Showing posts sorted by date for query rumus-momentum-impuls-dan-tumbukan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query rumus-momentum-impuls-dan-tumbukan. Sort by relevance Show all posts

Thursday, October 24, 2019

Rumus Momentum, Impuls Dan Tumbukan Dalam Fisika

Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika - Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum, impuls dan tumbukan. Lalu apa pengertian momentum? Apa pengertian impuls? Apa pengertian tumbukan? Bagaimana rumus momentum dan Bagaimana rumus impuls ? Bagaimana rumus tumbukan? Bagaimana cara mengerjakan pola soal momentum? Bagaimana cara mengerjakan pola soal impuls? Bagaimana cara mengerjakan pola soal tumbukan? Ketiga materi Fisika tersebut intinya sanggup dihubungkan satu sama lain. Hal ini dikarenakan rumus rumusnya juga saling berhubungan.
 Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Momentum, Impuls, dan Tumbukan Fisika
Rumus pada momentum dan impuls sanggup dikaitkan satu sama lain memakai rumus aturan newton. Pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan wacana rumus momentum, rumus impuls, dan rumus tumbukan dalam Fisika. Saya juga akan menyertakan pengertian momentum, pengertian impuls, pengertian tumbukan, pola soal momentum, pola soal impuls, dan pola soal tumbukan. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika

Dalam pembahasan kali ini aku akan membaginya menjadi tiga bab yaitu momentum, impuls, dan tumbuhkan. Setiap bab berisi wacana pengertian, rumus dan pola soal. Adapun klarifikasi mengenai pengertian momentum, pengertian impuls, pengertian tumbukan, rumus momentum, rumus impuls, rumus tumbukan, pola soal momentum, pola soal impuls, dan pola soal tumbukan yaitu sebagai berikut:
Baca juga : Rumus Momentum Sudut, Linier, Gaya dan Dimensi

Momentum

Pengertian momentum ialah perkalian antara kecepatan suatu benda dengan massa bendanya. Momentum termasuk pada besaran turunan dari waktu, massa dan panjang. Adapula yang menyampaikan momentum sebagai besaran turunan yang tercipta dari benda bergerak yang mempunyai massa. Momentum dalam Fisika mempunyai lambang abjad "P". Adapun rumus momentumnya yaitu:

Rumus Momentum
P = m x V
Keterangan :
P =  Momentum (kg m/s)
m = Massa Benda (kg)
V = Kecepatan Benda (m/s)

Berdasarkan rumus momentum di atas, kita sanggup menyimpulkan bahwa sebuah benda akan mempunyai momentum yang semakin besar apabila semakin besar pula kecepatan dan massa bendanya. Jika besar kecepaan dan massanya kecil maka momentumnya akan bernilai kecil juga. Momentum dalam Fisika tersebut mengenal adanya aturan kekekalan momentum. Adapun suara aturan kekekalan momentumnya yaitu:

"Besar Momentum akan selalu sama, baik sebelum tumbukan maupun sehabis tumbukan."
 Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Ilustrasi Hukum Kekekalan Momentum
Contohnya dua benda yang mempunyai kecepatan dan massa masing masing saling bertumbukan. Kemudian setelah melaksanakan tumbukan, kedua benda tadi mempunyai besar kecepatan yang tidak sama. Selain rumus momentum, adapula rumus aturan kekekalan momentum yaitu sebagai berikut:
 Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Rumus Hukum Kekekalan Momentum
Selain rumus momentum dan rumus aturan kekekalan momentum di atas. Saya akan membagikan pola soal terkait rumus tersebut semoga anda lebih memahami wacana momentum. Berikut pola soal momentumnya:
Baca juga : Hukum Kekekalan Momentum Beserta Contoh Soal
Contoh Soal Momentum
Berapakah besar momentum benda bila kecepatannya 36 km/jam dan berat bendanya 80 kg?

Pembahasan
Diketahui : V = 36 km/jam = 36.000 m/3.600 s = 10 m/s; m = 80 kg
Ditanyakan : P = ?
Jawab :
P = m x V
   = 80 x 10
   = 800 kg m/s
Makara besar momentum pada benda tersebut ialah 800 kg m/s.

