Showing posts sorted by date for query pengertian-masyarakat-multikultural. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query pengertian-masyarakat-multikultural. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, November 6, 2019

Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri Dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural

Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural - Pengertian masyarakat multikultural beserta ciri ciri masyarakat multikultural dan penyebabnya intinya sanggup dengan gampang kita temukan dalam pembelajaran sosiologi di tingkat sekolah. Baik pengertian maupun referensi masyarakat multikultural sendiri sangat berkaitan akrab dengan yang disebut "multikulturalisme". Multikultural sendiri yaitu istilah khusus untuk menjelaskan pengertian wacana keberagaman suku bangsa dalam sebuah negara.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam wacana pengertian masyarakat multikultural, ciri ciri masyarakat multikultural, penyebab masyarakat multikultural dan referensi masyarakat multi kultural itu sendiri.

Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural

 Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
Masyarkat Multikultural di Indonesia

Masyarakat multikultural memang sangat identik dengan istilah multikulturalisme lantaran dalam multikulturalisme itu telah meliputi pandangan pandangan wacana pengertian masyarakat multikultural, ciri ciri dan penyebab masyarakat multikultural.

Pengertian Masyarakat Multikultural

Dalam sebuah lingkungan masyarakat tentunya kita akan menemukan aneka macam kelompok masyarakat yang berebeda atau mempunyai karkteristik yang berbeda antara satu sama lain. Kumpulan perbedaan ciri ciri dan karakteristik tersebut bersenggolan eksklusif dengan stratifikasi sosial. Masyarakat menyerupai ini merupakan bentuk referensi masyarakat multikultural.
Artikel terkait: 5 Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
Menurut susunan bahasanya masyarakat multikultural sanggup dibagi menjadi 3 yakni "masyarakat", "Multi", dan tentunya "Kultural". Masyarakat yang artinya yaitu sekumpulan insan yang hidup dan berinteraksi berdasarkan moral istiadat maupun sistem yang berlaku dan diikat oleh rasa toleransi. Multi artinya terdiri dari lebih dari satu jenis (beragam). Dan kultural mempunyai arti budaya. Makara sanggup kita simpulkan bahwa pengertian masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang terdiri dari aneka macam suku bangsa yang mempunyai budaya berbeda satu sama lain. Perbedaan kebudayaan ini disebabkan oleh banyaknya ras dan suku bangsa yang mendiami suatu masyarakat.

Multikultural juga sanggup kita artikan sebagai suatu perbedaan atau keberagaman suatu budaya dengan budaya lainnya. Hal inilah yang menciptakan masyarakat multikultural disebut sebagai kelompok insan yang hidup dan tinggal menetap di satu tempat tertentu yang mempunyai kebudayaan dan ciri ciri khusus yang membedakan masarakat satu dengan masyarakat lainnya. Pada dasarnya memang setiap kelompok masyarakat mempunyai kebudayaan masing masing yang menjadikannya ciri ciri suatu masyarakat tersebut.

Selain berdasarkan bahasanya, multikultural juga sanggup diartikan berdasarkan para ahli. Pengertian masyarakat multikultural berdasarkan para andal yaitu sebagai berikut:
  • J.S Furnivall beropini bahwa masyarakat multikultural merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari lebih dari dua elemen yang mempunyai kehidupan sendiri sendiri. tanpa ada pencampuran dalam bidang politik satu sama lain.
  • J. Nasikun mengemukakan bahwa masyarakat multikultural mempunyai sifat yang cenderung beragam sejauh masyarakat tersebut secara struktur mempunyai sub kebudayaan yang mempunyai sifat diversi (diverse) yang sanggup ditandai oleh adanya keterlambatan perkembangan sistem dan nilai yang disepakati oleh seluruh elemen anggota masyarakat serta sistem nilai nilai kesatuan moral yang ada dari kesatuan sosial sehingga sering menyebabkan konflik sosial.
  • Clifford Geertz beropini bahwa pengertian masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang terbagi dalam subsistem yang kurang atau lebih bangun dengan keadaan masing masing subsistem tersebut terikat oleh ikatan primordial.

Ciri Ciri Masyarakat Multikultural

Setelah kita membahas pengertian masyarakat multikultural, maka kita juga harus mengetahui ciri ciri masyarakat multikultural itu sendiri. Masyarakat multikultural mempunyai ciri ciri yang sanggup ditandai oleh:
  1. Adanya struktur budaya (kebudayaan) lebih dari satu.
  2. Proses integrasi yang terjadi berlangsung sangat lama.
  3. Nilai nilai dasar yang telah disepakati sebelumnya dalam sebuah perjanjian sulit berkembang.
  4. Sering terjadi konflik konflik sosial dalam masyarakat yang mengandung unsur negatif.
  5. Memiliki struktur sosial yang bersifat non komplementer.
  6. Di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya sering terjadi dominasi.
Itulah yang menjadi ciri ciri masyarakat multikultural yang ada dilingkungan kita. Berdasarkan ciri ciri masyarakat multikultural tersebut kita sanggup menarik kesimpulan bahwa wacana karakteristik masyarakat multikultural.

Karakteristik Masyarakat Multikultural

Karakteristik merupakan penggalan yang akan mengarah pada faktor, sama halnya yang telah saya jelaskan sebelumnya, karakterstik inilah yang akan mengarah menuju pada faktor faktor penyebab masyarakat multikultural. Berdasarkan andal (Pierre L. Va Den Berghe) yang merupakan seorang sosiolog populer dan terkemuka menjelaskan wacana karakteristik masyarakat multikultural dan merumuskan faktor faktor penyebab masyarakat multikultural serta kesudahannya dalam kehidupan sehari hari.
Terjadinya segmentasi dalam sebuah kelompok sub budaya yang mempunyai perbedaan (primordial). masyarakat multikultural yang telah tersegmentasi kedalam sebuah kelompok sub budaya yang mempunyai perbedaan satu sama lain. masyarakat inilah yang nantinya akan terbagi kedalam kelompok kelompok yang lebih kecil berdasarkan agama, suku, ras dan pergaulan yang terpisah lantaran umumnya individu lebih menentukan untuk berinteraksi dengan orang yang mempunyai agama, suku, dan ras yang sama.

Dalam pengertian lain, masyarakat miltikultural mempunyai ciri ciri dan karakteristik terlihat hidup bersama dalam perbedaan agama, etnis, suku, dan ras. Namun dalam segi keseharian mereka cenderung lebih menentukan bergaul dengan orang orang yang memang berasal dari kawasan mereka saja. Hal ini disebabkan lantaran mereka dalam keseharian cenderung menentukan berkawan dengan orang yang memang berasal dari kawasan mereka lantaran dianggap lebih gampang melaksanakan interaksi.

Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural

Pada dasarnya terdapat banyak faktor penyebab masyarakat multikultural di indonesia. yakni faktor sejarah, faktor kebudayaan asing, faktor geografis dan lain sebagainya.

Faktor sejarah
Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah terlebih lagi pada rempah rempah. Hal ini menjadikan banyak negara abnormal mempunyai impian untuk menjajah Indonesia. Dengan demikian maka bangsa abnormal tersebut akan menetap di Indonesia dalam kurun waktu yang lama. Akhirnya warga negara abnormal ini menikah dengan penduduk indonesia dan usang kelamaan menciptakan percampuran budaya (multikuluralisme). Inilah yang menjadi faktor penyebab masyarakat multikultural di indonesia.

Faktor imbas kebudayaan asing
Globalisasi adlaah salah satu faktor yang memegang tugas penting dalam proses penyebaran kebudayaan dalam masyarakat dunia terutama Indonesia yang mengadopsi sistem demokrasi dalam pemerintahan. Indonesia merupakan negara terbuka yang gampang mendapatkan budaya abnormal yang masuk walaupun sering terjadi benturan antara budaya lokal dan budaya abnormal tersebut. Masuknya budaya abnormal melalui globalisasi inilah yang menjadi faktor penyebab masyarakat multikultural di Indonesia.

Faktor Geografis
Selain dikenal kaya akan aneka macam jenis rempah rempah, Indonesia juga dikenal mempunyai letak geografis yang sangat strategis untuk jalur perdagangan internasional arena diapit oleh dua benua dan dua samudra. Karena mempunyai letak gegrafis yang strategis, banyak negara negara abnormal menyerupai China, Arab, Portugis, India dan negara eropa lainnya tiba ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Keadaan inilah yang akhirnya menambah keanekaragaman budaya di indonesia sehingga menjadi faktor penyebab masyarakat multikultural di Indonesia.

