Showing posts with label Seputar Kesenian. Show all posts
Showing posts with label Seputar Kesenian. Show all posts

Saturday, July 27, 2019

Pengertian Color Wheel (Roda Warna)

 Color wheel merupakan dasar dari teori warna Pengertian Color wheel (Roda Warna)

Color wheel merupakan dasar dari teori warna, yaitu sebuah denah yang memetakan segala warna yang ada. Dalam color wheel tersebut sanggup dilihat urutan warna yang bekerjasama satu dengan lain secara harmonis. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Color wheel (Roda Warna), Aturan dasar yang terkait dengan Color Wheel dan Jenis Warna Berdasarkan Letaknya dalam Color Wheel.

Definisi Color wheel (Roda Warna)

Roda warna ialah semua hal perihal mencampurkan warna. Color Wheel (Roda Warna) Teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk bulat (roda) atau yang biasa disebut dengan Color Wheel (roda warna) ini terdiri dari tiga warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning yang biasa disebut sebagai warna Primer. Kemudian pencampuran dari dua warna dasar ini melahirkan warna gres berupa warna sekunder. Selanjutnya warna primer yang dicampur dengan warna sekunder akan menghasilkan warna tersier. Warna-warna tersebut digambarkan dalam sebuah bulat warna yang lebih dikenal dengan sebutan Color Whell.

Aturan dasar yang terkait dengan Color Wheel

  1. Monochromatic Color Merupakan perpaduan dari beberapa warna yang bersumber dari satu warna dengan nilai dan intensitas yang berbeda.
  2. Warna Analog Merupakan kombinasi dari warna-warna terdekat.
  3. Warna Pelengkap Digunakan ketika dimana beberapa desain membutuhkan sebuah nilai kontras yang cukup untuk menarik perhatian lebih dari pembaca visual. Misal :biru dan orange, merah dan hijau.
  4. Warna Triad Teori roda warna menjelaskan bagaimana warna-warna dasar bisa melahirkan banyak sekali warna gres disekitarnya. Terdapat sangat banyak sekali kombinasi warna selain dari warna-warna dasar untuk sanggup menciptakan sebuah desain tampak unik dan berbeda.

Jenis Warna Berdasarkan Letaknya dalam Color Wheel

  1. Warna primer ialah warna utama yang terdiri dari biru, merah, dan kuning yang disebut juga sebagai Hue. Ketiga warna dasar ini ialah warna yang bisa dikombinasikan dan menghasilkan warna-warna turunan lainnya. Warna-warna inilah yang bisa ditangkap oleh mata insan alasannya ialah mata insan ibarat spesies lain yang mempunyai tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat. Karena intinya warna primer bukan milik cahaya, tetapi lebih merupakan konsep biologis, yang didasarkan pada respons fisiologis mata insan terhadap cahaya. Secara fundamental, cahaya ialah spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang (wave length), yang berarti terdapat jumlah warna yang tak terhingga. Mata insan hanya bisa menangkap panjang gelombang hingga batas tertentu alasannya ialah jenis alat penerima/reseptor insan yang disebut sel kerucut hanya bisa menangkap panjang gelombang hingga 780 nanometer. Sehingga tiga warna dasar inilah yang bisa ditangkap insan dan disebut sebagai warna utama.
  2. Warna Sekunder Warna-warna yang dihasilkan dari percampuran warna-warna primer (biru, merah, dan kuning) dalam satu ruang warna.
  3. Warna Tersier Warna yang dihasilkan dari gabungan satu warna primer dengan satu warna sekunder dalam sebuah ruang warna.
  4. Warna Hangat dan Warna Dingin Color wheel bisa dibagi menjadi dua: warna hangat dan warna dingin. Warna hangat merupakan warna yang energik, terang, dan menarik perhatian. Sedangkan untuk warna hirau taacuh merupakan warna yang menunjukkan impresi damai dan mempunyai efek menenangkan.
  5. Warna Natural Warna yang dikategorikan natural dalam color wheel adalah: hitam, abu-abu, dan putih. Warna-warna natural sanggup diperoleh dari warna sekunder dan tersier yang mempunyai tone rendah/gelap.
  6. Tints, Tone, Shades. Pada dasarnya tints, tone, shades ialah sama, yaitu menambahkan warna natural ke dalam suatu warna sehingga menunjukkan efek menandakan atau menggelapkan intensitas suatu warna. Tints : penambahan warna putih Shades : penambahan warna hitam Tone : penambahan warna abu-abu
Referensi
Dameria, A. (2007). Color Basic Panduan Dasar Warna untuk Desainer dan Industri Grafika. Indonesia: Link and Match Graphic.
Morioka, A., and Stone, T. (2006). Color Design Workbook A Real-World Guide to Using Color in Graphic Design. America: Rockport Publishers.

Sunday, July 15, 2018

Pengertian Mak Yong Dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Mak Yong Dan Jenis-Jenisnya. Mak Yong merupakan tarian Melayu yang begitu unik dan halus sifatnya. Ia merupakan satu kombinasi dari unsur-unsur tarian, musik, drama dan komedi yang dipentaskan secara teater keliling. 

Mak Yong dahulu dikenal sebagi suatu permainan yang dipercayai ada kaitannya dengan upacara pemujaan roh. Yong atau Yang ialah merupakan variasi dari Hiang yaitu perkataan melayu usang yang membawa maksud divinity. Ma Hiang ialah merupakan Roh ibu bagi masyarakat melayu sebelum kedatangan Islam. Roh Ibu yang dipercayayi sebagai imbas besar atas penanaman padi. Berikut ialah klarifikasi seputar Pengertian Mak Yong serta jenis-jenis Mak Yong.

 Mak Yong merupakan tarian Melayu yang begitu unik dan halus sifatnya Pengertian Mak Yong Dan Jenis-Jenisnya


Definisi Mak Yong

Seperti Dikutip dari Wikipedia Pengertian Mak Yong ialah merupakan seni teater tradisional masyarakat Melayu yang hingga kini masih digemari dan sering dipertunjukkan sebagai drama tari dalam lembaga internasional. Ketika zaman dulu, pertunjukan mak yong diadakan orang desa di pematang sawah selesai panen padi. 

Mak Yong ialah sandiwara dongeng yang digabungkan dengan tarian dan nyanyian sekaligus. Dalam pertunjukan Mak Yong, di tampilkan cerita-cerita yang pada umumnya ialah dongeng warisan yang di peroleh dari para tukang dongeng secara lisan. Dialog antar pemain di lakukan secara improvisasi dan umumnya obrolan ini berkembang sesuai kekuatan imajinatif permainan tanpa ada patokan. 

Cerita Makyong selalu berkisar ihwal kehidupan kerajaan menyerupai dongeng raja-raja, permaisuri, tuan putri, putri mahkota yang di timpa petaka dan berakhir dengan kemenangan dengan melalui perjuangan. Kemenangan akan di peroleh dengan santunan pihak yaitu santunan dewa-dewi dari kahyangan atau tokoh sakti yang berada di jalan yang benar.

Peralatan yang dibutuhkan dalam pertunjukan ialah rotan, parang, keris, kapak, panah, tongkat kayu (untuk dijadikan sakti), cangai (kuku palsu yang panjang) sekali di buat dari materi yang berkilat menyerupai emas dan lain-lain. Sedangkan alat-alat musik yang di perlukan ialah nafiri, gong, gedombak, gendang, mong dan breng-breng. Bertabik, selendang awang, iakn kekek, timang-timang anak, dan saridam. Dan tari yang di bawakan menjunjung sambah, gembak, memanggil awang, tanduk dan lain-lain.

Jenis-jenis Mak Yong

  1. Mak Yong Pattani - berada di Pattani, Yala dan Narathiwat, tiga tempat di selatan Thailand yang dahulunya merupakan wilayah Kesultanan Melayu Pattani.
  2. Mak Yong Kelantan - ditemui di negeri Kelantan dan tempat Besut, Terengganu, Malaysia.
  3. Mak Yong Kedah - ditemui di negeri Kedah, Malaysia.
  4. Mak Yong Laut - ditemui di negeri Perlis (Malaysia) dan wilayah Satun (Thailand).
  5. Mak Yong Riau - ditemui di Wilayah Riau, Indonesia.
  6. Mak Yong Medan - ditemui di Medan, wilayah Sumatera Utara, Indonesia.
  7. Mak Yong Kalimantan - ditemui di Kalimantan, Indonesia.
  8. Mak Yong Mantang - ditemui di Pulau Mantang, Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia. Merupakan jenis makyong yang menggunakan topeng.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Mak_Yong

Pantomim

Pantomim. Salah satu cabang seni yang terkenal dalam pementasan melibatkan penonton dalam berimajinasi ialah Pantomim. Pertunjukan ini lebih banyak mengungkapkan perasaan dibanding kata-kata. Karena perasaan bila dijelaskan lewat kata, tentulah tidak lengkap. Dengan berlatih pantomim seseorang juga akan terasah imajinasi nya, menyerupai yang telah kita ketahui bahwa semua ciptaan-ciptaan insan di muka bumi ini berawal dari imajinasinya. Berikut ialah pengertian pantomin.

 Salah satu cabang seni yang terkenal dalam pementasan melibatkan penonton dalam berimajin  Pantomim


Definisi Pantomim

Istilah pantomim berasal dari bahasa Yunani yang artinya serba isyarat. Kaprikornus secara etimologis, pertunjukan pantomim yang dikenal hingga kini itu ialah sebuah pertunjukan yang tidak memakai bahasa verbal. Pertunjukan itu bahkan bisa sepenuhnya tanpa bunyi apa-apa. Jelasnya, pantomim ialah pertunjukan bisu.

Pantomim ialah ekspresi gerak - gerik badan untuk mengatakan emosi yang dialami pemain. 

Menurut Wikipedia pengertian Pantomim (pantomimus) ialah suatu pertunjukan teater yang memakai isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog. Jenis pertunjukan ini telah dikenal semenjak zaman Romawi Kuno dan sering dipakai dalam ritus keagamaan dengan dongeng umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali terkenal pada kala ke-16 dengan berkembangnya Commedia dell'arte di Italia yang membawa pantomim pada bentuknya yang kini yang mengutamakan pada lakon komedi.

Menurut Harymawan, pengertian Pantomim ialah salah satu bentuk kesenian yang akan mengantar seseorang menjadi pemeran berkualitas. Dengan memahami dan melatih Pantomim maka calon pemain film akan bisa menjadi tepat dalam profesinya, ia setidaknya akan lezat dipandang mata kalau mau berlatih Pantomim.

Secara Umum pantomim ialah merupakan suatu seni pertunjukan tersendiri, disamping pantomim sanggup pula dipahami sebagai disiplin ilmu yang harus dilakukan oleh calon aktor. Jika dipahami sebagai bab latihan keaktoran maka pantomim merupakan salah satu kajian yang sangat dibutuhkan seorang aktor. Pantomim merupakan salah satu cara yang bakal mengantar seseorang menjadi pemeran berkualitas. Dengan memahami dan mengamalkan pantomin calon pemain film akan bisa menjadi tepat dalam profesinya, ia setidaknya akan lezat dipandang mata kalau mau berlatih pantomim.
.

Saturday, July 14, 2018

Pengertian Randai Serta Sejarahnya

Pengertian Randai Serta Sejarahnya. Randai merupakan wadah komunikasi sastra tempat yang menjadi kesenian permainan tradisional (teater) di Minangkabau. Keberadaan randai menjadi salah satu ikon bagi masyarakat Minangkabau untuk memberikan kaba atau sastra tempat sehingga budaya lokal masyarakat dibutuhkan tidak hilang. Konsep komunikasi seni dalam randai inilah yang disampaikan sebagai gagasan pelestarian budaya Indonesia.