Impuls

Pengertian impuls ialah gaya yang bekerja pada sebuah benda dengan waktu tertentu. Contohnya suatu bola ditendang dengan gaya tertentu. Gaya tersebut akan bekerja pada bola dalam waktu yang singkat. Impuls sanggup diartikan sebagai hasil kali antara gaya (F) dengan waktu (t) tertentu. Materi Fisika ini mempunyai rumus menyerupai halnya rumus momentum di atas. Adapun rumus impuls yaitu sebagai berikut:

Rumus Impuls
I = F Δt
Keterangan :
I = Impuls (Nt)
F = Gaya (N)
t = Waktu (s)

Selanjutnya aku akan membagikan pola soal terkait rumus impuls menyerupai halnya pada rumus momentum. Adapun pola soal impulsnya yaitu sebagai berikut:

Contoh Soal Impuls
Joni melaksanakan tendangan di area pinalti lawan. Jika kaki dan bola bersentuhan dalam waktu 0,10 sekon dan besar gaya tendangannya 250 N. Berapakah besar impulsnya?

Pembahasan
Diketahui : Δt = 0,10 s; F = 250 N
Ditanyakan : I = ?
Jawab :
I = F x Δt
  = 250 x 0,10
  = 25 Nt

Hubungan Momentum dan Impuls
Rumus momentum dan rumus impuls sanggup dikaitkan satu sama lain. Hubungan antara momentum dan impuls tersebut sanggup dibuktikan memakai rumus aturan Newton. Dalam aturan ini terdapat pernyataan yakni sebuah benda yang mempunyai gaya sebanding dengan hasil kali antara massa dengan percepatan. Jika dinyatakan dalam bentuk rumus matematis akan menjadi menyerupai di bawah ini:
F = m x a
Kemudian masukkan rumus aturan newton di atas ke dalam rumus impuls. Maka hasilnya akan menjadi rumus momentum. Berikut pembuktiannya yaitu:
I = F x Δt
I = m x a (t2 - t1)
I = m x (v/t) x (t2 - t1)
I = m v1 - m v2
Berdasarkan hubungan rumus momentum dan impuls di atas, sanggup kita tarik kesimpulan bahwa:
Baca juga : Rumus Gelombang Elektromagnetik Beserta Contoh Soal
"Impuls yang bekerja pada sebuah benda mempunyai besar yang sama dengan benda yang mengalami perubahan momentum."


Tumbukan

Selain rumus momentum dan rumus impuls di atas. Selanjutya aku akan menjelaskan wacana rumus tumbukan. Pengertian tumbukan ialah insiden kedua benda yang bergerak dan saling bertemu. Kejadian tumbukan tersebut berkaitan dengan aturan kekekalan momentum, namun belum tentu berkaitan dengan aturan kekekalan energi kinetik. Kemungkinan pada ketika terjadi tumbukan, energi kinetiknya bermetamorfosis energi panas. Tumbukan dalam Fisika tersebut sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis jenis tumbukan Fisika yaitu sebagai berikut:

Tumbukan Lenting Sempurna
Jenis tumbukan dalam Fisika yang pertama ialah tumbukan lenting sempurna. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan tepat bila ketika terjadi tumbukan, keduanya tidak kehilangan energi kinetiknya. Sebelum dan sehabis tumbukan akan menciptakan besar energi kinetiknya sama menyerupai halnya pada sistem rumus momentum. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan lenting tepat akan menjadi menyerupai berikut:
V1 + V1' = V2 + V2'
Tumbukan Lenting Sebagian
Jenis tumbukan selanjutnya ialah tumbukan lenting sebagian. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan sebagian bila setelah tumbukan, terdapat benda yang sebagian kehilangan energi kinetiknya. Masing masing benda akan terlihat kecepatannya sehabis dan sebelum tumbukan memakai rumus menyerupai rumus momentum. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan lenting sebagian akan menjadi menyerupai berikut:
eV1 + V1 = eV2 + V2
Dalam persamaan di atas, e merupakan koefisien restitusi yang bergerak dengan nilai sekitar 0 - 1. Kita sanggup menjumpai tumbukan lenting sebagian dalam insiden memantulnya bola bekel secara berulang hingga pada alhasil berhenti. Nilai e tersebut mempengaruhi besar tinggi pantulan yang lebih rendah dibandingkan tinggi awal. Apabila dinyatakan dalam bentuk persamaan akan menjadi rumus tinggi pantulan n tumbukan yaitu:
hn = ho.e²ⁿ
Saya akan membagikan pola soal tumbukan lenting sebagian terkait rumus di atas menyerupai halnya pada pola soal rumus momentum. Adapun pola soal terkait rumus tumbukan lenting sebagian yaitu sebagai berikut:

Contoh Soal Tumbukan
Bola bekel dijatuhkan dalam ketinggian 2 meter. Kemudian bola tersebut memantul secara berulang kali. Jika besar koefisien restitusinya 0,5. Berapakah tinggi bola bekel setelah memantul yang ke 4?