Faktor Iklim
Iklim juga memegang peranan yang tidak kalah penting dalam faktor penyebab masyarakat multikultural di Indonesia, Indnesia merupakan negara kepulauan yang beriklim tropis. Umumnya budaya masyarakat yang tinggal di Indonesia akan meyesuaikan dengan keadaan iklam dan cuaca di kawasan masing masing. Seperti di kawasan pegunungan yang mempunyai iklim dan cuaca cuek cenderung akan ramah dan mempunyai budaya yang berkaitan dengan iklimya. Berbeda dengan masyarkaat pesisir pantai yang hidup pada iklim dan cuaca panas akan cenderung membentuk kontrol emosi yang lebih gampang marah.

Sekian artikel yang berjudul Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri Masyarakat Multikultural dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural yang sanggup saya sampaikan dalam artikel kali ini.

Sejarah Munculnya Kerajaan Islam Di Indonesia

Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia - Dalam sejarah banyak sekali kerajaan kerajaan yang terdapat di Indonesia. Kerajaan tersebut menganut banyak sekali pedoman menyerupai Hindu, Budha, ataupun Islam. Namun tidak sedikit  pula kerajaan yang mengandung pedoman Islam. Kerajaan kerajaan islam ini banyak tersebar dibeberapa wilayah Indonesia, menyerupai kerajaan islam di Maluku, kerajaan islam di Sulawesi, kerajaan islam di Sumatera, kerajaan islam di Jawa, dan kerajaan islam di Papua. Setiap wilayah terdapat beberapa kerajaan yang berdiri. Anda niscaya belum mengetahui kerajaan apa saja yang ada dinegara Indonesia? Pada kesempatan kali ini bahan berguru akan membahas mengenai sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia. Saya juga akan menyajikan secara lengkap mengenai kerajaan kerajaan yang sudah berdiri di wilayah Indonesia. Langsung saja sanggup anda simak dibawah ini.

Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia

Pada kala ke 13 merupakan awal sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia. Namun kerajaan tersebut berdiri hingga kala ke 16 saja. Sejarah unculnya kerajaan islam di Indonesia ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perdagangan islam yang masuk ke Indonesia menyerupai dari India, Arab, Tiongkok maupun dari Persis. Di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang telah berdiri kerajaan kerajaan Islam. Wilayah tersebut mencakup wilayah Sumatera, Papua, Maluku, Jawa dan Sulawesi. Dibawah ini terdapat klarifikasi mengenai kerajaan apa saja yang berdiri didalam wilayah tersebut.

Sejarah Kerajaan Islam di Sumatera
Dalam wilayah ini terdapat beberapa kerajaan islam yang berdiri menyerupai kesultanan samudera pasai, kesultanan perlak, kesultanan malaka, dan kesultanan aceh. Berikut klarifikasi sejarah munculnya kerajaan islam di wilayah Sumatera.

1. Kesultanan Perlak (muncul kala ke 9 hingga kala ke 13)

Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Kesultanan Perlak merupakan kerajaan islam di Indonesia yang paling bau tanah dengan periode pemerintahan yang paling usang dan mengawali sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia. Kesultanan ini berdiri pada tahun 840 hingga tahun 1292. Perlak dipimpin oleh raja pertamanya berjulukan Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Beliau dinobatkan menjadi seorang raja pada tanggal 1 Muhharam tahun 225H atau 840M. Sultan yang pertama ini mempunyai nama orisinil Saiyid Abdul Aziz, namun masa pemerintahannya berakhir pada tahun 249H atau 964M. Pada masa tersebut nama Bandar Perlak diganti menjadi Bandar Khalifah. Kemudian kesultanan Perlak mempunyai raja gres berjulukan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan yang memerintah pada tahun 622H hingga 662H atau 1225M hingga 1263M. Pada masa pemerintahan ini termasuk periode paling jaya dikesultanan Perlak.
Baca Juga : Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
Namun lantaran sesuatu hal kerajaan islam Perlak digantikan lagi oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan atau sultan yang ke 18. Sultan ini memerintah pada tahun 662H hingga 692H atau 1263M hingga 1292M. Namun Sultan yang ke 18 ini merupakan sultan terakhir yang memimpin Perlak. Kesultanan Perlak pernah mengalami masa kejayaan dalam segi pendidikan maupun pengembangan islam di Indonesia. Pada masa kerajaan Perlak juga telah muncul adanya mata uang emas maupun perak. Namun Perlak juga mengalami kemunduran lantaran munculnya perdebatan kekuasaan dalam keluarga Sayid Abdul Aziz. Dengan kudeta tersebut menjadikan para pedagang tidak melaksanakan aktivitas berdagang dan memindahkannya ke Pasai.

2. Kesultanan Samudera Pasai


Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah kesultanan samudera pasai
Sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia selanjutnya sehabis Kerajaan Perlak mulai runtuh maka dikala itulah mulai berdiri kerajaan samudera pasai. Kerajaan islam di Indonesia ini berawal dari bersatunya kerajaan Samudera dan Pasai. Kesultanan ini dipimpin oleh Marah Silu yang menganut pedoman Islam. Marah Silu mempunyai gelar Sultan Malik Al Shaleh. Kesultanan Samudera Pasai berada pada kawasan yang strategis. Letak tersebut menciptakan Samudera Pasai menguasai wilayah perairan laut yang berada dipesisir barat pantai Sumatera dan mempunyai julukan Bandar transit. Sultan Malik Al Shaleh wafat pada tahun 1297, lalu pemerintahannya digantikan oleh putera kandungnya Sultan Muhammad atau Sultan Malik Al Tahir. Pada masa Sultan Malik Al TAhir berakhir pada tahun 1326M dan digantikn lagi oleh Sultan Ahmad yang mempunyai gelar Sultan Malik Al Tahir II. Pada masa ini pelabuhan yang berada pada kesultanan Samudera Pasai mulai berjaya dan mempunyai julukan Bandar Transit.

Sulltan Ahmad digantikan lagi oleh Sultan Zain Al Abidin atau Sultan Malik Al Tahir III hingga masa pemerintahan 1450M. Kerajaan Islam Samudera Pasai pernah diserang oleh Kerajaan Majapahit pada tahun 1361M. Peperangan tersebut terjadi dikarena kekhawatiran Majapahit jawaban Samudera Pasai yang semakin maju. Namun peperangan ini tidak mengganggu dakwah yang terjadi diwilayah ini. Kesultanan Samudera Pasai mengalami kejayaan dikala terjadinya perdagangan  Cina, Siam, India, Persia maupun Arab. Kerajaan Islam ini memanfaatkan lada sebagai perdagangan utama di Samudera Pasai. Saat itu juga telah mengenal mata uang dinar. Namun sekitar kala XXV kesultanan Samudera Pasai mulai runtuh  karena kalah dengan Kesultanan Malaka. Keruntuhan tersebut juga disebabkan oleh penyerangan Portugal pada tahun 1521.
Baca Juga : Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

3. Kesultanan Malaka
Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah kesultanan malaka
Kerajaan Islam di Indonesia selanjutnya yakni kesultanan Malaka yang didirikan oleh Parameswara. Namun lantaran ia menganut pedoman Islam lalu mengubah namanya menjadi Sultan Iskandar Syah. Kerajaan ini terletak pada jalur perdagangan maupun pelayaran selat malaka yang merupakan jalur internasioanal. Kesultanan Malaka mulai berjaya sekitar kala ke 15. Pada masa tersebut juga telah tejadi perkembangan dakwah di Asia Tenggara, berawal dari Kampar, Riau hingga Indramayu. Namun pada tahun 1509M kerajaan ini diserang oleh Portugis dan mengalami kekalahan. Penyerangan tersebut menciptakan Kesultanan Malaka runtuh.

4. Kesultanan Aceh


Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah kesultanan aceh
Sejarah Munculnya kerajaan Islam ini berdiri dikala Kesultanan Samudera Pasai runtuh pada kala 14 atau tahun 1360. Kesultanan Aceh mulai berdiri dan dipimpin oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1514 hingga 1528 M. Kemudian digantikan oleh Sultan Iskandar Thani. Namun lantaran pada masa pemerintahan Sultan Iskandar mengalami kemunduran maka digantikan lagi oleh permaisuri. Pemerintahannya berjalan dengan pecahan sipilnya dipimpin oleh para aristokrat serta pemerintahan islamnya dipimpin oleh para ulama. Kesultanan Aceh mulai berjaya pada masa pemerintahan Iskandar muda lantaran sudah menguasai Pahang, Kedah, Johor, Perak, Nias, maupun Bintan. Pada masa tersebut terdapat adab mahkota alam yang menjadi undang undang pemerintah. Namun lantaran pihak sipil dengan pihak islam mengalami pertikaian menciptakan Kesultanan Aceh runtuh. Pada tahun 1904 Aceh dikuasai oleh Belanda.

Sejarah Kerajaan Islam di Jawa
Wilayah Jawa juga terdapat beberapa kerajaan islam diindonesia yang berdiri. Kerajaan islam tersebut mencakup Kesultanan Demak, Kesultanan Pajang, Kesultanan Mataram, Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Dibawah ini terdapat klarifikasi kerajaan kerajaan islam tersebut,
Baca Juga : Ciri Ciri, Kelebihan dan Kelemahan Pemerintahan Presidensial

1. Kesultanan Demak (muncul pada tahun 1500 M hingga 1550 M)
Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah  kesultanan demak
Kerajaan islam ini terletak disepanjang pesisir Jawa sebelah utara yang merupakan tilas dari kerajaan Majapahit. Kerajaan demak didirikan oleh pendakwah islam yang termasuk dalam Wali Songo. Kerajaan ini merupakan kerajaan islam pertama diwilayah Jawa. Kerajaan Demak dipimpin oleh Raden Patah pada tahun 1478M hingga 1518M. Beliau didukung oleh para wali lantaran sudah memimpin dengan kuat dan adil. Kesultanan demak terletak di kota Bintoro Jawa Tengah. Peninggalan sejarah kerajaan islam ini berupa Masjid Agung Demak, makam Sunan Kalijaga, serta makam Panjang. Kesultanan Demak mulai berjaya dikala menjadi sentra perdagangan islam maupun sentra penyebaran dakwah islam. Namun lantaran terdapat serangan dari Portugis menciptakan Demak runtuh dan terjadilah perdebatan antara pangeran Trenggono dengan adiknya untuk merebutkan tahta dari kesultanan Demak.

2. Kesultanan Banten (muncul pada tahun 1524 M hingga 1813 M)

Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia
Sejarah Munculnya Kerajaan Islam di Indonesia (kesultanan banten)

Kesultanan banten merupakan kerajaan islam di Indonesia yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin dengan masa pemerintahan tahun 1522 M hingga 1570 M. Daerah ini juga termasuk sentra perdaganagn islam diwilayah Selat Sunda lantaran menguasai jalur perdagangan dari Banten hingga Lampung. Kerajan ini mulai maju jawaban jatuhnya Kerajaan Malaka pada tahun 1511, sebagai wiltah utama berdangang, serta sebagai tempat yang menghasilkan lada maupun beras. Kesultanan Demak lalu dipimpin oleh Pangeran Yusuf pada tahun 1570 hingga 1580M. Pada masa pemerintahan Pangeran Yusuf  Kesultanan Banten sanggup mengusai wilayah Pakuan maupun Pejajaran. Setelah Pangeran Yusuf wafat lalu digantikan lagi oleh Kanjeng Maulana Muhammad. Beliau memimpin pertempuran melawan Palembang. Namun ia gugur dalam peperangan tahun 1959. Setelah itu Banten dipimpin oleh Abu Ma'ali Ahmad Rahmatullah.
Baca Juga : Biografi Cut Nyak Dhien Pahlawan Wanita Indonesia

3. Kesultanan Pajang
4. Kesultanan Mataram merupakan kerajaan islam diIndonesia pada tahun 1586M hingga 1755M.
5. Kesultanan Cirebon merupakan kerajaan islam diIndonesia pada kala 16.

Sejarah Kerajaan Islam di Maluku
Diwilayah Maluku juga terdapat kerajaan kerajaan islam yang berdiri. Kerajaan Islam Maluku di Indonesia terdapat beberapa kerajaan yang muncul menyerupai Kesultanan Bacan, Kesultanan Ternate (muncul pada tahun 1257M hingga 1583M), Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Tidore (muncul pada tahun 1110M hingga 1947M).

Sejarah Kerajaan Islam di Sulawesi
Dalam wilayah ini terdapat beberapa kerajaan islam. Namun wilayah Sulawesi hanya mempunyai dua kerajaan saja. Kerajaan islam tersebut ialah Kesultanan Buton yang berdiri pada tahun 1332 hingga 1911M dan Kesultanan Giba yang berdiri sekitar kala 16.

Sejarah Kerajaan Islam di Papua
Wilayah Papua merupakan wilayah yang paling banyak mempunyai kerajaan kerajaan islam di Indonesai. Kerajaan tersebut mencakup Kerajaan Salawati keturunan Arfan, Kerajaan Waigeo, Kerajaan Lilinta keturunan Dekamboe, Kerajaan Fatagar keturunan Uswanas, Kerajaan Sailolof keturunan Tafalas, Kerajaan Atiati keturunan Kerewaindzai, Kerajaan Rumbati keturunan Bauw, Kerajaan Sekar keturunan Rungesan, Kerajaan Arguni, Kerajaan Wertur keturunan Heremba, Kerajaan Patipi, Kerajaan Namatota, Kerajaan Kaimana dan Kerajaan Aiduma.

Sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia diatas merupakan kerajaan orisinil yang terdapat di Indonesia. Kerajaan tersebut ikut berpartisipasi dalam penyebaran islam di Indonesia. Wilayah yang paling kuat dalam penyebaran islam yakni wilayah Sumatera tepatnya di Kerajaan Samudera Pasai serta diwilayah Jawa tepatnya dikerajaan Demak yang didukung oleh para Wai Songo.


Inilah artikel mengenai sejarah munculnya kerajaan islam di Indonesia yang sanggup saya bagikan. Kerajaan kerajaan islam tersebut mempunyai masa kejayaan dan masa kemunduran masing masing. Namun lantaran kerajaan tersebut pedoman Islam sanggup semakin berkembang diseluruh wilayah Indonesia. Semoga artikel ini sanggup menambah ilmu anda. Terima kasih.

Pengertian, Syarat, Fungsi, Dan Ciri Ciri Interaksi Sosial

Pengertian, Syarat, Fungsi, dan Ciri Ciri Interaksi Sosial - Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak sanggup hidup sendiri. Maka dari itu insan sanggup disebut makhluk sosial. Sejak dibangku sekolah, kita telah diajarkan bahwa insan merupakan makhluk individu dan makhluk sosial. Dengan begitu mereka mempunyai tugas penting terhadap orang lain. Didalam diri orang tersebut akan timbul suatu interaksi sosial yang berafiliasi dengan orang lain. Apakah anda mengetahui ihwal pengertian interaksi sosial, syarat interaksi sosial, fungsi interaksi sosial dan ciri ciri interaksi sosial? Interaksi mempunyai pengertian berdasarkan KKBI yaitu suatu kegiatan aksi, pengaruh, hubungan maupun ikatan dengan orang lain. Interaksi juga mempunyai pengertian yang lebih sederhana yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan adanya agresi dan reaksi dalam hubungan tersebut atau mempunyai sifat dua arah.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak sanggup hidup sendiri Pengertian, Syarat, Fungsi, dan Ciri Ciri Interaksi Sosial
Dalam interaksi sosial memang timbul kegiatan dua arah menyerupai tumbuhnya agresi antara dua pihak. Interaksi mempunyai tujuan utama untuk mensugesti orang lain serta memperlihatkan imbas tertentu kemudian orang tersebut juga memberi pengaruhnya juga. Efek yang diberikan kedua orang ini sanggup disebut konsep dasar dalam kegiatan interaksi sosial lantaran keduanya saling berperan aktif dalam mensugesti satu sama lain. Dengan begitu akan terciptalah sebuah alasannya yaitu akhir dalam sebuah interaksi. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap mengenai pengertian interaksi sosial, syarat interaksi sosial, fungsi interaksi sosial dan ciri ciri interaksi sosial. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.

Pengertian, Syarat, Fungsi, dan Ciri Ciri Interaksi Sosial

Sudah saya jelaskan sedikit diatas mengenai pengertian interaksi sosial. Interaksi tersebut tidak akan timbul jikalau tidak ada syarat dalam melaksanakan hubungan dua orang. Dalam interaksi sosial juga terdapat fungsi dan ciri ciri yang terkandung didalamnya. Dibawah ini terdapat klarifikasi detail mengenai pengertian interaksi sosial, syarat interaksi sosial, fungsi interaksi sosial dan ciri ciri interaksi sosial.
Baca juga : Letak Astronomis dan Letak Geografis Indonesia

Pengertian Interaksi Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling berinteraksi dengan orang lain. Interaksi tersebut terjadi antara individu dengan kelompok, individu dengan individu, ataupun kelompok dengan kelompok. Tujuan utama adanya interaksi sosial ialah semoga terwujudnya suatu makhluk sosial yang saling membantu satu sama lain. Pengertian interaksi sosial sanggup dikemukakan berdasarkan beberapa ahli. Berikut pengertian interaksi sosial berdasarkan beberapa jago :

1. Pengertian interaksi sosial berdasarkan Bonner yaitu suatu hubungan yang terjadi oleh dua orang atau lebih sehingga menjadikan kegiatan saling mensugesti serta mengubah orang lain begitu juga sebaliknya.
2. Pengertian interaksi sosial berdasarkan Homans yaitu sebuah insiden yang terjadi dalam kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk memperlihatkan eksekusi maupun ganjaran terhadap orang lain dengan cara melaksanakan tindakan terhadapnya.
3. Pengertian interaksi sosial berdasarkan Raymond W. Mack dan Kimball Young yaitu suatu jalinan sosial yang timbul dalam individu dengan individu, kelompok dengan kelompok maupun individu dengan kelompok.
4. Pengertian interaksi sosial berdasarkan Selznic dan Broom yaitu tindakan yang didasari oleh kesadaran terhadap kehadiran orang lain sehingga muncul suatu pembiasaan respon atau timbal balik terhadap tindakan tersebut.

Interaksi sosial memang salah satu penunjang dalam kehidupan masyarakat. Adapula yang menyebutkan bahwa interaksi ini merupakan sebuah fondasi berdasarkan nilai dan norma mayarakat dalam mewujudkan hubungan sosial. Dengan berpedoman kepada nilai dan norma yang berlaku maka penerapan interaksi sosial sanggup terwujud dan sanggup dipatuhi. Pengertian interaksi sosial tidak hanya dibatasi oleh pertemuan fisik antara dua orang melainkan juga harus ada perwujudan komunikasi dua orang tersebut. Maka dari itu hubungan tidak akan disebut interaksi sosial jikalau didalamnya tidak terdapat komunikasi yang baik. Hal ini dikarenakan proses sosial terjadi akhir dari sebuah interaksi sosial.

Fungsi Interaksi Sosial

Setelah membahas mengenai pengertian interaksi sosial selanjutnya terdapat fungsi interaksi sosial. Berikut beberapa fungsi interaksi sosial beserta penjelasannya :

Mewujudkan Kehidupan Sosial
Fungsi interaksi sosial yang pertama ialah untuk mewujudkan sebuah kehidupan sosial. Kehidupan sosial tersebut akan terjadi jikalau terdapat sebuah interaksi antara dua orang atau lebih. Kehidupan sosial akan timbul dan terjamin dengan baik apabila berpedoman kepada nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Mempererat Tali Silaturahmi
Fungsi interaksi sosial selanjutnya ialah untuk mempererat tali silaturahmi. Seseorang disebut makhluk sosial jikalau mempunyai silturahmi antar makhluk lain. Silaturahmi tersebut bukan semata mata teori saja namun merupakan sebuah tindakan untuk mempererat hubungan. Silaturahmi mempunyai tugas penting dalam kehidupan bermasyarakat, mencegah adanya sikap individualisme serta saling membantu sama lain.
Baca juga : Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
Mengadakan Kerja Sama
Selanjutnya terdapat fungsi interaksi sosial berupa pengadaan kerja sama. Kerja sama ini sanggup terjadi dalam lingkup keluarga maupun rekan kerja. Selain itu pemenuhan kebutuhan akan terwujud dengan adanya kolaborasi yang terjadi. Kerjasama tersebut direalisasikan dalam sebuah interaksi sosial.

Mempererat Hubungan Usaha
Fungsi interaksi sosial selanjutnya ialah untuk mempererat hubungan usaha. Interaksi sosial juga sanggup terjadi dalam hubungan perjuangan yang baik. Hubungan tersebut akan berjalan dengan baik jikalau diimbangi dengan kerjasama yang baik pula. Maka dari itu perjuangan yang dijalin akan sesuai harapan.

Berdiskusi Tentang Persoalan
Fungsi interaksi sosial yang terakhir ialah adalanya diskusi mengenai duduk masalah yang terjadi. Manusia memang tidak sanggup dijauhkan dari banyak sekali persoalan. Namun duduk masalah tersebut sanggup membentuk jiwa yang lebih baik lagi. Dalam kehidupan ini tidak ada insan yang tidak mempunyai kasus atau persoalan. Dengan interaksi sosial tersebut akan membantu menuntaskan kasus yang dihadapi.

Syarat Interaksi Sosial

Dalam kegiatan interaksi sosial membutuhkan syarat penunjang dalam melaksanakan hubungan tersebut. Berikut syarat interaksi sosial berdasarkan pendapat Soerjono Soekamto :

Kontak Sosial
Syarat Interaksi sosial yang pertama ialah kontak sosial. Kontak sosial sanggup disebut interaksi yang terjadi dengan adanya kontak fisik. Kontak mempunyai arti saling menyentuh. Namun berdasarkan latarbelakang sosiologi, kontak sosial ialah sebuah proses awal dalam hubungan satu orang dengan orang lain baik terjadi secara pribadi ataupun tidak langsung. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ada kontak sosial yang terjadi. Kontak sosial sanggup diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk menyerupai kontak sosial yang bersifat negatif dan positif ataupun kontak sosial yang bersifat primer dan sekunder. Dalam kontak sosial yang bersifat negatif dan positif biasanya terjadi antara pengusaha satu dengan pengusaha lainnya. Apabila terjadi sebuah janji yang baik maka sanggup disebut kontak sosial positif. Namun apabila terjadi sebuah konflik maka sanggup disebut kontak sosial negatif. Sedangkan untuk kontak sosial yang bersifat primer dan sekunder terjadi apabila terdapat hubungaan antara individu dengan kelompok. Apabila terjadi sebuah interaksi antara individu dengan individu lainnya maka sanggup disebut kontak sosial primer. Namun apabila hubungan tersebut terjadi melalui surat, telepon dan sebagainya maka sanggup disebut kontak sosial sekunder.

Komunikasi
Syarat interaksi sosial selanjutnya ialah komunikasi antara dua orang atau lebih. Dalam interaksi sosial, komunikasi terjadi setelah adanya kontak sosial. Maka dari itu komunikasi tidak akan terjadi sebelum didahului dengan kontak sosial. Dalam proses komunikasi harus ada interpretasi antara kedua pihak baik perasaan, sikap, gerakan maupun sikap yang disampaikan. Dalam proses komunikasi terdapat beberapa faktor penting yang menunjang terjadinya interaksi sosial menyerupai komunikator (orang yang mengirimkan pesan), komunikan (orang yang mendapatkan pesan), pesan (sesuatu yang disampaikan baik berupa perasaan, gerakan dan sebagainya), imbas (perubahan pada komunikan sehabis mendapatkan pesan) dan media (alat yang dipakai dalam memberikan pesan). Pelaksanaan komunikasi dilakukan dengan beberapa proses penting menyerupai :
  • Penyampaian ialah sebuah tahap mengirimkan pesan maupun gagasan yang telah dibentuk sebelumnya dalam proses encoding. Penyampaikan tersebut diberikan kepada pihak komunikan.
  • Encoding ialah proses menyiapkan pesan atau gagasan yang ingin diberikan kepada komunikan. Komunikator harus menentukan pesan yang sesuai semoga dampak yang ditimbulkan sanggup sesuai harapan.
  • Decoding ialah tahap penerimaan dan peresapan pesan maupun gagasan yang dilaksanakan oleh komunikan.
Baca juga : Faktor Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Nasional

Ciri Ciri Interaksi Sosial

Ciri ciri interaksi sosial sanggup dibagi menjadi 4 bentuk. Berikut ciri ciri ciri interaksi sosial berdasarkan tim sosiologi :
  • Jumlah pemainnya lebih dari satu, dalam interaksi sosial memang terdapat pelaku berupa individu dengan individu, kelompok dengan kelompok ataupun individu dengan kelompok.
  • Timbulnya komunikasi.
  • Terdapat maksud dan tujuan yang jelas.
  • Terdapat dimensi waktu
Dalam ciri ciri interaksi sosial juga terdapat faktor faktor yang mensugesti adanya hubungan sosial. Faktor yang mensugesti interaksi sosial tersebut meliputi :

Imitasi
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor imitasi. Imitasi merupakan sebuah tindakan memalsukan sikap orang lain yang dianggap sebagai panutannya. Kegiatan imitasi yang pertama biasanya terjadi dalam lingkup keluarga. Biasanya anak akan menirukan kebiasaan orang tuanya. Namun tindakan imitasi berubah saat anak sudah beranjak remaja. Mereka cenderung mengikuti sikap lingkungan sekitar lantaran sebagian besar waktunya dilakukan dengan berinteraksi dalam lingkup lingkungan sosial contohnya sekolah.

Sugesti
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor sugesti. Sugesti ialah sebuah keahlian seseorang dalam mensugesti orang lain semoga melaksanakan tindakan atau perjuangan sesuai kehendaknya. Sugesti tersebut dilakukan dengan mensugesti orang lain tanpa adanya pikir panjang. Orang yang mempunyai keahlian dalam menyugesti biasanya mempunyai sifat wibawa, disegani maupun populer disekitarnya. Misalnya seorang Bupati yang menyatakan bahwa setiap hari Jumat, para pegawai harus mengenakan busana batik.

Identifikasi
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor identifikasi. Identifikasi ialah suatu tindakan untuk sama dan menyerupai dengan orang yang disukainya atau tokoh yang menginspirasinya. Efek yang ditimbulkan oleh identifikasi lebih dalam dibandingkan dengan imbas imitasi ataupun sugesti. Hal tersebut dikarenakan tindakan yang dilakukan secara identifikasi bersifat sadar. Misalnya mengikuti gaya rambut, gaya hidup, gaya berpakaian dan lain lain.

Simpati
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor simpati. Simpati ialah sikap tertarik dengan orang lain baik berupa norma, rujukan pikir maupun perbuatan yang dilakukan orang lain tersebut. Sikap simpati terhadap pihak lain sanggup dilakukan oleh individu kepada individu, kelompok kepada kelompok ataupun individu kepada kelompok. 

Motivasi
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor motivasi. Motivasi yaitu sebuah perjuangan untuk menyemangati seseorang maupun kelompok semoga sanggup mewujudkan keinginannya. Tindakan tersebut sanggup dilakukan oleh individu kepada individu, kelompok kepada kelompok ataupun individu kepada kelompok.

Empati
Ciri ciri interaksi sosial juga meliputi faktor empati. Faktor tenggang rasa hampir sama dengan sikap simpati namun perbedaannya terletak pada kondisi kejiwaannya. Sikap tenggang rasa mempunyai arti yaitu seseorang seakan akan mencicipi dan memahami pribadi perasaan atau insiden yang menimpa orang lain.

Berdasarkan pengertian interaksi sosial, syarat interaksi sosial, fungsi interaksi sosial dan ciri ciri interaksi sosial diatas sanggup disimpulkan bahwa hubungan sosial sanggup dibagi menjadi dua bentuk. Bentuk bentuk interaksi sosial sanggup dibagi menjadi asosiatif maupun disosiatif. Hubungan yang terjadi dalam masyarakat sanggup mewujudkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang ditimbulkan oleh interaksi sosial sanggup berupa kerjasama, laba dan sebagainya. Namun untuk dampak negatifnya sanggup berupa peperangan, pertikaian, dan sebagainya.

Demikinlah klarifikasi mengenai pengertian interaksi sosial, syarat interaksi sosial, fungsi interaksi sosial dan ciri ciri interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan wujud pemenuhan kebutuhan dengan pinjaman orang lain. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat. Terima kasih.

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya - Manusia memang sudah ditakdirkan sebagai makhluk sosial. Walaupun sebagai makhluk individu tetapi insan tidak sanggup hidup sendiri. Dalam perwujudannya sebagai makhluk sosial, didalamnya terdapat sebuah interaksi sosial kepada orang lain. Semasa dibangku sekolah niscaya sudah dijelaskan mengenai interaksi sosial beserta kandungan didalamnya. Kandungan tersebut mencakup fungsi interaksi sosial, bentuk bentuk interaksi sosial, dan masih banyak lagi. Interaksi sosial ialah korelasi antara dua orang atau lebih dengan dua arah sehingga memperoleh timbal balik yang sama. Kali ini saya akan menjelaskan lebih jauh mengenai bentuk bentuk interaksi sosial beserta penjelasannya. Untuk lebih jelasnya sanggup anda simak dibawah ini.
Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya

Bentuk bentuk interaksi sosial sanggup dibagi menjadi dua yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Kedua bentuk interaksi sosial tersebut tercipta akhir adanya sebuah interaksi dalam masyarakat. Bentuk interaksi sosial asosiatif ialah bentuk interaksi yang bertujuan untuk mewujudkan persatuan sehingga interaksi sosial sanggup berjalan dengan baik. Sedangkan bentuk interaksi sosial disosiatif ialah bentuk interaksi yang diwujudkan dengan cara perlawanan terhadap orang lain atau kelompok untuk mendapatkan tujuan tertentu. Kedua bentuk interaksi sosial tersebut masih sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Dibawah ini terdapat bentuk bentuk interaksi sosial beserta penjelasannya.
Baca juga : Letak Astronomis dan Letak Geografis Indonesia

Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial yang pertama ialah asosiatif. Interaksi sosial asosiatif bersifat lebih positif. Dengan kata lain interaksi ini mendukung kelompok maupun seseorang untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. Proses interaksi sosial asosiatif sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis interaksi sosial asosiatif beserta penjelasannya :

Kerja Sama atau Cooperation
Bentuk interaksi sosial asosiatif yang pertama ialah kolaborasi atau cooperation. Kerja sama ialah suatu usaha yang dilakukan oleh kelompok maupun antar individu untuk memperoleh tujuan dan kepentingn bersama. Kerjasama tersebut sanggup dilakukan dengan cara antar individu, antar kelompok maupun individu dengan kelompok. Berdasarkan pendapat Charles H. Cooley, kolaborasi sanggup tercipta apabila seseorang mempunyai kesadaran bahwa mereka mempunyai kepentingan yang serupa. Dalam pemenuhan kepentingan tersebut harus diimbangi dengan pengendalian dan pengetahuan yang matang. Dapat disimpulkan bahwa kolaborasi mempunyai faktor penting berupa kesadaran akan kepentingan yang sama dan pengorganisasian yang baik.

Bentuk interaksi sosial berupa kolaborasi akan menjadi lebih berpengaruh apabila terdapat sebuah sikap maupun ancaman dari luar yang melukai kepatuhan dalam diri seseorang maupun kelompok. Misalnya kolaborasi yang timbul antar tentara dalam melawan musuh. Kemudian didalamnya terdapat perbedaan pendapat. Namun tujuannya sama, maka dari itu terdapat sikap berpengaruh untuk mempertahankannya. Kerjasama berdasarkan pelaksanaannya sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis kerjasama berdasarkan pelaksanaannya :

  • Bergaining ialah sebuah perjanjian yang diwujudkan dalam bentuk pertukaran jasa maupun barang antara dua organisasi atau lebih.
  • Gotong royong ialah bentuk interaksi sosial yang dilakukan secara sukarela dalam melakukan pekerjaan tertentu yang berafiliasi dengan orang lain secara langsung.
  • Koalisi ialah gabungan antara dua organisasi atau lebih dengan tujuan yang serupa. Dalam bentuk kerjasama ini terdapat ketidak stabilan lantaran masing masing organisasi mempunyai struktur yang berbeda.
  • Kooptasi ialah tata cara penerimaan nilai nilai gres dalam pelaksanaan negara maupun kepemimpinan. Tujuan dari kooptasi ialah untuk mencegah adanya konflik dalam sebuah organisasi negara.
  • Joint Venture ialah jenis kerjasama yang dilakukan dalam sebuah perusahaan proyek contohnya usaha perhotelan ataupun pengeboran minyak.
Bentuk interaksi sosial kolaborasi juga sanggup dibagi lagi berdasarkan bentuk kerjanya. Berikut bentuk kolaborasi berdasarkan bentuk kerjanya :
  1. Kerja sama impulsif ialah bentuk interaksi sosial kolaborasi secara langsung.
  2. Kerja sama eksklusif ialah bentuk kolaborasi yang pelaksanaannya berdasarkan perintah atasan.
  3. Kerja sama kontak ialah bentuk kolaborasi yang pelaksanaannya berdasarkan perintah tertentu.
  4. Kerja sama tradisional ialah bentuk kolaborasi sebagai penunjang sistem sosial.

Akomodasi atau Accomodation
Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah fasilitas atau accomodation. Akomodasi ialah sebuah pembiasaan antar individu maupun kelompok yang saling bertentangan untuk menanggulangi ketegangan. Akomodasi menjaga keseimbangan antar nilai dan norma dalam mayarakat untuk mewujudkan interaksi sosial. Biasanya bentuk interaksi sosial ini dipakai untuk mengatasi perselisihan, baik secara paksaan ataupun menghargai pribadi masing masing. Akomodasi sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis fasilitas :
  • Koersi ialah bentuk interaksi sosial yang terbentuk melalui jalur paksaan dari satu pihak ke pihak lain yang bersifat lemah. Koersi dilakukan dengan cara mendominasi kelompok kelompok yang lemah, contohnya sistem pemerintahan totaliter.
  • Kompromi ialah jenis fasilitas dalam sebuah perselisihan untuk menanggulangi tuntutan biar duduk masalah sanggup terselesaikan. Faktor utama terjadinya kompromi ialah adanya pemahaman dan pengertian kedua belah pihak. Misalnya perjanjian antar negara yang sedang berperang.
  • Arbitrase ialah bentuk fasilitas yang timbul antara dua pihak berselisih lantaran tidak sanggup berkompromi. Dalam interaksi sosial ini terdapat pihak ketiga yang menengahi duduk masalah yang terjadi. Pihak ketiga biasanya berasal dari tubuh berwenang. Misalnya penyelesaian antara buruh dengan pengusaha, kemudiaan diatasi dengan cara arbitrase atau melalui pihak ketiga.
Baca juga : Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
  • Mediasi ialah pihak ketiga yang menengahi suatu duduk masalah atau bertugas sebagai juru damai. Perdamaian tersebut berdasarkan persetujuan pihak yang berselisih. Misalnya mediasi antara Indonesia dengan Kamboja biar sanggup berdamai.
  • Konsiliasi ialah bentuk interaksi sosial untuk mendapatkan sebuah perjanjian dengan cara menyatukan impian pada kedua pihak yang bertikai. Konsiliasi sanggup diubah menjadi asimilasi lantaran mempunyai sifat lunak. 
  • Toleransi ialah bentuk fasilitas dengan cara persetujuan yang bersifat resmi. Dalam bentuk interaksi sosial ini perselisihan diatasi dengan cara perencanaan yang matang. 
  • Stalemate ialah bentuk interaksi sosial yang timbul antara kelompok satu dengan kelompok lain yang mempunyai kekuatan sama namun mereka saling bertikai.
Asimilasi atau Assimilation
Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah asimilasi. Asimilasi ialah usaha yang dlakukan untuk menuntaskan perbedaan yang terjadi antar kelompok maupun antar individu dengan tujuan memperoleh kesepakatan, tujuan ataupun kepentingan bersama. Berdasarkan Koentjaraningrat, asimilasi akan tercipta apabila terdapat perbedaan kebudayaan antar kelompok. Setelah itu individu yang terdapat dalam kelompok tersebut saling berafiliasi secara terus menerus, eksklusif dan dengan waktu yang lama. Dalam asimilasi tersebut kelompok yang mengalami pebedaan akan terjadi perubahan serta penyesuaian budaya dalam dirinya. Dalam bentuk interaksi sosial ini tercipta proses indentifikasi diri untuk memperoleh tujuan dan kepentingan kelompok. Asimilasi mempunyai faktor pendorong dan penghambat terjadinya sebuah penyelesaian. Berikut faktor pendukung asimilasi :
  • Sikap toleransi.
  • Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.
  • Sikap terbuka yang terdapat dalam penguasa.
  • Adanya sikap menghargai kebudayaan dan orang asing.
  • Terjadinya perkawinan amalgamasi atau campuran.
  • Timbulnya persamaan kebudayaan.
  • Terdapat musuh dari luar yang mengancam kepentingan bersama.
Selain faktor pendukung dalam bentuk interaksi sosial asimilasi. Adapula faktor penghambat terjadinya asimilasi menyerupai :
  • Minimnya pengetahuan mengenai kebudayaan gres yang masuk.
  • Terkucilnya kehidupan kelompok tertentu dalam masyarakat.
  • Adanya perasaan sombong antar kebudayaan.
  • Timbulnya perasaan takut mengenai kekuatan yang ada dalam kebudayaan baru.
  • Adanya perbedaan warna kulit.
  • Adanya sikap in group feeling yang kuat.
  • Terdapat perbedaan kepentingan sehingga timbul sebuah pertentangan.
  • Adanya gangguan dari golongan minoritas kepada golongan penguasa.

Akulturasi atau Aculturation
Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah akulturasi aatau aculturation. Akulturasi ialah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan dan memproses kebudayaan absurd menjadi belahan kebudayaan kelompok yang dimiliki namun tidak menghilangkan kebudayaan aslinya. Akulturasi sanggup disebut pencampuran dua budaya dalam waktu yang cukup lama. Kebudayaan absurd yang timbul kemudian diterima dan diolah namun kebudayaan aslinya tidak hilang.

Paternalisme
Bentuk interaksi sosial asosiatif yang terakhir ialah paternalisme. Paternalisme ialah acara menguasai kelompok anak negeri yang dilakukan oleh kelompok pendatang. Kelompok pendatang ini bahkan telah menguasai perekonomian anak negeri. Pendatang tersebut bersikap sebagai penanam modal maupun penguasa sedangkan pihak anak negeri dijadikan sebagai pekerja atau buruh. Hal ini sama menyerupai jaman penjajahan Belanda untuk menguasai Indonesia. Penguasaan yang terjadi tidak hanya dalam bidang ekonomi saja, tetapi dalam bidang lain menyerupai permodalan, kesehatan, pendidikan, pertanahan dan lain lain. Dengan duduk masalah menyerupai ini seharusnya terdapat penyelesaian yang cepat biar tidak ada salah paham antara pribumi dengan pendatang baru.
Baca juga : Ciri Ciri, Kelebihan dan Kelemahan Pemerintahan Presidensial

Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk interaksi sosial juga sanggup bersifat disosiatif. Bentuk interaksi tersebut mempunyai arti oposisi yang berarti kontradiksi antar individu ataupun antar kelompok untuk memperoleh tujuan tertentu. Interaksi sosial disosiatif sanggup dibagi lagi menjadi beberapa bentuk yaitu :

Persaingan atau Competition
Bentuk interaksi sosial disosiatif yang pertama ialah persaingan atau competition. Persaingan ialah acara sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan kemenangan. Persaingan timbul lantaran adanya impian untuk mendapatkan sesuatu yang terbatas ataupun ingin menjadi sentra perhatian dalam lingkup umum. Persaingan tercipta dengan berpedoman nilai dan norma dalam masyarakat. Bentuk interaksi sosial ini terjadi secara sportif lantaran minimnya kekerasan atau ancaman. Persaingan yang timbul dengan kekerasan, bahaya, dan merugikan orang lain sanggup disebut perusuhan/persengketaan/persaingan tak sehat. Persaingan berfungsi untuk memberikan nilai dan kepentingan mayarakat sehingga tidak timbul konflik, memberikan impian kelompok atau individu biar dipenuhi namun sulit sekali dipenuhi dalam waktu yang bersamaan, dan menyeleksi individu yang sesuai untuk mendapatkan kiprah serta kedudukan berdasarkan kemampuannya. Contoh persaingan mencakup persaingan dalam bidang ekonomi, dalam bidang kebudayaan maupun kedudukan.

Kontravensi
Bentuk interaksi sosial disosiatif selanjutnya ialah kontravensi. Kontravensi ialah penentangan yang dilakukan dengan cara sembunyi biar tidak timbul konflik terbuka. Kontravensi ini ditandai dengan keraguan, penolakan, penyangkalan maupun ketidakpastian yang tidak sanggup diungkapkan secara terbuka. Kontravensi disebabkan oleh perbedaan pendirian antar kalangan masyarakat. Bentuk interaksi sosial disosiatif ini sanggup dibagi menjadi beberapa jenis menyerupai :
  • Kontravensi taktis menyerupai memberi kejutan kelompok lawan yang terintimidasi dan terprovokasi.
  • Kontravensi umum contohnya protes, keengganan, gangguan, pengancaman, perlawanan dan penolakan terhadap pihak lawan.
  • Kontravensi intensif contohnya berbagi dan menghasut kabar yang tidak benar.
  • Kontravensi sederhana contohnya penyangkalan pernyataan seseorang yang dilakukan didepan umum.
  • Kontravensi belakang layar contohnya berkhianat dan membocorkan belakang layar orang lain.

Pertikaian
Bentuk interaksi sosial disosiatif selanjutnya ialah pertikaian. Pertikaian ialah lanjutan dari acara kontravensi. Pertikaian juga mempunyai sifar terbuka. Timbulnya pertikaian diakibatkan oleh perbedaan tajam antar kelompok masyarakat. Perbedaan tersebut akan menjadikan rasa benci dan amarah sehingga timbul sikap menghancurkan, menyerang, dan melukai orang lain. Maka dari itu sanggup disimpulkan bahwa pertikaian terjadi antar kelompok dengan jalan kekerasan dan ancaman.

Pertentangan
Bentuk interaksi sosial disosiatif yang terakhir ialah pertentangan. Pertentangan ialah sebuah usaha yang dilakukan oleh kelompok atau individu biar tujuannya sanggup tercapai. Pertentangan ini terjadi dengan cara ancaman maupun kekerasan. Biasanya kontradiksi diakibatkan oleh perbedaan pendapat, kebudayaan, perasaan, perubahan sosial serta kepentingan. Pertentangan sanggup dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu kontradiksi rasial, kontradiksi pribadi, kontradiksi politik, kontradiksi antar kelas sosial dan kontradiksi internasional.

Demikianlah klarifikasi mengenai bentuk bentuk interaksi sosial. Secara umum interaksi sosial sanggup dibagi menjadi dua yaitu secara asosiatif dan disosiatif. Kedua bentuk tersebut masih sanggup dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Tuesday, November 5, 2019

Perkembangan Ekonomi Indonesia Kala Demokrasi Terpimpin

Perkembangan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi TerpimpinNegara Indonesia memang dikategorikan negara yang gres merdeka. Kemerdekaan terebut dilandasi oleh kehidupannya yang masih terbelakang. Hal tersebut dikarenakan proses pengubahan struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berlangsung dengan tersendat sendat. Bahkan Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin, demokrasi liberal dan sebagainya. Perkembangan ekonomi yang masih tersendat sendat tersebut dikarenakan beberapa faktor menyerupai adanya gerakan separatis di tempat daerah yang menimbulkan keamanan negara tidak menguntungkan, mengalami banyak pergantian kabinet, dan terlalu mengandalkan satu hasil ekspor saja.

Perkembangan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin Perkembangan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin

Perkembangan ekonomi yang tidak lancar juga disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam hal penataan ekonomi. Maka dari itu untuk berbagi perekonomian negara Indonesia harus membutuhkan tenaga hebat beserta dana yang memadai. Dahulu Presiden RI yang pertama yaitu Presiden Soekarno memakai sistem ekonomi terpimpin untuk berbagi perekonomian Indonesia biar menjadi lebih baik. Dalam perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin ini, Presiden berperan pribadi dalam mengatur sistemnya. Presiden tersebut dibantu oleh pihak pemerintahan biar berjalan dengan lancar. Kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap mengenai perkembangan ekonomi Indonesia masa demokrasi terpimpin. Berikut ulasan selengkapnya.

Perkembangan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin

Sebelumnya negara Indonesia tidak memakai sistem demokras terpimpin. Namun lantaran beberapa hal menciptakan bangsa Indonesia mengubah sistem demokrasinya menjadi demokrasi terpimpin. Dengan penggunaan demokrasi ini menciptakan sistem perekonomian Indonesia menjadi terpimpin. Maka dari itu perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin merupakan belahan dari sistem demokrasi yang digunakan. Demokrasi terpimpin yaitu salah satu sistem demokrasi Indonesia yang keputusan maupun pemikirannya berasal dari seorang raja. Dibawah ini terdapat beberapa upaya untuk berbagi ekonomi Indonesia.
Baca juga : Pengertian Masyarakat Multikultural, Ciri Ciri dan Faktor Penyebab Masyarakat Multikultural
Pembentukan Badan Perencana Pembangunan Nasional
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin yang pertama yaitu membentuk tubuh perencana pembangunan nasional. Pada tanggal 15 Agustus 1959 didirikan Dewan Perancang Nasional atau Depernas untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dengan kekuasaan Kabinet Karya. Depernas mempunyai anggota sebanyak 50 orang dengan ketuanya yaitu Moh. Yamin. Organisasi ini mempunyai beberapa kiprah menyerupai melaksanakan evaluasi dalam menyelenggarakan pembangunan dan melaksanakan persiapan bersiklus mengenai rancangan UU pembangunan nasional.

Dalam perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin sanggup mencapai Rancangan Dasar Undang Undang Pembangunan Nasional yang bersifat sementara berencana dalam kurun waktu satu tahun. Pada tahap ini berlangsung untuk tahun 1961 hingga 1969 melalui persetujuan MPRS dengan dikeluarkannya Tap MPRS No. 1/MPRS/1960 pada tanggal 26 Juli 1960. Kemudian pada tanggal 1 Januari 1961 mulai diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dengan pembentukan organisasi ini menciptakan penyelesaian problem menjadi lancar dalam hal pembangunan proyek industri maupun perencanaan prasarana. Depernas mengalami perubahan nama menjadi Badan Perancang Pembangunan Nasional atau Bappenas pada tahun 1963. Namun kini dipimin oleh Presiden Soekarno sendiri.

Pemotongan Nilai Uang
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin selanjutnya yaitu melaksanakan pemotongan nilai uang. Berdasarkan Perpu No. 2/1959 (diberlakukan tanggal 25 Agustus 1959) merupakan dasar pemerintah dalam melaksanakan kebijakan sanering. Sanering tersebut mempunyai beberapa kiprah menyerupai mengurangi jumlah uang yang telah beredar dalam masyarakat, melaksanakan peningkatan nilai rupiah dengan tujuan memakmurkan rakyat kecil, dan melaksanakan pembendungan dalam hal inflasi yang tinggi. Berdasarkan upaya ini, pihak pemerintah mengumumkan hasil pemotongan nilai uang yang berupa:

  1. Uang kertas pecahan yang mempunyai nilai Rp 500 diubah menjadi Rp 50.
  2. Uang kertas pecahan yang mempunyai nilai Rp 1000 diubah menjadi Rp 100.
  3. Membekukan seluruh simpanan bank yang berjumlah lebih dari Rp 25.000.
Baca juga : Ciri Ciri, Kelebihan dan Kelemahan Pemerintahan Presidensial
Upaya pemerintah ini tidak sanggup mengubah perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin menjadi lebih baik. Bahkan upaya tersebut tidak bisa mengurangi nilai kemerosotan ekonomi yang terjadi. Hal tersebut dikarenakan tidak semua pengusaha di negara Indonesia mematuhi ketentuan itu. Walaupun nilai keuangan sudah diturunkan tetap saja rakyat tidak sanggup membeli sembako bahkan harga murah sekalipun lantaran mereka tidak mempunyai uang. Kemiskinan tersebut disebabkan oleh :
  • Pengubahan kebijakan keuangan menjadi Perpu No. 6 Tahun 1959 dengan ketentuan nilai uang lembaran Rp 1000 maupun Rp 500 wajib untuk ditukarkan ke bank dengan nilai uang Rp 100 maupun Rp 50 sebelum tanggal 1 Januari 1960.
  • Pada tahun 1958 perusahaan dikuasai oleh Belanda dengan tidak disertai pengalaman dan manajemen tenaga kerja yang handal.
  • Kegiatan ekspor mengalami penurunan sehingga penghasilan negara juga berkurang. Hal ini disebabkan oleh gangguan keamanan dalam mengatasi pergolakan masing masing daerah.
  • Melakukan perjuangan pembebasan Irian Barat dengan biaya yang cukup banyak dalam menyelenggarakan Asian Games IV tahun 1962.

Konsep Djuanda
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin selanjutnya yaitu melaksanakan konsep djuanda. Pemerintah mulai memikirkan rakyat dengan melaksanakan perjuangan pembebasan Irian Barat dan penyelesaian perkara DI Jawa Barat dengan cara rehabilitasi ekonomi. Pemikiran tersebut mulai direalisasikan sehabis keamanan nasional mulai membaik dan pulih kembali. Sebelumnya konsep ini diberi nama konsep rehabilitasi ekonomi yang diketuai oleh Menteri Pertama Ir Djuanda. Untuk hasil dari konsep tersebut diberi nama Konsep Djuanda. Sebelum terbitnya konsep ini terdapat beberapa kritikan tajam dari PKI sehingga menciptakan konsep tersebut mati. PKI menganggap konsep Djuanda terdapat kaitannya dengan pelibatan negara Amerika Serikat, Yugoslavia, dan negara revisionis.

Deklarasi Ekonomi
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin selanjutnya yaitu melaksanakan deklarasi ekonomi. Deklarasi ekonomi atau Dekon dibuat pada tanggal 28 Maret 1963 yang bertempat di Jakarta, dengan maksud menghasilkan ekonomi nasional yang bebas imperialisme, mempunyai sistem ekonomi yang bedikari dan mempunyai sifat demokratis. Dalam deklarasi tersebut disampaikan oleh Presiden Soekarno. Dekon merupakan kondep dasar dalam melaksanakan pengembangan ekonomi terpimpin di Indonesia. Dekon tersebut mempunyai beberapa konsep menyerupai berusaha untuk menghasilkan keadaan ekonomi nasional yang demokratis dan higienis dari sifat kolonialisme maupun imperialisme, selanjutnya diikuti dengan konsep ekonomi sosial. Didalamnya terdapat peraturan yang mempunyai taktik mengambil modal dari luar negeri, memberhentikan subsidi dan merealisasikan ongkos produksi.

