- Teori pasar modal efisien (efficient capital market theory)
- Teori keagenan (agency theory)
- Teori struktur modal (capital structure theory)
- Teori dividen (dividend theory)
- Teori diskonto fatwa kas (discounted casflow theory)
- Teori asimetri isu (asymetric information theory)
- Teori portofolio (portofolio theory)
- Teori opsi (option theory)
![]() |
| sumber gambar : freepngimg.com |
Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)
Sesuai namanya, salah satu teori keuangan ini berasumsi bahwa pasar modal efisien. Efisien dalam hal informasi. Maksudnya yaitu semua harga sekuritas (saham atau obligasi) yang terdaftar di pasar modal mencerminkan mengatakan isu relevan yang sanggup menghipnotis harga sekuritas tersebut.Ada perkiraan asumsi lain dalam teori pasar modal efisien yang mengacu pada hipotesis pasar efisien ini, menyerupai :
- Asumsi tidak adanya pajak
- Asumsi tidak ada biaya transaksi, dan biaya biaya penghalang lainnya.
- Pasar modal bersifat persaingan sempurna
- Manajemen atau investor diasumsikan mempunyai kanal dan isu yang sama
- Tidak ada biaya yang berafiliasi dengan kesulitan keuangan (financial distress)
- Terdapat investasi yang bebas risiko dan ivestor bisa meminjam atau memberi derma dengan tingkat bunga yang bebas risiko.
- Investor mempunyai tingkat return ekspektasi yang sama
- Investor tidak bisa menghipnotis harga saham. Walaupun menjual atau membeli saham dalam jumlah yang masif.
- Investor hanya bertindak alasannya yaitu pertimbangan ekspektasi pengembalian.
- Investor berpikir rasional. Menghindari risiko.
Seperti yang dikemukakan tadi, yang dimaksud efisien pada teori ini yaitu efisien secara informasi, bukan efisien operasional. Untuk mendapatkan kondis efisien secara informasi, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti:
- Infrormasi yang diperoleh harus tanpa biaya dan harus tersedia bagi semua yang berafiliasi dengan pasar modal dan pada dikala yang bersamaan. Maksudnya semua pelaku pasar modal mendapatkan isu secara merata dalam waktu yang sama. Tidak ada yang mendapatkan isu tersebut lebih lambat atau lebih cepat dari yang lainnya.
- Investor secara individu tidak bisa dan tidak bisa menghipnotis harga sekuritas.
- Pelaku pasar seluruhnya bertindak rasional. Semua pelaku pasar menginginkan hasil yang maksimal
- Tidak ada biaya pajak, biaya transaksi dan biaya biaya yang menghambat lainnya.
Tentu syarat syarat tersebut sangat sulit untuk dipenuhi, itulah kelemahan dari teori pasar modal efisien. alasannya yaitu nyatanya, isu mengandung biaya dalam memperolehnya, investor bisa menghipnotis harga saham,tidak semua pelaku pasar modal bertindak rasional dan sudah barang tentu adanya biaya transaksi dan pajak yang harus dibayarkan.
Teori Keagenan (Agent Theory)
Pada industri perjuangan kecil, pemilik perjuangan umumnya mengurus sendiri usahanya. Segala urusan operasional maupun nonteknis lainnya diurusi dan dihandel oleh pemilik sendiri. Namun pada perusahaan yang berskala besar, tentu hal tersebut sulit dilakukan.
Perusahaan berskala besar mempunyai ribuan acara yang mustahil bisa dihandel sendiri oleh pemilik perusahaan. Untuk itulah pemilik perusahaan lalu mengutus seorang yang hebat untuk mengelola segala urusan perusahaan. Dialah MANAJEMEN.
Manajemen yaitu orang yang diutus pemilik perusahaan untuk mengelola perusahaan tersebut untuk bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Dengan kata lain, administrasi yaitu AGEN dari pemilik perusahaan (pemegang saham). Pemegang saham bisa disebut prinsipal.
Dalam perjalanannya, tidak jarang manajer perusahaan bertindak tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pemilik perusashaan. Manajemen bisa mempunyai tujuan dan cara yang tidak sama dengan apa yang diinginkan oleh pemilik perusahaan. Sehingga bisa memicu konflik diantara keduanya. Konflik yang terjadi biasanya disebut dengan agency problem. Agency duduk masalah bahkan bukan hanya berafiliasi dengan administrasi dan pemegang saham, namun bisa melibatkan kreditur perusahaan. Kompleks.
Untuk meminimalkan konflik kepentingan antara biro (manajemen) dan prinsipal (pemegang saham), berdasarkan teori keagenan bisa dilakukan dengan cara mensejajarkan antara kepentingan prinsipal dengan kepentingan agen.
Dalam perjalanannya, prinsipal harus mengawasi agen, dan pengawasan ini memerlukan biaya yang dikenal dengan agency cost.
Menurut Bathala [1994], ada beberapa cara untuk meminimalkan konflik kepentingan antara biro dan prinsipal, diantaranya:
- Manajemen diberikan saham, jadi administrasi yaitu biro sekaligus pemegang saham (insider ownership).
- Rasio dividen terhadap keuntungan higienis sehabis pajak ditingkatkan
- Sumber pendanaan dari utang ditingkatkan. Ini semoga ada pihak ketiga (kreditur) yang juga akan mengawasi perusahaan.
- Meningkatkan kepemilikan saham oleh sebuah institusi.
Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)
Teori struktur modal diperkenalkan oleh Merton Miller (MM) dan Francisco Modigliani ditahun 1958. Teori keuangan struktur modal yaitu hal yang berafiliasi dengan keseimbangan antara modal dan utang perusahaan (utang jangka panjang).
Teori ini menjelaskan bahwa struktur modal tidak kuat terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. Dengan perkiraan tidak ada pajak.
Nantinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan akan kuat pada besar kecilnya dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila kemampuan menghasilkan keuntungan tinggi, harga saham akan mengalami kenaikan.
Makara berdasarkan teori struktur modal ini, strukture modal tidak relevan apabila dihubungankan dengan naik turunnya harga saham perusahaan.
Seiring berjalannya waktu, toeri ini lalu dikembangkan dengan tidak lagi mengabaikan faktor pajak. Dengan adanya pajak, maka harga saham atau nilai perusahaan bisa dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.
Semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi harga saham perusahaan. Mengapa ?
Setiap utang akan mengandung bunga. Bunga utang yang dibayarkan bisa mengurangi pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Adanya penghematan pajak ini yaitu keuntungan bagi pemegang saham.
Teori Dividen (Dividend Theory)
Teori keuangan dividen yang diperkenalkan oleh Modigiani dan Miller (MM) yang juga dikenal dengan nama teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa pembagian dividen kepada pemegang saham tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham atau nilai perusahaan.
Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola aktiva sampai menghasilkan keuntungan bersih. Bukan ditentukan oleh kebijakan pembagian dividen. Besar kecilnya dividen yang dibayarkan tidak relevan bila dihubungkan dengan nilai perusahaan.
Dengan adanya pembayaran dividen, keuntungan ditahan akan menjadi berkurang. Kebutuhan dana perusahaan tidak lagi bisa dipenuhi oleh keuntungan ditahan.
Alternatifnya, berdasarkan teori ini, perusahaan bisa menerbitkan saham gres untuk memenuhi kebutuhan dana. Tentu persentase kepemilikan saham bisa berubah dan akan menurunkan nilai perusahaan. Maka pembayaran dividen berdasarkan MM hanya akan memindahkan atau membagi risiko dari pemegang saham yang usang kepada pemegang saham yang baru.
Teori dividen dari MM ini banyak yang menantang. baca selengkapnya wacana teori dividen di : 5 Teori Kebijakan Dividen
Teori Diskonto Aliran Kas (Cashflow Discounted Theory)
Teori keuangan ini berangkat dari konsep nilai waktu uang (time value of money). Teori Diskonto fatwa kas ini ingin mengatakan apakan sebuah investasi menguntungkan atau tidak bila dikaitkan dengan nilai waktu uang.Aliran kas perusahaan yang akan diperoleh dimasa mendatang bisa dinilai kini dengan memakai faktor diskonto.
Nilai uang setiap tahun akan menurun alasannya yaitu inflasi. Dulu uang Rp 1.000 sudah bisa membeli mie instan, namun kini sudah tidak bisa membeli mie instan lagi dengan brand yang sama. Itu hanya pola kecil saja yang menggambarkan bahwa inflasi bisa terjadi setiap tahun dan nilai uang akan mengalami penurunan.
Misalkan anda mempunyai uang 1 Miliar sekarang. Lalu anda memutuskan untuk diinvestasikan dan memperoleh pembayaran rutin setahun Rp 125 juta selama 10 tahun mendatang. Anda niscaya tahu Rp 125 juta pertahun selama 10 tahun = 1,25 Miliar.
Makara selama 10 tahun mendatang, uang anda kini Rp 1 M akan menjadi Rp 1,25 M
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih tinggi nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih rendah nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih sama nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?
Kita tidak bisa mengira-ngira, metode diskonto fatwa kas bisa menjawabnya.
Untuk pola perhitungannya akan saya tuliskan dilain kesempatan kalau ada waktu, maaf.Kita tidak bisa mengira-ngira, metode diskonto fatwa kas bisa menjawabnya.
Tingkat bunga merupakan salah satu pola faktor diskonto. Proses menilai fatwa kas dimasa mendatang disebut dengan pendisontoan fatwa kas (cashflow discounted). Proses pendiskontoan fatwa kas terdiri dari :
- Estimasi fatwa kas dimasa depan
- Penilaian resiko fatwa kas dimasa depan
- Menganalisa evaluasi risiko dikaitkan dengan fatwa kas
- Penentuan nilai kini (present value) dari fatwa kas
Metode diskonto fatwa arus kas juga memperhatikan tingkat resiko fatwa kas, return investsai dan jangka waktu investasi.
Kelemahan teori diskonto fatwa kas ini yaitu berdasarkan prediksi fatwa kas, yang namanya prediksi ada kemungkinan prediksi tersebut tidak tepat. Prediksi yang tidak tepat maka langka investasi yang diambilpun menjadi tidak tepat pula.
Teori Informasi Asimetri (Asymetric Information Theory)
Secara umum, manajer perusahaan tentu lebih mengetahui isu mengenai segala kondisi dan prospek dari perusahaan dibandingkan dengan para pemegang saham (investor).Informasi yang diperoleh investor tentu berbeda dengan isu yang dimiliki manajemen, atau paling tidak, isu yang diterima investor tidak selengkap apa yang dimiliki oleh manajemen. Ketidak-seimbangan isu ini disebut dengan "ASIMETRI"
Adanya kesenjangan isu ini bisa merugikan investor. Ambil pola sederhana, Seorang yang ingin membeli sofa. Penjual sofa tentu lebih mengetaui wacana produk sofa yang dijualnya. Lebih paham mengenai kualitas dan spesifikasi detail wacana sofanya. Pembeli hanya bisa menilai dari tampilan saja. Pembeli mungkin hanya mengetahui wacana warna dan tingat kenyamanan. Pembeli tidak tahu wacana kualitas dan spesifikasi sofa tersebut. Rangka, jenis kain, kualitas spon, kualitas jahitan dan lain lain tidak diketahui oleh pembeli.
Pembeli yang tidak memperoleh isu selengkap penjualnya ada kemunginan akan memperoleh barang yang tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan atau mendapatkan harga yang overrated.
Demikian juga dengan administrasi perusahaan dan investor, asimatri isu bisa merugikan investor dalam membeli saham perusahaan. Investor yang hanya mengetahui perusahaan lewat laporan keuangan saja tanpa memahami detail-detail lain yang bisa menghipnotis prospek perusahaan. Investor bisa membeli saham perusahaan dengan harga yang overrated, lebih tinggi dari yang seharusnya dibayarkan akhir ketidaktahuan.
Teori Portofolio (Portofolio Theory)
Teori portofolio ini diperkenalkanoleh Harry Markowitz, peraih nobel ekonomi ditahun 1990. Menurut teori portofolio, risiko bisa dikurangi yaitu dengan cara mengkombinasikan aktiva/aset kedalam sebuah portofolio.Risiko investasi bisa dikurangi dengan menginvestasikan dana yang dimiliki pada banyak sekali jenis investasi. Tidak pada satu jenis investasi saja. Makara ketika sebuah investasi tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang diinginkan, masih ada investasi yang lain yang bisa menutupi investasi yang tidak sesuai dengan cita-cita tersebut.
Risiko investasi pada satu aset secara individu tentu lebih besar daripada risiko investasi pada beberapa jenis aset. Namun teori portofolio darii Harry Markowitz ini tidak menperhitungkan dengan terperinci adanya kekerabatan risiko investasi dengan hasil atau return investasi.
Maka dari itu, William Sharpe lalu menyempurnakan teori ini dengan memmperkenalkan teori keseimbangan yang mengaitkan kekerabatan antara return investasi dan risikonya.
Teori Opsi (Option Theory)
Teori opsi dikemukakan pertama kali leh Fisher Black and Myron Scholes pada tahun 1973. Opsi yaitu sebuah hak untuk menjual atau membeli sebuah aktiva pada harga yang sudah ditentukan diwaktu yang juga telah ditentukan.Teori keuangan ini bisa membantu dalam memahami evaluasi surat berharga atau sekuritas yang mempunyai opsi (option) menyerupai misalnya obligasi konversi dan warrant.
![8 Teori Manajemen Keuangan [Lengkap] Teori administrasi keuangan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu 8 Teori Manajemen Keuangan [Lengkap]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidEhWuQAgEejotJ3M7ia-JE8q2ll1BarLXoUbDWwuwb9FYhrDw7T5evLJThw47XUtTBb7YfhAigXGJhqKTYSBWB_bJ1Yb6zGTAoDwE-Y85C5nyn0yTM1kw5J7HuKHfSvrU0-9Cxpe66UE/s320/Teori+Manajemen+Keuangan.png)




