Showing posts sorted by relevance for query pengertian-etika-deskriptif. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian-etika-deskriptif. Sort by date Show all posts

Tuesday, August 13, 2019

Pengertian Sopan Santun Deskriptif

Pengertian Etika Deskriptif. Dalam memilih baik buruknya prilaku insan sanggup dilihat dari moral deskriptif dan moral normatif. Berikut yaitu klarifikasi mengenai moral deskriptif. Etika deskriptif yaitu moral yang sanggup dilihat secara kritis dan rasional sikap dan prilaku insan serta apa tujuan insan yang sangat bernilai dalam hidup ini. Etika tersebut sanggup memperlihatkan fakta yang merupakan dasar untuk mengambil keputusan wacana prilaku atau siikap yang akan diambil.

Etika deskriptif sanggup juga dikatakan sebagai citra secara utuh wacana tingkah laris moral insan secara universal yang sanggup kita temui sehari - hari dalam kehidupan masyarakat. Yang Cakupan analisanya berisikan sejumlah indikator - indikator fakta actual yang terjadi secara apa adanya terhadap nilai dan sikap insan dan merupakan suatu keadaan dan realita budaya yang berkembang di masyarakat. Hal hal yang berkaitan dengan moral istiadat , kebiasaan ,anggapan –  anggapan baik dan jelek wacana sesuati hal, tindakan – tindakan yang dilarang dilakukan dan boleh dilakukan oleh individu tertentu ; dalam kebudayaan kebudayaan dan subkultur  – subkultur tertentu yang terjadi dalam suatu periode sejarah yaitu merupakan kajian moralitas dalam Etika Deskriptif. 

Dalam Etika Deskriptif tidak memberikanin terpretasi secara tajam dan lugas, namun tidak melukiskan suatu fakta yang sedang terjadi dan berkembang dalam suatu masyarakat tertentu. Etika Deskriptif hanya membahas dan memperlihatkan analisa penilaiannya atas bencana tertentu.

Salah satu referensi moral deskriptif yaitu didalam mempelajari pendangan pandangan moral terhadap kenyataan yang terjadi di Negara yang menganut faham komunis atau ateis dimana masyarakatnya begitu permisif terhadap praktek  – praktek aborsi kandungan, namun disisi lain tontonan yang bersifat pornografi mereka memberlakukan hukum aturan secara ketat. Dalam referensi kasus tersebut kita menjadi paham dan mengerti wacana realita sikap moral yang terjadi di negara tersebut. Dalam situasi demikian , harus kita akui bahwa bagaimanapun insan itu pada umumnya tahu akan adanya baik dan jelek terhadap suatu hal yang dilarang dan boleh dilakukan. Pengetahuan wacana baik dan jelek dalam sikap manusia, disebut kesadaran etis atau kesadaran moral. 

Dengandemikian sanggup disimpulkan bahwa kesadaran moral yang sudah timbul dan berkembang yaitu ungkapan kata hati. Tindakan insan dalam situasi yang kongkrit tertentu berafiliasi dengan kata hati yang menilai tindakan itu atas baik dan buruknya. Kata hati  merupakan kesadaran moral tindakan etis yang tertentu dalam segala situasi. Selain itu referensi moral deskriptif ibarat masyarakat yang mengajarkan tatakrama kepada orang yang lebih tua.

Kaprikornus Dapat disimpulkan Bahwa Etika deskriptif yaitu moral yang berbicara mengenai fakta apa adanya, yakni mengenai nilai dan pola sikap insan sebagai suatu kenyataan yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai. Tanpa menilai dalam suatu masyarakat wacana sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan wacana kondisi-kondisi yang memungkinkan insan bertindak secara etis. Etika tersebut intinya menggambarkan perbuatan dari banyak sekali tradisi, kebiasaan, dan kebudayaan. Pendekatan moral deskriptif lebih mencari tahu bagaimana banyak sekali tradisi yang mempersoalkan suatu permasalahan yang sama. Karena ia tidak pernah menyalahkan suatu kebudayaan yang ada. 

dikutip dari banyak sekali sumber

Pengertian Dan Macam-Macam Etika

Pengertian Dan Macam-Macam Etika. Apakah yang dimaksud dengan Etika . Etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, tabiat kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, jelek atau baik. Dengan demikian, etika akan menawarkan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan insan di dalam kelompok sosialnya.