Pembahasan
Diketahui : ho = 2 m; e = 0,5; n = 4
Ditanyakan : h4 = ?
Jawab :
hn = ho.e²ⁿ
h4 = 2 x 0,5⁸
h4 = 0,0078 m
Makara tinggi bola bekel setelah memantul yang ke 4 ialah 0,0078 meter.

Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali
Jenis tumbukan selanjutnya ialah tumbukan tidak lenting sama sekali. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan tidak sama sekali bila kedua benda saling menyatu dan mempunyai besar kecepatan yang sama. Maka dari itu besar momentum sehabis dan sebelum tumbukan mempunyai nilai yang sama menyerupai pada rumus momentumnya. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan tidak lenting sama sekali akan menjadi menyerupai berikut:
m1 V1 + m2 V2 =(m1 + m2)V'
Sekian klarifikasi mengenai rumus momentum, rumus impuls, dan rumus tumbukan dalam fisika. Saya juga menyertakan klarifikasi wacana pengertian momentum, pengertian impuls, pengertian tumbukan, pola soal momentum, pola soal impuls, dan pola soal tumbukan Fisika. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat.

Wednesday, October 23, 2019

Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas

Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas - Dalam kehidupan insan intinya dipengaruhi oleh jenis jenis energi yang tersedia. Salah satunya yakni energi kinetik. Apa pengertian energi kinetik itu? Konsep energi ini sanggup anda temukan ketika benda jatuh bebas. Lantas bagaimana prinsip energi kinetik benda jatuh bebas? Bagaimana cara menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas? Cara menghitungnya sanggup memakai rumus energi kinetik yang ada. Bahkan rujukan soal energi kinetik sendiri sering dijadikan sebagai soal soal ujian. Energi dalam kehidupan insan tidak sanggup dihilangkan sebab begitu besar keuntungannya dalam perkembangan teknologi menyerupai hal hal yang bekerjasama dengan posisi benda, gerakan benda maupun campuran keduanya.
Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas
Menghitung Energi Kinetik Benda Jatuh Bebas
Seperti yang telah kita ketahui bahwa pengertian energi yakni sesuatu yang bekerjasama bersahabat dengan kehidupan manusia. Adapula arti energi yang lebih sederhana yaitu kapasitas sebuah benda dalam menjalankan usaha. Sebuah benda sanggup dinyatakan mempunyai energi kalau benda tersebut sanggup melaksanakan kerja dengan menghasilkan gaya. Maka dari itulah terdapat penerapan energi kinetik benda jatuh bebas. Namun didalamnya juga tersedia rumus energi kinetik untuk memudahkan dalam menghitung besar energinya. Pada kesempatan kali ini aku akan menjelaskan wacana cara menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas

Sebelum membahas wacana cara menghitung energi kinetik benda jatuh bebas. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai energi kinetik itu sendiri. Pengertian energi kinetik yakni sebuah energi yang terdapat pada benda sebab mengalami atau melaksanakan sebuah gerak. Menurut Bahasa Yunani, kata kinetik berarti "Kinetikos" yang artinya "Bergerak". Untuk itu energi kinetik dimiliki oleh benda yang bergerak. Energi kinetik sendiri mempunyai nama lain yaitu "Energi Gerak". Didalamnya terdapat rumus energi kinetik untuk menghitung besar energi pada benda jatuh bebas. 
Baca juga : Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Kemudian ketika benda melaksanakan gerakan maka energi kinetiknya akan dipengaruhi oleh kecepatan dan massa bendanya. Simbol dari massa tersebut yakni abjad "m", sedangkan simbol kecepatan yakni abjad "v". Untuk itu cara menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas terdapat tugas kecepatan dan massa dari bendanya. Dalam rumus energi kinetik tersebut terdapat nilai setengah dari massa yang dikalikan dengan kecepatan kuadrat. Untuk itu ketika sebuah benda bergerak maka energi kinetiknya akan mempunyai besar yang berbanding lurus dengan besar kecepatan dan massa bendanya.

Ketika melaksanakan gerakan tentunya mempunyai energi kinetik yang besar kalau kecepatan dan massanya juga besar. Namun kalau energi kinetiknya kecil maka kecepatan dan massa bendanya juga kecil. Kita sanggup menemukan rujukan energi kinetik dalam kehidupan sehari hari menyerupai seseorang yang memukul stuttlecock ketika permainan bulutangkis, seseorang yang melempar watu dan sebagainya. Selain itu misalnya juga terlihat dari energi kinetik benda jatuh bebas. Di bawah ini terapat rumus energi kinetik yang dipakai untuk menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas. Berikut klarifikasi selengkapnya:

Rumus Energi Kinetik

Untuk menghitung energi kinetik benda jatuh bebas diharapkan rumus energi yang terdapat didalamnya. Rumus kinetik sendiri dipengaruhi oleh kecepatan (v) dan massa (m) bendanya. Apabila dinyatakan dalam rumus energi kinetik maka akan menjadi menyerupai di bawah ini:
Ek = 1/2 mv²
Keterangan :
Ek = Energi Kinetik (Joule)
m =  Massa Benda (kg)
v = Kecepatan Benda (m/s)

Setelah membahas wacana pengertian energi kinetik dan rumus energi kinetik. Saya akan menjelaskan wacana menghitung energi pada benda jatuh bebas. Untuk menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas terdapat kecepatan awalnya yaitu 0 (nol). Misalnya saja sebuah benda yang ditali dan digantungkan lalu dijatuhkan ataupun buah kelapa yang jatuh kebawah. Untuk lebih jelasnya sanggup anda perhatikan gambar di bawah ini:
Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas
Contoh Penerapan Energi Kinetik Benda Jatuh Bebas
Baca juga : Perkalian Vektor (Macam, Rumus, Sifat, dan Contoh Soal)
Dalam menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas terdapat posisi awal berupa energi potensial (Ep = mgh). Namun besar energi kinetiknya yakni 0 (nol), maka dari itu Vo = 0. Kemudian untuk energi potensial Ep = mgh dengan ketinggian tertentu akan menghasilkan besar energi kinetik tertentu, dimana Ek = 1/2 mv². Agar anda lebih memahami mengenai konsep rumus energi kinetik pada benda jatuh bebas, maka sanggup anda perhatikan rujukan soal di bawah ini.

Contoh Soal Energi Kinetik

Agar anda lebih memahami cara menghitung energi kinetik benda jatuh bebas memakai rumus energi kinetik. Maka aku akan membagikan beberapa rujukan soal energi kinetik beserta pembahasannya. Berikut rujukan soalnya yaitu:

1. Perhatikan gambar di bawah ini!
Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas Menghitung Energi Kinetik Pada Benda Jatuh Bebas
Gambar Contoh Soal Energi Kinetik #1
Sebuah benda terletak di ketinggian 12 meter dari tanah dengan massa 3 kg. Jika semula bendanya membisu dan dijatuhkan hingga ke tanah. Maka kawasan tersebut mempunyai gravitasi bumi 10 m/s². Hitunglah energi kinetik benda ketika ketinggiannya 6 meter dari tanah?

Pembahasan
Diketahui : h1= 12 m (tinggi awal); m = 3 kg; g = 10 m/s²; h2 = 6 m (tinggi di posisi kedua)
Ditanyakan : Ek ketika h2 (6m) = . . . ?
Jawab :
Terdapat konsep Hukum Kekekalan Energi Mekanik yakni Em1 = Em2
Dimana : Em1 = Ep1 + Ek1
                Em2 = Ep2 + Ek2
Maka diperoleh hasil persamaan menyerupai di bawah ini
                    Em1 = Em2
          Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2
   mgh + 1/2 mv² = mgh + Ek2
(3 x 10 x 12) + 0 = (3 x 10 x 6) + Ek2
                     360 = 180 + Ek2
                     Ek2 = 360 - 180
                     Ek2 = 180 Joule
Kaprikornus besar energi kinetik ketika dalam ketinggian 6 meter yakni 180 Joule.
Baca juga : Rumus Gelombang Elektromagnetik Beserta Contoh Soal
2. Sebuah benda di puncak gedung bertingkat jatuh bebas dengan ketinggian 60 meter dan massa 2 kg. Jika di udara terdapat ukiran yang diabaikan. Berapakah besar energi kinetik dengan percepatan gravitasi 10 m/s² ketika benda hingga di permukaan tanah?

Pembahasan
Diketahui : h= 60 m; m = 2 kg; g = 10 m/s²
Ditanyakan : Ek ketika hingga di permukaan tanah = . . . ?
Jawab :
Sebuah benda dikatakan jatuh bebas apabila tidak mempunyai kecepatan awal pada bendanya. Maka dari itu benda tersebut tidak mempunyai energi kinetik dan hanya mempunyai energi potensial gravitasi ketika dalam ketinggian 60 meter (v = 0, maka Ek = 1/2 mv² = 0). Sehingga Energi Mekanik awal sama dengan Energi Potensial Gravitasi (Emₒ = Ep)

Emₒ = Ep = m x g x h = 2 x 10 x 60 = 600 Joule

Energi potensial gravitasi ketika benda jatuh bebas akan bermetamorfosis energi kinetik. Maka dari itu perubahan semua energi potensial menjadi energi kinetik ketika benda menyentuh tanah. Dengan begitu benda tersebut akan mempunyai energi kinetik ketika hingga di permukaan tanah dan tidak mempunyai energi potensial gravitasi (h = 0, maka Ep = m.g.h = 0). Kaprikornus Energi Mekanik simpulan nilainya sama dengan Energi Kinetiknya (Emt = Ek)

Emₒ = Emt
  Ep = Ek
600 = Ek
  Ek = 600 Joule
Kaprikornus ketika benda hingga ke permukaan mempunyai besar energi kinetik yaitu 600 Joule.

Sekian klarifikasi mengenai cara menghitung energi kinetik pada benda jatuh bebas. Menghitung energi kinetik benda jatuh bebas tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya tugas rumus energi kinetik yang tersedia. Pengertian energi kinetik sendiri yakni sebuah energi yang terdapat pada benda sebab mengalami atau melaksanakan sebuah gerak. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat dan terima kasih telah membaca materi energi kinetik di atas.

Rumus Hitung Frekuensi Dan Masa Getaran Benda Beserta Contohnya

Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya - Dalam ilmu Fisika terdapat bahan pembelajaran mengenai Getaran. Apa itu Getaran? Pengertian getaran yaitu sebuah gerakan di sekitar kesetimbangan yang bolak balik. Getaran tersebut dipengaruhi oleh periode dan frekuensi. Lantas apa pengertian periode getaran? Apa pengertian frekuensi getaran? Bagaimana cara menghitung frekuensi getaran benda? Bagaimana cara menghitung periode getaran benda? Apa rumus frekuensi getaran? Apa rumus periode getaran? Sebuah benda yang mengalami frekuensi akan berbeda dengan benda yang mengalami periode. Meski berbeda namun kedua hal ini saling berhubungan.
Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya
Ilustrasi Getaran dalam Sebuah Bandul
Pengertian periode getaran (T) yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu kali getaran. Sedangkan pengertian frekuensi getaran (f) yaitu jumlah getaran setiap satu sekon. Gerakan frekuensi dalam sebuah getaran akan terjadi secara alamiah. Kemudian periode sendiri mempunyai satuan yang berbentuk sekon, sedangkan frekuensi mempunyai satuan yang berupa Hertz (Hz) atau getaran per sekon. Nilai satu Hertz sama dengan nilai satu getaran per sekon. Hal ini dikarenakan sebagai wujud penghormatan kepada Hendrich Rudolf Hertz yakni fisikawan yang berasal dari Jermas atas jasanya dalam bidang gelombang. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan wacana cara menghitung frekuensi getaran benda dan cara menghitung periode getaran benda beserta rumus periode getaran dan rumus frekuensi getaran. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak di bawah ini.

Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya

Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa pengertian periode getaran ialah waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan satu kali getaran pada sebuah benda. Sedangkan pengertian frekuensi getaran ialah jumlah getaran dalam satu detik. Di bawah ini terdapat pembahasan mengenai cara menghitung frekuensi getaran benda dan cara menghitung periode getaran benda beserta rumus periode getaran dan rumus frekuensi getaran. Berikut klarifikasi selengkapnya:
Baca juga : Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika

Rumus Periode Getaran

Cara menghitung periode getaran benda sanggup memakai rumus tertentu. Adapun rumus periode getarannya yaitu sebagai berikut:
T = t/n
Keterangan :
T = Periode Getaran, satuan sekon.
t = waktu, satuan sekon.
n = banyaknya getaran.

