Showing posts sorted by relevance for query seputar-pengertian-integrasi-sosial. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query seputar-pengertian-integrasi-sosial. Sort by date Show all posts

Friday, July 27, 2018

Pengertian Masyarakat Madani Serta Ciri Dan Karakteristik

Pengertian Masyarakat Madani Serta Ciri dan Karakteristik. Masyarakat madani yaitu model masyarakat kota yang dibangun oleh Nabi Muhammad selepas hijrah ke Madinah. Dunia mengakuinya sebagai model masyarakat yang paling maju pada ketika itu. Pola masyarakat madani oleh orang barat sekarang disepadankan dengan civil society yang dipandang modern oleh mereka. Konsep masyarakat madani merupakan konsep yang bersifat universal, sehingga perlu penyesuaian dan disosialisasikan apabila konsep ini akan diwujudkan di Indonesia, sebab konsep masyarakat madani lahir dari masyarakat asing. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian masyarakat madani, ciri-ciri masyarakat madani dan karakteristik masyarakat madani.

Definisi Masyarakat Madani

Istilah masyarakat madani sering diartikan sebagai terjemahan dari civil society, dimana sistem sosial yang ada dalam masyarakat madani diambil dari sejarah Nabi Muhammad sebagai pemimpin ketika itu yang membangun peradaban tinggi dengan mendirikan Negara-Kota Madinah dan meletakkan dasar-dasar masyarakat madani dengan menggariskan ketentuan untuk hidup bersama dalam suatu dokumen yang di kenal dengan Piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah) Idealisasi tatanan masyarakat Madinah ini didasarkan pada keberhasilan Nabi dalam mempraktekkan dan mewujudkan nilai-nilai keadilan, ekualitas, kebebasan, penegakan aturan dan jaminan terhadap kesejahteraan bagi semua warag serta tunjangan terhadap kaum yang lemah dan kelompok minoritas, walupun eksistensi masyarakat madani hanya sebentar tetapi secara historis menunjukkan makna yang penting sebagai pola bagi perwujudan masyarakat yang ideal di kemudian hari untuk membangun tatanan kehidupan yang sama, maka dari itu tatanan masyarakat Madinah yang telah dibangun oleh Nabi secara kualitatif dipandang oleh sebagian intelektual muslim sejajar dengan konsep civil society.

Menurut Dawam Raharjo pengertian masyarakat madani yaitu mengacu kepada integrasi umat atau masyarakat, citra itu contohnya terlihat melalui wujud NU dan Muhammadiyah. Dalam konteks ini masyarakat madani lebih mengacu pada penciptaan peradaban yang mengacu kepada al-Din, al-Tamaddun atau al-madinah yang secara harfiah berarti kota, dengan demikian konsep masyarakat madani mengandung tiga hal yaitu agama sebagai sumbernya, peradaban sebagai prosesnya, dan masyarakat kota atau perkumpulan sebagai hasilnya. Meskipun demikian akan timbul interpretasi berbeda kalau konsep itu diartikan luas sebagai masyarakat utama atau unggul (al-Khair al-ummah) yang sanggup berarti masyarakat madani dan sanggup pula berarti Negara.

Menurut Suseno bahwa masyarakat madani pada hakekatnya yaitu kehidupan masyarakat diluar lingkungan primordial ibarat keluarga atau kenalan eksklusif yang diminati secara eksklusif yang tidak ditentukan dan diadakan oleh Negara yang berkembang berdasarkan di namikanya sendiri dan produk dari perkembangan masyarakat tradisional menuju masyarakat paska tradisional atau modern.

Menurut  Anwar Ibrahim pengertian masyarakat madani yaitu sistem sosial yang subur yang di asaskan pada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perseorangan dengan kestabilan masyarakat. Penerjemahan civil society menjadi masyarakat madani didasari oleh konsep kota Ilahi, kota peradaban atau masyarakat kota dan di sisi lain pemaknaan itu juga dilandasi oleh konsep al-Mujtama’ al-Madani yang dikenalkan oleh Naqwib al-Attas.

Ciri-Ciri Masyarakat Madani

Secara umum masyarakat madani sanggup diartikan sebagai suatu masyarakat atau institusi yang memiliki ciri-ciri antara lain :
  1. Kemandirian,
  2. toleransi,
  3. keswadayaan,
  4. kerelaan menolong satu sama lain dan menjujung tinggi norma dan etika yang telah disepakati bersama-sama.

Karakteristik Masyarakat Madani

  1. Masyarakat yang mengakui hakikat kemanusiaan yang bukan sekedar mengisi kebutuhannya untuk hidup (proses humanisasi) tetapi untuk eksis sebagai manusia.
  2. Pengakuan hidup bersama insan sebagai mahluk sosial melalui sarana Negara. Negara menjamin dan membuka peluang aman semoga para anggotanya sanggup berkembang untuk merealisasikan dirinya dalam tatanan vertikal (antara insan dengan Tuhan) atau tatanan horizontal (manusia dengan manusia). Interaksi kedua tatanan tersebut penting sebab tanpa orientasi kepada Tuhan maka tatanan kehidupan bersama tidak bermakna. Tuhan yaitu sumber nilai yang mengatur keseluruhan kehidupan manusia.
  3. Manusia yang mengakui karakteristik tersebut dan mengakui hak asasi insan dalam kehidupan yang demokratis yaitu yang disebut masayarakat madani (civil society)

Tuesday, July 17, 2018

Pengertian Masyarakat Multikultural

Pengertian Masyarakat multikultural. Didalam dinamika hidup, tumbuh dan berkembangnya masyarakat itu berlaku konsep sistem sehingga masyarakat itu terus berlangsung dan sanggup bertahan sebagaimana kelangsungan hidup organisme. Masyarakat multikultural terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan budaya. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian  Masyarakat multikultural serta karakteristik Masyarakat multikultural.

Definisi Masyarakat multikultural

Masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang terdiri atas bermacam-macam suku bangsa dan budaya. Dimana Masyarakat Indonesia tergolong masyarakat multikultural, lantaran masyarakatnya sangat beragam dalam suku bangsa, ras, klan, agama, mata pencaharian, adab istiadat, golongan politik, dan sebagainya. meskipun masyarakat Indonesia sangat majemuk, tetapi hidup bersatu secara tenang dan berdampingan dalam wilayah negara republik Indonesia.

Secara sosiologis, masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang mempunyai keanekaragaman budaya, keanekaragaman itu biasanya berkenan dengan suku, agama, ras, golongan, atau gender. Multikultural berakar pada paham multikulturalisme, yang menghendaki adanya perlakuan yang sama terhadap banyak sekali komunitas bermacam-macam budaya. Masyarakat multikultural merupakan masyarakat bermacam-macam budaya yang khas.

Masyarakat multikultural merupakan masyarakat bermacam-macam budaya yang khas. Kekhasan tersebut terletak dalam hal cara menyikapi keberagaman budaya. Keragaman budaya disikapi dengan mengedepankan kesetaraan antara kelompok budaya yang ada diperlakukan secara sama, dalam arti tidak ada diskriminasi terhadap kelompok budaya yang ada dalam masyarakat.

Karakteristik umum masyarakat multikultural

  1. Terjadinya segmentasi dalam bentuk kelompok – kelompok yang sering kali mempunyai sub  kebudayaan yang satu sama lain berbeda
  2. Memiliki struktur sosial yang tebagi – bagi kedalam forum – forum yang bersifat nonkomplementer
  3. Kurang menyebarkan konsensus diantara para anggotanya terhadap nilai – nilai yang bersifat dasar
  4. Secara relative, sering kali mengalami konflik – konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan ketergantungan didalam bidang ekonomi dan
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain.

Tuesday, July 31, 2018

Pengertian Motif Serta Kriteria Dan Jenisnya

Pengertian Motif Serta Kriteria Dan Jenisnya. Motif ialah faktor intern yang membangun, mengarahkan dan mengintegrasikan tingkah laris seseorang. Motif diperoleh dari hasil belajar. Motif didasari oleh emosi, dan tidak sanggup dilihat dari tingkah laris yang ditampilkan. Munculnya motif tertentu pada diri seseorang disebabkan oleh adanya kebutuhan dalam diri. Bila situasi sangat bermakna bagi seseorang dan secara emosional meningkat, maka motif tertentu sanggup muncul. Berikut ialah klarifikasi wacana seputar pengertian motif, Kriteria Dan Jenis Motif.

Definisi Motif

Berikut ialah beberapa pendapat mengenai pengertian motif yang antara lain adalah:
  1. Motif, atau dalam bahasa Inggris “motive” berasal dari kata movere atau motion, yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. dalam psikologis, istilah motif erat hubungannya dengan “gerak”, yaitu gerakan yang dilakukan oleh insan atau disebut juga perbuatan atau perilaku.
  2. Menurut Sherif dan Sherif dalam Alex Sobur menyampaikan motif ialah suatu istilah generik yang mencakup semua faktor internal yang mengarah pada aneka macam jenis sikap yang bertujuan, semua efek internal, menyerupai kebutuhan (needs) yang berasal dari fungsi-fungsi organisme, dorongan dan keinginan, aspirasi dan selera sosial, yang bersumber dari fungsi fungsi tersebut.
  3. Menurut Giddens, motif tidak harus dipersepsikan secara sadar. Ia lebih merupakan suatu “keadaan perasaan”.
  4. Menurut Nasution menjelaskan bahwa motif ialah segala daya yang mendorong seseorang untuk melaksanakan sesuatu
  5. Menurut R. S. Woodworth motif ialah sebagai suatu set yang sanggup atau gampang menjadikan individu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu (berbuat sesuatu) dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. 
  6. Menurut wikipedia motif merupakan dorongan dalam diri insan yang timbul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh insan tersebut. 
  7. Secara Umum motif ialah dorongan yang menjadikan individu untuk melaksanakan suatu gerakan atau tingkah laris tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

Kriteria Motif

Berikut ini ialah motif-motif yang timbul pada diri insan dikala berkomunikasi:
  1. Motif informatif, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan
  2. Motif hiburan, yaitu hal-hal yang berkenaan untuk mendapat rasa senang
  3. Motif integrasi personal, merupakan motif-motif yang timbul akhir harapan untuk memperteguh status, kredibilitas, rasa percaya diri, dll
  4. Motif integratif sosial, dimaksudkan untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga, teman, orang lain
  5. Motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas, rasa bosan, atau dikala sedang sendiri

Jenis-jenis Motif

  1. Motif afiliasi Motif untuk berhubungan atau berhubungan ialah motif yang mengarahkan tingkah laris seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Yang menjadi tujuan seseorang disini ialah suasana yang penuh dengan keakraban dan keharmonisan.
  2. Motif Berkuasa Motif untuk berkuasa ialah motif yang menjadikan seseorang ingin menguasai atau mendominasi orang lain dalam berhubungan dengan lingkunganya. Orang yang mempunyai motif ini cenderung bertingkah laris otoriter.
  3. Motif Berprestasi Motif untuk berprestasi ialah motif yang mendorong seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bersaing dengan suatu ukuran keunggulan, baik berasal dari standard prestasinya sendiri di waktu kemudian ataupun prestasi orang lain. Hal terpenting ialah bagaimana caranya semoga sanggup mencapai suatu prestasi tertentu.
Catatan :