Etika merupakan hukum prilaku, atau budbahasa kebiasaan insan dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. kata etika atau lazim yang biasa disebut juga dengan etik, berikut yaitu pengertian Etika Menurut para jago :
  1. Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan insan dalam berprilaku berdasarkan ukuran dan nilai yang baik.
  2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika yaitu teori ihwal tingkah laris perbuatan insan dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang sanggup ditentukan oleh akal.
  3. Drs. H. Burhanudin Salam : etika yaitu cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang memilih prilaku insan dalam hidupnya.
Macam-Macam Etika dalam memilih baik-buruknya Prilaku manusia
  1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku insan dan apa yang dikejar oleh insan dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif menawarkan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan ihwal prilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan banyak sekali sikap dan teladan prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh insan dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi evaluasi sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan
Baca Juga Pengertian Etika Deskriptif

Secara Umum Etika Terbagi Menjadi :
  1. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana insan bertindak secara etis, bagaimana insan mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi insan dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum sanggup di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori
  2. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini sanggup berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan acara khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu sanggup juga berwujud : Bagaimana saya menilai sikap saya dan orang lain dalam bidang acara dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan insan bertindak etis : cara bagaimana insan mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya
Dikutip Dari Berbagai Sumber

Saturday, July 27, 2019

Pengertian Budbahasa Serta Jenis-Jenisnya

Pengertian Etika Serta Jenis-Jenisnya. Etika sering disamakan dengan pengertian budbahasa dan moral, ada pula ulama yang menyampaikan bahwa budbahasa merupakan etika islam. Etika memberi insan orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu insan untuk mengambil sikap dan bertindak secara sempurna dalam menjalani hidup ini.

Definisi Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” dalam bentuk tunggal yang berarti kebiasaan. Etika merupakan dunianya filsafat, nilai, dan moral yang mana etika bersifat abnormal dan berkenaan dengan masalah baik dan buruk. Yang mana sanggup disimpulkan bahwa etika adalah:
  • Ilmu perihal apa yang baik dan apa yang jelek dan terutama perihal hak dan kewajiban moral;
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
  • Nilai mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Secara terminologis etika berarti pengetahuan yang membahas baik-buruk atau benar-tidaknya tingkah laris dan tindakan insan serta sekaligus menyoroti kewajiban-kewajiban manusia. Dalam bahasa Gerik etika diartikan: Ethicos is a body of moral principles or value. Ethics arti bahwasanya yakni kebiasaan. Namun lambat laun pengertian etika berubah, menyerupai sekarang.

Etika ialah suatu ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laris manusia, mana yang sanggup dinilai baik dan mana yang sanggup dinilai jelek dengan memperlihatkan amal perbuatan insan sejauh yang sanggup dicerna logika pikiran.

Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika yakni teori perihal tingkah laris perbuatan insan dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang sanggup ditentukan oleh akal.

Jenis-Jenis Etika

  • Etika Deskriptif. Adalah etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan sikap insan dan apa yang dikejar oleh insan dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memperlihatkan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan perihal sikap atau sikap yang mau diambil.
  • Etika Normatif. Adalah etika yang berusaha menetapkan banyak sekali sikap dan contoh sikap ideal yang seharusnya dimiliki oleh insan dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi evaluasi sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum sanggup dibagi menjadi
  • Etika umum. Merupakan etika yang membahas mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana insan bertindak secara etis, bagaimana insan mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi insan dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
  • Etika Khusus. Merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini biasa berwujud, bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan acara khusus dilakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

Friday, August 23, 2019

Filsafat

Pengertian Filsafat yaitu pelajaran perihal seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran insan secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melaksanakan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan persoalan ibarat aslinya, mencari solusi untuk itu, memperlihatkan argumentasi dan alasan yang sempurna untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diharapkan logika berpikir dan logika bahasa.

Oleh karna itu Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu menciptakan filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa ingin tau dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan perilaku skeptis yang mempertanyakan segala hal.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli :
  1. Menurut Jujun S. Suriasumantri, filsafat yaitu orang yang sedang tengadah memandang bintang-bintang di langit, ia ingin mengetahui hakekat dirinya dalam kesemestaan galaksi; atauorang yang bangun di puncak bukit, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya, ia ingin menyimak kehadirannya dalam kesemestaan jagat raya.
  2. Menurut Harold H. Titus, Filsafat yaitu pertanyaan seorang bocah yang menanyakan soal-soal luar biasa, ibarat "bagaimana dunia ini bermula?", atau "benda-benda itu itu terbuat dari apa?", atau "apa yang terjadi pada seseorang jikalau ia mati?".
Pengertian Lain Tentang Filsafat
  1. Pengertian filsafat yaitu sekumpulan perilaku dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal perihal filsafat atau kata-kata "mempunyai filsafat", contohnya saat seseorang berkata: "Filsafat saya adalah...", ia memperlihatkan sikapnya yang informal terhadap apa yang dibicarakan.
  2. Pengertian filsafat yaitu suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan perilaku yang sangat dijunjung tinggi. Ini yaitu arti yang formal dari "berfilsafat". Dua arti filsafat, "memiliki dan melakukan", tidak sanggup dipisahkan sepenuhnya satu dari lainnya. Oleh lantaran itu, jikalau tidak mempunyai suatu filsafat dalam arti yang formal dan personal, seseorang tidak akan sanggup melaksanakan filsafat dalam arti kritik dan reflektif (reflective sense).
  3. Pengertian filsafat yaitu perjuangan untuk mendapat citra keseluruhan. Filsafat berusaha untuk mengombinasikan hasil majemuk sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsistententang alam.  Seorang mahir filsafat ingin melihat kehidupan, tidak dengan pandangan seorang saintis, seorang pengusaha atau seorang seniman, akan tetapi dengan pandangan yang menyeluruh, mengatasi pandangan-pandangan yang parsial.
  4. Pengertian filsafat yaitu sebagai analisa logis dari bahasa serta klarifikasi perihal arti kata dan konsep. Memang ini merupakan fungsi filsafat. Hampir semua mahir filsafat telah menggunakan metoda analisaserta berusaha untuk menjelaskan arti istilah-istilah dan pemakaian bahasa.  Tetapi ada sekelompok mahir filsafat yang menganggap hal tersebut sebagai kiprah pokokdari filsafat bahkan ada golongan kecil yang menganggap hal tersebut sebagai satu-satunya fungsi yang sah dari filsafat.
  5. Pengertian filsafat yaitu sekumpulan problema-problema yang pribadi yang mendapat perhatian dari insan dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Filsafat mendorong penyelidikannya hingga kepada soal-soal yang paling mendalam dari eksistensi manusia. Sebagian dari soal-soal filsafat pada zaman dahulu telah terjawab dengan tanggapan yang memuaskan kebanyakan mahir filsafat.  Problema-problema filsafat tidak sanggup dipecahkan dengan sekedar mengumpulkan fakta-fakta. Untuk mencapai tujuan tersebut, metoda dasar untuk penyelidikan filsafat yaitu metoda dialektika. Proses dialektika yaitu obrolan antara dua pendirian yang bertentangan. Metoda dialektika berusaha untuk mengembang-kan suatu pola argumen yang di dalamnya terjalin implikasi majemuk proses (sikap) yang saling mempengaruhi.
Bagian Bagian FILSAFAT
  1. Logika atau mantik yaitu pengkajian yang sistematis perihal aturan-aturan untuk menguatkan sebab-sebab yang mengenai konklusi; aturan-aturan itu sanggup digunakan untuk membedakan argumen yang baik dari argumen yang tidak baik. Argumentasi dan dialektika merupakan alat atau instrument yang sangat perlu bagi mahir filsafat. Argumentasi harus mempunyai dasar yang sehat dan masuk akal.
  2. Metafisik berarti filsafat pertama(fisrt philosophy), yaitu pembicaraan perihal prinsip-prinsip yang paling universal. Istilah tersebut mempunyai arti sesuatu yang di luar kebiasaan (beyond nature).  Metafisik membicarakan tabiat yang sangat fundamental (ultimate) dari benda, atau realitas yang berada di belakang pengalaman yang pribadi (immediate experience).
  3. Epistemologi yaitu cabang filsafat yang mengkaji sumber-sumber, watak, dankebenaran pengetahuan. Apakah yang sanggup diketahui oleh kebijaksanaan manusia?; Dari manakah kita memperoleh pengetahuan?; Apakah kita mempunyai pengetahuan yang sanggup diandalkan?; Apakah kemampuan kita terbatas dalam mengetahui fakta pengalaman indera, atau apakah kita sanggup mengetahui lebih jauh dari apa yang diungkapkan oleh indera? Apakah sumber-sumber pengetahuan? Dari mana pengetahuan yang benar itu datang, dan bagaimana kita sanggup mengetahui? Ini semua yaitu problema asal(origins). Apakah tabiat dari pengetahuan? Adakah dunia yang riil di luar akal, dan kalau ada, dapatkah kita mengetahui? Ini semua yaitu problema penampilan(appearance) terhadap realitas. Apakah pengetahuan kita itu benar (valid)? Bagaimana kita membedakan antara kebenaran dan kekeliruan? Ini yaitu problema mencoba kebenaran(verification).
  4. Etika yaitu pengkajian soal moralitas. Apakah yang benar, dan apakah yang salah dalam hubungan antar manusia? Dalam moralitas dan adat ada tiga bidang yang besar: adat deskriptif(descriptive ethics), adat normatif(normative ethics), dan metaetika(metaethics).  Etika deskriptifberusaha untuk menjelaskan pengalaman moral dengan cara deskkriptif. Etika deskriptif berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan, dan tujuan sesuatu tindakan dalam kelakuan manusia. Etika deskriptif berusaha untuk memeriksa kelakuan perseoranganatau personal morality, kelakuan kelompokatau social morality, serta contoh-contoh kebudayaan dari kelompok nasional atau rasial.
  5. Keharusan moral (moral ought) merupakan subject mater, materi pokok dalam etika. Metaetika atau critical ethics. Perhatian orang dipusatkan kepada analisa, arti istilah dan bahasa yang digunakan dalam pembicaraan etika, serta cara berpikir yang digunakan untuk membenarkan pernyataan-pernyataan etika.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat