa. Maka jumlah ekuitas atau modal disetor perusahaan akan meningkat. Ujungnya struktur modal perusahaan akan lebih kuat. 
  • Likuiditas perdagangan saham akan meningkat. Pembagian dividen saham akan menciptakan jumlah saham perusahaan yang beredar akan bertambah. Jumlah saham yang bertambah ini, secara teori akan menciptakan harga saham tersebut menurun. Harga saham yang murah akan menarik investor lain dalam membeli saham tersebut, dan perdagangan saham perusahaan-pun akan semakin likuid. Kapitalisasi pasar tidak berubah. Mirip menyerupai perusahaan yang melaksanakan stock split.
  • Kondisi keuangan tidak terganggu. Kondisi arus kas tidak akan terganggu alasannya yaitu perusahaan tidak perlu mengeluarkan kas tunai untuk membayar dividen.

Baca Juga : 5 Teori Kebijakan Dividen

Syarat Syarat Dividen Saham

Perusahaan yang ingin membagikan dividen namun tidak mempunyai dana kas yang mencukupi, tidak serta-merta sanggup membagikan dividen begitu saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan. 

1. Saldo Laba Ditahan Mencukupi

Sama menyerupai dividen tunai, pembayaran dividen saham juga berasal dari keuntungan ditahan perusahaan. Bedanya, divide saham mengeluarkan uang tunai untuk dibayarkan kepada pemegang saham. Sedangkan dividen tunai memakai kas, tidak ada arus kas keluar. Yang ada hanya perpindahan akun keuntungan ditahan perusahaan menjadi modal / ekuitas saham.

2. Disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Sama dengan dividen tunai, pembayaran dalam bentuk dividen saham harus memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham

3. Harga Teoritis Saham Sesuai dengan Peraturan yang Ada

Di Indonesia, ada Bursa Efek Indonesia yang mengatur mengenai penerbitan saham gres atau perusahaan yang akan membagikan dividen saham. Manurut hukum bursa yang ada, harga teoritis saham hasil dari adanya penambahan saham gres paling tidak mempunyai nilai Rp 100. Kecuali perusahaan sanggup menawarkan keyakinan kepada bursa imbas bahwa apabila perusahaan tidak membagika dividen saham sanggup kuat jelek terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Memahami Keuntungan Ditahan [Infografis]

Apa itu Laba Ditahan ?

Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Laba tersebut akan dipakai kembali oleh perusahaan.

Istilahnya, akan "diputar" kembali.

Laba ditahan berasal dari keuntungan acara operasional maupun acara non operasional perusahaan. Kegiatan non operasional contohnya penjualan aktiva tetap perusahaan yang menghasilkan keuntungan.

Laba ditahan (retained earning) menjadi pecahan dari modal perusahaan.

Berikut infografis keuntungan ditahan

 Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut  Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]


Mungkin ada yang bertanya...

Salah satu tujuan perusahaan yaitu untuk menghasilkan laba.

Namun ketika keuntungan telah diperoleh, mengapa keuntungan tersebut tidak dibagikan kepada pemegang saham selaku pemilik perusahaan ?

Untuk apa harus ditahan ?

Apa Fungsi Laba Ditahan ?

Fungsi atau tujuan adanya keuntungan ditahan dalam perusahaan yaitu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan tersebut.

Laba ditahan sanggup dipakai untuk:
  • Pengambangan perjuangan (ekspansi bisnis)
  • Pembayaran utang
  • Membiayai acara operasional

# Pengembangan Usaha

Laba yang tidak dibagikan kepada pemilik perusahaan akan dipakai kembali untuk menyebarkan bisnis perusahaan.

Pengembangan bisnis bermacam macam bentuknya.

Mulai dari pembangunan pabrik baru, pembelian mesin baru, menambah land bank perusahaan, mengakuisisi perusahaan supplier atau berinvestasi di pasar modal.

Semua hal tersebut membutuhkan dana yang besar.

Dalam istilah umum sering disebut dengan capital expenditure (capex) atau pengeluaran modal.

Dengan adanya cadangan keuntungan ditahan.

Maka perusahaan sanggup membiayai capital expenditure tersebut dengan dananya sendiri tanpa harus melibatkan pihak dari luar perusahaan.

Seperti penambahan saham gres ataupun utang (penerbitan obligasi atau hipotik).

# Pembayaran Utang

Fungsi atau kegunaan keuntungan ditahan lainnya yaitu untuk pembayaran utang perusahaan.

Khususnya utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo.

Utang jangka panjang umumnya mempunyai nominal yang besar. Apabila tidak segera dibayarkan, maka ada risiko perusahaan akan dipailitkan oleh kreditur.

Sebenarnya perusahaan sanggup melunasi utang yang akan segera jatuh tempo dengan cara menerbitkan saham gres atau obligasi.

Namun kedua jenis pendanaan tersebut mempunyai biaya modal yang tidak sedikit.

Laba ditahan yaitu salah satu opsi terbaik sebab tidak ada biaya modal dan gampang dilakukan.

# Pembiayaan Operasional Perusahaan

Laba ditahan akan mendukung acara operasional perusahaan.

Perusahaan yang sedang tumbuh berkembang akan selalu membutuhkan dana yang besar untuk membiayai acara operasionalnya yang semakin kompleks.

Dengan memakai keuntungan ditahan, perusahaan tidak membutuhkan utang atau dana dari sumber luar yang lain untuk membiayai acara operasionalnya.

Unsur Laba Ditahan

Laba ditahan sanggup dipengaruhi oleh keuntungan atau rugi higienis yang dihasilkan oleh perusahaan dan pembagian dividen.

# Laba atau Rugi Bersih

Laba higienis akan menambah jumlah keuntungan ditahan perusahaan. Laba higienis disini yaitu keuntungan higienis sehabis dikurangi bunga dan pajak.

Rugi higienis akan berefek sebaliknya, rugi akan mengurangi jumlah saldo keuntungan ditahan perusahaan.

Laba atau rugi higienis akan manambah atau mengurangi keuntungan ditahan dengan melaksanakan tutup buku terhadap laba/rugi yang dihasilkan dengan jurnal penutup.

Laba rugi perusahaan dipengaruhi oleh pendapatan dan beban. 

Pendapatan dan beban merupakan akun periodik yang akan dipakai lagi diperiode berikutnya. Untuk itu saldo akun tersebut harus ditutup.

Pos pendapatan dan beban harus ditutup kedalam pos akun keuntungan ditahan disetiap tamat periode.

Penutupan akun pendapatan dan beban ini akan besar lengan berkuasa terhadap keuntungan ditahan perusahaan.

# Pembagian Dividen

Dividen merupakan pecahan keuntungan higienis perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Apakah dividen dibagikan atau tidak, semua tergantung dari kebijakan dividen perusahaan tersebut.

Besar kecilnya dividen yang akan dibagikan ditentukan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan.

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan sanggup berbentuk dividen tunai atau dividen saham.

Pembagian dividen akan diambilkan dari keuntungan ditahan perusahaan. 

Makara ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen, apapun bentuknya, keuntungan ditahan niscaya akan berkurang.

Laporan Laba Ditahan

Laporan keuntungan ditahan berisi perihal perubahan yang terjadi terhadap keuntungan ditahan perusahaan pada periode berjalan.

Rincian laporan keuntungan ditahan biasanya terdiri dari keuntungan atau rugi operasional perusahaan, pembayaran dividen, dan pos pos lainnya (jika ada) yang mensugesti saldo keuntungan ditahan.

Lebih tepatnya, perhitungan keuntungan ditahan sanggup dirumuskan sebagai berikut:
    Laba Ditahan = Saldo Laba Ditahan + Laba Bersih - Pembayaran Dividen

    # Contoh Laporan Laba Ditahan

    Berikut pola laporan keuntungan ditahan.

    Misalnya pada awal tahun 2019, posisi saldo keuntungan ditahan PT Blimbing Jaya sebesar IDR 4.700. Selama tahun 2019, PT Blimbing Jaya berhasil membukukan keuntungan higienis sehabis pajak sebesar IDR 5.800.

    Pada tamat periode, PT Blimbing Jaya tetapkan untuk membagikan dividen tunai sebesar IDR 5.300 kepada para pemegang sahamnya dengan rincian IDR 2.000 untuk pemegang saham preferen dan IDR 3.300 untuk pemegang saham biasa.

    Kita sanggup menyusun laporan keuntungan ditahan per 31 Desember 2019 secara sederhana sebagai berikut:
     Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut  Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]
    Contoh laporan keuntungan ditahan

    Laba Ditahan dan Pencatatan Akuntansinya

    Laba ditahan yaitu pecahan dari struktur modal perusahaan. Pelaporan keuntungan ditahan pada neraca berada pada sisi pasiva perusahaan.

    Coba perhatikan pola neraca sederhana berikut:

     Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut  Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]
    Posisi keuntungan ditahan pada neraca

    Pada neraca tersebut terlihat posisi keuntungan ditahan berada pada struktur modal perusahaan dan merupakan salah satu jenis ekuitas perusahaan.

    # Jurnal Laba Ditahan

    Melihat posisi keuntungan ditahan yang berada pada sisi pasiva, maka keuntungan ditahan akan bersaldo disisi kredit.

    Laba ditahan perlu dilakukan pencatatan atau penjurnalan ketika terjadi:
    • Perusahaan memperoleh keuntungan atau menderita rugi
    • Perusahaan mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang saham
    Pencatatan laba/rugi

    Jurnal atau pencatatan dilakukan ketika perusahaan mengalami keuntungan atau rugi dan pencatatan ini merupakan salah satu jurnal penutup. Laba atau rugi yang dihasilkan akan ditutup pada akun keuntungan ditahan. 

    Artinya keuntungan akan menambah akun keuntungan ditahan dan rugi akan mengurangi akun keuntungan ditahan.

    Jika kurang memahami jurnal penutup, sebaiknya baca jurnal penutup ini dulu

    Laba atau rugi akan di jurnal menyerupai ini:

     Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut  Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]

    Pembagian Dividen

    Laba ditahan akan berkurang nilainya apabila perusahaan tetapkan untuk membagikan keuntungan ditahan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

    Pembagian dividen tersebut akan dijurnal sebagai berikut: Contoh pembagian dividen tunai

     Pengertian keuntungan ditahan yaitu keuntungan higienis yang dihasilkan perusahaan tapi keuntungan tersebut  Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]

    Notes:

    Ada dua tahap dalam pencatatan dividen tunai.

    Pertama ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen.

    Saat pengumuman tersebut, perusahaan akan mengurangi (mendebit) saldo keuntungan ditahan dan mengakui utang dividen.

    Utang dividen ini diakui sebab dividen masih belum dibayarkan. Hanya diumumkan.
    Dan pengumuman ini berarti perusahaan berjanji (berhutang) kepada pemegang saham bahwa dividen akan dibayarkan.

    Yang kedua, penjurnalan ketika dividen telah dibayarkan.

    Tanggal pengumuman dan tanggal pembayaran dividen yaitu berbeda. 

    Ketika pengumuman pembagian dividen, tidak serta merta ketika itu juga dividen akan segera dibayarkan.

    Ketika pembayaran sudah dilakukan maka perusahaan akan mengeluarkan kas (mengkredit kas) dan utang dividen akan didebit (telah dibayar).

    Penutup

    Laba ditahan yaitu pecahan atau keseluruhan keuntungan perusahaan yang akan dipakai kembali untuk keperluan perusahaan.

    Bahkan pertumbuhan keuntungan ditahan dijadikan sebagai tolak ukur bagi sebagian investor untuk menilai kinerja sebuah perusahaan.

    Tuesday, July 24, 2018

    Pengertian Saham Serta Jenis Dan Analisisnya

    Pengertian Saham serta Jenis dan Analisisnya. Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular dan paling banyak dipilih para investor alasannya yaitu bisa memperlihatkan tingkat keuntungan yang menarik. Saham merupakan salah satu dari beberapa alternatif yang sanggup dipilih untuk berinvestasi. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian saham, jenis-jenis saham serta harga saham dan analisis saham. 

    Definisi Saham

    Saham yaitu satuan nilai atau pembukuan dalam banyak sekali instrumen finansial yang mengacu pada bab kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini yaitu metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

    Secara Umum Saham yaitu akta yang memperlihatkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dimana pemegang saham mempunyai hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

    Ada juga yang megatakan bahwa “saham yaitu surat berharga sebagai bukti penyertaaan atau kepemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas”.

    Jenis-jenis Saham

    Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim:
    1. Saham Biasa (common stock) Saham biasa merupakan saham yang mempunyai hak klaim menurut keuntungan atau rugi yang diperoleh perusahaan. Bila terjadi likuidasi, pemegang saham biasa yang mendapat prioritas paling tamat dalam pembagian dividen dari penjualan asset perusahaan. ciri-ciri dari saham biasa yaitu Hak bunyi pemegang saham, sanggup memillih dewan komisaris. Hak didahulukan, kalau organisasi penerbit menerbitkan saham baru. Dan Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja
    2. Saham Preferen (Preferred Stock) merupakan saham dengan bab hasil yang tetap dan apabila perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham preferen akan mendapat prioritas utama dalam pembagian hasil atas penjualan asset. Saham preferen mempunyai sifat adonan antara obligasi dan saham biasa. ciri-ciri dari saham preferen yaitu Memiliki banyak sekali tingkat, sanggup diterbitkan dengan ciri-ciri yang berbeda. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, mempunyai prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen. dividen kumulatif, kalau belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka sanggup dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa. Dan Konvertibilitas, sanggup ditukar menjadi saham biasa, kalau janji antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk

    Ditinjau dari cara peralihan
    1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks) Pada saham atas unjuk tidak tertulis nama pemiliknya, semoga gampang dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapapun yang memegang saham ini, maka akan diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
    2. Saham Atas Nama (Registered Stocks) Saham atas nama merupakan saham yang ditulis dengan terang siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui mekanisme tertentu.

    Ditinjau dari kinerja perdagangan

    1. Blue Chip Stocks Saham biasa dari suatu perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, mempunyai pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
    2. Income Stocks Saham dari suatu emiten yang mempunyai kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten menyerupai ini biasanya bisa membuat pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan keuntungan dan tidak mementingkan potensi.
    3. Growth Stocks Saham-saham dari emiten yang mempunyai pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
    4. Speculative Stock Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
    5. Counter Cyclical Stocks Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada dikala resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya bisa memperlihatkan dividen yang tinggi sebagai akhir dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

    Harga Saham

    1. Harga Nominal merupakan harga yang tercantum dalam akta saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memperlihatkan arti penting alasannya yaitu deviden yang dibayarkan atas saham biasanya ditetapkan menurut nilai nominal.
    2. Harga Perdana merupakan harga pada waktu saham tersebut dicatat di bursa imbas dalam rangka penawaran umum penjualan saham perdana yang disebut dengan IPO (Initial Public Offering). Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat.
    3. Harga pasar yaitu harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi sehabis saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi. Harga inilah yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan merupakan harga yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, alasannya yaitu pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi perundingan harga antara investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain yaitu harga pasar yang tercatat pada waktu penutupan (closing price) kegiatan di Bursa Efek Indonesia.

    Analisis Saham

    1. Analisis Teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dan kondisi pasar dengan mengamati perubahan harga saham tersebut (kondisi pasar) diwaktu yang kemudian
    2. Analisis mendasar fokus pada gosip dan informasi keuangan, ekonomi, serta perkembangan polotik suatu negara dalam mengukur kekuatan seruan dan penawaran.
    Referensi:
    https://id.wikipedia.org/wiki/Saham

    Friday, October 4, 2019

    Hutang Lancar, Jenis Jenisnya Dan Mengapa Dibutuhkan

    Utang lancar yaitu kewajiban untuk mengeluarkan sumber daya yang dimiliki, yang mengandung nilai ekonomi untuk membayar kewajiban yang muncul atas insiden masa kemudian dalam jangka waktu yang pendek. Begitulah pengertian utang lancar berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Ribet kan?

    Agar tidak terlalu ribet, saya mencoba menjelaskannya semudah mungkin. Seperti apa itu utang lancar. Mengapa utang lancar diperlukan? dan contohnya?

    Utang lancar yaitu kewajiban untuk mengeluarkan sumber daya yang dimiliki Hutang Lancar, Jenis Jenisnya dan Mengapa Dibutuhkan

    Pengertian Utang Lancar

    Utang lancar yaitu kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Sekali lagi satu tahun. Tidak boleh lebih. Begitu aturannya. Menurut standar akuntansi yang berlaku.

    Untuk itu, utang lancar juga sering disebut dengan utang jangka pendek. Atau kewajiban jangka pendek. Atau kewajiban lancar. Dalam bahasa inggris: current liabilities.

    Apanya yang lancar?

    Maksudnya jatuh temponya yang sebentar. Lebih dari itu, tidak disebut utang lancar lagi.

    Semakin cepat, semakin lancar.

    Mengapa harus tidak lebih dari satu tahun? sejujurnya ini agak membingungkan.

    Ini unik. Jika lebih dari satu tahun, namanya sudah lain. Bukan utang lancar lagi tapi utang jangka panjang. Atau utang tidak lancar. Atau paling tidak disebut dengan utang jangka menengah.

    Terserah saja mau disebut yang mana. Yang jelas, bukan hutang lancar.

    Mengapa satu tahun?

    Mungkin menyerupai konsesi dimasyarakat ini: setir kendaraan (di Indonesia) ada disebelah kanan.

    Kenapa tidak di kiri? menyerupai dinegara lain? atau mengapa harus makan dengan tangan kanan? dan mengapa tangan kiri itu tidak sopan?

    Atau mungkin alasan ini: alasannya periode akuntansi itu lamanya satu tahun. Tutup bukunya selama satu tahun.

    Makara utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun disebut utang lancar. Sepertinya, alasan ini yang masuk akal.

    Pokoknya. Aturannya sudah menyerupai itu. Standar akuntansinya begitu. Kita nurut saja.

    Mengapa Butuh Utang Lancar? 

    Alasannya sama dengan alasan jenis utang yang lainnya: kebutuhan.