 Randai merupakan wadah komunikasi sastra tempat yang menjadi kesenian permainan tradision Pengertian Randai Serta Sejarahnya

Hampir di setiap penyelenggaraan aneka macam upacara-upacara sopan santun dalam kebudayaan Minangkabau, kebesaran dan kemegahan penyelenggaraan upacara-upacara tersebut, senantiasa ditandai dengan melakukan pergelaran Randai. Mulai dari upacara penobatan dan pewarisan gelar-gelar adat, akikah, sunatan, perkawinan, hingga peristiwa-peristiwa puncak dari aneka macam kegiatan kepemudaan dan kegiatan-kegiatan formal lainnya.

Sejarah Randai Minangkabau

Konon kabarnya ia sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan, Tanah Datar ketika mesyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut. Randai dalam masyarakat Minangkabau yakni suatu kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang dalam artian berkelompok atau beregu, di mana dalam Randai ini ada dongeng yang dibawakan, menyerupai dongeng Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan dongeng rakyat lainnya. Randai ini bertujuan untuk menghibur masyarakat yang biasanya diadakan pada ketika pesta rakyat atau pada hari raya Idul Fitri.

Pada awalnya Randai yakni media untuk memberikan kaba atau dongeng rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. Namun dalam perkembangannya, Randai mengadopsi gaya penokohan dan obrolan dalam sandiwara-sandiwara, menyerupai kelompok Dardanela.

Randai ini dimainkan oleh pemain film utama yang akan bertugas memberikan cerita, pemain film utama ini sanggup berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tergantung dari dongeng yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya pemain film utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk menyemarakkan berlansungnya program tersebut

Definisi Randai

Pengertian Randai yakni salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil memberikan dongeng dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu.

Randai dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut tukang goreh, yang mana selain ikut serta bergerak dalam bundar legaran ia juga mempunyai kiprah yang sangat penting lainya yaitu mengeluarkan teriakan khas contohnya hep tah tih untuk menentuak cepat atau lambatnya tempo gerakan dalam tiap gerakan. Tujuannya biar Randai yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton Randai tersebut. Biasanya dalam satu group Randai mempunyai tukang goreh lebih dari satu, yang tujuannya untuk mengantisipasi kalau tukang goreh utama kelelahan atau kemungkinan jelek lainnya, alasannya yakni untuk merampungkan satu dongeng Randai saja sanggup menghabiskan 1 hingga 5 jam bahkan lebih.

Cerita randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi Randai sendiri yakni sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Semua gerakan randai dituntun oleh arahan salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang

Keberadaan Randai di Minangkabau sebagai bentuk pengomunikasian sastra tempat kepada masyarakat sanggup dijadikan sebuah gagasan untuk melestarikan budaya Indonesia. Perkembangan zaman yang semakin mengarah kepada globalisasi yang kompleks, kekhawatiran kehilangan kebudayaan telah menuntut gagasan kreatif hadir sebagai upaya menjaga kebudayaan Indonesia. Oleh alasannya yakni itu, gagasan ini bertujuan memanfaatkan konsep Randai di Minangkabau sebagai bentuk komunikasi sastra tempat dengan memanfaatkan seni kerakyatan dan budaya daerah.

Sumber refernesi
https://id.wikipedia.org/wiki/Randai

Thursday, July 12, 2018

Pengertian Tari Serta Jenisnya

Pengertian Tari serta Jenisnya. Tari merupakan gerakan impulsif yang dipengaruhi oleh emosi yang besar lengan berkuasa dimana Unsur utama dalam tari yakni gerak tubuh manusia. Tari juga merupakan keindahan verbal jiwa insan yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Berikut yakni klarifikasi seputar pengertian tari.

 Tari merupakan gerakan impulsif yang dipengaruhi oleh emosi yang besar lengan berkuasa dimana Unsur utama d Pengertian Tari serta Jenisnya

Definisi Tari

Pengertian tari sanggup dijabarkan sebagai sebuah visualisasi, sebuah verbal dalam gerak yang berisi pesan-pesan terhadap kenyataan yang tetap tinggal dibenak penonton sesudah pertunjukkan selesai.

Menurut B.Ph. Soeryodiningrat, Tari yakni gerak-gerik dari seluruh anggota tubuh atau tubuh yang selaras dengan bunyi, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan di dalam tari.

Menurut Drs. Wisnoe Wardhana dalam bukunya Dance Composition mengungkapkan tari yakni verbal gerak dan media tubuh manusia.

Menurut Susanne K. Langer, tari yakni gerak-gerik yang dibuat secara ekspresif untuk sanggup dinikmati dengan rasa.

Menurut Corrie Hartong: “Tari merupakan desakan perasaan insan yang ada di dalam diri, yang mendorongnya untuk mencari sebuah ungkapan yang berbentuk gerak- gerak yang ritmis”. Makara suatu gerak dikatakan tari apabila gerakannya ritmis.

Menurut Dr. Soedarsono: “Tari merupakan verbal jiwa insan melalui gerak-gerak ritmis yang indah (estetis)”. yang dimaksud verbal jiwa yakni cetusan rasa dan emosional yang disertai kehendak diri. Sedangkan gerak ritmis yang indah yakni gerak tubuh yang sesuai irama pengiringnya, sehingga sanggup menjadikan daya pesona bagi yang melihatnya.

Menurut Atmadibrata dalam Budaya Jaya (1978) menjelaskan bahwa, tari bukan hanya gerak fisik yang indah berirama, yang tampil dipentas serta dilakukan oleh sekelompok pelaku, dan ditangkap oleh sekelompok yang disebut penonton. Tari tumbuh alasannya kebutuhan insan dalam rangka menemukan keserasian dengan lingkungan guna mempertahankan kesinambungan hidupnya.

Secara umum tari yakni gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di sebuah kawasan dan waktu tertentu untuk mengungkapkan perasaan, pikiran dan maksud tertentu.

Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi

  1. Tari rakyat yakni tari yang berpijak kepada unsur budaya (primitif),
  2. Tari klasik yakni tari yang semula berkembang dikalangan raja dan darah biru dan telah mencapai kristalisasi artistik yang tinggi dan telah pula menempuh jalan sejarah yang cukup panjang sehingga mempunyai pula mempunyai tradisional,
  3. Tari kreasi gres ialah tari yang penggarapannya mengarah kepada kebebasan pengungkapan yang tidak berpijak pada teladan tradisi.

Pengertian Mamanda Teater Tradisional Kalimantan Selatan

Pengertian Mamanda Teater Tradisional Kalimantan Selatan. Teater Mamanda mulai dikenal pada awal era kedua puluh dengan nama Badamuluk. yang dibawa rombongan Abdoel Moeloek dari Malaka tahun 1897. Dulunya di Kalimantan Selatan berjulukan Komedi Indra Bangsawan. Persinggungan kesenian lokal di Banjar dengan Komedi Indra Bangsawan melahirkan bentuk kesenian gres yang disebut sebagai Ba Abdoel Moeloek atau lebih tenar dengan Badamuluk. Kesenian ini sampai ketika ini lebih dikenal dengan sebutan mamanda. Bermula dari kedatangan rombongan darah biru Malaka (1897 M) yang dipimpin oleh Encik Ibrahim dan isterinya Cik Hawa di Tanah Banjar, kesenian ini dipopulerkan dan disambut hangat oleh masyarakat Banjar. Setelah beradaptasi, teater ini melahirkan sebuah teater gres berjulukan "Mamanda".

Pengertian Mamanda Teater Tradisional Kalimantan Selatan Pengertian Mamanda Teater Tradisional Kalimantan Selatan

Definisi Teater Mamanda

Teater Mamanda yakni merupakan seni teater atau kesenian tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, Mamanda lebih menyerupai dengan Lenong dari segi relasi yang terjalin antara pemain dengan penonton. Interaksi ini menciptakan penonton menjadi aktif memberikan komentar-komentar lucu yang disinyalir sanggup menciptakan suasana jadi lebih hidup.

Disinyalir istilah Mamanda dipakai sebab di dalam lakonnya, para pemain menyerupai Wazir, Menteri, dan Mangkubumi dipanggil dengan sebutan pamanda atau mamanda oleh Sang Raja. Mamanda secara etimologis terdiri dari kata "mama" (mamarina) yang berarti paman dalam bahasa Banjar dan “nda” yang berarti terhormat. Makara mamanda berarti paman yang terhormat. Yaitu “sapaan” kepada paman yang dihormati dalam sistem kekerabatan atau kekeluargaan. 

Ada dua ajaran yang dikenal pada mamanda, yaitu mamanda Batang Banyu yang hidup di pesisir sungai tempat Hulu Sungai yaitu di Margasari yang dikenal dengan Mamanda Periuk dan Mamanda Tubau Aliran ini hidup di tempat Tubau, Rantau. Sering dipentaskan di tempat daratan. Aliran ini disebut juga Mamanda Batubau. Ciri-ciri mamanda sanggup dilihat baik dari segi bahasa, simbol, humor, estetika, dan tipe cerita. Tahapan-tahapan mamanda mencakup lagu (lagu Banjar), ladon atau konon, perkenalan panganan dan pangiwa, sidang kerajaan, dan babujukan. Sejauh yang sanggup dicatat, mamanda di Kalimantan Selatan sudah eksis semenjak tahun lima puluhan sampai sekarang. Hal tersebut sanggup diketahui baik dari munculnya beberapa nama seniman (pelakon) mamanda maupun munculnya beberapa teater, sanggar, atau group mamanda di Kalimantan Selatan. Dalam rangka berbagi mamanda di Kalimantan Selatan, semoga mamanda semakin eksis, diperlukan adanya tugas dari beberapa pihak, baik yang berkaitan dengan pemerintah, forum pendidikan, seniman, maupun masyarakat.

Kesenian Mamanda dalam pertunjukannya diiringi oleh musik penggiring yang berfungsi sebagai pengatur ritme akting pemain dan pergantian adegan. Alat musik yang dipakai yakni gong, biola, suling atau serunai Sebagai teater rakyat, mamanda mempunya ciri yang menempel menyerupai bersahabat dengan penonton yang diselingi humor interaktif, senantiasa ada penari terutama pada awal permainannya dengan berlakon untuk mengantarkan atau memberitahukan kepada penonton sinopsis kisah yang akan dibawakan. Cerita mamanda sendiri diambil dari hikayat, legenda, fantasi (kreasi baru) perihal kehidupan di masyarakat masa kini dengan memakai obrolan bahasa tempat Banjar dan Bahasa Indonesia.

referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Mamanda
.

Pengertian Lenong Serta Jenisnya

Pengertian Lenong serta Jenisnya. Firman Muntaco, seniman Betawi, menyampaikan bahwa lenong berkembang dari proses teaterisasi musik gambang kromong dan sebagai tontonan sudah dikenal semenjak tahun 1920-an. Lakon-lakon lenong berkembang dari lawakan-lawakan tanpa plot dongeng yang dirangkai-rangkai sampai menjadi pertunjukan semalam suntuk dengan lakon panjang dan utuh. Pada mulanya kesenian ini dipertunjukkan dengan mengamen dari kampung ke kampung. Pertunjukan diadakan di udara terbuka tanpa panggung. Ketika pertunjukan berlangsung, salah seorang bintang film atau aktris mengitari penonton sambil meminta proteksi secara sukarela. 

