Pages

Thursday, July 12, 2018

Kekuasaan Dan Bentuk Serta Sumbernya

Kekuasaan Dan Bentuk Serta Sumbernya. Apa yang dimaksud dengan Kekuasaan. Kali ini kami akan membahas wacana seputar pengertian kekuasaan, Bentuk Kekuasaan Dan Sumber Kekuasaan serta sudut pandang kekuasaa. Berikut yaitu penjelasannya.

Definisi Kekuasaan

Pengertian Kekuasaan yaitu kemampuan untuk memakai dampak pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laris individu atau kelompok. Kekuasaan sanggup juga dikatakan sebagai kemampuan untuk mensugesti individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. 

Menurut Wikipedia. Pengertian Kekuasaan yaitu kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan dilarang dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laris orang atau kelompok lain sesuai dengan harapan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Secara Umum, kekuasaan sanggup berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan yaitu kemampuan untuk mensugesti pihak lain berdasarkan kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. 

Menurut Robert Mac Iver Kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengendalikan tingkah laris orang lain baik secara eksklusif dengan jalan memberi perintah / dengan tidak eksklusif dengan jalan memakai semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yang memerintah dan ada yang diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia menciptakan UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada 

Bentuk Kekuasaan

  1. Kekuasaan pribadi, kekuasaan yang didapat dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin.
  2. Kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang formal organisasi, besarnya kekuasaan ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.

Kekuasaan berkaitan dekat dengan dampak (influence) yaitu tindakan atau pola tingkah laris yang menjadikan perubahan sikap atau tingkah laris orang lain atau kelompok.

Sumber Kekuasaan

  1. Kekuasaan balas jasa (reward power). Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi dampak untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus hingga senioritas atau persahabatan)
  2. Kekuasaan paksaan (coercive power). Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi bila tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran hingga hukuman).
  3. Kekuasaan sah (legitimate power). Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan aturan atau aturan yang timbul dari legalisasi seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi dampak berhak memakai dampak hingga pada batas tertentu.
  4. Kekuasaan keahlian (expert power). Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau dogma bahwa pemberi dampak mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
  5. Kekuasaan panutan (referent power). Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi pemberi dampak yang menjadi pola atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).
  6. Kekuasaan Pengendalian Informasi (Control Of Information power). Berasal dari pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan isu yang dibutuhkan.

Sudut pandang kekuasaan

  1. Kekuasaan bersifat positif. merupakan Kemampuan yang dianugerahkan oleh Allah kepada individu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang sanggup mensugesti dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk melaksanakan suatu -tindakan yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan dengan sungguh-sungguh dan atau bukan alasannya yaitu paksaan baik secara fisik maupun mental. Namun di dalam kekuasaan tidak semuah yang berkuasa mempunyai kewenangan, alasannya yaitu kewenangan bersifat khusus.
  2. Kekuasaan bersifat Negatif. Merupakan sifat atau adab dari seseorang yang bernuansa arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melaksanakan tindakan yang diinginkan oleh pemegang kuasa dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya pemegang kekuasaan yang bersifat negatif ini tidak mempunyai kecerdasan intelektual dan emosional yang baik,mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan tanpa melaksanakan pemikiran yang tajam dalam mengambil suatu tindakan, bahkan mereka sendiri kadang kala tidak sanggup menjalankan segala perintah yang mereka perintahkan kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasannya alasannya yaitu keterbatasan daya pikir tadi. dan biasanya kekuasaan dengan huruf negatif tersebut hanya mencari laba pribadi atau golongan di atas kekuasannya itu. alasannya yaitu mereka tidak mempunyai kemampuan atau modal apapun selain kekuasaan untuk menghasilkan apapun, dan para pemegang kekuasaan bersifat negatif tersbut biasanya tidak akan berlangsung usang alasannya yaitu tidak akan mendapat sumbangan sepenuhnya oleh rakyatnya.

No comments:

Post a Comment