    Dan kebutuhannya tidak sanggup dipenuhi. Atau belum sanggup dipenuhi dalam jangka waktu yang singkat. Oleh arus kas yang ada. Maka munculla utang lancar ini. Sebagai solusi pembayaran sementara.


    Jenis Jenis Utang Lancar

    Jenis utang lancar sanggup klasifikasikan 2 golongan. Yang pertama: utang yang sudah niscaya jumlahnya. Yang kedua: utang yang sanggup ditaksir jumlahnya.

    B. Utang yang Bisa Tentukan Jumlahnya

    Utang lancar jenis ini sanggup ditentukan jumlahnya. Juga tanggal jatuh temponya. Secara pasti: kapan harus membayar atau mencicil.

    #1. Utang Usaha

    Utang perjuangan atau utang dagang (account payable) ada alasannya adanya pembelian barang atau jasa secara kredit. Barang atau jasa sudah diterima, namun belum dibayar. Barang dan jasanya bekerjasama pribadi dengan operasional perusahaan.

    Contoh:
    1. Perusahaan dagang: membeli persediaan barang dagang
    2. Perusahaan manufaktur: membeli materi baku atau materi baku penolong
    3. Perusahaan jasa: membeli barang operasional unuk usaha
    Utang perjuangan tidak ada surat perjanjian tertulis. Cukup dengan faktur penjualan. Karena sudah "langganan". Pembeli dan penjualnya sudah saling percaya. Jatuh temponya tidak lebih dari 3 bulan. Atau hanya 1 bulan saja. Atau bahkan cuma 2 ahad saja.

    Bagaimana jikalau ternyata ada surat perjanjian tertulis?

    Itu beda lagi. Namanya yaitu wesel bayar. Atau utang wesel. Bukan utang perjuangan lagi. Nanti akan dijelaskan.

    Contohnya: perusahaan mebel membeli materi baku secara kredit. Bahan baku itu dipakai dalam acara operasional. Maka itu pembelian itu menimbulkan utang usaha. 

    Tapi, contohnya perusahaan mebel tersebut membeli tanah dan bangunan untuk workshop secara kredit. Itu tidak termasuk utang usaha. Karena tidak bekerjasama pribadi dengan operasional. Hutang menyerupai itu disebut dengan investasi.

    Walaupun nanti gedung tersebut dijadikan daerah produksi. Namun biasanya, jatuh temponya lama: lebih dari satu tahun. Maka transaksi itu menghasilkan utang jangka panjang. Bukan utang usaha.

    Penjelasan yang lebih rinci, pola dan juga perlakuan akuntansinya silahkan anda baca di:

    Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Contoh dan Perlakuan Akuntansinya

    #2. Wesel Bayar

    Wesel bayar sama dengan utang usaha. Penyebabnya juga sama: pembelian barang secara kredit. Tapi ada bedanya. Wesel bayar membutuhkan surat perjanjian tertulis. Resmi. Ada tanda tangan kreditur dan debiturnya.

    Beda dengan utang usaha. Yang buktinya hanya nota penjualan saja.

    Wesel bayar lebih formal. Lebih resmi. Ada hitam diatas putihnya.

    Apa ada bunganya?

    Ada wesel bayar yang berbunga. Ada juga yang tidak. Tergantung dari perjanjiannya. Tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak.

    Oh ya, ini lagi. Utang perjuangan sanggup bermetamorfosis wesel bayar. Nota penjualan diganti dengan perjanjian utang piutang wesel. Itu sanggup terjadi jikalau debiturnya tidak bayar. Dan berubahnya status ini disepakati oleh kedua belah pihak.

    Tapi anda harus hati hati. Membedakan wesel bayar. Karena ada wesel bayar yang bukan utang lancar. Tapi utang jangka panjang. Bedanya terdapat pada jatuh temponya.

    Wesel bayar dengan jatuh tempo diatas satu tahun: bukan utang lancar. Tapi utang jangka panjang.

    #3. Hutang Dividen

    Dividen yaitu pecahan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Kenapa ada hutang dividen?

    Karena perusahaan sudah berjanji membayar dividen. Tapi belum dibayar: munculah hutang dividen.

    Kapan hutang ini muncul?

    Secara resmi. Hutang dividen akan muncul dikala perusahaan mengumumkan akan membagikan keuntungan yang dihasilkan.

    Hutang dividen wajib dibayar secara tunai. Dalam tempo satu tahun sehabis pengumuman dilakukan. Pembayarannya sanggup memakai uang tunai atau non tunai. Tergantung jenis dividen yang dibagikan.

    #4. Hutang Gaji dan Upah

    Yang ini terperinci utang lancar. Hutang kepada pegawai. Upah dan gaji. Pegawai rasanya tidak akan sanggup menunggu tunggakan pembayaran honor berbulan bulan. Harus segera ditunaikan.

    Efeknya sanggup gawat: mogok kerja. Sudah banyak kasusnya. Juga pengaruh buruknya.

    Contohnya perusahaan ini: PT Kertas Leces. yang menunggak pembayaran honor hingga 6 tahun. Nasibnya: pailit.

    Kasihan karyawannya. Kerja rodi.

    Padahal dulu perusahaan kertas ini berjaya. Ekspor ke banyak negara. Padahal karyawan yaitu ujung tombaknya. Kini nasibnya tragis.

    #5. Hutang Bonus

    Hutang bonus sama dengan utang gaji. Bedanya: tidak semua karyawan mendapat bonus. Hanya karyawan yang memenuhi kriteria tertentu yang mendapatkannya. Hutang ini harus dibayarkan sebelum ganti periode. Ganti tahun.

    Hutang bonus yaitu reward untuk pegawai. Bonus sanggup meningkatkan produktifitas karyawan.

    # 6. Uang Muka dan Penghasilan yang Diterima di Muka

    Atau down payment. Ketika perusahaan mendapat pesanan dari pelanggan. Dan pelanggan menawarkan uang muka sebagai tanda jadi. Atau bahkan membayar penuh diawal. Maka perusahaan mempunyai utang lancar yang harus dibayarkan kepada pelanggan. Tidak berupa uang. Tapi berupa barang atau jasa yang dipesan.