Rumus Frekuensi Getaran

Cara menghitung frekuensi getaran benda sanggup memakai rumus tertentu. Adapun rumus frekuensi getarannya yaitu sebagai berikut:
f = n/t
Keterangan :
f = Frekuensi Getaran, satuan Hertz atau Hz.
n = banyaknya getaran.
t = waktu, satuan sekon.

Hubungan Periode Dengan Frekuensi Getaran

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa cara menghitung frekuensi getaran benda berbeda dengan cara menghitung periode getaran benda. Bahkan rumus periode getaran dan rumus frekuensi getaran juga berbeda. Meskipun keduanya mempunyai perbedaan namun periode dan frekuensi sanggup dihubungkan satu sama lain menjadi sebuah rumus. Adapun rumus kekerabatan antara periode getaran dengan frekuensi getaran yaitu sebagai berikut:
f = 1/T
T = 1/f
Keterangan :
f = Frekuensi getaran, Satuan Hertz atau Hz
T = Periode getaran, Satuan sekon
Baca juga : Perkalian Vektor (Macam, Rumus, Sifat, dan Contoh Soal)
Contoh getaran yang sering kita jumpai ialah jam dinding yang memakai bandul. Bandul tersebut melaksanakan gerakan bolak balik supaya jarum jam dindingnya sanggup bergerak. Jika bandul tersebut ditarik dari satu arah dan dilepaskan maka akan bergerakk bolak balik ke arah yang lainnya. Gerakan bandul yang bolak balik inilah yang dinamakan dengan getaran. Untuk itu secara umum pengertian getaran ialah gerakan benda pada titik kesetimbangan yang bolak balik.

Contoh Soal Frekunesi dan Periode Getaran

Agar anda lebih memahami mengenai cara menghitung frekuensi getaran benda dan cara menghitung periode getaran benda, baik rumus frekuensi getaran ataupun rumus periode getaran. Maka saya akan membagikan teladan soal terkait pembahasan tersebut. Berikut teladan soal dan pembahasannya:

Perhatikan gambar bandul di bawah ini!
Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya Rumus Hitung Frekuensi dan Periode Getaran Benda Beserta Contohnya
Gambar Contoh Soal Getaran
Apabila bandul melaksanakan gerakan dengan waktu 10 sekon dari 1-2-3. Maka berapakah periode dan frekuensi getaran bandul di atas?

Pembahasan
Jika penarikan bandul dilakukan sampai titik 1 dan dilepaskan. Maka gerakan bandul akan menuju ke titik 2 dan 3, kemudian akan kembali lagi ke titik 2 dan 1. Bandul akan mempunyai pola gerakan 1-2-3-2-1 yang dinamakan dengan satu getaran penuh. Sedangkan bandul yang mempunyai pola gerakan 1-2-3 atau 3-2-1 akan dinamakan dengan ½ getaran.

Apabila gerakan bandul hanya mempunyai ½ getaran (1-2-3) dengan waktu 10 sekon, maka cara menghitung frekuensi getaran bendanya sanggup memakai rumus frekuensi getaran yakni f = n/t. Berikut cara memilih frekuensi getaran bandulnya:
f = n/t
  = ½ getaran/10sekon
  = 0,05 getaran/sekon
f = 0,05 Hz
Baca juga : Materi Besaran Vektor (Pengertian, Rumus dan Contohnya)
Setelah menghitung frekuens getaran bandul, kemudian dilanjutkan dengan cara menghitung periode getaran benda memakai rumus periode getaran yakni T = t/n. Berikut cara memilih periode getaran bandulnya:
T = t/n
   = 10  sekon/½ getaran
T = 20 sekon/getaran

Makara besar frekuensi dan periode getarannya ialah 0,05 Hz dan 20 sekon/getaran.

Sekian klarifikasi mengenai cara menghitung frekuensi getaran benda dan cara menghitung periode getaran benda beserta rumus periode getaran dan rumus frekuensi getaran. Getaran ialah sebuah gerakan di sekitar kesetimbangan yang bolak balik. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih telah membaca bahan periode dan frekuensi getaran benda di atas.