Showing posts sorted by relevance for query akuntan-publik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query akuntan-publik. Sort by date Show all posts

Wednesday, October 23, 2019

Akuntan Publik, Apa Itu?

Pernah dengar Akuntan Publik ?

Untuk anak akuntansi pastinya sudah tidak absurd ditelinga, bagaimana dengan orang awam ?

 Untuk anak akuntansi pastinya sudah tidak absurd ditelinga Akuntan Publik, Apa Itu?
akuntan publik
Apa pengertian akuntan publik ?

akuntan publik yaitu masyarakat yak ?

Hahaha .. Bukan...

Dalam bahasa yang sederhana, akuntan publik yaitu tukang periksa

Apa yang diperiksa ?

Yang diperiksa yaitu laporan keuangan perusahaan.

Lha terus mengapa laporan keuangan perusahaan harus diperiksa ?

Pengertian Akuntan Publik

Laporan keuangan perusahaan harus diperiksa semoga laporan yang dihasilkan handal, wajar, berdaya guna maksimal bagi para stakholder yang berkepentingan.

Dan yang penting, tidak ada tindakan yang menyimpang, ibarat penyelewengan, penyalahgunaan sumber daya, manipulasi maupun hal hal yang merugikan lainnya yang disengaja ataupun tidak.

Singkat cerita, pemilik perusahaan (investor) menyuruh seseorang untuk menjalankan bisnis di perusahaannya, seseorang yang disuruh ini disebut manajemen.

Pemilik perusahaan tentunya perlu mengawasi dan butuh informasi semua perihal acara yang dilakukan olah manajemen.

Untuk itu administrasi kemudian menyusun laporan keuangan yang berisi semua acara aktivitas yang beliau lakukan pada perusahaan tersebut sebagai pertanggung balasan terhadap majikannya (pemilik perusahaan).

Dalam laporan administrasi ini sanggup saja pihak administrasi bertindak nakal, berbelok belok dan berpotensi merugikan

Informasi yang diberikan sanggup saja tidak valid, atau tingkat kevaliditasnya diragukan. 

Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan ini terjadi, semoga tidak dirugikan dengan laporan yang tidak sesuai, pemilik perusahaan menugaskan seseorang untuk mengusut laporannya itu.

Untuk memastikan bahwa laporan yang dibentuk oleh administrasi ini masuk akal atau tidak wajar, merugikan apa tidak.

Dan orang atau forum yang disuruh meriksa laporan keuangan ini yaitu Akuntan Publik !

Akuntan publik ini merupakan bab dari jenis profesi akuntansi, orangnya disebut auditor, dan daerah kerja auditor jenis ini ada di Kantor Akuntan Publik (KAP)

Seseorang berprofesi akuntan publik harusnya independen, harus netral, semoga pemeriksaannya benar benar sesuai dengan kaidah yang ada, kalau auditor nyerong ke pihak administrasi sanggup ancaman tuh. sanggup main main nantinya.

Kaprikornus seorang auditor harus independen, supaya laporan keuangan yang dihasilkan sanggup dipercaya.
Tentang akuntan publik bahwasanya sudah ada yang mengatur.

Definisi Akuntan Publik

"Pengertian akuntan publik yaitu seorang akuntan yang mendapat ijin dari menteri keuangan untuk sanggup memperlihatkan layanan jasa akuntan publik di Indonesia."

Ketentuan ini telah diatur didalam UU No 5 th 2011 perihal akuntan publik dan juga Permenkeu No 17/PMK01/2008 mengenai Jasa Akuntan Publik.

Seorang akuntan harus menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia sebagai asosiasi profesi profesi akuntan publik yang telah diakui oleh pemerintah semoga sanggup mengaudit laporan keuangan.

Standar Pelaporan Akuntan Publik

  • Laporan wajib menyatakan, apakah suatu laporan keuangan yang diperiksa sesuai dengan prinsip akuntansi keuangan yang berlaku umum.
  • Pengungkapan informasi pada laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali kalau dinyatakan lain didalam laporan auditor.
  • Laporan harus menyatakan dan memperlihatkan apabila ada ketidak-konsistenan dalam menerapkan prinsip akuntansi didalam penyusunan sebuah laporan keuangan pada periode yang sedang berjalan yang dibandingkan periode terdahulu
  • Laporan audit harus terdapat suatu pernyataan pendapat perihal laporan yang diperiksa secara menyeluruh. apabila tidak memperlihatkan pendapat atas laporan keuangan, maka alasan tidak memperlihatkan pendapat itu harus disertakan. Laporan auditor juga harus terdapat petunjuk terperinci mengenai sifat pekerjaan audit yang dijalankan/dilaksanakan apabila ada dan tingkatan tanggung jawab yang dimiliki/dipikul oleh auditor.

Peranan Akuntan Publik

Berikut beberapa peranan seorang akuntan publik
  • Mengendalikan serta mengarahkan dengan efektif sumber daya yang dimiliki perusahaan.
  • Memberikan keputusan yang terkait dengan penggunaan sumber daya termasuk didalamnya mengidentifikasi bidang keputsuan rumit serta penetapan tujuuan dan sasaran entitas.
  • Memberikan laporan atas kepemilikan sumber daya yang dimiliki/dikuasai oleh entitas/organisasi.

Layanan yang Diberikan oleh Akuntan Publik

Akuntan publik berdasarkan peraturan pemerintah hanya mempunyai 2 layanan saja. Yaitu jasa atestasi dan jasa non atestasi.

#1. Jasa Atestasi

Jasa atestasi yaitu jasa untuk memperlihatkan pertimbangan atau pernyataan mengenai pernyataan sebuah laporan perjuangan telah sesuai dengan standar dan telah ditetapkan.

Ada tiga bentuk dari jasa atestasi akuntan publik:
  1. Audit atas laporan keuangan perusahaan/organisasi
  2. Review laporan keuangan
  3. Jasa atestasi lainnya

#2. Jasa Non Atestasi

Jasa non atestasi yaitu jasa yang tidak memperlihatkan pendapat, pernyataan, ringkasan atau keyakinan mengenai pernyataan sebuah laporan usaha.

Contoh jasa non atestasi:
Jasa perpajakan
Jasa perancanan sebuah sistem untuk organisasi
Jasa konsultasi manajemen

Ini Beliau Beberapa Profesi Akuntansi

Profesi Akuntansi - Dulu, sewaktu saya masih SMP, ingin sekali rasanya saya menjadi seorang akuntan, walaupun waktu itu tidak tahu apa saja kerjaannya seorang akuntan, yang ada hanya bayangan pekerjaan menghitung hitung uang.. hehe dikala itu melihat saudara yang kuliah di STAN dan berhasil jadi pegawan di departemen keuangan serasa keren aja :)
Ok, stop curhatnya.

Kali ini saya tertarik untuk menulis ihwal profesi akuntansi, apa itu profesi akuntansi ?

Apa saja yang termasuk profesi akuntansi ?

6 Jenis Profesi Akuntansi yang Bisa Ditekuni

 ingin sekali rasanya saya menjadi seorang akuntan Ini Dia Beberapa Profesi Akuntansi
profesi akutnansi

Profesi akuntan itu yaitu semua bidang pekrjaan yang memakai keahlian dibidang akuntansi.

Apakah itu di swasta ataupun dipemerintahan, baik itu dibidang industri, industri jasa keuangan, perjuangan dagang atau bahkan menjadi guru sekalipun.

Berikut beberapa jenis profesi akuntansi yang bisa anda tekuni.

[1] Akuntan

Sebuah profesi akuntansi dimana bertanggung-jawab menghasilkan laopran keuangan serta informasi akuntansi dalam sebuah organisasi entitas bisnis (perusahaan)

Tugas utama seorang akuntan yaitu membukukan seluruh acara ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan dengan sistematis, periodik serta dengan gampang bisa utuk dipahami oleh pihak pihak yang berkepentingan atas laporannya, baik internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan.

Biasanya, seorang akuntan ada yang membaginya dengan akuntan keuangan dan akuntan manajemen.

[2] Internal Auditor

Internal Auditor tugasnya ialah mengaudit/memeriksa internal perusahaan untuk kepentingan manajemen/internal perusahaan, juga untuk memastikan administrasi telah melaksanakan acara ekonomi yang efisien, efektif serta hemat dmei kemajuan perusahaannya.

[3] Akuntan Publik

Kalau sebelumnya yaitu internal auditor yang bertugas mengaudit untuk kepentingan perusahaan, maka akuntan publik menyelidiki laporan keuangan perusahaan untuk kepentingan diluar manajemen. Terutama stockholder dan yang lainnya serta menawarkan pendapat terhadap acara yang dilakukan oleh perusahaan.

Bisa dibilang untuk lebih meyakinkan laporan keuangan yang disusun administrasi sudah masuk akal atau tidak.

Baca lebih lanjut ihwal akuntan publik : Akuntan Publik

[4] Akuntan Pajak

Ya, sudah terang perkerjaannya yaitu menghitung pajak perusahaan.

Namun, akuntan pajak ini pekerjaannya bukan hanya sekadar menghitung pajak, tetapi juga mencoba menganalisa serta menawarkan saran terhadap administrasi bagaimana harusnya sebuah transaksi dilakukan biar pajak yang harus dibayar menjadi seminimal mungkin tanpa harus mencurangi hukum perpajakan.

Konsultan pajak termasuk didalamnya, silahkan baca syarat syarat jikalau ingin menjadi : konsultan pajak

[5] Akuntan Pemerintah 

Akuntan ini bekerja disektor pemerintahan.

Pekerjaan utama akuntan pemerintah yaitu menyusun sebuah laporan keuangan pemerintah.

Biasanya juga melaksanakan audit terhadap instansi instansi diberbagai tingkatan pemerintah juga di sebuah entitas bisnis dimana pemerintah mempunyai kepentingan atas entitas bisnis tersebut menyerupai pajak dan bea cukai.

Sudut pandang yang dipakai bukan keuntungan rugi lagi, melainkan sudut pandang hukum pemerintahan.

Baca lebih lanjut ihwal akuntan pemerintah di sini : Akuntan Pemerintah

[6] Akuntan Pendidik

Seorang dosen ataupun seorang guru.

Yap mereka-mereka itulah yang bisa kita sebut sebagai akuntan pendidik.

Fungsi utama akuntan pendidik terang menawarkan pendidikan dibidang akuntansi untuk murid atau anak didiknya.

Namun bukan hanya itu saja tugasnya, seorang akuntan pendidik juga bisa melaksanakan sebuah penelitian yang membahas ihwal suatu permasalahan ataupun info yang berkembang didalam lingkup akuntansi. Juga menyusun kurikulum akuntansi untuk sekolah sekolah.

Lebih lanjut ihwal akutnan pendidi baca di : akuntan pendidik

Nah, itu ia sekilas ihwal beberapa profesi akuntansi yang mungkin salah satunya yaitu cita cita kalian kedepannya.

Tuesday, February 19, 2019

Mengenal Para Pelaku Pasar Modal

Pasar modal merupakan aktivitas yang berafiliasi dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan imbas yang diterbitkannya, serta forum dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan aneka macam alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang menyerupai obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976), yaitu meningkatkan dan menghubungkan pedoman dana jangka panjang dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan
Pelaku pasar modal atau pemain utama ini terdiri atas beberapa macam atau jenis pelaku yang menunjang dan terjadinya pasar modal. Dilihat dari manfaat pasar modal yang sangat menguntungkan sebuah negara baik disektor manapun. Pemain utama atau pelaku dalam pasar modal yaitu perusahaan yang akan melaksanakan penjualan saham dan pembeli atau pemodal yang akan membeli instrumen yang ditawarkan oleh emiten. Kemudian didukung oleh forum penunjang pasar modal atau perusahaan penunjang yang mendukung kelancaran operasi pasar modal. Untuk mengetahui para pelaku utama dalam pasar modal itu sanggup dilihat dibawah ini.

Mengenal Para Pelaku Pasar Modal

Secara terperinci, para pemain utama yang terlibat di pasar modal antara lain.
a. Emiten
Emiten yaitu pihak (perusahaan) yang bermaksud melaksanakan emisi/penerbitan efek, artinya mengatakan imbas untuk dijual atau diperdagangkan atau disebut dengan perusahaan yang go-piblic. Jumlah perusahaan yang tercatat atau telah menjual sahamnya (listing) di bursa imbas jakarta 342 perusahaan. 

b.Investor
Investor yaitu pemodal yang akan membeli saham yang dijual oleh perusahaan yang sudah go-public. Investor sanggup berasal dari dalam negeri ataupun investor absurd dari luar negeri. 