    Utang ini akan berakhir jikalau perusahaan telah menunaikan kewajibannya: menawarkan pesanan pelanggan.

    B. Utang yang Bisa Ditaksir Jumlahnya

    Utang lancar jenis ini jumlahnya belum pasti. Juga jatuh temponya. Tapi sanggup ditaksir dengan melaksanakan perhitungan. Berikut contohnya:

    #1. Hutang Pajak Penghasilan

    Hutang lancar kepada pemerintah. Dalam bentuk pajak. Atas pendapatan kena pajak yang dihasilkan oleh perusahaan. Utang ini sanggup ditaksir jumlahnya: hitung berdasarkan keuntungan yang dihasilkan periode sebelumnya. Dihitung sesuai dengan hukum pajak. Dikalikan tarif pajaknya.

    Hutang ini dihentikan menjadi hutang jangka panjang. Harus hutang lancar. Pembayarannya dihentikan telat. Jika telat: denda melayang. Jika tidak dibayar: eksekusi menantang.

    #2. Hutang Hadiah

    Dalam melaksanakan promo produk. Salah satu caranya yaitu dengan menawarkan iming iming hadiah kepada pelanggan. Agar mereka tertarik dengan produknya.

    Hadiah ini biasanya diundi. Menggunakan kupon. Pelanggan mengumpulkan kupon undian. Waktunya perusahaan yang menentukan. 

    Kelak, dikala sudah datang waktu undian. Perusahaan wajib melunasi hadiah. Wajib menawarkan hadiah yang dijanjikan kepada pemenang undian.

    Utang hadiah ini muncul dikala perusahaan tetapkan untuk mengadakan undian berhadiah. Jatuh temponya: ditentukan sendiri oleh perusahaan.

    #3. Hutang Garansi

    Garansi menempel pada suatu produk. Perusahaan sanggup menawarkan garansi untuk kenyamanan pelanggannya. Dari bahaya rusaknya kualitas produk yang dibelinya. Hutang garansi tidak akan jatuh tempo hingga ada yang pelanggan yang mengklaim kerusakan barang.

    **

    Tambahan. Ada jenis hutang lancar yang sebelumnya bukan hutang lancar.

    # Utang Jangka Panjang yang Akan Jatuh Tempo

    Ini yaitu utang jangka panjang yang berubah. Menjadi utang lancar. Atau utang jangka pendek.

    Ada pendapat: utang ini tetap hutang jangka panjang. Bukan utang lancar. Tapi nyatanya: ada kebutuhan kas yang harus dipersiapkan untuk pembayaran.

    Ada utang yang harus segera dibayar. Dalam jangka pendek. Tidak lebih dari satu tahun. Harus sudah lunas. Walau itu utang jangka panjang sekalipun. Jika anda berbeda pendapat. Beri tahu saya di kolom komentar. Mari diskusikan. Terima kasih.

    3 Kiprah Administrasi Keuangan Dalam Perusahaan

    Tugas administrasi keuangan secara umum terdiri dari 3 kiprah :
    1. Mendapatkan dana untuk perusahaan
    2. Menggunakan Dana Perusahaan
    3. Membagikan keuntungan atau keuntungan yang diperoleh perusahaan

    1. Mendapatkan Dana Perusahaan

    Tugas administrasi keuangan secara umum terdiri dari  3 Tugas Manajemen Keuangan dalam Perusahaan
    Tugas manajemen keuangan yang pertama yaitu bagaimana caranya manajer keuangan mendapat dana perusahaan. Dana yang diperlukan untuk membiayai aktivitas perusahaan.

    Secara umum, Manajer keuangan bisa memperoleh dana yang berasal dari internal perusahaan dan eksternal perusahaan.

    1.1 Dana Internal Perusahaan

    Sumber dana internal perusahaan yaitu dana yang berasal atau dipenuhi dari dalam perusahaan itu sendiri. Contoh dana internal perusahaan yaitu keuntungan ditahan. Laba ditahan merupakan keuntungan higienis perusahaan yang berhasil diperoleh yang dipakai kembali untuk membiayai kebutuhan perusahaan. Laba yang diperoleh tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

    1.2 Dana Eksternal Perusahaan

    Sumber dana eksternal perusahaan yaitu dana yang berasal atau dipenuhi oleh pihak yang berada diluar lingkungan perusahaan.

    Ada dua opsi alternatif dalam pembiayaan eksternal. Menambah modal gres atau berhutang.
    Menambah modal gres berarti menerbitkan saham baru. Akan ada pelengkap dana dari investor yang berasal dari pasar modal. Menerbitkan saham gres akan mengubah struktur persentase kepemilikan perusahaan.

    Apabila administrasi keuangan memutuskan untuk mencari dana dari utang. Akan dihadapkan pilihan utang jangka pendek dan utang jangka panjang. 

    Utang jangka pendek merupakan utang yang jatuh tempo pelunasannya kurang dari 1 periode. misalnya utang kepada supplier materi baku, kredit dagang.

    Utang jangka panjang yaitu utang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari 1 periode. Biasanya 5 tahun keatas. misalnya yaitu obligasi dan utang hipotik.

    Obligasi yaitu utang jangka panjang dimana perusahaan menerbitkan surat akreditasi utang yang mempunyai nilai nominal tertentu.

    Baca perihal obligasi lebih jauh di : Apa itu Obligasi ? Ini Keuntungan dan Kerugiannya

    Sedangkan utang hipotik yaitu utang jangka panjang dimana perusahaan menawarkan aktiva tidak bergerak yang dimiliki sebagai jaminan atas hutangnya. Umumnya krediturnya yaitu bank.

    Baja perihal utang hipotik lebih jauh di : Mengenal Hipotik, Sebuah Hutang Jangka Panjang

    Dalam upaya mendapat dana perusahaan, administrasi harus memperhitungkan dengan matang banyak sekali alternatif kombinasi pendanaan yang menguntungkan bagi perusahaan.

    Dana yang diusahakan ini harusnya dana yang mempunyai biaya yang paling rendah.

    2. Menggunakan Dana Perusahaan

    Menggunakan dana perusahaan yaitu kiprah pokok administrasi keuangan sehabis dana yang diperlukan telah diperoleh.

    Digunakan untuk apa saja dana yang telah diperoleh tersebut ?

    Tugas administrasi keuangan secara umum terdiri dari  3 Tugas Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

    2.1 Membayar Kewajiban (utang)

    Manajemen bisa memakai dana tersebut untuk membayar utang yang jatuh tempo. Khususnya utang jangka panjang yang umumnya bernilai besar. Kegagalan membayar utang bisa mengakibatkan perusahaan dipailitkan. Usaha akan tutup.

    2.2 Membiayai Kegiatan Operasional Perusahaan

    Perusahaan yang kesulitan menjalankan aktivitas operasionalnya bisa memakai dana yang diperoleh semoga bisa beroperasi dengan normal. Perusahaan yang tidak bisa beroperasional secara normal bisa mengakibatkan penurunan produktivitas. Kinerja akan semakin memburuk dan kerugian akan membayangi perusahaan. 

    2.3 Investasi atau Pengembangan Usaha

    Jika perusahaan tidak mempunyai utang yang segera jatuh tempo, atau kondisi perusahaan bisa untuk membayarnya. Tidak mempunyai persoalan dengan dana operasiona perusahaan. Maka ini mungkin waktu yang sempurna bagi perusahaan untuk melaksanakan investasi atau ekspansi usaha.

    Manajemen keuangan bisa menginvestasikan dana yang didapatkannya kedalam bentuk aktiva tetap perusahaan. Bisa membangun pabrik baru, membeli ekspansi tanah, membangun gedung baru, membeli mesin gres yang semuanya untuk menyebarkan perjuangan perusahaan.

    Tentu administrasi juga bisa menginvestasikannya kedalam pasar modal.

    Melalui banyak sekali pertimbangan, administrasi keuangan harus bisa menentukan jenis dan alternatif investasi yang paling menguntungkan dengan resiko yang paling rendah.


    Penggunaan dana perusahaan yang baik yaitu penggunaan yang menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Jika masih mempunyai tanggungan utang yang tidak mengecewakan memberatkan, sebaiknya tidak perlu bergaya-gaya melaksanakan investasi.

    3. Membagikan Laba Perusahaan

    Ketika perusahaan berhasil memperoleh keuntungan higienis perusahaan. Maka kiprah administrasi keuangan yaitu menentukan mau diapakan keuntungan tersebut ? 

    Membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau menahan keuntungan untuk pembiayaan perusahaan ?

    Manajer keuangan mempunyai beberapa opsi perihal pembagian keuntungan perusahaan :
    1. Membagikan keuntungan dalam bentuk dividen
    2. Manahan keuntungan untuk pendanaan perusahaan
    3. Menahan keuntungan lebih banyak, membagikan dividen lebih sedikit
    4. Membagikan dividen lebih banyak, menahan keuntungan lebih sedikit
    Opsi yang mana yang harus diambil oleh administrasi ?

    Tergantung pada kondisi internal dan eksternal perusahaan. Tergangung pada kebutuhan perusahaan dan kebutuhan para pemegang saham. Opsi yang diambil yaitu opsi yang paling menawarkan efek kenaikan nilai perusahaan paling tingi dan kemakmuran pemegang saham

    Baca lebih lanjut perihal pembagian keuntungan di:  Pengertian Kebijakan Dividen

    Friday, May 3, 2019

    Asas, Teori, Unsur Pajak Dan Syarat Pemungutan Pajak

    Pengertian pajak ialah iuran wajib dari wajib pajak kepada Negara ang tidak mendapat jasa secara eksklusif dari Negara dan digunakan untuk membiayai keperluan umum bagi seluruh anggota masyarakat. Menurut perkembangan ilmu ekonomi, pajak didefinisikan berdasarkan pendapat Rochmat Sumitro bahwa pajak ialah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan Undang-Undang (dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbale balik atau imbalan jasa (kontraprestasi) secara eksklusif sanggup ditunjuk dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Sedangkan berdasarkan Rochmat Soemahidjaja, menyampaikan bahwa pajak ialah iuran wajib, berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hokum, guna menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum

    Pengertian Pajak Menurut Undang-Undang
    1. Pajak Menurut Pasal 1 angka 1 UU No.28 th 2007 wacana Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan:
    “Pajak ialah bantuan wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau tubuh yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapat imbalan secara eksklusif dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemamakmuran rakyat”.

    2. Pengertian Pajak Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH., yaitu:
    “Pajak ialah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-Undang (yang sanggup dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang eksklusif sanggup ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar p engeluaran umum”.
    Baca  Sejarah Akuntansi
    Pengertian pajak tersebut kemudian dikoreksinya, dan berbunyi sebagai berikut: “Pajak ialah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment”.

    3. Pengertian Pajak Prof. Dr. P. J. A. Adriani mengemukakan sebagai berikut:
    “Pajak ialah iuran masyarakat kepada negara (yang sanggup dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya berdasarkan peraturan-peraturan umum (Undang-Undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang eksklusif sanggup ditunjuk dan yang gunanya ialah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung kiprah negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”.

    Teori Pemungutan Pajak

    Menurut R. Santoso Brotodiharjo SH, dalam hukumnya Pengantar Ilmu Hukum Pajak, terdapat beberapa teori yang mendasari mengenai adanya pemungutan pajak, yaitu sebagai berikut… 
    a. Teori Asuransi 
    Teori ini mempunyai kiprah untuk melindungi warganya dari kepentingan baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya. 
    b. Teori Kepentingan
    Teori yang berdasarkan dari kepentinan masing-masing warga Negara termasuk kepentingan dalam santunan jiwa dan harta. Semakin tinggi tingkatk epentingan dalam santunan maka semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan. 
    c. Teori Gaya Pikul 
    Teori yang didasarkan pada letak kemampuan (gaya pikul) membayar pajak bagi wajib pajak. Pajak harus dibayar sesuai dengan gaya pikul (kemampuan) seseorang. Untuk mengukur gaya pikul seseorang, perlu diketahui hal-hal berikut ini… 
    • Penghasilan 
    • Kekayaan 
    • Pengeluaran (belanja) 
    • Tanggungan keluarga 
    Semakin banyak tanggungan keluarga maka semain kecil kemampuan (gaya pikul) seseorang untuk membayar pajak, sekalipun penghasilannya banyak
    d. Teori Bakti 
    Menurut teori ini yang didasarkan letak kekerabatan antara rakyat dengan Negara. Rakyat mempunyai kewajiban untuk membayar pajak kepada Negara. Pembayaran pajak dari rakyat kepada Negara merupakan bentuk ungkapan bakti rakyat kepada negaranya sehingga teori ini disebut teori kewajiban pajak mutlak 
    e. Teori Asas Gaya Beli
    Teori yang berdasarkan dari adanya manfaat pajak yaitu pajak yang dipungut dari rumah tangga ada di maysarakat masuk ke rumah tangga Negara kemudian disalurkan kembali kem masyarakat. Tujuannya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi, sudah sepantasnya Negara sebagai penyelenggara kepentingan masyarakat memungut pajak kepada masyarakat. 

    Macam-Macam Pajak

    Pajak dibedakan berdasarkan system pemungutan, forum pemungutan, dan sifatnya. Macam-macam pajak tersebut ialah sebagai berikut..
    a. Macam-Macam Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan 
    Berdasarkan system pemungutannya, pajak dibedakan menjadi beberapa yaitu sebagai berikut.. 
    1. Pajak Langsung ialah pajak yang dibayar sendiri oleh wajib pajak dan tidak sanggup dilimpahkan kepada pihak lain serta dikenakan secara berulang-ulang secara periodic berdasarkan SKP (Surat Ketetapan Pajak) atau kohir. Contoh-contoh pajak eksklusif ialah sebagai berikut.. 
    • Pajak penghasilan (PPh) 
    • Pajak kekayaan (PBB dan lain-lain) 
    • Pajak perseroan 
    • Pajak atas bunga, dividen, dan royalty 
    2. Pajak tidak eksklusif ialah pajak yang pembayarannya bias dilimpahkan pihak lain. Contoh pajak tidak eksklusif ialah sebagai berikut.. 
    • Pajak penjualan 
    • Pajak pertambahan nilai 
    • Bea materai 
    • Bea lelang
    b. Macam-Macam Pajak Berdasarkan Lembaga Pemungutan 
    Berdasarkan forum pemungutannya, pajak dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut.. 
    1. Pajak Pusat ialah pajak yang dipungut oleh pemerintah sentra yang pemungutannya di kawasan dilakukan oleh kantor pelayanan pajak. Contoh pajak yang termasuk pajak sentra ialah sebagai berikut.. 
    • Pajak penghasilan (PPh)
    • Pajak kekayaan 
    • Pajak pertambah nilai (PPN)
    • Bea materai 
    • Pajak minyak bumi 
    • Pajak ekspor 
    2. Pajak kawasan ialah pajak yang kewenangan pemungutannya berada pada pemerintah kawasan baik kawasan tingkat satu (provinsi) maupun kawasan tingkat dua (kabupaten atau kota). Contoh pajak yang termasuk jenis pajak kawasan ialah sebagai berikut.. 
    • Pajak kendaraan motor
    • Pajak reklame 
    • Pajak tontonan 
    • Pajak radio 
    • Bea balik nama
    c. . Macam-Macam Pajak Berdasarkan Sifatnya
    Berdasarkan sifatnya, pajak dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut
    1. Pajak subjek ialah pajak yang pemungutannya berdasarkan dari diri orangnya (keadaan diri wajib pajak). COntoh pajak yang termasuk jenis pajak subjektif ialah sebagai berikut… 
    • Status perekonomian 
    • Susunan keluarga 
    • Jumlah tanggungan 
    2. Pajak objektif ialah pajak yang pungutannya berdasarkan dari objek pajaknya. Contoh pajak yang termasuk jenis pajak objektif ialah sebagai berikut
    • Ketika kita membalik nama kendaraan yang kita beli, kita akan dikenai Bea Balik Nama (BBN). 
    • Pajak partambahan nilai (PPN).

    Unsur-Unsur Pajak

    Dari beberapa pengertian pajak sanggup disimpulkan bahwa pajak mempunyai unsure-unsur sebagai berikut… 
    • Iuran dari rakyat kepada Negara. Artinya, yang berhak dalam memungut pajak ialah Negara. Tidak ada anggota masyarakat yang sanggup diperbolehkan dalam memungut pajak kepada anggota masyarakat lainnya. Bentuk iuran ialah uang dan bukan barang. 
    • Berdasarkan undang-undang. Agar Negara sanggup memungut pajak, pajak tersebut haruslah diatur dalam undang-undang. 
    • Tanpa imbal jasa atau kontraprestasi eksklusif dari Negara. Artinya, meskipun rakyat membayar pajak kepada pemerintah, tetapi pemerintah tidak eksklusif memperlihatkan jasa kepada pribadi pembayar pajak. 
    • Pajak sanggup digunakan untuk membiayai rumah tangga Negara, yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

    Fungsi Pajak 

    Fungsi Pajak – Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan alasannya ialah pajak merupakan sumber pendapatan Negara untuk membiayai semua pengeluaran pembangunan. Berdasarkan hal diatas, pajak mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai berikut… 
    a. Fungsi Anggaran (Budgetair): Sebagai sumber pendapatan Negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara. Sekarang ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin menyerupai belanja pegawai, belanja barang, dan pemeliharaan.  
    b. Fungsi Mengatur: Pemerintah sanggup mengatur pertumbuhan ekonomi dari adanya akal pajak. Dengan fungsi tersebut, pajak digunakan untuk mencapai tujuan. 
    c. Fungsi Stabilitas: Dari adanya pajak, pemerintah mempunyai dana untuk menjalankan kebijakan yang berafiliasi dengan stabilitas harga, sehingga inflasi sanggup dikendalikan. 
    d. Fungsi Redistribusi Pendapatan: Pajak yang telah dipungut oleh Negara digunakan untuk membiayai segala kepentingan umum, baik itu membiayai pembangunan untuk membuka kesempatan kerja yang sanggup meningkatkan pendapatan masyarakat. 

    Asas Pemungutan Pajak

    Asas Pemungutan Pajak – Untuk mencapai tujuan dari pemungutan pajak, terdapat anggan para jago yang mengemukakan mengenai asas pemungutan pajak, antara lain sebagai berikut…

    a. Macam-Macam Asas Menurut Adam Smith
    Menurut Adam Smith dalam bukunya “Wealth of Nations” dengan fatwa yang populer The Four Maxims, asas pemungutan ialah pajak sebagai berikut… 
    1. Asas Equality (asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan), Pemungutan pajak dilakukan oleh Negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak. Negara dihentikan bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak. 
    2. Asas Certainly (asas kepastian hukum), Semua pungutan pajak harus berdasarkan UU sehingga bagi yang melanggara akan sanggup dikenai hukuman hukum 
    3. Asas Convinience of Payment (asas pemungutan pajak yang sempurna waktu atau asas kesenangan), Pajak harus dipungut pada dikala yang sempurna bagi wajib pajak (saat yang paling baik bagi wajib pajak). Contohnya ialah sebagai berikut… 
    • Wajib pajak gres saja mendapat penghasilan 
    • Wajib pajak gres saja mendapat keuntungan dan keuntungan 
    4.  Asas Eficiency (asas efisiensi atau asas ekonomis), Biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin, jangan hingga terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dar hasil pemungutan pajak

    b. Macam-Macam Asas Menurut W.J Langen,
    Menurut W.J Langen, asas pemungutan pajak dibedakan menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut.. 
    1.  Asas daya pikul, Besar kecilnya pajak yang dipungut haru berdasarkan besar kecilnya penghasilan wajib pajak. Semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi pajak yang dibebankan. 
    2. Asas manfaat, Pajak yang dipungut oleh Negara harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum. 
    3. Asas keamanan, Dalam kondisi yang sama antara wajib pajak yang satu dengan wajib pajak yang lain harus dikenakan pajak dalam jumlah yang sama (diperlakukan sama). 
    4. Asas kesejahteraan, Pajak yang dipungut oleh Negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
    5.  Asas beban yang sekecil-kecilnya, Pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendah-rendahnya) kalau dibandingkan dengan nilai objek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak.

    c. Macam-Macam Asas Secara Umum.  
    Disamping asas diatas, asas pemungutan pajak sanggup dilakukan berdasarkan dari 3 asas, yaitu sebagai berikut… 
    1. Asas Domisili, Cara pemungutan pajak yang dilakukan oleh Negara dengan tempat tinggal wajib pajak. Menurut asas ini, wajib pajak yang bertempak tinggal di Indonesia akan dikenakan pajak atas segala penghasilannya baik penghasilan yang didapat di Indonesia maupun penghasilan yang didapat diluar negeri. 
    2. Asas Sumber, Cara pemungutan pajak yang dilakukan oleh Negara dengan sumber pendapatan tanpa melihat tempat tinggal. Wajib pajak berdasarkan asas ini ialah bagi siapapun yang memperoleh penghasilan di Indonesia akan dikenakan pajak sekalipun tempat tinggalnya diluar negeri. Contohnya ialah tenaga kerja ajaib bekerja di Indonesia maka dari penghasilan yang didapat di Indonesia akan dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia. 
    3. Asas Kebangsaan, Cara pemungutan pajak yang dilakukan oleh Negara berdasarkan kebangsaan wajib pajak. Contohnya: setiap warga Negara ajaib yang bertempat tinggal di Indonesia harus membayar pajak.

    Syarat-Syarat Pemungutan Pajak

    Tidaklah gampang untuk membebankan pajak pada masyarakat. Bila terlalu tinggi, masyarakat akan membayar pajak. Namun, bila terlalu rendah maka pembangunan tidak akan berjalan alasannya ialah dana yang kurang. Agar tidak menjadikan banyak sekali dilema maka pemungutan pajak harus memenuhi banyak sekali persyaratan, yaitu sebagai berikut.. 
    a. Syarat Keadilan (Pemungutan Pajak Harus Adil)
    Seperti halnya dengan produk hokum yang lain maka hokum pajak harus membuat keadilan dalam pemungutan pajak. Adil dalam perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya. Contohnya ialah sebagai berikut… 
    • Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak 
    • Pajak diberlakukan bagi setiap warga Negara untuk memenuhi syarat sebagai wajib pajak 
    • Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran 
    b. Syarat Yuridis (Pengaturan Pajak Harus Berdasarkan UU) 
    Sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan Negara diatur dengan Undang-Undang,” ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan UU wacana pajak, yaitu sebagai berikut.. 
    • Pemungutan pajak dilakukan oleh Negara berdasarkan UU harus dijamin kelancarannya
    • Jaminan aturan bagi para wajib pajak untuk tidak diberlakukan secara umum 
    • Jaminan aturan mengenai terjadinya kerahasiaan bagi para wajib pajak
    c. Pemungutan Pajak Harus Diusahakan dengan Sebaik-Baiknya 
    Pungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa semoga tidak mengganggu kondisi perekonomian, baik acara produksi, perdagangan maupun jasa.  
    d. Syarat Finansial (Pemungutan Pajak harus Efisiensi) 
    Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan. Jangan hingga pajak harus dibayarkan lebih rendah dibandingkan denga biaya pengurusan pajak tersebut. Oleh alasannya ialah itu, system pemungutan pajak harus sederhana dan gampang untuk dilaksanakan. Dengan demikian wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi penghitungan maupun dari segi waktu. 
    e. Sistem Pemungutan Pajak Harus Sederhana 
    Bagaimana pajak dipungut sangat memilih keberhasilan dalam pemungutan pajak. Sistem sederhana memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus didanai sehingga memperlihatkan efek faktual bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak.

    Demikianlah artikel sederhana mengenai Asas dan Teori pajak, Unsur Pajak dan Syarat Pemungutan Pajak, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

    Pustaka.
    Muliawati, Weni. dkk. 2007. Ekonomi untuk Siswa Kelas IX SMA-MA. Bandung: Acarya Media Utama. Hal: 38-48