Definisi Lenong

Pengertian Lenong yaitu kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat Betawi yang dibawakan dalam dialek Betawi yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik menyerupai gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa menyerupai tehyan, kongahyang, dan sukong. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang dipakai dalam lenong yaitu bahasa Melayu (atau sekarang bahasa Indonesia) dialek Betawi.

Jenis Lenong

lenong denes (dari kata denes dalam dialek Betawi yang berarti "dinas" atau "resmi"), bintang film dan aktrisnya umumnya mengenakan busana formal dan kisahnya ihwal kerajaan atau lingkungan kaum bangsawan. umumnya memakai bahasa yang halus. Kisah yang biasa dipertunjukan yaitu kisah rakyat yang ditindas oleh tuan tanah dengan pemungutan pajak dan munculnya tokoh pahlawan taat beribadah yang membela rakyat dan melawan si tuan tanah jahat.

lenong preman busana yang dikenakan tidak ditentukan oleh sutradara dan umumnya berkisah ihwal kehidupan sehari-hari. lenong preman memakai bahasa percakapan sehari-hari. Kisah yang dipertunjukan yaitu kisah-kisah 1001 malam.

Beberapa sebutan terhadap teater yang tergolong Lenong itu, yaitu yaitu sebagai berikut :
  1. Lenong Dines
  2. Wayang Senggol
  3. Wayang Sumedar
  4. Lenong Preman
  5. Wayang Si Ronda
  6. Jinong
  7. Dermuluk
  8. Samrah

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Lenong

Pengertian Longser Teater Tradisional

Pengertian Longser Teater Tradisional. Longser merupakan Teater tradisional dari Jawa Barat pertunjukan Longser sanggup diselenggarakan di mana saja, lantaran tidak memerlukan dekorasi yang rumit. Penonton sanggup menyaksikan Longser dengan hanya duduk melingkar. Jika dilihat dari sejarahnya Puncak popularitas teater Longser berada pada tahun 1920 –1960.

Definisi Longser

Longser berasal dari kata "melong" yang artinya melihat dan "seredet" yang artinya tergugah. Maka Secara umum Longser berarti bahwa barang siapa yang melihat atau menonton pertunjukan tersebut, maka hatinya akan tergugah. Sama halnya dengan teater-teater tradisional yang lain, Longser juga bersifat hiburan yang sederhana, jenaka dan menghibur.

Sebagai teater rakyat, Longser dipertunjukan di tengah-tengah penonton. Bahkan, pada awal perkembangannya, Longser hampir tidak pernah dipentaskan di sebuah panggung yang ditata sedemikan rupa. Di mana terdapat penonton, di sana Longser digelar, apakah daerah ini alun-alun, terminal, stasiun, atau bahkan di pinggir jalan.

Longser terdiri dari pemain musik yang memainkan alunan musik dari alat musik tradisional, kemudian terdapat para ronggeng, sinden, dan para pemain dongeng yang diambil dari kehidupan sehari-hari, dan tidak hanya dongeng biasa yang disampaikan ke masyarakat melainkan ada pesan susila di dalamnya (Indonesia Indah “ Teater Tradisional Indonesia, “ , 1996).

Disisi lain Pelestarian kesenian teater Longser membantu melestarikan dan menjaga kesenian lainnya, menyerupai alat-alat musik tradisional yang biasa dipakai untuk pertunjukan Longser antara lain: kendang, boning, rebab, rincik, gambang, saron 1, saron 2, kecrek, jengklong, goong, dan ketuk. Tidak hanya alat musik tradisional tetapi seni tari tradisional menyerupai jaipong, pencak silat, cikeruhan, dan tari uyeg. Dengan menjaga kesenian Longser, alat musik tradisional dan seni tari yang ada di dalamnya akan tetap terjaga dan tidak akan punah

Longser sekarang perlahan mulai hilang akhir dari gaya hidup dan masuknya kebudayaan luar yang lebih berkembang di Indonesia. Selain itu lakon-lakon populer Longser sudah tidak ada lagi, lantaran lakon Longser zaman dahulu sangat berpengaruh dengan huruf masing-masing (Dr. Arthur S.Nalan). 
.

Pengertian Ubrug Teater Tradisional

Pengertian Ubrug Teater Tradisional. Provinsi Banten yang dibuat tiga belas tahun silam mempunyai bermacam-macam tradisi verbal yang masih hidup dan berkembang di masyarakat. Salah satunya yakni teater tradisional ubrug. Ubrug termasuk salah satu tradisi lisan, alasannya yakni mempunyai ciri-ciri berikut; tradisi tersebut telah berlangsung lama, dinamis dan masih berlangsung, ada penonton, pemahaman penutur dan penonton sama, homogen, ruang dan waktu yang sama, serta spontanitas (Pudentia, 2008:2).

Definisi Ubrug

Sedangkan istilah ubrug berasal dari bahasa Sunda ‘sagebrugan’ yang berarti campur aduk dalam satu lokasi. Ini memang menggambarkan unsur-unsur kesenian ubrug, menyerupai pemain, nayaga, dan penonton yang tumplek dalam satu lokasi. Pertunjukan ubrug memang cukup sederhana dan bisa dilakukan di mana saja. Bahkan tak jarang seniman ubrug bisa pentas tanpa dekorasi dan panggung sekalipun. Mereka bisa pentas di tanah lapang dengan arena pertunjukan berbentuk tapal kuda, penonton mengelilingi tempat permainan. Sehingga penonton bisa menyaksikannya dari membuatkan sudut. Kedekatan antara pemain dengan penonton ini memungkinkan pertunjukkan menjadi semakin menarik.

Kesenian Ubrug merupakan teater tradisional Banten yang memadukan unsur teater, musik, tari, dan seni bela diri. Elemen-elemen ini digelar dalam balutan komedi. Ubrug diiringi oleh seperangkat alat musik menyerupai gendang, saron, kempul, gong angkeb, piul dan kecrek. 

Menurut Ali Faisal, ubrug yakni teater rakyat yang mempunyai fungsi sebagai media penyampai warta atau pesan kepada masyarakat atas citra kenyataan kehidupan masyarakat. Ubrug juga bisa menampilkan karakteristik masyarakat yang heterogen dalam media lakon. Konten dalam ubrug dibutuhkan bisa menawarkan warta yang berkaitan dengan citra masyarakat pada umumnya. Demikian pula dengan tujuan ubrug di masyarakat sebagai media penyampai pesan sosial yang juga bisa menawarkan penghiburan bagi masyarakat.

Ubrug merupakan kesenian teater rakyat yang memadukan segala jenis kesenian menyerupai lakon, musik, tari, dan pencak silat dengan cara komedi.

Menurut Ensiklopedi Sunda (2000: 672) yang dimaksud dengan ubrug yakni semacam teater tradisional di tempat Banten, dipentaskan di lapangan atau di halaman bangunan umum menyerupai stasiun, diiringi gamelan.

Ubrug berdasarkan Marim, wakil ketua komunitas Ubrug Cantel Group berasal dari kata gabrugan, abrag, grubug, dan ubreg (istilah Jawa Serang). Gabrugan berarti memanfaatkan pelaku seni kiprah sesuai dengan keahlian dan kemampuannya dalam memainkan suatu peran. Abrag dalam arti teks yakni tidak ada rasa atau tidak ada isi. Grubug berarti bohong, sedangkan ubreg berarti ribut, berisik, bercanda, atau ngebanyol.

Pengertian ubrug yakni pertunjukan komedi masyarakat yang mempunyai kemampuan akting secara alamiah untuk keperluan ritual dan hiburan tanpa teks naskah atau pakem. Para panjak atau nayaga dan sinden yang bertugas mengiringi proses penampilan ubrug berada di sisi kiri depan panggung. Penempatan itu bertujuan mempermudah komunikasi antara penari dengan dalang. Para panjak duduk dengan memegang alat-alat musik tradisional yang dikuasainya.

Pemain ubrug terdiri atas pemain (pembawa lakon), panjak (nayaga), penari, dan sinden. Pemain ubrug didominasi oleh kalangan renta dan orang dewasa. Sangat sulit untuk mendapat pemain ubrug dari kalangan remaja. Sedangkan Jumlah pemain dalam setiap pementasan ubrug tidak selalu sama, bergantung kebutuhan cerita. Untuk tema keluarga, biasanya ada yang berperan sebagai ayah, ibu, anak, pembantu, tokoh masyarakat, dan sebagainya.

Kostum yang dikenakan oleh pemain tergantung dari kiprah yang dibawakan. Jika seorang pemain berperan sebagai seorang ayah maka pakaian yang dikenakan yakni pakaian layaknya seorang ayah. Khusus untuk pakaian dan tata rias wajah yang dikenakan oleh bodor merupakan pakaian dan tata rias wajah yang mengandung kelucuan. Tujuan penggunaan dan tata rias wajah menyerupai ini biar penonton tertawa dan bahagia untuk menonton ubrug.

Referensi
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/2015/04/17/ubrug/
https://www.bantennews.co.id/mengenal-ubrug-kesenian-khas-banten/

Wednesday, July 11, 2018

Pengertian Ludruk Teater Tradisional

Pengertian Ludruk Teater Tradisional. Secara etimologis, kata ludruk berasal dari kata molo-molo dan gedrak- gedruk. Molo-molo berarti mulutnya penuh dengan tembakau sugi yang hendak dimuntahkan dan keluarlah kata-kata yang membawakan kidung, dan dialog. Sedangkan gedrak-gedruk berarti kakinya menghentak-hentak pada ketika menari di pentas.

Pendapat lain menyampaikan bahwa ludruk berasal dari kata-kata gela-gelo dan gedrak-gedruk. Gela-gelo berarti menggeleng-nggelengkan kepala pada ketika menari, dan gedrak-gedruk berarti menghentakkan kaki di pentas pada ketika menari.

Apabila disesuaikan, kedua pendapat tersebut mempunyai pengertian yang sama, yaitu verbalisasi kata-kata dan visualisasi gerak. Dengan kata lain, terdapat unsur nyanyian (kidung) dan unsur tari atau unsur bahasa dan gerak. Unsur bahasa atau verbal dalam ludruk terdiri atas dua macam bentuk verbal, yaitu nyanyian (kidungan) dan obrolan (narasi). Sedangkan unsur gerak sanggup berupa tarian pada ketika mengidung dan akting pada ketika memainkan tugas di pentas.

Definisi Ludruk yaitu merupakan suatu kesenian drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil dongeng ihwal kehidupan rakyat sehari-hari, dongeng usaha dan lain sebagainya yang diselingi dengan tarian, lawakan, kidungan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.

Menurut Cak Lupus kata ludruk berasal dari bahasa belanda yaitu “Loedruck” yang berarti sebuah tontonan.

Menurut versi lain kata ludruk merupakan serapan dari bahasa belanda yaitu “leuk en druk” yang mempunyai arti bersenang-senang sambil menonton pertunjukan.

Secara historis perkembangan ludruk bermula dari kesenian bandhan. Kesenian bandhan ini mempertunjukkan sejenis festival kekuatan dan kekebalan yang bersifat magis dengan menitikberatkan pada kekuatan batin. Kemudian bermetamorfosis kesenian lerok yang dipelopori oleh Pak Santik dari Jombang. Kata lerok yang diambil dari kata lira, yaitu alat musik yang berbentuk menyerupai kecapi (cimplung siter) yang dipetik sambil bersenandung mengungkapkan isi hati. Pada ketika itu, Pak Santik menghias dirinya dengan cara mencoret-coret mukanya, menggunakan ikat kepala, bertelanjang dada, mengenakan celana berwama hitam, dan mengenakan selendang sebagai sampur. Dalam pementasan kesenian lerok itu Pak Santik memanfaatkan suara-suara dari mulutnya sebagai iringan musik. Lambat laun pementasan lerok memanfaatkan gendhang yang dipakai sebagai cimplung (semacam ketipung) dan jidhor (tambur besar).

Kemudian, terjadi penambahan pemain, menjadi tiga orang dan timbullah nama baru, yaitu kesenian besutan. Nama ini diambil dari nama tokoh pemain film utama, yaitu Pak Besut. Pemain lainnya berjulukan Asmonah (isteri Besut) dan Paman Jamino. Besut juga berasal dari bahasa jawa yaitu mbesut yang berarti membersihkan yang kotor atau menghaluskan atau mengulas. Adapun yang dibersihkan, dihaluskan, dan diulas yaitu isi pertunjukan. Mulai dari bentuk yang sangat sederhana, ditingkatkan supaya lebih baik, sehingga maknanya yang tersirat sanggup diulas oleh penonton. Besut juga merupakan abreviasi dari mbeto maksud (membawa maksud). Maksud yang dibawa yaitu isi pertunjukan, yaitu yang terkandung dalam kidungan, busana, dialog, maupun cerita.

Bentuk kesenian besutan berubah lagi menjadi kesenian ludruk yang berbentuk sandiwara dengan tokoh yang semakin bertambah jumlahnya. Bentuk ini tetap mempertahankan ciri khas ludruk menyerupai tarian ngremo, kidungan, dagelan, dan dongeng (lakon). Kesenian ludruk mengalami dua masa yaitu masa tobongan dimana pemain ludruk berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain untuk “ngamen” dengan waktu yang tidak niscaya tergantung antusias penduduk setempat, jumlah pemain kurang lebih 40 orang. Selanjutnya masa teropan (ditanggap) dimana para pemain ludruk dipanggil untuk menghibur pada waktu ada hajatan, jumlah pemain kurang lebih 70 orang (termasuk penari dan penabuh gamelan).

Fungsi Ludruk

Ludruk merupakan pertunjukan kesenian yang fungsi utamanya yaitu sebagai media hiburan masyarakat. Selain itu ludruk juga berfungsi sebagai pengungkapan suasana kehidupan masyarakat. Di samping itu, kesenian ini juga sering dimanfaatkan sebagai penyaluran kritik sosial terhadap situasi pemerintahan dan juga dilema masyarakat yang terjadi.

Kesenian ludruk diduga merupakan budaya rakyat yang lahir untuk “memberontak” model kesenian keraton dan istana semacam wayang dan ketoprak yang ceritanya terlalu elit dan tak menyentuh rakyat. Cerita-cerita ludruk umumnya mengangkat masalah kehidupan orang kecil sehari-hari dengan penggunaan bahasa yang lebih merakyat atau sederajat dan terkesan “kasar” tanpa unggah-ungguh (bahasa ngetannan) kalau dibandingkan dengan bahasa yang dipakai dalam pewayangan ataupun ketoprak. Pada jaman revolusi, ludruk bukan hanya berfungsi sebagai sarana hiburan saja melainkan juga sarana komunikasi antara pejuang bawah tanah dengan rakyat yang menyaksikannya.

Pada zaman Jepang kesenian ludruk berfungsi sebagai media kritik terhadap pemerintah. Ini tampak terutama dalam ludruk Cak Durasim yang populer dengan parikan “Pagupon omahe dara, melok Nippon tambah sengsara”. Dengan parikan serupa itu Cak Durasim ternyata berhasil membangkitkan rasa tidak bahagia rakyat terhadap Jepang. Cak Durasim jadinya ditangkap dan meninggal dalam tahanan Jepang.

Ciri Khas Ludruk

  1. Pertunjukan ludruk tidak menggunakan naskah. Kekuatan ludruk berada pada improvisasi setiap lakon atau pemain.
  2. Terdapat pemain film perempuan yang diperankan oleh laki-laki.
  3. Terdapat lantunan kidungan jula-juli, baik pada tari remo, tari bedayan, dagelan, dan cerita.
  4. Iringan musik berupa gamelan berlaras slendro atau pelog.
  5. Pertunjukan dibuka dengan Tari Ngremo.
  6. Terdapat adegan Bedayan.
  7. Terdapat sajian/adegan lawak/dagelan.
  8. Terdapat selingan parodi.
  9. Cerita luduk diambil dari dongeng keseharian rakyat, dongeng sejarah, dan merupakan ekspresi kehidupan sehari-hari.
  10. Busana menyesuaikan dongeng yang akan dipentaskan.
  11. Bahasa diadaptasi dengan lakon yang dipentaskan, sanggup berupa bahasa Jawa (ngetanan), madura, dan indonesia.

Struktur pementasan kesenian ludruk

  1. Pembukaan, diisi dengan atraksi Tari Remo laki-laki maupun wanita. Penari Remo biasanya melantunkan kidungan Jula-juli.
  2. Selanjutnya Tarian Bedayan, berupa tampilan beberapa parodi dengan berjoget ringan sambil melantunkan kidungan jula-juli.
  3. Kemudian atraksi lawakan berupa tampilan seorang komedian yang melantunkan satu kidungan jula-juli disusul oleh beberapa komedian lain. Mereka kemudian berdialog dengan materi humor yang lucu.
  4. Penyajian lakon atau cerita. Bagian ini merupakan inti dari pementasan. Biasanya dibagi beberapa babak dan setiap babak dibagi lagi menjadi beberapa adegan. Di sela-sela potongan ini biasanya diisi selingan dengan melantunkan satu kidungan jula-juli.

Referensi
Kementerian pendidikan dan kebudayaan 2016

Pengertian Gambuh Teater Tradisional Bali

Pengertian Gambuh Teater Tradisional Bali. Bali mempunyai banyak sekali macam kesenian teater tradisional, Sebagai sebuah karya seni klasik Bali, teater tradisional termasuk karya seni yang cukup bermutu dan hidup terus, memenuhi hampir seluruh kurun sejarah kehidupan seni budaya di Bali. Berikut ialah klarifikasi seputar pengertian Teater Tradisional Gambuh.

Sejarah Perkembangan Gambuh

Diperkirakan Gambuh ini muncul sekitar kala ke-15 yang lakonnya bersumber pada dongeng Panji. Gambuh berbentuk total teater alasannya ialah di dalamnya terdapat jalinan unsur seni suara, seni drama dan tari, seni rupa, seni sastra, dan lainnya. Diiringi dengan gamelan Penggambuhan yang berlaras pelog Saih Pitu. Tokoh-tokoh yang biasa ditampilkan ialah Condong, Kakan-kakan, Putri, Arya / Kadean-kadean, Panji (Patih Manis), Prabangsa (Patih Keras), Demang, Temenggung, Turas, Panasar dan Prabu. Dalam memainkan tokoh-tokoh tersebut semua penari berdialog, umumnya bahasa Kawi, kecuali tokoh Turas, Panasar dan Condong yang berbahasa Bali, baik halus, madya dan kasar. Pementasannya dalam upacara-upacara Dewa Yadnya ibarat odalan, upacara Manusa Yadnya ibarat perkawinan keluarga bangsawan, upacara Pitra Yadnya (ngaben) dan lain sebagainya

Definisi Gambuh

Gambuh ialah merupakan tarian dramatari Bali yang dianggap paling tinggi mutunya dan juga merupakan dramatari klasik Bali yang paling kaya akan gerak-gerak tari, sehingga dianggap sebagai sumber segala jenis tari klasik Bali.

Keunikan pada gamelan Gambuh terletak pada suling panjang yang memerlukan circular blown breathing terus menerus. Iringan Gambuh sanggup diganti dengan gamelan Semar Pagulingan alasannya ialah mempunyai persamaan laras. Di Bali ceritra Panji mempunyai imbas yang sangat luas dan menunjukkan perkembangan yang sangat kompleks alasannya ialah ceritra itu berkembang dalam banyak sekali jalur dan kreativitas seni. Kendatipun Gambuh sekarang jarang dipentaskan hanya sebatas upacara tertentu yang memerlukannya, namun bentuknya sudah diwarisi oleh seni pertunjukan lainnya yang lebih populer.

Unsur Teater Tradisional Gambuh

Gambuh yang terbentuk di Bali tidak hanya memperkenalkan dongeng sebagai lakon yang memunculkan adanya struktur dramatik yang lengkap, akan tetapi memperkenalkan pula koreografi yang rumit dan penampilan yang artistik, untuk hiburan raja dan para darah biru kerajaan. Bentuk pertunjukan Gambuh mempunyai standar kualitas tertentu yang mencirikan Gambuh, yaitu mempunyai struktur pertunjukan dan koreografi serta iringan musik yang pasti, perbendaharaan gerak yang lengkap dengan aturan-aturan yang ketat, yang tidak dimiliki oleh Bali sebelumnya. Begitu pula kostum yang dipakai sangat megah, berbeda dengan kostum yang dipakai oleh tarian-tarian sebelumnya yang sangat sederhana. Itulah yang menyebabkan Gambuh dikatakan sebagai sumber drama tari yang muncul lalu di Bali

Fungsi Teater Tradisional Gambuh

  1. Sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura. Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali ialah merupakan bentuk total teater yang mempunyai unsur seni, drama, music, obrolan dan tembang.
  2. Sebagai sarana dan pelaksanaan upacara-upacara besar terutama tingkatan upacara "mapeselang". Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke paselang
  3. Sebagai sebuah hikayat yang menceritakan kehidupan, peperangan, roman dari raja-raja Jenggala, Kediri, Gegelang, dan sebagainya.

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Gambuh
http://www.academia.edu/8723815/Teater_Tradisional_Bali

Pengertian Arja Teater Tradisional Bali

Pengertian Arja Teater Tradisional Bali. Arja diduga berkembang semenjak sekitar tahun 1814, yaitu pada pemerintahan I Dewa Gde Sakti di Puri Klungkung, ketika diadakannya upacara Pelebon yang dilakukan oleh I Gusti Ayu Karangasem. Upacara Pelebon besar-besaran ini dihadiri oleh aneka macam kalangan, termasuk raja-raja seluruh Bali. Pada ketika itu atas prakarsa I Dewa Agung Mangis asal Gianyar dan Dewa Agung Jambe digelarkan untuk pertama kalinya Arja. Ketika itu Arja dikenal dengan nama Dadap dan lakon yang dipertunjukkan yaitu Limbur. Dadap yaitu nama sejenis pohon dan juga berarti perisai. Pohon Dadap yaitu kayu sakti, sebagai lambang pencucian atau alat penyucian yang harus ada dalam setiap upacara di Bali.

Waktu itu Arja digelar dengan tata cara wayang lemah untuk upacara pelebon, dengan menggunakan dahan dadap sebagai tiang kelir. Sejalan dengan wayang lemah maka tokoh-tokoh Arja pun dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan yang baik dan yang buruk. Tembang Arja yaitu tembang Lelawasan, sejenis kidung atau tembang Gambuh. Arja tidak menggunakan gamelan dan semua tokoh diperankan oleh pria, sehingga di Singaraja dan Gianyar disebut Arya Doyong. Menurut mereka yang mengetahui, semenjak itu Arja menyebar ke seluruh Bali. Menjelang berakhirnya periode XX munculah Arja dimana keseluruhan pemainnya yaitu laki - laki yang sering di sebut dengan Arja Muani ( arja laki - laki ) yang di sambut dengan antusias oleh masyarakat.

Definisi Arja

Arja yaitu merupakan seni teater yang bersifat kearakyatan dan sangat kompleks alasannya merupakan perpaduan dari aneka macam jenis kesenian yang hidup di Bali, menyerupai seni tari, seni drama, seni vokal, seni instrumentalia, puisi, seni peran, seni pantomim, seni busana, seni rupa dan sebagainya. Semua jenis seni yang bersatu dalam Arja sanggup saling menyatu dan padu, sehingga satu sama lain tidak saling merugikan.

Perpaduan ini amat menyatu dan padu, menyerupai halnya seni bunyi yang bertangga nada slendro/pelog menjadi tembang yang sangat merdu dan menarik, sedangkan sebagai pendukung dan penagasan ceritera dilakukan melalui monolog dan dialog. Sesungguhnya Arja yaitu perpaduan antara dua pendukung teater, yaitu gagasan yang tiba dari para pendukung (pemain) dan penonton.

Seperti bentuk teater tradisi Bali lainnya, arja merupakan bentuk teater yang penekanannya pada tari dan nyanyi. Semacam gending yang terdapat di kawasan Jawa Barat (Sunda), dengan porsi yang lebih banyak diberikan pada bentuk nyanyian (tembang). Apabila ditelusuri, arja bersumber dari gambuh yang disederhanakan unsur-unsur tarinya, alasannya ditekankan pada tembangnya. Tembang (nyanyian) yang digunakan menggunakan bahasa Jawa Tengahan dan bahasa Bali halus yang disusun dalam tembang macapa.

Nama Arja ini di duga berasal dari bahasa Sansekerta Reja yang mempunyai arti keindahan, Arja yaitu jenis opera khas Bali yang merupakan sebuah drama tari yang dialognya ditembangkan secara macapat.

Fase Perkembangan Teater Arja

  1. Arja Doyong (Arja tanpa iringan gamelan, dimainkan oleh satu orang).
  2. Arja Gaguntangan (memakai gamelan Gaguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang)
  3. Arja Gede (dibawakan oleh antara 10 hingga 15 pelaku dengan struktur pertunjukan yang sudah baku menyerupai yang ada sekarang. 

Gamelan yang biasa digunakan mengiringi Arja disebut Gaguntangan yang bersuara lirih dan merdu sehingga sanggup menambah keindahan tembang yang dilantunkan oleh para penari). Biasanya arja selalu diiringi dengan menggunakan gamelan geguntangan yang bersuara lirih dan merdu sehingga sanggup menambah keindahan tembang yang dilantunkan oleh para penari.

Unsur-Unsur Teater Arja

Sumber lakon Arja yang utama yaitu kisah Panji (Malat), kemudian lahirlah sejumlah kisah menyerupai Bandasura, Pakang Raras, Linggar Petak, I Godogan, Cipta Kelangen, Made Umbara, Cilinaya dan Dempu Awang yang dikenal secara luas oleh masyarakat.

Arja juga menampilkan lakon-lakon dari kisah rakyat menyerupai Jayaprana, Sampik Ingtai, Basur dan Cupak Grantang serta beberapa lakon yang diangkat dari kisah Mahabharata dan Ramayana. Lakon apapun yang dibawakan Arja selalu menampilkan tokoh-tokoh utama yang mencakup Inya, Galuh, Desak (Desak Rai), Limbur, Liku, Panasar, Mantri Manis, Mantri Buduh dan dua pasang punakawan atau Panasar abang beradik yang masing - masing terdiri dari Punta dan Kartala. Hampir semua kawasan di Bali masih mempunyai grup-grup Arja yang masih aktif.

Menjelang berakhirnya periode XX lahir Arja Muani, pemainnya semua pria, sebagian memerankan wanita. Arja ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat karena, menghadirkan komedi segar.

Fungsi Teater Arja

Menurut fungsinya Arja digolongkan ke dalam kelompok Tari Balih-balihan. Sebagai suatu bentuk teater Arja dipengaruhi oleh Gabuh dan mempunyai uger-uger atau contoh yang mencerminkan zaman Puri. Arja menyajikan ceritera kerajaan dan perwatakannya sangat dipengaruhi oleh adanya kasta. Arja berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat yang berperan serta dalam aneka macam upacara keagamaan, kemudian juga berkembang untuk kepentingan amal, hiburan di pasar malam dan kepentingan lainnya. 

Sebagai suatu pertunjukan Arja mempunyai makna juga untuk pendidikan. Biasanya masyarakat sehabis menonton Arja berhari-hari akan menirukan nyanyian dan dagelan yang ditampilkan oleh kelompok yang gres saja mereka lihat. Gerakan-gerakan lucu atau ungkapan ihwal kejadian-kejadian yang menggelitik akan mereka ulangi dalam pergaulan sehari-hari. Dengan demikian Arja merupakan suatu medua komunikasi yang sangat ampuh untuk memberikan pesan-pesan pembangunan. 

Cerita-Cerita Arja sangat beragam, dari Cerita Panji, Cerita Rakyat, Cerita Mahabarata, Ramayana dan sebagainya berkembang hingga Cerita-Cerita keseharian, semuanya sanggup dijala dan dijalin menjadi suatu pertunjukan yang sekaligus seni, yang sanggup menciptakan orang sejenak melupakan segala permasalahan keluarga, pekerjaan dan lainnya yang dialami pada siang hari sebelumnya.

Sumber
http://www.academia.edu/8723815/Teater_Tradisional_Bali

Pengertian Calonarang Teater Tradisional Bali

Pengertian Teater Tradisional Calonarang. Teater Calonarang diduga muncul pada tahun 1825 pada zaman kerajaan Klungkung. Teater ini mempunyai perpaduan dari 3 unsur penting yakni, Bebarongan, Rangda, Celuluk, Condong, Putri, Patih Manis, Patih Keras, Palegongan yang di wakili oleh sisiya-sisiya (murid-murid). 

Bentuk-bentuk seni pertunjukan yang ada saat itu biasa dilakukan akrab kuburan (Pura Dalem) dan arena pementasannya selalu dilengkapi dengan sebuah balai tinggi (trajangan atau tingga) dan pohon pepaya. Kemudian beberapa penari perlu menerima pemberian khusus dari leyak dan penari Pandung juga perlu mejalani upacara penyucian sebelum pertunjukan. Pada puncak pertempuran, Pandung berusaha membunuh Rangda, tetapi gagal alasannya yaitu kekuatan magis topeng Rangda dan penari yang memakainya.

Pada tahun 1931, Antonin Artaud, seorang dramawan terkemuka Prancis sempat sangat terpesona dengan drama tari Calonarang. Karena saat itu, Artaud dan para pekerja seni pertunjukkan di Eropa sempat digemparkan pementasan Calonarang oleh para seniman Bali yang dipimpin oleh Cokorda Gede Raka Sukawati di arena Paris Colonial Exhibition. Sampai-sampai karya Artaud menyerupai No More Master Sieces dan The Theatre and Palgue dikenal kental bernuansa drama tari Calonarang. Meskipun zaman telah berubah, akan tetapi pertunjukkan drama tari Calonarang masih tetap menjadi pertunjukkan hiburan yang sangat disukai wisatawan.

Definisi Teater Tradisional Calonarang

Calonarang yaitu merupakan sebuah dramatari yang identik dengan drama ilmu sihir, ilmu hitam, maupun ilmu putih yang dikenal dengan Pangiwa / Pangleyakan dan Panengen yang dibuat dari perpaduan unsur Pagambuhan, Pearjaan dan Bebarongan. Pada umumnya lakon yang ditampilkan berakar dari dongeng Calonarang, sebuah dongeng semi sejarah dari zaman pemerintahan raja Airlangga di Kahuripan (Jawa Timur) pada era ke IX.

Fungsi Teater Tradisional Calonarang

  1. Sebagai pemikiran upacara penyucian (ruwetan) atau program pengusir mala petaka.
  2. Sebagai hiburan, bagi masyarakat dikarenakan di dalamnya terdapat berbagaimacam pesan sosial akan kehidupan.

Unsur-unsur teater tradisional Calonarang

  1. Babarongan yang diwakili Barong Ket, Rangda dan Celuluk;
  2. Unsur Pagambuhan diwakili oleh Condong, Putri, Patih Manis (Panji) dan Patih Keras (Pandu); dan
  3. Unsur Palegongan yang diwakili oleh Sisiya-sisiya (Murid). Pertunjukan ini biasanya ditampilkkan oleh seorang Balian (Dukun) yang mempunyai kesaktian tinggi. 

Inti dari pertunjukkan ini yaitu memanggil leak disekitar kawasan pertunjukan untuk diadu kekuatannya. Jika Balian kalah, maka Balian tersebut akan mati, namun jikalau Balian tersebut menang maka kemampuannya akan diakui oleh orang lain. Pertunjukan ini dimulai pada tengah malam dan penonton yang menyaksikan dihentikan meninggalkan kawasan pertunjukan hingga pertunjukan selesai, alasannya yaitu jikalau nekat meninggalkan kawasan pertunjukan maka orang tersebut akan diganggu oleh leak.

Sumber
http://www.academia.edu/8723815/Teater_Tradisional_Bali

Tuesday, July 10, 2018

Pengertian Teater Tradisional Topeng Dari Bali

Pengertian Teater Tradisional Topeng dari Bali. Kemampuannya mengikuti keadaan dengan aneka macam perubahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat pendukungnya telah menciptakan drama tari topeng ini sampai sekarang menerima kawasan yang cukup istimewa di hati masyarakat, khususnya Hindu yang ada di Bali maupun orang Bali yang ada di luar Bali. Sebelumnya perlu kiranya diketahui, seni pertunjukan mempergunakan topeng di Bali sudah berkembang semenjak zaman pemerintahan raja Jaya Pangus sekitar kurun X. Dalam kumpulan prasasti Jaya Pangus ini sudah ditemui beberapa istilah-istilah seperti: atapukan yang artinya pertunjukan yang mempergunakan alat-alat epilog muka (topeng).

Definisi Teater Tradisional Topeng

Teater Tradisional Topeng ialah merupakan tarian yang melakonkan Babad Bali ini, sanggup dilihat pada topeng keras diinspirasi style Prabangsa Pegambuhan dan topeng Arsa Wijaya mengambil style Panji. Selain itu, di Bali ditemukan beberapa buah prasasti yang memuat wacana kesenian topeng, salah satunya ialah prasasti Bebetin (tahun 896 Masehi), yang menyebutkan pertunjukan topeng sebagai atapukan. Di samping itu keberadaan topeng juga disebutkan dalam prasasti Blantih sekiktar tahun 1059 masehi.

Selain itu, ada juga prasasti wacana petopengan yaitu prasasti Ularan Plasraya. Dalam prasasti itu diceritakan wacana Pemerintahan Dalem Waturenggong di Gelgel antara tahun 1460-1550. pada masa itu Dalem Waturenggong berniat menaklukan Kerajaan Blambangan. Dikirimlah pasukan tentara di bawah pimpinan Ki Patih Ularan dan ditemani I Gusti Jelantik Pesimpangan. Dalam pertempuran tersebut Sri Dalem Juru, Raja Blambangan, kepalanya sanggup dipenggal dan Blambangan sanggup ditaklukan. Sebagai bukti telah menaklukan Blambangan dirampaslah beberapa barang, di antaranya dua buah gong, satu keropang Wayang Gambuh dan satu peti topeng.