Peraturan peraturan Dekon tersebut mempunyai maksud untuk melaksanakan perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin. Namun didalamnya terdapat campur tangan dari pihak politik. Organisasi ini ditolak oleh PKI walaupun Aidit telah terlibat dalam penyusunannya. PKI tidak segan segan menghantam empat belas peraturan yang terdapat dalam Dekon. Bahkan PKI juga menuduh Djuanda melaksanakan penyerahan diri terhadap pihak imperialis. Akhirnya peraturan tersebut sengaja ditunda oleh Presiden Soekarno hingga bulan September 1963. Penundaan tersebut disertai alasan untuk lebih berkonsentrasi dalam hal peyelesaian konfrontasi dengan pihak Malaysia.
Baca juga : Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Berserta Penjelasannya
Kenaikan Laju Inflasi
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin yang terakhir yaitu melaksanakan kenaikan laju inflasi. Pendapatan negara yang tidak memadai disertai anggaran belanja negara yang meningkat menciptakan kondisi ekonomi menjadi lebih buruk. Namun Presiden Soekarno tetap berpendiri pada penghimpunan dana revolusi meskipun devisa mempunyai cadangan yang menipis. Dana yang diterapkan oleh presiden berkhasiat untuk biaya proyek mercusuar atau prestise politik dengan melaksanakan pengorbanan terhadap ekonomi dalam negeri. Peningkatan laju inflasi di dasari oleh :
  • Pemerosotan nilai mata uang rupiah.
  • Masalah problem negara tidak sanggup diatasi dengan santunan dari luar negeri.
  • Pemerosotan penghasilan devisa negara dan penghasilan lainnya.
  • Anggaran belanja negara semakin mengalami defisit besar.
  • Tidak terdapat imbas manajemen perusahaan serta penertiban manajemen untuk menyeimbangkan keuangan.
  • Gagalnya upaya menyalurkan kredit gres dalam menyejahterakan rakyat.
  • Tidak adanya keberhasilan dalam melaksanakan perjuangan likuidasi dalam pihak swasta dan pemerintahan sebagai perjuangan mengawasi dan menghemat anggaran belanja. 
Upaya perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin bahkan mengalami kegagalan akhir pemerintah melaksanakan pelaksanaan proyek mercusuar sehingga setiap tahun membutuhkan biaya yang cukup besar. Tidak hanya itu saja, pemerintah juga tidak mempunyai kemampuan politik dalam menekan pengeluaran yang terjadi. Dengan begitu akan menjadikan dampak harga tinggi hampir mencapai 200 hingga 300% pada tahun 1965, masyarakat mengalami kehidupan yang terjepit, lemahnya devisa yang berakibat pada pembatasan impor dan acara ekspor, laju inflasi tinggi, dan semakin habisnya cadangan emas serta devisa negara. 


Demikianlah penjelasam mengenai perkembangan ekonomi masa demokrasi terpimpin. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Tuesday, August 13, 2019

Pengertian Dan Model Multikulturalisme

Pengertian Dan Model multikulturalisme. multikulturalisme Berasal dari kata multi (plural) dan kultural (tentang budaya), multikulturalisme ialah merupakan pengukuhan terhadap realitas keragaman kultural, yang berarti meliputi baik keberagaman tradisional ibarat keberagaman suku, ras, ataupun agama, maupun keberagaman bentuk-bentuk kehidupan (subkultur) yang terus bermunculan di setiap tahap sejarah kehidupan masyarakat. Pluralisme bekerjasama dengan hak hidup kelompok-kelompok masyarakat yang ada dalam sebuah komunitas yang mempunyai budaya masing-masing.

Pada tahun 1950 Istilah multikulturalisme marak dipakai di Kanada. Istilah ini diderivasi dari kata multicultural yang dipopulerkan surat kabar-surat kabar di Kanada, yang menggambarkan masyarakat Montreal sebagai masyarakat multikultural dan multilingual. Pengertian perihal multikulturalisme mempunyai dua ciri utama:
  1. Kebutuhan terhadap pengukuhan (the need of recognition),
  2. Legitimasi keanekaragaman budaya atau pluralisme budaya.
Multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Multikulturalisme lahir dari benih-benih konsep yang sama dengan demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip adab dan moral egaliter sosial-politik 

Lahirnya paham multikulturalisme berlatar belakang kebutuhan akan pengukuhan (the need of recognition) terhadap kemajemukan budaya, yang menjadi realitas sehari-hari banyak bangsa, termasuk Indonesia. Oleh alasannya itu, semenjak semula multikulturalisme harus disadari sebagai suatu ideologi, menjadi alat atau wahana untuk meningkatkan penghargaan atas kesetaraan semua insan dan kemanusiaannya yang secara operasional mewujud melalui pranata-pranata sosialnya, yakni budaya sebagai pemandu kehidupan sekelompok insan sehari-hari. Dalam hal ini, multikulturalisme ialah konsep yang melegitimasi keanekaragaman budaya. 

Model multikulturalisme:
  1. Multikulturalisme isolasionis, ialah masyarakat yang aneka macam kelompok kulturalnya menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi minimal satu sama lain.
  2. Multikulturalisme akomodatif, ialah masyarakat yang mempunyai kultur mayoritas yang membuat pembiasaan dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan menawarkan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan membuatkan kebudayaan mereka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
  3. Multikulturalisme otonomis, ialah masyarakat plural yang kelompok-kelompok kultural utamanya berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya mayoritas dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif dapat diterima. Perhatian pokok kultural ini ialah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang mempunyai hak yang sama dengan kelompok mayoritas mereka menantang kelompok mayoritas dan berusaha membuat suatu masyarakat yang semua kelompoknya dapat eksis sebagai kawan sejajar.
  4. Multikulturalisme kritikal/interaktif, ialah masyarakat plural yang kelompok-kelompok kulturalnya tidak terlalu terfokus (concerned) dengan kehidupan kultural otonom, tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif khas mereka.
  5. Multikulturalisme kosmopolitan, ialah masyarakat plural yang berusaha menghapus batas- batas kultural sama sekali untuk membuat sebuah masyarakat kawasan setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu, sebaliknya secara bebas terlibat dalam percobaan- percobaan interkultural dan sekaligus membuatkan kehidupan kultural masing-masing.
Dikutip Dari Berbagai Sumber

Tuesday, July 17, 2018

Pengertian Masyarakat Multikultural

Pengertian Masyarakat multikultural. Didalam dinamika hidup, tumbuh dan berkembangnya masyarakat itu berlaku konsep sistem sehingga masyarakat itu terus berlangsung dan sanggup bertahan sebagaimana kelangsungan hidup organisme. Masyarakat multikultural terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan budaya. Berikut yaitu klarifikasi seputar pengertian  Masyarakat multikultural serta karakteristik Masyarakat multikultural.

Definisi Masyarakat multikultural

Masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang terdiri atas bermacam-macam suku bangsa dan budaya. Dimana Masyarakat Indonesia tergolong masyarakat multikultural, lantaran masyarakatnya sangat beragam dalam suku bangsa, ras, klan, agama, mata pencaharian, adab istiadat, golongan politik, dan sebagainya. meskipun masyarakat Indonesia sangat majemuk, tetapi hidup bersatu secara tenang dan berdampingan dalam wilayah negara republik Indonesia.

Secara sosiologis, masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang mempunyai keanekaragaman budaya, keanekaragaman itu biasanya berkenan dengan suku, agama, ras, golongan, atau gender. Multikultural berakar pada paham multikulturalisme, yang menghendaki adanya perlakuan yang sama terhadap banyak sekali komunitas bermacam-macam budaya. Masyarakat multikultural merupakan masyarakat bermacam-macam budaya yang khas.

Masyarakat multikultural merupakan masyarakat bermacam-macam budaya yang khas. Kekhasan tersebut terletak dalam hal cara menyikapi keberagaman budaya. Keragaman budaya disikapi dengan mengedepankan kesetaraan antara kelompok budaya yang ada diperlakukan secara sama, dalam arti tidak ada diskriminasi terhadap kelompok budaya yang ada dalam masyarakat.

Karakteristik umum masyarakat multikultural

  1. Terjadinya segmentasi dalam bentuk kelompok – kelompok yang sering kali mempunyai sub  kebudayaan yang satu sama lain berbeda
  2. Memiliki struktur sosial yang tebagi – bagi kedalam forum – forum yang bersifat nonkomplementer
  3. Kurang menyebarkan konsensus diantara para anggotanya terhadap nilai – nilai yang bersifat dasar
  4. Secara relative, sering kali mengalami konflik – konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan ketergantungan didalam bidang ekonomi dan
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain.