Showing posts sorted by date for query penggunaan-eyd-yang-baik-dan-benar. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query penggunaan-eyd-yang-baik-dan-benar. Sort by relevance Show all posts

Monday, February 17, 2020

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 K13 Terbaru

Berikut ini ialah pola Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 Kurikulum 2013 Terbaru. Soal Bahasa Indonesia ini sudah dilengkapi dengan kunci jawaban. Soal Bahasa Indonesia ini ialah adalah materi pendukung Tema 3. Semoga soal Bahasa Indonesia ini sanggup dijadikan sebagai materi tumpuan berguru untuk adik-adik kelas 6 dalam menghadapi UTS / Perguruan Tinggi Swasta (Penilaian Tengah Semester 1)

Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 Kurikulum 2013 (Tema 3)


Berikut ini ialah pola Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas  Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 K13 Terbaru

I. Berilah tanda silang (x) pada abjad a, b, c atau d di depan tanggapan yang paling benar !
1. Teks eksplanasi dituliskan menurut ....
a. hasil janji umum
b. permintaan masyarakat
c. selera penulis
d. fakta yang ada

2. Perhatikan struktur penyusun dalam sebuah teks berikut ini!
(1) Abstraksi.
(2) Tesis.
(3) Argumentasi.
(4) Pernyataan umum
Bagian yang termasuk dalam struktur teks eksplanasi ialah ....
a. Abstraksi
b. Tesis
c. Argumentasi
d. Pernyataan umum

3. Bagian final dari sebuah teks eksplanasi disebut dengan ....
a. interpretasi
b. konklusi
c. koda
d. krisis

4. Penulisan teks eksplanasi dilakukan untuk menjawab pertanyaan wacana ....
a. apa dan berapa
b. bagaimana dan mengapa
c. kapan dan di mana
d. berapa dan bagaimana

5. Salah satu ciri teks eksplanasi ialah ....
a. banyak mengandung kalimat tanya
b. bersifat pemberitahuan
c. tulisannya berisi ajakan
d. menyajikan informasi

6. Berikut ini merupakan struktur teks eksplanasi yang benar ialah ....
a. definisi umum - deskripsi kepingan - deskripsi manfaat
b. pernyataan umum - deretan klarifikasi - interpretasi
c. tesis - argumentasi - penegasan ulang
d. pernyataan umum – argumentasi - interpretasi

7. Inti klarifikasi wacana permasalahan yang disampaikan dalam teks eksplanasi terdapat pada kepingan ....
a. deretan penjelasan
b. deskripsi
c. definisi umum
d. interpretasi

8. Langkah pertama untuk menulis teks eksplanasi, yaitu ....
a. menciptakan kerangka karangan
b. menulis inspirasi pokok
c. menyebarkan kerangka karangan
d. memilih topik yang akan ditulis

9. Perhatikan kalimat berikuf ini !
Di rumah Dino, mereka menciptakan percobaan wacana rangkaian listrik
Penulisan kalimat efektif yang benar untuk pola di atas ialah ....
a. Di rumah Dino, percobaan wacana rangkaian listrik mereka buat.
b. Mereka menciptakan percobaan rangkaian listrik di rumah Dino.
c. Percobaan wacana rangkaian listrik dilakukan mereka di rumah temannya yaitu Dino.
d. Mereka menciptakan percobaan wacana rangkaian listrik di rumah Dino bersama-sama.

10. Pembuatan kalimat efektif harus mempunyai koherensi semoga ....
a. gampang disusun ulang
b. tidak mengakibatkan pengulangan kata
c. informasi yang disampaikan diterima secara utuh
d. penentuan topik gampang dilakukan

11. Kosakata yang dipakai dalam teks eksplanasi merupakan ....
a. kata baku
b. kata sifat
c. kata kerja
d. keterangan

12. Penggunaan kalimat yang tidak efektif sanggup mengakibatkan pembaca kesulitan dalam ....
a. menemukan sumber informasi yang menjadi rujukan
b. menyebarkan kerangka karangan
c. memilih topik yang akan ditulis
d. memahami kalimat

13. Perhatikan kalimat berikut ini!
Karirnya naik sesudah bisa menemukan baterai. Kata tidak baku yang dipakai pada teks
di atas ialah ....
a. karir
b. naik
c. mampu
d. baterai

14. James Watt melaksanakan analisa terhadap percobaan yang dilakukan. Kata yang tercetak tebal mempunyai arti ....
a. pengiriman barang dagangan ke luar negeri
b. penyelidikan terhadap suatu bencana untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya
c. alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik
d. kendaraan umum untuk mengangkut orang banyak

15. Urutan kalimat yang terang menawarkan sebuah kalimat telah memenuhi syarat ....
a. sesuai dengan EYD
b. tidak pemborosan kosakata
c. sistematis
d. tidak ambigu

16. Tujuan menciptakan teks eksplanasi ialah ....
a. menyajikan laporan pengamatan
b. menggambarkan produk
c. menjelaskan keunggulan produk
d. menyajikan informasi fakta

17. Untuk memahami isi tek eksplanasi kita sanggup melihatnya pada kepingan ....
a. pernyataan umum
b. deretan penjelas
c. epilog teks
d. argumen

18. Berikut ini yang bukan merupakan kepingan dari struktur teks eksplanasi ialah ....
а. kepingan utama penjelas
b. pernyataan umum
c. penutup
d. prolog

19. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
(1) Nina pergi ke sekolah, kemudian ke rumah temannya untuk belajar.
(2) Petani harus rajin semoga hasil panennya melimpah.
(3) Suasana di rumahnya sepi sekali.
(4) Taman itu merupakan ialah daerah kesukaannya.
Kalimat tidak efektif ditunjukkan nomor .
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)

20. Kalimat yang dipakai untuk menciptakan teks eksplanasi ialah ....
a. kalimat ajakan
b. kalimat tanya
c. kalimat pasif
d. kalimat aktif

II. Isilah titik-titik berikut dengan tanggapan yang benar !
1. Kalimat yang dipakai untuk menciptakan teks eksplanasi ialah ..................................
2. Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi ialah ........................
3. Inti teks eksplanasi terdapat pada kepingan ..............................
4. Tahap pernyataan umum dalam teks eksplanasi berisi wacana ................................
5. Penulisan teks eksplanasi dimulai dengan .................................
6. Teks eksplanasi berisi klarifikasi yang berupa .................................
7. Meletakkan kata kunci di awal kalimat serta mengurutkan kata secara sedikit demi sedikit menawarkan prinsip dalam kalimat efektif, yaitu .................................
8. Gambaran awal wacana permasalahan yang disampaikan dalam teks eksplanasi terdapat pada ......
9. Penggunaan kalimat efektit dibutuhkan semoga hal yang disampaikan tidak mengakibatkan ...................
10. Membaca intensif disebut juga membaca secara .............................
11. Penulisan kosakata fikir yang sempurna ialah ............................
12. Salah satu kegiatan untuk mendapat informasi dari teks bacaan ialah dengan ...................
13. Istilah yang dipakai untuk menyebut kalimat yang mempunyai makna ganda ialah .............
14. Kalimat efektif lebih memakai kosakata .......................
15. Informasi yang disajikan dalam teks eksplanasi berupa ......................
16. Teks eksplanasi merupakan salah satu jenis goresan pena .......................
17. Salah satu ciri teks eksplanasi memuat informasi menurut .......................
18. Bagian akhir/penutup dari sebuah teks eksplanasi disebut dengan .......................
19. Pemborosan kata pada kalimat ialah salah satu ciri dari kalimat ........................
20. Pada zaman modern, tehnologi berkembang sangat cepat.
Pembenaran untuk kosakata tidak baku pada kalimat di atas ialah .......................

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang terang dan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

2. Jelaskan kepingan inti dari teks eksplanasi!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

3. Apa saja ciri-ciri teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

4. Bagaimana kekerabatan yang dijelaskan dalam teks eskplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

5. Sebutkan bagian-bagian teks eksplanasi !
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

6. Jelaskan mengenai kaidah penulisan kalimat efektif !
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

7. Buatlah satu paragraf wacana telepon seluler memakai kalimat efektif !
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

8. Uraikan mengenai keparalelan bentuk kalimat efektif!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

9. Apa yang dimaksud dengan interpretasi dalam teks eksplanasi? Berikan contohnya!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

10. Apa ciri utama sebuah teks dikategorikan teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

11. Mengapa penyusunan teks eksplanasi harus memakai kalimat efektif !
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

12 Bagaimana menemukan informasi penting dalam sebuah teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

13 Tuliskan beberapa pola kosakata tidak baku dan pembenarannya!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

14 Apa tujuan penggunaan kosakata baku dalam teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

15. Mengapa dalam penulisan teks eksplanasi dilarang terjadi pemborosan kata?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

16. Bagaimana struktur dari teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

17. Apa isi kepingan pernyataan umum pada teks eksplanasi?
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

18. Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

19. Buatlah lima pola kalimat efektif!
Jawab : .....................................................................................................................................................
............................................................

20 Carilah kosakata baku dari kosakata berikut!
a. Cidera.
b. Aktifitas.
c. ljin.
d. Hakekat.

Kunci Jawaban Room I

1. d. fakta yang ada
2. d. Pernyataan umum
3. a. interpretasi
4. b. bagaimana dan mengapa
5. d. menyajikan informasi
6. b. pernyataan umum - deretan klarifikasi - interpretasi
7. a. deretan penjelasan
8. d. memilih topik yang akan ditulis
9. b. Mereka menciptakan percobaan rangkaian listrik di rumah Dino.
10. c. informasi yang disampaikan diterima secara utuh
11. a. kata baku
12. d. memahami kalimat
13. a. karir
14. b. penyelidikan terhadap suatu bencana untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya
15. a. sesuai dengan EYD
16. d. menyajikan informasi fakta
17. b. deretan penjelas
18. d. (4)
19. d. prolog
20. c. kalimat pasif

Kunci Jawaban Room II

1. kalimat pasif
2. memilih topik
3. pernyataan umum
4. klarifikasi umum mengenai fenomena yang akan dibahas
5. memilih topik
6. pernyataan umum
7. ketegasan
8. pernyataan umum
9. pengaburan makna
10. sungguh-sungguh
11. pikir
12. membaca intensif
13. ambigu
14. baku
15. fakta
16. ilmiah
17. fakta
18. interpretasi
19. tidak efektif
20. kosakata tehnologi yang benar ialah teknologi

Kunci Jawaban Room III

1. Teks eksplanasi ialah teks yang berisi wacana proses mengapa dan bagaimana suatu bencana alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa terjadi. Suatu bencana baik bencana alam maupun sosial yang terjadi disekitar kita, selalu mempunyai kekerabatan alasannya ialah akhir dan proses

2. kepingan inti dari teks eksplanasi ialah pernyataan umum yag mana kepingan ini berisi klarifikasi umum mengenai fenomena yang akan dibahas
3. Informasi yang dimuat menurut fakta (faktual), hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau bekerjasama dengan ilmu pengetahuan.
4. adanya kekerabatan alasannya ialah akibat
5. pernyataan umu, deretan penjelas, interpretasi
6. kalimat efektif harus sesuai dengan kaidah dan hukum bahasa yang baik dan benar
7. Telepon seluler ialah alat komunikasi yang sangat berkhasiat bagi kehidupan manusia.
8. keparalelan atau kesejajaran ialah kesamaan bentuk kata yang dipakai dalam sebuah kalimat
9. interpretasi ialah teks penutup. Contoh :
Oleh lantaran itu, hingga ketika ini gunung berapi masih menjadi sebuah momok yang mengerikan untuk masyarakat. Karena kedahsyatan letusan gunung berapi bisa membelah pulau dan membentuk danau.

10. Informasi yang dimuat menurut fakta (faktual). Hal yang dibahas yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau bekerjasama dengan ilmu pengetahuan.

11. semoga gampang dipahami
12. Membaca dengan seksama, memahami makna setiap kalimat yang ada dalam teks, menemukan kalimat utama/gagasan pokok pada setiap paragraf, menandai kata/kalimat yang km anggap sebagai kunci, menjawab pertanyaan 5W dan 1H untuk menemukan informasi penting tersebut

13. ijin = izin, ijasah = ijazah, hapal = hafal
14. untuk menghindari kesalahan makna atau penafsiran yang lain
15. semoga pembaca gampang dalam memahami kalimat
16. Struktur teks eksplanasi : 1. Pernyataan umum 2. Deretan klarifikasi (Eksplanasi) 3. Interpretasi

17. berisi klarifikasi umum wacana fenomena yang akan dibahas
18. adanya kesepadanan struktur pada kalimat efektif, Kesamaan Bentuk, Ketegasan Makna, Kehematan Kata, Kelogisan Makna, Kepaduan Makna, Kecermatan dan Kesantunan.

19. Contoh lima kalimat efektif :
Bunga ini ialah bunga kesayangannya.
Mereka bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Petani harus rajin semoga hasil panennya melimpah.
Saya berdoa sebelum makan.
ika bekerja dengan keras, kau niscaya berhasil.

20 Kosakata baku dari kosakata berikut :
a. Cidera = cedera
b. Aktifitas = aktivitas
c. ljin.= izin
d. Hakekat = hakikat

Download Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 Kurikulum 2013 Terbaru

Itulah Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 1 Kurikulum 2013 Terbaru yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Wednesday, November 6, 2019

Penggunaan Eyd Yang Baik Dan Benar

Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar - Dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar terdapat hukum aturan yang harus dipahami. Salah satunya ialah penggunaan EYD yang baik dan benar. EYD kepanjangan dari Ejaan Yang Disempurnakan. EYD merupakan tata bahasa yang terkandung dalam bahasa Indonesia yang mempunyai kegunaan untuk mengatur penggunaan bahasa dalam bentuk tulisan. Tata bahasa tersebut mencakup penulisan abjad kapital, abjad miring, pemakaian abjad kapital dan penggunaan unsur serapan. Penggunaan EYD tersebut sebagai tata bahasa yang telah disepurnakan. Maka dari itu sangat penting bagi kita memahami penggunaan EYD tersebut. Pada kesempatan kali ini bahan mencar ilmu akan menjelaskan secara rinci mengenai penggunaan EYD yang baik dan benar. Anda sanggup menyimaknya dibawah ini.
 Dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar terdapat hukum aturan yang harus di Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar

Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar

Penulisan yang baik dan benar tidak hanya diterapkan dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan dalam penulisan karya ilmiah penggunaan EYD ini juga diperlukan. EYD tersebut mempunyai kegunaan untuk menyempurnakan karya tulis alasannya ialah sebuah karya memerlukan tata bahasa yang mendetail. Dengan kata lain penggunaan EYD akan menyempurnakan goresan pena sehingga lebih baik dan benar, EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan mempunyai tugas sebagai pedoman dalam penulisan bahasa Indonesia. Dibawah ini terdapat beberapa penggunaan EYD yang benar:

Penggunaan EYD Dalam Penulisan Huruf maupun Kata

Dalam penulisan abjad maupun kata terdapat hukum dalam penulisan EYD. EYD tersebut mempunyai banyak kegunaan ibarat penulisan abjad miring, penulisan  huruf kapital, penulisan abjad campuran dan penulisan kata turunan. Setiap penulisan mempunyai hukum yang berbeda beda. Berikut klarifikasi mengenai penggunaan EYD yang baik dan benar dalam abjad dan kata.

Penulisan Huruf Kapital
Penggunaan EYD dalam abjad dan kata yang pertama ialah sebagai hukum dalam menulis abjad kapital. Dibawah ini terdapat beberapa jenis hukum yang benar dalam penulisan abjad kapital:

  • Penulisan Jabatan Tidak Disertai Nama Orang

Penggunaan EYD tersebut berpedoman kepada 5 butir hukum yaitu abjad kapital dipakai dalam menulis abjad pertama nama jabatan, nama instansi, nama daerah maupun pangkat yang disertai dengan nama seseorang. Misalnya : Gubernur Jawa Tengah, Wapres Muhammad Hatta, Panglima Jenderal Joko Setiono, dan sebagainya.
Baca juga : Jenis Jenis Kalimat Dalam Bahasa Indonesia Beserta Contohnya

  • Penulisan Nama Bangsa

Penggunaan EYD juga dipakai dalam menulis nama bangsa. Huruf kapital dipakai untuk menulis abjad pertama dalam bahasa, nama bangsa maupun suku bangsa. Misalnya : bahasa Jawa, suku Bugis, bangsa Jepang dan sebagainya.

  • Penulisan Nama Geografi Yang Termasuk Nama Jenis

Selanjutnya terdapat hukum penggunaan EYD yang baik dan benar dalam menulis nama geografi. Namun berdasarkan pedoman dalam penulisan EYD, nama geografi tidak ditulis memakai abjad kapital jikalau tidak tergolong nama jenis. Misalnya : menyebrang ke pantai, makan di dapur, kacang bali, pisang raja, salak bandung dan sebagainya.

  • Penulisan Unsur Bentuk Ulang Sempurna

Penggunaan EYD selanjutnya berfungsi untuk menulis nama unsur bentuk ulang yang sempurna. Huruf kapital ini dipakai untuk menulis abjad pertama unsur bentuk ulang tepat yang terdapat dalam dokumen resmi, nama forum ketatanegaraan dan nama forum pemerintah. Misalnya : Undang Undang Dasar, Pancasila, Perserikatan Bangsa Bangsa, Yayasan Ahli Gigi Jawa Tengah, dan sebagainya.

Penulisan Huruf Miring
Penggunaan EYD dalam abjad dan kata selanjutnya mempunyai kegunaan untuk menulis abjad miring. Berikut beberapa hukum yang mempunyai kegunaan untuk menulis kata atau abjad miring:

  • Penulisan Nama Buku

Dalam pedoman penggunaan EYD terdapat hukum penulisan nama buku. Huruf miring dipakai menulis nama buku, majalah, cetakan, maupun nama koran yang kalimatnya dikutip. Misalnya : Koran Solo Pos, Majalah Solo Fashion, Buku Jurnal Indonesia, dan sebagainya.

  • Penulisan Bahasa Asing serta Penegasan Kata

Berdasarkan pedoman penggunaan EYD yang benar terdapat pernyataan bahwa abjad miring berfungsi untuk menulis penegasan huruf, kata, kelompok kata maupun bab kata. Misalnya : goal relanshionsip, area modelling, dan sebagainya.

  • Penulisan Kata Ilmiah

Penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan kata ilmiah. Huruf miring ini dipakai untuk menulis nama ungkapan ilmiah dan nama unsur ilmiah namun tidak berlaku untuk nama ilmiah yang telah mengalami pembiasaan ejaan. Misalnya : rhizopoda, lactobacilus, dan sebagainya.
Baca juga : 12 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya

Penulisan Kata Turunan
Penggunaan EYD dalam abjad dan kata yang terakhir ialah dalam penulisan kata turunan. Dalam penulisan kata turunan sanggup dibagi lagi menjadi dua yaitu dalam penulisan campuran kata awalan akhiran dan campuran kata kombinasi. Berikut penjelasannya:
  • Gabungan Kata Awalan Akhiran
Dalam penggunaan EYD ini memakai kata campuran yang terdapat diawal dan diakhir. Dalam penulisan ini kata turunan mendapat imbuhan diawal atau diakhir lalu dirangkai menjadi satu. Misalnya : garis bawahi, sebar luaskan, bertepuk tangan, dan sebagainya.
  • Gabungan Kata Kombinasi
Selanjutnya terdapat penulisan kata turunan dalam campuran kata kombinasi. Penggunaan EYD ini terdapat dalam campuran kata yang kombinasi saja lalu ditulis serangkai. Misalnya : antarnegara, antarmurid, audiovisual, dwiwarna, antinarkoba, dan sebagainya.

Penulisan Gabungan Kata
Dalam penulisan campuran kata, penggunaa EYD yang baik dan benar sangat diperlukan. Hal tersebut dikarenakan kata sanggup digabung secara khusus maupun serangkai. Berikut penggunaan EYD dalam campuran kata:
  • Penulisan Gabungan Kata Istilah Khusus
Penggunaan EYD dalam campuran kata istilah khusus sanggup menjadikan kesalahan pengertian maka sanggup ditulis memakai kata hubung biar sanggup dipertegas tali dalam unsur yang berkaitan. Misalnya : bapak-ibu saya, alat pandang-dengar, mesin-jahit portable, buku ekonomi-baru, dan sebagainya.
Baca juga : 32 Contoh Kalimat Kritik, Saran, dan Pujian Beserta Pengertiannya
  • Penulisan Gabungan Kata Serangkai
Penggunaan EYD juga dipakai dalam penulisan campuran kata serangkai. Dalam kata yang digabung harus ditulis serangkai berdasarkan pedoman EYD yang berlaku. Misalnya : darmawisata, daripada, radioaktif, paribahasa, padahal, adakalanya, acapkali, kacamata, dukacita, manakala, belasungkawa, matahari, saptamarga dan sebagainya. 


Penggunaan EYD Dalam Singkatan, Angka, Akronim maupun Partikel

Penggunaan EYD yang baik dan benar juga terdapat dalam penulisan angka, singkatan, partikel maupun akronim. Dibawah ini terdapat klarifikasi mengenai penggunaan EYD tersebut:

Penulisan Partikel
Penggunaan EYD yang pertama dalam penulisan partikel. Partikel yang dipakai ialah partikel -tah, -kah, dan -lah. Berdasarkan pedoman penulisan EYD menjelaskan bahwa ketiga partikel (-tah, -lah, -kah) ini ditulis seuntai dengan kata yang berada didepannya. Misalnya : makanlah, apakah, dimanakah, dan sebagainya. Adapula partikel pun dan per yang memakai pedoman EYD untuk menyempurnakan katanya. Dalam partikel pun, penulisannya dipisah dengan kata yang berada didepannya. Sedangkan dalam pertikel per yang mempunyai arti tiap, demi, dan mulai maka penulisannya dipisah dengan kata yang berada didepannya. 

Penulisan Singkatan
Selanjutnya penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan singkatan. Berdasarkan pedoman EYD menjelaskan bahwa singkatan merupakan bentuk goresan pena yang dipendekkan menjadi satu abjad atau lebih. Penulisan singkatan nama organisasi, nama forum pemerntahan resmi, dan nama dokumen resmi dalam penggunaan kata awal maka ditulis dengan abjad kapital dibagian awalnya lalu diikuti dengan tanda titik. Pedoman EYD dipakai dalam menulis singkatan mata uang dan singkatan umum tiga huruf. Berikut klarifikasi penggunaan EYD dalam penulisan singkatan:
  • Penulisan Singkatan Umum Tiga Huruf
Penggunaan EYD ditulis dalam singkatan yang terdiri dari tiga abjad lalu diikuti dengan tanda titik. Dalam dunia jurnalistik, penggunaan EYD ini tidak dipakai dalam menulis jurnal artikel, pojok, rencana, berita, feature, kolom, surat pembaca, maupun teks foto. 
Baca juga : 60 Contoh Majas Repetisi Singkat Terbaru
  • Penulisan Singkatan Mata Uang
Berdasarkan pedoman penggunaan EYD menjelaskan bahwa mata uang, lambang kimia, timbangan, dan satuan ukur ditulis memakai singkatan yang tidak disertakan tanda titik.

Penulisan Akronim
Berdasarkan pedoman penggunaan EYD terdapat dalam penulisan akronim. Akronim merupakan singkatan yang terdapat dalam campuran suku kata, abjad serta campuran abjad awal dalam deret kata yang dipakai menjadi kata yang utuh. Penggunaan EYD dalam kependekan ini harus memenuhi syarat yaitu bentuk kependekan harus sesuai dengan kaidah keselarasan dalam campuran vokal dan konsonan yang sesuai dengan kata yang sudah ada dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berikut klarifikasi penggunaan kependekan dalam beberapa jenis penulisan akronim:
  • Penulisan Akronim Nama Diri
Dalam penulisan kependekan nama diri ini terdapat pedoman penggunaan EYD yang harus diperhatikan. Dalam kependekan ini terdapat campuran suku kata yang ditulis memakai abjad kapital diawal huruf.
  • Penulisan Akronim Bukan Nama Diri
Dalam penulisan kependekan bukan nama diri ini terdapat pedoman penggunaan EYD yang harus diperhatikan. Dalam kependekan ini terdapat campuran suku kata, abjad dan kata yang ditulis memakai abjad kecil semua.

Penulisan Angka
Berdasarkan pedoman penggunaan EYD dalam penulisan angka terdapat empat penetapan yang harus diperhatikan. Penentuan angka tersebut berupa:
1. Penulisan angka untuk membuktikan satuan waktu, nilai uang, ukuran panjang, isi, kuantitas, luas, dan berat.
2. Penulisan angka untuk menuliskan nomor bilangan romawi maupun bilangan arab.
3. Penulisan angka dipakai untuk memperlihatkan nomor dalam ayat kitab suci dan dan karangan.
4. Penulisan angka dipakai untuk memperlihatkan nomor rumah, jalan, kamar maupun apartemen.

Penulisan Lambang Bilangan
Penggunaan EYD juga terdapat dalam penulisan lambang bilangan. Penulisan bilangan juga berpedoman kepada penulisan EYD yang baik dan benar. Berikut beberapa jenis penulisan bilangan yang memakai pedoman EYD:
  • Lambang Bilangan Satu Dua Kata. Berdasarkan pedoman penggunaan EYD menyatakan bahwa bilangan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.
  • Lambang Bilangan Awal Kalimat. Penggunaan EYD untuk menulis bilangan yang terdapat diawal kalimat. 
  • Lambang Bilangan Utuh. 
  • Lambang Bilangan yang menyatakan angka dan huruf.
Demikianlah klarifikasi mengenai penggunaan EYD yang baik dan benar. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat dalam menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Terima kasih.

Tuesday, November 5, 2019

Pengertian, Jenis Jenis Dan Pola Majas Dalam Puisi

Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi - Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat bahan mengenai puisi. Puisi tersebut telah ada semenjak kurikulum usang hingga kurikulum baru. Didalam puisi terdapat majas yang sangat penting. Majas merupakan bahasa yang indah untuk membuat sebuah goresan pena menjadi anggun dalam susunan kalimatnya. Majas tersebut mempunyai imbas tertentu semoga pembaca maupun pendengarnya sanggup berimajinasi sesuai kata kata dalam puisi tersebut. Puisi ini sanggup dinikmati dalam bentuk verbal maupun tulisan. Untuk jenis majas dalam bahasa Indonesia memang banyak mirip yang terdapat dalam pantun, karya tulis, puisi mapun karya sastra lainnya. Namun majas ini sering dijumpai dalam karya puisi. Maka dari itu anda harus memahami pengertian majas dalam puisi, jenis jenis majas dalam puisi, dan pola majas dalam puisi.
 Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi
Majas dalam puisi mempunyai manfaat yang cukup besar alasannya yaitu membuat kata kata tertentu yang indah sehingga membuat pembaca seakan akan mengalami kejadiannya eksklusif atau berimajinasi. Dalam sebuah karya tulis ini banyak kita temukan jenis jenis majas dalam puisi. Majas ini memang mempunyai bermacam-macam jenis, maka dari itu pola majas dalam puisi juga banyak. Membuat sebuah puisi tidak sesulit yang dibayangkan, alasannya yaitu terdapat banyak gaya bahasa yang menarik dan indah. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai pengertian majas dalam puisi, jenis jenis majas dalam puisi, dan pola majas dalam puisi. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.

Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi

Syarat utama untuk membuat goresan pena menjadi menarik ataupun tidak ialah penggunaan majas yang baik dalam puisi. Maka dari itu seorang pengarang maupun penulis dituntut untuk mempunyai kemampuan bahasa yang baik. Seorang penulis dibutuhkan mengetahui pengertian majas dalam puisi, jenis jenis majas dalam puisi, dan pola majas dalam puisi. Kaprikornus anda harus banyak berlatih untuk menyusun bahasa yang baik sehingga nantinya sanggup terlatih dalam membuat majas yang menarik. Dibawah ini terdapat klarifikasi lengkap mengenai majas dalam puisi.
Baca juga : Pengertian dan Jenis Jenis Kalimat Tanya Beserta Contoh

Pengertian Majas

Sebelum membuat puisi, sebelumnya anda harus mengetahui perihal pengertian majas. Pengertian majas sanggup dijelaskan melalui beberapa pendapat. Berikut pengertian majas dalam puisi berdasarkan beberapa sumber :

1. Pengertian majas berdasarkan KBBI yaitu penggunaan bahasa yang kaya, penggunaan jenis kata tertentu semoga mendapat imbas tertentu dalam sebuah karya sastra sehingga memperlihatkan imbas lebih hidup, keragaman ciri bahasa yang berkelompok dan cara khusus dalam memberikan perasaan dan pikiran dalam bentuk verbal ataupun tulisan.
2. Pengertian majas berdasarkan Gorys Keraf yaitu cara mengekspresikan pikiran melalui bahasa khas yang sanggup menggambarkan kepribadian dan jiwa penulis.
3. Pengertian majas berdasarkan Henry Guntur Tarigan yaitu penggunaan bahasa imajinatif dengan kata kata yang mempunyai pengertian bukan sebenarnya. Majas tersebut termasuk bahasa yang indah, bahasa khas yang berkhasiat dalam meningkatkan dan meninggikan benda benda tertentu dalam sebuah puisi. Dengan kata lain, kata kata tersebut mempunyai konotasi dan nilai yang menarik.
4. Pengertian majas berdasarkan Arrazi Ibrahim yaitu teknik dalam berbahasa sehingga membuat imbas yang imajinatif, ekspresif dan indah. 

Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi

Jenis jenis majas dalam puisi sanggup dibedakan menjadi empat kategori secara garis besar. Kategori majas tersebut mencakup majas sindiran, majas perbandingan, majas penegasan dan majas pertentangan. Setiap kategori tersebut mempunyai pola majas dalam puisi yang berbeda. Berikut klarifikasi mengenai jenis jenis majas beserta pola majasnya :

Majas Perbandingan
Jenis majas dalam puisi yang pertama ialah majas perbandingan. Majas perbandingan yaitu kategori majas yang mempunyai kata kata kiasan untuk menyatakan perbandingan sehingga sanggup membuat kesan pendengar maupun pembaca lebih tinggi. Jenis majas ini sanggup dibagi lagi berdasarkan cara pengambilannya yaitu :

Perumpamaan atau Asosiasi
Majas asosiasi tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas ini merupakan jenis majas yang membandingkan dua hal yang berbeda namun sengaja untuk disamakan. Majas perumpamaan sanggup ditandai dengan kata bagaikan, seperti, bagai, laksana dan seumpama. Berikut pola majas dalam puisi berupa perumpamaan :

  • Pendiriannya teguh bagaikan gunung.
  • Mukanya merah bagai tomat.
  • Wajahnya putih higienis bagaikan air susu.

Metafora
Majas metafora tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas ini merupakan jenis majas yang mengungkapkan perbandingan analogis secara langsung. Penggunaan kata maupun kalimatnya tidak mempunyai arti yang sebenarnya, tetapi mengungkapkan sebuah perbandingan ataupun persamaannya.  Berikut pola majas dalam puisi berupa metafora :
  • Engkau belahan jiwaku sayang. (sangat penting)
  • Raja malam tiba dari ufuk barat.
  • Karina ialah bintang luar negeri.
  • Buah hatiku.
  • Ia dianggap bidadari nirwana oleh para lelaki.
Baca juga : Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar
Personifikasi
Majas personifikasi tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas personifikasi ialah jenis majas yang berisi perbandingan benda benda yang tidak mempunyai nyawa seakan akan mempunyai sifat mirip manusia. Berikut pola majas dalam puisi berupa personifikasi :
  • Ombak mencabik cabik semua kerangka perahu.
  • Suaranya nyaring sekali hingga merobek telingaku.
  • Rumput itu bergoyang dalam hembusan angin yang sepoi sepoi.

Alegori
Majas alegori tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas alegori merupakan jenis majas perbandingan yang berisi perihal satu tautan dengan tautan lain secara utuh. Majas ini dinyatakan dalam bentuk kiasan maupun penggambaran. Berikut pola majas dalam puisi berupa alegori :
  • Anak bagaikan penerus, Orang renta bagaikan pendukung.
  • Guru bagaikan pendekar tanpa tanda jasa, Murid bagaikan penerus bangsa.

Simbolik
Majas simbolik tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas simbolik merupakan jenis majas yang menggambarkan sesuatu hal melalui sebuah binatang, tumbuhan, benda maupun dalam bentuk simbol lainnya. Berikut pola majas dalam puisi berupa simbolik :
  • Ia populer sebagai ular berbisa.
  • Rumah itu glamor kolam istana kerajaan.
  • Ia yaitu janda kembang didesa ini.
  • Riko mempunyai sifat mirip bunglon.
  • Teratai melambangkan sebuah pengabdian.

Metonimia
Majas metonimia tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas metonimia ialah jenis majas yang memanfaatkan lebel maupun ciri dari suatu benda untuk menukar dengan benda lain. Majas ini biasanya memakai nama merek, atribut maupun ciri khas benda tersebut. Berikut pola majas dalam puisi berupa metonimia :
  • Disakunya selalu ada tujuh enam. (artinya terdapat rokok 76)
  • Ayah selalu minum kapal api. (artinya minum kopi kapal api)
  • Ibu pergi keluar negeri naik Citilink. (artinya naik pesawat Citilink)

Sinekdok
Majas sinekdok tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas sinekdok merupakan jenis majas perbandingan yang mengungkapkan belahan tertentu untuk menggantikan benda lain secara terbalik maupun keseluruhan. Majas ini sanggup dibagi menjadi dua yaitu majas pars pro toto (mengungkapkan sebagian bagi keseluruhan) dan majas totem pro parte (mengungkapkan keseluruhan bagi sebagian). Berikut pola majas dalam puisi berupa sinekdok :
  • Sampai detik ini Ina belum terlihat batang hidungnya. (Pars pro toto)
  • Per kepala harus membayar uang kos Rp. 150.000. (Pars po toto)
  • Pertandingan sepak bola mengalami babak final antara Rt. 05 melawan Rt. 06. (Totem pro parte)
  • Indonesia akan mendapat juaranya malam nanti. (Totem pro parte)

Simile
Majas simile tergolong dalam jenis jenis majas dalam puisi. Majas simile ialah jenis majas yang membandingkan kata eksplisit dengan menyatakan penghubung ataupun kata depan. Majas ini ditandai dengan kata umpama, layaknya, bagai, bagaikan, kolam dan ibarat. Berikut pola majas dalam puisi berupa simile :
  • Kau bagaikan api dan saya bagaikan airnya.
  • Dina dan Dino layaknya dimabuk asmara.
Baca juga : 20 Contoh Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Beserta Pengertiannya
Majas Pertentangan
Jenis majas dalam puisi selanjutnya ialah majas pertentangan. Majas kontradiksi ialah jenis majas yang berisi kata kata kiasan dengan maksud menentang sesuatu hal serta memperlihatkan dampak dan kesan kepada pembaca atau pendengar lebih kuat. Majas kontradiksi sanggup dibagi menjadi beberapa jenis dengan pola yang berbeda. Berikut klarifikasi mengenai jenis jenis majas kontradiksi beserta pola majas dalam puisi :

Antitesis
Majas antitesis tergolong jenis majas dalam puisi kategori pertentangan. Majas antitesis ialah jenis majas yang dipakai oleh sepasang kata kata dengan arti yang berlawanan. Berikut pola majas dalam puisi berupa antitesis :
  • Besar kecil, renta muda, ikut berperan serta dalam perlombaan itu.
  • Cantik buruk, kaya miskin mempunyai persamaan yaitu ciptaan Tuhan.


Paradoks
Majas paradoks tergolong jenis majas dalam puisi kategori pertentangan. Majas paradoks ialah jenis majas yang berisi kontradiksi mengenai fakta dengan pernyataan yang ada. Berikut pola majas dalam puisi berupa paradoks :

  • Aku kesepian ditengah tengah keramaiaan ini. 
  • Ia menderita diatas kebahagiaan yang ada.

Hiperbola
Majas hiperbola tergolong jenis majas dalam puisi kategori pertentangan. Majas hiperbola ialah jenis majas yang dinyatakan secara berlebihan dibandingkan kenyataan sebenarnya. Majas ini berkhasiat untuk membuat kesan yang mendalam serta meminta suatu perhatian. Berikut pola majas dalam puisi berupa hiperbola :
  • Kulitnya putih seputih susu.
  • Wajahnya bersinar menyilaukan mata.

Litotes
Majas litotes tergolong jenis majas dalam puisi kategori pertentangan. Majas litotes ialah jenis majas yang  menjelaskan suatu hal yang berlawanan dari kenyataan sebetulnya yaitu dengan mengurangi maupun mengecilkannya. Berikut pola majas dalam puisi berupa litotes :
  • Kenapa kau baik dengan orang jahat sepertiku?
  • Makanlah dengan nasi dan air putih seadanya itu.

Majas Penegasan
Jenis majas dalam puisi selanjutnya ialah majas penegasan. Majas penegasan merupakan jenis majas yang berisi kata kata kiasan untuk memperlihatkan penegasan kepada pembaca maupun pendengar sehingga sanggup membuat kesan dan pengaruh. Majas ini sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenis mempunyai pola majas dalam puisi yang berbeda. Berikut klarifikasi jenis jenis majas penegasan beserta misalnya :

Pleonasme
Majas pleonasme tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas pleonasme ialah jenis majas yang berisi penegasan sesuatu hal memakai kata kata berlebihan. Berikut pola majas dalam puisi berupa pleonasme :
  • Semua pekerja diatas hiharapkan untuk segera turun kebawah.
  • Semuanya mendongak ke atas untuk melihat pertunjukan dari pesawat tempur.

Repetisi
Majas repetisi tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas repetisi ialah jenis majas yang berisi perihal pengulangan kata. Berikut pola majas dalam puisi berupa repetisi :
  • Dialah cintaku, dialah belahan jiwaku dan dialah masa depanku.
  • Kau bagaikan sayapku, kau bagaikan rumahku dan kau bagaikan semangat hidupku.
Baca juga : 18 Contoh Kata Serapan dan Penggunaan Dalam Kalimat
Paralelisme
Majas paralelisme tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas paralelisme ialah majas penegasan yang berupa perulangan dalam sebuah puisi. Berikut pola majas dalam puisi berupa paralelisme :
  • Cinta yaitu anugerah.
  • Cinta yaitu kebahagiaan.
  • Cinta yaitu misteri.

Tautologi
Majas tautologi tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas tautologi ialah jenis majas penegasan yang berisi pengulangan kata sebanyak beberapa kali dalam sebuah kalimat puisi. Pengulangan kata tersebut biasanya memakai persamaan kata atau sinonim. Berikut pola majas dalam puisi berupa tautologi :
  • Benar, benar, benar itu perasaanku. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja.
  • Kita dilarang berperilaku jahat, kejam, dan keji.

Klimaks
Majas titik puncak tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas titik puncak ialah jenis majas yang menjelaskan sesuatu hal secara urut dengan cara meningkat. Berikut pola majas dalam puisi berupa titik puncak :
  • Semua belahan dari cleaning servis, karyawan dan manajer perusahaan ikut berperan aktif dalam memajukan perusahaan.
  • Setiap orang dari anak anak, remaja, hingga orang remaja mempunyai hak pribadi.

Antiklimaks
Majas antiklimaks tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas antiklimaks merupakan jenis majas yang menjelaskan sesuatu hal secara urut dengan cara menurun. Berikut pola majas dalam puisi berupa antiklimaks :
  • Dikota, desa, hingga kampung pelosok mempunyai akhlak istiadatnya masing masing.
  • Dari presiden, gubernur, camat, ketua RT merayakan HUT RI ke 60.

Retorik
Majas retorik tergolong jenis majas dalam puisi kategori penegasan. Majas retorik ialah jenis majas yang berupa pertanyaan tetapi tidak membutuhkan jawaban. Majas ini mempunyai tujuan untuk menggugah, menyindir dan menegaskan. Berikut pola majas dalam puisi berupa retorik :
  • Kata siapa kaya bisa tiba pada orang yang malas malasan?
  • Apakah ia yang selama ini kau puji puji?

Majas Sindiran
Jenis majas dalam puisi yang terakhir ialah majas sindiran. Majas sindiran ialah majas yang berisi kata kata kiasan dengan maksud menyindir sehingga pembaca maupun pendengar sanggup terpengaruh dan terkesan. Majas sindiran sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenisnya mempunyai pola majas dalam puisi yang berbeda. Berikut jenis jenis majas sindiran beserta misalnya :

Ironi
Majas ironi tergolong jenis majas dalam puisi kategori sindiran. Majas ironi ialah jenis majas yang berisi perihal hal hal yang bertentangan dengan tujuan untuk menyindir. Berikut pola majas dalam puisi berupa ironi :
  • Ini yang namanya siswa rajin, setiap hari selalu pulang duluan.
  • Indah sekali suaramu, saking indahnya hingga lebih baik kau diam.

Sinisme
Majas sinisme tergolong jenis majas dalam puisi kategori sindiran. Majas sinisme ialah jenis majas yang menyindir seseorang secara langsung. Berikut pola majas dalam puisi berupa sinisme :
  • Cara bicaramu itu sangat kasar, tidak sepadan dengan pendidikanmu.
  • Lama usang saya bisa kesal melihatmu berperilaku kolot mirip itu.

Sarkasme
Majas sarkasme tergolong jenis majas dalam puisi kategori sindiran. Majas sarkasme ialah jenis majas yang berisi sindiran kasar. Majas tersebut diucapkan oleh seseorang yang sedang marah. Berikut pola majas dalam puisi berupa sarkasme :
  • Mau meledak saya mendengar kata katamu, membisu kamu!
  • Dasar lemah, begini saja tidak kuat!

Inilah klarifikasi mengenai pengertian majas dalam puisi, jenis jenis majas dalam puisi dan pola majas dalam puisi. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.

Jenis Jenis Prosa Usang Dan Prosa Baru

Jenis Jenis Prosa Lama dan Prosa Baru - Hasil karya sastra Indonesia mempunyai bermacam-macam variasi. Karya tersebut sanggup berupa imajinasi ataupun fakta yang berasal dari pengarang menyerupai prosa, pantun histori, puisi dan sebagainya. Salah satu karya sastra Indonesia ialah prosa. Prosa sanggup dibagi menjadi dua bentuk yaitu prosa usang dan prosa baru. Setiap bentuk prosa sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Untuk jenis jenis prosa usang dengan jenis jenis prosa gres mempunyai perbedaan. Pengertian prosa berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah sebuah karangan yang bersifat bebas serta tidak ada kaitannya dengan kaidah tertentu. Untuk jenis karangan dalam bentuk prosa mempunyai sifat berkebalikan dengan puisi dalam hal pembuatannya. Kata prosa berasal dari kata serapan bahasa Inggris yang berarti prose. Kata inilah yang mempunyai makna yang cukup luas yaitu sekelompok goresan pena non fiksi maupun karya sastra menyerupai artikel, esai, laporan dan lain lain.
Hasil karya sastra Indonesia mempunyai bermacam-macam variasi Jenis Jenis Prosa Lama dan Prosa Baru
Penjelasan mengenai prosa sanggup dilihat dari sudut sastranya mempunyai makna lain yaitu wacana naratif atau narrative discourse, teks naratif atau narrative text, dan dongeng fiksi atau fiction. Untuk pengertian prosa yang setingkat dengan arti rekaannya ialah sebuah karangan naratif yang mempunyai sifat rekaan dan tidak betul betul terjadi. Untuk karangan yang bersifat fiksi mempunyai tokoh, latar dan insiden yang bersifat imajinatif. Hal inilah yang membedakannya dengan karangan non fiksi. Karena pada karangan non fiksi mempunyai tokoh, latar dan insiden yang bersifat faktual dan empiris. Pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan lebih dalam mengenai jenis jenis prosa usang dan jenis jenis prosa baru. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.

Jenis Jenis Prosa Lama dan Prosa Baru

Sudah aku jelaskan diatas bahwa prosa merupakan sebuah karya sastra yang berwujud goresan pena bebas tanpa adanya ikatan dengan hukum pembuatan karyanya, contohnya diksi, rima, irama dan sebagainya. Karya sastra prosa ini sanggup dibagi menjadi dua bentuk yaitu prosa usang dan prosa baru. Kedua bentuk prosa tersebut masih sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. berikut jenis jenis prosa usang dan jenis jenis prosa gres beserta penjelasan.
Baca juga : Penggunaan EYD Yang Baik dan Benar

Prosa Lama

Bentuk prosa yang pertama ialah prosa lama. Prosa usang ialah suatu karya sastra yang pembuatannya belum ada efek dari budaya barat. Dahulunya bentuk prosa usang ini berupa goresan pena alasannya yaitu jaman dahulu belum ditemukan alat tulis menulis. Namun seiring berkembangnya jaman karya prosa usang sanggup berupa goresan pena juga. Dibawah ini terdapat jenis jenis prosa usang beserta penjelasannya.

Hikayat
Jenis prosa usang yang pertama ialah hikayat. Hikayat ialah sebuah dongeng yang berupa kehidupam para dewa, pangeran, raja, dewi dan sebagainya. Untuk dongeng yang terdapat dalam hikayat ini mempunyai sifat tidak masuk nalar ataupun fiksi. Misalnya Hikayat Raja Bijak, Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi Sulaiman, dan sebagainya.

Tambo atau Sejarah
Jenis prosa usang selanjutnya ialah tambo atau sejarah. Sejarah ialah sebuah karangan prosa usang yang berupa kejadian kejadian tertentu. Untuk sejarah yang bersifat usang mempunyai perbedaan dengan goresan pena sejarah yang dibentuk dimasa sekarang. Biasanya sejarah karya usang mempunyai aksesori tambahan dongeng yang menciptakan karangan menjadi lebih menarik. Sedangkan sejarah karya sastra kini lebih berisi kejadian kejadian yang bergotong-royong dan sanggup dibuktikan dengan fakta. Contoh sejarah prosa usang yaitu Sejarah Melayu yang dibentuk pada tahun 1612 oleh Tun Sri Lanang.

Kisah
Jenis prosa usang selanjutnya ialah kisah. Kisah ialah jenis prosa usang yang berupa dongeng pendek. Pada umumnya kisah ini berisi perihal pengalaman, petualangan, ataupun perjalanan orang orang dulu. Contoh kisah prosa usang yaitu kisah perjalanan Raja Abdullah menuju Kota Mekkah.

Dongeng
Jenis prosa usang selanjutnya ialah dongeng. Dongeng ialah jenis prosa usang yang menceritakan perihal imajinasi zaman dahulu. Prosa usang yang satu ini lebih terkenal dibandingkan jenis prosa lainnya. Untuk jenis jenis dongeng dongengpun berbeda beda tergantung isi ceritanya. Berikut jenis dongeng :

Mitos
Mitos termasuk kedalam jenis prosa usang kategori dongeng dongeng. Mitos ialah dongeng dongeng yang berisis perihal kepercayaan pada hal hal magis maupun alam ghaib. Misalnya : dongeng asal mula Kuntilanak, dongeng watu menangis, Ratu Pantai Selatan dan sebagainya.

Legenda
Legenda termasuk kedalam jenis prosa usang kategori dongeng dongeng. Legenda merupakan dongeng dongeng yang berupa asal mula maupun riwayat mengenai sesuatu hal yang terjadi. Misalnya : Legenda Pulau Jawa, Legenda Candi Prambanan, dan sebagainya.
Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi
Fabel
Fabel termasuk kedalam jenis prosa usang kategori dongeng dongeng. Fabel ialah dongeng dongeng yang berupa kisah kisah yang tokohnya berupa binatang. Dongeng fabel ini banyak dipakai oleh orang bau tanah sebagai alat pendidikan anaknya. Misalnya : Kancil Yang Bijak, Kura Kura dan Kelinci, dan sebagainya.

Sage
Sage termasuk kedalam jenis prosa usang kategori dongeng dongeng. Sage merupakan jenis dongeng yang berisi kisah keberanian, kesaktiaan seseorang ataupun kepahlawanan. Misalnya : calon arang, ciung wanara, Patih Gadjah Mada, dan sebagainya.

Pandir atau Jenaka
Pandir atau jenaka termasuk kedalam jenis prosa usang kategori dongeng dongeng. Jenaka merupakan dongeng dongeng yang berupa kisah orang terbelakang dengan nasib yang sial. Biasanya dongeng jenaka ini bersifat lucu sehingga sanggup menghibur para pendengar pendengarnya. Misalnya dongeng si pandir, dongeng abunawas, dan sebagainya.


Prosa Baru

Bentuk prosa selanjutnya ialah prosa baru. Prosa gres ialah suatu karya sastra yang pembuatannya terdapat efek dari budaya barat atau budaya asing. Awal mula munculnya prosa gres saat prosa usang telah dianggap kuno. Dibawah ini terdapat jenis jenis prosa gres beserta penjelasannya :

Roman
Jenis prosa gres yang pertama ialah roman. Roman ialah jenis prosa gres yang ceritanya berupa kisah seseorang dari lahir hingga meninggal. Jenis prosa ini menyuguhkan pembelajaran kehidupan secara menyeluruh dengan alur bercabang. Misalnya layar terkembang hasil karya dari Sultan Takdir Ali Syahbana.

Novel
Jenis prosa gres selanjutnya ialah novel. Novel ialah jenis prosa gres yang ceritanya panjang. Novel tersebut berisi perihal kehidupan seseorang secara sebagian dengan banyak sekali bentuk konflik yang terjadi. Konflik inilah yang sanggup merubah perilaku dari tokoh ceritanya. Misalnya Novel Sang Pemimpi, Novel Ave Maria, Novel Ayat Ayat Cinta, dan sebagainya.

Cerpen
Jenis prosa gres selanjutnya ialah cerpen. Cerpen ialah jenis prosa gres yang banyak disukai, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa. Cerpen ini bercerita perihal pengalaman maupun kisal sebagian dari tokoh utamanya. Untuk jenis dongeng cerpen dan novel mempunyai perbedaan dalam hal konfliknya. Untuk konflik cerpen hanya satu saja dan ridak mengakibatkan perubahan perilaku pada pemain film utama. Misalnya cerpen keluarga gerilya yang dibentuk oleh Pramoedya Ananta, cerpen robohnya surau kami yang dibentuk oleh A.A. Navis, dan sebagainya.

Riwayat
Jenis prosa gres selanjutnya ialah riwayat. Riwayat ialah karangan prosa gres yang menceritakan pengalaman hidup seseorang dari lahir hingga meninggal yang berasal dari kisah nyata. Untuk riwayat ini biasanya berisi perihal kisah tokoh yang menginspirasi banyak orang maupun terkenal. Riwayat ini sanggup dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu otobiografi dan biografi. Otobiografi merupakan sebuah kisah yang dibentuk oleh tokoh yang mempunyai kaitannya, sedangkan biografi ialah sebuah kisah yang dibentuk serta ditulis oleh orang lain.
Baca juga : Contoh Majas Personifikasi Beserta Penjelasan
Kritik
Jenis prosa gres selanjutnya ialah kritik. Kritik ialah sebuah ulasan mengenai pandangan seseorag perihal karya maupun hasil kerja orang lain. Untuk kritik berupa asalan yang bersifat objektif, tertentu dan menghakimi.

Resensi
Jenis prosa gres selanjutnya ialah resensi. Resensi ialau  jenis prosa gres yang berupa ulasan sebuah karya menyerupai film, lagu, buku maupaun karya lainnya. Resensi ini menawarkan evaluasi mengenai tokoh, alur, tema, ataupun unsur lain yang menjadi pertimbangan pembaca maupun pendengranya.

Esai
Jenis prosa gres yaang terakhir ialah esai. Esai merupakan sebuah goresan pena yang berisi pendapat penulis mengenai sesuatu hal yang sedang terjadi dalam masyarakat.

Inilah jenis jenis prosa usang dan jenis jenis prosa gres yang sanggup aku jelaskan. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat untuk anda. Terima kasih.