Pada masa pemerintahan Wirya Sirikan, sekitar tahun 1879 oleh I Gusti Jelantik, topeng yang jumlahnya 21 buah itu dipindahkan ke Blahbatuh, sekarang topeng-topeng itu disimpan di Pura Penataran Topeng yang berada di Blahbatuh, Gianyar. Dari 21 buah topeng tersebut, enam di antaranya yang menggunakan canggem sebagai alat memegang, topeng itulah yang diperkirakan berasal dari Jawa, lantaran sebagin besar topeng Jawa menggunakan canggem.

Fase teater tradisional Topeng Bali

  1. Topeng Pajegan (Kata pajegan mengacu kepada kegiatan pedesaan masyarakat Bali agraris, yang sekarang bisa diterjemahkan dengan ”memborong”. Penari Topeng Pajegan memborong semua tugas yang ada di dalam cerita. Yang ada hanya seorang pemain, dan dongeng berkembang dengan seutuhnya lewat satu pemain. Pada intinya, Topeng Pajegan ialah ritual yang mengiringi upacara keagamaan Hindu dalam budaya Bali yang diakhiri dengan Topeng Sidakarya sebagai puncak dari ritual itu).
  2. Topeng Panca (Drama tari topeng yang ditarikan oleh 5 ( lima ) orang penari. Topeng ini timbul di Denpasar sekitar tahun 1915. Topeng Panca dipentaskan oleh lima orang penari. Topeng ini merupakan perkembangan dari Topeng Pajegan. Topeng Panca ini berubah menjadi Topeng Sapta, dengan tambahan penari Putri dan Condong)
  3. Topeng Prembon (Dramatari topeng yang sudah dikombinasikan dengan unsur drama tari Bali lainnya (biasanya dari arja) namun strukturnya patopengannya masih tetap dominan. Topeng Prembon yang menampilkan tokoh-tokoh adonan yang diambil dari Dramatari Topeng Panca dan beberapa dari dramatari Arja dan Topeng Bondres, seni pertunjukan topeng yang masih relatif muda yang lebih mengutamakan penampilan tokoh-tokoh lucu untuk menyajikan humor-humor yang segar).

Unsur Teater Tradisional Topeng

Kesenian topeng ini lahir sebagai produk budaya dari suatu masa, yang sanggup dipandang sebagai sebuah indikasi pergeseran sistem nilai dalam kehidupan garapan seni budaya. Pertunjukan dramatari topeng dibuat oleh perpaduan dari majemuk kesenian dan semuanya terpadu secara utuh, indah dan harmonis. Bentuk pertunjukannya yang kompleks ini menjadikannya sebagai pertunjukan total teater.

Hal ini dikarenakan mengandung aneka macam jenis unsur seni seperti; seni tari, seni bunyi (tembang dan monolog), seni drama (laku dan dialog), seni pantomim, seni rupa, seni sastra, dan seni musik. Ungkapan dramatiknya dilakukan lewat agresi dan dialog, sehingga penontonnya gampang menangkap maksud yang diungkapkan pemainnya.

Tokoh-tokoh utama yang terdapat dalam dramatari Topeng terdiri dari Pangelembar (topeng Keras dan topeng tua), Panasar (Kelihan – yang lebih tua, dan Cenikan yang lebih kecil), Ratu (Dalem dan Patih) dan Bondres (rakyat). Drama tari topeng yang ada di Bali, yang terus berjalan dan berkembang, berubah sejalan dengan perubahan nilai nilai artistik, sosial, dan kultural dari masyarakat Bali.

Fungsi Teater Tradisional Topeng

  1. Sebagai tari upacara, dikarenakan pelaksanaannya dipertunjukan pada dikala bersamaan dengan berlangsungnya proses upacara.
  2. Sebagai embel-embel upacara, alasannya ialah pelaksana pertunjukannya dilaksanakan sehabis waktu pelaksanaan upacara inti.

Sumber
http://www.academia.edu/8723815/Teater_Tradisional_Bali

Pengertian Teater Tradisional Wayang Gambuh

Pengertian Teater Tradisional Wayang Gambuh. Menurut Sejarahnya Dikatakan bahwa Wayang Kulit Gambuh lahir dan berkembang di Blahbutuh dengan Arya Tega sebagai dalang yang pertama. Kini wayang Gambuh yang bersejarah masih sangat dikeramatkan di puri Blahbutuh. Selanjutnya wayang gambuh ini menyebar ke Sukawati dan ke kawasan Badung. Cokorde Gede Agung Sukawati dari Puri kaleran Sukawati menggandakan bentuk wayang Gambuh Blahbutuh itu yang kemudian wayang ini disimpan di Pura Penataran Agung Sukawati. Seorang dalang I Ambul dari Sukawati menerima pelajaran pribadi dari I Gusti Tega (Arya Tega) yang asalnya dari Blambangan itu.

Setelah dalang pertama Arya Tega meninggal, ia digantikan oleh  putranya I Gusti kabor tahun 1905. Sebagai pengganti ayahnya, ia cukup populer mendalang wayang gambuh pada masa itu. Pada tahun 1908, kedudukan I kabor digantikan oleh putranya berjulukan I Gusti  Nyoman Pering Tega menggantikan kedudukannya sebagai dalang wayang gambuh, alasannya I Gusti Putu Samprug meninggal dalam umur yang tidak begitu lanjut. Demikianlah semenjak kira-kira tahun 1915 tidak ada lagi dalang wayang gambuh di Blahbutuh. Sekitar tahun 1943,  pada masa kedudukan bala tentara Jepang, I Ketut Rinda, berusaha menghidupkan kembali Wayang Kulit Gambuh, namun tidak banyak membawa hasil.

Tampaknya kaderisasi dalang Wayang Kulit Gambuh perlu ditumbuhkan lagi, maka I Ketut Rinda membina seniman dalang I Made Sidja dan I Wayan Narta untuk mengikuti jejaknya menjadi dalang wayang Gambuh, Sejauh ini hanya dalang I Wayan Narta yang sesekali mementaskannya, dan itupun sangat jarang sekali.

Pengertian Wayang Gambuh

Wayang Gambuh merupakan suatu bentuk karyaseni yang sangat digemari serta diyakini mempunyai arti dan makna yang sangat  penting di dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Wayang gambuh khusunya merupakan salah satu jenis wayang bali yang langka. Pada dasarnya yaitu pertunjukannya wayang kulit yang melakonkan dongeng Malat, ibarat wayang Panji yang ada di Jawa. Karena pada pola teladan pertunjukan yaitu Dramatari Gambuh, maka dalam banyak hal wayang Gambuh merupakan pementasan Gambuh melalui wayang kulit.

Unsur Wayang Gambuh

Wayang ini mengambil lakon dari dongeng Malat (siklus Panji). Bentuk wayangnya merupakan transisi antara bentuk wayang Bali dengan bentuk wayang kulit Jawa (wayang Madya). Iringan ibarat dramatari Gambuh yaitu : suling besar 3 atau 4 buah, 2 buah kendang kecil, masing-masing 1 buah kajar, klenang, klenong, kemanak, kangsi, gentorag, dan 1 buah kempul.

Fungsi Wayang Gambuh

  1. Sebagai aksesori upacara yang kuasa Yajnya dan insan Yajnya. 
  2. Sebagai sarana suatu program keagamaan bagi masyarkat  pendukungnya,dan
  3. Sebagai suatu hiburan tersendiri dan media komunikasi dalam masyarakat

Sumber:
http://www.academia.edu/8723815/Teater_Tradisional_Bali

Monday, July 9, 2018

Pengertian Wayang Serta Fungsi Dan Jenisnya

Pengertian Wayang serta Fungsi Dan Jenisnya. Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol diantara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang mencakup seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang. Budaya wayang yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian wayang, fungsi wayang serta kandungan yang terdapat pada wayang dan Jenis-Jenis Wayang.


Pengertian Wayang serta Fungsi Dan Jenisnya Pengertian Wayang serta Fungsi Dan Jenisnya

Definisi Wayang

Pengertian Wayang yaitu seni pertunjukan berupa drama yang khas. Seni pertunjukan ini mencakup seni suara, seni sastra, seni musik, seni tutur, seni rupa, dan lain-lain. Ada pihak beranggapan, bahwa pertunjukan wayang bukan sekedar kesenian, tetapi mengandung lambang-lambang keramat. Sejak periode ke-19 hingga dengan sekarang, wayang telah menjadi pokok bahasan serta dideskripsikan oleh para ahli.

Para pakar dari banyak sekali disiplin ilmu tidak bosan-bosannya membahas seni pewayangan dari waktu ke waktu, alasannya yaitu wayang merupakan wahana yang sanggup menawarkan sumbangsih bagi kehidupan insan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam seni pewayangan telah terbukti sanggup dipergunakan untuk memasyarakatkan banyak sekali anutan hidup, bermacam teladan norma, maupun beraneka jadwal pemerintah di semua sektor pembangunan

Secara umum, pengertian wayang yaitu suatu bentuk pertunjukan tradisional yang disajikan oleh seorang dalang, dengan memakai boneka atau sejenisnya sebagai alat pertunjuka.

Pengertian Wayang Secara Filosofis Wayang merupakan bayangan, citra atau lukisan mengenai kehidupan alam semesta. Di dalam wayang digambarkan bukan hanya mengenai manusia, namun kehidupan insan dalam kaitannya dengan insan lain, alam, dan Tuhan. Alam semesta merupakan satu kesatuan yang serasi, tidak lepas satu dengan yang lain dan senantiasa berhubungan. Unsur yang satu dengan yang lain di dalam alam semesta berusaha keras ke arah keseimbangan. Kalau salah satu goncang maka goncanglah keseluruhan alam sebagai suatu keutuhan (system kesejagadan).

Fungsi Wayang

Wayang sebagai penggambaran alam pikiran Orang yang dualistik. Ada dua hal, pihak atau kelompok yang saling bertentangan, baik dan buruk, lahir dan batin, serta halus dan kasar. Keduanya bersatu dalam diri insan untuk menerima keseimbangan. Wayang juga menjadi sarana pengendalian sosial, contohnya dengan kritik sosial yang disampaikan lewat humor. Fungsi lain yaitu sebagai sarana akreditasi status sosial, alasannya yaitu yang bisa menanggap wayang yaitu orang terpandang, dan bisa menyediakan biaya besar. Wayang juga menanamkan solidaritas sosial, sarana hiburan, dan pendidikan

Kandungan Dalam Wayang

  1. Wayang Bersifat “Momot Kamot”. Wayang merupakan media pertunjukan yang sanggup memuat segala aspek kehidupan insan (momot kamot). Pemikiran manusia, baik terkait dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, aturan maupun pertahanan keamanan sanggup termuat di dalam wayang.
  2. Wayang Mengandung Tatanan, Tuntunan, dan Tontonan. Di dalam wayang dikandung tatanan, yaitu suatu norma atau konvensi yang mengandung adat (filsafat moral). Norma atau konvensi tersebut disepakati dan dijadikan anutan bagi para seniman dalang. Di dalam pertunjukan wayang dikandung aturan main beserta tata cara mendalang dan bagaimana memainkan wayang, secara turun temurun dan mentradisi, usang kelamaan menjadi sesuatu yang disepakati sebagai anutan (konvensi).
  3. Wayang Merupakan Teater Total. Pertunjukan wayang sanggup dipandang sebagai pertunjukan teater total, artinya menyajikan aspek-aspek seni secara total (seni drama, seni musik, seni gerak tari, seni sastra, dan seni rupa). Dialog antar tokoh (antawecana), lisan narasi (janturan, pocapan, carita), suluk, kombangan, dhodhogan, kepyakan, yaitu unsur-unsur penting dalam pendramaan.

Jenis-Jenis Wayang

  1. Wayang Kulit
  2. Wayang Bambu
  3. Wayang Kayu
  4. Wayang Orang
  5. Wayang Motekar
  6. Wayang Rumput

Sunday, July 8, 2018

Pengertian Barongsai Serta Ritual Dan Tahapannya

Pengertian Barongsai serta Ritual Dan Tahapannya. Kesenian Barongsai mulai terkenal pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang berjulukan Zhong Que menciptakan tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses sampai risikonya tarian barongsai melegenda sampai sekarang.

Pengertian Barongsai serta Ritual Dan Tahapannya Pengertian Barongsai serta Ritual Dan Tahapannya

Definisi Barongsai

Barongsai yakni tarian tradisional Cina dengan memakai sarung yang mirip singa. Barongsai mempunyai sejarah ribuan tahun. Catatan pertama perihal tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar era ke tiga sebelum masehi.

Tarian Barongsai atau yang biasanya disebut Wu Shi pada tradisi Cap Go Me tarian ini biasanya dimainkan secara bersama dengan tarian Liong, yang dikenal dengan istilah. Nong Shi Ū dan Nong Long Ū. Ada dua macam jenis macam tarian barongsai yang satu lebih dikenal sebagai Singa Utara yang penampilannya lebih natural alasannya tanpa tanduk, Sedangkan Singa Selatan mempunyai tanduk dan sisik jadi mirip dengan hewan Qilin.

Di Indonesia barongsai dikenal mempunyai 3 jenis yaitu Shi Zi, Chan dan Qi Lin. Chan yakni barongsai selatan atau katak (bangkong ?). Shi Zi barongsai utara. Qi Lin yakni hewan kilin atau kuda naga yang bertanduk. Secara umum memang ada 2 anutan permainan barongsai yaitu utara dan selatan. Menurut Ucup (2010) sentra anutan barongsai selatan yakni Guang Dong dan mempunyai banyak perbedaan antara satu dengan yang lain. Seperti layaknya binatang-binatang lainnya, barongsai harus diberi makan berupa Angpau yang ditempel dengan sayuran selada air yang lazim disebut "Lay See". Untuk melaksanakan tarian makan laysee ini para pemain harus bisa melaksanakan loncatan tinggi. Dahulu para pemain barongsai hanya dimainkan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan silat - "Hokkian kun tao" yang berasal dari bahasa Mandarin Quan Dao (Quan= tinju, Dao= jalan) kini lebih dikenal dgn kata Wu Shu yang berarti seni menghentikan kekerasan.

Ritual Doa

Sebelum prosesi tarian barongsai dimulai selalu dilakukan ritual doa yang dilakukan kelompok pemain barongsai, guna mendapat kelancaran dan keselamatan dalam memainkan barongsai. dalam ritual doa biasanya diharapkan seperangkat peralatan khusus, antara lain:
  1. Kendi yang berisi bunga mawar dan bunga kenanga yang dipakai untuk memandikan kepala Barongsai yang dilakukan oleh suhu atau pimpinan pemain barongsai, kemudian dibacakan doa-doa.
  2. Piring kecil yang berisi camilan anggun apem dan camilan anggun lapis yang dipakai untuk persembahan kepada tuhan selaku pemilik sejati Barongsai
  3. Hio yang berjumlah empat buah dan dibakar, kemudian diberikan kepada tuhan untuk dipersembahkan, sesudah itu diletakkan di kepala Barongsai. Setelah itu Barongsai dinyatakan sah untuk digunakan.
  4. Lilin merah yang dibakar dihadapan tuhan langit dan tuhan bumi yang ada di kelenteng.

Tahapan Permainan Barongsai

Ketika ritual doa telah selesai, maka permainanpun siap dilakukan. Permainan barongsai selalu diawali dengan tahapan penghormatan yang dilanjutkan dengan permainan attraktif dan ditutup dengan prosesi tidur. Bisanya durasi permainan barongsai cukup variatif, paling sedikit 30 menit sampai bergantung permintaan.
  1. Tahap penghormatan ini dilakukan oleh ketua tim pemain kepada penonton ataupun pimpinan kelenteng, bila permainan itu dilakukan di lingkungan kelenteng. Penghormatan dilakukan dengan cara membungkukkan tubuh dan menelungkupkan kedua tangan di depan dada, disertai anggukan sebanyak tiga kali berturut-turut. Tak lupa, pemain pengiring, yaitu pembawa bendera juga melaksanakan penghormatan serupa, namun dengan posisi berjongkok sambil memegang bendera dengan kedua tangan, dan kepala menunduk tiga kali. Kegiatan penghormatan juga dilakukan oleh Barongsai dengan cara berjalan di tengah arena permainan dengan menggangukkan kepala dan menggerakkan kaki ke kanan depan tiga kali, mundur ke belakang meninggalkan arena permainan. Aktivitas penghormatan ini dilakukan secara esesnsial juga ditujukan kepada leluhur dengan cita-cita permainan yang dilakukan akan berjalan aman, lancar tidak ada gangguan apapun.
  2. Permainan bendera dilakukan oleh satu atau dua orang pemain. Bendera yang dibawa yakni bendera sekolah tinggi atau bendera simbol masing-masing grup barongsai, biasanya berwarna dasar hitam dan berbentuk segitiga sama sisi dengan rumbai-rumbai di tepi bantalan segi tiga. Selain bendera perguruan, biasanya dimainkan pula bendera Persatuan Seni dan Olah Raga Barongsai Indonesia (PERSOBARIN). Bendera PERSOBARIN juga berbentuk segi tiga sama sisi dengan warna dasar merah. Permainan bendera dilakukan dengan melaksanakan gerakan-gerakan cepat dan dinamis. Bendera diputar-putar dengan kedua tangan di depan dada, kemudian secara cepat dipegang asisten melingkari punggung dan ditangkap oleh tangan kiri. Gerakan-gerakan cepat juga dilakukan dengan memutar bendera melingkari kaki, punggung, dan dada.
  3. Permainan Barongsai merupakan inti dari permainan. Pada bab ini akan ditampilkan atraksi pemain Barngsai meliak liuk di lantai dan bangun secara seimbang diatas balok kayu/besi berbentuk lingkaran panjang. Permainan Barongsai di lantai yakni atraksi-atraksi yang dimainkan oleh para pemain Barongsai tanpa memakai alat peraga bantu. Demonstrasi gerak di lantai biasanya dilakukan dengan gerak singa berdiri, yaitu sebuah atraksi yang dilakukan dengan mengangkat pemain bab depan yang memegang kepala oleh pemain belakang yang menjadi tubuh dan ekor. Gerakan berguling, yaitu pemain depan dan belakang berguling gotong royong ke arah yang sama, sehingga terlihat mirip singa yang sedang berguling-guling. Atraksi-atraksi di lantai divariasikan dengan gerakan ekspresif, yang dilakukan dengan posisi diam, dan hanya kepala yang sedikit bergerak sambil kelopak matanya berkedip-kedip serta indera pendengaran yang digerak-gerakkan. Variasi ini sanggup menghidupkan suasana, apabila pemain Barongsai itu terampil dan mengatakan seolah mirip seekor singa yang sedang duduk, jongkok atau sedang merunduk dan siap menangkap mangsanya. Untuk menghidupkan suasana juga, barongsai di lantai memakai bola besar di mana barongsai akan bangun dan berjalan di atas bola tersebut, terkadang pula barongsaina melompat-lompat di atas bola tersebut.

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Barongsai

Pengertian Wayang Wong/Wayang Orang

Pengertian Wayang Wong/Wayang Orang. Wayang Wong digolongkan ke dalam bentuk drama seni tari tradisional. Wayang Wong merupakan sebuah pertunjukan Wayang yang pelaku-pelakunya dimainkan oleh manusia.

Wayang wong tidak hanya menyajikan hiburan dalam pementasanya namun juga memberikan pesan-pesan moral untuk sanggup diserap oleh para penonton yang menikmati hidangan program tersebut, alasannya pementasan wayang wong berbeda dengan pementasan seni drama yang lainya.

 Wayang Wong digolongkan ke dalam bentuk drama seni tari tradisional Pengertian Wayang Wong/Wayang Orang


Definisi Wayang Wong

Menurut R.M Soedarsono. Wayang Wong yaitu salah satu jenis teater tradisional Jawa yang merupakan adonan antara seni drama yang berkembang di Barat dengan pertunjukan wayang yang tumbuh dan berkembang di Jawa. Jenis kesenian ini pada mulanya berkembang terutama di lingkungan kraton dan kalangan para priyayi (bangsawan) Jawa.

Menurut Wikipedia. Wayang Wong disebut juga dengan istilah wayang orang yaitu wayang yang dimainkan dengan menggunakan orang sebagai tokoh dalam dongeng wayang tersebut. Wayang orang diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada tahun 1731. Sesuai dengan nama sebutannya, wayang tersebut tidak lagi dipergelarkan dengan memainkan boneka-boneka wayang (wayang kulit yang biasanya terbuat dari materi kulit kerbau ataupun yang lain), akan tetapi menampilkan manusia-manusia sebagai pengganti boneka-boneka wayang tersebut. Mereka menggunakan pakaian sama mirip hiasan-hiasan yang digunakan pada wayang kulit. Supaya bentuk muka atau bangkit muka mereka ibarat wayang kulit (kalau dilihat dari samping), sering kali pemain wayang orang ini diubah/dihias mukanya dengan tambahan gambar atau lukisan.

Ciri-Ciri Wayang Orang

  1. Pertunjukkan Wayang Orang tidak terlepas dari banyak sekali elemen antara lain gerak tari, kostum penari, irama gamelan, tembang, obrolan sampai make up yang kesemuanya menyatu menjadi satu pertunjukkan seni yang mempesona.
  2. Untuk sanggup menjadi seorang penari Wayang Orang bukan hanya sekedar sanggup menari, tetapi juga harus sanggup menembang dan tentunya dalam bahasa Jawa. Dalam menari juga tidak sembarang menari mengikuti irama, Wayang Orang yaitu sebuah pertunjukkan yang penuh dengan aturan, wayang merupakan filosofi kehidupan.
  3. Dalam pertunjukkannya, tata krama, etika, sopan santun semuanya ada dalam Wayang Orang. Contohnya, Gatotkaca yang gagah dan sakti, sifat ini tercermin dalam gerakan tarinya. Pemeran Gatotkaca yaitu beliau yang mempunyai angkatan kaki yang tinggi, mata yang mawas dan tangan yang selalu terlentang, setiap gerakan memberikan kegagahan, tetapi dikala Gatotkaca bertemu dan berbicara dengan Arjuna, pamannya, Gatotkaca dilarang mengangkat kakinya tinggi- tinggi alasannya tidak sopan. Disinilah terkandung nilai moral.
  4. Selain menari terdapat obrolan yang kadang dalam bentuk tembang. Nembang atau menyanyi ada 2 jenis, yaitu yang pertama itu menyanyi tanpa iringan musik yang kita sebut dengan bhowo atau sanggup disebut juga sworo lola yang artinya bunyi sendiri, kemudian greget saut, yang berarti keadaan, ada emosi yang jelas.
  5. Sedangkan dalam tarian nya terdapat istilah wirogo, wiroso, wiromo. Arti kata wirogo yaitu digerakkan oleh raga (fisik), wiroso artinya digerakkan dengan rasa dan yang terakhir wiromo artinya mengikuti irama. Berbeda dengan tarian lain, misalkan tarian dangdut yang hanya sekedar mengikuti irama saja, menggerakkan badan, berbeda dalam tarian wayang, tarian wayang itu selain bergerak mengikuti irama juga dengan penjiwaan yang mendalam.
  6. Kostum dan make up dalam Wayang Orang semuanya bergantung dengan aksara tokoh wayang yang diperankan. Masing- masing aksara mempunyai ciri khas sendiri dari bentuk jamang (mahkota), aksesorisnya, senjatanya, bentuk mata, dan lain sebagainya.
Dikutip dari banyak sekali sumber

Pengertian Tari Modern Dan Jenisnya

Pengertian Tari Modern Dan Jenisnya. Modern dance, atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari modern, ialah suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang semenjak dari awal era 20 (Horosko,2002.P.1).

 atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari modern Pengertian Tari Modern Dan Jenisnya


Di beberapa daerah yang belum begitu mengenal tari modern menyerupai di Indonesia, ballroom dance serta concert dance juga masih dianggap sebagai bab dari tari modern ini. Namun apabila dilihat dari latar belakang sejarah, tari modern ini sesungguhnya dipelopori oleh penari-penari dari Amerika Serikat, serta penari-penari di beberapa negara di Eropa Barat yang “memberontak” terhadap ballet dance serta classical dance yang sedang booming ketika itu.

Definisi Tari Modern

Menurut pakar tari, Kenneth Macgowan dalam bukunya “The Living Stage: A Story of The World Theater”, yang menyebutkan bahwa tari modern ialah merupakan tari yang didominasi oleh emosi atau rasa yang sebagaimana ciri kodrati emosi insan yang mempunyai desakan untuk ingin bebas, maka jenis tari ini lebih mengarah untuk bebas dari tradisi. Bebas di sini ialah bebas untuk mengungkapkan gerak yang tidak diharuskan oleh pola-pola yang sudah ada.

Menurut Horosko, seorang pakar tari modern, menuturkan tari modern ialah salah satu genre yang paling sulit untuk mendefinisikan dengan teknik. Modern tidak selalu cepat atau lambat atau dilakukan untuk musik tertentu atau musik apapun. Itu tidak selalu menyorot ketrampilan fisik tertentu. Ini merupakan kabar baik dan besar berdasarkan sudut pandang koreografer dan penari alasannya ialah dalam teori itu memberi mereka kemungkinan tak terbatas untuk mengeksplorasi gerak.

Jenis Tari Modern

1. Robot Dance ialah sebuah delusi gaya yang mencoba untuk menggandakan sebuah robot atau manekin. Tari ini dipelopori oleh Charles Washington pada tamat tahun 1960-an dan memperoleh ketenaran sesudah Jackson melaksanakan tari tersebut ketika mereka tampil dalam program Dancing Machine.

2. Breakdance. B-boying atau yang sering disebut sebagai breakdancing ialah gaya tari jalanan yang berevolusi sebagai bab dari budaya hip-hop di antara cowok kulit gelap dan Amerika latin di New York City pada tahun 1970-an. Penari yang menari tarian ini untuk pria disebut b-boy dan untuk penari wanita disebut b-girl. Pertandingan kompetisi antar breaker dilakukan di arena terbuka (pada panggung atau sebuah lapangan). Pemenang ditentukan dari kombinasi dari banyak sekali variasi gaya.

3. Popping adalah tari jalanan dan salah satu gaya funk orisinil yang berasal dari California selama tahun 1960 hingga 1970-an. Gerakan ini didasarkan pada teknik kecepatan gerak dan relaksasi otot yang dikombinasikan dengan pose. Seorang penari popping sering disebut sebagai popper.

4. Locking adalah gaya tari funk yang ketika ini juga terkait dengan hip-hop yang ditemukan oleh seorang penari berjulukan Don Campbell di awal tahun 1970-an. Nama ini didasarkan pada konsep penguncian gerakan yang berarti freeze dari gerakan cepat dan mengunci pada posisi tertentu. Bertahan pada posisi tersebut untuk sementara waktu dan kemudian berlanjut di kecepatan sama menyerupai sebelumnya. Hal ini bergantung pada kecepatan lengan dan gerakan tangan dikombinasikan dengan gerakan pinggul dan kaki yang lebih santai. Ada sejumlah langkah locking yang dikombinasikan dengan popping.

5. Hip-hop dance mengacu pada gaya tari jalanan terutama dilakukan dengan musik yang muncul pada tahun 1970-an dan dipopulerkan oleh komunitas Breakin‟ Beat di Amerika Serikat. Dengan adanya gaya tari gres ini, seorang penari klasik membuat koreografi dari tarian hip-hop yang dilakukan di jalanan dengan musik jazz-punk. Seiring perkembangan zaman, hip-hop dance dipraktikkan di studio ataupun di luar ruang. Perbedaan hip-hop dance dengan tarian lainnya ialah memakai improvisasi gaya bebas yang terlihat di kompetisi yang disebut dengan pertempuran atau dalam komunitas disebut dengan battle. Hip-hop dance dapat menjadi bentuk hiburan maupun hobi yang didasari oleh kru, freestyling, dan pertempuran antar kru.

6. Ballroom dance berasal dari bahasa Inggris “ball” yang berarti bola dan dari bahasa Latin yaitu “ballare” yang berarti menari. Maka dari itu Ballroom Dance ialah sebuah ballroom atau ruangan besar yang dirancang khusus untuk menari pada satu set tarian kawan atau berpasangan yang dinikmati baik secara sosial dan kompetitif di seluruh dunia. Namun, dengan munculnya dance sport di jaman modern ini, istilah tersebut menjadi sempit. Sekarang hal ini lebih mengacu kepada tari gaya Amerika Latin.

7. Shuffle Dance. Tarian yang mulai muncul pada tahun 1980-an yang dilakukan oleh MC Hammer selama konser live show dan video musik. Akan tetapi tari ini mulai mencapai popularitas di tahun 2000. Tari ini diciptakan oleh Paula Abdul, seorang koreografer dari Janet Jackson pada tamat tahun 1980-an. Shuffle dance terdiri dari langkah hopping atau geser yang dilakukan sedemikian rupa untuk lebih ditekankan pada kecepatan dan kekuatan kaki.
.

Friday, July 6, 2018

Pengertian Serat Tekstil Serta Jenisnya

Pengertian Serat Tekstil Serta Jenisnya. Serat merupakan materi baku yang dipakai dalam pembuatan benang dan kain. Serat tekstil ada yang dibentuk dari materi baku bersumber dari alam atau dari hasil manufaktur atau disebut serat sintetis yang pembuatannya secara kimia. Semua serat mempunyai ciri-ciri bawaan dan sifat masing-masing serat yang beragam, tidak sanggup dipisahkan dari karakteristik dan mempunyai/memiliki banyak sekali macam sifat. Beberapa materi yang termasuk tekstil yaitu menyerupai benang, tali, kain, karpet dan lain sebagainya.

 Serat merupakan materi baku yang dipakai dalam pembuatan benang dan kain Pengertian Serat Tekstil Serta Jenisnya


Definisi Serat Tekstil

Serat tekstil yaitu merupakan suatu benda yang mempunyai perbandingan antara panjang dan diameter sangat besar. Serat sanggup dipakai sebagai serat tekstil harus memenuhi persyaratan diantaranya yaitu panjang, fleksbilitas, dan kekuatan. Serat tekstil merupakan materi dasar pembuatan benang dengan cara dipintal, benang yang telah jadi lalu ditenun menjadi kain dengan cara menganyam benang lusi dan pakan. Benang lusi yaitu benang yang terletak kearah panjang kain , benang pakan yaitu benang yang terletak kearah lebar kain.

Jenis Serat Tekstil

a. Serat Alam.
Serat yang tergolong serat alam yaitu serat yang eksklusif diperoleh dari alam menyerupai tumbuhan dan binatang (binatang). 

Bahan dari serat tumbuhan antara lain
  • Dari batang, contohnya serat flax (linen), jute, henep dan rami.
  • Dari buah, contohnya serat sabut kelapa.
  • Dari daun, contohnya serat abaca (manila), sisal, henequen (heneken).
  • Dan Dari biji, contohnya serat kapas dan kapok.
Serat-serat tersebut dinamakan serat selulosa (cellulose).

Bahan dari rambut / bulu kulit binatang antara lain
  • Dari rambut/bulu, contohnya serat Unta (camel), Alpaca, Kashmir, Mohair dan kelinci.
  • Dari bulu domba/biri, contohnya serat wol. Dan
  • Dari kepompong ulat sutera yaitu serat sutera.
Serat-serat tersebut dinamakan serat protein (proteine).

b Serat Buatan Serat-serat buatan digolongkan menjadi.

1) Serat setengah buatan
Segala sesuatu yang orisinil dari selulosa serat alam, biasanya bubur pulp kayu atau sisa-sisa katun dicampur dengan larutan kimia menghasilkan rayon asetat dan rayon viskosa. Serat tersebut disebut selulosa regenerasi.

2) Serat buatan (sintetis)
  • Keseluruhannya dibentuk dari materi kimia, menyerupai fenol (batu bara), udara dan air yang menghasilkan serat poliamida, contohnya nylon, brinilon, enkalon, ban-lon, taslon dan sebagainya).
  • Asam tereptalik, etilen glikol (bahan bakar minyak) menghasilkan serat polyester, contohnya terilin, dakron, trevira, tetoron dan sebagainya.
  • Gabungan gas alam dan udara disebut akrilonitril, menghasilkan serat akrilik, contohnya dralon, orlon, courtelle dan sebagainya.
  • Serat-serat buatan bersifat termoplastik, sehingga gampang terlipat atau melekuk saat dipanasi dan tetap bentuknya saat di-set.

3) Serat campuran
Kombinasi dari dua atau lebih serat yang berbeda. Biasanya serat yang menampilkan presentase yang tinggi yang mendominasi bahannya. Namun suatu adonan yang sempurna akan menunjukkan keseluruhan dari mutu yang diinginkan.

Pada umumnya bentuk panjang serat sanggup dibedakan dalam kategori sebagai berikut:
  1. Serat staple. yaitu serat-serat pendek yang dipilin menjadi benang, mempunyai permukaan berbulu. Katun, linen dan wol, relatif mempunyai serat-serat pendek yang dinamakan staple (kira-kira 2 – 50 cm).
  2. Serat filament yaitu serat yang panjang. Serat sutera yaitu serat filamen dari serat alam. Serat sutera dipakai sebagai benang untuk menciptakan materi lembut halus dengan kilau yang tinggi, kuat, mempunyai daya lenting yang menciptakan tahan kusut. Serat sutera yang diuraikan dari kepompong ulat sutera ke dalam untaian panjang yang berkesinambungan 300–600 m.
  3. Serat tow yaitu multi filamen yang terdiri dari puluhan atau ratusan ribu filamen dalam bentuk berkas menyerupai silver, kadang- kadang dengan antihan sedikit.
  4. Serat monofilament artinya satu filamen. Benang monofilamen yaitu benang yang terdiri dari satu helai filamen.

Faktor serat tekstil yang paling kuat untuk menjadi materi tekstil (benang dan kain) yang baik yaitu asal serat dan panjang serat. Disamping itu juga ada faktor-faktor lain yang perlu untuk diperhatikan menyerupai kekuatan serat, mulur dan elastisitas, daya serap, kriting dan pilinan, kehalusan serat, kedewasaan serat dan warna serat.

Sumber pengantar ilmu tekstil untuk smk