c. Lembaga-Lembaga Penunjang dan Profesi Penunjang Pasr Modal
Lembaga-lembaga penunjang dan profesi penunjang pasar modal terdiri atas antara lain sebagai berikut.
  • Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) : Badan pengawas pasar modal yaitu forum yang dibuat pemerintah untuk mengawasi pasar modal Indonesia. Pada awalnya Bapepam berfungsi sebagai Badan Pelaksana Pasara Modal di Indonesia tetapi semenjak adanya swastanisasi bursa (tahun 1992), maka fungsi Bapepam menjelma Badan Pengawas Pasar Modal
  • Bursa Efek : Bursa imbas yaitu forum yang menyelenggarakan aktivitas perdagangan sekuritas. Di Indonesia terdapat dua bursa efek, yaitu Burs Efek jakarta/Jakarta Stock Exchange dan Bursa Efek Surabaya/ Surabaya Stock Exchange
  • Penjamin emisi (Underwriter): Penjamin emisi yaitu perusahaan yang berperan sebagai penjamin biar sekuritas/saham yang diterbitkan oleh emiten laris terjual. 
  • Perantara Pedagang Efek (PPE) (pialang/broker) : Perantara pedagang imbas yaitu perusahaan yang bertindak sebagai biro atau mediator untuk pemodal dan memperoleh imbalan dalam bentuk komisi/fee. Sebagai mana kita ketahui dalam perdagangan imbas di bursa hanya sanggup dilaksanakan oleh anggota bursa melalui wakil mediator pedagang imbas yang dikenal sebagai pialang (broker). Jumlah anggota bursa di Bursa Efek Jakarta tercatat sebanyak 122 perusahaan. 
  • Pedagang Efek (Dealer) : Pedagang imbas yaitu perusahaan pialang yang bertindak sebagai pedagang mediator efek/agen baik untuk pemodal dan juga untuk dirinya sendiri. 
  • Wali Amanat (Trustee) : Wali amanat yaitu perusahaan yang bertugas melaksanakan evaluasi terhadap keamanan obligasi yang dibeli oleh para pemodal. 
  • Perusahaan Surat Berharga (Securities Company) : Perusahaan surat berharga yaitu perusahaan yang didirikan dengan maksud untuk melaksanakan bisnis pada perdagangan sekuritas. 
  • Penanggung : Penanggung yaitu pihak yang menanggung pembayaran kembali jumlah pokok dan bunga emisi obligasi atau sekuritas kredit dalam hal emiten cidera janji.
  • Akuntan Publik : Akuntan publik yaitu kiprah akuntan publik dibutuhkan untuk menilik laporan keuangan dan mengatakan pendapat terhadap laporan keuangan perusahaan yang go-public. 
  • Notaris : Notaris yaitu jasa untuk menciptakan gosip program Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan menyusun pernyataan keputusan-keputusan dalam RUPS. 
  • Konsultan Hukum : Konsultan aturan yaitu konsultan yang jasanya dibutuhkan biar jangan hingga perusahaan yang meneribitkan sekuritas di pasar modal ternyata terlibat persengketaan aturan dengan pihak lain. 
  • Lembaga Clearing : Lembaga clearing yaitu yang bertugas untuk menyimpan sekuritas-sekuritas yang diperdagangkan dan mengatur arus sekuritas tersebut. 
Pemerintah
Pemerintah yaitu sebagai penyelenggara dan sebagai pengawasan melalui menteri keuangan yang kemudian membentuk bursa imbas indonesia dan tubuh pengawas pasar modal (BAPPEPAM)

Perantara pedagang efek
Yang biasa disebut broker atau pialang dimana mendapat kepercayaan oleh bappepam untuk menjadi mediator antara emiten dan investor dalam melaksanakan pembelian dan penjualan imbas dengan memperoleh imbalan.

Bursa efek
Yaitu daerah diselenggarakanya aktivitas perdagangan imbas pasar modal dalam bentuk tubuh perjuangan yang kemudian di indonesia dinamakan bursa imbas indonesia atau jakarta composite index.

Perantara emisi
Perantara emisi mencakup 3 pihak, diantaranya:

  • Penjamin emisi (underwriter) perusahaan ini bertugas menjamin bahwa imbas akan terjual semua melalui pasar perdana, dan kalau tidak habis maka penjamin emisi lah yang wajib membelinya.
  • Akuntan publik yaitu pihak yang bertugas menilik laporan keuangan terhadap perusahaan yang akan melaksanakan go publik, apakah sudah sesuai deengan ketentuan bappepam serta memberi petunjuk pelaksanaan.
  • Perusahaan penilai (Apprasial) yaitu pihak yang mengatakan evaluasi terhadap emiten di pasar perdana,apakah nilai aktiva emiten masuk akal atau tidak.

Sekian pembahasan tentang Mengenal Para Pelaku Pasar Modal semoga bermanfaat bagi kita semua. terima kasih

Sunday, July 28, 2019

Pengertian Akta Tubuh Perjuangan (Sbu) Dan Syarat Pembuatannya

Pengertian Sertifikat Badan Usaha (SBU) Dan Syarat Pembuatannya. SBU merupakan akta tubuh perjuangan yaitu wujud pendaftaran sebagai tanda bukti pengakuan atas penetapan pembagian terstruktur mengenai atau kualifikasi tubuh usaha. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan Kegunaan Dan Syarat Pembuatannya.

 SBU merupakan akta tubuh perjuangan yaitu wujud pendaftaran sebagai tanda bukti pengakuan Pengertian Sertifikat Badan Usaha (SBU) Dan Syarat Pembuatannya


Definisi Sertifikat Badan Usaha

Sertifikat Badan Usaha (SBU) yaitu Sertifikat yang dikeluarkan Badan Sertifikasi Ter-Akreditasi KADIN atau LPJK kepada perusahaan yang telah lulus SERTIFIKASI sebagai bukti perusahaan bisa melakukan pekerjaan pengadaan barang dan jasa sesuai Klasifikasi Bidang, Sub Bidang dan Kualifikasi yang tercantum dalam Sertifikat Badan Usaha.

Sertifikat Badan Usaha (SBU) yaitu bukti pengakuan formal terhadap kesesuaian pembagian terstruktur mengenai dan kualifikasi atas kemampuan tubuh perjuangan dan untuk memperoleh SBU, tubuh perjuangan sanggup mengajukan permohonan tertulis kepada Lembaga Sertifikasi Badan Usaha terakreditasi dengan memenuhi persyaratan administratif dan teknis. Pada ketika mengajukan permohonan SBU, pihak tubuh perjuangan wajib menyebutkan pembagian terstruktur mengenai perjuangan jasa penunjang yang akan dimohon kan pada surat permohonan.

Kegunaan Sertifikat Badan Usaha

Sertifikat mempunyai kegunaan bagi perusahaan sebagai teladan untuk sanggup mengikuti prakualifikasi tender/pelelangan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Instansi Pemerintah, BUMN atau proyek dilingkungan Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi di Indonesia.

Sertifikat Badan Usaha (SBU) yaitu merupakan prasyarat untuk mendapat SIUJK (surat izin perjuangan jasa konstruksi). SBU ini diperuntukan untuk tubuh perjuangan yang bergerak dijasa kostruksi, Jasa Konsultant Dan Jasa Pengawasan. Sertifikat tubuh perjuangan ini diterbitkan oleh Asosiasi yang terakreditasi dengan LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) yang diakui pemerintah.

Syarat Pembuatan Sertifikat Badan Usaha (SBU)

  1. Akta pendirian dan perubahan terakhir besrta SK kementerian Kehakiman
  2. Surat keterangan Domisili Perusahaan
  3. NPWP perusahaan
  4. Surat Keterangan Terdaftar (SKT) pajak dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP)
  5. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  6. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  7. KTP Dan NPWP Pengurus Perusahaan
  8. Pajak Tahun Terakhir (SPT Tahunan)
  9. Pajak 3 Bulan Terakhir (PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 25)
  10. Neraca Akuntan Publik
  11. Pas Foto Penangung Jawab Perusahaan Berwarna Ukuran 3x4 (6 Lembar)
  12. Daftar Riwayat Hidup dan ijazah terakhir penangung jawab perusahaan

Wednesday, October 23, 2019

Pengertian Internal Audit

Pengertian Internal Audit menurut saya, bukan berdasarkan pakar atau ahli, Internal Auditing yaitu proses investigasi internal atas pengendalian yang dilakukan administrasi apakah berjalan dengan baik serta efektif, sampai unit unit yang menjalankan sudah sesuai dengan mekanisme prosedur yang telah ditetapkan.

Pihak yang menyidik yaitu auditor internal, artinya yang menyidik itu yaitu "karyawan" perusahaan itu sendiri, untuk tujuan pihak manajemen, tujuan internal perusahaan, tidak untuk pihak eksternal.
Internal Auditing yaitu proses investigasi internal atas pengendalian yang dilakukan mana Pengertian Internal Audit
internal audit
Kaprikornus contohnya administrasi memiliki planning katakanlah planning A, yang ditugasi menjalani planning A ini yaitu anak buahnya si administrasi itu, nah apakah anak buahnya yang berbagai ini kerjanya becus apa tidak?

Efektif apa tidak?

Jangan jangan planning A nya tidak berjalan baik?

Jangan jangan planning A balasannya tak maksimal? jangan jangan anak buahnya tidak menjalankan dengan semestinya dan jangan jangan yang lainnya.

Disinilah fungsinya internal audit, internal audit dilakukan biar semua planning yang sudah disusun dan diputuskan dihukum dengan baik biar dapat berjalan dan tidak menyimpang biar tujuan si administrasi dengan rencananya dapat terwujud

Pihak yang melaksanakan pemeriksaaan ini di sebut Internal Auditor, bukan eksternal auditor.

Beda lagi, eksternal auditor itu suruhannya yang punya perusahaan untuk menyidik si manajemen, dari luar perusahaan yang independen harusnya, untuk lengkapnya supaya pembahasan ini tidak out of topic. Eksternal auditor dapat dibaca: akuntan publik.

Dan siapa itu auditor? untuk pengertian auditor sendiri dapat anda baca di : pengertian auditor

Nah kini pengertian internal audit berdasarkan pakar atau jago tentang, tentunya anda harus lebih percaya ini daripada goresan pena saya yang di atas.

Pengertian Internal Audit

Hiro Tugiman [2006:11]

Internal audit merupakan suatu fungsi penilaian independen didalam entitas/organisasi guna menguji serta mengevaluasi acara yang dilaksanakan.

Mulyadi [2002:29]

Internal Audit yaitu auditor yang bekerja didalam suatu entitas/perusahaan yang bertugas untuk mengetahui apakah mekanisme serta kebijakan yang sudah disusun dan ditetapkan oleh administrasi telah diptuhi, menenttukan apakah penjagaan atas kekayaan entitas/organisasi sudah baik atau tidak, menetukan tingkat efektivitas dan efisiensi mekanisme acara kegiatan organisasi, serta menetukan kehandalan informasi yang telah dihasilkan oleh bab belahan dari entitas/organisasi.

IIA yang dikutip Sawyer [2005:8]

Internal Audit merupakan fungsi penilaian yang dibuat oleh entitas guna memeriksan serta mengevaluasi acara entitas sbgai jasa yang telah diberikan kpd entitas perusahaan.

Tujuan Internal Audit

Hiro Tugiman [2006:11]

Internal audit bertujuan untuk membantu anggota entitas organisasi supaya dapat melaksanakan tanggung jawab dengan efektif.

Internal Audit akan menganalisis, mengajukan beberapa saran dan penilaian. pemeriksaaan juga meliputi pengawasan efektif dgan biaya yg wajar.

Sukrisno Agoes [2004:222]

Audit Internal bertujuan untuk membantu administrasi dalam melaksanakan tanggung-jawabnya dengan menganalisa, menilai dan memberiksaran serta komentar ihwal acara yang diperiksa.

Untuk mencapai tujuan internal audit, ini yang harus dilakukan oleh auditor internal:
  • Memastikan kebijakan, planning serta mekanisme yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajmen untuk ditaati
  • Menilai kebaikan, menyebarkan pengedalian secara efektif dengan biaya yang wajar, juga mengetahui manis tidaknya sistem pengendalian yang ada. baik pengendlian internal, pengendalian administrasi maupun pengendalian oprasional yang lain.
  • Memastikan harta perusahaan dipertanggung-jawabkan serta dilindungi dari terjadinya misal kehilangan, kecurangan, disalahgunakan, pencurian dan lain sebagainya
  • Memberi saran perbaikan operasional untuk lebih efektif dan efisien lagi.
  • Menilai mutu kualitas pekerjaan.oleh bab belahan perusahaan yang telah dibebankan oleh manajemen.
  • Memberi kepastian bahwa data data yang diolah dalam perusahaan dapat dipercaya

Fungsi serta Lingkup Internal Audit

Internal audit berfungsi untuk alat bantu administrasi guna menilai tingkat efektif dan keefisienan pengendalian internal perusahaan, memberi saran ataupun rekomendasi serta menawarkan nilai tambah untuk administrasi sebagai dasar pengambilan keputusan atau tindakan berikutnya.

Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal

Penanggung jawab fungsi audit intern harusnya mengelola fugsi internal audit dengan efisien serta efektip guna memastikan kegiatan tersebut memberi nilai lebih untuk entitas perusahaan.

Ruang lingkup Internal Audit berdasarkan Guy [2002:410]


Meliputi investigasi serta penilaian memadai dan juga tingkat efektifitas pengendalian intern perusahaan dan mutu pekerjaan dalam melaksanakan tanggung jawab yang ditugaskan.

Friday, October 4, 2019

3 Tujuan Laporan Keuangan Yang Paling Penting

Tujuan laporan keuangan banyak sekali. Sangat banyak. Tapi disini saya akan merangkumkannya. Menjadi hanya 3 tujuan saja. 3 tujuan laporan keuangan yang paling penting. Dan sebisa mungkin dijelaskan dengan bahasa yang gampang dipahami oleh awam sekalipun. Tidak terlalu "ilmiah".

Awal mulanya, mungkin, tujuan laporan keuangan dimulai dari hubungan administrasi dan pemilik perusahaan itu. Yang dijelaskan oleh teori keagenan itu. Manajemen, yang ditugasi untuk menjalankan perusahaan oleh pemiliknya, perlu melaporkan kegiatannya. Sebagai bentuk pertanggung jawabannya. Kepada pemilik yang sudah menggajinya. Lalu disusunlah laporan itu. Yang dinamakan: Laporan Keuangan Perusahaan (Financial Statement).

Dan ternyata perkembangannya kemudian,:dibutuhkan oleh banyak pihak. Bukan hanya kepada pemiliknya saja.
 tujuan laporan keuangan yang paling penting 3 Tujuan Laporan Keuangan yang Paling Penting
3 Tujuan Laporan Keuangan

1. Memberikan Informasi Bagi yang Membutuhkan

Namanya saja sudah LAPORAN keuangan. Yang namanya laporan, sudah niscaya berisi informasi. Khususnya informasi ihwal keuangan perusahaan. Didalam laporan itu ada rangkuman angka angka. Yang menjelaskan posisi harta. Menjelaskan posisi keuangan. Menjelaskan hasil perjuangan perusahaan. 

Orang yang paling membutuhkan laporan keuangan perusahaan yakni ini: Pemiliknya atau pemegang sahamnya atau investornya. Dan juga krediturnya. Ada juga orang lain: pemerintah, bursa efek, masyarakat dan istri pemilik (eh..). 

Apa saja informasi yang diberikan?

Paling tidak, ada 5 informasi penting yang harus dilaporkan. Oleh manajemen. Masing masing mempunyai informasi yang berbeda. Dan sangat dibutuhkan: Neraca keuangan, laporan keuntungan rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan tadi.

#A. Neraca

Neraca yakni rangkuman ihwal harta perusahaan. Dan juga dari mana sumber harta itu berasal: Modal pemilik dan atau dari utang.

Di neraca itu ada tabel. Tabel itu dibagi 2. Satu tabel isinya: semua harta perusahaan. Tabel yang satunya lagi isinya: semua modal dan utang perusahaan. 

Kedua tabel tersebut harus seimbang. Angkanya harus sama. Tidak boleh tidak sama. 

Jika tidak sama? Berarti ada kesalahan angka dalam laporan itu.

Kenapa angkanya harus sama? lantaran ini menunjukkan: bahwa semua harta yang dimiliki berasal dari modal dan utang.
 tujuan laporan keuangan yang paling penting 3 Tujuan Laporan Keuangan yang Paling Penting
Dengan neraca ini. Pemilik perusahaan akan tahu: berapa jumlah asetnya. Aset lancarnya menyerupai uang kas atau aset tetapnya menyerupai tanahnya, gedungnya, mesinnya. Dan juga aset tidak berwujudnya. Mungkin pemilik nanti akan berfikir. Apakah perlu modal suplemen atau tidak.

Dengan neraca ini. Kreditur perusahaan akan tahu: struktur modal perusahaan yang ia pinjami itu. Apakah utang perusahaan tersebut sudah terlalu banyak atau tidak. Dan mengetahui jumlah asetnya yang - bila tidak bisa bayar - akan disitanya itu. 

#B. Laporan Laba Rugi

Isinya ihwal pendapatan yang berhasil diperoleh perusahaan. Dan juga beban yang dikeluarkan. Logikanya: bila pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan untung/laba. Jika sebaliknya maka rugi. 


Pemilik atau kreditur tinggal melihat ke angka terakhir yang dihasilkan. Rugi atau untung. Semua perusahaan, pastinya ingin untung.

Pemilik atau calon pemilik atau kreditur atau calon kreditur melihat kinerja perusahaan dari laporan ini. Apakah pemilik akan tetap investasi diperusahaan, atau tidak, atau menambah investasinya, atau memecat manajemennya, atau memberi bonus manajemennya. Melihatnya dilaporan ini.

Apakah kreditur atau calon kreditur akan memimjamkan uangnya atau tidak. Harus melihat ini dulu. Tentu selain mereka juga melihat prospek perusahaan dimasa depan.

#C. Laporan Perubahan Modal

Laporan ini sangat ditunggu oleh pemilik dan juga calon pemilik perusahaan. Mereka ingin cari untung. Mereka ingin investasi diperusahaan yang menguntungkan.

Perusahaan melaksanakan operasi setiap saat. Transaksinya setiap hari. Ada ribuan traksaksi. Dengan acara menyerupai itu, tentu akan ada perubahan terkait asetnya dan juga anutan modalnya.

Laporan perubahan modal menggambarkan modal pemilik yang berubah mengikuti kinerja perusahaan. Apakah bertambah besar atau kecil. Dan juga menyajikan perubahan pada aset. dan juga utangnya.

#D. Laporan Arus Kas

Urat nadi kegiatan perusahaan ada di laporan arus kas ini. Isinya: arus kas masuk dan kas keluar perusahaan. Dengan melihat laporan arus kas, pengguna bisa menyimpulkan hal ini:
  1. Kemampuan perusahaan mendapat kas masuk
  2. Kemampuan perusahaan untuk membayar utang
  3. Digunakan untuk apa saja uang kas perusahaan
  4. Tahu darimana perusahaan bisa mendapat uang kas
Lihatlah Bank. Ketika ada orang yang mengajukan kredit usaha. Mereka pribadi melihat Tabungannya. Atau rekening korannya. Mereka melihat perputaran uangnya. Keluar masuk uang direkeningnya. Lancar atau tidak. Sebagai salah satu pertimbangan bank dalam memperlihatkan pinjaman.

Semakin lancar semakin baik, artinya perputaran uangnya cepat.

Pada kasus perusahaan juga sama. Kreditur atau calon kreditur niscaya melihat laporan arus kas ini. Untuk melihat keluar masuk uang perusahaan. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar cicilan dan bunganya. Mereka tidak mau rugi.

Pemiliknya juga begitu. Mereka ingin potongan labanya dibagikan. Mereka ingin menikmati dividen. Menikmati keuntungannya. Mereka akan tahu perusahaan sanggup membayar dividen atau tidak. Menahan keuntungan atau tidak dengan melihat laporan arus kas ini.

#E. Catatan Atas Laporan Keuangan

Keempat jenis laporan keuangan diatas tadi, hanya menampilkan rangkuman atau angka finalnya saja. Rinciannya tidak ditulis disana. Tidak dijelaskan darimana angka tersebut dihasilkan. Tidak dijelaskan metodenya apa. Karena kalau ditulis: laporannya bisa sangat panjang. Menyiksa yang membacanya.

Dilaporan catatan atas laporan keuangan, rincian itu dijelaskan semua. Dari mana angkanya didapat. Metode pencatatan apa yang digunakan. Juga kebijakan manajemennya. Dan lainnya yang tidak bisa dijelaskan dilaporan keempat tadi.

2. Alat Pertanggung Jawaban Manajemen

 tujuan laporan keuangan yang paling penting 3 Tujuan Laporan Keuangan yang Paling Penting
kredit gambar: funwayilustration
Salah satu tujuan utama laporan keuangan yakni untuk dijadikan media komunikasi administrasi kepada pemilik dan krediturnya. Sekaligus bentuk pertanggungjawaban. Setiap periode, administrasi wajib melaporkan apa saja yang telah dilakukannya. Khususnya yang menyangkut dengan keuangan perusahaan.

Manajemen akan mencatat setiap transaksi yang dilakukan. Apa saja. Terutama yang berafiliasi dengan uang perusahaan. Bukti transaksinya dikumpulkan. Catatannya diolah. Lalu dikelompokkan ke pos pos yang sesuai. Dijumlah: ketemulah angka angkanya. Dan kemudian disusun menjadi laporan keuangan.

Laporan keuangan ini diberikan kepada pemilik perusahaan. Dan juga kreditur (jika ada). Dan juga pihak lain yang membutuhkan. Namun, Karena laporan keuangan ini sangat penting. Mereka tidak pribadi percaya begitu saja. Saking pentingnya, dilarang ada kesalahan dilaporan keuangan. Angka angkanya harus pas. Tidak boleh ada yang keliru. Dan yang paling penting: tidak ada penyimpangan. Dan juga kecurangan.

Untuk itu, mereka akan menilik laporan keuangan itu terlebih dahulu. Caranya: Audit. Untuk memastikan kehandalan data datanya.

Mereka akan menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporannya. Begitu laporan keuangan selesai diperiksa. Dan dinyatakan wajar. Tidak ditemukan penyimpangan yang merugikan. Barulah laporan keuangan tersebut sah. Bisa dipercaya dan sanggup digunakan.

Semua informasi yang diharapkan ada disana. Itulah bentuk pertanggungjawaban manajemen. Yang telah dipercaya oleh pemegang saham untuk mengelola perusahaannya. Juga dipercaya kreditur untuk memakai uangnya.

Pemilik dan juga kreditur tentu ingin mendapat keuntungan. Apakah administrasi bisa memperlihatkan keuntungan untuk mereka? Jawabannya ada didalam laporan keuangan.

3. Sebagai Bahan Evaluasi

 tujuan laporan keuangan yang paling penting 3 Tujuan Laporan Keuangan yang Paling Penting

Angka angka yang ada pada laporan keuangan memperlihatkan banyak arti. Bagi semua pembacanya. Dengan laporan keuangan: mereka mempunyai data. Dengan data mereka punya pegangan. Dengan punya pegangan, mereka bisa menciptakan keputusan. Untuk langkah selanjutnya.

Keputusan apa saja. Keputusan yang menguntungkan mereka. Mau diapakan laporan keuangan itu, terserah mereka. Tapi biasanya, mereka akan jadikan sebagai materi evaluasi. Untuk mereka sendiri.

- Bagi Manajemen

Memang, yang menyusun laporan keuangan yakni manajemen. Tapi mereka bisa memanfaatkan laporan keuangan itu untuk dirinya sendiri. Setiap tahun, administrasi niscaya punya target. Pasti punya tujuan. Juga punya rencana. Mereka telah menyusun apa saja yang akan mereka lakukan.

Apakah selama setahun penuh sasaran mereka sudah terpenuhi? Apakah tujuannya sudah tercapai? Sudah sesuai rencana?

Untuk menilainya. Berhasil atau tidaknya. Mereka memanfaatkan laporan keuangan

Dan juga, dipakai untuk menyusun planning berikutnya. Target perusahaan tahun depan.

- Bagi Pemegang saham

Pemegang saham tetapkan akan tetap berinvestasi atau tidak. Menambah investasi atau malah menguranginya. Setelah mereka melaksanakan penilaian atas kinerja perusahaannya. Caranya: membaca laporan keuangan yang diberikan.

Apakah sudah memuaskan atau tidak.

Data dan angka pada laporan keuangan akan membantunya. Mereka bisa melihatnya. Mereka bisa menghitungnya. Kemudian membandingkannya. Dengan investasi yang lain. Diluar sana. Mana yang lebih mengutungkan untuk mereka. Itu yang akan mereka ambil. 

Jika ternyata investasi diluar sana lebih menjanjikan. Mereka bisa menarik investasinya diperusahaan. Dan mengalihkannya ditempat yang baru.

Hal ini juga berkhasiat bagi calon investor. Dengan cara yang sama, mereka akan tetapkan ini: investasi diperusahaan ini atau tidak.

Nasib administrasi ternyata juga bisa berubah: pemegang saham bisa mengevaluasi kinerja manajemen. Jika dirasa bagus, sasaran terpenuhi, keuntungan mengembirakan: pemegang saham bisa mempertahankannya, menaikkan levelnya, gajinya, dan juga bonusnya.

Tapi, bila ternyata tidak memuaskan. Dan sasaran jauh dari harapan. Dan keuntungan tidak menyerupai yang diinginkan: pemegang saham bisa menggantinya, memecatnya atau sekedar menurunkan levelnya, gajinya dan juga bonusnya. Intinya ada reward dan punishment-nya

- Bagi Kreditur

Sama dengan pemegang saham, laporan keuangan akan dievaluasi oleh kreditur untuk menilai ini: kemampuan perusahaan membayar utangnya.

Untuk itu, mata kreditur akan fokus melihat laporan arus kas: memastikan perusahaan punya perputaran kas. Yang cukup untuk membayarkan utangnya. Dan bunganya. Dan juga jangka waktu temponya.

- Bagi Pemerintah

Pemerintah mewajibkan perusahaan menyusun laporan keuangan bukan hanya soal pajak saja. Memang pajak yakni sasaran utama, tujuan utama. Namun ada tujuan lain. Yang sama pentingnya: mengevaluasi kebijakannya. Mengevaluasi undang undang yang sudah ada. Menambahnya bila dirasa kurang, menguranginya bila dirasa berlebihan. Intinya: memperbaiki peraturan undang undang. Agar lebih baik. Tentang hukum industri secara umum.

Maksudnya begini. Misalnya ada kenaikan harga susu dipasar. Semua jenis susu harganya naik. Disemua daerah. Apapun brand susunya. Merata. Imbasnya: konsumsi susu menurun. 

Ternyata, di semua laporan keuangan perusahaan susu, biaya materi baku naik. Padahal jumlah supply susu bahan baku meningkat. Seharusnya harganya tetap bahkan bisa turun. Namun, dilihat lagi. Ternyata harga naik semenjak dari peternak sapi. Peternak menaikkan harga jualnya lantaran harga pakan meningkat. Ini terjadi lantaran adanya kenaikan tarif pajak untuk impor materi baku pakan.

Kaprikornus permisalan tadi: kenaikan harga susu dipicu oleh tarif pajak impor materi baku. 

Laporan keuangan bisa membantu pemerintah mendapat semua data tadi itu. Maksudnya: beberapa laporan keuangan perusahaan sejenis. Diindustri sejenis (susu). Lalu dievaluasi. Ternyata pemerintah harus mengevaluasi tarif impor materi baku pakannya. Atau ternyata ditemukan lantaran lain. Maka kebijakan ihwal "sebab lain" itu bisa diperbaiki.

Itu hanya sekelumit pola saja. 

Pada kenyataannya. Lebih ruwet dari itu. 

Pada kenyataannya. Ada suap menyuap. Ada tikung menikung. Ada sikut menyikut. Ada senggol senggolan. Ada yang langgar besar lengan berkuasa kuatan. Ada yang main gelap-gelapan. Kompleks. Laporan keuangan hanya memperlihatkan angka angka saja. Untuk dievaluasi dan dimanfaatkan. Tidak ikut main senggol - senggolan.

Fungsi Pengawasan Dalam Administrasi (Controlling) Dan Jenisnya

Fungsi pengawasan dalam manajemen yaitu proses memastikan bahwa semua yang dijalankan telah sesuai dengan contoh yang sudah direncanakan. Fungsi manajemen pengawasan juga disebut dengan fungsi pengendalian atau controlling.

Fungsi ini menjadi kesatuan sebagai fungsi manajemen. selain fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian dan fungsi pengarahan.

Pengawasan dibutuhkan untuk menuntaskan masalah. Tapi kadang justru menjadi masalah. Masalah ibarat apa? dan apa saja jenis jenis fungsi pengawasan yang dibutuhkan manajemen? Mari lanjut memaca.

Fungsi pengawasan dalam manajemen yaitu proses memastikan bahwa semua yang dijalankan tel Fungsi PENGAWASAN dalam Manajemen (Controlling) dan Jenisnya

Mengapa Fungsi Pengawasan Diperlukan Manajemen?

Untuk menghindari masalah. Dan juga penyimpangan.

Anda pernah ujian dikelas? UTS atau UAS? Didepan guru atau dosen.

"saya beri waktu 1 jam. Dilarang menyontek. kalau tertangkap berair akan dikeluarkan. Tidak boleh ikut ujian"

Ini kata mereka ketika memulai ujian. Dan mereka pun bangun atau duduk didepan kelas: mengawasi. Mengamati: apa ada yang berbuat curang. Mencontek atau "ngrepek" catatan kecil.

Hasilnya: tetap ada yang berbuat curang. Atau berusaha berbuat curang. Mencontek. Termasuk mungkin anda. Iya anda. Ayolah.... ngaku saja. Jangan tertawa.

Bayangkan, mencontek dalam kondisi: ada yang jaga. Ada gurunya. Atau dosennya. Bagaimana kalau tidak dijaga? tidak diawasi? ditinggal pergi dosen ketoilet?

Lihatlah, itu hanya urusan kecil: nilai ujian.

Bagaimana dengan perusahaan? Urusannya yaitu uang. Jutaan. Milyaran. Bahkan Triliunan. Masalah penting: urusan perut. Dan isinya.

Diawasi saja ada yang berusaha curang. Apalagi tidak. Itulah mengapa fungsi pengawasan dalam manajemen sangat diperlukan: meminimalisir penyimpangan yang merugikan.

Bagaimana Pengawasan Dijalankan?

Berdasarkan peraturan perusahaan. Juga peraturan perundang undangan. Dan menurut contoh yang telah direncanakan sebelumnya.

Ini yang harus ada dalam proses pengawasan
  1. Ada objek yang diawasi
  2. Ada hukum sebagai landasan dilakukan pengawasan
  3. Pihak atau personil pengawas
  4. Tindakan pengamatan
Siapa yang akan diawasi? Dan yang mengawasi?

Semua yang ada didalam perusahaan. Tanpa terkecuali. 

Kuli, pegawai, atasan, atasannya atasan, bahkan atasan yang paling atas (manajemen puncak) ikut diawasi.

Fungsi pengawasan dalam manajemen yaitu proses memastikan bahwa semua yang dijalankan tel Fungsi PENGAWASAN dalam Manajemen (Controlling) dan Jenisnya
sumber gambar pngtree

Yang mengawasi yaitu atasannya masing masing. Dalam tingkatan manajemen: setiap pihak ada levelnya sendiri-sendiri. Kuli atau karyawan terendah diawasi oleh mandor. mandor diawasi oleh quality controller. Quality controller diawasi oleh atasannya. Atasannya diawasi oleh atasannya. Atasan atasannya diawasi oleh atasan atasan atasanya. Begitu terus. Hingga atasan paling atas. Hingga lelah mendongak.

Siapa yang mengawasi manajemen yang paling atas? Pemilik perusahaannya. Bisa dari eksternal. Atau komisarisnya.

Jenis Jenis Pengawasan

Umumnya, ada 3 jenis pengawasan yang sering diaplikasikan. Oleh perusahaan. Untuk mengontrol kegiatannya.
  1. Preventif dan Represif
  2. Aktif dan Pasif
  3. Internal dan Eksternal

1. Preventif dan Represif

Pengawasan ini berbicara: waktu pelaksanaan pengawasan. Kapan pengawasan akan dilakukan? Sebelum atau setelah dilaksanakan kegiatan? mana yang lebih baik?

# Pengawasan Preventif

"Sedia payung sebelum hujan". Atau "Mencegah lebih baik daripada mengobati"

Dua istilah umum. Yang sering anda dengar. Itulah citra pengawasan preventif: pencegahan

Apa yang dicegah? 

Mencegah kecurangan. Mencegah kerugian. Mencegah kerusakan. Mencegah kelalaian. Mencegah sesuatu yang jelek terjadi. Mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sebelum acara tersebut dilakukan.

Potensi penyimpangan dapat dicegah. Sedini mungkin.

Contoh dalam manajemen? Banyak.

Contoh kecil saja: asuransi. Manajemen biasanya mengasuransikan aset yang berharga. Gedung, kendaraan, dan aset penting yang lain. Bahkan aset tidak penting juga diasuransikan.

Tujuannya untuk berjaga jaga. Takut terjadi sesuatu yang buruk. Menimpa aset perusahaan. Jika misal ada musibah, perusahaan tidak akan menanggung kerugian. Bisa di klaim ke perusahaan asuransi. Aman. Aset dapat cepat kembali. Perusahaan dapat beroperasi lagi.

Itu contoh tindakan pengawasan preventif. Dilakukan dahulu. Bayar premi asuransi dulu. 

Masih banyak contoh lain lagi. Misalnya, dalam menangani penjualan barang dagang secara kredit. Artinya: perusahaan akan punya piutang. Dan piutang rawan tidak tertagih. Ujung ujungnya: rugi.

Jika biasanya hanya diberikan nota penjualan. Sebagai bukti penagihan kepada customer. Maka perusahaan dapat menerbitkan wesel. Ketika transaksi jual beli kredit tersebut. Wesel lebih kuat. Ada hitam diatas putih. Bentuknya perjanjian resmi. Termasuk jatuh temponya.

Penerbitan wesel ini yaitu tindakan preventif. Pengawasan piutang yang lebih aman. Dilakukan semenjak awal. Bukan ketika pelanggan sudah tidak besar lengan berkuasa bayar.

# Pengawasan Represif

Pengawasan represif kebalikan dari pengawasan preventif. Pengawasan dilakukan ketika segala sesuatu sudah terjadi. Sudah selesai. Bukan di awal. Atau sebelum acara dilakukan.

Lhooo.. kalau sudah terjadi, apanya yang mau diawasi?

Fungsi pengawasan represif ini bersifat evaluasi. Gunanya: mencegah penyimpangan yang dapat terjadi di tahun depan. Juga mengevaluasi seni manajemen yang sudah dijalankan: dipertahankan apa tidak.

Dan jangan lupa. Ada banyak kondisi yang tidak dapat di antisipasi sebelumnya. Sebelum sesuatu terjadi. Ada banyak hal yang gres dapat diketahui setelah sesuatu terjadi. Sesuatu yang tidak terpikirkan. Termasuk adanya perubahan. Dari luar atau dalam.

Contohnya?

Laporan keuangan. Ada banyak jenis laporan keuangan. Misalnya: laporan keuntungan rugi perusahaan. Laba rugi perusahaan akan diketahui setelah perusahaan beroperasi. Setelah perusahaan melaksanakan penjualan. Periode berakhir. Akhir tahun. 

Tidak mungkin perusahaan mendapat laba: sebelum melaksanakan apa apa.

Diawal tahun, niscaya ada rencana. Ada sasaran dan tujuan. Termasuk sasaran penjualan. Target penghematan biaya. Target keuntungan rugi.

Berhasil tidaknya planning tersebut: dapat diketahui setelah semua selesai dilakukan. Apakah sudah memenuhi target? sesuai rencana? atau ada perubahan perubahan? dan juga penyimpangan?

Baru alhasil dievaluasi. Untuk perencanaan tahun depan.

2. Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan aktif dan pasif berkaitan dengan seberapa bersahabat pengawasan itu dilakukan. Dekat atau jauh. Langsung atau tidak langsung. Berada dilokasi atau tidak dilokasi. Dilihat pribadi atau tidak.

# Pengawasan Aktif

Pengawasan aktif yaitu pengawasan yang dilakukan ditempat acara dilakukan. Disaksikan secara langsung. Dilokasi. Oleh yang mengawasi. Istilahnya: On the spot.

Enaknya, ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai: pribadi ketahuan. Saat itu juga. Sekaligus dapat pribadi di perbaiki. Agar sesuai dengan yang telah direncanakan.

Ada langkah pribadi yang dapat diambil. Saat itu juga. Saat kesalahan terjadi.

Dan bukan hanya itu. Pengawasan aktif, secara psikologis. Akan mempengaruhi tingkah laris pelaksana. Atau pegawai. Yang melaksanakan pekerjaannya. Mereka cenderung berhati hati. Sebisa mungkin menghindari kesalahan. Karena merasa diawasi secara langsung. Oleh atasannya. Atau suruhan atasannya.

Contohnya: controller atau mandor disebuah proyek. Kuli dan tukang niscaya akan hati hati. Dalam pekerjaannya. Mereka takut: "disemprit" mandornya. Bisa dimarahi. Bisa dipotong bayarannya. Karena mereka merasa diawasi. Secara langsung. Dilokasi. Saat itu juga. Dan dikontrol pekerjaannya. Juga kualitas garapannya.

Jika mereka melaksanakan kesalahan: pribadi ditegur. Langsung disuruh memperbaiki. Saat itu juga. Tidak peduli alasan yang mereka kemukakan.

# Pengawasan Pasif

Pengawasan pasif kebalikan dari pengawasan aktif. Tidak diawasi secara pribadi dilokasi: dari jauh.

Pengawasnya tidak ada ditempat. Ditempat yang lain. Diawasi dari jauh.

Bagaimana cara mengawasinya?

Melihat laporannya. Laporan hasil kerja bawahannya. Laporannya dapat macam macam. Ada laporan yang harus diberikan secara berkala. Ada laporan insidentil. Atau dadakan. Bisa lewat surat pengaduah.

Misalnya: laporan hasil penjualan bulanan. Laporan hasil produksi. Laporan progres kerja. Dan laporan laporan lain. Yang dibutuhkan.

3. Pengawasan Internal dan Eksternal

Laporan internal dan eksternal berkaitan dengan ini: pihak yang melaksanakan pengawasan. Atau siapa pengawasnya: orang dalam atau orang dari luar perusahaan.

# Pengawasan Internal

Pengawasan internal yaitu pengawasan yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan. Orang dari internal perusahaan. Pegawai perusahaan alias teman sendiri.

Pengawasan internal dapat melaksanakan pengawasan secara pribadi atau tidak langsung. Aktif atau pasif. Preventif atau represif.

Keunggulannya: sebagai orang dalam perusahaan. Pengawas tahu betul seluk beluk operasi perusahaan. Tahu lebih detail. Bisa dengan praktis mengawasi. Jika ada penyimpangan: praktis ketemu.

# Pengawasan Eksternal

Yang ini kebalikannya. Pengawasan dilakukan oleh pihak dari luar perusahaan. Lho kok bisa? kok boleh orang luar mengawasi perusahaan?

Perlukah?

Perusahaan sudah diawasi oleh pihak internal perusahaan. Apa masih harus diawasi oleh orang luar?

Siapa yang boleh mengawasi?

Pengawasan eksternal pada jaman sekarang: wajib. Jika perusahaan ingin maju. Pengendalian internal saja belum cukup.

Apa yang harus diawasi?

Kalau bisa: semuanya.

Bahkan pengawas dari luar perusahaan juga mengawasi pengawas internal. Banyak kasus: pengawas internal justru menjadi biang duduk kasus itu sendiri. Yang justru melaksanakan penyimpangan.

Untuk mengawasi pengawas internal: butuh pengawas eksternal.

Manfaat lain: pengawas eksternal justru dapat independen. Lebih objektif dalam menilai sesuatu. Tidak punya kepentingan lain diperusahaan. Selain mengawasi.

Contohnya: pengendalian laporan keuangan: audit.

Misalnya; Auditor independen. Dari kantor akuntan publik. Yang memperlihatkan jasa audit. Terhadap laporan keuangan perusahaan.

Mereka akan menyidik laporan keuangan. Yang disusun oleh manajemen perusahaan. Laporan keuangan yang data datanya diperoleh dari internal perusahaan.

Apakah laporan tersebut sudah disusun dengan benar? Tidak menyalapi peraturan yang ada? Juga menyidik bukti buktinya. Dan menyidik hal lain yang berkaitan.

Fungsi pengawasan dalam manajemen yaitu proses memastikan bahwa semua yang dijalankan tel Fungsi PENGAWASAN dalam Manajemen (Controlling) dan Jenisnya

Pengawasan eksternal: memastikan sekaligus memberi jaminan: Tidak ada penyimpangan yang material. Yang dapat merugikan perusahaan. Baik jangka pendek atau jangka panjang.

**

Tambahan

# Pengawasan Kebenaran Formil dan Materiil

Pengawasan kebenaran formil yaitu pengawasan terhadap segala sesuatu beraasarkan bukti yang tersedia. Bukti formal. Masalah administrasi. Tidak peduli bahwa yang dilakukan tersebut justru tidak diperlukan.

Maksudnya begini. Misalnya: perusahaan membeli sebuah kendaraan. Yang ternyata kendaraan tersebut tidak dibutuhkan. Atau keuntungannya sedikit. Tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap operasi perusahaan.

Pengawasan kebenaran formil: menyidik bukti pengadaan kendaraan tersebut: proses lelang, penunjukan pribadi atau cara yang lain. Juga menyidik surat suratnya: STNK, BPKB. Juga Nota pembeliannya, pajaknya. dan semua yang bekerjasama dengan pembelian kendaraan tersebut.

Jika semuanya lengkap. Tidak ada kecurangan. Atau hal yang merugikan. Pengawasan: sukses.

* Berbeda dengan Pengawasan kebenaran Materiil.

Pengawasan ini tidak hanya mencari bukti pengadaan kendaraan tersebut. Hal ini yang diawasi: Apakah acara tersebut sudah sesuai dengan prinsip ekonomi: pengeluaran yang digunakan. Dan biaya yang ditekan.

Tentang pembelian kendaraan tadi:
  1. Apakah kendaraan dibutuhkan?
  2. Seperti apa proses pengadaannya?
  3. Apakah harga kendaraan terlalu mahal?
  4. Apakah biayanya tidak dapat ditekan?
Pertanyaan itulah kira kira yang diperhatikan. Ketika melaksanakan pengawasan materiil. Mungkin secara administrasi, atau pengawasan formil: terpenuhi. Surat suratnya lengkap. Administrasinya mapan. Tapi belum tentu kalau berbicara pengawasan kebenaran formil: efektif atau tidak efektif yang dilakukan.

Jenis pengawasan yang mana yang harus dijalankan?

Semuanya harus dijalankan. Di masa modern ini. Tanpa terkecuali. Semua jenis pengawasan diatas sangat diperlukan. Pengawasan aktif dan pasif, internal dan eksternal, preventif dan represif, juga formil dan materiil.

Semakin banyak pengawasan: semakin kecil peluang penyimpangan. Penyimpangan kecil: tujuan manajemen praktis tercapai. Tapi juga harus diingat: jangan lebih besar pasak dari pada tiang. Biaya pengawasan jangan justru jadi beban.

Pengawasan memang butuh biaya. Uang, waktu dan tenaga. Jangan hingga pengawasan justru menciptakan biaya membengkak. Dan membatasi ruang gerak. Dan memagari kreatifitas. Fungsi pengawasan dilakukan untuk mengatasi masalah. Bukan untuk menciptakan duduk kasus baru.